Jurnal Psikologi. Volume 21 Nomor 2. Desember 2025 Pengaruh Loneliness dan FoMO Terhadap Nomophobia Pada Mahasiswa Di Universitas Swasta X Liestya Maharani1. Dzikria Afifah Primala Wijaya2. Dyah Astorini Wulandari4. Imam Faisal Hamzah4 1,2,3,4 Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto email: *1listyamaharani65@gmail. Abstrak Artikel INFO Diterima : 29 Juli 2024 Direvisi : 14 Desember 2025 Disetujui : 15 Desember 2025 DOI: http://dx. org/10. 24014/jp. Peran smartphone yang luas, membuat smartphone menjadi salah satu perangkat yang tidak terpisahkan dari aktivitas mahasiswa. Akses yang cepat, beragamnya fitur, dan kemudahan konektivitas membuat smartphone menjadi perangkat yang menunjang aktivitas setiap mahasiswa. Namun. Intensitas penggunaan yang tinggi berpotensi menimbulkan dampak negatif, salah satunya mengalami nomophobia. Nomophobia yaitu rasa cemas yang muncul berlebihan ketika tidak dapat menggunakan smartphone. Nomophobia pada mahasiswa mempengaruhi kenyamanan secara psikologis maupun kualitas interaksi Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh loneliness dan fear of missing out terhadap nomophobia pada mahasiswa. Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan sampel penelitian 375 mahasiswa di Purwokerto. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu Nomophobia Questionnaire (NMP-Q). UCLA Loneliness Scale version 3, dan FoMO Scale. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif yang signifikan antara loneliness dan fear of missing out terhadap nomophobia mahasiswa yang ditunjukkan dengan nilai probabilitas sig . 0,000 . < 0,. Hasil menunjukkan, loneliness dan fear of missing out mempunyai pengaruh sebesar 50,1% terhadap nomophobia pada mahasiswa. Semakin tinggi ketergantungan mahasiswa pada smartphone, semakin besar pengaruhnya terhadap kondisi psikologis. Hasil penelitian memberikan implikasi pengetahuan pentingnya bijak dalam menggunakan smartphone dengan berkegiatan positif sehingga dapat mengatasi dampak negatif penggunaan smartphone berlebihan. Kata kunci: Nomophobia. Loneliness. Fear of Missing Out The Effect of Loneliness and FoMO on Nomophobia Among Students at X Private University Abstract The extensive role of smartphones makes them an inseparable device from student activities. Fast access, diverse features, and easy connectivity make smartphones a device that supports every studentAos activities. However, high intensity of use has the potential to cause negative impacts, including nomophobia. Nomophobia is the excessive anxiety that arises when a student is unable to use a smartphone. Nomophobia in students can impact their psychologycal well-being and the quality of their social interactions. This study aims to examine the effect of lonelines and fear of missing out on nomophobia in college students. The study used a quantitative research method with a sample of 375 college students in Purwokerto. Data were collected using the Nomophobia Questionnaire (NMP-Q), the UCLA Loneliness Scale version 3, and the FoMO Scale. The data analysis of this study used multiple linear regression analysis. The result show a significant positive relationship between loneliness and FoMO an nomophobia among students, a probability value . This indicates that loneliness and FoMO explain 50. 1% of the variance in nomophobia among The higher the studentAos dependence on smartphones, the greater the influence on psychological conditions. The results of the study provide implications for knowledge regarding the importance of being wise in using smartphones by engaging in positive activities so as to overcome the negative impacts of excessive smartphone use. Keywords: : Nomophobia. Loneliness. Fear of Missing Out Pengaruh Loneliness dan FoMO Terhadap Nomophobia Pada Mahasiswa di . Liestya Maharani Pendahuluan Mahasiswa merupakan individu yang menempuh pendidikan di jenjang perguruan tinggi baik negeri, swasta