JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 10 No. 1 APRIL 2026 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X Visualisasi Identitas Kota Jakarta AuMenuju 5 AbadAy Melalui Karya Seni Graffiti di Duri Kepa Narhendrha Putra Sardjana. Huddiansyah. Ikbal Rachmat. Geggy Gamal Surya. Fakultas Desain dan Industri Kreatif/Universitas Esa Unggul . Fakultas Ilmu Komunikasi/Universitas Esa Unggul Jl. Arjuna Utara No. Duri Kepa. Kecamatan Kebon Jeruk. Kota Jakarta Barat/DKI Jakarta 11510 *Email Penulis Koresponden: narhendrha. putra@esaunggul. Received: 11/11/25. Revised: 13/03/26. Accepted: 28/03/26 Abstrak Pengabdian kepada Masyarakat ini dilatarbelakangi oleh permasalahan utama yang dialami oleh pihak mitra, yaitu Kelurahan Duri Kepa Kota Jakarta Barat terkait tindakan vandalisme terhadap banyak dinding tepi jalan raya, di mana salah satunya seringkali dilalui oleh masyarakat dan Pemerintah Daerah DKI Jakarta, sehingga terlihat kumuh dan membosankan. Maka dari itu, tim Pengabdian kepada Masyarakat lintas disiplin ilmu dari Universitas Esa Unggul ini menawarkan solusi yaitu dengan melakukan pembaruan estetika secara visual dalam bentuk karya seni graffiti bertema AuJakarta Menuju 5 AbadAy yang ekspresif dan dengan mudah mencuri perhatian banyak pihak yang memandang. Selain sebagai bentuk upaya memperbarui dan memperindah lingkungan masyarakat setempat secara estetika dengan pilihan teknik yang jarang digunakan untuk program beautifikasi kawasan urban, pelaksanaan pengabdian ini juga bertujuan untuk membuktikan kepada masyarakat awam bahwa seni graffiti berbeda dengan vandalisme. Metode yang digunakan adalah proses kreatif pembuatan karya seni graffiti bertema AuJakarta Menuju 5 AbadAy yang mengangkat unsur kota modern dengan tetap melestarikan unsur budaya lokal kota Jakarta bersama mahasiswa, selama 3 hari kerja saat kondisi lalu lintas yang selalu padat, sehingga masyarakat bisa melihat secara langsung proses kreatifnya dan 100% warga lokal sangat antusias setelah melihat hasil akhirnya yang dinilai sangat menarik. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang berbeda ini pun dinilai sangat bermanfaat bagi beragam lingkup masyarakat, seperti masyarakat setempat yang menghargai hasil akhirnya dengan sangat positif serta berharap akan ada kegiatan sejenis di lokasi dinding lainnya dalam kawasan kelurahan yang sama. Kata kunci: Implementasi. Budaya. Graffiti. Beautifikasi. Masyarakat Abstract This community service was motivated by the main problem experienced by the partner, namely the Duri Kepa administrative village in West Jakarta City regarding vandalism against many roadside walls, one of which is often passed by the communities and the DKI Jakarta Regional Government, so that it looks dirty and boring. Therefore, the interdisciplinary community service team from Esa Unggul University offered a solution, by carrying out visual aesthetic renewal in the form of graffiti artwork with "Jakarta Menuju 5 Abad" theme, which is looks expressive and attractive. Apart from being a form of effort to renew and beautify the local community environment aesthetically with a choice of rarely-used techniques especially for urban area beautification programs, the implementation of this community service also aims to prove to the public that graffiti art is not The method used is a creative process of creating graffiti artwork with the "Jakarta Menuju 5 Abad" theme which highlights elements of a modern city while still preserving JakartaAos local culture elements with students, for 3 live-action working days during the crowded traffic conditions, so that the public could see directly the creative process, and 100% of local residents were very enthusiastic when they saw the outstanding final results. This out-of-the-box community JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 10 No. 