Sabilarrsyad Vol. IV No. 01 Januari-Juni 2019 PERENCANAAN KEUANGAN DI LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN SHOPY TANJUNG BALAI Amril Mustofa1. Renny Mayasari2. Shopiana3 4Rahmat Hidayat Fakultas Ilmu tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan 2Rennymeisya07@gmail. 4 Dosen Pascasarjana Magester Manajemen Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Abstrak Perencanaan adalah salah satu hal terpenting dalam ruang lingkup Tanpa adanya perencanaan suatu program tidak mampu berjalan dengan baik. Salah satu hal yang terpenting dalam perencanaan disuatu sekolah adalah perencanaan keuangan. Karena keuangan adalah sumber dana dari suatu program yang sangat dibutuhkan dalam keadaan Perencanaan dalam suatu pendidikan sudah pasti melibatkan pemimpin yang mampu melihat kondisi atau keadaan yang terjadi Serta mampu berpikir visioner untuk menyusun tujuan dalam suatu program. Sudah pasti dalam perencanaan membutuhkan evaluasi awal, proses dan akhir maka dari itu peneliti tertarik untuk membahas tentang perencanaan keuangan di lembaga kursus dan pelatihan yang berada di tanjung balai. Karena mengingat kebutuhan masyarakat sekitar dalam pendidikan dan pengembangan di suatu daerah. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif yang menjabarkan hasil yang didapat selama wawancara dan observasi lapangan. Hasil yang didapat dalam lembaga tersebut adalah pimpinan selalu melibatkan pegawai dalam melaksanakan perencanaan keuangan dimana dilihat dari segi nilai kebutuhan. Kemudian laporan keuangan dapat dipertanggung jawabkan dengan adanya laporan harian, bulanan dan tahunan yang nantinya berguna sebagai administrasi dalam melihat perkembangan yang terjadi dari tahun ketahun. Keyword: Perencanaan. Keuangan PENDAHULUAN Dalam kenyataan kita melihat terdapat sejumlah lembaga-lembaga pendidikan yang berkualitas dan bermutu sebaliknya terdapat pula lembaga pendidikan berjalan seadanya memprihatinkan dan tidak Perbedaan tersebut terjadi karena perbedaan dalam memiliki kelengkapan sarana prasarana, sumber daya manusia, manajemen dan Amril Mustofa. Renny Mayasari. Shopiana. Rahmat Hidayat: Perencanaan. Keuangan lain sebagainya yang semuanya berhubungan dengan ketersediaan dana dan keuangan. Keuangan dan pembiayaan merupakan salah satu sumber daya yang secara langsung menunjang efektifitas dan efisiensi pengelolaan Hal tersebut lebih menuntut kemampuan sekolah untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan dana secara transparan kepada masyarakat dan pemerintah. Hal terpenting untuk memberikan kewenangan kepada sekolah dalam mencari dan memanfaatkan berbagai sumber dana sesuai dengan keperluan masing-masing sekolah karena pada umumnya dunia pendidikan selalu dihadapkan pada keterbatasan Pendidikan akan dapat terlaksana dengan baik apabila didukung oleh dana yang memadai, sebab mutu dan kualitas pendidikan tidak bisa Mulai pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan hingga penilain. Pendidikan membutuhkan dana dan biaya. Demikian pula ada beberapa komponen dalam pendidikan tidak bisa diwujudkan tanpa adanya biaya. Untuk membangun gedung lengkap dengan isinya, gaji guru, karyawan, pengadaan buku bacaan dan fasilitas lainnya membutuhkan dana dan biaya yang cukup besar. Dari latar belakang diatas, diperoleh gambaran pembahasan yang begitu luas, namun peneliti menyadari akan adanya keterbatasan waktu dan kemampuan dalam penulisan. Untuk itu perlu adanya pembatasan masalah sehingga penelitian lebih fokus