MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 Pengembangan Pembelajaran Huruf Hijaiyah Bagi Anak di Kawasan Muslim Minoritas untuk Menghadapi Era Society 5. Fakhri Arya Ramadhan IAI Riyadlotul Mujahidin Ngabar fakhriaryaramadhan656@gmail. Muhammad Ichsan Hakiki IAI Riyadlotul Mujahidin Ngabar michsanhakiki@gmail. Syahrial Alamsyah Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar syahrialalamsyah656@gmail. Fahmi Aulia Zaki Romdhoni IAI Riyadlotul Mujahidin Ngabar fahmiazaro@gmail. Abstract: Society 5. 0 era is an anticipation of the turmoil of disruption due to the industrial 0 which tends to make humans dependent on technology. So we need a learning process that is appropriate for all groups to deal with it, including for children in Muslim minority This study aims to determine the impact of hijaiyah letter-based learning on children in minority Muslim areas in facing the era of society 5. This study used a qualitative research method with the research subject of TPQ Fathus Salafi Badung Bali students. Data was collected using interviews, observation and documentation. The results of this study indicate that TPQ Fathus Salafi Badung Bali students are children who live in Muslim minority areas. Santri are grouped by age, namely students between the ages of 3 to 5 years, ages 6 to 11 years and ages 12 to 15 years. Learning programs at TPQ Fathus Salafi can be divided into daily, weekly, monthly and yearly learning programs. All programs aim to prepare a generation of Muslims who are ready to compete with non-Muslims in the Society 5. 0 era through learning based on hijaiyah letters. The impact of hijaiyah letter-based learning on children in minority Muslim areas in facing the era of seen in three aspects of education, namely affective aspects, cognitive and psychomotor The affective aspect is seen in the seriousness of the child in receiving lessons. The cognitive aspect can be seen from the child's ability to understand and process the material Meanwhile, the psychomotor aspects appear when children are able to apply what they have learned in social life in non-Muslim areas. Era of society 5. 0, hijaiyah letters. Muslim minorities, learning. Keyword: Children education, hijaiyah letters, learning. Muslim minorities. Society 5. 0 era Abstrak: : Era Society 5. 0 merupakan antisipasi dari gejolak disrupsi akibat revolusi industri 4. yang cenderung membuat manusia tergantung terhadap teknologi. Maka diperlukan proses pembelajaran yang sesuai bagi semua kalangan untuk menghadapinya, termasuk bagi anak di kawasan muslim minoritas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pembelajaran berbasis huruf hijaiyah terhadap anak di kawasan muslim minoritas dalam menghadapi era society Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan subjek penelitian santri TPQ Fathus Salafi Badung Bali. Data dikumpulkan menggunakan wawancara, observasi dan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa santri TPQ Fathus Salafi Badung Bali MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 merupakan anak yang tinggal di kawasan minoritas muslim. Santri dikelompokkan berdasarkan usia, yaitu santri yang berusia antara 3 sampai 5 tahun, usia 6 hingga 11 tahun dan usia 12 hingga 15 tahun. Program pembelajaran di TPQ Fathus Salafi dapat dibagi menjadi program pembelajaran harian, mingguan, bulanan dan tahunan. Seluruh program bertujuan untuk menyiapkan generasi muslim yang siap bersaing dengan kaum nonmuslim di era Society 5. 