Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 1 . Implementasi Manajemen Nyeri Akut Dengan Teknik Non Farmakologis Kompres Hangat Pada An. F Dan An. S Dengan Typhoid Di Ruang Flamboyan Rsud Kajen Kabupaten Pekalongan Mardi Hartono1 Siti Nurjannah2. Suparjo3. Yuniske Penyami4 Deddy Utomo5. Hartati6 Moh. Projo Angkasa7 Indar Widowati8 1,2,4,6,7,8 Program Studi Keperawatan Pekalongan. Poltekkes Kemenkes Semarang. Indonesia Program Studi Keperawatan Tegal . Poltekkes Kemenkes Semarang. Indonesia Email : sjannah455@gmail. ABSTRAK Latar belakang : Salah satu masalah yang dialami pasien penderita tyhpoid disebabkan karena terdapat iritasi pada organ pencernaan yaitu nyeri akut. Penulis menarik permasalahan nyeri akut sebagai masalahkeperawatan karena bila nyeri tidak segera ditangani dapat membuat pasien merasa tidak nyaman, terutama jika terjadi nyeri pada anak- anak yang belum mampu mengontrolnyeri. Penatalaksanaan nyeriakut pada anak usia 5 Ae14tahun dengan typhoid adalah manajemen nyeri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan manajemen nyeri dengan teknik Non Farmakologis Kompres Hangat pada anak dengan typhoid di RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan. Metode: Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif. Pendekatan studi kasus dilakukan dengan menggunakan dua subjek penelitian Hasil: Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 x 24 jam pada pertemuan terakhir responden didapatkan hasil skala nyeri menurun. Saran: Perawat dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan kualitas pelayanan asuhan keperawatan nyeri akut pada anak dengan typhoid. Simpulan: Masalah nyeri akut pada pasien typhoid teratasi sebagian setelah dilakukan asuhan keperawatan dengan manajemen Nyeri dengan Kompres Hangat KataKunci: Kompres Hangat. Nyeri Akut. Typhoid Copyright @2025. JLK, https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK 1 Of 7 Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 1 . Implementation Of Acute Pain Management With Non-Pharmacological Techniques Of Warm Compress On An. F And An. S With Typhoid In Flamboyan Room. Kajen Hospital. Pekalongan Regency Mardi Hartono1 Siti Nurjannah2. Suparjo3. Yuniske Penyami4 Deddy Utomo5. Hartati6 Moh. Projo Angkasa7 Indar Widowati8 1,2,4,6,7,8 Pekalongan Nursing Study Program. Ministry of Health Polytechnic of Health Semarang. Indonesia Tegal Nursing Study Program. Ministry of Health Polytechnic of Semarang. Indonesia Email : sjannah455@gmail. ABSTRACT Background: One of the problems experienced by typhoid patients is caused by irritation of the digestive organs, namely acute pain. The author draws the problem of acute pain as a nursing problem because if the pain is not treated immediately, it can make the patient feel uncomfortable, especially if the pain occurs in children who are not yet able to control the pain. Management of acute pain in children aged 5-14 years with typhoid is pain management. Purpose: This study aims to implement pain management with the Non-Pharmacological Warm Compress technique in children with typhoid at the Kajen Regional Hospital. Pekalongan Regency. Method: The method used is the descriptive method. The case study approach was carried out using two research subjects Results: After nursing care for 3 x 24 hours at the last meeting, the respondents' pain scale results decreased. Suggestion: Nurses can contribute to improving the quality of acute pain nursing care services in children with typhoid. Conclusion: Acute pain problems in typhoid patients were partially resolved after nursing care with Pain Management with Warm Compresses Keywords: Warm Compresses. Acute Pain. Typhoid Copyright @2025. JLK, https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK 1 Of 7 Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 1 . Introduction (Pendahulua. hipovolemia, diare/konstipasi dan lain-lain (Nurarif dan Kusuma, 2. Typhoid ialah penyakit akut diakibatkan oleh bakteri Salmonella typhi (Prehamukti, 2. Penyakit typhoid banyak ditemui pada beberapa negara berkembang terutama di wilayah tropis dan subtropic, biasanya ditandai demam yang berkepanjangan (Winingsih,2. Permasalahan penyakit ini banyak ditemui dalam kehidupan masyarakat sekitar,baik dipedesaan maupun Gejala salah satu yang dialami pada penderita tyhpoid disebabkan karena terdapat iritasi pada organ perncenaan sehingga dapat ditarik permasalahan nyeri akut. Penulis menarik permasalahan nyeri akut sebagai masalah keperawatan karena bila nyeri tidak segera ditangani dapat membuat pasien merasa tidak nyaman, terutama jika terjadi nyeri pada anak- anak yang belum mampu mengontrol nyeri. World Health Organization . mengatakan bahwa setiap tahun, angka kasus typhoid mencapai 11 hingga 21 juta kasus dan 000 sampai 161. 