dan tidak melebar Selanjutnya masalah yang menjadi obyek penelitian hanya pada perencanaan di Lembaga Kursus dan Pelatihan. Oleh sebab itu, peneliti memilih judul AuPerencanaan Keuangan di Lembaga Kursus dan Pelatihan Shopy Jl. Mataram Lk. I Kelurahan Bunga Tanjung Kecamatan Datuk Bandar Timur Kota Tanjung Balai Sumatera UtaraAy. KAJIAN TEORETIS Pengertian Perencanaan Perencanaan memegang peranan penting dalam ruang lingkup pendidikan karena menjadi penentu dan sekaligus memberi arah terhadap tujuan yang ingin dicapai. Dengan perencanaan yang matang, suatu pekerjaan tidak akan berantakan dan tidak terarah. Perencanaan yang matang dan disusun dengan baik akan memberi pengaruh terhadap ketercapaian tujuan. Sabilarrsyad Vol. IV No. 01 Januari-Juni 2019 Banghart dan Trull menyatakan bahwa perencanaan adalah awal dari semua proses yang rasional dan mengandung optimisme yang didasarkan atas kepercayaan dapat mengatasi berbagai macam Cunningham sebagaimana dikutip Made Pidarta menghubungkan pengetahuan, fakta, imajinasi dan asumsi untuk masa yang akan datang untuk tujuan memvisualisasi dan memformulasi hasil yang diinginkan, urutan kegiatan yang diperlukan dan perilaku dalam batas yang dapat diterima yang akan digunakan dalam penyelesaian. Stephen P Robbin menjelaskan secara sederhana bahwa perencanaan adalah suatu cara untuk mengantisipasi dan menyeimbangkan Jadi dapat kita ketahui bersama bahwa perencanaan secara garis besar adalah proses mempersiapkan kegiatan secara sistematis untuk mencapai tujuan tertentu. Manajemen Keuangan Arti keuangan dalam wikipedia bahasa Indonesia, uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran hutang. Manajemen Keuangan adalah kegiatan manajemen berdasarkan fungsinya yang pada intinya berusaha untuk memastikan bahwa kegiatan yang dilakukan mampu mencapai tujuannya secara ekonomis. Tugas manajemen keuangan diantaranya merencanakan darimana pembiayaan diperoleh dan dengan cara bagaimana modal yang telah diperoleh dialokasikan secara tepat dalam kegiatan yang dijalankan. Termasuk dalam kegiatan manajemen keuangan adalah bagaimana agar dapat dipastikan hasil alokasi modal yang dipergunakan untuk penjualan dapat selalu melebihi dari segala biaya yang telah dikeluarkan sebagai sebuah indikator pencapaian profit. Manajemen memiliki tiga tahapan penting yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap penilaian. Ketiga tahapan tadi apabila diterapkan dalam manajemen keuangan adalah menjadi tahap perencanaan keuangan . Pelaksanaan (Akuntin. dan tahap penilaian atau evaluasi (Auditin. Amril Mustofa. Renny Mayasari. Shopiana. Rahmat Hidayat: Perencanaan. Keuangan . Penganggaran . Penganggaran . merupakan kegiatan atau proses penyusunan anggaran. Budget merupakan rencana operasional yang dinyatakan secara kuantitatif dalam bentuk satuan uang yang digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan lembaga dalam kurun waktu tertentu. Nanang Fatah menjelaskan dalam menentukan biaya satuan pendidikan terdapat dua pendekatan yaitu pendekatan makro dan pendekatan mikro. Pendekatan makro mendasarkan perhitungan pada keseluruhan jumlah pengeluaran pendidikan yang diterima dari berbagai sumber dana kemudian dibagi jumlah murid. Pendekatan mikro mendasarkan perhitungan biaya berdasarkan alokasi pengeluaran per komponen pendidikan yang digunakan oleh murid. Pelaksanaan (Akuntin. Akunting adalah bahasa yang digunakan untuk menggambarkan hasil kegiatan ekonomi. Menurut Mulyasa dalam pelaksanaan keuangan sekolah