1 APRIL 2026 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X service activity was also deemed highly beneficial for various community groups, including the local community who expressed their appreciation for the final result and expressed their hope that similar activities would be held at other wall locations within the same sub-district. Keywords: Implementation. Culture. Graffiti. Beautification. Public PENDAHULUAN Dalam beberapa tahun belakangan ini, peningkatan estetika visual di ruang publik perkotaan telah menjadi salah satu topik utama Pemerintah Daerah Kota Jakarta Barat terkait upaya untuk memperindah dan memperbarui ruang publik dan tepi jalanan sebagai salah satu media pelestarian budaya Kota Jakarta agar terlihat lebih indah dan menarik bagi masyarakat. Contohnya seperti yang terlihat pada umumnya di banyak wilayah Kota Jakarta, aplikasi seni mural yang dilukis telah menjadi hal yang jamak bagi masyarakat, karena sering digunakan sebagai media untuk mempercantik interior seperti terlihat di berbagai kafe, restoran, dan lainnya (Iswahyudi & Rahmawaty, 2. Sedangkan untuk seni graffiti masih tergolong jarang digunakan, karena secara umum masih banyak yang menganggap bahwa seni graffiti identik dengan perilaku vandalisme, karena kebanyakan graffiti dijadikan topeng bagi tindakan vandalisme di ruang publik oleh pihak yang tidak bertanggungjawab (Ardhiansyah, 2. Sedangkan pada kenyataannya, baik seni graffiti maupun vandalisme merupakan dua hal bertolak belakang, dimana, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, vandalisme ialah sebuah aksi corat-coret tanpa makna di ruang publik atau di dinding tepi jalan tanpa izin dari pihak yang bersangkutan sehingga bersifat merusak atau menghancurkan karya atau properti orang lain. Hal tersebut tentunya berbeda dengan seni graffiti yang merupakan karya seni yang menekankan pada ilustrasi tulisan atau gambar untuk membangun nilai positif bagi khalayak yang melihat, tanpa adanya niat untuk merusak fasilitas umum serta tidak merusak karya seni visual lainnya. Seperti terlihat pada Gambar 1, contoh ilustrasi yang menunjukkan hasil vandalisme di area publik sehingga merusak tampilan asli tembok dan membuatnya terlihat kumuh. Gambar 1. Ilustrasi perilaku vandalisme yang berkedok graffiti Pada dasarnya, baik karya seni mural maupun graffiti merupakan bagian dari seni jalanan . treet ar. , dengan perbedaan antara keduanya terletak pada teknik pembuatannya dan hasil akhir karya seninya, dimana seni mural menggunakan media kuas beragam ukuran dan cat minyak atau cat tembok dengan hasil akhir terlihat lebih rapi dan terstruktur, serta dapat dikerjakan oleh masyarakat awam. Sedangkan karya seni graffiti hanya menggunakan media cat aerosol . at sempro. dan kepala cat semprot . dalam berbagai ukuran khusus untuk graffiti, serta hanya dapat dikerjakan oleh seniman graffiti . raffiti artis. yang memahami penggunaan warna kontras dengan efek shading . embuatan bayanga. dalam penciptaan narasi visual yang kuat, menarik, dan lebih ekspresif. JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 10 No. 1 APRIL 2026 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X Gambar 2. Ilustrasi karya seni mural di tembok sekolah Secara etimologis, graffiti berasal dari bahasa Italia yaitu AugraffireAy, yang dapat diartikan sebagai proses menggambar atau menulis huruf di permukaan yang keras seperti dinding (Saputra. Sulaiman, & Nuryati, 2. Selain itu, ditemukan pendapat lain bahwa kata graffiti menurut Mikke Susanto berasal dari bahasa Italia AugraffitoAy yang berarti goresan atau guratan (Carollina, 2. Biasanya graffiti ditampilkan dalam bentuk gambar karakter atau teks inisial seniman graffiti, yang pada umumnya hanya dipahami oleh sesama seniman graffiti (Aulia. Wanis. Tiyas, & Sumarwahyudi, 2. Apabila ditinjau secara mendalam dari segi visual, karya