Computer Science (CO-SCIENCE) Vol. 5 No. 2 Juli 2025 Akreditasi Sinta 4 Nomor SK : 230/E/KPT/2022 Sistem Manajemen Proyek Berbasis Website Dengan Metode Kanban Florence Aurelia Widjaja 1*. Bhustomy Hakim 2 Universitas Bunda Mulia Jl. Jalur Sutera Bar. No. Kav. Panunggangan Tim. Kec. Pinang. Kota Tangerang. Banten 15143. Indonesia e-mail: 1s31210064@student. id, 2 l1971@lecturer. (*) Corresponding Author Artikel Info : Diterima : 12-05-2025 | Direvisi : 28-06-2025 | Disetujui : 08-07-2025 Abstrak - Perkembangan teknologi digital mendorong kebutuhan akan sistem yang mampu mendukung efektivitas kerja, termasuk dalam pengelolaan proyek. Divisi Digital Learning di PT. Kurnia Ciptamoda Gemilang menghadapi tantangan dalam memantau proyek secara terstruktur dan tepat waktu, sehingga diperlukan sistem manajemen proyek berbasis web yang sesuai dengan kebutuhan spesifik perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem manajemen proyek berbasis web yang berdiri sendiri . dan belum terintegrasi dengan sistem lain yang sudah ada, namun dirancang agar dapat dikembangkan lebih lanjut untuk integrasi di masa Sistem dikembangkan menggunakan Next. js Framework dengan metode Kanban dan model pengembangan SDLC Waterfall. Tahap penelitian mencakup identifikasi masalah, studi literatur, serta wawancara dengan project manager untuk menggali kebutuhan fungsional dan non-fungsional sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan memiliki fitur utama seperti pengelolaan workspace, manajemen anggota, manajemen proyek dan tugas, prioritas tugas, penetapan tenggat waktu, serta visualisasi dalam bentuk Kanban dan kalender. Efisiensi kerja diukur berdasarkan tersedianya alur kerja yang lebih terstruktur dan pengurangan kemungkinan miskomunikasi dalam penugasan. Evaluasi sistem dilakukan menggunakan metode Black Box Testing, dan hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fitur berjalan sesuai spesifikasi dan memenuhi kebutuhan pengguna di lingkungan kerja divisi. Sistem ini terbukti mampu meningkatkan efisiensi kerja, memudahkan koordinasi, serta memastikan proyek berjalan sesuai dengan rencana. Kata Kunci : Manajemen Proyek. Website. Next. Kanban. Waterfall Abstracts Ae The advancement of digital technology has created a growing demand for systems that support work effectiveness, particularly in project management. The Digital Learning Division at PT. Kurnia Ciptamoda Gemilang faces challenges in monitoring projects in a structured and timely manner, necessitating a web-based project management system tailored to the companyAos specific needs. This study aims to design a standalone webbased project management system that is not yet integrated with existing systems but is structured to allow future The system was developed using the Next. js framework, applying the Kanban method and the SDLC Waterfall development model. The research involved problem identification, literature review, and interviews with project managers to gather both functional and non-functional requirements. The results show that the developed system includes key features such as workspace management, member management, project and task management, task prioritization, deadline setting, and visualizations in the form of Kanban boards and calendars. Work efficiency is measured through the availability of a more structured workflow and a reduction in miscommunication during task assignment. The system was evaluated using the Black Box Testing method, and the results confirm that all features function according to specifications and meet the users' actual needs in the work environment. The system has proven effective in improving work efficiency, facilitating