0 melalui pembelajaran berbasis huruf hijaiyah. Dampak pembelajaran berbasis huruf hijaiyah terhadap anak di kawasan muslim minoritas dalam menghadapi era society 5. tampak pada tiga aspek pendidikan, yaitu aspek afektif, aspek kognitif dan psikomotor. Aspek afektif terlihat pada kesungguhan anak dalam menerima pelajaran. Aspek kognitif tampak dari kemampuan anak dalam memahami dan memproses materi-materi yang diberikan. Sedangkan aspek psikomotor tampak saat anak mampu menerapkan apa yang telah dipelajari dalam kehidupan bermasyarakat di kawasan non-muslim. Kata kunci: Era society 5. 0, huruf hijaiyah, muslim minoritas, pembelajaran. PENDAHULUAN Era Society 5. 0 saat menjadi strategi baru yang diharapkan mampu menutupi kekurangan era sebelumnya, yaitu era Industri 4. Era Society 5. 0 digagas oleh negara Jepang pada 19 januari Konsep ini memungkinkan kita menggunakan ilmu pengetahuan yang berbasis modern (AI. Robot. Io. untuk kebutuhan manusia dengan tujuan agar manusia dapat hidup dengan nyaman. Era Society 5. 0, dibuat sebagai antisipasi dari gejolak disrupsi akibat revolusi industri 4. 0, yang menyebabkan ketidakpastian yang kompleks dan ambigu, akibat ketergantungan manusia terhadap 1 Dikhawatirkan invansi tersebut dapat menggerus nilai-nilai karakter kemanusiaan yang dipertahankan selama ini. Karakter manusia yang akan mudah tergerus oleh era Industri 5. 0 adalah kerakter manusia sebagai makhluk social. Dalam hal ini manusia memiliki ciri yaitu saling beinteraksi dan membutuhkan antara satu dengan yang lain diberbagai aspek kehidupan. Salah satu aspek penting untuk menjaga karakter manusia adalah pendidikan. Dunia pendidikan memiliki tugas penting dalam menyiapkan kualitas manusia dalam menghadapi era society 5. 0 Karena dengan pendidikan yang baik itu yang akan mendukung nantinya para peserta didik siap untuk menghadapi perkembangan dan perubahan era globalisasi. Maka dari itu dunia pendidikan harus sangat Nurani. Menyiapkan Pendidikan Profesional di Era Society 5. https:ditpsd. id/artikel/detail/menyiapkan_pendidikan_ profesional_di_era_society_5. pada 14 Mei 2023 pukul 21. 30 WIB] iakses MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 memperhatikan tentang apa yang dibutuhkan para siswa di era society 5. 0 Menurut Zulfikar Alimuddin. Director of Hafecs (Highly Functioning Education Consulting Service. menilai di era 0 . siswa dituntut untuk lebih inovatif dan dinamis dalam mengajar di Ahli pendidikan lain yaitu Risdianto mengatakan AuSiswa juga harus memiliki kecakapan hidup abad 21 yaitu memiliki kemampuan leadership, digital literacy, communication, emotional intelligence, entrepreneurship, global citizenship, team working dan problem solving. Fokus keahlian bidang pendidikan abad 21 saat ini dikenal dengan 4C yang meliputi creativity, critical thinking, communication dan collaboration. Selain itu pada pada era society 5. 0 banyak hal- hal yang akan berubah . karena pada era ini sangatlah berbeda kehidupan manusia akan dikembalikan sebagaimana seharusnya yaitu human to human atau antar sesame makhluk hidup hal inilah yang hilang pada era industri 4. 0 yang mana manusia seakan akan diatur oleh tekhnologi . maka dalam hal ini pendidikan sangatlah berperan penting. Pendidikan memiliki perannan sangat penting dalam pembentukan karakter, kebugaran jasmani dan rohani dan kecerdasaan bagi peserta didik. Dalam pendidikan menurut agama islam ada berbagai hal yang harus diperhatian : pendidikan akal atau kecerdasan, pendidikan akhlak , dan pendidikan jiwa raga dan jasmani. 