graffiti menggunakan berbagai elemen rupa seperti garis, bentuk, ilustrasi, dan warna, yang turut membentuk bagaimana karya-karya yang dihasilkan dalam wujud graffiti menjadi beragam karya yang memiliki gaya bahasanya masing-masing (Carollina, 2. Gambar 3. Ilustrasi karya seni graffiti yang memiliki tema Sebagai bentuk realisasi dari perencanaan atas kegiatan abdimas berkelanjutan yang pernah dibahas sebelumnya dengan mitra yang sama, yaitu saat tim Penulis melaksanakan kegiatan abdimas mandiri tahun 2024 lalu dalam rangka pengadaan alat permainan edukatif (APE) untuk memajukan fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini di Kelurahan Duri Kepa (Sardjana. Huddiansyah. Rachmat, & Surya, 2. , tim Penulis memutuskan untuk melakukan sosialisasi serta sesi diskusi bersama dengan pihak mitra, yang dikepalai oleh Ibu Arie Lystha. STP dan dibantu oleh Bapak Agustiawan selaku Sekretaris Kelurahan, dengan visi untuk memperindah estetika ruang publik secara visual dengan unsur pelestarian budaya lokal yang menggambarkan Kota Jakarta sebagai kota modern, karena setiap wilayah atau kawasan pun membutuhkan identitas yang terbilang penting karena berperan besar dalam proses perencanaan dan perancangan kota (Amalia. Minaka, & Khairunnisa, 2. Selain itu hasil luaran dari kegiatan ini pun dapat mengubah citra karya seni graffiti yang selama ini seringkali dianggap negatif oleh masyarakat pada umumnya menjadi positif dan komunikatif. JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 10 No. 1 APRIL 2026 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X Seperti yang terlihat di salah satu panel tembok berukuran besar di wilayah Kelurahan Duri Kepa Kota Jakarta Barat, yang mana sebelumnya menjadi media untuk melukis karya seni mural telah menjadi sasaran vandalisme oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Mengacu kepada pernyataan Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Juri Ardiantoro pada tahun 2021 lalu, sebenarbenarnya pembuatan seni visual jalanan itu tidak dilarang selama tema dan konten gambarnya tidak mengganggu kenyamanan masyarakat, tidak menyinggung pribadi masyarakat, tidak mengandung pesan negatif, dan tidak mengandung SARA. Dilandasi oleh fenomena tersebut, dapat teridentifikasi bahwa permasalahan prioritas pihak Mitra yaitu Kelurahan Duri Kepa Kota Jakarta Barat adalah terkait karya seni mural yang telah menjadi sasaran vandalisme dan dianggap membosankan oleh masyarakat setempat, sehingga wajib diperbarui sesuai tema Jakarta Menuju 5 Abad bersamaan dengan HUT Kota Jakarta ke-498 di tahun 2025 ini. Gambar 4. Tampak panel tembok berukuran 7x6 meter di lokasi sasaran pengabdian Maka dari itu, dilatarbelakangi oleh permasalahan utama yang ditemukan di Kelurahan Duri Kepa Kota Jakarta Barat, sesuai dengan salah satu program penataan wilayah yang tertuang dalam Pergub Provinsi DKI Jakarta Nomor 90 Tahun 2018 Tentang Peningkatan Kualitas Pemukiman dalam Rangka Penataan Kawasan Pemukiman Terpadu Bab I Pasal 1 Nomor 15 dan Bab VI Pasal 15, yang mana tertulis bahwa Collaborative Implementation Program (CIP) sebagai program peningkatan kualitas pemukiman berbasis masyarakat melalui penanganan bersama oleh multi pihak termasuk akademisi, maka tim abdimas lintas disiplin ilmu Universitas Esa Unggul ini memutuskan untuk memberikan solusi sesuai dengan keahlian dan kepakaran masingmasing anggota tim, serta berkolaborasi dengan tim seniman graffiti eksternal, dalam bentuk pelaksanaan kegiatan Visualisasi Identitas Kota Jakarta AuMenuju 5 AbadAy Melalui Karya Seni Graffiti di Duri Kepa sebagai upaya pembaruan estetika visual di lokasi sasaran dalam lingkungan Kelurahan Duri Kepa Kota Jakarta Barat melalui praktik seni visual jalanan (Street Ar. yang terkonsep dan mengandung unsur-unsur budaya lokal Kota Jakarta sebagai Kota Global. JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 