000 kematian karena penyakit ini di seluruh dunia. Kasus typhoid di Indonesia yang dilaporkan oleh surveilans typhoid dan paratyphoid Nasional, kasus typhoid mencapai prevalensi 358-810/100. 000 penduduk, terdapat 000-1,3 juta kasus typhoid pertahunnya >20. 000 angka kematian. Dalam negara berkembang typhoid masih sering terjadi dan menyerang hingga sekitar 21,5 juta jiwa pertahun. Berdasarkan pengalaman penulis pada saat pembelajaran di rumah sakit, mayoritas penatalaksaan manajemen nyeri di ruang farmakologi dan non farmakologi. Namun kenyataan lebih cenderung menggunakan teknik farmakologi seperti pemberian analgetik . nti Untuk mengurangi nyeri dengan cara non farmakologi dapat dilakukan kompres hangat pada area nyeri. Penatalaksanaan non farmakologi berdampak cukup berguna dalam manajemen nyeri pada anak. Maka dari itu penulis tertarik mengambil penatalaksan nyeri akut pada anak typhoid dengan harapan dapat mengimplementasikan manajemen nyeri secara non farmakologi. Menurut Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SDKR), mengatakan bahwa pada tahun 2018 Provinsi Jawa Tengah dinyatakan sebagai provinsi dengan kasus suspek thypoid tertinggi 071 kasus yang tersebardi seluruh daerah Kabupaten/Kota Jawa Tengah. Prevalensi kasus thypoid di Kabupaten Pekalongan sendiri 904 kasus dari 937. 714 penduduk yang berada di Kabupaten Pekalongan dan angka kasus baru sekitar 17 orang meninggal dunia. Marseliana . , mengatakan bahwa menurut rekam medik pasien yang melakukan rawat jalan di RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan pada tahun 2021 tercatat sebanyak 55 penderita thypoid dan pada pasien rawat inap RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan tercatat penderita thypoid sebanyak 102 Menurut Arifiana dan Arum . Typhoid merupakan penyakit yang disebabkan adanya infeksi akut yang menganggu sistem cerna pencernaan dengan disertai demam > 7 hari, saluran cerna mengalami gangguan dan memungkinkan terjadi penurunan tingkat kesadaran pada Typhoid mengakibatkan seseorang alami gangguan kebutuhan dasar seperti nyeri akut, termoregulasi tidak efektif, defisit nutrisi. Berdasarkan fenomena dan latar belakang yang telah dibuat oleh penulis untuk itu penulis tertarik menyusun Penelitian ini dengan judul Implementasi Manajemen Nyeri Akut dengan teknik Non Farmakologis dengan Kompres Hangat pada An. F Dan An. S Dengan Typhoid Di Ruang Flamboyan RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan untuk dilaksanakannya manajemen nyeri. Methods (Metod. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan metode penulisan studi kasus. Metode deskriptif adalah metode penelitian yang menunjukan hasil deskriptif dengan memfokuskan pada salah satu aspek penting dari kasus terpilih dengan analisis sederhana (Hasdinah, 2. Teknik pengambilan sampel sebanyak dua kemudahan/keinginan peneliti. Penelitian ini juga menggunakan convenience sampiling,(Nursalam. Metode ini juga merupakan cara termudah, ternyaman, tercepat, dan terakurat bagi penulis menetapkan topik untuk studi kasus. Studi kasus Copyright @2025. JLK, https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK 1 Of 7 Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 1 . karya tulis ilmiah pada penelitian ini dipilih dalam beberapa kriteria pemilihan, yaitu : Kriteria Inkulsi . Pasien anak usia 5 Ae 14 tahun. Pasein anak yang composmentis . esadaran penu. Pasien anak dengan masalah nyeri akut pada diagnosa medis typhoid dengan lama perawatan minimal 3 hari. Pasien anak serta orang tua dengan masalah nyeri akut yang bersedia menjadi Kriteria Eksklusi . Pasien anak yang pindah ruangan selama pengelolaan kurang dari 3 hari. Pasien yang mengalami Typhoid dengan komplikasi penyakit Implementasi Manajemen Relaksasi Nafas Dalam pada Nyeri Akut Pada Anak Dengan Demam Typhoid dilaksanakan di RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan selama tiga hari. Teknik analisa Data dalam penelitian ini dengan keperawatan dari tahapan pengkajian sampai Results (Hasi. Peneliti mendapatkan 2 pasien anak yaitu An. F dan An. S dengan kasus typhoid, dikelola selama tiga hari pada tanggal 11-13 April 2023 Pasien yang dijadikan penelitian oleh peneliti memiliki hubungan kakak adik kandung. An. sebagai kakak dan An. S sebagai adik. Pengkajian Identitas Tabel 4. Identitas pasien Identitas Pasien Nama Usia Jenis Kelamin Agama Pendidikan Alamat Tgl masuk RS Tgl pengkajian Pasien 1 An. 8 tahun Laki Ae laki Islam Pekalongan 09 April 2023 11 April 2023 Riwayat Penyakit Riwayat Penyakit Sekarang Pasien 1. : Ibu An. F mengatakan An. F mengalami demam turun naik selama 3 hari pada tanggal 6 April hingga 8 April 2023 dirumah dan pengobatan yang diberikan adalah paracetamol sirup yang dibeli diapotek terdekat, pada tanggal 8 April mengatatakan demam disertai dengan mual, muntah, nyeri perut, nafsu makan menurun, dan BAB cair 2x. Saat datang ke IGD RS pada tanggal 09 April 2023 jam 10. 28 dengan suhu 39oC. SPO2 99%, nadi 98 x/menit dan hasil laboratorium test widal paratyphi positif. Pada jam 15. 00 pasien dipindah keruang rawat anak yaitu ruang Flamboyan. Saat dilakukan pengkajian pada tanggal 11 April 2023 08. 00 An. F mengatakan jika demam naik turun saat ini. Pasien 2. : Saat ibu mendengar kabar An. S demam disetai mual, muntah, dan nyeri perut pada jam 00 tanggal 09 April 2023 ibu meminta tolong nenek untuk membawa An. S ke Rs karena ibu sedang menunggu An. F . akak An. S) yang terdiagnosa Typhoid sehingga ibu khawatir pada An. S memilki diagnosa yang sama seperti Saat datang ke IGD RS pada tanggal 09 April 2023 jam 21. 30 dengan suhu 39,5 oC. SPO2 99%, nadi 98 x/menit, dan hasil test widal paratyphi Pada jam 23. 00 pasien dipindah keruang rawat anak diruang Flamboyan satu kamar dengan An. Saat dilakukan pengkajian pada tanggal 11 April 2023 jam. 30 Ibu mengatakan An. S demam naik turun. Riwayat Penyakit Dahulu Pasien. : Ibu mengatakan An. F tidak pernah mengalami sakit sampai harus di opname. Pasien. : Ibu mengatakan An. S tidak pernah mengalami sakit yang sama sebelumnya Riwayat Keluarga Pasien. : IbuAn. F juga mengatakan tidak ada keluarga yang mengalami riwayat penyakit seperti DM, jantung, gagal ginjal, dan hepatitis. Pasien. : Ibu juga mengatakan tidak ada keluarga yang mengalami riwayat penyakit seperti DM, jantung, gagal ginjal, dan hepatitis Riwayat Sosial Pasien. : Ibu2 mengatakan An. F sangat mandiri. Pasien An. S perhatian dengan sekitar. Ibu mengatakan 7 tahun pola asuh oleh diri sendiri karena ingin Laki Ae laki Islam Pasien. Ibu An. S adalah anak yang Pekalongan dan sedikit manja. Ibu mengatakan 09 April 2023 pola asuh oleh diri sendiri karena ingin 11 April 2023 perkembangan anaknya. Riwayat kesehatan Pemeriksaan Fisik. Keadaan Umum : Pasien 1. Dan 2 Pasien. Kesadaran:composmentis Tanda-tandavital Nadi : 72 x/menit Suhu :36,4oC RR : 23 x/menit. SPO2 : 99 %. BB dan TB : Sebelum sakit : 24 kg dan 130 cm setelah dihitung IMT :14,20. Saat sakit : 23 kg dan 130 cm setelah dihitung IMT : 13,60. Kepala : Bentuk normal, rambut bersih, berwarna hitam, lurus, tidak terdapat lesi, dan An. mengatakan pusing. Copyright @2025. JLK, https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK 1 Of 7 Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 1 . Mata : An. F tidak menggunakan kaca mata, dapat melihat objek dari dekat maupun jauh dengan baik, konjungtiva tidak anemis, dan skrela tidak Hidung : tidak ada secret, tidak ada nyeri Mulut : Bersih, mukosa bibir kering, dan An. F mengatakan terasa pahit jika menelan makanan. Telinga : Tidak ada gangguan pendengaran,telinga bersih,dan lengkap kanan kiri. Thorax : Dada simetris, irama napas teratur, pengembangan dada simetris dan teratur, tidak ada nyeri tekan. Jantung : Tidak ada iktus cordis, pembesaran jantung normal. Abdomen : An. F tampak memegangi perut, terdapat nyeri tekan di kuadran kanan atas,suara timpani, bising usus 10x/ menit. Extermitas : Terpasang infus ditangan kanan, tidak ada kelainan, dan tidak ada edema. Genetalia : An. F berjenis kelamin laki Ae laki dan tidak memiliki kelainan. Pemeriksaan PQRST : P : An. F mengatakan nyeri berlangsung setelah An. F makan. Q : An. mengatakan nyeri seperti diremas. R : An. mengatakan nyeri pada perut sebelah kanan bagian atas . S : An. F mengatakan skala wajah nyeri 5. T : An. F mengatakan hilang timbul selama <10 menit Pasien. : Pasien tampak lemas. Kesadaran: composmentis Tanda-tandavital. Nadi : 85 x/menit. Suhu : 38oC RR 23 x/menit. SPO2 : 96 %. dan TB : Sebelum sakit : 23 kg dan 125 cm setelah dihitung IMT : 14,79. Saat sakit : 21 kg dan 125 cm setelah dihitung IMT : 13,46 . Kepala : Bentuk normal, rambut bersih, berwarna hitam, lurus, tidak terdapat lesi, dan ibu mengatakan An. S sering mengeluh pusing. Mata : An. S tidak menggunakan kaca mata, dapat melihat objek dari dekat maupun jauh dengan baik, konjungtiva tidak anemis, dan skrela tidak ikterik. Hidung : tidak ada secret, tidak ada nyeri tekan, dan penciuman normal. Mulut : Bersih, mukosa bibir kering, dan An. mengatakan terasa pahit jika menelan makanan . Telinga : Tidak ada gangguan pendengaran,telinga bersih, dan lengkap kanan kiri. Thorax : Dada simetris, irama napas teratur, pengembangan dada simetris dan teratur, tidak ada nyeri tekan. Jantung : Tidak ada iktus cordis, pembesaran jantung normal. Abdomen : An. S tampak memegangi perut, terdapat nyeri tekan di kuadran kanan atas,suara timpani, bising usus 10x/ menit. Extermitas : Terpasang infus ditangan kanan,terdapat luka bekas jatuh di kaki kanan bagian lutut,tidak ada kelainan, dan tidak ada edema. Genetalia : An. S berjenis kelamin laki Ae laki dan tidak memilki Pemeriksaan PQRST : P : ibu An. mengatakan jika nyeri berlangsung setelah An. makan Q : An. S mengatakan nyeri seperti diremas. R : An. S mengatakan nyeri pada perut sebelah kanan bagian atas. S : An. S mengatakan skala wajah nyeri 4. T : An. S mengatakan hilang timbul selama <10 menit Pemeriksaan penunjang Tabel 4. 2 Pemeriksaan Penunjang Hasil laboratorium pada tanggal 11 April 2023 Pemeriksaan Hematologi : Hemoglobin Pasien 1 Nilai Rujukan 7 - 14. Hematokrit Leukosit Trombosit Eritrosit MCV MCH MCHC RDW MPV Limfosit Monosit Granulosit Golongan darah SEROLOGI : Typhi O 32 Ae 47 5 - 14. 180 Ae 520 7 - 5. 72 Ae 88 21 Ae 33 26 Ae 34 5 - 14. 9 - 11. 20 Ae 50 1Ae6 50 Ae 70 Positif 1/320 Negatif Typhi H Positif 1/80 Paratyphi A H Positif 1/80 Positif 1/320 Positif 1/80 Negatif Negatif Negatif Terapi pada An. F dan An. Tabel 4. 3 Terapi pada An. F dan An. Pasien 1 Pasien 2 Infus RL 10 tpm Infus RL 10 tpm Infus paracetamol 300mg / 4 -7 jam Infus 300mg / 4 Ae 7 Injeksi ondansentron 2 x 1mg Injeksi ceftriaxson 2 x 1gr Injeksi ceftriaxson 2 x 1 gr Injeksi ondansentron 2 x 1 mg Copyright @2025. JLK, https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK 1 Of 7 Pasien 2 Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 1 . Analisa Masalah Tabel. Analisa Data Pasien 1 Data subjekif : Oe An. F mengatakan jika sering nyeri perut Oe An. F mengatakan tidurnyasering terganggu karena merasa perutnya sakit Oe P : An. F mengatakan nyeri berlangsung setelah An. F makan Q : An. F mengatakan nyeri seperti diremas R : An. F mengatakan nyeri pada perut sebelah kanan bagian atas S : An. F mengatakan skala wajah nyeri 5 T : An. F mengatakan hilang timbul selama <10 Data objektif : Oe An. F memegang perut yang nyeri Oe An. F tampak tidak nyaman dan meringis Oe Terdapat nyeri tekan saat dilakukan palpasi di abdomen kuadran kanan atas Oe Nadi : 72 x/menit Pasien 2 Data subjekif : Oe Ibu mengatakan jika An. S sering mengeluh nyeri perut Oe Ibu mengatakan An. S tidurnya terganggu karena mengeluh perutnya sakit Oe P : ibu An. S mengatakan jika nyeri berlangsung setelah An. S makan Q : An. S mengatakan nyeri seperti diremas R : An. S mengatakan nyeri pada perut sebelah kanan bagian atas S : An. S mengatakan skala wajah nyeri 4 T : An. S mengatakan hilang timbul selama <10 Data objektif : Oe An. F tampak tidak nyaman dan meringis Oe Terdapat nyeri tekan pada saat dipalpasi di abdomen kuadran kanan atas Oe Nadi : 85 x/menit Etiologi Agen fisiologis . Problem Nyeri akut Agen fisiologis . Nyeri akut Copyright @2025. JLK, https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK 1 Of 7 Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 1 . Diagnosa Keperawatan pada An. F dan An. Nyeri akut b. d agen pencedera fisiologi . Perencanaan keperawatan An. Diagnosa Keperawatan : (SDKI . Nyeri akut b. d