Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) e:ISSN: 2827-9557 Volume 05 Issue 02 Month Mei 2026 Hal 394-399 Available Online at: https://jurnal. id/index. php/JPPM/index Peningkatan Efisiensi UMKM Tahu Gunung Sulah melalui Pencatatan Keuangan Sederhana KusnadiA). Iing LukmanA). Yakup AdiyaksaA). Doni Sawenda. Arum Vidianti. Anes Regina Maharani. 1,2,3,4,5,. Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi. Universitas Malahayati Bandar Lampung Jl. Pramuka No. Kemiling Permai. Kec. Kemiling. Kota Bandar Lampung. Lampung. Indonesia Email: . kusnadi@malahayati. id, . iing@malahayati. id, . yakupadiyaksa4@gmail. donisawenda03@gmail. com, . arumvidianti@gmail. com, . anesregina26@gmail. ABSTRACT The tofu industry sector is a significant pillar of the community economy in Gunung Sulah Village. Bandar Lampung, with great potential for further development. However, the primary challenge faced by tofu artisans is the low level of financial administrative management, where transaction recording is still conducted manually or based solely on memory. This condition often causes business owners to struggle with accurately monitoring cash inflows and outflows. This community service activity aims to provide education and technical assistance to tofu MSME owners regarding the importance of implementing simple financial recording as a foundation for more precise business decision-making. The method used in this service is a participatory approach through stages of field observation, material counseling, and practical training. The materials provided focused on the creation of daily cash books, including the separation between personal finances and business capital, as well as simulations of Cost of Production (HPP) calculations specific to tofu products. During the simulation, partners were taught to calculate all components of production costs in detail, ranging from soybean raw materials and tofu coagulants to labor and overhead costs such as water and fuel usage. The results of the activity showed an increase in the partners' understanding and skills in preparing simple profit and loss statements. With the presence of bookkeeping discipline, tofu MSME owners can now determine product selling prices with higher precision, thereby increasing business efficiency and ensuring long-term business sustainability. Keywords: Business Efficiency. Cost of Production. Financial Recording. Tofu MSMEs. Financial Management ABSTRAK Sektor industri tahu merupakan salah satu pilar ekonomi kerakyatan di Kelurahan Gunung Sulah. Bandar Lampung, yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Namun, tantangan utama yang dihadapi oleh para pengrajin tahu adalah rendahnya tata kelola administrasi keuangan, di mana pencatatan transaksi masih dilakukan secara manual atau hanya berdasarkan ingatan. Kondisi ini menyebabkan pelaku usaha sering kali mengalami kesulitan dalam memantau arus kas masuk dan keluar secara akurat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pendampingan teknis bagi pelaku UMKM tahu mengenai pentingnya penerapan pencatatan keuangan sederhana sebagai landasan dalam pengambilan keputusan usaha yang lebih Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pendekatan partisipatif melalui tahapan observasi lapangan, penyuluhan materi, hingga pelatihan praktis. Materi yang diberikan difokuskan pada pembuatan buku kas harian yang mencakup pemisahan antara keuangan pribadi dan modal usaha, serta simulasi perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) yang spesifik untuk produk tahu. Dalam simulasi tersebut, mitra diajarkan untuk menghitung seluruh komponen biaya produksi secara mendetail, mulai dari bahan baku kedelai, asam tahu, tenaga kerja, hingga biaya overhead seperti penggunaan air dan bahan bakar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan mitra dalam menyusun laporan laba rugi sederhana. Dengan adanya disiplin pembukuan, para pelaku UMKM tahu kini dapat menentukan harga jual produk dengan lebih presisi, sehingga efisiensi usaha meningkat dan keberlangsungan bisnis dalam jangka panjang dapat lebih Kata kunci: Efisiensi Usaha. Harga Pokok Produksi. Pencatatan Keuangan. UMKM Tahu. Pengelolaan Keuangan. DOI: https://doi. org/10. 