CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://journal. com/index. php/caradde Volume 8 | Nomor 2 | Desember . 5 e-ISSN: 2621-7910 dan p-ISSN: 2621-7961 DOI: https://doi. org/10. 31960/caradde. Pembuatan Sediaan Herbal Serbuk Gel Peel Off Ampas Teh Hijau dan Kulit Buah Naga Kepada Siswa Riskianto1*. Jessica Novia2. Karnelasatri3. Sri Wahyu Ningsih Munthe4. Melisa Saragih5. Siwardin Harefa6 Kata Kunci: Simplisia. Gel Peel Off. Sediaan Herbal. Ampas Teh Hijau. Kulit Buah Naga. Keywords: Herbs . Peel Off Gel . Herbal Preparations . Green Tea Dregs . Dragon Fruit Peels. Corespondensi Author Program Studi Diploma i. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Pelita Harapan. Tangerang. Banten. Indonesia Email: riskianto. fast@uph. Article History Received: 09-03-2025. Reviewed: 11-06-2025. Accepted: 17-10-2025. Available Online: 15-12-2025. Published: 28-12-2025. Abstrak. Optimalisasi pemanfaatan limbah organik masih menjadi tantangan yang signifikan, meskipun limbah ampas teh hijau dan kulit buah naga memiliki potensi sebagai bahan baku bernilai untuk produk kesehatan. Solusi dalam mengatasi permasalahan pengelolaan limbah sekaligus meningkatkan kompetensi dalam pembuatan obat tradisional, program pengabdian kepada masyarakat ini menawarkan pendekatan inovatif dengan pemanfaatan limbah menjadi sediaan gel peel off herbal berbentuk serbuk. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru serta siswa SMK Farmasi di Kabupaten Tangerang. Banten, dalam mengolah limbah menjadi produk herbal berkualitas tinggi, berkhasiat, dan bernilai jual secara komersial. Metode kegiatan meliputi pemberian materi melalui sosialisasi, pelatihan pembuatan produk herbal, serta evaluasi melalui pretest dan posttest, ditambah survei kepuasan Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai pemanfaatan limbah menjadi produk herbal yang bernilai, serta antusiasme peserta yang tinggi terhadap program ini. Program ini memberikan kontribusi baru dalam mengedukasi dan memotivasi masyarakat pelajar untuk mengelola limbah secara produktif sehingga membuka peluang wirausaha di bidang obat tradisional berbasis sumber daya lokal. meningkatkan pemahaman peserta tentang pemanfaatan limbah untuk produk herbal berkualitas dan memperoleh respons yang sangat positif. Abstract. Optimization of organic waste utilization remains a significant challenge, despite the potential of green tea dregs and dragon fruit peels as valuable raw materials for health-related To address waste management issues while simultaneously enhancing competencies in traditional medicine preparation, this community service program offers an innovative approach by utilizing such waste as raw materials for powdered herbal peel-off gel formulations. The program aims to improve the knowledge and skills of pharmacy vocational high school teachers and students in Tangerang Regency. Banten, in processing waste into high-quality, efficacious, and commercially viable herbal products. The activities involved the delivery of educational materials through socialization, practical training in herbal product manufacturing, and evaluations via pre- and posttests, supplemented by participant satisfaction surveys. The Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2. Desember 2025 results demonstrate a significant increase in participantsAo understanding of waste valorization into valuable herbal products, as well as high enthusiasm toward the program. This initiative provides a novel contribution by educating and motivating the student community to manage waste productively, thereby opening entrepreneurial opportunities in the field of traditional medicines based on local resources. The program effectively enhances participantsAo comprehension of