maupun lembaga setingkat lain untuk mengembangkan kemampuan dan proses berfikir dengan tepat (Hartaji, 2. Mahasiswa dapat memperoleh banyak informasi dengan mudah dari siapa saja, mana saja, dan apa saja dari bermacam sumber informasi (Nugraha, 2. Smartphone menjadi sumber pembelajaran bagi mahasiswa untuk memperoleh banyak informasi dengan lebih cepat dan mudah melalui isi pesan yang ditampilkan (Daeng et. , 2. Smartphone dirasa lebih baik dibandingkan buku fisik dalam mencari informasi karena mudah memperoleh informasi yang dicari dan banyak referensi dalam sekali mencari (Muammar, 2. Selain untuk mencari informasi, saat ini smartphone juga digunakan untuk hiburan di waktu luang seperti bermain media sosial dan game. Penggunaan smartphone dengan waktu lama dapat berdampak negatif seperti hubungan komunikasi menurun serta tidak peduli dengan sekitar (Daeng et. , 2. Selain itu, penggunaan berlebihan berakibat pada mahasiswa mengalami gangguan psikologis seperti rasa tidak nyaman pada fisik dan mengalami nomophobia (Loleska & PopJordanova, 2. Nomophobia adalah reaksi individu adanya rasa khawatir yang berlebihan jika tidak berdekatan dengan smatphone (Hafni. Kekhawatiran ini seringkali membuat individu selalu memastikan smartphone dalam Individu akan merasa cemas dan tidak mampu berjauhan dengan smartphone sehingga individu selalu menggenggam smartphone sampai dengan membawa ke kamar mandi (Aruan, 2. Berbagai penelitian terkait nomophobia menunjukkan nomophobia terjadi karena pengaruh beberapa faktor seperti jenis kelamin, umur, status tinggal mahasiswa . inggal bersama orang tua atau kos. , jumlah smartphone yang dimiliki, dan intensitas penggunaan (Pasongli et. , 2. Selain itu, adanya faktor situasional kesepian yang dirasakan mahasiswa (Arpaci, 2. , perasaan cemas, dan kontrol emosi kurang (Alutaybi et. , 2. Nomophobia terjadi pada mahasiswa karena perasaan kesepian . yang muncul dimana mahasiswa yang kesepian sedikit untuk bicara, perasaan terisolasi, perasaan takut dan memilih menghindari interaksi tatap muka sehingga lebih memilih berhubungan online di sosial media (Bian & Leung, 2. Hubungan sosial tidak sesuai harapan seringkali membuat individu mengalami kesepian sosial . ocial lonelines. sehingga banyak individu yang mencari kenyamanan dengan bermain smartphone dengan waktu yang lama (Russell et. Dengan hal ini, nomophobia akan meningkat ketika kesepian . Selain prediktor kesepian, dalam penelitian Maghfiroh dan Madiun, . menemukan bahwa fear of missing out juga memiliki pengaruh besar mahasiswa mengalami nomophobia. Ketakutan tertinggal informasi membuat mahasiswa selalu melihat notifikasi pada smartphone yang membuat mahasiswa mengalami kurang porsi tidur, emosional parah, kesejahteraan pada fisik negatif, dan merasa cemas (Alutaybi et. Studi yang dilakukan Amelia dan Akbar . fear of missing out menjadi permasalahan bagi individu untuk terus mengakses smartphone karena ketakutan tertinggal berita online. Sejalan dengan penelitian tersebut. Yarni dan Ifdil . menyebutkan ketakutan tertinggal informasi membuat pengguna selalu mengakses smartphone hingga berjam-jam lamanya karena khawatir individu lain memiliki Jurnal Psikologi. Volume 21 Nomor 2. Desember 2025 pengalaman lebih mengesankan. Ketika ketakutan tertinggal informasi pada individu meningkat, maka akan berdampak negatif dengan memunculkan kecenderungan nomophobia yang meningkat. Kajian literatur yang dilakukan peneliti menunjukkan bahwa penelitian terkait pengaruh loneliness terhadap nomophobia sudah banyak dilakukan (Heng et. MacDonald & Schermer, 2. Serta penelitian terkait pengaruh fear of missing out terhadap nomophobia (Gezgin et al. , 2. Namun, hingga saat ini penelitian terkait pengaruh loneliness dan fear of missing out secara simultan terhadap nomophobia mahasiswa belum banyak diteliti. Oleh karena itu, berdasarkan kajian literatur yang telah dipaparkan, peneliti tertarik melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh loneliness dan fear of missing out terhadap nomophobia mahasiswa Universitas Swasta X di Purwokerto. adapun hipotesis mayor penelitian ini yaitu loneliness dan fear of missing out berpengaruh signifikan terhadap nomophobia pada mahasiswa Universitas Swasta X. Sedangkan hipotesis minor dalam penelitian yaitu: . loneliness berpengaruh signifikan terhadap nomophobia mahasiswa Universitas Swasta X. fear of missing out berpengaruh signifikan terhadap nomophobia mahasiswa Universitas Swasta X. Metode Penelitian kuantitatif dengan menggunakan skala nomophobia, skala loneliness, dan skala fear of missing out yang dilakukan secara online dengan teknik non-probability sampling dengan purposive sampling pada mahasiswa aktif Universitas Swasta X di Purwokerto sebanyak 375 sampel berdasarkan pada pertimbangan karakteristik nomophobia dari Tran . yaitu: . selalu mengecek notifikasi smartphone. setiap saat menggunakan smartphone. merasa kehilangan jika tidak terhubung dengan smartphone ditandai rasa takut, cemas, sedih, panik dan kesepian. penggunaan smartphone lebih dari 7 jam. memiliki powerbank dan selalu membawa charger. Mahasiswa dalam penelitian melampirkan bukti tangkapan layar durasi penggunaan smartphone lebih dari 7 jam. Dominasi sampel adalah 302 mahasiswi . dan 73 mahasiswa . aki-lak. Ditinjau dari usia, didominasi rentang usia 18-22 tahun yaitu 316 mahasiswa dan 59 sisanya di rentang usia 23-28 tahun. Durasi layar smartphone terbanyak dengan 5-8 jam satu hari yaitu 197 mahasiswa. Namun, banyak mahasiswa yang menggunakan smartphone dengan durasi 9-12 jam yaitu 137 mahasiswa dan lebih dari 12 jam sebanyak 41 mahasiswa. Tabel 1. Data Demografi Responden Penelitian No. Kriteria Kategori Frekuensi Jenis Kelamin Usia Durasi Layar Smartphone dalam satu hari Perempuan Laki-laki 18-22 Tahun 23-28 Tahun 5-8 Jam 9-12 Jam Lebih dari 12 Jam 80,5% 19,5% 84,3% 15,7% 52,6% 36,5% 10,9% Penelitian ini menggunakan uji validitas isi melalui expert judgement. Pengujian skala nomophobia dimodifikasi dari penelitian (Sundari, 2. Nilai validitas skala ini bergerak dari V = 0,372 hingga V = 0,801 dan reliabilitas = 0,917. Pengujian skala loneliness milik Hudiyana et. dengan hasil validitas bergerak dari V = 0,443 hingga V = 0,860 dengan hasil reliabilitas = 0,941. Sedangkan, skala fear of missing out Pengaruh Loneliness dan FoMO Terhadap Nomophobia Pada Mahasiswa di . Liestya Maharani dari Supriyanto et. hasil validitas bergerak dari V = 0,341 hingga V = 0,800 dengan hasil reliabilitas = 0,920. Pengukuran variabel menggunakan tiga alat ukur berupa skala. Nomophobia pada mahasiswa diukur dengan NMP-Q yang dimodifikasi dari penelitian (Sundari, 2. Skala menggunakan format skala likert dengan 27 item pernyataan berdasarkan aspek Yildirim . yaitu: not being able to communicate, losing connectedness, not being able to access information, dan giving up convenience. Pengukuran loneliness modifikasi alat ukur UCLA Loneliness Scale Version 3 milik Hudiyana et. Skala dengan format respon skala likert dengan 19 item pernyataan berdasarkan aspek Russell . yaitu: trait loneliness, social desirability, dan depression. Sedangkan pengukuran fear of missing out modifikasi alat ukur FoMO Scale Tabel 2. Hasil Uji Linearitas Variabel Nomophobia*Loneliness Nomophobia*Fear of Missing Out Berdasarkan hasil tersebut, data penelitian linear dimana kedua hubungan variabel bebas dam terikat nilai deviation from linearity lebih dari 0,05 . >0,. Uji multikolinearitas pada penelitian dilihat dari nilai Variance Inflation milik Supriyanto et. Skala dengan format respon skala likert dengan 22 item pernyataan berdasarkan aspek Przybylski et. yaitu: relatedness dan self. