e-ISSN: 2502-6445 p-ISSN: 2502-6437 https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN ALIRAN PROGRESSIVISME Sinta Wahyuni. Muhammad Zaim2,*. Harris Effendi Thahar3,* Ilmu Keguruan Bahasa. Universitas Negeri Padang sinta_wahyuni@student. Ilmu Keguruan Bahasa. Universitas Negeri Padang mzaim@fbs. Ilmu Keguruan Bahasa. Universitas Negeri Padang harrispadang@gmail. Abstract [Times New Roman 11 Cetak Tebal dan Mirin. tepi kiri Abstract This article aims to discuss the views of the progressivism school of philosophy towards the Independent Curriculum. The method used is a literature study with a hermeneutic approach to explain the reality that occurs through elements of interpretation and description. The concept of independent learning is in accordance with the educational philosophy of progressivism. Both emphasize the values of independence and freedom, and present a new perspective on the orientation of education in Indonesia. In practice, this creates a natural learning space and allows children to grow and develop according to their interests and talents. The goal of forming individuals with character can be realized, making education high-quality and providing tangible benefits for students in facing current developments. Keywords: Independent Learning Curriculum. Educational Philosophy. Progressivism PENDAHULUAN Perubahan kurikulum menjadi salah permasalahan dalam bidang pendidikan. Kurikulum yang dalam Undang-Undang No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 butir 18 didefinisikan sebagai AuAseperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pembelajaran serta cara yang digunakan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tertentuAy pengembangan dan perubahannya tidak dipahami secara filsafat. Kurikulum menjadi sangat penting dalam sebuah proses pendidikan sebagai pedoman utama untuk mencapai tujuan pendidikan secara Filsafat pendidikan Indonesia yang berakar pada nilai-nilai budaya yang terkandung pada Pancasila. Nilai Pancasila tersebut harus ditanamkan pada peserta didik melalui penyelenggaraan pendidikan nasional dalam semua level dan jenis Ada dua pandangan yang menurut (Jumali dkk, 2. , perlu landasan filosofis dalam pendidikan Indonesia. Pertama, pandangan tentang manusia Indonesia. Filosofi pendidikan nasional memandang manusia Indonesia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, dilengkapi dengan segala fitrahnya. Manusia ini diakui sebagai individu yang hak-hak kewajibankewajiban yang bersifat pribadi. Selain itu, manusia Indonesia juga dianggap sebagai makhluk sosial yang memikul tanggung jawab hidup dalam masyarakat yang bersifat pluralistik, mencakup aspek lingkungan sosial budaya, lingkungan hidup, dan kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah-tengah masyarakat global yang senantiasa berkembang dengan segala kompleksitas (Muslim, n. Pendidikan dan filsafat tidak dapat dipisahkan karena tujuan pendidikan adalah JURNAL KEPEMIMPINAN DAN KEPENGURUSAN SEKOLAH Vol. No. Desember 2023 e-ISSN: 2502-6445 p-ISSN: 2502-6437 https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. tujuan filsafat, yaitu kebijaksanaan. sarana filsafat adalah sarana pendidikan, yaitu penyelidikan, yang dengan sendirinya dapat menuntun pada kebijaksanaan. Pemisahan apa pun antara filsafat dan pendidikan menghambat penyelidikan dan menggagalkan kebijaksanaan. Pendidikan melibatkan dunia gagasan dan dunia aktivitas praktis. ide-ide bagus akan menghasilkan praktik yang baik, dan praktik yang baik akan memperkuat ide-ide yang baik. Agar kita dapat berperilaku pendidikan memerlukan arahan dan bimbingan yang dapat diberikan oleh Oleh karena itu filsafat bukan hanya alat