dalam garis besarnya dapat dikelompokan ke dalam dua kegiatan, yakni penerimaan dan pengeluaran. Penerimaan keuangan sekolah dari sumber-sumber dana perlu dibukukan berdasarkan prosedur pengelolaan yang selaras dengan kesepakatan yang telah disepakati, baik berupa konsep teoritis maupun peraturan pemerintah. Kata Akuntansi berasal dari kata bahasa inggris to account yang berarti memperhitungkan atau mempertanggungjawabkan. Akuntansi sangat erat kaitannya dengan informasi keuangan. Definisi akuntansi dapat dirumuskan dari dua sudut pandang, yaitu definisi dari sudut pandang pamakai jasa akuntansi dan proses kegiatannya. Ditinjau dari sudut pandang pemakainya, akuntansi dapat didefinisikan sebagai Ausuatu disiplin ilmu yang menyediakan informasi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efisien dan mengavaluasi kegiatan-kegiatan suatu organisasiAy. Informasi yang dihasilkan akuntansi diperlukan untuk: Membuat perencanaan yang efektif, pengawasan, dan pengambilan keputusan oleh manajemen. Pertanggungjawaban organisasi kepada para investor, kreditor, badan pemerintah dan sebagainya. Definisi dari sudut pandang proses kegiatan apabila ditinjau dari sudut kegiatannya, akuntansi didefinisikan sebagai Auproses pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan, dan penganalisisan data keuangan suatu organisasiAy. Definisi ini menunjukkan bahwa kegiatan Sabilarrsyad Vol. IV No. 01 Januari-Juni 2019 akuntansi merupakan tugas yang kompleks dan menyangkut berbagai Pada dasarnya, akuntansi harus: Mengidentifikasi data mana yang berkaitan atau relevan dengan keputusan yang akan diambil. Memroses atau menganalisis data yang relevan. Mengubah data menjadi informasi yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan . Evaluasi (Auditin. Auditing adalah proses pengumpulan dan pengevaluasian bahan bukti tentang informasi yang dapat diukur mengenai suatu entitas ekonomi yang dilakukan seorang yang kompeten dan independen untuk dapat melaporkan kesesuaian informasi dimaksud dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Sedangkan menurut Mulyasa dalam evaluasi keuangan sekolah, pengawasan merupakan salah satu proses yang harus dilakukan dalam manajemen pembiayaan berbasis sekolah. Dalam keuangan manajemen sekolah, kepala sekolah perlu melakukan pengendalian pengeluaran keuangan sekolah selaras dengan anggaran anggaran belanja yang telah ditetapkan. Menurut Nanang Fattah secara sederhana proses pengawasan terdiri dari tiga kegiatan, yaitu memanatau . , menilai dan melaporkan. Prinsip Manajemen Keuangan dan Pembiayaan Manajemen keuangan sekolah perlu memperhatikan sejumlah Undang-undang No 20 Tahun 2003 pasal 48 menyatakan bahwa pengelolaan dana pendidikan berdasarkan pada prinsip keadilan, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas publik. Disamping itu prinsip efektivitas juga perlu mendapat penekanan. Berikut ini dibahas masingmasing prinsip tersebut, yaitu transparansi, akuntabilitas, efektivitas, dan Berikut ini adalah penjabarannya: Transparansi Transparan berarti adanya keterbukaan. Transparan di bidang manajemen berarti adanya keterbukaan dalam mengelola suatu kegiatan. Di lembaga pendidikan, bidang manajemen keuangan yang transparan berarti adanya keterbukaan dalam manajemen keuangan lembaga pendidikan, yaitu keterbukaan sumber keuangan dan jumlahnya, rincian penggunaan, dan pertanggungjawabannya harus jelas sehingga bisa memudahkan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengetahuinya. Transparansi keuangan