10 No. 1 APRIL 2026 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X METODE PELAKSANAAN PENGABDIAN Gambar 5. Daigram Alur Mengacu kepada Gambar 5 diagram alur kegiatan di atas, metode pelaksanaan pengabdian yang dilakukan yaitu adalah sebagai berikut: Pertama, tahap Survei Lapangan dan SosialisasiAidi mana tim Pengabdian kepada Masyarakat FDIK dan FIKOM Universitas Esa Unggul bekerjasama dengan pihak Mitra yaitu Kelurahan Duri Kepa Kota Jakarta Barat dan anggota tim seniman graffiti eksternal untuk mengatur perencanaan lokasi, waktu pelaksanaan, berikut dengan pengaturan penggunaan sarana yang dibutuhkan pada saat pelaksanaan kegiatan, beserta perizinan terkait dengan lokasi sasaran terletak di ruang publik yaitu di tepi jalan raya. Kedua, penentuan tugas masing-masing anggota tim yang selain melibatkan para dosen dari beberapa bidang keilmuan berbeda, yakni bidang keilmuan Desain Komunikasi Visual. Desain Produk, dan Ilmu Komunikasi, juga melibatkan anggota mahasiswa internal serta tim seniman graffiti eksternal sesuai kepakaran dan keahliannya. Ketiga, setelah masing-masing anggota memahami tugasnya, selanjutnya memasuki tahap perancangan karya visualisasi budaya lokal Kota Jakarta sebagai kota global secara digital dengan menerapkan skala sesuai dengan ukuran media panel tembok di lokasi sasaran. Keempat, setelah mencapai kesepakatan sesuai hasil perancangan karya seni graffiti bersama dengan pihak mitra, para anggota tim mulai mempersiapkan bahan dan peralatan yang dibutuhkan untuk pelaksanaan kegiatan. Kelima, tahap pelaksanaan kegiatan pembuatan karya seni graffiti bertema AuJakarta Menuju 5 AbadAy yang merepresentasikan budaya lokal Kota Jakarta sebagai kota global dilakukan selama 3 hari berturut-turut pada tanggal 9, 10, dan 11 Oktober 2025 secara terstruktur. Keenam, tahap evaluasi dilakukan setelah kegiatan pengabdian selesai dilaksanakan dan diterapkan sesuai kebutuhan pihak mitra, yang mana tahap ini dibutuhkan agar tim memahami kekurangan maupun kelebihan pada saat proses pelaksanaan pengabdian. Untuk pendekatan yang dilakukan dengan mitra adalah studi kasus, dimana setelah mempelajari dan menemukan permasalahan prioritas mitra, tim pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat ini melakukan tahap diskusi bersama dengan mitra dan anggota tim dalam upaya mengeksplorasi ide sesuai dengan unsur kebudayaan lokal Kota Jakarta apa saja yang akan ditampilkan secara visual, agar dapat mencapai kesepakatan terkait hasil konsep karya seni graffiti bertema AuJakarta Menuju 5 AbadAy yang sesuai dengan kebutuhan mitra dan mampu JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 10 No. 1 APRIL 2026 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X memberikan dampak positif secara visual dan emosional terhadap masyarakat lokal di sekitar lokasi sasaran. Setelah melaksanakan tahap diskusi dan eksplorasi ide, tim pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat dan pihak mitra menetapkan bahwa unsur budaya lokal Kota Jakarta yang akan diimplementasikan secara visual dalam bentuk karya seni graffiti sebagai upaya memperindah estetika ruang publik di kawasan Kelurahan Duri Kepa Kota Jakarta Barat adalah menampilkan unsur karikatur wajah Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, yang dikombinasikan dengan ilustrasi siluet gedung. Monumen Nasional (Mona. Patung Pancoran, transportasi umum modern yaitu MRT, beserta ilustrasi ondel-ondel dan pencak silat khas budaya Betawi, dilengkapi oleh penulisan kalimat AuJakarta Menuju 500Ay yang didominasi oleh warna merah dan putih. Gambar 6. Hasil akhir sketsa digital konsep karya seni graffiti yang disepakati HASIL DAN PEMBAHASAN Tahap Pelaksanaan Pengabdian Berikut ini adalah uraian dari tahap pelaksanaan pengabdian yang berlangsung selama 3 hari berturut-turut, dimulai dari tanggal 9 Oktober 2025 