profesional bagi pendidik tetapi juga cara meningkatkan kualitas hidup karena membantu kita memperoleh perspektif yang lebih luas dan mendalam tentang keberadaan manusia dan dunia di sekitar kita. Tugas utama filsafat adalah mendefinisikan apa yang dimaksud dengan kehidupan yang baik pendidikan adalah bagaimana membuat hidup layak dijalani. Jadi filsafat dan pendidikan saling Filsafat banyak aliran. Aliran filsafat pendidikan yang dipakai dalam membedah dan mengupas kurikulum Merdeka adalah aliran filsafat progressivisme. Asumsinya adalah Kurikulum merdeka memiliki warna progressivisme yang sangat dominan dan Progressivisme menyatakan bahwa kurikulum dapat berubah karena zaman dan ilmu pengetahuan berubah, jadi perubahan Filsafat progressivisme dipengaruhi oleh ide-ide dasar filsafat pragmatisme yang telah memberikan konsep dasar dengan azas yang utama, yaitu manusia dalam hidupnya untuk tetap bertahan terhadap semua harus pragmatis memandang sesuatu dari segi manfaatnya. Aliran progresivisme lahir sebagai respon atas pelaksanaan bentuk pendidikan tradisional. Dalam filsafat pendidikan memiliki empat fungsi itu sendiri, yaitu, fungsi spekulatif, normatif, kritis dan teoretis. Fungsi normatif dari Filsafat Pendidikan adalah menetapkan arah dan pedoman untuk sistem pendidikan. Fungsi normatif meliputi tujuan pendidikan apa yang harus ditentukan, model manusia apa yang harus ditanamkan, dan norma atau nilai apa yang harus dijunjung tinggi. Filsafat pendidikan memiliki peran yang krusial, yaitu menyediakan dasar untuk pemahaman kritis dan rasional dalam mengevaluasi serta menginterpretasi data ilmiah dalam bidang Pendidikan. (Soeprapto, 2. Aliran progresivisme berusaha prinsip-proinsip progresivisme dalam konteks kehidupan nyata, sehingga manusia dapat bertahan menghadapi segala tantangan kehidupan. Dikenal sebagai instrumentalisme, aliran ini meyakini bahwa kecerdasan manusia merupakan alat untuk kelangsungan hidup, kepribadian manusia. Dinamai sebagai eksperimentalisme, karena aliran ini menyadari dan menerapkan prinsip eksperimen untuk menguji kebenaran suatu Disebut environmentalisme, karena aliran ini meyakini bahwa lingkungan hidup memiliki pengaruh terhadap pembentukan Filsafat Progresivisme dicetuskan oleh seorang filsuf Amerika yakni John Dewey. Ia memberikan pandangan bahwa. Aliran progresivisme telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam dunia pendidikan saat ini. Aliran ini telah menegakkan fondasi kemerdekaan dan kebebasan bagi para peserta didik. Mereka diberikan kebaikan, baik secara fisik maupun dalam pengembangan cara berpikir, dengan tujuan menggali bakat dan kemampuan yang tersembunyi tanpa terhalangi oleh hambatan yang mungkin diciptakan oleh pihak lain. Oleh karena itu, filosofi progresivisme menentang pendekatan pendidikan yang bersifat otoriter. John Dewey, sebagai tokoh utama progresivisme, memandang pendidikan sebagai suatu JURNAL KEPEMIMPINAN DAN KEPENGURUSAN SEKOLAH Vol. No. Desember 2023 e-ISSN: 2502-6445 p-ISSN: 2502-6437 https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. proses dan bentuk sosialisasi. Maksudnya sebagai proses pertumbuhan anak didik dapat mengambil kejadian dari pengalaman lingkungan sekitarnya. Maka dari itu, dinding pemisah antara sekolah dan masyarakat perlu dihapuskan, sebab belajar yang baik tidak cukup di sekolah saja. Sekolah ideal adalah sekolah yang dengan lingkungan sekitarnya karena kejadian dari pengalaman lingkungan sekitarnya. Maka dari itu, dinding pemisah antara sekolah dan masyarakat perlu dihapuskan, sebab belajar yang baik tidak cukup di sekolah saja. Filsafat berbagai aliran. Aliran filsafat pendidikan yang diterapkan dalam menganalisis