sangat diperlukan dalam rangka meningkatkan dukungan orangtua, masyarakat dan pemerintah dalam penyelenggaraan Amril Mustofa. Renny Mayasari. Shopiana. Rahmat Hidayat: Perencanaan. Keuangan seluruh program pendidikan di sekolah. Disamping itu transparansi dapat menciptakan kepercayaan timbal balik antara pemerintah, masyarakat, orang tua siswa dan warga sekolah melalui penyediaan informasi dan menjamin kemudahan di dalam memperoleh informasi yang akurat dan Beberapa informasi keuangan yang bebas diketahui oleh semua warga sekolah dan orang tua siswa misalnya rencana anggaran pendapatan dan belanja sekolah (RAPBS) bisa ditempel di papan pengumuman di ruang guru atau di depan ruang tata usaha sehingga bagi siapa saja yang membutuhkan informasi itu dapat dengan mudah Orang tua siswa bisa mengetahui berapa jumlah uang yang diterima sekolah dari orang tua siswa dan digunakan untuk apa saja uang itu. Perolehan informasi ini menambah kepercayaan orang tua siswa terhadap sekolah. Akuntabilitas Akuntabilitas adalah kondisi seseorang yang dinilai oleh orang lain karena kualitas performansinya dalam menyelesaikan tugas untuk mencapai tujuan yang menjadi tanggung jawabnya. Akuntabilitas di dalam manajemen keuangan berarti penggunaan uang sekolah dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan perencanaan yang telah Berdasarkan perencanaan yang telah ditetapkan dan peraturan yang berlaku maka pihak sekolah membelanjakan uang secara bertanggung jawab. Pertanggungjawaban dapat dilakukan kepada orang tua, masyarakat dan pemerintah. Ada tiga pilar utama yang menjadi prasyarat terbangunnya akuntabilitas, yaitu . adanya transparansi para penyelenggara sekolah dengan menerima masukan dan mengikutsertakan berbagai komponen dalam mengelola sekolah , . adanya standar kinerja di setiap institusi yang dapat diukur dalam melaksanakan tugas, fungsi dan wewenangnya, . adanya partisipasi untuk saling menciptakan suasana kondusif dalam menciptakan pelayanan masyarakat dengan prosedur yang mudah, biaya yang murah dan pelayanan yang cepat Efektivitas Efektif seringkali diartikan sebagai pencapaian tujuan yang telah Efektivitas lebih menekankan pada kualitatif outcomes. Manajemen keuangan dikatakan memenuhi prinsip efektivitas kalau kegiatan yang dilakukan dapat mengatur keuangan untuk membiayai aktivitas dalam rangka mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan dan kualitatif outcomes-nya sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Sabilarrsyad Vol. IV No. 01 Januari-Juni 2019 Efisiensi Efisiensi adalah perbandingan yang terbaik antara masukan . dan keluaran . ut pu. atau antara daya dan hasil. Daya yang dimaksud meliputi tenaga, pikiran, waktu, biaya. Perbandingan tersebut dapat dilihat dari dua hal: Dilihat dari segi penggunaan waktu, tenaga dan biaya. Kegiatan dapat dikatakan efisien kalau penggunaan waktu, tenaga dan biaya yang sekecil-kecilnya dapat mencapai hasil yang ditetapkan. Dilihat dari segi hasil. Kegiatan dapat dikatakan efisien kalau dengan penggunaan waktu, tenaga dan biaya tertentu memberikan hasil sebanyak-banyaknya baik kuantitas maupun kualitasnya. Tingkat efisiensi dan efektivitas yang tinggi memungkinkan terselenggaranya pelayanan terhadap masyarakat secara memuaskan dengan menggunakan sumber daya yang tersedia secara optimal dan bertanggung jawab. Keadilan (Equilibrium/ Keseimbangan Prinsip yang menuntut terwujudnya keseimbangan individu dan masyarakat, prinsip tersebut menghendaki jalan lurus dengan menciptakan