sampai 11 Oktober 2025, oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat Lintas Disiplin Ilmu Universitas Esa Unggul bersama anggota tim mahasiswa dan didukung oleh tim seniman graffiti eksternal, yaitu adalah: Hari pertama . Oktober 2. Pada hari pertama pelaksanaan kegiatan pengabdian, ketua tim PkM dan anggota internal tim PkM berkoordinasi dengan Koordinator Bidang Lapangan sebagai wakil dari mitra (Kelurahan Duri Kep. serta pihak penyedia penyewaan perangkat Scaffolding di lokasi sasaran mitra yang telah ditetapkan sebelumnya sebagai pendukung untuk menjangkau area tembok yang berada di sisi atas dengan didampingi oleh petugas PPSU. Di hari yang sama, ketua tim PkM telah menjadi pembimbing dan pembina anggota tim mahasiswa dan tim seniman graffiti eksternal dalam pelaksanaan tahap pengecatan panel tembok menggunakan cat dasar secara keseluruhan dan tahap pembuatan gambar sketsa dasar menggunakan cat aerosol di panel tembok mengacu kepada sketsa konsep yang telah disepakati sebelumnya. Mengacu pada target durasi pelaksanaan di hari pertama yaitu 9 jam kerja, menjadi lebih cepat selesai yakni 6 jam kerja dengan hasil capaian melampaui target awal, dimana pada perencanaan kegiatan, hari pertama hanya melakukan pengecatan warna dasar saja, sedangkan hasil akhirnya telah mulai melakukan sketsa dengan adanya efisiensi waktu. JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 10 No. 1 APRIL 2026 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X Gambar 7. Anggota tim mahasiswa melakukan pengecatan warna dasar Gambar 8. Anggota tim mahasiswa membuat sketsa dasar sesuai konsep . Hari kedua . Oktober 2. Pada pelaksanaan program aksi PkM yang diadakan di hari kedua, ketua tim PkM yang telah berkoordinasi dengan anggota tim mahasiswa, tim seniman graffiti eksternal, serta petugas PPSU Kelurahan Duri Kepa melakukan proses sinkronisasi dan pengukuran . pada hasil sketsa dasar dari hari sebelumnya sesuai dengan hasil sketsa konsep yang telah disepakati, untuk kemudian para anggota tim mahasiswa internal dan tim seniman graffiti eksternal melakukan Filling pada karya graffiti secara keseluruhan menggunakan bahan cat aerosol yang telah disiapkan sebanyak 92 buah kaleng, dimana, definisi dari Filling sendiri adalah proses pengisian warna di dalam sketsa yang telah terbentuk (Fawzi & Muhajir, 2. Meskipun durasi pelaksanaan sesuai dengan target yaitu 12 jam, tetapi hasil capaiannya pun lebih banyak jika dibandingkan yang direncanakan, terkait dengan pembuatan sketsa maju lebih awal satu hari. Gambar 9. Anggota tim mahasiswa dan tim eksternal mewarnai gambar sketsa JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 10 No. 1 APRIL 2026 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X Gambar 10. Anggota tim mahasiswa dan tim eksternal melakukan pewarnaan detail Gambar 11. Anggota tim seniman eksternal menulis tipografi sesuai tema utama . Hari ketiga . Oktober 2. Pada pelaksanaan kegiatan pengabdian di hari ketiga, para anggota tim mahasiswa internal dan tim seniman graffiti eksternal melakukan proses akhir yaitu out lining . emberian garis lua. pada karya seni graffiti secara keseluruhan dibawah bimbingan dan arahan oleh ketua tim PkM yang mendampingi tanpa ada kendala, berikut proses aplikasi stiker logo Universitas Esa Unggul. Kelurahan Duri Kepa, dan Pemda DKI Jakarta dengan durasi kegiatan selama 5 jam. Untuk kegiatan penyerahan sertifikat apresiasi terhadap mitra, dihadiri oleh anggota tim dosen dan perwakilan pihak mitra yaitu Bapak Agustiawan selaku Sekretaris Kelurahan Duri Kepa terkait dokumentasi kegiatan pada hari terakhir. Gambar 12. Anggota tim dosen FIKOM melakukan pengecekan pada hari terakhir JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 10 No. 1 APRIL 2026 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X Hasil Akhir Pelaksanaan Pengabdian Berdasarkan tahap