993 JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 DAMPAK PARIWISTA TERHADAP PRUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT DI SELONG BELANAK KEC. PRAYA BARAT KAB. LOMBOK TENGAH Ahmad jamiluddin1. I ketut purwarta2 & Putu arya reksa anggratyas3 1,2,3 Sekolah Tinggi Pariwisata E-mail: 1ahmadmill152@gmail. com 2iktpurwata@gmail. anggaratyas@gmail. Article History: Received: 25-08-2025 Revised: 26-09-2025 Accepted: 29-09-2025 Keywords: Dampak Pariwisata. Perubahan Sosial. Masyararakat. Abstract: Sebelum adanya pariwisata di Desa Selong belanak kehidupan sosial masyarakat masih kental dengan silaturrahminya dan kegiatan saling tolong menolong seperti gotong royong masih tetap dilaksanakan dan masyarakat berantusias untuk mengikuti kegiatan tersebut. Pariwiasata dapat mengakibatkan perubahan pola atau tata nilai kehidupan masyarakat yang menyangkut berbagai perubahan sosial, perilaku, agama, moral dan bahasa. Perubahan sikap dan gaya hidup pada masyarakat terlihat dari perilaku mereka yang cenderung menjadi konsumtif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan, bersifat deskrptif kualitatif, dimana penelitian yang akan mengkahasilkan data deskriptif berupa kata-kata atau lisan dari orang-orang yang di perlukan dan dapat diamati. Dampak pariwisata terhadap perubahan sosial masyarakat di Desa Selong belanak mencakup dua aspek utama: interaksi sosial dan gaya Berkurangnya budaya gotong royong diakibatkan karena sudah banyak masyarakat sudah bekerja unuk kebutuhan ekonominya. Meskipun persaingan ini dapat memberikan manfaat ekonomi masyarakat selong belanak, namun hal ini juga dapat mengurangi solidaritas sosial yang sebelumnya kuat di masyarakat. Dampak pariwisata dalam kehidupan masyarakat Terjadi perubahan gaya hidup dari segi makanan, cara berpakaian dan perilaku. Perubahan dari segi makanan Sekarang ini banyak bermunculan berbagai produk baik itu makanan atau minuman dari mancanegara sehingga banyak penduduk di Desa Selong belanak yang kemudian beralih dari makanan tradisional ke makanan modern atau siap saji, beberapa makanan asing siap saji seperti ayam goreng, steak, pizza dan burger dan aneka makanan lain. Akan tetapi masyarakat Selong belanak bisa membuka warung makan maupun restoran untuk memenuhi kebutuhan wisatawan. Sehingga masyarakat bisa meningkatakan pendapatan ekonominya. Perubahan dari segi penampilan Sekarang ini banyak masyarakat Selong Belanak mengikuti fashion wisatawan asing. Terutama di kalangan remaja seperti merubah warna asli rambutnya, bertato, memakai pakaian yang tidak sopan. Akan tetapi juga memberikan dampak positif seperti menggunakan pakain yang rapi bagi masyarakat yang bekerja di hotel dan travel dan meningkatkan rasa percaya diri. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Perubahan dari segi perilaku Setelah adanya pariwisata gaya hidup yang ditonjolkan saat ini sudah banyak yang mencerminkan gaya hidup bangsa asing dari pada menunjukkan keaslian budaya. Selain itu dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat seperti mengikuti kebiasaan baik wisatawan, mengunakan bahasa yang sopan dan santun dan menambahkan wawasan tentang budaya luar. PENDAHULUAN Perkembangan pariwisata di Indonesia saat ini semakin berkembang. Perkembangan pariwisata saat ini sangat menjanjikan dan memberikan banyak manfaat baik itu bagi pemerintah, masyarakat maupun swasta. Karena pariwisata adalah sektor yang di diandalkan oleh pemerintah untuk mendapatkan devisa dan penghasilan sedangkan bagi masyarakat bisa membuka lapangan Pariwisata merupakan sektor yang dianggap sangat menguntungkan untuk dikembangkan dan pariwisata juga Aubertujuan untuk mengurangi kemiskinan, melestarikan alam, lingkungan dan sumber daya, mengembangkan budaya, memperkuat citra bangsa dan memperkuat hubungan dengan Negara lain dengan adanya kunjungan wisatawan antar negara. Ay Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki beberapa daerah wisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan baik itu