CARE: Journal Pengabdian Multi Disiplin Vol. 2 No. PP 46-54 Hompage: https//journal. id/index. php/care EDUKASI CEGAH KELELAHAN PADA MATA AKIBAT PENGARUH RADIASI GADGET SELAMA SCHOOL FROM HOME (SFH) PADA MAHASISWA *1Yeyen Gumayesty, 2Ahmad Hanafi, 3Yuyun Priwahyuni, 4Risa Amalia 1,2,3,4 Universitas Hang Tuah Pekanbaru *Koresponden: yeyengumayesty@htp. Abstrak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19 di Provinsi Riau tahun 2020 merupakan program yang cukup progresif bagi pencegahan penyebaran virus covid-19. Hampir semua jenjang Pendidikan termasuk perguruan tinggi melakukan program physicall distancing dengan cara melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan Sekolah dari rumah School From Home (SFH). Di lain sisi hal ini mengakibatkan dampak negatif lain yang dirasakan oleh pelajar ataupun pengajar terutama masalah kesehatan mata yang diakibatkan oleh penggunaan media elektronik secara berlebihan yang membuat mata terasa nyeri, pedih atau gatal, berair dan mata lebih sensitif pada cahaya. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini adalah memberikan edukasi kepada Mahasiswa Universitas Hang Tuah tentang bagaimana cara menyikapi SFH agar dapat mengurangi efek negatif dari pembelajaran SFH. Diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan peserta tentang kelelahan mata akibat pengaruh gadget selama pandemic covid-19 Kata Kunci: gadget, kelelahan mata. SFH, covid-19 Abstract The Large-Scale Social Restrictions (PSBB) carried out by the government to reduce the spread of the Covid19 virus in Riau Province in 2020 is a fairly progressive program for preventing the spread of the Covid-19 Almost all levels of education, including universities, are implementing physical distancing programs by implementing distance learning (PJJ) and school-from-home (SFH). On the other hand, this results in other negative impacts felt by students and teachers, especially eye health problems caused by excessive use of electronic media which makes the eyes feel painful, sore or itchy, watery and the eyes are more sensitive to This Community Service aims to provide education to Hang Tuah University students about how to respond to SFH to reduce the negative effects of SFH learning. It is hoped that it can increase participants' knowledge about eye fatigue due to the influence of gadgets during the Covid-19 pandemic. Keywords: gadget, eyestrain. SFH, covid-19. PENDAHULUAN Penyakit yang disebabkan oleh virus yang bernama Corona virus ini memiliki penularan yang sangat cepat sehingga menjadi salah satu penyebab terus meningkatnya kasus baru. Cepatnya penularan virus corona dengan masa inkubasi maksimal 14 hari. Seseorang dapat terpajan penyakit ini melalui cairan yang berasal dari batuk, bersin, dan berbicara serta dapat melalui permukaan benda yang sudah terkontaminasi cairan. Segala upaya telah dilakukan Negara di dunia termasuk Indonesia salah satunya lockdown, penggunaan desinfektan, penerapan protocol kesehatan berupa cuci tangan pakai sabun, menggunakan masker,dan menjaga jarak. Pemerintah Indonesia melakukan upaya-upaya untuk mengurangi penyebaran virus ini salah satunya dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2020 tentang penetapan pembatasan sosial. Pemerintah Provinsi Riau menindaklanjuti peraturan tersebut melalui Peraturan Gubernur Riau Pekanbaru Nomor 22 Tahun 2020 tanggal 16 April 2020 tentang Pedoman CARE: Journal Pengabdian Multi Disiplin Vol. 2 No. PP 46-54 Hompage: https//journal. id/index. php/care Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Penanganan Corona Virus Disease 19 (Covid-. di lingkup Pemprov Riau agar melakukan langkahAelangkah pencegahan Covid19, salah satunya dengan melakukan physical distancing Sekolah dari rumah School From Home (SFH) (Pemprov Riau 2. Kemudian Gubernur Riau menerbitkan surat edaran yang bernomor 8/SE/2021 tanggal 15 Janurai 2021 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran di Satuan Pendidikan PAUD/RA. SD/MI. SMP/MTs/ SMA/MA. SMK/MK. SLB dan Satuan Pendidikan Non-Formal Lainnya di Masa Pandemi Covid-19 Pada semester Genap