agen pencedera fisiologi . Kriteria Hasil (SLKI) : L. Setelah dilakukan tindakan keperawatan 3 x 24jam diharapkan tingkat nyeri menurun dengan kriteria hasil : 1. Keluhan nyeri menurun hingga skala 0 menggunakan skala peringkat nyeri VAS (Visual Analogi Scal. , 2. Meringis menurun. Gelisah menurun. Kesulitan tidur menurun. Frekuensi nadi Intervensi (SIKI) : I. Manajemen nyeri . Observasi : - Identifikasi lokasi, karektristik, durasi, frekuensi, kualitas, dan intensitas nyeri, -Identifikasi skala nyeri menggunakan skala gambar wajah untuk pasien usia 5Ae 12 tahun. Terapeutik : Berikan teknik nonfarmakologi untuk mengurangi rasa nyeri dengan kompres hangat pada area nyeri. Edukasi : Ajarkan teknik non farmakologi untuk dapat melakukan kompres hangat pada area nyeri. Kolaborasi : Kolaborasi pemberian analgetik. Implementasi : Rabu s/d Jumat, 11-13 April 2023, jam10. 00 WIB. - Mengdentifikasi lokasi, karektristik, durasi, frekuensi, kualitas, dan intensitas nyeri. Mengidentifikasi skala nyeri menggunakn skala gambar wajah. Respon Klien : Ds : An. F mengatakan jika sering nyeri perut. An. F mengatakan tidurnyasering terganggu karena merasa perutnya sakit. P : An. mengatakan nyeri berlangsung setelah An. Q : An. F mengatakan nyeri seperti diremas. R : An. F mengatakan nyeri pada perut sebelah kanan bagian atas . S : An. mengatakan skala wajah nyeri 5. T : An. mengatakan hilang timbul selama <10 menit. Do: An. F memegang perut yang nyeri. An. F tampak tidak nyaman dan Terdapat nyeri tekan saat dilakukan palpasi di abdomen kuadran kanan atas. Nadi : 72 x/menit. - Memberikan teknik nonfarmakologi untuk mengurangi rasa nyeri dengan memberikan kompres hangat pada area nyeri. - Mengajarkan teknik non farmakologi untuk mengurangi rasa nyeri dengan cara kompres hangat pada area tertentu. Respon Pasien : Ds : Ibu dan An. F mengatakan mengerti dan akan melakukan yang diajarkan oleh peneliti saat nyeri timbul. Do : Ibu dan An. F tampak memahami yang diajarkan peneliti karena dapat menggulang kembali yang di ajarkan. Evaluasi Pasien . (An. F) : Rabu 11 April . Jam 14. An. F mengatakan perutnya masih nyeri sehingga tidurnya terganggu. Ibu mengatakan telah melaksanakan teknik mengurangi nyeri yang diajarkan kemarin oleh peneliti. P : An. F mengatakan nyeri berlangsung setelah An. F makan. Q : An. mengatakan nyeri seperti diremas. R : An. mengatakan nyeri pada perut sebelah kanan bagian atas. S : An. F mengatakan Skala nyeri 5. T : An. F mengatakan hilang timbul selama <10 menit. O :Tampak An. F memegangi perut. Ada tempat kompres hangat didekat pasien untu mengurangi nyeri. Saat dilakukan palpasi terdapat nyeri tekan bagian abdomen kuadran kanan atas. Nadi : 75 x/mnt. Tampak meringis. A : Masalah belum teratasi. P : Lanjutkan Intervensi. Evaluasi Pasien 1. (An. F). Jumat, 13 April 2023 Jam 14. WIB. S : An. F mengatakan perutnya sudah tidak terlalu nyeri. Ibu mengatakan An. F sedikit lebih tenang,dan sudah jarang mengeluh nyeri. P : An. mengatakan nyeri berlangsung setelah An. Q : An. F mengatakan nyeri seperti diremas. R : An. F mengatakan nyeri pada perut sebelah kanan bagian atas . S : An. mengatakan skala nyeri 4. T : An. mengatakan hilang timbul selama - 5 menit. O : Tampak An. F sedang tertidur dengan nyenyak. Terdapat nyeri tekan bagian abdomen kuadran kanan atas. Nadi : 75 x/mnt. A : Masalah teratasi sebagian. P : Lanjutkan Intervensi. Evaluasi Pasien 1. Kamis 12 april 2023, jam WIB. S : An. F mengatakan perutnya masih nyeri . Ibu mengatakan An. F sudah jarang mengeluh sakit perut. P : An. mengatakan nyeri berlangsung setelah An. Q : An. F mengatakan nyeri seperti diremas. R :An. F mengatakan nyeri pada perut sebelah kanan bagian atas . S : An. mengatakan skala nyeri 4. T : An. mengatakan hilang timbul selama <10 menit. O : An. F tampak tenang. Saat dipalpasi terdapat nyeri tekan bagian abdomen kuadran kanan atas. Nadi : 77 x/mn A : Masalah teratasi sebagian P : Lanjutkan Intervensi Evaluasi Pasien. Jumat, 13 April 2023 Jam 00wib: Evaluasi Pasien. 1 Jumat, 13 April 2023 Jam 14. 