wisatawan lokal maupun wisatawan asing karena banyak obyek wisata yang dimiliki beraneka ragam jenis, seperti di Lombok Tengah tidak hanya memiliki air terjun dan sirkuit, wisata yang lebih menarik dengan tingkat kunjungan wisatawan yang cukup tinggi yaitu pantai Selong belanak kecamatan Selong belanak kabupaten lombok tengah. Desa Selong belanak ini terkenal dengan pemandangan pantai yang sangat indah dengan pantainya yang putih dan bersih, memiliki ombak yang sangat bagus untuk para wisatawan yang suka berselancar/surfing baik itu pemula maupun yang sudah pofesional. dengan keindahan yang dimiliki akan membuat wisatawan tertarik untuk mengunjungi Desa ini. kunjungan wisatawan sangat penting artinya dalam perkembangan pariwisata, besar kecilnya kunjungan wisatawan sangat menentukan perkembangan daerah pariwisata itu sendiri dan juga berdampak pada tingkat kesejahteraan masyarakat sekitar obyek wisata. Sebelum adanya pariwisata kehidupan sosial masyarakat masih kental dengan silaturrahminya dan kegiatan saling tolong menolong seperti gotong royong masih tetap dilaksanakan dan masyarakat berantusias untuk mengikuti kegiatan tersebut. Mata pencaharian masyarakat sebelum adanya pariwisata yaitu hanya nelayan, berkebun dan berdagang. Ekonomi masyarakat saat itu masih belum sejahtera karena dengan pendapatan yang didapat hanya bisa mencukupi untuk kebutuhan pokok saja. Dengan adanya peningkatan dari kunjungan wisatawan dan aktifitas pariwisata yang berlangsung di kawasan daerah pariwisata secara tidak langsung telah menimbulkan pengaruh terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Dampak sosial yang ditimbulkan dari kunjungan wisatawan menyebabkan terjadinya Interaksi antara wisatawan dengan masyarakat lokalterjadi pada saat transaksi wisata, wisatawan bertemu dengan masyarakat lokal di atraksi wisata yang sama, dan pada saat bertukar informasi yang dapat mengakibatkan perubahan pola atau tata nilai kehidupan masyarakat yang menyangkut berbagai perubahan sosial, perilaku, agama, moral dan bahasa. Perubahan sikap dan gaya hidup pada masyarakat terlihat dari perilaku mereka yang cenderung menjadi konsumtif. Ada beberapa masyarakat yang mengunakan uang yang berlebihan, hanya untuk memiliki barang- barang yang tidak begitu di butuhkan dan sulit membedakan keinginanan dan kebutuhan dan banyak masyarakat yang gaya hidupnya yang a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 LANDASAN TEORI Perubahan Sosial Selo soemardjan . mendefinisikan perubahan sosial sebagai segala perubahanperubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan, yang mempengaruhi pada sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai nilai, sikap-sikap, dan pola-pola perilakunya di antara kelompokkelompok dalam masyarakat. Berdasarkan diatas dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial masyarakat adalah suatu bentuk perubahan dari cara-cara hidup yang terdapat di dalam masyarakat yang mempengaruhi pada sistem sosialnya yang di dalamnya termasuk nilai-nilai, sikap-sikap, dan pola-pola perilaku Perubahan masyarakat pada prinsipnya merupakan suatu proses yang terus-menerus, artinya bahwa pada setiap masyarakat pada kenyataannya akan mengalami perubahan itu, akan tetapi perubahan antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain tidak terlalu sama. Selo soemardjan dan soelaeman soemardi menyebutkan pada umumnya dapat dikatakan bahwa sebab-sebab terjadinya perubahan sosial adalah dikarenakan adanya pengaruh dari dalam dan luar masyarakat. Perubahan sosial di sebabkan adanya faktor dari masyarakat antara lain: Perkembangan Ilmu Pengetahuan Jumlah Penduduk Pertentangan Dan Pemberontakan Dari ketiga faktor penyebab perubahan sosial masyarakat, dapat dilihat pada saat ini yang banyak menyebabkan perubahan sosial masyarakat adalah perkembangan ilmu pengetahuan karena Pengetahuan yang semakin luas menghasilkan teknologi yang canggih yang kemudian akan mengubah kehidupan manusia yang pada zaman dahulu masih menggunakan alat-alat yang