team coordination, and ensuring that projects proceed as planned. Keywords : Project Management. Website. Next. Kanban. Waterfall PENDAHULUAN Divisi Digital Learning PT. Kurnia Ciptamoda Gemilang (KCG), yang mengelola lebih dari 90 toko dengan brand internasional seperti Charles & Keith. Pedro. Pomelo. Emporio Armani (EA. dan Armani Exchange, menghadapi tantangan dalam pengelolaan proyek yang berjalan paralel lintas brand. Divisi ini kesulitan memantau progres tugas secara terpusat, menghadapi ketidakteraturan dalam tenggat waktu, distribusi beban kerja yang tidak merata, serta minimnya dokumentasi terstruktur. Akibatnya, sering terjadi miskomunikasi dan keterlambatan dalam merespons perubahan prioritas, yang berdampak pada kualitas output serta kepercayaan brand terhadap tim Permasalahan tersebut mencerminkan perlunya sistem manajemen proyek digital yang dapat mendukung This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Copyright . 2025 The Autour. Computer Science (CO-SCIENCE) Vol. 5 No. 2 Juli 2025 | E-ISSN: 2774-9711 | P-ISSN: 2808-9065 efektivitas koordinasi, monitoring, dan komunikasi tim secara real-time. Di era modern, hampir seluruh aktivitas kerja memanfaatkan teknologi informasi sebagai fondasi utama dalam mendukung efektivitas dan efisiensi operasional (Wirya & Mastan, 2. Dalam konteks organisasi, teknologi informasi telah menjadi elemen penting, termasuk dalam pengelolaan proyek yang kini menuntut pendekatan sistematis dan adaptif (Oktaviyana. Keberhasilan proyek tidak hanya bergantung pada pelaksanaan teknis, tetapi juga pada penggunaan platform yang tepat untuk perencanaan hingga evaluasi (S. Rahayu & Diana, 2. Salah satu platform strategis yang banyak digunakan adalah website berbasis internet, yang memungkinkan akses terdistribusi dan terintegrasi (Darmawan & Hakim, 2. Dengan memanfaatkan website sebagai media manajemen proyek, proses kerja dapat dibuat lebih transparan, terdokumentasi, dan mudah dilacak. Salah satu pendekatan yang populer dalam visualisasi alur kerja adalah metode Kanban, yang berasal dari prinsip Agile dan terbukti mendorong kolaborasi serta komunikasi tim yang lebih intens (Mazur, 2. Dengan papan visual dan pembatasan beban kerja berjalan (Alaidaros et al. , 2. Kanban membantu tim dalam mengelola fokus dan efisiensi secara lebih baik (Bhavsar et al. , 2. Namun demikian, mayoritas studi sebelumnya lebih menekankan penerapan Kanban dalam konteks pengembangan perangkat lunak atau tim teknis, sementara penggunaannya dalam konteks kerja non-teknis, seperti tim pelatihan digital masih minim perhatian. Selain itu, kebanyakan sistem manajemen proyek yang ada bersifat generik dan belum disesuaikan dengan kebutuhan organisasi yang bersifat paralel dan kompleks secara struktural. Berdasarkan gap tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem manajemen proyek berbasis web yang secara khusus ditujukan bagi Divisi Digital Learning PT. Kurnia Ciptamoda Gemilang. Sistem ini dibangun menggunakan Next. js Framework dengan dukungan fitur Optimized Server-Side Rendering (Patel, 2. , menerapkan metode Kanban sebagai pendekatan manajemen proyek, dan dikembangkan melalui model SDLC Waterfall. Sistem ini dilengkapi fitur penting seperti manajemen workspace, pengguna, proyek, tugas, unggahan hasil kerja, komentar, revisi, notifikasi, serta visualisasi dalam bentuk papan Kanban dan Evaluasi dilakukan menggunakan metode Black Box Testing, yaitu metode pengujian perangkat lunak yang berfokus pada keluaran sistem berdasarkan input yang diberikan, tanpa memeriksa struktur internal aplikasi (Aziz, 2. Pengujian ini digunakan untuk memastikan bahwa seluruh fitur berfungsi sesuai spesifikasi