Tahun Pelajaran 2020/2021 di Provinsi Riau hingga pemberitahuan lebih lanjut atau situasi dinyatakan telah aman (Pemprov Riau, 2. Dalam kondisi sekarang pemerintah menghimbau masyarakat Indonesia untuk mengurangi aktivitas di luar rumah termasuk salah satunya adalah bersekolah secara e- learning atau biasa disebut dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Data UNESCO tahun 2020 menyatakan bahwa lebih dari 91 persen populasi siswa di dunia dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2020 menyebutkan bahwa terdapat 98% perguruan tinggi di seluruh Indonesia telah melakukan pembelajaran jarak jauh karena covid-19, pembelajaran ini dinamakan pembelajaran mandiri karena metode yang digunakan yaitu tatap muka secara tidak langsung dan dapat dilakukan di tempat yang berbeda. Untuk menunjang kegiatan ini, para pendidik serta peserta didik perlu memiliki media dan alat pembelajaran elektronik berupa komputer dan telepon Memang pembelajaran ini dapat menghambat penularan covid-19 namun bukan berarti dapat terhindar dari masalah kesehatan lainnya, salah satunya yaitu masalah kesehatan mata. Keleahan mata merupakan salah satu masalah kesehatan mata yang timbul akibat PJJ. Masalah ini disebabkan karena melihat objek dengan jarak yang dekat dalam waktu lama sehingga menimbulkan kelelahan pada otot-otot mata. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, mata lelah dapat menimbulkan gejala seperti mata terasa nyeri, pedih atau gatal, mata berair atau terasa kering, pandangan menjadi tidak jelas, dan mata lebih sensitif pada cahaya. Selain itu, mata lelah dapat menimbulkan masalah pada anggota tubuh lainnya seperti nyeri pada bahu, leher, punggung, dan sakit kepala. Posisi yang baik saat sedang menggunakan komputer yaitu duduk di kursi yang dapat diatur ketinggiannya dan terdapat sandaran punggung sehingga badan menjadi tegak. Faktor risiko lainnya yaitu terlalu lama menggunakan komputer. Hal ini menyebabkan radiasi yang diserap mata terlalu lama banyak sehingga otot mata mengalami penurunan fungsi. Smartphone atau gadget merupakan sumber utama gelombang elektromagnetik dan dapat berdampak pada kesehatan mata. Menurut penelitian dari The Vision Council tahun 2014 digital device yang sering digunakan adalah smartphone dan keluhan yang muncul paling besar persentasenya adalah eyestrain. Dampak lain dari penggunaan smartphone adalah sakit pada ekstremitas atas, leher dan punggung, didapatkan juga bahwa pengguna merasa tidak nyaman minimal satu dari lokasi di atas (Miakotko,2017. Visioncouncil, 2. CARE: Journal Pengabdian Multi Disiplin Vol. 2 No. PP 46-54 Hompage: https//journal. id/index. php/care METODE Langkah-Langkah Pelaksanaan Metode pelaksanaan yang dilakukan dalam kegiatan Pengabdian Kepadan Masyarakat ini dilaksanakan berlangsung secara jarak jauh menggunakan Laptop. Handphone, alat komunikasi lainnya yang mendukung dan menggunakan Aplikasi Zoom sebagai upaya mensukseskan protokol kesehatandi masa pandemi Covid-19 yaitu: Tabel 1. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan No Kegiatan Tim Pengabdi melaksanakan pertemuan dengan instansi tempat pengabdian masyarakat Melakukan survei lapangan dan identifikasi masalah yang terjadi di tempat pengabdian Masayarakat 3 Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat 4 Evaluasi Hasil Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat Sumber: data diolah tim pengabdian 2024. Bulan Oo Oo Oo Oo Oo Oo Partisipasi Dalam Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini melibatkan mahasiswa dan dosen di Universitas Hang Tuah Pekanbaru. Kedua pihak ini memperoleh keuntungan bersama . utual benefi. Mahasiswa dan Dosen Universitas Hang Tuah merupakan sasaran dilaksanakan kegiatan Edukasi cegah kelelahan mata akibat pengaruh gadget selama /SFH dan memunculkan sikap untuk menjaga mata dari pengaruh gadget tersebut. Universitas Hang Tuah Pekanbaru melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat berperan menyediakan dana untuk dosen pengusul sehingga mendukung pelaksanaan dharma ketiga dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Masyarakat. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan . Evaluasi Input Evaluasi input dilakukan sebelum kegiatan dimulai. Ada beberapa hal yang dinilai dalam evaluasi input yaitu sarana dan prasarana yang perlu tersedia untuk terlaksananya kegiatan pengabdian dalam rangka menghasilkan Output dan tujuan pengabdian seperti, tenaga yang mengusai materi, peserta yang datang tepat waktu, tempat pelaksanaan yang kondusif, sumber dana yang mencukupi dan sebagainya. Evaluasi Proses Evaluasi proses dilakukan sewaktu kegiatan dimulai. Yang dinilai dalam evaluasi proses adalah: apakah ketika kegiatan dilaksanakan semua sasaran memperhatikan dan antusias dengan baik dan adanya umpan balik dari sasaran . Evaluasi Hasil Evaluasi hasil dilakukan setelah kegiatan selesai dilaksanakan. Setelah praktek dilaksanakan, sasaran mampu memahami dan terampil dalam mempraktekkan kegiatan CARE: Journal Pengabdian Multi Disiplin Vol. 2 No. PP 46-54 Hompage: https//journal. id/index. php/care Kerangka Pemecahan Masalah Kerangka Pemecahan masalah dalam pengabdian kepada masyarakat dapat digambarkan sebagai berikut: Gambar 1. Kerangka Pemecahan Masalah HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dalam bentuk edukasi berupa ceramah melalui media komunikasi jarak jauh secara daring dengan menggunakan media komunikasi meet google yang dilakukan oleh Dosen Universitas Hang Tuah Pekanbaru pada tanggal 23 Maret 2021 yang pesertanya adalah mahasiswa dan dosen Universitas Hang Tuah Pekanbaru yang berjumlah 35 orang. Sebelum materi diberikan para peserta terlebih dahulu diberikan penjelasan tentang tujuan kegiatan. Setelah pemaparan materi dilanjut dengan diskusi tanya jawab dimana peserta sangat antusias memberikan pertanyaan. Pada akhir kegiatan ini dilakukan monitoring dan evaluasi, dimana peserta diminta untuk mengisi daftar hadir dan kuesioner yang dilakukan secara online. Hal ini bermaksud untuk mengetahui keikutsertaan peserta dari awal kegiatan sampai akhir kegiatan . Susunan acara yang dilakukan adalah sebagai berikut: Tabel 2. Susunan Acara Penyuluhan Kegiatan Keterangan Pembukaan - Memberi salam dan perkenalan - Menjelaskan tujuan kegiatan Ceramah lisan 10 menit - Menyebutkan materi yang akan dibahas tentang cegah kelelahan mata akibatpengaruh gadget selama /SFH Pelaksanaan - Proses pemberian materi Cegah Kelelahan Mata akibat pengaruh gadget selama /SFH oleh narasumber Ketua Pelaksana pengabdian masyarakat - Diskusi melalui tanya jawab dengan peserta - Pengisian daftar hadir dan kuesioner tentang Kelelahan Mata Penutup - Kesimpulan materi dan feedback - Ucapan terima kasih dan salam - Foto bersama secara daring Sumber: data diolah tim pengabdian 2024. Ceramah lisan 10 menit Ceramah lisan 10 menit CARE: Journal Pengabdian Multi Disiplin Vol. 2 No. PP 46-54 Hompage: https//journal. id/index. php/care Setelah penyampaian materi tentang cegah kelelahan mata akibat pengaruh gadget selama SFH para peserta diberikan kuesioner agar dapat dilihat seberapa banyak peserta yang mengalami kelelahan mata. Keluhan subjektif kelelahan mata ini didapatkan dengan cara menceklist daftar keluhan kelelahan mata yang apabila peserta mengisi jawabnnya satu atau lebih dari keluhan kelelahan mata maka peserta mengalami kelelahan mata. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel dibawah sebagai berikut: Tabel 3. Karakteristik Peserta Kategori Jumlah . Laki-laki 10 orang Jenis Kelamin Perempuan 25 orang 19 tahun 1 orang 20 tahun 13 orang 21 tahun 14 orang 22 tahun 1 orang 23 tahun Usia 1 orang 32 tahun 1 orang 34 tahun 2 orang 40 tahun 1 orang 42 tahun 1 orang 18 orang Kelainan Mata Tidak 17 orang Sumber: data diolah tim pengabdian 2024. Variabel Prosentase (%) 28,6 % 71,4% 2,9 % 37,1 % 40,1 % 2,9 % 2,9 % 2,9 % 5,7 % 2,9 % 2,9 % 48,6 % 51,4 % Hasil dari kegiatan ini terdapat bahwa mayoritas peserta dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 25 orang . ,4 %), mayoritas peserta berusia 21 tahun sebanyak 14 orang . , 1%) sedangkan mayoritas peserta yang tidak mengalami kelainan mata sebanyak 18 orang . ,4%). Tabel 4. Penggunaan Gadget Sehari Per Jam Kategori Jumlah . < 16 jam/hari 27 orang Penggunaan gadget dalam Ou 16 jam/hari 8 orang Total 35 orang Sumber: data diolah tim pengabdian 2024. Variabel Persentase (%) 77,1 % 22, 9 % Pada tabel 4 terlihat bahwa peserta menggunakan gadget < 16 jam/hari berjumlah 27 orang . ,1 %) dan Ou 16 jam/hari berjumlah 8 orang . ,9 %). Tabel 5. Upaya Mencegah dan Mengurangi Kelelahan Mata Variabel Kategori Menggunakan lensa kontak saat pakai gadget Istirahatkan mata setiap satu jam Jumlah . 