tatanan social yang menghindari perilaku merugikan. Dalam penyusunan anggaran harus dialokasikan secara adil untuk kepentingan seluruh kelompok masyarakat. Tujuan Manajemen Keuangan dan Pembiayaan Suad Husnan menjelaskan tujuan manajemen keuangandan pembiayaan lembaga pendidikan agar para manajer pendidikan dapat menggunakandan menggali sumber-sumber pendanaan secara memadai dari berbagai pihak untukdipergunakan dan dipertanggungjawabkan. Dalam pelaksanaan manajemenkeuangan dan pembiayaan pendidikan itu, juga ada beberapa tahapan penting yangperlu dilaksanakan, di antaranya tahap perencanaan keuangan . inancial pla. ,penganggaran . , pelaksanaan pembukuan . dan tahap penilaian Adapun tujuan dari manajemen keuangan dan pembiayaan adalah untuk memperoleh, dan mencari peluang sumber-sumber pendanaan bagi kegiatan sekolah, agar bisa menggunakan dana secara efektif dan tidak melanggar aturan, dan membuat laporan keuangan yang transparan dan Di sinilah peran seorang manager sekolah atau Kepala Sekolah Amril Mustofa. Renny Mayasari. Shopiana. Rahmat Hidayat: Perencanaan. Keuangan untuk mengelola keuangan dengan sebaik mungkin dengan memperdayakan sumber daya manusia yang ada di lingkungan sekolah Melalui kegiatan manajemen keuangan maka kebutuhan pendanaan kegiatan sekolah dapat direncanakan, diupayakan pengadaannya, dibukukan secara transparan, dan digunakan untuk membiayai pelaksanaan program sekolah secara efektif dan efisien. Untuk itu tujuan manajemen keuangan adalah: Meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan keuangan . Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi keuangan . Meminimalkan penyalahgunaan anggaran sekolah. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka dibutuhkan kreativitas kepala sekolah dalam menggali sumber-sumber dana, menempatkan bendaharawan yang menguasai dalam pembukuan dan pertanggungjawaban keuangan serta memanfaatkannya secara benar sesuai peraturan perundangan yang berlaku. n Selanjutnya fungsi manajemen keuangan dalam pendidikan adalah untuk melaksanakan kegiatan agar suatu tujuan tercapai dengan efektif dan efisien. Pembiayaan Pendidikan Biaya pendidikan merupakan dasar empiris untuk memberikan gambaran karakteristik keuangan sekolah. Analisis efisiensi keuangan sekolah dalam pemanfaatan sumber-sumber keuangan sekolah dan hasil . ut pu. sekolah dapat dilakukan dengan cara menganalisis biaya satuan . nit cos. per siswa. Biaya satuan per siswa adalah biaya rata-rata persiswa yang dihitung dari total pengeluaran sekolah dibagi seluruh siswa yang ada di sekolah (Enrollmen. dalam kurun waktu tertentu. Dengan mengetahui besarnya biaya satuan per siswa menurut jenjang dan jenis pendidikan berguna untuk menilai berbagai alternatif kebijakan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Jenis-jenis Pembiayaan Pendidikan Menurut Nanang Fattah Biaya dalam pendidikan meliputi biaya langsung dan biaya tak langsung. Biaya langsung terdiri dari biaya-biaya yang dikeluarkan untuk keperluan pelaksanaan pengajaran dan kegiatan belajar siswa berupa pembelian alat-alat belajar, biaya transportasi, gaji guru, baik yang dikeluarkan oleh pemerintah, orang tua maupun siswa itu sendiri. Sedangkan biaya tidak langsung adalah berupa keuntungan Sabilarrsyad Vol. IV No. 01 Januari-Juni 2019 yang hilang . arning forgan. dalam bentuk biaya kesempatan yang hilang . pportunity cos. yang dikorbankan siswa selama belajar. Biaya Langsung Pendidikan Biaya pendidikan langsung . irect cos. merupakan biaya