sederhana sekarang dengan adanya ilmu pengetahuan manusia bisa menghasilkan alat-alat yang lebih canggih yang bisa digunakan oleh manusia misalnya pada zaman dahulu masih menggunakan alat angkut sederhana menggunakan kuda dan sapi, maka saat ini manusia telah menggunakan alat alat transportasi mesin yang canggih. Sedangkan perubahan sosial yang berasal dari luar masyarakat antara lain: Pengaruh Kebudayaan Masyarakat Lain Peperangan Sebab-sebab yang berasal dari lingkungan alam fisik di sekitar manusia. Saat ini peneyebab perubahan sosial yang banyak mempengaruhi masyarakat yaitu Pengaruh kebudayaan masyarakat lain karenaadanya intraksi langsung . atap muk. antara satu masyarakat dengan masyarakat yang lain akan menyebabkan saling pengaruh. Dengan terjadinya intraksi dalam kehidupan masyarakat akan terjalinnya hubungan sosial sehingga kebudayaan lainnya bertemu dalam proses sosial baik bertemunya secara asosiatif maupun disosiatif. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan, bersifat deskrptif kualitatif, dimana penelitian yang akan mengkahasilkan data deskriptif berupa kata-kata atau lisan dari orang-orang yang di perlukan dan dapat diamati. penelitian ini akan digunakan untuk mengetahui dampak pariwisata terhadap perubahan sosial masyarkat di selong belanak. Penelitian ini akan melibatkan interaksi langsung dengan beberapa responden melalui wawancara mendalam, memungkinkan peneliti untuk memahami sudut pandang, a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 pengalaman, dan persepsi mereka terhadap perubahan sosial masyarakat. Selain itu, observasi langsung terhadap kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat akan memberikan gambaran nyata tentang dampak pariwisata terhadap perubahan sosial masyarakat. HASIL DAN PEMBAHASAN Perubahan dalam interaksi sosial yang disebabkan oleh pariwisata mencerminkan dinamika kompleks antara manfaat ekonomi, sosial, dan budaya dengan tantangan lingkungan dan sosial yang muncul. Pengelolaan pariwisata yang bijaksana dan berkelanjutan sangat penting untuk memaksimalkan manfaat positifnya sambil meminimalkan dampak negatifnya. Diperlukan kerjasama aktif antara pemerintah, industri pariwisata, dan masyarakat lokal untuk memastikan bahwa pariwisata berkontribusi secara positif terhadap kesejahteraan dan keberlanjutan komunitas yang dikunjungi. Dengan majunya pariwisata di Selong belanak dan terkenal sampai ke mancanegara memberikan dampak terhadap perubahan sosial masyarakat di Desa Selong belanak yang di mana memberikan dampak negatif terhadap perilaku sosial masyarakat. Perubahan sosial yang terjadi di Desa Selong belanak terlihat dari perilaku masyarakat terutama sebagian remaja yang cenderung mengikuti sikap dan perilaku budaya asing atau yang biasa disebut Westernisasi serta berkurangnya interaksi sosial. Selo Soemardjan . mendefinisikan perubahan sosial sebagai segala perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan, yang mempengaruhi pada sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai nilai, sikap-sikap, dan pola-pola perilakunya di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Adapun dampak yang ditemukan peneliti dilapangan karena berkembangnya wisata di Desa Selong belanak terhadap perubahan sosial sesuai dengan pendapat diatas yaitu pada interaksi sosial dan gaya hidup antara lain sebagai berikut: Dampak Pariwisata Terhadap Perubahan Interaksi Sosial Masyarakat Desa Selong Belanank Manusia dalam kehidupan sehari-hari tidak lepas dari hubungan satu dengan lainnya dan tidak mampu hidup sendiri, dimanapun berada harus bisa hidup bermasyarakat dan melakukan interaksi dimasyarakat, karena dengan adanya interaksi akan tercipta sebuah hubungan kekeluargaan dan kelompok dimasyarakat. Hal ini juga berlaku dalam lingkungan bermasyarakat di Desa Selong belanak Kabupaten Lombok tengah, akan tetapi dengan dijadikannya Desa Selong belanak sebagai daerah wisata, interaksi sosial terlihat sangat berkurang dan menimbulkan dampak yang kurang baik bagi interaksi