dan kebutuhan pengguna (Pratala et al. , 2. , serta mencakup skenario pengujian untuk setiap fungsi utama sistem (D. Rahayu, 2. Dengan demikian, metode ini dipilih untuk memverifikasi bahwa sistem berjalan sesuai perancangan dan siap digunakan oleh Divisi Digital Learning PT. Kurnia Ciptamoda Gemilang. METODE PENELITIAN Sumber: (Kirman & Saputra, 2. Gambar 1. SDLC Waterfall Meskipun metode Kanban yang digunakan pada sistem adalah pendekatan agile dalam konteks penggunaannya . ser-sid. , proses pengembangannya tetap menggunakan metode SDLC model Waterfall. Hal ini disesuaikan dengan karakteristik proyek pengembangan sistem yang memiliki lingkup kebutuhan yang jelas sejak awal dan tidak mengalami banyak perubahan selama proses implementasi. Menurut (Kirman & Saputra, 2. , model Waterfall cocok digunakan dalam proyek dengan ruang lingkup yang sudah ditentukan, dokumentasi lengkap, serta waktu dan sumber daya yang terstruktur. Selain itu, pemilihan Waterfall juga didukung oleh penelitian (Mastan, 2. , yang menyebutkan bahwa model ini efektif untuk pengembangan sistem yang tidak memerlukan iterasi berulang pada tahap awal. Sementara itu, dalam sistem yang dikembangkan, metode Kanban diterapkan sebagai pendekatan manajemen tugas dan alur kerja yang digunakan oleh pengguna sistem. Kanban merupakan metode visualisasi pekerjaan dengan menggunakan papan tugas digital yang terbagi ke dalam beberapa kolom seperti AuTo DoAy. AuSubmittedAy. AuRevisiAy. AuReviseAy, dan AuDoneAy. Pendekatan ini memungkinkan tim untuk melihat progres tugas secara real-time, membatasi jumlah pekerjaan berjalan , dan mempermudah Project Manager dalam mengelola prioritas serta perubahan-perubahan mendadak. Visualisasi alur kerja dalam bentuk papan Kanban dan kalender ini diimplementasikan dalam antarmuka pengguna sistem dan digunakan sebagai alat bantu utama untuk http://jurnal. id/index. php/co-science Computer Science (CO-SCIENCE) Vol. 5 No. 2 Juli 2025 | E-ISSN: 2774-9711 | P-ISSN: 2808-9065 kolaborasi dan pelacakan tugas lintas brand secara terpusat (Alaidaros et al. , 2. Adapun tahapan pengembangan sistem mengikuti alur SDLC Waterfall sebagai berikut: Analisa Kebutuhan Pada analisa kebutuhan, pengembang sistem melakukan pengumpulan data untuk berbagai kebutuhan yang diperlukan dalam proses pengembangan sistem (Nurseptaji, 2. Data dikumpulkan melalui wawancara, kemudian dianalisis untuk memastikan spesifikasi sesuai kebutuhan pengguna. Data dapat berbentuk spesifikasi perangkat lunak, basis data, dan antarmuka sistem (Basten & Ardhiansyah, 2. Pemodelan Pada tahap pemodelan, spesifikasi kebutuhan yang telah diidentifikasi sebelumnya akan dipelajari lebih lanjut untuk membuat pemodelan desain sistem (Saravanos & Curinga, 2. Desain ini meliputi, desain database, pembuatan diagram UML dan antarmuka pengguna yang sesuai dengan spesifikasi kebutuhan. Implementasi Tahap ini mencakup pengkodean bagian front-end dan back-end. Kode program ditulis dan dikompilasi menjadi aplikasi operasional, dengan blueprint sistem diwujudkan ke dalam bentuk nyata (Mastan, 2. Sistem dibangun menggunakan Next. js Framework sebagai teknologi utama, serta Hono. js dan Appwrite sebagai backend Pengujian Pada tahap pengujian, perancang melakukan pengujian dengan metode Black-Box Testing, untuk memastikan sistem telah sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan (Kumar, 2. Pada tahap ini, ada skenarioskenario yang telah disesuaikan dengan berjalannya sistem. Apabila dapat dipenuhinya ketentuan skenario yang telah dibuat, maka dapat disimpulkan sistem telah layak untuk digunakan oleh pihak PT. Kurnia Ciptamoda Gemilang. Pemeliharaan Sistem yang digunakan oleh pengguna akan