utilizing waste for quality herbal products and has received very positive This work is licensed under a Creative Commons Attribution 0 International License. @2025 by Author Beberapa tanaman obat Indonesia yang memiliki potensi sebagai antioksidan alami dapat dengan mudah ditemukan dari limbah, seperti ampas teh hijau dan kulit buah naga. Limbah ampas teh hijau dan kulit buah naga memiliki banyak manfaat seperti antioksidan dan antibakteri. Berdasarkan hasil penelitian yang sebelumnya telah dilakukan oleh tim kami, limbah ampas teh hijau mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, steroid, fenol, saponin, dan kuinon (Trisina et al. Ampas teh hijau memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli (Trisina et al. Limbah ampas teh hijau dan kulit buah naga masih dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk sediaan herbal masker gel peel off serbuk dan memiliki nilai jual. Dalam menghasilkan suatu sediaan herbal masker gel peel off serbuk yang memiliki nilai guna dan nilai jual di masyarakat, perlu melalui berbagai tahapan yang dimulai dari pembuatan simplisia hingga menjadi sediaan masker gel peel off serbuk yang siap pakai. Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus (F. Webe. Britton & Ros. dari keluarga (Cactaceae Jus. merupakan buah yang memiliki sumber antioksidan alami dan banyak digunakan untuk kesehatan. Kulit buah naga mengandung senyawa metabolit terpenoid, flavonoid, fenolik, karoten, dan fitoalbumin, betasianin (Saneto, 2. , beberapa dari senyawa tersebut memiliki aktivitas sebagai antioksidan alami. Penelitian yang dilakukan oleh Nia, et al . Aliya et , . Nishikito, et al . mengemukakan bahwa ekstrak dari kulit buah naga segar dan kering memiliki aktivitas PENDAHULUAN Indonesia adalah salah satu negara yang kaya akan sumber daya alam. Sebagian besar hasil bumi ini dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan obat tradisional, yang telah diwariskan secara turun-temurun di berbagai daerah. Bahan baku untuk obat tradisional meliputi simplisia dan ekstrak. Kualitas dan khasiat obat tradisional sangat dipengaruhi oleh cara pengolahan bahan Oleh karena itu, pemahaman menyeluruh tentang proses pengolahan bahan baku yang baik, seperti simplisia, sangat Simplisia adalah bahan alam yang telah dikeringkan dan digunakan sebagai bahan pengobatan tanpa melalui proses Pengeringan simplisia dapat dilakukan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari, dianginanginkan, atau menggunakan oven, dengan suhu maksimum 60AC kecuali dinyatakan lain (Kemenkes RI, 2. Simplisia dibagi menjadi dua jenis, yaitu simplisia segar dan simplisia nabati. Simplisia segar merupakan bahan alam yang belum dikeringkan, sedangkan simplisia nabati adalah bagian tumbuhan utuh atau eksudat yang telah Di sisi lain, ekstrak adalah sediaan berbentuk kering, kental, atau cair yang dihasilkan dari proses penyarian simplisia nabati dengan metode tertentu, dilakukan tanpa paparan langsung cahaya matahari (Depkes RI, 1. Saat ini, salah satu produk herbal yang sangat populer di masyarakat adalah masker peel-off berbentuk serbuk, karena penggunaannya yang mudah dan efisien. Riskianto, et al. Pembuatan Sediaan Herbal Serbuk. antioksidan yang kuat, anti inflamasi (Nishikito et al. , 2. Masker merupakan salah satu produk kosmetik yang dirancang untuk merawat kulit Penggunaannya memberikan berbagai manfaat, seperti menjaga kelembapan kulit, pori-pori, mencerahkan warna kulit, merilekskan otot wajah, serta membantu mengatasi jerawat. Dengan penggunaan secara rutin, masker juga berpotensi mengurangi garis-garis halus pada Salah satu jenis masker yang memiliki keunggulan praktis adalah masker wajah peeloff, yang dapat dilepas dengan mudah dalam bentuk lapisan elastis (Rahmawanty et al. Masker ini diketahui meningkatkan hidrasi kulit melalui mekanisme oklusi, yang menghambat penguapan air dari kulit. Selain itu, masker wajah peel off membantu merawat kulit dari masalah kerutan, penuaan, jerawat, dan memperkecil pori-pori (Grace et al. Program Studi Di Farmasi Universitas Pelita Harapan berkomitmen pada pendidikan farmasi dengan misi mengembangkan dan memanfaatkan bahan alam Indonesia untuk mendukung kesehatan Sebagai bagian dari upaya ini, kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) sosialisasi dan pelatihan kepada peserta mengenai pemanfaatan limbah ampas teh hijau dan kulit buah naga sebagai bahan baku pembuatan herbal gel peel off serbuk. Kegiatan PKM ini dilaksanakan bekerja sama dengan mitra dari beberapa sekolah kejuruan farmasi, yaitu SMKN 9 Kabupaten Tangerang. SMK Yarsi Medika, dan SMKS Farmasi Asy Syifa Tangerang, yang berlokasi di Kabupaten Tangerang. Banten. Melalui program ini, peserta diharapkan memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru untuk menghasilkan produk obat tradisional yang memenuhi standar mutu, khasiat, dan nilai ekonomi. dalam kegiatan PKM ini adalah ampas teh hijau, kulit buah naga, serbuk agar, gelatin, dan air mineral. Sosialisasi dan pelatihan pembuatan sediaan masker peel off serbuk. Tim PKM melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada peserta melalui ceramah, diskusi, dan pelatihan pembuatan masker peel off serbuk. Pelatihan dimulai dengan demonstrasi oleh tim, kemudian dilanjutkan praktik langsung . ands-o. oleh peserta. Peserta juga menerima booklet berisi informasi tentang pembuatan masker peel off serbuk berbahan dasar tanaman obat. Kegiatan meliputi pelatihan pembuatan simplisia dan ekstrak, yang dilakukan bersama guru dan siswa SMK Farmasi, yang Pengerjaan pretest Penyampaian materi tentang metode pembuatan sediaan masker peel off serbuk Demo Pembuatan sediaan masker peel off Aktivitas diskusi dan tanya jawab Pengerjaan kuesioner kegiatan Formula Sediaan Masker Peel Off Tabel 1. Formula Masker Peel Off Kulit Buah Naga tiap 10 g: Bahan Jumlah Khasiat Serbuk Kulit Active Buah Naga Gelatin Film-forming Serbuk Agar Film-forming Air Hangat Solvent Tabel 2. Formula Masker Peel Off Ampas Teh Hijau tiap 10 g: Bahan Jumlah Khasiat 1 Serbuk Active Ampas Teh Hijau 2 Gelatin Film-forming 3 Serbuk Agar Film-forming 4 Air Hangat Solvent METODE Alat yang digunakan dalam kegiatan PKM ini adalah Blender (Philip. Hotplate (Therm. Oven (Memmer. Wajan. Spatula. Saringan. Baskom. Botol. Pouch. Saringan. Pisau, dan Talenan. Bahan yang digunakan Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2. Desember 2025 Cara Pembuatan Pembuatan sediaan masker gel peel off serbuk 5 g dimulai dengan menyiapkan bahan simplisia serbuk ampas teh hijau dan atau serbuk kulit buah naga sebanyak 2 g, gelatin 2 g, serbuk agar 1 g, dan air hangat secukupnya . ika sediaan akan dicairka. Kemudian semua bahan padatan dicampurkan secara homogen menggunakan lumpang dan Setelah campuran homogen, kemudian disaring agar diperoleh ukuran serbuk yang homogen. Hasil saringan ditimbang dan dimasukkan kedalam wadah yang sesuai. Proses pencairan masker peel off serbuk yaitu dengan mengambik 1-2 sendok takar dari produk yang telah dibuat, kemudian dicampur dengan air panas sampai terbentuk campuran yang kental, kemudian diaduk homogen sampai dingin. Setelah diaplikasikan dengan cara dioleskan dengan tipis-tipis ke wajah yang sebelumnya telah dicuci dengan air bersih (Riskianto, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Kegiatan PKM Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu. November Laboratorium Biologi Farmasi dan Teknologi Farmasi. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Pelita Harapan. Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan ini, yang dibagi ke Untuk pemahaman, kuesioner pretest dan posttest diberikan sebelum dan setelah kegiatan Hasil pretest dan posttest dapat dilihat pada Tabel 2 dan Gambar 2. Sesi pertama dimulai dengan pemaparan materi oleh dosen mengenai masker gel peel off serbuk, diikuti dengan pengenalan alat dan demonstrasi proses pembuatan simplisia serta ekstrak yang baik. Sesi kedua difokuskan pada praktik langsung . ands-o. oleh peserta, dengan bimbingan dari dosen dan mahasiswa. Selain itu, peserta juga mendapatkan produk jamu serbuk instan sebagai hasil pelatihan. Analisis data Analisis data yang diperoleh dari jawaban pertanyaan pretest dan posttest diolah secara skoring menggunakan skala guttman, sedangkan hasil dari jawaban kuesioner survei kepuasan peserta diolah secara skoring menggunakan menggunakan skala likert. Pada skala guttman jika jika responden menjawab AuyaAy diberi skor 2 dan jawaban AutidakAy diberi skor 1. Pada skala likert, jika responden menjawab dengan sangat setuju (SS) diberi skor 4, setuju (ST) diberi skor 3, tidak setuju (TS) diberi skor 2, dan sangat tidak setuju (STS) diberi skor 1 (Riskianto et al, 2. Kemudian dilakukan perhitungan persentase dengan menggunakan Gambar 2. Pemberian Materi Kepada Peserta % Skor = Skor Pertanyaan x 100 % Skor Total Gambar 3. Proses pembuatan sediaan masker peel off serbuk Berdasarkan presentase hasil yang didapatkan, kemudian diambil kesimpulan berdasarkan kriteria objektif dari pengetahuan peserta pada pretest, posttest, dan survei kepuasan seperti kategori berikut: Sangat Baik . -100%). Baik . -70%). Kurang . -50 %). Buruk (<30%). Sebagai media pendukung, leaflet dibagikan untuk memberikan informasi yang lebih terstruktur kepada peserta. Kegiatan PKM ini, bertema AuPemanfaatan Limbah Ampas Teh Hijau dan Kulit Buah Naga Sebagai Bahan Baku Sediaan Herbal Gel Peel Riskianto, et al. Pembuatan Sediaan Herbal Serbuk. Off Serbuk,Ay diakhiri dengan penyerahan sertifikat dan suvenir kepada perwakilan guru dari setiap sekolah, sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kerja sama. Pretest diberikan untuk mengevaluasi pengetahuan peserta tentang simplisia, ekstraksi, dan pembuatan jamu serbuk instan sebelum pelatihan. Hasil rata-rata pretest 45,81%, mengindikasikan bahwa pengetahuan peserta tentang herbal gel peel off serbuk tergolong kurang sebelum kegiatan. Hasil survei kepuasan (Gambar . peserta saat mengikuti kegiatan PKM 98,05% "sangat 1,95% menyatakan "setuju" dengan kegiatan PKM yang dilaksanakan. Tabel 2. Hasil Pretest dan Posttest Pretest Posttest Tingkat Keberhasilan (%) (%) (%) Pertanyaan 1 Apakah anda mengetahui tentang simplisia? Apakah anda mengetahui tentang mengenai cara pembuatan simplisia yang baik ? Apakah anda mengetahui tentang sediaan herbal gel Peel Off ? Apakah anda mengetahui tentang bahan baku sediaan herbal gel Peel Off ? Apakah anda mengetahui tentang cara pembuatan sediaan herbal gel Peel Off ? 100,00 100,00 0,00 83,87 100,00 16,13 32,26 93,55 61,29 9,68 83,87 3,23 90,32 Rerata 45,81 96,13 50,32 Tabel 2, sedangkan diagram hasilnya dapat dilihat pada Gambar 5. Peningkatan signifikan nilai posttest peserta dari 45,81% menjadi 96,13% menunjukkan efektivitas program pelatihan dalam meningkatkan pengetahuan peserta terkait pembuatan sediaan herbal gel peel off Hasil ini mengindikasikan bahwa materi yang disampaikan melalui metode sosialisasi dan pelatihan praktik mampu menguatkan pemahaman peserta secara Hal ini sejalan dengan temuan penelitian sebelumnya yang menegaskan bahwa pendekatan pembelajaran aktif dan partisipatif dapat meningkatkan hasil belajar secara signifikan (Johnson et al. , 2018. Kumar & Singh, 2. Peningkatan pemahaman peserta juga dapat dikaitkan