Merdeka Asumsinya kurikulum Merdeka memiliki warna progressivisme secara kuat dan perlu Progressivisme menyatakan bahwa kurikulum dapat berubah seiring perubahan zaman dan pengetahuan, sehingga perubahan dianggap sebagai hal yang wajar. Filsafat progressivisme dipengaruhi oleh ide-ide dasar pragmatisme, yang menekankan konsep bahwa manusia dalam hidupnya bertujuan untuk bertahan menghadapi berbagai tantangan dan harus memandang sesuatu secara pragmatis, yaitu Aliran progressivisme muncul sebagai respons Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi konsep kurikulum merdeka belajar melalui lensa filsafat Ide kurikulum merdeka belajar muncul atas inisiatif Menteri Pendidikan. Nadiem Anwar Makarim, dengan harapan bahwa pendidikan di Indonesia memiliki arah dan tujuan yang terdefinisi dengan jelas. Selain itu, diharapkan bahwa sistem pendidikan di Indonesia akan menjadi lebih maju, berkualitas, dan sesuai dengan harapan seluruh masyarakat Indonesia, sejalan dengan prinsip-prinsip yang tertuang dalam UUD 1945. Kurikulum merdeka belajar merangsang kemunculan kemandirian belajar, dengan tujuan menciptakan pendidikan yang berdasarkan prinsip kebebasan, kemandirian, dan kesetaraan, yang mampu membawa manusia menuju kehidupan yang lebih baik. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian kualitatif ini adalah metode penelitian kepustakaan, yang menggunakan pendekatan hermeneutika filosofis, dengan unsurunsur: deskripsi, interpretasi, dan komparasi (Fadli, 2. melalui studi referensi yang berkaitan dengan tema masalah untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang penelitian. Analisis yang digunakan adalah analisis isi untuk menggali dan menemukan substansi dalam teori bagaimana konsep kurikulum merdeka terhadap pandangan filsafat HASIL DAN PEMBAHASAN Aliran Filsafat Pendidikan Positivisme Secara bahasa, istilah progresivisme berasal dari kata progresif yang merujuk pada pergerakan maju. Progresivisme juga dapat diartikan sebagai suatu gerakan yang mengarah pada perubahan demi perbaikan. Konsep progresivisme sering terkait dengan istilah progres, yang mencerminkan Oleh karena progresivisme dapat diidentifikasi sebagai suatu aliran filsafat yang mengadvokasi kemajuan untuk mencapai perubahan yang Pendapat lain menyatakan bahwa progresivisme adalah aliran yang menginginkan perubahan dengan cepat (Muhmidayeli, 2. Selanjutnya Anwar . :2. menjelaskan bahwa Aliran Progresivisme ini merupakan salah satu aliran filsafat pendidikan yang berkembang pesat pada permulaan abad ke XX dan sangat berpengaruh dalam pembaruan Perkembangan ini terutama JURNAL KEPEMIMPINAN DAN KEPENGURUSAN SEKOLAH Vol. No. Desember 2023 e-ISSN: 2502-6445 p-ISSN: 2502-6437 https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. environmentalisme, dan pragmatisme. Oleh diidentifikasi sebagai salah satu aliran yang Progresivisme dalam pandangannya, selalu berhubungan dengan pengertian heliberal road to cultural yakni liberal bersifal leksibel . entur dan tidak kak. , toleran dan bersikap terbuka, serta ingin mengetahui dan menyelidiki demi pengembangan Progresivisme disebut sebagai naturalisme, yang mempunyai pandangan bahwa kenyataan yang sebenarnya adalah alam semesta ini . ukan kenyataan spiritual dan supernatura. Progresivisme merupakan aliran mengadvokasi perubahan pada individu peserta didik menjadi pribadi yang kuat dan mampu menghadapi berbagai tantangan, serta dapat beradaptasi dengan kehidupan sosial masyarakat. Oleh karena itu, terjadinya pemecahan masalah dalam proses pendidikan. Bagi progresivisme, segala sesuatu berada di arah ke depan. Semua yang telah terjadi di masa lalu hanya dianggap sebagai catatan-catatan yang bermanfaat