terus dipelihara. Pemeliharaan meliputi perbaikan bug yang tidak terdeteksi selama pengujian sebelumnya, serta pembaruan sistem dan fitur sesuai kebutuhan pengguna di masa yang akan datang (Heriyanti & Ishak, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisa Kebutuhan Saat ini, kendala utama yang dimiliki Divisi Digital Learning PT. Kurnia Ciptamoda Gemilang adalah tidak adanya sistem manajemen proyek yang sesuai dengan kebutuhan divisi. Proyek-proyek di divisi ini bersifat paralel, sering kali berjalan bersamaan lintas brand, serta memerlukan koordinasi yang cepat dan pelacakan progres yang akurat. Ketiadaan sistem terpusat menyebabkan tim mengalami kesulitan dalam mendistribusikan beban kerja secara merata dan mengelola revisi dari berbagai brand secara efisien. Oleh karena itu, fitur seperti Upload Result menjadi penting karena tim sering menghasilkan aset digital seperti storyboard, desain visual, atau materi video yang harus diunggah dan dikonfirmasi Project Manager secara terpusat. Fitur ini memfasilitasi proses dokumentasi yang tertib dan mengurangi risiko miskomunikasi yang biasa terjadi saat hanya mengandalkan pesan WhatsApp. Demikian pula, fitur Filter by Status sangat dibutuhkan untuk memudahkan pemantauan status berbagai tugas yang berjalan secara bersamaan, sehingga Project Manager dapat dengan cepat mengidentifikasi pekerjaan yang sedang berlangsung, direvisi, atau telah selesai. Berdasarkan hasil wawancara dengan project manager, metode Kanban dipilih sebagai pendekatan manajemen proyek karena mampu memvisualisasikan alur kerja secara real-time dan mendukung keterbukaan dalam penugasan. Kanban merupakan metode manajemen proyek berbasis agile yang menggunakan papan visual untuk menggambarkan proses kerja serta membatasi pekerjaan yang sedang berlangsung, sehingga meningkatkan transparansi dan fokus tim. Visualisasi ini diimplementasikan langsung dalam sistem berupa kanban board digital yang terdiri dari kolom-kolom tugas seperti To Do. Submitted. Revisi. Revise dan Done. Setiap tugas yang dibuat akan otomatis muncul di papan ini, dan Project Manager dapat memindahkan tugas dari satu status ke status lain melalui mekanisme drag and drop. Selain itu, fitur seperti Filter by Status. Deadline, dan Assignee Upload Result mendukung alur kerja khas Kanban, di mana setiap anggota tim bertanggung jawab atas satu tugas dalam satu waktu untuk menjaga fokus kerja dan menghindari penumpukan tugas berjalan. Dengan fitur Kanban ini. Project Manager dapat dengan mudah melacak status pekerjaan secara menyeluruh, melakukan penyesuaian prioritas jika diperlukan, serta menghindari overload kerja pada anggota tim tertentu. Fitur ini menjadi salah satu pembeda utama sistem dengan metode pelacakan proyek konvensional yang sebelumnya hanya dilakukan melalui komunikasi informal. Dari sisi teknologi, framework modern Next. js dipilih karena mendukung performa tinggi melalui fitur Server-Side Rendering serta memberikan skalabilitas yang baik untuk pengembangan sistem jangka panjang, yang memungkinkan sistem dapat tumbuh mengikuti kompleksitas kebutuhan divisi di masa depan. Berdasarkan wawancara dan analisa, berikut adalah fitur-fitur yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan divisi Digital Learning PT. Kurnia Ciptamoda Gemilang, yaitu: http://jurnal. id/index. php/co-science Computer Science (CO-SCIENCE) Vol. 5 No. 2 Juli 2025 | E-ISSN: 2774-9711 | P-ISSN: 2808-9065 Manage Workspaces: Create. Invite dan Remove Member. Edit dan Delete Workspace Manage Projects: Create. Edit. Delete dan Analytics Project Manage Tasks: Create. Edit. Delete, set Priority Task. Assignee Task. Deadline Task. Assignee Upload Result (File/Folde. Draft dan Download Result. Assignee Add Notes. Comments. Revisi. Task Approve by Project Manager. Filter Task by Priority. Filter by Status. Filter by Assignee. Filter by Start Date dan Due Date. Visualisasi Kanban dan Calendar Manage Users: Create. Edit dan Delete User Dashboard: Tasks by Priority. Workspace Analytics dan Calendar Fitur-fitur ini tidak hanya mendukung kebutuhan teknis, tetapi juga mengoptimalkan kolaborasi tim, pengambilan keputusan cepat, dan transparansi dalam pelacakan beban kerja. Implementasi Kanban melalui tampilan visual yang interaktif menjadikan sistem ini responsif terhadap dinamika kerja paralel lintas brand yang menjadi karakteristik utama divisi. Pemodelan Use Case Diagram Use Case Diagram menunjukkan fungsi sistem serta interaksi antara aktor dan sistem, di mana aktor mewakili entitas seperti pengguna atau sistem lain yang terlibat (Ramdany, 2. Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 2. Use Case Diagram Activity Diagram Activity Diagram menggambarkan alur kerja atau proses dari berbagai aktivitas yang terjadi dalam sistem (Wirya & Mastan, 2. Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 3. Activity Diagram http://jurnal. id/index. php/co-science Computer Science (CO-SCIENCE) Vol. 5 No. 2 Juli 2025 | E-ISSN: 2774-9711 | P-ISSN: 2808-9065 Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 4. Activity Diagram Class Diagram Class Diagram mendeskripsikan struktur statis dari sebuah aplikasi, digambarkan dengan class yang berisi atribut-atribut dan method-method, serta relasi antar objek dalam sistem (Thomas et al. , 2. Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 5. Class Diagram Implementasi Aplikasi berhasil dibuat dengan Next. js Framework dan hono. js sebagai backend API, dilengkapi Appwrite SDK sebagai backend services utama, authentication dan database. Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 6. Halaman Login dan Create Workspace Modal Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 7. Halaman Dashboard dan Switch Workspace http://jurnal. id/index. php/co-science Computer Science (CO-SCIENCE) Vol. 5 No. 2 Juli 2025 | E-ISSN: 2774-9711 | P-ISSN: 2808-9065 Pada gambar 5 terdapat tampilan login. Setelah berhasil login, karena belum ada workspace yang dibuat, maka project manager akan diarahkan untuk create workspace. Setelah itu akan ditampilkan dashboard dari workspace yang telah berhasil dibuat seperti pada gambar 6 yang menampilkan workspace analytics, priority tasks dan tampilan calendar. Lalu terdapat fitur switch workspace, untuk project manager dapat switch semua workspace yang ada, sedangkan untuk member hanya dapat switch workspace yang telah mengundang sebelumnya. Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 8. Create Project Modal Pada gambar 7 terdapat tampilan saat project manager ingin create project, untuk member tidak memiliki akses untuk create project. Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 9. Halaman Members Pada gambar 8 terdapat tampilan members, dan project manager dapat remove member dan invite member, sedangkan member tidak memiliki akses tersebut. Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 10. Halaman User Management Pada gambar 9 terdapat tampilan user management, dan project manager dapat delete user dan edit user, sedangkan user tidak memiliki akses tersebut. Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 11. Halaman Project Pada gambar 10 terdapat tampilan project, yang berisi project analytics, dan tasks yang ada di dalam project Project manager dapat create task, edit dan delete task, sedangkan member tidak memiliki akses tersebut. http://jurnal. id/index. php/co-science Computer Science (CO-SCIENCE) Vol. 5 No. 2 Juli 2025 | E-ISSN: 2774-9711 | P-ISSN: 2808-9065 Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 12. Halaman Tasks Pada gambar 11 terdapat tampilan tasks, yang berisi semua task yang terdapat dalam suatu workspace. Terdapat juga fitur filter tasks, yang terdapat filter by priorities, statuses, assignees, projects, start date dan due Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 13. Tampilan Tasks Kanban dan Calendar Pada gambar 12 terdapat representasi visual terhadap progres tugas, mempermudah tim melihat status pekerjaan dalam satu tampilan. Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 14. Halaman Task Details Pada gambar 13 terdapat tampilan task details yang menyediakan fitur untuk assignee upload file dan upload folder. Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 15. Files Upload dan Preview File Pada gambar 14 terdapat tampilan files dan folder yang sudah di upload akan menjadi draft, dan adanya fitur add, edit dan delete comment, lalu download dan delete file yang hanya berlaku untuk project manager dan assignee pada task tersebut. Lalu adanya fitur preview file yang sudah di upload agar file yang diunggah assignee dapat dicek sebelum disetujui. http://jurnal. id/index. php/co-science Computer Science (CO-SCIENCE) Vol. 5 No. 2 Juli 2025 | E-ISSN: 2774-9711 | P-ISSN: 2808-9065 Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 16. Halaman Notifikasi Pada gambar 15 terdapat tampilan Notifikasi yang menyediakan riwayat pemberitahuan yang relevan agar pengguna tidak melewatkan perubahan penting. Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 17. Profile dan Change Password Pada gambar 16 terdapat tampilan profile yang memungkinkan user untuk change password dan log out. Pengujian Perancang melakukan pengujian dengan metode Black-Box Testing oleh Project Manager, untuk memastikan sistem telah sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan. Berikut skenario-skenario yang telah disesuaikan dengan berjalannya sistem. Table 1. Black Box Testing Code Test Case Pre-condition Test Step TC-1 Project Manager Login Admin sudah memiliki akun yang terdaftar di dalam TC-2 Project Manager Add New User Admin belum user di website dan data user belum masuk ke database TC-3 Workspace User sudah login dan sudah terdaftar dan ada di - Buka halaman - Masukkan email yang telah terdaftar beserta password nya - Klik button login - Admin login - Klik Management User - Klik add new - Masukkan email, password dan status . - Klik regist user - User login - Pilih Workspace TC-4 Projects User sudah Workspaces. Projects dan Tasks sudah http://jurnal. id/index. php/co-science - User login - Pilih Workspace - Pilih Project Expected Result Admin berhasil Actual Result Status Admin berhasil login Berhasil Data user berhasil masuk ke database dan user bisa Data user masuk ke database dan user bisa Berhasil Menampilkan beserta isi . embers, projects, task. Menampilkan beserta isi . Menampilkan semua task yang ada di dalam project Berhasil Menampilkan semua task yang ada di dalam project Berhasil Computer Science (CO-SCIENCE) Vol. 5 No. 2 Juli 2025 | E-ISSN: 2774-9711 | P-ISSN: 2808-9065 TC-5 Tasks TC-6 Members TC-7 Assignee terdaftar dan ada di database User sudah Workspaces. Projects dan Tasks sudah terdaftar dan ada di database User sudah di regist oleh manager dan terdaftar di database dan sudah diundang member dari User sudah Workspaces. Projects dan Tasks sudah terdaftar dan ada di database - User telah login - Pilih Workspace - Klik Tasks - Pilih Filter Task Menampilkan semua task yang ada di workspace, bisa filter task - User login - Pilih