masyarakat, adapun dampak yang ditimbulkan adalah berkurangnya budaya gotong royong, munculnya persaingan. Berkurangnya Budaya Gotong Royong Sebelum adanya pariwisata, interaksi sosial masyarakat di Desa Selong belanak masih sangat baik dan kental seperti masih rutinnya diadakan kegiatan masyarakat seperti gotong royong, kegiatan bakti sosial, musyawarah dan pengajian umum. Perubahan terlihat setelah adanya pariwisata di mana interaksi antara masyarakat setempat semakin berkurang karena masing-masing masyarakat memiliki kesibukan pekerjaan dalam dunia pariwisata sehingga menimbulkan sikap hidup individualis di kalangan masyarakat terutama remaja. Ketika ada kegiatan adat contohnya acara begawe sangat berkurang, masyarakat yang dulunya semangat gotong royong mempersiapakan segala kebutuhan dan perlengkapan akan tetapi sekarang sudah sangat berkurang dikarenakan banyak masyarakat yang bekerja sehingga yang punya acara hanya di bantu oleh keluarga inti saja. Selain itu dapat memberikan dampak postif kepada masyarakat seperti memiliki peluang kerja unuk memenuhi kebutuhan ekonominya. Sikap individualis dan mementingkan diri sendiri adalah merupakan sikap dan gaya hidup a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 yang kurang baik di mana masyarakat yang sebelumunya lebih senang untuk tolong menolong akan tetapi sekarang masyarakat akan lebih senang mempertahankan kemauan dan kebebasan diri sendiri, egois dan jarang sekali untuk ikut membantu satu sama lain. Masyarakat lebih sibuk dengan pekerjaan masing-masing di bidang pariwisata sehingga masyarakat Desa Selong belanak jarang berinteraksi langsung dengan sesama. Masyarakat yang sudah terpengaruh virus individualis akan jarang sekali memperdulikan orang lain, memudarkan solidaritas hingga berkurangnya musyawarah dan gotong royong. Gotong royong adalah salah satu budaya bangsa yang sebenarnya tidak boleh ditinggalkan oleh masyarakat Desa Selong belanak. Dengan gotong royong inilah masyarakat lebih akrab dan rasa kekeluargaan semakin kental. Yang terjadi di Desa Selong belanak tidak jauh berbeda dengan teori di bawah ini. Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi . 9 : . , berpendapat bahwa perubahanperubahan sosial adalah segala perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi system sosialnya, termasuk di dalam nilai-nilai, sikap-sikap dan pola-pola perkelakuan di antara kelompok-kelompok. Persaingan Proses intraksi sosial dalam bentuk persaingan yang telihat pada masyarakat di Desa Selong belanak yaitu persaingan dalam bidang ekonomi yang berdampak positif bagi masyarakat. Persaingan terlihat ketika masyarakat di wilayah obyek wisata Desa Selong belanak masyarakat yang lain juga ikut mendirikan Warung. Hotel. Homestay Dan Resort. Hal ini bisa dikatakan positif karena dengan adanya niatan membangun tersebut otomatis mereka memikirkan kesejahteraan Dengan pembangunan tersebut fasilitas penunjang pariwisata semakin banyak dan dengan itu wisatawan dengan mudah mendapatkan fasilitas yang diinginkan. Yang dulunya masyarakat Selong belanak kebanyakan bekerja sebagai petani, peternak dan nelayan. Dampak Pariwisata Terhadap Perubahan Gaya Hidup Masyarakat Desa Selong Belanank Perubahan gaya hidup akibat pariwisata mencerminkan dinamika yang kompleks antara manfaat ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan dengan tantangan dan risiko yang terkait. Pengelolaan pariwisata yang bijaksana dan berkelanjutan sangat penting untuk memaksimalkan manfaat positifnya sambil meminimalkan dampak negatifnya. Diperlukan kerjasama aktif antara pemerintah, industri pariwisata, dan masyarakat lokal untuk memastikan bahwa pariwisata berkontribusi secara positif terhadap kesejahteraan dan keberlanjutan komunitas yang dikunjungi. Dampak pariwisata dalam kehidupan masyarakat dengan cepat menyebar terutama pada gaya hidup dan perilakunya, terutama pada daerah pariwisata seperti di Desa Selong belanak. Terjadi perubahan gaya hidup dari segi makanan, cara berpakaian dan