penyelenggaraan pendidikan yang dikeluarkan oleh sekolah, siswa dan atau keluarga siswa. Biaya langsung lebih mudah dihitung kerena diketahui oleh para wajib pajak dan data sekolah pun tersedia, sementara biaya tidak langsung sulit untuk dihitung. Biaya langsung terwujud dalam benuk pengeluaran unag secara langsung digunakan untuk membiayai penyelenggaraan PBM pendidikan, penelitan dan pengabdian masyaraka, penelitian dan pengabdan masyarakat, gaji guru dan pengawai lainnya, buku bahan perlengkapan, dan biaya perawatan Biaya tidak langsung pendidikan Biaya tidak langsung . nderect cos. berbentuk biaya hidup yang dikeluarkan oleh keluarga atau anak yang belajar untuk keperluan sekolah, biaya ini dikeluarkan tidak langsung digunakan oleh lembaga pendidikan, melainkan dikeluarkan oleh keluarga anak atau orang yang menanggung biaya peserta didik yang mengikuti pendidikan. Biaya tidak langsung merupakan biaya hidup yang menunjang kelancaraan Misalnya ongkos angkutan, pondokan, biaya makan sehari-hari, biaya kesehatan, biaya belajar tambahan adalah biaya seperti pendapatan yang hilang ketika siswa belajar. Biaya tidak langsung harus memperhitungkan juga biaya yang hilang ketika anak belajar. Pendapatan peserta didik hilang karena sedang mengikuti pendidikan, begitu juga dengan biaya-biaya pengorbanan lain yang dikeluarakan oleh peserta didik maupun keluarganya. Terbatasnya sumber-sumber yang dimiliki, khususnya sumber daya finansial, mendorong dilakukannya upaya perhitungan secara cermat program secara tepat, serta penetuan skala prioritas, hal tersebut dapat dilakukan melalui perencanaan biaya pendidikan. Perencanaan biaya pada dasarnya merupakan implementasi program dan kegiatan yang diterjemahkan kedalam aspek-aspek yang diperlukan, seperti ketenagaan, waktu, alat sarana prasarana lain yang mengandung konsekuensi perhitungan biaya. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini bermula dari pengamatan pada lapangan tentang adanya Amril Mustofa. Renny Mayasari. Shopiana. Rahmat Hidayat: Perencanaan. Keuangan Penelitian ini bermaksud untuk mengamati, memahami dan memberi kejelasan pada fakta yang terjadi. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2019 di LKP (Lembaga Kursus dan Pelatiha. Shopy Jl. Mataram Lk. I Kelurahan Bunga Tanjung Kecamatan Datuk Bandar Timur Kota Tanjung Balai Sumatera Utara. Penelitian ini tentang Perencanaan Keuangan di LKP Shopy. Untuk itu peneliti membutuhkan Pimpinan Lembaga sebagai sumber informasi, serta melibatkan bendahara dan sekretaris sebagai penguat informasi yang diperoleh. PEMBAHASAN Sesuai dengan standarisasi keuangan. Lembaga dan Pelatihan di LKP Shopy dalam pelaksanaan perencanaan keuangan sudah memenuhi standart karena LKP Shopy selalu berpedoman kepada standart yang telah ditentukan. Perencanaan Keuangan yang ada di LKP Shopy merupakan upaya untuk mencapai pada tujuan yang ditetapkan. Dengan perencanaan keuangan maka program yang direncanakan sebelumnya mampu berjalan dengan baik. Perencanaan yang dilakukan di LKP Shopy juga menggunakan sistem jangka pendek, menengah dan panjang. Dimana salah satu jangka pendek nya ialah LKP Shopy selalu memiliki program baru atau hal yang selalu ingin dikembangkan. LKP Shopy juga memiliki pembukuan dan administrasi yang cukup lengkap setiap harinya yang nantinya dapat dipertanggung jawabkan secara data yang akurat dari tahun ketahun yang dilakukan keseharian dilihat dari pengeluaran harian, mingguan juga bulanan. Hasil yang dirasakan pada perencanaan keuangan