8 orang Persentase (%) 22, 9 % Tidak 27 orang 77,1 % Total 35 orang 28 orang Tidak 7 orang Total 35 orang Sumber: data diolah tim pengabdian 2024. CARE: Journal Pengabdian Multi Disiplin Vol. 2 No. PP 46-54 Hompage: https//journal. id/index. php/care Pada tabel 5 terlihat bahwa upaya peserta untuk mencegah kelelahan mata dengan menggunakan lensa kontak saat pakai gadget berjumlah 8 orang . ,9 %) dan peserta yang tidak mencegah kelelahan mata saat pakai gadget berjumlah 27 orang . , %). Peserta yang melakukan istirahat mata setiap satu jam selama 5 menit berjumlah 28 orang . %) dan peserta yang tidak melakukan istirahat mata setiap satu jam selama 5 menit berjumlah 7 orang . %). Tabel 6. Keluhan Subjektif Kelelahan Mata Jumlah (Oran. Keluhan yang dirasakan 1 Nyeri/ terasa berdenyut di sekitar mata 2 Penglihatan kabur 3 Penglihatan rangkap/ganda 4 Sulit fokus 5 Mata Perih 6 Mata Merah 7 Mata Berair 8 Sakit Kepala 9 Pusing disertai mual 10 Mata kering 11 Sakit pada leher, punggung dan bahu Sumber: data diolah tim pengabdian 2024. 12 orang 12 orang 4 orang 10 orang 18 orang 7 orang 17 orang 21 orang 9 orang 10 orang 25 orang Persentase (%) 35, 3 % 35, 3 % 11, 8 % 29, 4 % 52,9 % 20,6 % 61, 8 % 26, 5 % 29, 4 % 73,5 % Pada tabel 6 menunjukkan bahwa keluhan yang dirasakan peserta selama SFH yaitu berupa sakit pada leher, punggung dan bahu dialami oleh 25 orang . ,5%) merupakan keluhan yang paling sering terjadi dalam kegiatan ini dan diikuti keluhan berupa sakit kepala sebanyak 21 orang . ,8%). Gambar 1. Pemberian Materi Pada Mahasiswa Tabel 7. Kelelahan Mata Variabel Kategori Jumlah . Persentase (%) Mengalami satu atau lebih keluhan subjektif kelelahan mata Tidak Total 31 orang 4 orang 35 orang 88,6 % 11,4 % Sumber: data diolah tim pengabdian 2024. CARE: Journal Pengabdian Multi Disiplin Vol. 2 No. PP 46-54 Hompage: https//journal. id/index. php/care Pada tabel 7 terlihat bahwa peserta yang mengalami kelelahan mata menunjukkan bahwa terdapat sebanyak 31 orang . ,6 %) yang mengalami satu atau lebih keluhan subjektif kelelahan mata dan sebanyak 4 orang . ,4%) yang tidak mengalami kelelahan Dari hasil dan pembahasan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim pengabdi kepada mahasiswa dan dosen Universitas Hang Tuah Pekanbaru maka dengan ini dilampirkan dokumentasi kegiatan tersebut seperti dibawah ini: Gambar 2. Pemberian Materi Pada Dosen Gambar 3. Sertifikat Pemateri KESIMPULAN Dapat disimpulkan bahwa kegiatan tersebut berjalan lancar dan hasil dari kegiatan tersebut didapat keluhan berupa sakit pada leher, punggung dan bahu dialami oleh 25 orang . ,5%). Peserta menggunakan gadget < 16 jam/hari berjumlah 27 orang . ,1 %) dan terdapat 31 orang . ,6 %) yang mengalami satu atau lebih dari keluhan subjektif mengalami kelelahan mata. Kegiatan ini dapat dilakukan secara rutin sebagai ajang promosi kesehatan oleh civitas akademik Universitas Hang Tuah Pekanbaru serta dapat meningkatkan CARE: Journal Pengabdian Multi Disiplin Vol. 2 No. PP 46-54 Hompage: https//journal. id/index. php/care pengetahuan peserta tentang bagaimana cara mencegah kelelahan mata akibat pengaruh gadget selama pandemic covid-19 ini Ucapan Terima Kasih Ucapan terima kasih kepada Yayasan Hang Tuah Pekanbaru yang telah memberikan dukungan baik moril maupun materiil dalam bentuk Hibah Dosen Pengabdian Kepada Masyarakat serta kepada semua pihak yang telah membantu dalam pelaksanaan kegiatan sehingga dapat berjalan dengan lancar terutama kepada Rektor Universitas Hang Tuah Pekanbaru yang telah memberikan kemudahan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini. DAFTAR PUSTAKA