dengan penerapan metode pembelajaran yang berorientasi pada praktik langsung . ands-on trainin. , yang sebelumnya keterampilan teknis dan kognitif peserta pelatihan vokasi (Martinez & Lopez, 2. Gambar 5. Hasil Pretest dan Posttest Pembahasan Setelah pemberian materi tentang herbal gel peel off serbuk, rata-rata nilai posttest peserta meningkat menjadi 96,13%. Peningkatan ini menunjukkan adanya kenaikan pengetahuan sebesar 50,32%, dari nilai awal 45,81% menjadi 96,13%, yang termasuk kategori sangat baik. Data hasil pretest dan posttest peserta disajikan pada Caradde: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2. Desember 2025 Selain itu, keberhasilan ini menegaskan kontekstual yang relevan dengan kebutuhan lokal, seperti pemanfaatan limbah ampas teh hijau dan kulit buah naga sebagai bahan baku meningkatkan pengetahuan tetapi juga memotivasi peserta untuk terlibat dalam pengembangan produk yang berkelanjutan dan bernilai tambah (Rahman et al. , 2. Secara mengukuhkan peran penting program pelatihan dalam meningkatkan kapasitas peserta dalam mengolah limbah menjadi produk herbal inovatif, sekaligus membuka berkelanjutan dan bernilai tambah di tingkat Ini sesuai dengan paradigma pendidikan vokasi yang menekankan sinergi antara ilmu, keterampilan, dan aplikasi praktis untuk mendukung pembangunan berkelanjutan (Anderson & Krathwohl, 2. Survei kepuasan peserta (Gambar . 98,05% "sangat 1,95% menyatakan "setuju," dan tidak ada yang memberikan respons "tidak setuju" atau "sangat tidak setuju". Metode sosialisasi dan pelatihan langsung mengenai pembuatan simplisia, ekstrak, dan produk herbal serbuk instan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, khususnya dari SMK Farmasi. Keberhasilan metode ini sejalan dengan hasil kegiatan PKM yang dilaporkan oleh Astriani et al. dan Saraswati et al. , di keterampilan peserta menjadi indikator utama Keberhasilan metode ini konsisten dengan literatur yang menegaskan pentingnya pelatihan langsung . ands-on trainin. dan sosialisasi sebagai strategi efektif dalam pemberdayaan pengetahuan dan keterampilan masyaraka (Rahman et al. , 2. Dengan tingkat kepuasan yang tinggi, peserta termotivasi untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh ke dalam praktik kewirausahaan berbasis produk herbal lokal, yang sejalan dengan model pengabdian kepada masyarakat berorientasi hasil (Sari & Nugroho, 2. Selain itu, kepuasan peserta sebagai menandakan keberlanjutan potensi dampak sosial dan ekonomi dari pengembangan produk herbal berbasis limbah lokal, yang relevan dengan prinsip keberlanjutan dan inovasi dalam pemberdayaan masyarakat (Utami et al. , 2. Hasil ini memperkuat peran program pelatihan melalui kegiatan PKM tidak hanya sebagai media transfer ilmu, tetapi juga sebagai pendorong perubahan sikap positif dan peningkatan kapasitas kewirausahaan. Gambar 6. Hasil Survei Kepuasan Peserta Gambar 7. Dokumentasi Kegiatan PKM SIMPULAN DAN SARAN Kegiatan PKM berupa sosialisasi dan pelatihan pembuatan simplisia serta herbal gel peel off serbuk berbahan ampas teh hijau dan kulit buah naga untuk guru dan siswa SMK Farmasi di Kabupaten Tangerang. Banten, berjalan dengan baik. Hal ini dibuktikan melalui partisipasi aktif peserta, peningkatan pengetahuan yang signifikan, dan tingkat kepuasan peserta yang sangat baik. Kedepannya, kegiatan PKM dalam bidang farmasi bahan alam perlu ditingkatkan dan dikembangkan untuk keberlanjutan Pelaksanaan kegiatan serupa dengan pengembangan sediaan jamu berbasis masyarakat dapat menjadi langkah strategis untuk memperluas dampaknya. Riskianto, et al. Pembuatan Sediaan Herbal Serbuk. Improving university instruction by basing practice on validated theory. Journal on Excellence in College Teaching, 25. , 85-118. UCAPAN TERIMA KASIH