4 Hal ini yang diperlukan seorang anak atau peserta didik pada masa kejayaannya islam pernah berperan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan perkembangan tekhnologi dengan lahirnya para filsafat dan ilmuan islam seperti ibnu sina . apak kedokteran. Alkhawaritme bapak matematika. Merupakan sebuah pencapaian besar dalam sejarah 5 Dan untuk mencapai hal tersebut. pendidikan harus mencapai tujuan pendidikan yaitu kecerdasan Intelektual (IQ) dan kecerdasan Emosional (EQ). Kecerdasan Intelektual (IQ) merupkan istilah yang di gunakan untuk mengukur tingakat kecerdasan individu. IQ pertama kali di perkenalkan oleh ahli psikologi dari Prancis. Alferd Binet. Nurani. Menyiapkan Pendidikan Profesional di Era Society 5. Nurani. Menyiapkan Pendidikan Profesional di Era Society 5. Susanto. Perkembangan Anak Usia Dini: Pengantar dalam Berbagai Aspeknya. Jakarta: Prenandamedia Group. Ansoriy. Kebiasaan Membaca Al-QurAoan dan Implikasinya terhadap Kecerdasan Intelektualitas Mahasiswa. Sarjana. Universitas Darussalam Gontor. Goleman. Emotional Inteligence, terj. Hermaya. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 pada awal ke dua puluh. IQ adalah sebuah kecerdasan formal yang mempelajari cara memanipulasi dan menggunakan aturan aturan formal, seperti aturan aturan tata bahsa atau arimatika. Selain itu. Dwijayanti mendefinisikan IQ sebagai kemampuan seseorang untuk memproleh pengetahuan, menguasai dan menerapkan dalam mengahadapi masalah. Sehingga dapat disimpulkan bahawa IQ adalah salah satu bentuk kecerdasan manusia yang membuat manusia mampu utuk memlakukan kegiatan testruktur dan mampu berfikir logis dan rasional, dapat menyimpulkan suatu kata. Selain itu dalam perkembangan kecerdaasan manusia tidak luput dari kecerdasaan emosional. Kecerdasan emosial tidak dibentuk oleh ilmu atau dengan membaca buku kecerdasaan ini dibentuk sering bertambahnya usia dan pengalaman selain itu dengan membaca alquran. Daniel Goleman, yakni seorang ahli psikologi perkembangan dari universitas Hatvard. Amerika Serikat, dalam bukunya yaitu yang berjudul AuEmotional IntelegenceAy ia mengatakan koordinasi dari suasana hati adalah inti dari hubungan sosial yang baik. terdapat dalam Al-Quran. Hal ini merupakan salah satu keunggulan yang dimiliki oleh Al-Quran dan sudah banyak para ilmuan yang membuktikan kandungan kandungan yang ada dalam Al-Quran. Sejarah Islam telah membuktikan bahwa keilmuan alquran dan Perkembangan kecerdasan intelektual saling berkaitan. dan terbukti banyak ilmuan Islam berkontribusi dengan berbagai pengetahuan dan menjadikan Al-Quran menjadi pedoman mereka. Al-Quran juga telah membahas aspek psikologi manusia dan penciptaan manusia dalam suratnya yang berbunyi: a AaIac acON OIa aA AaONa aI I A AOUE Ia A A aOeEaAe a a a CaEa A ca aAO Na n aO a a Ea Ea aE IA a a a a a eAE eI a aOeEaA a a a e Aa e aE aO aI yA AuKemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh . -Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati. kamu sedikit sekali bersyukur (As-Sajdah: . Darwin. Tes Emosi. Tangerang: Gaya Media Pratama. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 Hal ini membuktikan Allah telah menciptakan hati sebagai alat psikologi atau perasaan yang nantinya akan menciptakan sifat peduli antar sesama dan sifat saling tolong menolong maka dari itu untuk mencapai tujuan pendidikan dibutuhkanlah kurikulum yang kompetitif. Maka dari itu penting bagi seorang muslim untuk mempelajari Al-QurAoan sejak dini atau masa kanak-kanak. Pengenalan dalam pembelajaran Al-QurAoan yang paling awal adalah dengan membacanya, dengan kata lain, anak-anak harus diajarkan membaca huruf Hijaiyah sebagai huruf Al-QurAoan sebelum mempelajari makna yang terkandung didalamnya. Lebih lanjut, pembelajaran huruf hijaiyah sejak dini akan memudahkan anak dalam proses menghafal dan mempelajari ilmu ilmu didalam Al-Quran. Selain itu, mempelajari Al-QurAoan juga merupakan hal penting dalam pengembangan kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional bagi anak muslim. Pengenalan huruf hijaiyah merupakan salah satu unsur penting dalam pembelajaran kepada anak agar dapat mempelajari ilmu agama dengan baik8, oleh karena itu untuk mengenalkan huruf hijaiyah pada anak usia dini sangat dibutuhkan suatu metode atau media pembelajaran yang tepat serta strategi yang baik, karena memiliki andil yang sangat besar dalam proses pembelajaran. 