00WIB : S : An. S mengatakan Copyright @2025. JLK, https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK 1 Of 7 Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 1 . perutnya sudah tidak terlalu nyeri. Ibu mengatakan An. S sudah jarang mengeluh nyeri. P : Ibu mengatakan An. S nyeri berlangsung setelah An. S makan. Q : An. mengatakan nyeri seperti diremas. R : An. mengatakan nyeri pada perut sebelah kanan bagian atas . S : An. S mengatakan skala nyeri 2. T : An. S, mengatakan hilang timbul selama - 5 menit. O : Tampak An. S tenang. Saat, dipalpasi terdapat nyeri tekan bagian abdomen kuadran kanan atas. Nadi : 75 x/mn. A : Masalah teratasi sebagian. P : Lanjutkan Intervensi Perencanaan keperawatan An. Diagnosa Keperawatan (SDKI) DD. Nyeri akut b. d agen pencedera fisiologi . Kriteria Hasil (SLKI) : L. Setelah dilakukan tindakan keperawatan 3 x 24jam diharapkan tingkat nyeri menurun dengan kriteria hasil : - Keluhan nyeri menurun hingga skala 0 menggunakan skala peringkat nyeri VAS (Visual Analogi Scal. Meringis menurun,- Gelisah menurun. Kesulitan tidur menurun Frekuensi nadi meningkat Intervensi (SLKI) : LI. 08238 Manajemen Observasi :-Identifikasi lokasi, karektristik, durasi, frekuensi, kualitas, dan intensitas nyeri- - Identifikasi skala nyeri menggunakan skala gambar wajah untuk pasien usia 5 Ae 12 tahun. Terapeutik : Berikan teknik nonfarmakologi untuk mengurangi dengan cara memberikan kompres hangat pada area nyeri. Edukasi :Ajarkan teknik non farmakologi untuk mengurangi rasa nyeri dengan kompres hangat pada area nyeri. Kolaborasi :Kolaborasi pemberian analgetik Implementasi : Implementasi : Rabu s/d Jumat, 11-13 April 2023, jam10. 00 WIB. Mengdentifikasi lokasi, karektristik, durasi, frekuensi, kualitas, dan intensitas nyeri. Mengidentifikasi skala nyeri menggunakn skala gambar wajah. Respon Klien : Ds : An. S mengatakan nyeri perut. An. S mengatakan tidurnyasering terganggu karena merasa perutnya sakit. P : An. mengatakan nyeri berlangsung setelah An. Q : An. S mengatakan nyeri seperti diremas. R : An. S mengatakan nyeri pada perut sebelah kanan bagian atas . S : An. mengatakan skala wajah nyeri 5. T : An. mengatakan hilang timbul selama <10 menit. Do: An. S Terlihat sesekali memegang perut yang nyeri. An. S Terlihat tidak nyaman dan menahan sakit meringis. Terdapat nyeri tekan saat dilakukan palpasi di abdomen kuadran kanan atas. Nadi : 72 x/menit. - Memberikan teknik nonfarmakologi untuk mengurangi rasa nyeri dengan memberikan kompres hangat pada area nyeri. - Mengajarkan teknik non farmakologi untuk mengurangi rasa nyeri dengan cara kompres hangat pada area tertentu. Respon Pasien : Ds : Ibu dan An. S mengatakan sudah mengerti dan dapat melakukan yang diajarkan oleh peneliti saat nyeri terjadi. : Ibu dan An. S memahami yang diajarkan peneliti karena dapat menggulang kembali yang di ajarkan. Evaluasi Pasien. Rabu 11 April 2023 Jam 00WIB : Ibu mengatakan An. S nyerinya sudah menurun. Ibu mengatakan telah melaksanakan teknik mengurangi nyeri yang diajarkan kemarin oleh peneliti. P : Ibu mengatakan An. S nyeri berlangsung setelah An. S makan. Q : An. S mengatakan nyeri seperti diremas. R : An. S mengatakan nyeri pada perut sebelah kanan bagian atas . S : An. S mengatakan skala nyeri 3. T : An. mengatakan hilang timbul selama <10 menit O :Tampak An. S lebih tenang. Ada tempat kompres hangat didekat pasien untu, mengurangi nyeri. Saat dipalpasi terdapat nyeri tekan bagian abdomen kuadran kanan atas. Nadi : 75 x/mnt. A : Masalah belum teratasi. P : Lanjutkan Intervensi Evaluasi Pasien. Kamis, 12 April 2023 jam. 00WIB : S : An. S mengatakan nyeri perut berkurang . Ibu mengatakan An. S sudah tidak mengeluh sakit perut. P : Ibu mengatakan An. Snyeri berlangsung setelah An. S makan. Q : An. S mengatakan nyeri seperti diremas. R : An. S mengatakan nyeri pada perut sebelah kanan bagian atas . S : An. S mengatakan skala nyeri 2. T : An. S mengatakan hilang timbul selama <10 menit. O : An. S tampak tenang. Saat dipalpasi terdapat nyeri tekan bagian abdomen kuadran kanan atas. Nadi : 77 x/mnt. A : Masalah teratasi sebagian. P : Lanjutkan Intervensi Evaluasi Pasien. 