untuk dipelajari, dan kapan pun diperlukan, dapat diaplikasikan dalam konteks zaman sekarang. Dengan demikian, manusia dipandang sebagai makhluk yang dinamis dan kreatif. Selain itu, manusia dianggap sebagai makhluk yang memiliki kebebasan, dimana semua elemen tersebut dianggap penting untuk kemajuan yang diinginkan oleh manusia itu sendiri (Barnadib, 1. Progresivisme juga mengakui bahwa lingkungan, baik dalam konteks manusia maupun elemen lainnya, tidak bersifat konstan dan statis, melainkan Perubahan ini dipicu oleh kemampuan manusia untuk mempelajari berbagai hal dan mengantisipasi potensi perubahan yang mungkin terjadi di masa depan. Dalam konteks pendidikan, progresivisme juga memandang bahwa peserta didik diberikan kebebasan dan kemerdekaan untuk Dengan keterampilan yang telah diperoleh melalui pembelajaran, diharapkan peserta didik mampu mengeksplorasi serta menemukan solusi alternatif secara mandiri untuk menghadapi berbagai permasalahan yang mungkin timbul di masa depan. (Barnadib. Progresivisme juga mengamati bahwa lingkungan, termasuk manusia dan unsur lainnya, tidak bersifat konstan dan statis, melainkan selalu mengalami Perubahan ini muncul karena kemampuan manusia untuk belajar dari berbagai situasi dan mengantisipasi potensi perubahan di masa mendatang. Dalam menekankan pemberian kebebasan dan kemerdekaan kepada peserta didik untuk Dengan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh, peserta didik diharapkan mampu mencari dan menemukan solusi alternatif secara mandiri untuk mengatasi setiap tantangan yang mungkin dihadapi di masa depan (Barnadib, 2. Ciri-ciri Utama Aliran Progresivisme Aliran mengusung konsep yang meyakini manusia sebagai subjek yang memiliki kapasitas untuk menghadapi dunia dan lingkungannya, serta mampu mengatasi dan menyelesaikan tantangan Pendidikan dipandang sebagai sarana yang dapat mengubah dan menyelamatkan manusia untuk mencapai masa depan yang lebih baik. Tujuan pendidikan selalu diinterpretasikan sebagai berkelanjutan dan bersifat progresif. Oleh karena itu, sifat progresif dianggap sebagai aspek positif dari aliran ini. Di sisi lain, ketidaksetujuan terhadap pendidikan yang bersifat otoriter dan mutlak dalam berbagai bentuk, seperti yang ditemukan dalam aspek agama, moral, politik, dan ilmu Dengan demikian, jelas JURNAL KEPEMIMPINAN DAN KEPENGURUSAN SEKOLAH Vol. No. Desember 2023 e-ISSN: 2502-6445 p-ISSN: 2502-6437 https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. bahwa progres atau kemajuan, lingkungan, dan pengalaman menjadi fokus utama dari progresivisme, bukan hanya sebagai konsep dalam dunia ide, teori, dan harapan Progres dan kemajuan harus diupayakan dengan mengaktifkan jiwa sehingga menghasilkan dinamika baru dalam kehidupan ini. menempatkan manusia sebagai elemen Dalam Era Society 5. 0, manusia diharapkan memiliki kapasitas untuk menciptakan nilai tambah melalui kemajuan teknologi, sehingga dapat mengurangi disparitas sosial dan mengatasi tantangan ekonomi di masa depan. Kurikulum ini juga merupakan upaya pemerintah untuk mengejar ketertinggalan atau merespons learning loss yang terjadi setelah masa pandemi Covid-19. Kebijakan ini mendapat dukungan yang substansial dari berbagai pihak, termasuk akademisi, praktisi pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya. Dalam proses pengembangannya. Kurikulum Merdeka telah mengalami sejumlah pembaruan di penekanan pada pembelajaran aktif, berbasis proyek, dan berfokus pada peserta (Ananta & Sumintono, 2. Kurikulum Merdeka merupakan sebuah kebijakan pendidikan yang bertujuan untuk memberikan kebebasan kepada sekolah dan guru dalam mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan konteks