9 Namun demikian, tidak semua umat muslim berkesempatan untuk belajar membaca Al-QurAoan, terlebih jika mereka hidup diantara umat lain . on-musli. Hasil penelitian yang dilakukan di Bali oleh Huda menunjukkan bahwa terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi anak dan remaja dalam mempelajari ilmu agama termasuk Al-QurAoan. Hasil penelitian menunjukkan rendahnya motivasi belajar siswa, banyaknya siswa yang tidak bisa baca tulis Al-QurAoan dengan lancar dan baik serta mahalnya biaya sekolah yang berbasis agama Islam. Adapun problem yang dihadapi oleh guru Agama Islam yaitu tidak tersedianya ruangan khusus untuk proses pembelajaran serta kurangnya tenaga pendidik muslim di sekolah. Sehingga Imroatun. Pembelajaran Huruf Hijaiyah bagi Anak Usia Dini. Proceedings of The 2nd Annual Conference on Islamic Early Childhood Education, hal. Sari. Rancang Bangun Media Pengenalan Huruf Hijaiyah Untuk Anak Usia Dini Berbasis Android. Jurnal Teknologi Informasi, 14 . , pp. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 guru menciptakan suasana belajar yang nyaman, kondusif dan inovatif, guru agama mengadakan program belajar tambahan di luar jam pelajaran sekolah untuk melancarkan bacaan Al-QurAoan. Penjelasan diatas menunjukkan pentingnya pembelajaran huruf hijaiyah bagi umat muslim, termasuk bagi umat muslim yang hidup dikawasan mayoritas non-muslim. Maka peneliti melaksanakan penelitian dengan tujuan mengembangkan pembelajaran huruf hijaiyah serta ingin melihat dampaknya bagi anak yang mempelajarinya, khususnya anak-anak yang berada dikawasan minoritas Islam. METODE Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif, yakni penelitian yang menggunakan seting kehidupan sehari-hari subjek. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Secara umum, pendekatan deskriptif yang digunakan dalam ilmu social bertujuan untuk menjelaskan situasi kehidupan seseorang dengan mencaritahu bagaimana individu tersebut memaknai pengalaman-pengalaman yang telah dialami. Hal ini dilakukan karena individu merupakan orang pertama yang mengalami pengalamannya sehingga dianggap mampu mnejelaskan bagaimana kehidupannya yang sebenarnya. 11 Pendekatan kualitatif sesuai untuk digunakan sebagai pendekatan dalam penelitian ini, yakni penelitian terhadap dampak pembelajaran berbasis huruf hijaiyah terhadap anak di kawasan muslim minoritas dalam menghadapi era society 5. Penelitian ini mengambil lokasi di TPQ Fathus Salafi. Kuta Utara. Badung. Bali. Lembaga ini merupakan lembaga non-formal yang dikelola oleh Yayasan Fathus Salafi dan dilaksanakan setiap hari ahad pukul 07. 00 sampai 09. 00 WITA dan senin sampai kamis pada pukul 16. 30 sampai waktu magrib. Lokasi ini dipilih karena terletak di kawasan mayoritas non-muslim. Anak-anak yang belajar di lembaga pendidikan ini merupakan anak-anak muslim yang menempuh pendidikan formal, baik pendidikan pra-sekolah dan sekolah dasar, bersama anak-anak non Aemuslim. Huda. Muhammad Iqbal. Problematika pembelajaran pendidikan agama Islam terhadap siswa minoritas Islam di SMP Dharma Praja Denpasar Utara Bali. Undergraduate thesis. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 Subjek penelitian ini adalah santri TPQ Fathus Salafi yang berjumlah 63 santri. Subjek penelitian berusia antara 3 sampai 15 tahun. Mereka terbagi menjadi 3 kelompok atau kategori, yaitu kelompok usia 3 sampai 6 tahun yang mempelajari IqroAo, kelompok usia 7 sampai 12 tahun yang mempelajari Al-QurAoan dan mulai menghafal Al-QurAoan, dan kelompok usia 13 sampai 15 tahun yang mempelajari pemahaman dan tartil Al-QurAoan. Teknik pengumpulan data yang digunakan anatra lain adalah wawancara, observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik dari Miles and Huberman yang mengemukakan 3 langkah dalam analisis data, yaitu reduksi data, display data, dan verifikasi data. HASIL DAN PEMBAHASAN Pembelajaran di TPQ Fathus Salafi Kuta Utara. Badung. Bali Jumlah pengajar ada 4 yang terdiri dari satu ustadz dan tiga ustadzah. Santri dikelompokkan berdasarkan usia, menjadi 3 kelompok. Kelompok pertama adalah santri yang berusia antara 3 sampai 5 tahun. Kelompok kedua adalah santri dengan usia 6 hingga 11 tahun. Kelompok ketiga di isi oleh santri dengan usia 12 hingga 15 tahun. Program pembelajaran di TPQ Fathus Salafi dapat dibagi menjadi program pembelajaran harian, mingguan, bulanan dan tahunan. Program pembelajaran harian Pembelajaran Al-QurAoan pada hari senin sampai kamis pukul 16. 30 sampai waktu magrib. Diikuti oleh seluruh santri dalam kelompok masing-masing. Di isi oleh pengajar di setiap Pengajian diawali dengan membaca surat An-Nas sampai Ad-Dhuha untuk mempermudah setiap santri dalam menghafal surat-surat pendek. Setelah membaca surat pendek, pembelajaran dilanjutkan berdasarkan kelompok masing-masing. Kelompok pertama di isi dengan pengenalan huruf hijaiyah dengan menggunakan lagu atau Dilanjutkan dengan membaca IqroAo secara individu dan didampingi oleh ustadzah. Metode IqroAo dipilih karena metode ini sangat mudah untuk dipelajari oleh anak usia dini dalam mengenal huruf hijaiyah sebelum mereka menggunakan Al-QurAoan secara langsung. Pendampingan secara Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 individu bertujuan untuk mengetahui kemampuan santri dalam membaca huruf hijaiyah, membenarkan apabila ada kesalahan dalam membaca, agar pembelajaran berlangsung secara intensif dan fokus. Kelompok kedua melanjutkan materi pembelajaran dengan membaca Al-QurAoan secara individu dan didampingi oleh ustadzah. Proses pembelajaran membaca Al-QurAoan dimulai dari Juz 30 (Juz Amm. karena ayat-ayat dalam Juz 30 lebih mudah untuk dibaca dan dipelajari oleh santri yang baru belajar membaca. Setelah menyelesaikan Juz 30, santri melanjutkan membaca Juz 1 dan seterusnya hingga Juz 29. Pendampingan secara individu dalam proses membaca Al-QurAoan bertujuan untuk mengetahui kemampuan santri dalam membaca Al-QurAoan, membenarkan apabila ada kesalahan dalam membaca, agar pembelajaran berlangsung secara intensif dan fokus. Selain itu dikelompok kedua . sia sekolah dasa. mulai di ajarkan Tajdwid dan cara membaca Al QurAoan yang baik dan benar. Pembelajaran membaca Al-QurAoan pada kelompok ketiga diawali dengan membaca AlQurAoan dengan metode AuSimaanAy. Metode ini dilakukan dengan cara menunjuk salah satu santri untuk membaca salah satu ayat lalu disimak oleh seluruh santri dan ustadz. Setiap saat santri melakukan kesalahan dalam membaca, maka santri yang lain akan membetulkannya. Setelah selesai membaca, ustadz membahas hukum tajwid dan asbabun nuzul . ebab-sebab diturunkanny. ayat yang dibaca. Karena ilmu tajwid sangat penting dalam membaca Al-QurAoan. 13 Kelompok ketiga melanjutkan materi pembelajaran dengan membaca Al-QurAoan secara individu dan didampingi oleh ustadz pengajar. Proses pembelajaran membaca Al-QurAoan dilanjutkan sesuai dengan bacaan terakhir di Kelompok 2 masing-masing. Sama halnya dengan kelompok sebelumnya, pendampingan secara individu dalam proses membaca Al-QurAoan bertujuan untuk mengetahui kemampuan santri dalam membaca Al-QurAoan, membenarkan apabila ada kesalahan dalam membaca, agar pembelajaran berlangsung secara intensif dan fokus. Ismail. & Nawawi. Pedoman Ilmu Tajwid. Surabaya: Karya Abditama. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 Program pembelajaran mingguan Program Pembelajaran Mingguan dilaksanakan setiap hari minggu pagi pada pukul 07. Hari minggu dipilih untuk mengisi hari libur dengan program kegiatan yang mengasyikkan dan bermanfaat. Program ini dimulai dengan sholat dhuha berjama`ah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan santri tentang sholat sunnah dilanjutkan dengan pembelajaran materi-materi fiqih dan bahasa arab sesuai dengan kelompok masing-masing. Pembelajaran fiqih dinilai sangat penting karena santri tidak mendapatkan materi ini disekolah formal akibat minimnya jam pelajaran agama Islam. Kelompok pertama dengan santri berusia 3- 5 atau anak usia dini mempelajari materi tentang bagaimana cara sholat yang baik dan benar, bagaimana berwudhu, dan cara berpuasa. Dilanjutkan dengan belajar menulis huruf hijaiyah. Hal ini bertujuan untuk mengenalkan dan membiasakan kepada anak usia dini cara menulis arab dan mempermudah anak dalam mempelajari dan membaca huruf hijaiyah. Kelompok kedua dengan santri usia 6-11 materi yang dipilih adalah materi tentang sholatsholat sunnah, hukum berpuasa, tentang hadas dan najis, dan materi hokum fiqih lainnya. Dilanjutkan dengan pengenalan kosa kata bahasa arab. Hal ini bertujuan agar santri memahami kosa kata bahasa arab yang ada dalam Al-Quran dan mempermudah dalam memahami isi AlQurAoan. Kelompok ketiga dengan santri usia 12 -15 materi yang dipilih lebih cenderung kepada permasalahan yang mereka hadapi sehari-hari, terutama untuk mepersiapkan santri yang mulai menginjak usia remaja. Seperti materi tentang cara mandi wajib dan materi tentang darah haid serta cara bersosialisasi dengan umat non-muslim. Hal ini sangatlah penting sebagai pedoman ketika bermasyarakat dikawasan mayoritas non muslim. Di usia ini juga, pembelajaran lebih intensif dikarenakan mereka sudah mulai menginjak remaja, sehingga dibutuhkan pembelajaran yang singkat dan padat agar santri tetap mempelajari Al-Quran. Mengingat remaja memiliki karakter yang berbeda dengan anak-anak. Batubara. JRL. Adolescent development . erkembangan remaj. Sari Pediatri, 12 . , pp. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 Program pembelajaran bulanan Pembelajaran bulanan di isi dengan kegiatan yang menghibur untuk meringankan beban belajar di sekolah yang cukup padat. Seperti memberikan pembelajaran alat musik hadroh, sholawat dan membuat kuis tentang sejarah nabi. Hal ini juga bertujuan untuk mengevaluasi santri terkait seberapa jauh pemahaman tentang materi yang telah disampaikan selama satu bulan dan menjalin hubungan antar santri agar lebih akrab antar sesama dan melaksanakan silaturahmi bersama wali Evaluasi bersama wali santri membahas bagaimana perkembangan setiap anak baik ketika di TPQ dan ketika berada dirumah. Wali santri memberikan masukan terkait apakah proses pembelajaran berjalan efektif atau diperlukan perubahan program pembelajaran yang sesuai. Pertemuan ini juga memberikan sosialisasi kepada wali santri tentang bagaimana cara mendidik anak yang baik, karena pada umumnya para wali santri masih awam tentang pengetahuan agama Islam. Program pembelajaran tahunan Program pembelajaran tahunan diisi dengan Pondok Ramadhan. Kegiatan Pondok Ramadhan dilaksanakan setiap bulan Ramadhan selama dua minggu. Kegiatan ini berisi tadarus Al-QurAoan, pengajian menjelang berbuka puasa, buka puasa bersama dan ditutup serangkaian acara pesantren kilat. Acara pesantren kilat berlangsung selama dua hari di akhir program Pondok Ramadhan. Pesantren kilat diikuti oleh santri pada kelompok usia 6 sampai 15 tahun. Agenda ini diawali dengan pembukaan acara pada pukul 15. 30 WITA. Dilanjutkan dengan persiapan berbuka puasa, berbuka puasa, sholat magrib berjamaah, pengajian, sholat isyaAo dan tarawih, tadarus, istirahat malam, sholat tahajud, makan sahur bersama, sholat subuh berjamaah, mengaji bersama dan kegiatan keagamaan lainnya. Rangkaian kegiatan pondok Ramadhan dan pesantren kilat bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan seperti kemandirian, kesederhanaan, keiklhasan, ukhuwah islamiyah dan lainnya. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 Dampak Pembelajaran Berbasis Huruf Hijaiyah Terhadap Anak di Kawasan Muslim Minoritas dalam Menghadapi Era Society 5. Pembelajaran huruf hijaiyah bertujuan untuk mengajarkan anak tentang huruf hijaiyah sejak dini agar memudahkan anak untuk mempelajarai Al-Quran dan ilmu islam lainnya. Selain itu untuk mengembangakan kecerdasaan emosional (EQ) dan kecerdasaan Intelektual (IQ). 15 Karena masa anak-anak merupakan masa -masa keemasan (Golden Ag. dalam pembentukan dan pengembangan kemampuan anak,16 serta untuk menyiapkan anak agar siap menghadapi era society Pembelajaran Al-QurAoan di TPQ Fathus Salafi disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan anak, yaitu sesuai pada masa perkembangan dan pertumbahan anak. Perkembangan anak menurut Piaget dikelompokan sebagai berikut17: Tabel 1. Fase dan Tahap Perkembangan Anak menurut Piaget Fase dan tahapan Usia Fase Pra-Operasional 2-6 tahun Fase Operasional Konkret 6-11 Tahun Fase Operasional Formal 12 tahun keatas Perilaku Signifikan C Bahasa Berkembang dengan cepat Rasa ingin tahu terhadap Sesuatu Mulai Aktif dalam setiap kegiatan Pola Pikir mulai Berkembang Kemampuan Analis masalah Memikirkan sebuah ide Menggunakan pemikiran yang rasional Pola piker yang deduktif dan futuristic Banyak tercipta karya dan inovasi baru Fitriya. Optimalisasi Perkembangan Kecerdasan Emosional (EQ) Anak Usia Dini. Al Qodiri : Jurnal Pendidikan. Sosial dan Keagamaan, 14 . , pp. Prasetiawan. Perkembangan Golden Age Dalam Perspektif Pendidikan Islam. TERAMPIL : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar. , pp. MuAomin. Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget. At-TaAodib, 6 . , pp. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 Pembelajaran huruf hijaiyah yang disesuaikan dengan fase perkembangan anak diatas memberikan beberapa dampak ke berbagai aspek dalam diri anak, seperti afektif, kognitif dan Dampak yang diberikan oleh pembelajaran ini akan memberikan bekal bagi mereka untuk berkembang diantara kaum non-muslim dalam menghadapi era society 5. Dengan penjabaran sebagai berikut: Afektif Bloom dan Krath Wohl mengungkapkan bahwa aspek afektif terdiri dari lima tingkatan, yaitu pengenalan, meresepon, penghargaan, pengorganisasian, dan pengamalan. Aspek afektif tampak pada santri TPQ Fathus Salafi, yang nota-bene merupakan anak yang tinggal di kawasan muslim minoritas, adalah berikut: Pengenalan, tampak ketika santri ingin menerima, sadar akan pentingnya pembelajaran huruf hijaiyah. Meresepon, tampak ketika santri aktif berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran huruf Penghargaan, tampak ketika anak menerima nilai-nilai yang diberikan oleh pengajar . stadz/ ustadza. , serta setia kepada nilai-nilai tersebut. Pengorganisasian tampak ketika anak s mampu menghubung-hungkan nilai-nilai yang dipercayai dengan apa yang mereka alami di masyarakat. Pengamalan, terlihat saat anak mampu menjadikan nilai-nilai sebagai bagian dari pola hidup di masyarakat dengan mayoritas non-muslim. Kognitif Aspek kognitif terdiri dari pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan Aspek kognitif yang tampak pada anak yang tinggal di kawasan muslim minoritas setelah mengikuti proses pembelajaran huruf hijaiyah adalah sebagai berikut: Pengetahuan, terlihat bahwa anak mampu mengingat bentuk-bentuk huruf hijaiyah dan menghafal surat-surat pendek. Pemahaman, tampak ketika anak mampu menginterpretasikan apa yang telah mereka pelajari di TPQ. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 Aplikasi, ditunjukkan dengan kemampuan anak dalam menggunakan konsep agama untuk memecahkan masalah yang mereka hadapi. Analisis, tampak saat anak mampu menjabarkan suatu konsep yang baru mereka terima dari Sintesis, tampak ketika anak mampu menggabungkan nilai islami dalam bermasyarakat. Evaluasi, terlihat saat anak mampu membagikan nilai dan ide kepada teman seusianya. Psikomotor Aspek psikomotor terdiri atas lima tahap, yaitu: peniruan, penggunaan, ketapatan, perangkaian dan naturalisasi. Aspek psikomotor yang tampak pada anak yang tinggal di kawasan muslim minoritas setelah mengikuti proses pembelajaran huruf hijaiyah adalah sebagai berikut: Peniruan, anak mampu menirukan perilaku yang dicontohkan oleh ustadz/ ustadzah. Penggunaan, anak mampu menerapkan konsep islam yang telah mereka pelajari dalam kehidupan sehari-hari. Ketapatan, anak mampu melakukan ibadah sesuai dengan yang dicontohkan ketika Perangkaian, anak mampu melakukan serangkaian praktek ibadah dengan baik dan benar. Naturalisasi, anak mampu melakukan gerak secara wajar dalam proses pembelajaran. KESIMPULAN Santri TPQ Fathus Salafi Badung Bali merupakan anak yang tinggal di kawasan minoritas Santri dikelompokkan berdasarkan usia, yaitu santri yang berusia antara 3 sampai 5 tahun, usia 6 hingga 11 tahun dan usia 12 hingga 15 tahun. Program pembelajaran di TPQ Fathus Salafi dapat dibagi menjadi program pembelajaran harian, mingguan, bulanan dan tahunan. Seluruh program bertujuan untuk menyiapkan generasi muslim yang siap bersaing dengan kaum nonmuslim di era Society 5. 0 melalui pembelajaran berbasis huruf hijaiyah. Dampak pembelajaran berbasis huruf hijaiyah terhadap anak di kawasan muslim minoritas dalam menghadapi era society 5. tampak pada tiga aspek pendidikan, yaitu aspek afektif, aspek MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 kognitif dan psikomotor. Aspek afektif terlihat pada kesungguhan anak dalam menerima pelajaran. Aspek kognitif tampak dari kemampuan anak dalam memahami dan memproses materi-materi yang diberikan. Sedangkan aspek psikomotor tampak saat anak mampu menerapkan apa yang telah dipelajari dalam kehidupan bermasyarakat di kawasan non-muslim. DAFTAR RUJUKAN Ansoriy. Kebiasaan Membaca Al-QurAoan dan Implikasinya terhadap Kecerdasan Intelektualitas Mahasiswa. Sarjana. Universitas Darussalam Gontor. Batubara. JRL. Adolescent development . erkembangan remaj. Sari Pediatri, 12 . , pp. Darwin. Tes Emosi. Tangerang: Gaya Media Pratama. Fitriya. Optimalisasi Perkembangan Kecerdasan Emosional (EQ) Anak Usia Dini. Qodiri : Jurnal Pendidikan. Sosial dan Keagamaan, 14 . , pp. Goleman. Emotional Inteligence, terj. Hermaya. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Huda. Muhammad Iqbal. Problematika pembelajaran pendidikan agama Islam terhadap siswa minoritas Islam di SMP Dharma Praja Denpasar Utara Bali. Undergraduate thesis. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Imroatun. Pembelajaran Huruf Hijaiyah bagi Anak Usia Dini. Proceedings of The 2nd Annual Conference on Islamic Early Childhood Education, hal. Ismail. & Nawawi. Pedoman Ilmu Tajwid. Surabaya: Karya Abditama. MuAomin. Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget. At-TaAodib, 6 . , pp. Nurani. Menyiapkan Pendidikan Profesional di Era Society 5. https:ditpsd. id/artikel/detail/menyiapkan_pendidikan_ profesional_di_era_society_5. iakses pada 14 September pukul 21. 30 WIB] MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4. Nomor 1. Juni 2023 Prasetiawan. Perkembangan Golden Age Dalam Perspektif Pendidikan Islam. TERAMPIL : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar. , pp. Sari. Rancang Bangun Media Pengenalan Huruf Hijaiyah Untuk Anak Usia Dini Berbasis Android. Jurnal Teknologi Informasi, 14 . , pp. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta. Susanto. Perkembangan Anak Usia Dini: Pengantar dalam Berbagai Aspeknya. Jakarta: Prenandamedia Group.