35 AAGRISILVIKA 7 . : 2023 : 2023 STRATEGI MANAJEMEN EKOSISTEM MANGROVE KECAMATAN UJUNG PANGKAH. KABUPATEN GRESIK Friza Rahmawanto Wibowo1. Pujono2. Yulia Yustha3 Prodi Agribisnis. Universitas PGRI Palangka Raya1, prodi ilmu sosiologi. Universitas PGRI Palangka Raya 2, prodi Kehutanana Universitas PGRI Palangka Raya3 frizarahma321@gmail. com1, pujonopkbm@gmail. com2, yuliayustha85@gmail. ABSTRAK Penelitian ini menerapkan metode observasi lapangan dan wawancara untuk menganalisis ekosistem mangrove di Kabupaten Gresik dengan pendekatan SWOT. Dari analisis tersebut, empat strategi utama diidentifikasi, yaitu memanfaatkan kekuatan untuk mengoptimalkan peluang (SO), menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman (ST), meminimalkan kelemahan untuk mengambil peluang (WO), dan mengurangi kelemahan untuk menghindari ancaman (WT). Dua strategi yang direkomendasikan adalah memanfaatkan ekosistem mangrove secara optimal untuk produk kayu, perikanan tangkap, dan ekowisata, serta melakukan penghijauan mangrove dengan penekanan pada partisipasi masyarakat. Strategi pengelolaan ekosistem mangrove diusulkan untuk Kecamatan Ujungpangkah, mencakup tindakan seperti sosialisasi, pelatihan, bantuan pembiayaan, peningkatan peran pemerintah dan masyarakat dalam pemantauan, serta melibatkan masyarakat lokal dalam pemanfaatan dan pemantauan kegiatan pengelolaan, dengan fokus pada penanaman mangrove, rehabilitasi, dan penatausahaan Strategi ini dirancang untuk menciptakan partisipasi aktif masyarakat dalam pemantauan dan pengelolaan ekosistem mangrove, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat sambil menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove di Kecamatan Ujungpangkah. Kata Kunci: Ekosistem Mangrove. Analisis SWOT, pengelolaan Hutan ABSTRACT This research applies field observation and interview methods to analyze the mangrove ecosystem in Gresik Regency using the SWOT approach. From this analysis, four main strategies were identified, namely utilizing strengths to optimize opportunities (SO), using strengths to overcome threats (ST), minimizing weaknesses to take opportunities (WO), and reducing weaknesses to avoid threats (WT). The two recommended strategies are utilizing the mangrove ecosystem optimally for wood products, capture fisheries and ecotourism, as well as reforesting mangroves with an emphasis on community participation. The mangrove ecosystem management strategy proposed for Ujungpangkah District includes actions such as outreach, training, financial assistance, increasing the role of government and community in monitoring, as well as involving local communities in the use and monitoring of management activities, with a focus on mangrove planting, rehabilitation and ecosystem administration. This strategy is designed to create active community participation in monitoring and managing the mangrove ecosystem, it is hoped that it can improve the welfare of the local community while maintaining the sustainability of the mangrove ecosystem in Ujungpangkah District. Keywords: Mangrove Ecosystem. SWOT Analysis. Forest Management A PENDAHULUAN mempertimbangkan kedua aspek tersebut secara bersamaan, mendorong tindakan proaktif, dan meningkatkan kesadaran terhadap peran strategi dalam menghadapi kondisi lingkungan. Strategi dalam analisis SWOT harus mengembangkan kekuatan, peluang, dan melindungi organisasi dari Analisis ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi pengembangan berdasarkan potensi-potensi yang dimiliki Hutan mangrove merupakan vegetasi di antara garis pasang surut, melindungi pantai dari abrasi, meredam badai, dan memiliki nilai Akar mangrove dapat menyerap logam berat dan menjadi indikator Meskipun penting, mangrove mengalami degradasi, terutama di Indonesia. Gresik. Jawa Timur, mengalami kerusakan