Essor Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 3 Desember 2025 ISSN: 3110-410X (Electroni. Open Access: https://gumpublisher. id/index. php/essor/index Pemberdayaan Ibu-Ibu Desa Sikur melalui Pelatihan Demo Masak: Implementasi Program KKN dalam Peningkatan Keterampilan Kuliner Nurul Hidayatul Soleha1*. Atma Rosmi Wiwik Lestari2. Juaini Muhtar3. Sinta Nurhidayati4. Ernawati5. Moh. Syarif Hidayatullah6 1-3Program Studi Pariwisata. Universitas Hamzanwadi. Lombok Timur. Indonesia 4Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Universitas Hamzanwadi. Lombok Timur. Indonesia 5Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Universitas Hamzanwadi. Lombok Timur. Indonesia 6Universitas Hamzanwadi. Lombok Timur. Indonesia *Email: nurulsoleha607@gmail. Info Artikel : Diterima : 21-11-25 Disetujui : 28-11-25 Dipublikasikan : 3-12-25 ABSTRAK Program pengabdian kepada masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) memiliki peran strategis dalam meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya pemberdayaan perempuan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan kuliner ibu-ibu Desa Sikur melalui pelatihan demo masak yang dirancang secara partisipatif. Pelatihan mencakup pengenalan bahan, teknik dasar memasak, praktik higienitas, dan inovasi menu. Penguatan nilai karakter religius juga dilakukan melalui internalisasi nilai keteladanan, kedisiplinan, kebersamaan, dan syukur terhadap nikmat pangan, sebagaimana direkomendasikan sejumlah penelitian terkait karakter religius. Metode pelaksanaan meliputi observasi, wawancara, pelatihan langsung, pendampingan, dan evaluasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan peserta, ditunjukkan oleh grafik perkembangan serta hasil evaluasi sebelum dan sesudah kegiatan. Program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan kuliner, kemandirian ekonomi keluarga, dan penguatan karakter religius melalui nilai kerja keras, disiplin, dan rasa syukur. Diharapkan program ini dapat dilanjutkan oleh pemerintah desa atau mitra lokal untuk memperluas manfaat pemberdayaan Kata Kunci: pemberdayaan. demo masak. KKN. karakter religius. ABSTRACT The community service program through the KKN initiative plays a strategic role in enhancing community capacity, particularly in empowering women. This activity aims to improve the culinary skills of women in Sikur Village through a participatory cooking demonstration training. The training includes ingredient introduction, basic cooking techniques, hygiene practices, and menu Strengthening religious character values was integrated through exemplary behavior, discipline, cooperation, and gratitude toward food resources, as emphasized by previous studies on religious character formation The methods included observation, interviews, hands-on training, mentoring, and evaluation. Results indicated a significant improvement in participantsAo skills, illustrated through progress graphs and preAepost assessments. This program positively impacted culinary competence, family economic independence, and religious character reinforcement. Continuing such programs is recommended to maximize long-term empowerment outcomes. Keywords : community empowerment. cooking demonstration. culinary skill. KKN. A2022 Penulis. Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi Creative Commons Attribution Non Commercial 4. 0 International License. ttps://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. PENDAHULUAN Desa Sikur merupakan desa yang berada di Kecamatan Sikur. Kabupaten Lombok Timur, yang memiliki berbagai potensi sumber daya lokal yang cukup beragam dan memiliki sikap ramah tamah. Desa Sikur memiliki kondisi sosial budaya yang sangat kental dengan aktivitas gotong royong dan adat istiadat yang masih terjaga sampai saat ini. Mayoritas penduduk Desa Sikur bekerja di sektor pertanian, perdagangan kecil dan usaha rumah tangga, sehingga pola kehidupan masyarakat sangat dipengaruhi oleh kegiatan ekonomi. Dikarenakan perkembangan desa yang semakin dinamis, peran perempuan Desa Sikur tidak dapat dipisahkan dalam pembangunan sosial maupun ekonomi. Langkah strategis yang Essor: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 3 Desember 2025 dapat diambil adalah dengan melakukan pemberdayaan perempuan dalam bidang kuliner agar dapat mendongkrak kreativitas dan wawasan dari perempuan Desa Sikur (Nasrudin et al. , 2023, hlm. Pemberdayaan perempuan merupakan salah satu fokus penting dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, karena perempuan memiliki peran strategis dalam ketahanan pangan keluarga dan ekonomi rumah tangga. Pelatihan kuliner menjadi salah satu bentuk pemberdayaan yang efektif karena selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini dapat mengembangkan kreativitas dan peluang usaha Di Desa Sikur, ibu-ibu memiliki potensi besar dalam bidang kuliner, namun keterampilan tersebut belum dimanfaatkan secara optimal sebagai peluang usaha. Oleh karena itu, program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diadakan oleh Mahasiswa Universitas Hamzanwadi hadir sebagai wadah pengembangan kapasitas melalui kegiatan pelatihan demo masak yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan kuliner para ibu rumah tangga (Hidayah, 