lokal. Novak Kurikulum Merdeka menekankan pada pendekatan pembelajaran yang responsif, inklusif, dan berorientasi pada siswa. Kurikulum ini dirancang untuk membantu kompetensikompetensi abad ke-21 seperti pemecahan masalah, kreativitas, komunikasi, dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Nadiem Anwar Makarim, memperkenalkan suatu program atau kebijakan terbaru yang dikenal dengan istilah bebas belajar. Inisiatif ini didasarkan pada hasil penelitian mengenai prestasi pelajar Indonesia dalam Program Penilaian Siswa Internasional (PISA) tahun 2019 dalam bidang matematika dan literasi. Menurut Indonesia menempati peringkat 74 dari 79 negara yang terlibat dalam penilaian. (Mustagfiroh. Kurikulum Merdeka Sejak Indonesia merdeka, sejarah mencatat sudah 12 kali kurikulum mengalami pergantian dan pengembangan Perjalanan sejarah sejak tahun 1945, kurikulum pendidikan nasional telah mengalami perubahan, yaitu pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004, 2006, 2013 dan sekarang kurikulum Merdeka. Perubahan yang terjadi dalam dunia pendidikan, yang diutamakan oleh pemerintah, mengarah pada peningkatan sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan bangsa untuk mengatasi ketertinggalan dalam kompetensi global. Kualitas pendidikan, di sisi lain, sangat bergantung pada mutu guru dan pemahamannya terhadap seluk-beluk Oleh karena itu, sejalan dengan perubahanperubahan dilakukan untuk memajukan kurikulum ke arah yang lebih baik, yang bertumpu pada nilai-nilai Pancasila dan prinsip UUD 1945. Kurikulum memegang peran kunci dalam proses pendidikan karena menjadi salah satu instrumen untuk mencapai tujuan pendidikan. Kurikulum pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Program pendidikan yang disusun untuk mendidik siswa menjadi hal yang sangat krusial dalam konteks Pendidikan. (Abdullah, 2. Perkembangan Kurikulum Merdeka di Indonesia terjadi secara berkelanjutan sejak diperkenalkan pada tahun 2020. Kurikulum Merdeka Belajar muncul sebagai respons terhadap persaingan sumber daya manusia yang sangat ketat di Era Society 5. Fenomena ini dipicu oleh konsep Era Society 5. 0, yang mengadopsi JURNAL KEPEMIMPINAN DAN KEPENGURUSAN SEKOLAH Vol. No. Desember 2023 e-ISSN: 2502-6445 p-ISSN: 2502-6437 https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. Kurikulum Merdeka dalam Filsafat Progresivisme Progresivisme terkait erat dengan kurikulum merdeka belajar yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Kebijakan ini akan mengubah perspektif masyarakat, sehingga perlu dipahami dari sudut Kurikulum merdeka belajar sangat sejalan dengan progresivisme merupakan aliran filsafat pendidikan yang menekankan bahwa manusia cenderung bergerak maju, bersifat konstruktif, aktif, dan dinamis. Aliran ini menekankan pada perubahan yang terjadi dan berharap agar siswa dapat mengatasi serta menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam menyesuaikan diri dengan kehidupan. Dalam konteks pembelajaran, peran siswa tidak lagi hanya sebagai objek pembelajaran, melainkan sebagai subjek yang aktif dan terlibat dalam proses pembelajaran. Implementasi kurikulum menjadi bagian dari persiapan menghadapi tantangan masa depan. Oleh karena itu, kurikulum mencerminkan pembentukan karakter pendidikan yang secara signifikan berkontribusi terhadap masa depan bangsa. Dinamika kehidupan terus berkembang sejalan dengan pesatnya kemajuan Oleh karena itu, ketertinggalan sedikit pun dalam pendidikan dapat mengikuti perubahan zaman yang selalu dinamis dan mengalami pembaharuan. Konsep Kurikulum Merdeka memberikan penekanan pada pembelajaran aktif di mana siswa tidak hanya menjadi objek pasif, tetapi juga aktif terlibat