perilaku. Perubahan Gaya hidup Dari segi Makanan Sebelum adanya pariwisata masyarakat Desa Selong belanak masih terbilang sangat sederhana dimana untuk makanan sehari-hari cukup dengan memasak sendiri dengan memanfaatkan hasil perkebunan sendiri. Setelah dijadikannya sebagai Desa wisata, perubahan gaya hidup masyarkat berubah. Perubahan gaya hidup yang paling utama terlihat adalah dari segi makanan dan minuman. Sekarang ini banyak bermunculan berbagai produk baik itu makanan atau minuman dari mancanegara sehingga banyak penduduk di Desa Selong belanak yang kemudian beralih dari makanan tradisional ke makanan modern atau siap saji, beberapa makanan asing siap saji yang biasa dibeli oleh masyarakat adalah ayam goreng, steak, pizza dan burger dan aneka makanan lain. Akan tetapi masyarakat Selong belanak banyak mengikuti pelatiha- pelatihan tentang makanan siap saji. Dengan mengikuti pelatihan tersebut masyarakat Selong belanak bisa membuka warung makan maupun restoran untuk memenuhi kebutuhan wisatawan. Sehingga masyarakat bisa meningkatakan pendapatan ekonominya. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Perubahan Gaya Hidup Dari Segi Penampilan Perubahan yang tejadinya berikutnya adalah cara berpakaian masyarakat. Cara berpakaian sudah bergeser dari budaya yang mana dulu remaja memilih untuk berpakaian yang sopan sesuai dengan aturan namun adat tersebut sudah mulai ditinggalkan oleh sebagian masyarakat. Mereka yang meninggalkan adat berpakaian tersebut adalah para remaja atau anak muda. Sekarang ini banyak masyarakat Selong Belanak mengikuti fashion wisatawan asing. Selain itu dari segi penampilan juga terlihat perubahan di kalangan remaja. Sekarang ini banyak remaja yang merubah warna asli rambutnya akibat terlalu sering melihat wisatawan asing yang memiliki rambut yang di warnain, bertato, memakai pakaian yang tidak sopan. Sehingga banyak masyarakat mengikuti gaya wisatawan yang tadinya hitam mereka rubah menjadi warna pirang, kuning, cokelat kemerahmerahan atau bahkan trend warna rainbow. Dan juga terlihat pada saat ada acara nyongkolan yang seharusnya menggunakan pakian adat akan tetapi sekarang banyak masyarakat yang mengunakan pakian biasa maupaun hanya mengunkan baju kemeja dan sarung saja. Selain dampak negatif dari segi penampilan ini juga memberikan dampak positif seperti menggunakan pakain yang rapi bagi masyarakat yang bekerja di hotel dan travel dan meningkatkan rasa percaya diri. Perubahan gaya hidup dari segi perilaku Selain perubahan dari segi makanan dan penampilan perubahan gaya hidup juga terlihat dari segi perilaku. Sebelum jadi Desa wisata kegiatan yang dilakukan masih melekat dengan kultur/budaya setempat yang sesuai dengan norma yang berlaku dan sesuai identitas bangsa di mana masyarakat lebih senang menghabiskan waktu dengan para teman untuk bermain di pantai maupun melakukan kegiatan sosial. Akan tetapi Setelah adanya Desa wisata gaya hidup yang ditonjolkan saat ini sudah banyak yang mencerminkan gaya hidup bangsa asing dari pada menunjukkan keaslian budaya misalnya dikalangan remaja dan orang tua, remaja ketika melakukan oborolan dengan oranga tua sudah ngobrol kayak ngomong sama temen seusianya maupun wisatawan, yang seharusnya kita sebagai remaja harus menjaga dan menghormati orang tua saat kita melakukan obrolan dengan mengunakan bahasa yang sopan satun dan juga. Hal ini dikarenakan adanya asimilasi budaya dari bangsa asing yang mengakibatkan perubahan gaya Selain itu dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat seperti mengikuti kebiasaan baik wisatawan, mengunakan bahasa yang sopan dan santun dan menambahkan wawasan tentang budaya luar. Perubahan-perubahan yang terjadi seperti ini harus segera di minimalisir dengan adanya bimbingan-bimbingan, sosialisasi dan tindakan yang tepat baik itu dari tokoh masyarakat maupun tokoh agama dan pemerintah Desa setempat agar masyarakat terutama para remaja tidak terlalu jauh melenceng dari budaya bangsa yang bisa mengakibatkan hilangnya budaya bangsa atau