Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Pelatihan English Communication Skills untuk Situasi Pelayanan Kesehatan pada Siswa Kelas 11 SMK Kesehatan Chairunnisa1. Nazli Fahada2 1,2 Universitas Prima Indonesia. Indonesia Corresponding Author : chairunnisa@unprimdn. Keywords ABSTRACT Kemampuan komunikasi bahasa Inggris merupakan kompetensi penting bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan, terutama dalam menghadapi dunia kerja yang semakin global dan multikultural. Tenaga kesehatan dituntut mampu berkomunikasi secara efektif dengan pasien, tenaga medis asing, serta memahami istilah dan situasi pelayanan kesehatan dalam bahasa Inggris. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan English Communication Skills siswa kelas XI SMK Kesehatan dalam konteks pelayanan kesehatan melalui pelatihan yang terstruktur dan Metode yang digunakan meliputi pelatihan berbasis praktik, role play, diskusi, simulasi kasus, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan berbicara, pemahaman kosakata medis dasar, serta kepercayaan diri siswa dalam menggunakan bahasa Inggris pada situasi pelayanan kesehatan. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap kesiapan kerja siswa SMK Kesehatan serta menjadi model pelatihan serupa di institusi pendidikan vokasi lainnya. English Communication Skills. SMK Kesehatan. Pelayanan Kesehatan. Pengabdian Kepada Masyarakat PENDAHULUAN Perkembangan globalisasi dan kemajuan teknologi di bidang kesehatan telah membawa dampak signifikan terhadap tuntutan kompetensi tenaga kesehatan, termasuk kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Bahasa Inggris tidak hanya berfungsi sebagai bahasa internasional, tetapi juga sebagai alat komunikasi utama dalam berbagai konteks pelayanan kesehatan, seperti interaksi dengan pasien asing, kerja sama dengan tenaga medis dari luar negeri, serta akses terhadap literatur dan prosedur medis internasional (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, 2. Oleh karena itu, penguasaan English Communication Skills menjadi kebutuhan mendesak bagi calon tenaga kesehatan agar mampu memberikan pelayanan yang profesional, aman, dan berorientasi pada pasien. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap kerja di bidang kesehatan. Lulusan SMK Kesehatan diharapkan tidak hanya memiliki Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 439-443 keterampilan teknis sesuai bidang keahlian, tetapi juga kemampuan komunikasi yang baik, termasuk komunikasi dalam bahasa Inggris. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi bahasa Inggris siswa SMK Kesehatan masih tergolong rendah, khususnya dalam keterampilan berbicara . dan penggunaan bahasa Inggris secara kontekstual dalam situasi pelayanan Kesehatan (Mulyasa, 2. Pembelajaran bahasa Inggris di sekolah cenderung berfokus pada aspek tata bahasa dan pemahaman teks, sementara latihan komunikasi lisan yang relevan dengan dunia kerja belum mendapat porsi yang memadai. Keterbatasan kemampuan komunikasi bahasa Inggris ini berpotensi menjadi hambatan bagi siswa ketika memasuki dunia kerja, terutama saat berhadapan dengan pasien asing atau bekerja di fasilitas kesehatan yang menerapkan standar pelayanan internasional. Dalam praktik pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan dituntut mampu melakukan komunikasi dasar seperti menyapa pasien, menggali informasi terkait keluhan atau kondisi kesehatan, memberikan instruksi perawatan, serta menjelaskan prosedur medis sederhana dengan bahasa yang jelas dan mudah dipahami. Ketidakmampuan menyampaikan informasi secara efektif dapat berdampak pada kualitas pelayanan dan keselamatan pasien (Sanjaya, 2. Selain itu, rendahnya kepercayaan diri siswa dalam menggunakan bahasa Inggris juga menjadi permasalahan yang sering ditemui. Banyak siswa merasa ragu dan takut melakukan kesalahan saat berbicara bahasa Inggris, sehingga enggan untuk berlatih secara aktif. Kondisi ini menunjukkan perlunya pendekatan pembelajaran yang lebih komunikatif, kontekstual, dan aplikatif agar siswa terbiasa menggunakan bahasa Inggris sesuai dengan situasi nyata yang akan mereka hadapi di dunia kerja, khususnya di bidang pelayanan Kesehatan (Trianto, 2. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan English Communication Skills untuk situasi pelayanan kesehatan dirancang sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi komunikasi bahasa Inggris siswa kelas XI SMK Kesehatan. Pelatihan ini difokuskan pada penggunaan bahasa Inggris praktis yang sering digunakan dalam pelayanan kesehatan melalui pendekatan komunikatif, latihan berbasis praktik, serta simulasi dan role play (Nunan, 2. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya memahami teori bahasa Inggris, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara langsung dalam konteks pelayanan kesehatan, sehingga dapat meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif dan global. Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 439-443 METODE PENELITIAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan English Communication Skills yang berfokus pada situasi pelayanan Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan komunikatif . ommunicative approac. yang menekankan pada penggunaan bahasa Inggris secara aktif dan kontekstual Sugiyono. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas XI SMK Kesehatan yang berjumlah 26 orang. Siswa dipilih karena berada pada tahap persiapan menuju praktik kerja lapangan (PKL) dan dunia kerja. Kegiatan pelatihan dilaksanakan di SMK Kesehatan pada semester ganjil tahun ajaran berjalan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelatihan English Communication Skills dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah disusun. Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam komunikasi bahasa Inggris. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan dalam menyusun kalimat lisan, pengucapan, serta penggunaan kosakata medis Pada sesi materi, siswa diperkenalkan dengan ungkapan-ungkapan dasar dalam pelayanan kesehatan, seperti cara menyapa pasien, menanyakan keluhan, dan memberikan instruksi sederhana. Materi disampaikan secara interaktif sehingga siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Gambar 1. Penyampain Materi Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 439-443 Sesi role play menjadi bagian yang paling menarik dan efektif. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan diminta memerankan situasi pelayanan kesehatan, misalnya percakapan antara perawat dan pasien. Melalui simulasi ini, siswa dapat mempraktikkan langsung penggunaan bahasa Inggris dalam konteks nyata. Pembahasan Hasil kegiatan ini sejalan dengan pendekatan pembelajaran komunikatif yang menekankan praktik langsung dalam konteks nyata. Pelatihan berbasis role play terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Inggris siswa SMK Kesehatan. Dengan latihan yang kontekstual, siswa lebih mudah memahami dan mengingat ungkapan bahasa Inggris yang relevan dengan bidang keahlian mereka. Gambar 2. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyaratkat Kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar Siswa menyadari bahwa bahasa Inggris bukan hanya mata pelajaran sekolah, tetapi keterampilan penting yang akan mereka gunakan di dunia kerja, khususnya di bidang pelayanan kesehatan. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa Pelatihan English Communication Skills untuk Situasi Pelayanan Kesehatan pada Siswa Kelas XI SMK Kesehatan telah berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang positif. Pelatihan ini berhasil meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Inggris siswa, khususnya dalam konteks pelayanan kesehatan, baik dari segi penguasaan kosakata, kelancaran berbicara, maupun kepercayaan diri. Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 439-443 Melalui metode pelatihan yang komunikatif dan aplikatif, siswa memperoleh pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi program berkelanjutan serta dikembangkan dengan durasi dan materi yang lebih mendalam agar hasil yang diperoleh semakin optimal. DAFTAR PUSTAKA