dalam proses pembelajaran. Hal ini sesuai dengan keyakinan bahwa manusia belajar lebih baik melalui pengalaman langsung dan interaksi aktif dengan materi Pelajaran dengan mengakui keberagaman individual siswa dan mendorong pengembangan potensi unik mereka. Kurikulum dirancang untuk merespons kebutuhan, minat, dan kecakapan masing-masing siswa, sehingga memberikan kebebasan bagi siswa untuk mengeksplorasi dan mengembangkan minat mereka sendiri. Kurikulum menempatkan pembelajaran dalam konteks kehidupan sehari-hari siswa. Materi pengalaman nyata siswa, sehingga pembelajaran memiliki relevansi langsung dengan kehidupan mereka. Dengan mempersiapkan siswa untuk menghadapi perubahan dan menyelesaikan masalah dalam kehidupan mereka. Oleh karena itu, kurikulum progresivisme sering kali menitikberatkan pada pengembangan keterampilan pemecahan masalah dan berpikir kritis. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Sopacua, & Fadli . Merdeka belajar mempunyai konsep erat dengan life-long learning . embelajaran sepanjang haya. , self regulated learning . elajar mandir. , growth mindset . ola pikir berkemban. , atau dikenal dengan student center. Peserta didik dalam konsep merdeka belajar akan dituntut untuk dapat memiliki kompetensi yang unggul agar menjadi generasi yang berkualitas di masa (Sopacua, & Fadli, 2. Berdasarkan kebijakan yang terdapat dalam program Merdeka Belajar yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbu. , konsep Merdeka Belajar pendidikan dari sudut pandang filsafat pendidikan progresivisme sejalan atau Keduanya menekankan pada nilai kemerdekaan dan kebebasan, baik bagi pembelajaran maupun bagi peserta didik mereka melalui ide-ide kreatif yang Jika kedua konsep ini dijalankan bersama, maka memiliki makna yang signifikan, yaitu peserta didik diberi kompetensinya secara alami, namun kebebasan ini akan didampingi oleh guru agar tetap terarah. Dengan demikian. JURNAL KEPEMIMPINAN DAN KEPENGURUSAN SEKOLAH Vol. No. Desember 2023 e-ISSN: 2502-6445 p-ISSN: 2502-6437 https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. peserta didik akan terlibat secara langsung dan memiliki pengalaman, yang akan memberikan rangsangan positif dalam proses pendidikan. Pendidikan Merdeka Belajar dapat dikatakan telah mengacu pada filsafat progresivisme yang sejalan dengan pertumbuhan manusia itu sendiri. Manusia perkembangan secara dinamis sepanjang pertumbuhannya di zamannya, sehingga pendidikan harus menyesuaikan hal tersebut (Mustagfiroh 2. Oleh karena itu, pendidikan harus memberikan kemerdekaan kepada peserta didik untuk menalar, mengeluarkan ide-ide kreatifnya dihadapinya, dengan kata lain, mereka akan siap menghadapi perkembangan zaman. SIMPULAN Berdasarkan terdapat dalam program Merdeka Belajar yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Kemendikbu. , kurikulum Merdeka Belajar, pendidikan progresivisme yang peneliti lakukan, sejalan atau setara dengan kebijakan tersebut. Keduanya menekankan pada nilai kemerdekaan dan kebebasan, baik bagi guru dalam merancang strategi pembelajaran maupun bagi peserta didik dalam mengembangkan keterampilan mereka melalui ide-ide kreatif yang Jika kedua konsep ini dijalankan bersama, maka memiliki makna yang signifikan, yaitu peserta didik diberi kompetensinya secara alami, namun kebebasan ini akan didampingi oleh guru agar tetap terarah. Dengan demikian, peserta didik akan terlibat secara langsung dan memiliki pengalaman, yang akan memberikan rangsangan positif dalam proses pendidikan. Pendidikan Merdeka Belajar dapat dikatakan telah mengacu pada filsafat progresivisme yang sejalan dengan pertumbuhan manusia itu sendiri. Manusia perkembangan secara alamiah. REFERENSI