signifikan, termasuk deforestasi dan abrasi Konversi lahan mangrove menjadi tambak adalah penyebab utama kerusakan. Isu lingkungan di Gresik melibatkan abrasi, pencemaran air, reklamasi, kerusakan mangrove, sedimentasi, dan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan. Kerusakan mangrove mengancam fungsi fisik, biologis, ekonomi, dan sosial ekosistem. Oleh karena itu, perhitungan nilai ekonomi total diperlukan untuk menilai manfaat dan kerugian secara keseluruhan, khususnya di Desa Banyuurip. Kabupaten Gresik. Internal Kekuatan (S) Identifikasi Eksternal METODE PENELITIAN Analisis SWOT (Strengths. Weaknesses. Opportunities. Threat. digunakan sebagai kerangka kerja untuk menganalisis keadaan organisasi secara Tujuannya adalah agar organisasi dapat lebih fokus dengan mempertimbangkan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Pendekatan ini melibatkan analisis lingkungan internal dan eksternal, menciptakan matriks SWOT untuk menggabungkan faktor-faktor tersebut. Proses mengidentifikasi strategi kebijakan, seperti memanfaatkan kekuatan dan peluang, memperbaiki kelemahan, dan menghindari Analisis SWOT dianggap populer karena memaksa pemangku kebijakan untuk Peluang (O) Identifikasi Strategi SO Alternatif strategi dari kekuatan untuk Ancaman (T) Identifikasi Strategi ST Alternatif strategi dari kekuatan untuk Kelemahan (W) Identifikasi faktor-faktor Strategi WO Alternatif strategi dari Strategi WT Alternatif strategi dari kelemahan dan HASIL DAN PEMBAHASAN Melalui observasi lapangan dan wawancara, analisis SWOT dilakukan untuk menyusun strategi pengelolaan ekosistem mangrove di Kabupaten Gresik. Analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi variabel dari strategi faktor internal dan eksternal, yaitu kekuatan dan kerentanan, serta peluang dan A AAGRISILVIKA 7 . : 2023 : 2023 Strategi masukan bagi pengambil kebijakan untuk Kabupaten Gresik. Rekomendasi kebijakan kelemahan ekosistem. Strategi faktor internal diharapkan mampu memaksimalkan manfaat pemanfaatan ekosistem mangrove dengan ekosistem mangrove, sehingga meningkatkan tetap menjaga kelestariannya. Kebijakan yang kesejahteraan masyarakat setempat. Dalam pengelolaan ekosistem mangrove, strategi pemanfaatan ekosistem mangrove diharapkan faktor eksternal memaksimalkan peluang dan dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk mengurangi risiko. Strategi faktor eksternal sekitar dengan tetap menjaga kelangsungan diharapkan dapat memberikan rekomendasi hidup ekosistem tersebut. kebijakan yang diperlukan untuk mendukung Melakukan analisis SWOT sebelum pemanfaatan ekosistem mangrove secara memutuskan strategi kebijakan pengelolaan Perpaduan faktor internal dan ekosistem mangrove. Hasil analisis SWOT eksternal dalam pengelolaan ekosistem digunakan untuk menentukan arah kebijakan mangrove secara lestari diharapkan dapat pengelolaan ekosistem mangrove Kabupaten Gresik. Matriks faktor internal dan eksternal ditunjukkan pada Tabel 1: Strategi mangrove diharapkan dapat memberikan Tabel 1. Matriks pengelolaan faktor ekosistem mangrove internal dan eksternal No. Faktor internal Bobot Rating Bobot x Rating Kekuatan Luasan dan potensi ekosistem sangat tinggi Ekosistem mangrove menyediakan hasil kayu dan tempat penangkapan laut bagi masyarakat sekitar Ekosistem mangrove dapat hidup mudah dan subur Kelemahan Terjadinya degradasi ekosistem Kurangnya tingkat kesadaran dalam melestarikan ekosistem Tingkat pendidikan dan masyarakat sekitar yang rendah Jumlah No. Faktor eksternal Bobot Rating Bobot x Rating A Peluang Banyaknya potensi sumberdaya di Ekosistem mangrove yang bisa Pengembangan ekowisata ekosistem Daya dukung lingkungan dalam tumbuhnya mangrove masih baik Ancaman Pemanfaatan ekosistem mangrove berlebih dan merusak Konversi lahan ekosistem mangrove Sampah rumah tangga Jumlah