pelaksanaan yang telah diuraikan di subbab sebelumnya, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini telah selesai dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut sejak tanggal 9 sampai 11 Oktober 2025 lalu, berlokasi di panel tembok tepi jalan raya di dalam wilayah Kelurahan Duri Kepa Kota Jakarta Barat. Setelah tim Penulis menyelesaikan pelaksanaan pengabdian di lapangan sesuai dengan jadwal dan konsep gambar yang telah disepakati bersama pihak mitra, perwakilan dari pihak mitra yaitu Bapak Agustiawan selaku Sekretaris Kelurahan dan salah satu anggota tim Penulis yaitu Bapak Ikbal Rachmat dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Esa Unggul, bersama dengan kepala tim Penulis sebagai dosen Fakultas Desain dan Industri Kreatif Universitas Esa Unggul yakni Bapak Narhendrha Putra Sardjana melakukan kegiatan penyerahan sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas kerjasama dengan pihak mitra terkait pelaksanaan pengabdian ini. Gambar 13. Penyerahan sertifikat apresiasi kepada mitra di hari terakhir Pada tanggal 13 Oktober 2025, ketua tim Penulis didampingi oleh anggota tim yaitu Bapak Huddiansyah selaku dosen dari Fakultas Desain dan Industri Kreatif bertemu kembali dengan Ibu Arie Lystha. STP selaku Kepala Kelurahan Duri Kepa Kota Jakarta Barat bersama staf bidang lapangan untuk mengecek ulang hasil karya seni graffiti bertema AuJakarta Menuju 5 AbadAy dalam rangka kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, yang diabadikan sebagai bukti bahwa kegiatan Pengabdian tersebut telah resmi dan selesai dilaksanakan. Pihak Kepala Kelurahan dan 100% masyarakat setempat merasa puas dan bangga dengan hasil akhirnya yang membuat area kegiatan beautifikasi dengan karya seni graffiti menjadi lebih indah dan menarik, yang secara langsung menekan persentase 'jumlah dinding di area publik terbuka yang kumuh' menjadi lebih rendah, dari sebelumnya 100% menjadi 75%. Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa pihak mitra dan masyarakat sekitar berharap akan adanya kegiatan sejenis di lokasi lain yang terletak di area publik dalam lingkungan Kelurahan Duri Kepa Kota Jakarta Barat di masa yang akan JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 10 No. 1 APRIL 2026 DOI : 10. 36982/jam. ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X Gambar 14. Anggota tim pengabdian bersama mitra melakukan peresmian karya KESIMPULAN Berdasarkan hasil akhir kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang telah sukses dilaksanakan oleh tim lintas disiplin ilmu Universitas Esa Unggul di lingkungan Kelurahan Duri Kepa Kota Jakarta barat, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pengabdian ini telah sukses memberikan solusi terhadap permasalahan mitra, didukung oleh besarnya apresiasi positif dari masyarakat setempat yang tidak jarang datang menghampiri hanya untuk mengagumi kinerja dari tim pelaksana selaku Penulis selama 3 hari waktu pelaksanaan. Pihak mitra dan masyarakat setempat juga sangat berterima kasih kepada tim pelaksana, dengan adanya proses kreatif pembuatan karya seni graffiti bertema AuJakarta Menuju 5 AbadAy pada tembok berukuran 7x6 meter yang terbilang besar di tepi jalan raya, tanggapan negatif masyarakat akan karya seni graffiti pun berubah dalam sekejap menjadi tanggapan positif, yang mana karena terkonsep dan memiliki tema yang baik, maka karya seni graffiti ini pun sukses menjadi sesuatu hal baru yang indah secara estetika dan sangat menarik perhatian mata yang memandang. Mengacu kepada hasil pemberdayaan, yang mana terlihat adanya peningkatan persentase 'Beautifikasi pada dinding di area publik terbuka' dalam lingkungan Kelurahan Duri Kepa Jakarta Barat dari 0% menjadi 25%, pihak mitra dan masyarakat setempat sangat mengharapkan dengan antusiasme tinggi akan adanya kegiatan sejenis di masa yang akan datang. DAFTAR PUSTAKA