Volume 12 Nomor 02 Juni 2025 JURNAL KAJIAN ISLAM MODERN https://jurnal-inais. id/index. php/JKIM P-ISSN : 2337-8298 E-ISSN : 2962-5858 KETERAMPILAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH TERHADAP KOMITMEN KERJA GURU SMK Ima Rahmawati1*. Siti Nur Aida2. Hana Lestari3. Muzhir Ihsan4 1,2,3,4 Institut Agama Islam Sahid Bogor. Indonesia Email: dafenta. ima13@gmail. DOI: https://doi. org/10. 56406/jkim. ABSTRACT This study aims to analyze the influence of school principals' managerial skills on teachers' work commitment in vocational high schools (SMK) accredited with a "B" in Pamijahan District. Bogor. The research is quantitative in nature, using a survey method conducted through interviews, documentation, and the distribution of questionnaires to 56 respondents, who are teachers in these The sampling technique used is non-probability sampling with a total sampling approach. Data collection was carried out by distributing questionnaires that included indicators of managerial skills and teachers' work commitment. The collected data were then analyzed using simple linear regression to test the impact of managerial skills on teachers' work commitment. The results of the study indicate that the school principals' managerial skills have a positive and significant influence on teachers' work commitment. The regression analysis resulted in the equation Y = 40. with a t-value of 5. 382, which is greater than the t-table value . , and a p-value of 0. 000, which is smaller than = 0. 01, indicating a significant effect of managerial skills on teachers' work Based on these findings, it is recommended that school principals develop their managerial skills, particularly in planning, organizing, and effective communication, to enhance teachers' work commitment. Furthermore, it is suggested that the local education office provide further training for school principals in managerial skills to create a more conducive work environment for teachers. Keywords: Managerial Skills. Work Commitment. School Principals. Vocational High Schools. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keterampilan manajerial kepala sekolah terhadap komitmen kerja guru di SMK Swasta Se-Kecamatan Pamijahan Bogor yang terakreditasi B. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei, yang dilakukan melalui wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada 56 responden yang merupakan guru di sekolah-sekolah tersebut. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Non-probability sampling dengan pendekatan sampel total. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner yang mencakup indikator keterampilan manajerial dan komitmen kerja guru. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji regresi linier sederhana untuk menguji pengaruh keterampilan manajerial terhadap komitmen kerja guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan manajerial kepala sekolah memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen kerja guru. Analisis regresi menghasilkan persamaan Y = 40. 582X, dengan t-hitung sebesar 382 yang lebih besar dari t-tabel . , serta p-value 0. 000 yang lebih kecil dari = 0. 01, yang menandakan pengaruh signifikan dari keterampilan manajerial terhadap komitmen kerja guru. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar kepala sekolah mengembangkan keterampilan manajerial mereka, terutama dalam perencanaan, pengorganisasian, dan komunikasi yang efektif, untuk meningkatkan komitmen kerja guru. Selain itu, dinas pendidikan setempat disarankan untuk memberikan pelatihan lebih lanjut bagi kepala sekolah dalam hal keterampilan manajerial untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih kondusif bagi para guru. Kata Kunci: Keterampilan Manajerial. Komitmen Kerja. Kepala Sekolah. SMK. Volume 12 Nomor 02 Juni 2025 JURNAL KAJIAN ISLAM MODERN https://jurnal-inais. id/index. php/JKIM P-ISSN : 2337-8298 E-ISSN : 2962-5858 PENDAHULUAN Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, yang pada gilirannya akan mempengaruhi kemajuan suatu negara. Dalam konteks pendidikan di Indonesia. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi salah satu lembaga pendidikan yang sangat penting, mengingat tujuan utamanya untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja dan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Oleh karena itu, kualitas pendidikan di SMK harus selalu ditingkatkan, dan salah satu faktor yang sangat mempengaruhinya adalah peran kepala sekolah sebagai pemimpin di lembaga tersebut (Supardi, 2. Kepala sekolah diharapkan memiliki keterampilan manajerial yang baik untuk dapat mengelola sumber daya manusia, termasuk guru, dengan efektif dan efisien. Keterampilan manajerial kepala sekolah mencakup kemampuan dalam merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, dan mengawasi berbagai kegiatan yang dilakukan di sekolah (Rahmawati et al. , 2024. Dalam hal ini, kepala sekolah harus mampu mengambil keputusan yang tepat, memotivasi guru, dan menciptakan iklim kerja yang kondusif agar guru dapat bekerja dengan maksimal (Rahmawati et al. , 2024. Menurut Daft . , keterampilan manajerial yang dimiliki oleh kepala sekolah akan berdampak langsung pada kualitas kinerja guru, yang pada akhirnya mempengaruhi kualitas pendidikan di sekolah tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada bagaimana keterampilan manajerial kepala sekolah berhubungan dengan komitmen kerja guru di SMK terakreditasi B di Kecamatan Pamijahan. Komitmen kerja guru merupakan faktor penting dalam menentukan kualitas pembelajaran di sekolah (Lestari & Rahmawati, 2. Guru yang memiliki komitmen tinggi akan menunjukkan dedikasi dan tanggung jawab yang lebih besar terhadap tugasnya, sehingga dapat menghasilkan proses belajar mengajar yang lebih efektif. Meyer dan Allen dalam (Rahmawati et al. , 2. menyatakan bahwa komitmen kerja mencakup tiga dimensi utama: komitmen afektif, komitmen berkelanjutan, dan komitmen normatif. Guru yang memiliki komitmen afektif yang tinggi cenderung merasa bagian dari sekolah dan bersemangat untuk mencapai tujuan pendidikan (Rahmawati, 2. Komitmen kerja guru juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kepemimpinan kepala sekolah. Kepala sekolah yang mampu mengelola sekolah dengan baik dan memberikan perhatian terhadap kesejahteraan guru akan mempengaruhi tingkat komitmen kerja guru. Penelitian oleh Tarman . menunjukkan bahwa kepala sekolah yang memiliki keterampilan manajerial yang baik mampu menciptakan lingkungan kerja yang positif, sehingga mendorong guru untuk lebih berkomitmen terhadap pekerjaan mereka. Hal ini sesuai dengan teori kepemimpinan transformasional yang diungkapkan oleh Bass . , yang menyatakan bahwa pemimpin yang dapat menginspirasi dan memotivasi pengikutnya untuk bekerja lebih baik akan menciptakan komitmen yang tinggi di kalangan anggotanya. Menurut Yukl . , kepala sekolah yang memiliki kemampuan dalam mengambil keputusan yang tepat dapat meningkatkan rasa percaya diri guru, yang pada gilirannya akan mempengaruhi komitmen kerja mereka. Keputusan-keputusan yang diambil oleh kepala sekolah dapat memberikan arah yang jelas kepada guru dan memastikan bahwa mereka bekerja sesuai dengan tujuan dan visi sekolah. Selain itu, penelitian oleh Robinson . juga menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang berfokus pada pengembangan profesionalisme guru dapat meningkatkan komitmen kerja guru, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan. Oleh karena itu, meningkatkan komitmen kerja guru melalui peningkatan keterampilan manajerial kepala sekolah sangat penting untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik. Sekolah-sekolah di Kecamatan Pamijahan, khususnya yang terakreditasi B, menghadapi tantangan untuk meningkatkan kualitas pendidikan mereka. Akreditasi B menandakan bahwa sekolah tersebut belum mencapai standar optimal dalam hal kualitas pendidikan. Oleh karena Volume 12 Nomor 02 Juni 2025 JURNAL KAJIAN ISLAM MODERN https://jurnal-inais. id/index. php/JKIM P-ISSN : 2337-8298 E-ISSN : 2962-5858 itu, diperlukan usaha maksimal dari pihak sekolah, terutama kepala sekolah, untuk mengelola sekolah dengan lebih baik. Penelitian ini akan mengkaji bagaimana keterampilan manajerial kepala sekolah dapat memengaruhi komitmen kerja guru dalam menciptakan suasana belajar yang produktif dan meningkatkan kualitas pendidikan di SMK. Sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap komitmen kerja guru. Sebagai contoh. Slamet dan Rahayu . menemukan bahwa kepala sekolah yang memiliki keterampilan manajerial yang baik dapat menciptakan lingkungan kerja yang positif bagi guru, yang pada gilirannya meningkatkan komitmen kerja mereka. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa pengelolaan sumber daya manusia yang efektif dapat meningkatkan semangat kerja guru dan membuat mereka lebih berkomitmen untuk menjalankan tugasnya. Namun, meskipun banyak penelitian yang mengkaji peran kepala sekolah dalam manajemen pendidikan, penelitian tentang pengaruh keterampilan manajerial kepala sekolah terhadap komitmen kerja guru di SMK terakreditasi B di Kecamatan Pamijahan masih Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi kekosongan tersebut dengan mengkaji pengaruh antara keterampilan manajerial kepala sekolah dan komitmen kerja guru di SMK se-Kecamatan Pamijahan yang terakreditasi B. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas manajerialnya dan bagi pihak terkait dalam merumuskan kebijakan yang mendukung peningkatan komitmen kerja guru. METODE Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode survei. Metode survei adalah sebuah cara untuk mengumpulkan informasi dari sejumlah responden melalui wawancara, dokumentasi, dan kuesioner yang diajukan (Sugiyono, 2. Objek penelitian yang akan diteliti adalah SMK Swasta se-Kecamatan Pamijahan Bogor yang Terakreditasi B, yang dilakukan dari bulan November hingga bulan Mei 2024. Adapun populasi penelitian ini berjumlah 56 guru. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Non-probability sampling, yaitu proses pengambilan sampel yang tidak memberikan peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel (Sugiyono. Sampel total merupakan sampel yang bila ditambah jumlahnya, tidak akan menambah keterwakilan sehingga tidak akan mempengaruhi nilai informasi yang telah diperoleh (Sugiyono, 2. Oleh karena itu, jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah sebanyak 56 responden. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang telah ditentukan. Kuesioner yang digunakan berupa pertanyaan tertutup yang mencakup indikator-indikator keterampilan manajerial dan komitmen kerja. Selain itu, untuk memperkuat data, dilakukan dokumentasi untuk memperoleh informasi terkait latar belakang dan kondisi objektif yang mendukung variabel yang diteliti. Pengumpulan data dilakukan selama periode penelitian dengan memperhatikan etika penelitian dan memastikan bahwa responden memberikan informasi secara sukarela dan tanpa paksaan. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Regresi Linier Sederhana, yang bertujuan untuk menguji pengaruh variabel keterampilan manajerial terhadap komitmen kerja. Uji regresi ini akan menunjukkan seberapa besar kontribusi variabel keterampilan manajerial terhadap perubahan komitmen kerja guru di SMK Swasta Se-Kecamatan Pamijahan Bogor. Volume 12 Nomor 02 Juni 2025 JURNAL KAJIAN ISLAM MODERN https://jurnal-inais. id/index. php/JKIM P-ISSN : 2337-8298 E-ISSN : 2962-5858 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hipotesis penelitian ini diuji menggunakan teknik regresi linier sederhana. Pengujian hipotesis dengan menggunakan teknik tersebut menuntut adanya beberapa persyaratan analisis yang dilakukan, yaitu uji normalitas dan uji liniearitas. Tabel 1. Uji Normalitas Shapiro-Wilk Komitmen Kerja Guru Keterampilan Manajerial Test Of Normality Shapiro-Wilk Statistic Sig. Berdasarkan tabel 4. 7 output test normality didapatkan hasil probabilitas . variabel komitmen kerja guru . dengan nilai statistik . > . maka dapat disimpulkan bahwa data sampel dari variabel komitmen kerja guru (Y) berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Hasil dari variabel keterampilan manajerial (X) . dengan nilai statistik . > . maka dapat disimpulkan bahwa data sampel dari variabel keterampilan manajerial (X) berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Tabel 2. Hasil Uji Liniearitas Linierity Variabel Komitmen Kerja Guru Keterampilan Manajerial Sig. Berdasarkan tabel 4. 8 didapatkan nilai sig. deviation from linearity dengan statistik F 252 karena nilai sig deviation from linearity . lebih besar dari . maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hubungan variabel keterampilan manajerial (X) dan variabel komitmen kerja guru (Y) linier. Model Tabel 3. Hasil Uji Regresi Coefficientsa Standardized Unstandardize Coefficiens d Coefficients Std. Error Beta Constant Keterampilan manajerial (X) Dependent Variabel: Y Sig. Berdasarkan tabel 3. Menunjukkan bahwa persamaan regresi yang digunakan adalah Y = 441 0. Nilai t hitung sebesar 5. 382 > nilai t tabel . dengan nilai sig . > . , maka didapatkan kesimpulan bahwa keterampilan manajerial kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen kerja guru SMK di Kecamatan Pamijahan. Volume 12 Nomor 02 Juni 2025 JURNAL KAJIAN ISLAM MODERN https://jurnal-inais. id/index. php/JKIM P-ISSN : 2337-8298 E-ISSN : 2962-5858 Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh keterampilan manajerial kepala sekolah terhadap komitmen kerja guru di SMK Se-Kecamatan Pamijahan yang terakreditasi B. Berdasarkan hasil uji normalitas, ditemukan bahwa variabel komitmen kerja guru memiliki pvalue sebesar 0. 061, yang lebih besar dari nilai . , sehingga dapat disimpulkan bahwa data variabel komitmen kerja guru terdistribusi normal. Sementara itu, untuk variabel keterampilan manajerial, nilai p-value adalah 0. 004, yang lebih kecil dari nilai . menunjukkan bahwa data variabel keterampilan manajerial juga terdistribusi normal. Uji normalitas ini penting untuk memastikan bahwa data yang digunakan dalam penelitian ini memenuhi asumsi normalitas yang diperlukan dalam analisis regresi linier. Selanjutnya, uji linearitas menunjukkan bahwa hubungan antara keterampilan manajerial dan komitmen kerja guru adalah linier. Hal ini terlihat dari nilai signifikansi deviation from linearity yang sebesar 0. 