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linear berganda dengan program SPSS versi 25. Sebelum dilakukannya uji hipotesis, peneliti melakukan uji asumsi berupa uji normalitas, uji linearitas, dan uji Hasil Uji normalitas penelitian ini menggunakan Kolmogorov Smirnov dengan nilai signifikansi variabel nomophobia p=0,068, pada variabel loneliness p=0,177 dan variabel fear of missing out p=0,067 yaitu data terdistribusi secara normal karena nilai signifikansi (> 0,. Uji linearitas dapat diketahui dalam tabel 2 sebagai berikut: Deviation from Linearity 0,373 0,630 Keterangan Data Linear Data Linear Factor (VIF) harus lebih kecil dari 10,00 dan nilai Tolerance lebih dari 0,100 maka data penelitian tidak terjadi multikolinearitas seperti dalam tabel 3. Tabel 3. Hasil Uji Multikolinearitas Variabel Tolerance Loneliness 0,825 Fear of missing out 0,825 Dependent Variable: Nomophobia Hasil uji multikolinearitas di atas menunjukkan nilai VIF kedua variabel bebas yaitu loneliness dan fear of missing out sebesar 1,212 . <10,. dan Tolerance sebesar 0,825 . >0,. yang dapat disimpulkan data penelitian tidak terjadi multikolinearitas antar variabel bebas. Berdasarkan hasil, diketahui nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,698 yang berarti VIF 1,212 1,212 Keterangan Tidak terjadi multikolinearitas Tidak terjadi multikolinearitas variabel loneliness dan fear of missing out secara simultan berkorelasi positif. Untuk mengetahui pengaruh secara simultan variabel bebas terhadap variabel terikat harus dilakukan perbandingan Fhitung dengan Ftabel. Dalam penelitian diketahui Fhitung yaitu 186,546 dengan Ftabel sebesar 3,019. Hasil ini berarti nilai Fhitung 186,546>Ftabel 3,019 dengan taraf signifikan p=0,000. Dapat Jurnal Psikologi. Volume 21 Nomor 2. Desember 2025 disimpulkan, variabel loneliness dan fear of missing out secara simultan memberikan pengaruh signifikan terhadap nomophobia pada mahasiswa universitas swasta X. Selain itu, nilai R-square diketahui sebesar 0,501 yang dimana loneliness (X. dan fear of missing out (X. memiliki presentase pengaruh sebesar 50,1% terhadap nomophobia (Y). sedangkan, 49,9% terjadi karena sumbangan faktor lain diluar penelitian ini. Selanjutnya, dalam tabel 4 berikut merupakan hasil uji hipotesis penelitian. Tabel 4. Uji Hipotesis Secara Parsial Model Standardized Coefficients Beta (Constan. Loneliness (X. Fear of missing out (X. Dependent Variable: Nomophobia (Y) Berdasarkan tabel 4 tersebut, hasil menunjukkan pengaruh variabel loneliness terhadap nomophobia diperoleh nilai =0,646 dan nilai t=16,028, p=0,000 . <0,. Hasil menunjukkan loneliness berpengaruh positif signifikan terhadap nomophobia mahasiswa Universitas Swasta X. nilai R-Square sebesar 0,488 yang dimana loneliness memberi sumbangan sebesar 48,8% terhadap Hal ini berarti semakin tinggi loneliness yang dialami mahasiswa maka semakin tinggi mahasiswa mengalami Berdasarkan hasl. H1 diterima. Sedangkan, variabel fear of missing out dengan nilai =0,125, nilai t=3,096, dan p=0,002 (<0,. yang diartikan fear of missing out berpengaruh positif terhadap nomophobia mahasiswa Universitas Swasta X. pada nilai R-Square sebesar 0,156 dimana fear of missing out memberikan pengaruh sebesar 15,6% terhadap nomophobia. Berdasarkan hasil, dapat disimpulkan bahwa H2 diterima. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian, adanya pengaruh secara simultan antara loneliness dan fear of missing out terhadap nomophobia di universitas swasta X. Penelitian ini sejalan dengan yang dilakukan Zanah dan Rahardjo . dimana kesepian dan FoMO mempengaruhi mahasiswa kecanduan media Sig. Description sosial sebesar 20,8%. Mahasiswa yang kesepian memiliki sosial yang lemah namun juga takut kehilangan momen berharga orang lain sehingga media sosial digunakan untuk terus terhubung online. Kegiatan ini membuat mahasiswa tidak bisa lepas dari smartphone sehingga dapat membuat mahasiswa mengalami nomophobia. Selain itu, penelitian Adiningsih dan Ratnasari . kekhawatiran tertinggal berita dan kesepian menyebabkan individu menggunakan smartphone secara berlebihan . Phubbing ini didasari rasa tidak dihargai di lingkungan sehingga mencari pertemanan di media sosial yang membuat lebih senang bermain smartphone dan mengecek setiap waktu yang akhirnya mahasiswa mengalami nomophobia. Hasil temuan ini memperkuat penelitian Klny et. bahwa loneliness yang dialami individu membuat selalu menggunakan smartphone dengan waktu yang lama. Diperkuat lagi dengan beragamnya aplikasi yang ditawarkan seperti dalam penelitian dimana mahasiswa banyak menggunakan media sosial yaitu Instagram, tiktok, whatsapp, line, x dan lainnya dengan durasi setiap aplikasinya cukup lama. Didukung oleh Santoso dan Soetjiningsih . dimana adanya hubungan positif antara kesepian dengan nomophobia. Ozdemir et. menunjukkan loneliness berpengaruh besar Pengaruh Loneliness dan FoMO Terhadap Nomophobia Pada Mahasiswa di . Liestya Maharani terhadap nomophobia setiap tingkat kelas siswa karena harga diri yang dimiliki lemah. Selanjutnya, kurangnya relasi sosial membuat individu mengalami kesepian sosial . ocial lonelines. yang akhirnya mencari pelarian dengan bermain smartphone (Zuhriyah, 2. Social loneliness akan meningkatkan kecemasan (Yang et al. , merasa cemas karena kurang memiliki persahabatan karena hubungan tidak mendalam, merasa ditinggal, dan terisolasi sehingga mencari kenyamanan hubungan di dunia maya. Jika tidak segera ditangani, kecemasan ini akan menjadi gejala depresi (Cherry, 2. , dimana mahasiswa akan kurang bahagia, kurang puas, dan pesimis karena insecure, tidak terbuka atau lebih memilih memendam masalah (Mushtaq et. , 2. Sementara, temuan penelitian terkait fear of missing out berpengaruh terhadap nomophobia dalam penelitian Achirul Ramadhan dan Yusra . bahwa FoMO berkontribusi terhadap nomophobia. Mahasiswa banyak menghabiskan waktu di media sosial karena takut tertinggal kemajuan. Selain itu. Prabha dan Susan . ketakutan kehilangan informasi membuat mahasiswa terus mencari informasi sehingga mahasiswa membuka setiap saat smartphone serta mahasiswa rentan mengalami nomophobia. Ketakutan tertinggal informasi seringkali terjadi pada mahasiswa utamanya mahasiswa tingkat akhir (SaAoid & Dewi, 2. Mahasiswa akhir diharuskan mengerjakan revisi berulang, mencari banyak literatur pendukung berupa jurnal artikel yang tidak hanya satu, mendapat umpan balik dosen pembimbing melalui smartphone sehingga mahasiswa diharuskan untuk tetap mengecek secara berkala. Lebih lanjut. Ricardo dan Catharina . menyebutkan tingkatan FoMO individu dapat menjadi faktor nomophobia lebih tinggi karena takut kehilangan teman dunia online sehingga memaksa diri individu untuk terus terhubung. Durasi penggunaan smartphone yang lama juga dapat mengalami nomophobia. Hussien . kasus nomophobia terjadi pada individu yang menggunakan smartphone dengan durasi empat dan sembilan jam. Seperti dalam hasil, banyak mahasiswa menggunakan dari lima sampai lebih dari 12 jam dalam satu harinya. Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan loneliness dan fear of missing out secara simultan berpengaruh terhadap nomophobia mahasiswa Universitas Swasta X. Sementara itu, adanya pengaruh parsial loneliness terhadap nomophobia. Semakin tinggi loneliness yang dirasakan maka semakin tinggi nomophobia yang dialami mahasiswa Universitas Swasta X. Selain itu, adanya pengaruh fear of missing out terhadap nomophobia dimana semakin tinggi ketakutan tertinggal informasi maka semakin tinggi nomopobia yang dialami mahasiswa Universitas Swasta X dan begitu sebaliknya. Hasil penelitian diharapkan menjadi perhatian khusus mahasiswa untuk lebih bijak menggunakan smartphone dan memperbanyak kegiatan positif agar perasaan kesepian, ketakutan tertinggal informasi dan berjauhan dari smartphone berkurang. Untuk penelitian selanjutnya dapat meneliti dengan pertimbangan prediktor lain seperti kecemasa, depresi, dan jenis kelamin karena data yang dihasilkan lebih didominasi oleh mahasiswi . Daftar Pustaka