Berdasarkan Tabel 1 diketahui nilai faktor internal dan eksternal sehingga dapat disusun menjadi matriks SWOT. Merupakan strategi agresif dimana strategi pengelolaan ekosistem mangrove memiliki posisi strategis pada kekuatan dan peluang. Strategi ini memanfaatkan semua kekuatan yang ada untuk memaksimalkan peluang (Rangkuti. Tabel 2 menampilkan matrik SWOT strategi pengelolaan ekosistem mangrove di Kabupaten Gresik. Tabel 2. Analisis SWOT pengelolaan mangrove keberlanjutan Faktor Internal Faktor Eksternal Kekuatan (S) Kelemahan (W) Luasan dan potensi ekosistem mangrovesangat Ekosistem mangrove menyediakan hasil kayu dan tempat penangkapan sumberdaya laut bagi masyarakat sekitar Ekosistem mangrove dapat hidup denganmudah dan subur Terjadinya degradasi ekosistem mangrove Kurangnya tingkat kesadaran masyarakat dalam melestarikan ekosistem mangrove Tingkat pendidikan dan perekonomian masyarakatsekitar yang rendah AAGRISILVIKA 7 . : 2023 : 2023 Peluang (O) Strategi SO Strategi WO Banyaknya potensi sumberdaya di ekosistem mangrove yang bisa Pengembangan ekowisata ekosistem mangrove Daya dukung lingkungan dalam tumbuhnya mangrove masih baik Memanfaatkan ekosistem mangrove secara optimal untuk perikanan tangkap, dan ekosistem mangrove (S1. S2. S3. O1. O2. Melakukan reboisasi mangrove untuk memperbaiki pemanfaatan yang telah dilakukan (S1. S2. S3. O1. Melakukan peningkatan partisipasi masyarakat dalampengelolaan ekosistem mangrove (W1. W2. W3. O1. Melakukan pelatihan dan penyuluhan dalam keterampilan pengelolaan ekosistem mangrove untuk meningkatkan perekonomian masyarakat (W2. W3. O1. Ancaman (T) Strategi ST Strategi WT Pemanfaatan ekosistem mangrove yang berlebih danmerusak Konversi lahan ekosistem Sampah rumah tangga Meningkatkan pengawasan pemanfaatan ekosistem mangrove (S1. S2. T1. Melakukan penyuluhan terhadap pengelolaan ekosistem mangrove dan pengelolaan sampahrumah tangga (S1. S2. T1. T2. Melakukan peningkatan perekonomian masyarakat(W3. T1. T2. Melibatkan masyarakat sekitar dalam pengelolaanekosistem mangrove (W1. W2. W3. T1. T2. memanfaatkan peluang yang ada, dan strategi Berdasarkan Tabel 2, terdapat empat WT meminimalkan kelemahan untuk strategi pengelolaan ekosistem mangrove di menghindari ancaman. Setelah mempelajari Kabupaten Gresik. Strategi delapan . strategi manajemen yang dapat dikembangkan. Ekosistem mangrove di memanfaatkan peluang yang ada, strategi ST Kabupaten Gresik, maka strategi ini dapat memaksimalkan kekuatan untuk mengatasi diimplementasikan sesuai dengan skala prioritas Tabel 3. Tabel 3. Penentuan strategi kebijakan untuk ekosistem mangrove Unsur SWOT Keterkaitan Skor Ranking Memanfaatkan ekosistem mangrove S1. S2. S3,O1, secara optimal untuk hasil perikanan O2. tangkap, dan ekowisata dengan memperhatikan kelestarian ekosistem Melakukan reboisasi mangrove untuk S1. S2. S3, memperbaiki pemanfaatan yang telah O1. Melakukan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan ekosistem mangrove Melakukan pelatihan dan penyuluhan dalam keterampilan pengelolaan ekosistem mangrove untuk meningkatkan perekonomian masyarakat W1. W2. W3, O1. W2. W3. O1,O2 Meningkatkan pengawasan pemanfaatan ekosistem mangrove Melakukan penyuluhan terhadap pengelolaan ekosistem mangrove dan pengelolaan sampah rumah tangga Melakukan peningkatan perekonomian masyarakat Melibatkan masyarakat sekitar dalam pengelolaan ekosistem mangrove S1. S2. T1. S1. S2. T1,T2. W3. T1. T2. W1. W2. W3. T1. T2. T3 Berdasarkan Tabel 3, strategi pengelolaan ekosistem mangrove yang adalah mendorong pemanfaatan ekosistem mangrove secara optimal untuk produk kayu, perikanan tangkap, dan ekowisata dengan dan melakukan penghijauan mangrove untuk meningkatkan pemanfaatan yang telah dilakukan. Hal ini dikarenakan penduduk di lokasi penelitian sangat bergantung pada ekosistem mangrove untuk