Workspace - Klik Members Menampilkan semua members - User telah login - Pilih Workspace - Klik Tasks - Pilih Detail Task - Upload File/Folder - Add notes - Add, edit, delete Menampilkan semua task yang ada di Bisa upload, add notes dan Menampilkan semua task yang ada di bisa filter Menampilkan Berhasil Menampilkan semua task yang ada di Bisa upload, add notes dan Berhasil Berhasil Sumber: Hasil Penelitian . Semua test case dinyatakan berhasil, karena sistem dapat menampilkan data, memproses input, dan menampilkan output sesuai ekspektasi yang ditentukan pada tahap perancangan. Keberhasilan pengujian ini didukung oleh pendekatan sistematis dalam perencanaan skenario, serta pemetaan kebutuhan yang akurat sejak tahap analisa. Hal ini menunjukkan bahwa metode pengembangan Waterfall yang digunakan dalam penelitian ini efektif karena kebutuhan sistem sudah tergambar jelas sejak awal. Keberhasilan pengujian juga menunjukkan bahwa sistem layak digunakan oleh Divisi Digital Learning dan siap untuk diterapkan sebagai solusi nyata di lingkungan kerja. Tidak hanya memenuhi kebutuhan fungsional, sistem ini juga mendukung perubahan perilaku kerja tim, seperti peningkatan kedisiplinan dokumentasi, keterbukaan informasi antar anggota, dan pemantauan progres proyek secara visual dan terpusat. KESIMPULAN Berdasarkan permasalahan yang diangkat dalam pendahuluan, penelitian ini berhasil mengembangkan sistem manajemen proyek berbasis website yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan Divisi Digital Learning PT. Kurnia Ciptamoda Gemilang. Sistem ini dibangun menggunakan Next. js dan menerapkan metode Kanban, serta diimplementasikan dengan pendekatan model pengembangan SDLC Waterfall. Hasil pengujian menggunakan metode Black-Box Testing menunjukkan bahwa seluruh fitur berjalan sesuai dengan fungsionalitas yang telah ditentukan dan telah memenuhi seluruh kebutuhan pengguna sebagaimana dirumuskan pada tahap analisis kebutuhan. Sistem ini mendukung pengelolaan pengguna, proyek, dan tugas secara lebih terstruktur melalui fitur utama seperti manajemen pengguna, workspace, unggah file/folder, draft, komentar dan revisi, serta notifikasi otomatis antar peran. Dalam sistem ini, metode Kanban diimplementasikan dalam bentuk papan visual digital yang membagi tugas ke dalam kolom seperti To Do. Submitted. Revisi. Revise dan Done. Setiap tugas dapat dipantau secara real-time dan dipindahkan antar status melalui mekanisme drag and drop, sehingga membantu tim menjaga fokus dan menghindari penumpukan pekerjaan berjalan. Berdasarkan wawancara dengan project manager, sistem ini dinilai mampu mempermudah koordinasi tim, meningkatkan transparansi penugasan, serta mengurangi miskomunikasi yang sebelumnya sering terjadi. Hal ini sejalan dengan prinsip Kanban yang menekankan visualisasi alur kerja dan pembatasan tugas berjalan. Namun, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Pengembangan hanya dilakukan hingga tahap pengujian fungsional tanpa uji keamanan, atau uji coba lapangan dalam jangka panjang. Sistem juga belum diintegrasikan dengan sistem internal lainnya yang mungkin digunakan oleh perusahaan. Oleh karena itu, studi lanjutan disarankan untuk: http://jurnal. id/index. php/co-science Computer Science (CO-SCIENCE) Vol. 5 No. 2 Juli 2025 | E-ISSN: 2774-9711 | P-ISSN: 2808-9065 Melakukan evaluasi kuantitatif terhadap efektivitas sistem dalam tim yang lebih besar dan lintas divisi Menambahkan fitur integrasi sistem dan akses mobile untuk fleksibilitas pengguna Dengan pengembangan berkelanjutan, sistem ini berpotensi menjadi solusi manajemen proyek yang adaptif dan relevan untuk divisi-divisi non-teknis dalam organisasi modern. REFERENSI