di LKP Shopy adalah adanya feedback antara pegawai dengan input yang telah di Adanya pengembangan dari lembaga adalah salah satu bukti bahwa LKP Shopy sudah menerapkan keuangan tepat sasaran dan mampu memberikan layanan yang baik kepada para stakeholder. Setiap lembaga harus mampu menjalankan prinsip transparan kepada pihak yang memberi dana. Walaupun sumber dana dihasilkan dari orang tua murid, namun dalam hal ini pemimpin mampu menjalankan prinsip tersebut dengan para pegawai yang menjalankan. Pemimpin memang memiliki wewenang dalam mengelola keuangan seperti merencanakan, merekomendasikan, melaksanakan, juga mengevaluasi keuangan yang digunakan. Namun dalam hal ini pemimpin juga membutuhkan anggota untuk bisa menjalankan perencanaan yang telah direncanakan dalam prinsip Sabilarrsyad Vol. IV No. 01 Januari-Juni 2019 Agar bisa mencapai tujuan maka pemimpin harus menggerakkan kelompok dengan memberikan masing-masing tugas kepada pegawai untuk menjalankan perencanaan yang telah disepakati SIMPULAN Perencanaan keuangan di LKP Shopy dilakukan untuk mencapai tujuan yang di terapkan dengan ruang lingkup manajemen keuangan lembaga yang akan memenuhi kebutuhan pendanaan yang berhubungan dengan kegiatan lembaga. Dilakukan dengan cara direncanakan lebih dulu, diupayakan dalam pengadaannya, dibukukan dengan transparan dan juga digunakan untuk pembiayaan program lembaga dengan efektif dan efisien. Penerapan yang dilakukan dalam perencanakan keuangan di LKP Shopy dengan cara merealisasikan uang yang didapat yang bersumber dari orang tua murid. Uang yang didapat kemudian dikelola dengan baik untuk kebutuhan murid yang terbagi atas 2 bagian kebutuhan yaitu barang habis pakai dan barang tak habis pakai. Dalam proses belajar, barang habis pakai contohnya buku-buku atau modul belajar dan contoh barang tak habis pakai adalah seperti gedung dan media belajar lain. Selain itu sarana yang digunakan dalam pembelajaran juga butuh dikembangkan setiap tahunnya. Dimana untuk proses pengembangan itu menggunakan biaya yang didapatkan melalui sumber dana yang dihasilkan dari orang tua siswa. Hasil yang dirasakan dari perencanaan keuangan di LKP Shopy dirasakan oleh masyarakat sekitar juga staf yang bekerja. Berjalannya program yang direncanakan menjadi salah satu bukti bahwa pengelolaan keuangan di LKP Shopy sudah baik dan berkembang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. DAFTAR PUSTAKA __________ . Manajemen Pendidikan Islam. Jakarta : Kalam Mulia. Arwildayanto, dkk. Manajemen Keuangan Dan Pembiayaan Pendidikan. Bandung: Widya Padjadjaran. Bastian. Indra. Akuntansi Pendidikan. Jakarta: Erlangga. Fatah. Nanang. Ekonomi dan Pembiayaan Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Amril Mustofa. Renny Mayasari. Shopiana. Rahmat Hidayat: Perencanaan. Keuangan Hidayat. Rahmat. Ayat-Ayat Alquran Tentang Manajemen Pendidikan Islam. Medan: LpI. Jusuf. Kadarman. Pengantar Ilmu Manajemen. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Mastitou. Manajemen Pembiayaan Pendidikan Menuju Pendidikan Yang Bermutu. Jurnal ANSIRU PAI V o l. 1 N o. Juli - Des 2017 Mulyasa. Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya NiAomah. Bidayatun. Skripsi Manajemen Pembiayaan Dalam Meningkatakan Mutu Pendidikan. Semarang: IAIN Walisongo. Ramayulis. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia Salim dan Syahrum. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Citapustaka Media Sarbini dan Neneng Lina. Perencanaan pendidikan. Bandung: Pustaka Setia