2 Jumat, 13 April 2023 Jam 00WIB : S : An. S mengatakan perutnya sudah tidak terlalu nyeri. Ibu mengatakan An. S sudah jarang mengeluh nyeri. P : Ibu mengatakan An. S nyeri berlangsung setelah An. S makan. Q : An. S mengatakan nyeri seperti diremas. R : An. S mengatakan nyeri pada perut sebelah kanan bagian atas . S : An. Copyright @2025. JLK, https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK 1 Of 7 Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 1 . S mengatakan skala nyeri 2. T : An. mengatakan hilang timbul selama - 5 menit. O : Tampak An. S tenang. Saat, dipalpasi terdapat nyeri tekan bagian abdomen kuadran kanan atas. Nadi : 75 x/mn. A : Masalah teratasi sebagian. P : Lanjutkan Intervensi Discussion (Pembahasa. Pada sub bab ini penulis membahas hasil Asuhan Keperawatan Nyeri Akut Pada An. Dan An. S Dengan Typhoid Di Ruang Flamboyan RSUD Kajen Kabupaten Pekalongan. Asuhan keperawatan ini telah mencapai 5 tahap proses keperawatan yang meliputi pengkajian keperawatan, diagnosa keperawatan, rencana keperawatan, tindakan keperawatan, dan evaluasi keperawatan. Pengkajian Dari hasil pengkajian yang telah penulis lakukan dengan melihat batasan karakteristik yang dikaji pada pasien pertama dan kedua maka penulis memiliki pendapat bahwa nyeri akut dapat dijadikan sebagai masalah yang harus ditangani oleh perawat. Nyeri dirasakan seseorang dengan diagnosis typhoid adalah karena adanya proses peradangan (Nurarif. Diagnosa keperawatan Diagnosa keperawatan berdasarkan hasil pengkajian dari An. F dan An. S maka didapatkan diagnosa keperawatan berupa nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis . (D. (SDKI, 2. Perencanaan keperawatan Tujuan dari perencanaan yaitu setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24jam diharapkan tingkat nyeri menurun dengan kriteria hasil (L. keluhan nyeri menurun hingga skala 0 menggunakan skala peringkat nyeri VAS (Visual Analogi Scal. , meringis menurun, gelisah menurun, kesulitan tidur menurun. Intervensi keperawatan yang diberikan teknik nonfarmakologi untuk mengurangi rasa nyeri, dengan kompres hangat pada area nyeri, agar pasien termotivasi untuk mengurangi rasa nyeri yang dirasakan, edukasi : ajarkan teknik dalam, kompres hangat pada area nyer, agar pasien dapat mengetahui teknik nonfarmakologis untuk meredakan dan mengurangi rasa nyeri, kolaborasi: kolaborasi pemberian analgetik untuk mempercepat proses penyembuhan dan mengurangi rasa nyeri. Rencana tindakan keperawatan disusun telah disesuaikan dengan SDKI . SIKI . , dan SLKI . Implementasi keperawatan Untuk mengatasi masalah nyeri akut penulis melakukan implementasi selama 3 y 24 jam, pada pasien pertama dan pasien kedua pada tanggal 11 Ae 13 April 2023. Implementasi dilakukan sesuai dengan etika penelitian yaitu prinsip keadilan dimana apa tindakan yang diberikan kepada kedua pasien itu sama. Implementasi Mengdentifikasi lokasi, karektristik, durasi, frekuensi, kualitas, dan intensitas nyeri pada pasien An. F mengatakan jika sering nyeri perut. An. F mengatakan tidurnya sering terganggu karena merasa perutnya sakit. P : An. F mengatakan nyeri berlangsung setelah An. Q : An. F mengatakan nyeri seperti diremas. R : An. F mengatakan nyeri pada perut sebelah kanan bagian atas . S : An. mengatakan skala wajah nyeri 5. T : An. mengatakan hilang timbul selama <10 menit. Sedangkan Ibu mengatakan jika An. S sering mengeluh nyeri perut. Ibu mengatakan An. tidurnya terganggu karena mengeluh perutnya sakit. P : ibu An. S mengatakan jika nyeri berlangsung setelah An. S makan. Q : An. mengatakan nyeri seperti diremas. R : An. mengatakan nyeri pada perut sebelah kanan bagian atas . S : An. S mengatakan skala wajah nyeri 4. T : An. S mengatakan hilang timbul selama <10 menit. Adapun tindakan. Non farmakologi Kompres air hangat, yaitu merupakan suatu pemberian rasa hangat pada area tertentu dengan menggunakan cairan atau alat yang menjadi pemicu hangat pada bagian tubuh yang memerlukan (Sumedi, 2. Kompres hangat mengakibatkan vasodilatasi dan peningkatan pada aliran darah. Hal ini menyebabkan memindahkan zat kimia yang dapat menstimulasi serabut noniseptif. pada tahap ini, semua tindakan keperawatan telah dilaksankan sesuai dengan rencana tindakan keperawatan. Hambatan penulis dalam melaksanakan tindakan keperawatan pasien An. S adalah pasien rewel pada saat diajak berinteraksi dibandingkan dengan An. F yang dapat menjawab pertanyaan dengan baik walupun sedikit malu dan dibantu oleh ibu. Sedangkan faktor pendukung penulis dalam melakukan Copyright @2025. JLK, https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK 1 Of 7 Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 1 . tindakan keperawatan adalah kerjasama antara penulis, perawat ruangan dan