yang disebut asimilasi. Timbulnya gaya hidup yang bersifat pamer yang dikenal sebagai demonstration effect tidak di hindarkan yang menimbulkan gaya hidup yang hedonik. KESIMPULAN Dampak pariwisata terhadap perubahan sosial masyarakat di Desa Selong belanak mencakup dua aspek utama: interaksi sosial dan gaya hidup. Pada aspek interaksi sosial, ada penurunan dalam praktik gotong royong dan munculnya persaingan. Berkurangnya budaya gotong royong diakibatkan karena sudah banyak masyarakat sudah bekerja unuk memenuhi kebutuhan Meskipun persaingan ini dapat memberikan manfaat ekonomi masyarakat selong belanak, namun hal ini juga dapat mengurangi solidaritas sosial yang sebelumnya kuat di Dampak pariwisata dalam kehidupan masyarakat Terjadi perubahan gaya hidup dari segi makanan, cara berpakaian dan perilaku. Perubahan dari segi makanan Sekarang ini banyak a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 bermunculan berbagai produk baik itu makanan atau minuman dari mancanegara sehingga banyak penduduk di Desa Selong belanak yang kemudian beralih dari makanan tradisional ke makanan modern atau siap saji, beberapa makanan asing siap saji seperti ayam goreng, steak, pizza dan burger dan aneka makanan lain. Akan tetapi masyarakat Selong belanak bisa membuka warung makan maupun restoran untuk memenuhi kebutuhan wisatawan. Sehingga masyarakat bisa meningkatakan pendapatan ekonominya. Perubahan dari segi penampilan Sekarang ini banyak masyarakat Selong Belanak mengikuti fashion wisatawan asing. Terutama di kalangan remaja seperti merubah warna asli rambutnya, bertato, memakai pakaian yang tidak sopan. Akan tetapi juga memberikan dampak positif seperti menggunakan pakain yang rapi bagi masyarakat yang bekerja di hotel dan travel dan meningkatkan rasa percaya diri. Perubahan dari segi perilaku Setelah adanya pariwisata gaya hidup yang ditonjolkan saat ini sudah banyak yang mencerminkan gaya hidup bangsa asing dari pada menunjukkan keaslian budaya. Selain itu dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat seperti mengikuti kebiasaan baik wisatawan, mengunakan bahasa yang sopan dan santun dan menambahkan wawasan tentang budaya luar. PENGAKUAN/ACKNOWLEDGEMENTS Dengan mengucapkan Puji syukur kehadirat Allah SWT. Tuhan semasta alam dan berkat rahmat Atas limpahan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Skripsi yang berjudul AuDampak Pariwisata Terhadap Perubahan Sosial Masyarakat Di Selong BelanakAy Skripsi ini adalah salah satu syarat kelulusan dalam meraih gelar sarjana program Strata Satu (S-. Pariwisata di Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram. Terselesainya Proposal Skripsi ini tidak terlepas dari semangat, motivasi, dan bantuan serta bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya dan penghargaan yang setinggi-tingginya Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram Bapak Dr. Halus Mandala. Hum Ketua Program Studi S1 Pariwisata Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram Bapak Dr. SyechIdrus. Segenap Dosen dan staff Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram yang selama ini telah memberikan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi penulis. Kedua orang tuaku terimakasih yang takterhingga atas semuanya. Semoga penulis dapat senantiasa berbakti kepada keduanya. Teman-teman seperjuangan khususnya angkatan yang telah banyak memberikan motivasi, dan semangat sehingga terwujudnya Skripsi ini. Semua pihak yang telah memberikan doa dan dukungan kepada penulis selama penulisan Skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Akhirnya penulis berharap semoga apa yang di ikrarkan ini mendapatkan ridho dari Allah SWT. Penulis menyadari bahwa Skripsi ini belum mencapai kesempurnaan, namun penulis berharap semoga Skripsi ini dapatbermanfaat bagi penulis secara khusus maupun pembaca pada Untuk itu, saran dan kritik yang konstruktif dari semua pihak sangat penulis harapkan, semoga Allah SWT. Selalu memberikan berkah dan meridhoi langkah ini. Aamiin. DAFTAR PUSTAKA