276, yang lebih besar dari nilai . Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa keterampilan manajerial kepala sekolah berhubungan secara linier dengan komitmen kerja guru, yang mendukung asumsi dasar untuk menggunakan regresi linier dalam penelitian ini. Pengujian linearitas memastikan bahwa hubungan kedua variabel dapat dijelaskan secara sederhana dengan model regresi linier. Analisis regresi linier yang dilakukan menghasilkan persamaan regresi Y = 40. 582X, di mana X adalah keterampilan manajerial dan Y adalah komitmen kerja guru. Berdasarkan hasil uji t, nilai t-hitung sebesar 5. 382 lebih besar dari t-tabel yang sebesar 395, dengan nilai p-value sebesar 0. 000 yang lebih kecil dari . Hasil ini menunjukkan bahwa keterampilan manajerial kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen kerja guru. Hal ini berarti bahwa semakin baik keterampilan manajerial kepala sekolah, semakin tinggi komitmen kerja guru di SMK Kecamatan Pamijahan. Hasil penelitian ini sejalan dengan teori yang menyatakan bahwa kepemimpinan yang baik dari kepala sekolah dapat meningkatkan motivasi dan komitmen kerja guru. Seperti yang dijelaskan oleh Daft . , kepala sekolah yang memiliki keterampilan manajerial yang baik dapat menciptakan iklim kerja yang mendukung, yang pada gilirannya akan meningkatkan komitmen guru terhadap pekerjaan mereka. Dalam konteks penelitian ini, keterampilan manajerial kepala sekolah yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang positif bagi guru, sehingga meningkatkan komitmen mereka. Selain itu, hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa keterampilan manajerial kepala sekolah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap komitmen kerja guru di SMK yang terakreditasi B. Hal ini penting karena SMK terakreditasi B memiliki tantangan tersendiri dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kepala sekolah yang memiliki keterampilan manajerial yang memadai dapat memimpin guru dengan lebih efektif, memberikan arahan yang jelas, dan menciptakan suasana kerja yang mendukung, sehingga mendorong guru untuk berkomitmen lebih tinggi dalam melaksanakan tugasnya (Tarman, 2015. Rahmawati et al. Secara keseluruhan, keterampilan manajerial kepala sekolah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap komitmen kerja guru. Kepala sekolah yang memiliki keterampilan manajerial yang baik dapat menciptakan iklim sekolah yang mendukung, meningkatkan motivasi dan kinerja guru, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan (Robinson, 2007. Slamet dan Rahayu 2018. Lestari & Rahmawati, 2. Oleh karena itu, penting bagi kepala sekolah untuk terus mengembangkan keterampilan manajerial mereka guna menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan meningkatkan komitmen kerja guru. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa komitmen kerja guru tidak hanya dipengaruhi oleh Volume 12 Nomor 02 Juni 2025 JURNAL KAJIAN ISLAM MODERN https://jurnal-inais. id/index. php/JKIM P-ISSN : 2337-8298 E-ISSN : 2962-5858 faktor manajerial, tetapi juga oleh berbagai faktor lain yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan sekolah. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan manajemen pendidikan, terutama dalam konteks SMK di Kecamatan Pamijahan. Temuan ini dapat digunakan sebagai dasar untuk meningkatkan pelatihan bagi kepala sekolah agar dapat mengembangkan keterampilan manajerial yang lebih baik. Peningkatan keterampilan manajerial kepala sekolah akan berdampak pada peningkatan komitmen kerja guru, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di SMK. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa keterampilan manajerial kepala sekolah memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap komitmen kerja guru di SMK Se-Kecamatan Pamijahan yang terakreditasi B. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa persamaan regresi yang dihasilkan adalah Y = 40. 582X, di mana X adalah keterampilan manajerial dan Y adalah komitmen kerja guru. Uji t menunjukkan nilai t-hitung sebesar 5. 382, yang lebih besar dari t-tabel . , dengan pvalue 0. 000 yang lebih kecil dari . Ini mengindikasikan bahwa keterampilan manajerial kepala sekolah berpengaruh signifikan terhadap komitmen kerja guru. SARAN Berdasarkan temuan penelitian ini, disarankan agar kepala sekolah di SMK lebih mengembangkan keterampilan manajerial mereka, seperti perencanaan, pengorganisasian, serta komunikasi yang efektif, untuk meningkatkan komitmen kerja guru. Selain itu, penting bagi dinas pendidikan setempat untuk memberikan pelatihan kepada kepala sekolah dalam hal keterampilan manajerial guna menciptakan lingkungan kerja yang lebih kondusif bagi guru dalam melaksanakan tugasnya. REFERENSI