2025, hlm. Pelatihan Demo Masak adalah kegiatan pelatihan yang mengajarkan mengolah bahan makanan menggunakan teknik dasar yang digunakan pada kegiatan sehari-hari. Pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan praktis mengenai teknik memasak yang lebih kreatif dan higienis, tetapi juga menumbuhkan motivasi untuk menerapkan keterampilan tersebut dalam kegiatan usaha rumahan. Melalui pendekatan pemberdayaan, program KKN berupaya mendorong ibu-ibu Desa Sikur agar mampu menghasilkan produk kuliner yang bernilai jual serta berdaya saing. Selain itu, kegiatan demo masak ini juga mengajarkan tata cara sebelum memulai memasak, baik dalam menyiapkan alat, bahan, maupun pembiasaan berdoa sebelum memulai aktivitas (Lutfiana et al. , 2021, hlm. Pembentukan karakter religius dalam diri peserta juga penting dilakukan melalui internalisasi nilai kerja keras, disiplin, syukur, dan kebersamaan. Beberapa penelitian menegaskan bahwa karakter religius terbentuk melalui keteladanan dan pembiasaan strategi pendidikan agama (Awali, 2. , serta pengalaman belajar langsung di lingkungan sosial. Nilai-nilai tersebut dapat terintegrasi dalam pelatihan kuliner sehingga pembelajaran tidak hanya berbasis keterampilan tetapi juga karakter. Penelitian lain menekankan bahwa pendidikan berbasis religius relevan diterapkan dalam konteks masyarakat karena mampu membangun etos kerja, sikap tanggung jawab, dan moralitas. Integrasi ini menjadi penting dalam kegiatan pelatihan demo masak bagi ibu-ibu Desa Sikur sebagai wujud implementasi program KKN. METODE Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan kuantitatif. Data diperoleh melalui: Observasi awal Mengidentifikasi kebutuhan ibu-ibu Desa Sikur tentang keterampilan memasak, higienitas, dan peluang usaha kuliner. Wawancara dan pemetaan potensi Wawancara dengan 10 orang yang diantaranya ada ketua kader, ibu kades, dan pelaku UMKM . Pelatihan demo masak Pelatihan dilakukan melalui demonstrasi langsung, pendampingan praktik, dan diskusi interaktif. Integrasi nilai religius Disisipkan melalui teladan instruktur, kedisiplinan waktu, etika bersih, dan refleksi syukur. Dokumentasi foto dan video Pelatihan Demo Masak HASIL DAN PEMBAHASAN Peningkatan Keterampilan Kuliner Peserta Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan peserta dalam memahami teknik memasak, penggunaan bahan makanan, dan penyajian hidangan. Hal ini sejalan dengan konsep bahwa kemampuan praktis dapat berkembang melalui pengalaman langsung dan latihan Model pelatihan berbasis keteladanan instruktur juga membantu peserta meniru teknik secara efektif, sebagaimana ditegaskan oleh Awali . bahwa keteladanan merupakan elemen utama dalam Grafik hasil peningkatan keterampilan disajikan melalui gambar berikut: Essor: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 3 Desember 2025 Gambar 1. Grafik Keterampilan Memasak Penguatan Karakter Religius melalui Pembiasaan dan Keteladanan Nilai religius yang diintegrasikan ke dalam kegiatan terbukti memberikan dampak positif terhadap perubahan perilaku peserta. Misalnya: A Peserta mulai membiasakan doa sebelum memulai aktivitas memasak. A Kedisiplinan meningkat, terlihat dari kehadiran tepat waktu pada setiap sesi. A Sikap peduli kebersihan meningkat, sejalan dengan temuan Sumiati et al. bahwa pembiasaan kegiatan keagamaan memperkuat karakter religius. A Kerja sama kelompok tercipta secara lebih harmonis, berlandaskan nilai ukhuwah. Pembentukan karakter religius tidak hanya terjadi melalui penyampaian materi, tetapi melalui role modeling, interaksi sosial, dan budaya kegiatan yang konsisten. Dalam pelatihan ini, instruktur berperan sebagai figur teladan yang memperlihatkan kedisiplinan, kesabaran, dan kebersihan selama proses memasak. Gambar 2. Proses pelaksanaan pelatihan Gambar 3. Foto bersama peserta pelatihan Dampak Sosial dan Kemandirian Ekonomi Lokal Peningkatan keterampilan memasak berdampak pada munculnya gagasan membentuk usaha kecil-kecilan seperti katering rumahan maupun penjualan jajanan lokal. Hal ini didukung oleh peningkatan kepercayaan diri peserta setelah berhasil mempraktikkan menu baru secara mandiri. Dalam konteks penguatan karakter religius, usaha produktif ini juga diarahkan untuk menerapkan Essor: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 3 Desember 2025 prinsip halal-thayyib dalam pengolahan makanan, sesuai dengan panduan pendidikan Islam modern (Awali, 2. Tabel 1. Hasil Kegiatan Aspek yang Dinilai Teknik Mengolah Bahan Kebersihan & Sanitasi Penyajian Hidangan Kedisiplinan Waktu Kerja Sama Kelompok Pra-Kegiatan Pasca-Kegiatan Peningkatan (%) KESIMPULAN Pelatihan demo masak bagi ibu-ibu Desa Sikur berhasil meningkatkan keterampilan kuliner sekaligus memperkuat karakter religius peserta. Integrasi nilai religius seperti disiplin, kebersihan, kerja sama, dan rasa syukur menjadikan kegiatan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berorientasi pada pembentukan karakter. Dampak sosial berupa meningkatnya kepercayaan diri dan ide usaha kuliner juga menjadi hasil penting dari program KKN ini. SARAN Saran untuk pelaksanaan berikutnya adalah pentingnya memperluas varian menu, melibatkan ahli gizi, serta membangun kelompok usaha bersama sebagai tindak lanjut pemberdayaan berkelanjutan. DAFTAR PUSTAKA