59066/jppm. Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) e:ISSN: 2827-9557 Volume 05 Issue 02 Month Mei 2026 Hal 394-399 Available Online at: https://jurnal. id/index. php/JPPM/index PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) mempunyai peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pada sektor pangan rumahan seperti industri tahu di Kelurahan Gunung Sulah. Bandar Lampung. Keberadaan usaha tahu menjadi sumber penghasilan utama bagi masyarakat setempat, namun pengelolaan administrasi keuangan masih dilakukan secara sederhana dan belum tertata secara sistematis. Sebagian pelaku usaha masih mencampurkan modal usaha dengan kebutuhan pribadi sehingga arus kas usaha sulit dipantau secara jelas. Permasalahan tersebut sejalan dengan penelitian Ariningrum . yang menjelaskan bahwa pelaku UMKM masih membutuhkan pemahaman mengenai pembukuan sederhana. Uzma dkk. menyebutkan bahwa pencatatan transaksi yang dilakukan secara rutin dapat membantu pelaku usaha mengetahui kondisi keuangan usaha secara lebih akurat. Selain itu. Ariningrum dkk. menjelaskan bahwa pembukuan sederhana dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan usaha kecil. Namun pada praktiknya, banyak UMKM masih mengalami kesulitan dalam membuat laporan keuangan yang teratur. Menurut Anggreani & Adnyana . , penentuan Harga Pokok Produksi (HPP) memiliki pengaruh penting dalam menentukan harga jual produk. Hal yang sama juga dijelaskan oleh Palasari dkk. bahwa peningkatan kapasitas UMKM dapat dilakukan melalui pelatihan pencatatan keuangan sederhana. Sementara itu. Usman dkk. menyatakan bahwa perhitungan biaya produksi yang tepat membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi Afifah & Rumefi . menjelaskan bahwa metode Full Costing mampu membantu UMKM menghitung seluruh komponen biaya produksi secara lebih lengkap. Selain itu. Nugroho dan Setiawan . menyebutkan bahwa pengendalian biaya yang baik dapat meningkatkan keberlangsungan usaha mikro. Oleh sebab itu, pelaku usaha perlu memahami pentingnya pencatatan biaya produksi dan pengelolaan kas usaha. Pendampingan pencatatan keuangan juga didukung oleh Romadani dkk. yang menjelaskan bahwa pembukuan sederhana dapat memperkuat pengelolaan UMKM. Selanjutnya. Akbar dkk. menyatakan bahwa digitalisasi pencatatan transaksi keuangan dapat membantu pelaku usaha mengurangi kesalahan pencatatan manual. Penerapan pencatatan yang baik diharapkan mampu membantu UMKM mengetahui kondisi usaha secara lebih terukur. Novianti dkk. menjelaskan bahwa pendampingan penyusunan laporan keuangan mampu meningkatkan kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya administrasi keuangan. Kemudian. Suharyono . menjelaskan bahwa penggunaan aplikasi pencatatan keuangan dapat mempermudah UMKM dalam menyusun laporan keuangan secara praktis. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi dapat mendukung pengelolaan keuangan usaha Selain pengelolaan keuangan, efisiensi biaya juga menjadi perhatian penting bagi UMKM sebagaimana dijelaskan oleh Ramadhani & Harahap . Sementara itu. Anggrita dkk. menyebutkan bahwa strategi manajemen biaya dapat membantu UMKM meningkatkan efisiensi Penelitian Dewi dan Lestari . juga menunjukkan bahwa pendampingan pembukuan sederhana mampu membantu pelaku usaha memahami kondisi laba dan rugi usaha. Sutantri . menjelaskan bahwa panduan pembukuan sederhana penting diterapkan pada usaha mikro agar pelaku usaha memiliki pencatatan yang lebih tertib. Selain itu. Prasetyo . menyatakan bahwa peningkatan literasi keuangan pada UMKM dapat memperkuat kemampuan pelaku usaha dalam mengambil keputusan ekonomi. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian ini dilakukan untuk membantu pelaku UMKM tahu memahami pencatatan keuangan sederhana dan perhitungan HPP secara lebih terstruktur. DOI: https://doi. org/10. 59066/jppm. Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) e:ISSN: 2827-9557 Volume 05 Issue 02 Month Mei 2026 Hal 394-399 Available Online at: https://jurnal. id/index. php/JPPM/index METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini difokuskan pada pelaku UMKM industri tahu yang berlokasi di Kelurahan Gunung Sulah. Kecamatan Way Halim. Kota Bandar Lampung. Objek utama dalam kegiatan ini adalah sistem pencatatan keuangan dan penentuan harga pokok produksi pada unit usaha mandiri tersebut. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada konsentrasi pengrajin tahu yang cukup tinggi di wilayah tersebut namun masih memiliki keterbatasan dalam tata kelola administrasi keuangan. Jenis data yang digunakan dalam kegiatan ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh secara langsung melalui wawancara mendalam dengan pemilik usaha serta observasi partisipatif terhadap proses produksi tahu untuk mengidentifikasi komponen biaya secara riil. Sementara itu, data sekunder mencakup studi pustaka dari berbagai literatur ilmiah, jurnal pengabdian, dan dokumen relevan lainnya yang berkaitan dengan akuntansi UMKM. Waktu pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara intensif pada bulan Desember 2025 melalui pendampingan langsung di lokasi mitra. Metode pelaksanaan dilakukan melalui beberapa tahapan yang terstruktur sebagai Tahap Observasi dan Identifikasi: Tim melakukan kunjungan langsung untuk memetakan alur produksi, mulai dari pembelian kedelai hingga distribusi produk jadi. Hal ini dilakukan untuk melihat titik-titik kebocoran keuangan yang mungkin terjadi. Tahap Edukasi dan Penyuluhan: Memberikan pemahaman mengenai urgensi pemisahan uang pribadi dan uang usaha. Menurut Maulana dkk. , penerapan akuntansi yang tepat dapat membantu UMKM dalam memantau efisiensi operasional dan posisi keuangan mereka. Tahap Pelatihan dan Simulasi: Pelaku usaha didampingi untuk mempraktikkan pencatatan transaksi harian ke dalam buku kas sederhana. Selain itu, dilakukan simulasi perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) menggunakan metode Full Costing, yang mencakup biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik (Arrova & Sembiring. Tahap Evaluasi: Peninjauan kembali terhadap catatan yang telah dibuat oleh mitra untuk memastikan bahwa pengusaha telah memahami cara mengisi dan menghitung saldo keuangan mereka secara mandiri. Seluruh data yang terkumpul selama kegiatan diolah secara deskriptif kualitatif. Tim melakukan analisis terhadap perbandingan cara pencatatan mitra sebelum dan sesudah diberikan pendampingan untuk melihat tingkat efektivitas dari program yang dijalankan. LOKASI PENELITIAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di wilayah Kelurahan Gunung Sulah. Kecamatan Way Halim. Kota Bandar Lampung. Provinsi Lampung dengan kode pos Fokus pelaksanaan program ini ditempatkan langsung pada unit-unit usaha mandiri pelaku UMKM industri tahu rumahan yang tersebar di kawasan tersebut. Pemilihan sentra produksi ini didasarkan pada pertimbangan strategis bahwa Kelurahan Gunung Sulah memiliki konsentrasi pengrajin tahu yang cukup tinggi dan menjadi salah satu pilar penyokong ekonomi kerakyatan setempat, namun para pelakunya masih menghadapi keterbatasan yang signifikan dalam tata kelola administrasi pembukuan serta penentuan harga pokok produksi. Melalui penetapan lokasi yang spesifik ini, tim dapat melakukan observasi partisipatif secara langsung guna memetakan seluruh alur produksi dan mengidentifikasi titik-titik kebocoran arus kas yang dialami oleh para pengrajin tahu secara riil di lapangan. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil observasi mendalam pada UMKM Tahu di Kelurahan Gunung Sulah, ditemukan bahwa pelaku usaha sebenarnya telah memiliki kesadaran dasar mengenai administrasi keuangan. Mitra sudah melakukan pencatatan sederhana yang mencakup besaran modal yang dikeluarkan serta estimasi keuntungan yang diperoleh dari setiap siklus produksi. Namun, pencatatan tersebut masih sangat terbatas dan belum mampu menggambarkan posisi DOI: https://doi. org/10. 59066/jppm. Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) e:ISSN: 2827-9557 Volume 05 Issue 02 Month Mei 2026 Hal 394-399 Available Online at: https://jurnal. id/index. php/JPPM/index keuangan usaha secara komprehensif. Hal ini disebabkan karena pencatatan yang dilakukan hanya fokus pada hasil akhir, tanpa merinci komponen biaya operasional secara mendetail dan tanpa adanya pemisahan antara uang pribadi dengan modal usaha. Kelemahan dari sistem pencatatan "sederhana" ini adalah pelaku usaha sering kali mengabaikan biaya-biaya tersembunyi yang sebenarnya memengaruhi margin laba riil. Sebagai solusi, tim pengabdian membantu mitra untuk mengembangkan format pencatatan yang lebih terstruktur dengan memperkenalkan buku kas harian kronologis. Format ini tidak hanya mencatat modal dan untung, tetapi juga merinci setiap arus masuk dan keluar secara transparan, mulai dari biaya bahan baku hingga pengeluaran tak terduga. Untuk memberikan gambaran yang lebih presisi, tim bersama mitra melakukan rekonstruksi biaya melalui simulasi penghitungan Harga Pokok Produksi (HPP). Berikut adalah rincian komponen biaya yang dikembangkan untuk memperluas pencatatan sederhana milik Tabel 1. Komponen Biaya Produksi Sederhana Komponen Biaya Keterangan Bahan Baku Utama Kedelai. Asam Tahu/Cuka. Plastik Pembungkus Biaya Tenaga Kerja Upah Harian/Borongan pekerja Biaya Overhead Kayu bakar/Gas. Air. Listrik Biaya Distribusi Bahan Bakar Kendaraan pengiriman Sumber: Data olahan Peneliti, 2026 Melalui pengembangan sistem ini, mitra kini dapat memahami bahwa keuntungan bukan sekadar selisih uang di tangan, melainkan hasil dari pendapatan dikurangi total biaya yang benar-benar terhitung. Interpretasi logis dari hasil ini adalah transisi dari pencatatan tradisional ke pembukuan standar manual menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi usaha. Hal ini sejalan dengan penelitian Arrova dan Sembiring . yang menyatakan bahwa akurasi perhitungan biaya produksi sangat menentukan ketepatan penetapan harga jual agar usaha tetap Dengan demikian, pelaku UMKM tahu diharapkan lebih berhati-hati dalam mengalokasikan pengeluaran dan mampu merencanakan pengembangan usaha berbasis data keuangan yang lebih nyata. Gambar 1. Foto Bersama dan penyerahan Sertifikat kepada Mitra UMKM Sumber: Dokumentasi Peneliti, 2026 DOI: https://doi. org/10. 59066/jppm. Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) e:ISSN: 2827-9557 Volume 05 Issue 02 Month Mei 2026 Hal 394-399 Available Online at: https://jurnal. id/index. php/JPPM/index Gambar 2. Pemaparan Materi Pencatatan Keuangan Sederhana kepada Pemilik UMKM Sumber: Dokumentasi Peneliti, 2026 KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berhasil memberikan perspektif baru bagi pelaku UMKM Tahu di Kelurahan Gunung Sulah mengenai pentingnya manajemen keuangan yang terukur. Meskipun pada awalnya mitra sudah memiliki kesadaran untuk mencatat modal dan keuntungan, namun pendampingan ini mampu meningkatkan kualitas pencatatan tersebut menjadi lebih detail melalui penggunaan buku kas harian yang kronologis. Selain itu, lewat simulasi penghitungan Harga Pokok Produksi (HPP), pelaku usaha kini memahami cara memasukkan komponen biaya tersembunyi seperti penyusutan alat, biaya air, dan bahan bakar ke dalam harga jual produk. Hasil akhirnya, mitra memiliki fondasi yang lebih kuat dalam memonitor arus kas secara transparan dan memisahkan keuangan rumah tangga dari modal usaha demi keberlanjutan bisnis jangka panjang. SARAN Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, disarankan bagi para pelaku UMKM untuk secara konsisten menerapkan disiplin dalam melakukan pembukuan harian guna mempermudah perencanaan modal dan evaluasi laba rugi di masa depan. Bagi pihak akademisi atau peneliti selanjutnya, diharapkan dapat memberikan pendampingan lanjutan yang berfokus pada digitalisasi pencatatan keuangan berbasis aplikasi smartphone agar lebih praktis bagi pengusaha Selain itu, edukasi mengenai strategi pemasaran digital juga sangat diperlukan untuk memperluas jangkauan pasar produk tahu dan tempe dari Kelurahan Gunung Sulah agar dapat bersaing di pasar yang lebih luas. DAFTAR PUSTAKA