keluarga pasien. Evaluasi keperawatan Evaluasi akhir yang didapatkan penulis pada An. F yaitu (S) An. F mengatakan perutnya sudah tidak terlalu nyeri. Ibu mengatakan An. F sedikit lebih tenang,dan sudah jarang mengeluh nyeri. P : An. mengatakan nyeri berlangsung setelah An. Q : An. F mengatakan nyeri seperti diremas. R : An. F mengatakan nyeri pada perut sebelah kanan bagian atas . S : An. mengatakan skala nyeri 4. T : An. F mengatakan hilang timbul selama - 5 menit (O) Tampak An. F sedang tertidur dengan nyenyak. Terdapat nyeri tekan bagian abdomen kuadran kanan atas. Nadi : 75 x/mnt (A ) Masalah teratasi sebagian (P) Lanjutkan Intervensi. Sedangkan pada An. S (S) An. S mengatakan perutnya sudah tidak terlalu nyeri. Ibu mengatakan An. S sudah jarang mengeluh nyeri. P : Ibu mengatakan An. S nyeri berlangsung setelah An. S makan. Q : An. S mengatakan nyeri seperti diremas. R : An. S mengatakan nyeri pada perut sebelah kanan bagian atas . S : An. mengatakan skala nyeri 2. T : An. S mengatakan hilang timbul selama - 5 menit (O) Tampak An. S tenang. Saat dipalpasi terdapat nyeri tekan bagian abdomen kuadran kanan atas. Nadi : 75 x/mnt (A) Masalah teratasi sebagian (P) Lanjutkan Intervensi. Setelah sepanjang 3 hari masalah teratasi sebagian antara An. F dan An. S dikarenakan penyakit yang terjadi pada kedua pasien masih ada dibuktikan dengan hasil laboratorium widal yang masih positif pada hari ke 3, dan belum sesuai dengan tujuan dan kriteria hasil yang Tujuan dan kriteria hasil yang telah dibuat sesuai dengan yang dikemukanan PPNI dalam SDKI . SIKI . SLKI . Conclusion (Simpula. Pengkajian Berdasarkan hasil dari pengkajian pada pasien berjenis kelamin laki Ae laki An. F usia 8 tahun dan An. S usia 7 tahun. Adapun keluhan yang sama yaitu sering nyeri perut, demam naik turun sehingga mengganggu waktu Data objektifnya adalah pasien terbaring lemas, nyeri tekan sat dipalpasi pada abdomen kuadran kanan atas, durasi nyeri <10 menit,dan skala nilai wajah pada An. F : 5 dan An. S : 4 Diagnosa keperawatan Diagnosa keperawata berdasarkan hasil pengkajian dari An. F dan An. S maka didapatkan data subjektif dan data objektif yang membantu untuk ditegakan diagnosa nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis . Rencana keperawatan Pada tahap perencanaan keperawatan penulis menyusun diagnosa keperawatan yang sudah diprioritaskan dan. Tujuan dari perencanaan yaitu Setelah dilakukan tindakan keperawatan 3 x 24jam diharapkan tingkat nyeri menurun dengan kriteria hasil keluhan nyeri menurun, meringis menurun, gelisah menurun, sulitan tidur menurun. Implementasi keperawatan Pada tahap ini, semua tindakan keperawatan telah dilakukan sesuai rencana dalam tindakan Hambatan penulis dalam melaksanakan tindakan keperawatan pasien An. S adalah pasien rewel pada saat diajak berinteraksi dibandingkan dengan An. F yang dapat menjawab pertanyaan dengan baik walupun sedikit malu dan dibantu oleh ibu. Evaluasi keperawatan Setelah sepanjang 3 hari antara An. F dan An. diperoleh data subjektif dengan keluhan nyeri perut berkurang, dengan mengatakan skala nyeri wajah An. F: 3 An. S: 2. Data objektifnya pasien tampak tenang, nyeri tekan berkurang, terdapat tempat kompres hangat sekitar pasien, dan skala nilai wajah pada An. f : 3 dan An. Asuhan keperawatan nyeri akut pada An. F dan An. S dengan typhoid di ruang flamboyan RSUD Kajen Kabupaten ditemukan hasil masalah teratasi sebagian pada An. F dan An. S karena belum sesuai dengan tujuan dan kriteria hasil yang disusun pada rencana keperawatan. Alangkah baiknya dari rumah sakit meningkatan standar operasional prosedur yang telah ditetapkan dengan masalah nyeri akut pada pasien dengan typhoid untuk pengembangan mutu pada pelayanan di rumah Copyright @2025. JLK, https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK 1 Of 7 Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 1 . Dengan disusunnya karya tulis ilmiah ini diharapkan bisa menambah kepustakaan dan bisa dijadikan bahan ajaran dan literatur untuk perbandingan dalam pemberian konsep asuhan keperawatan nyeri akut pada dengan Alangkah baiknya perawat dapat memberikan pelayanan kesehatan secara komprehensif dan tidak hanya tindakan farmakologi saja untuk mengatasi nyeri dapat menggunakan nonfarmakologis dengan cara kompres hangat. References (Referens.