sehari-hari. Rekomendasi kesejahteraan masyarakat sekitar ekosistem kesejahteraan keluarga yang memanfaatkan ekosistem mangrove. Dengan meningkatkan kemampuan masyarakat penerima manfaat ekosistem mangrove di Kabupaten Gresik, maka dapat diterapkan kebijakan yang mendorong pemanfaatan ekosistem mangrove secara optimal. Mendidik penerima manfaat ekosistem mangrove tentang karakteristik sumber daya yang digunakan oleh masyarakat di sekitar ekosistem mangrove merupakan metode untuk meningkatkan keterampilan Hal mangrove, yang mengarah pada peningkatan pendapatan dan taraf hidup masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Pemanfaatan ekosistem mangrove harus dilakukan secara optimal dan lestari masyarakat dan menjamin ekosistem mangrove tetap lestari. Masyarakat sekitar mengambil kayu mangrove untuk pondasi rumah dan arang serta menangkap ikan, udang, dan kepiting di ekosistem mangrove. Semua individu percaya bahwa mereka memiliki hak untuk memanfaatkan sumber daya ini, sehingga harus dilakukan dengan hati-hati. Selain strategi pengelolaan, reboisasi mangrove menjadi prioritas berikutnya guna meningkatkan pemanfaatan yang sudah ada. Penghijauan mangrove sangat penting untuk keberlanjutan ekosistem mangrove dan semua organisme laut dan darat yang bergantung padanya. Hal ini sesuai dengan pernyataan Salim . dalam Hilmi . yang menyatakan bahwa ekosistem menghubungkan ekosistem laut dan darat. Tindakan berikut dapat dilakukan berdasarkan strategi ini: Melakukan A AAGRISILVIKA 7 . : 2023 : 2023 pengelolaan ekosistem mangrove yang optimal dan lestari. Menyelenggarakan keterampilan dan teknologi dalam pengelolaan ekosistem mangrove guna meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. Memperkenalkan berbagai persiapan yang dapat dilakukan dari sumber daya ekosistem mangrove yang ada untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar. Berdasarkan memberikan bantuan pembiayaan Meningkatkan peran pemerintah dan pengelolaan ekosistem mangrove. Komunikasikan norma, sanksi, dan mangrove yang berlebihan dan Melibatkan masyarakat lokal dalam kegiatan pengelolaan ekosistem Penanaman mangrove. Memulihkan prasarana dan sarana yang berkaitan dengan ekosistem mangrove, seperti pembangunan sarana pesisir untuk mengurangi erosi pantai di Kecamatan Mandah Meningkatkan fungsi organisasi masyarakat dalam pemantauan dan pengelolaan ekosistem mangrove. Menyusun rencana pengelolaan ekosistem mangrove yang optimal. Penatausahaan ekosistem mangrove di Kecamatan Mandah harus ada penegakan hukum dan pengawasan yang tegas. Strategi mangrove ini harus mengikutsertakan masyarakat sekitar dalam pelaksanaannya. Strategi ini mendorong partisipasi masyarakat lokal dalam pemantauan pemanfaatan ekosistem mangrove. Hal ini sesuai dengan pernyataan Raharjo . bahwa keterlibatan konseptualisasi, perumusan, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengawasan pengelolaan suatu ekosistem. Dengan implementasi strategi kebijakan tersebut sesuai dengan skala kepentingan yang ada, diharapkan kegiatan pengelolaan ekosistem mangrove di Kecamatan Ujungpangkah dapat kesejahteraan masyarakat setempat. KESIMPULAN Berdasarkan SWOT, rekomendasi kebijakan strategis yang pemanfaatan ekosistem mangrove secara optimal untuk hasil perikanan tangkap, produk kayu, dan ekowisata, sekaligus melakukan reboisasi mangrove untuk memperbaiki pemanfaatan yang telah Dengan melibatkan masyarakat lokal, strategi ini diharapkan dapat setempat, sekaligus menjaga kelestarian ekosistem mangrove. Implementasi membutuhkan koordinasi yang erat antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait Selain itu, upaya sosialisasi, pelatihan, dan pendekatan partisipatif masyarakat merupakan kunci kesuksesan dalam pengelolaan ekosistem mangrove Kecamatan Ujungpangkah. Kabupaten Gresik. DAFTAR PUSTAKA