1071 JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 DAMPAK KUNJUNGAN WISATAWAN TERHADAP USAHA TANAMAN HIAS DI DUSUN PEMUNUT DESA SURANADI Oleh I Kadek Swarna Dwipa1. Faturrahim2 & Ajuar Abdullah3 1,2,3 Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram E-mail: 1dwipayana1009@gmail. com, 2faturrahim@gmail. ajuarabdullah42@gmail. Article History: Received: 05-09-2025 Revised: 06-10-2025 Accepted: 08-10-2025 Keywords: Dampak Kunjungan. Budidaya Tanamah Hias. Desa Suranadi. Abstract: Dusun pemunut yang berlokasi di desa suranadi, kecamatan narmada, kabupaten lombok barat. Sebelum adanya usaha tanaman hias di dusun pemunut, dulunya profesi masyarakat menjadi petani buah dan sayuran. setelah beberapa tahun hasil panen tidak stabil, kemudian ada beberapa orang yang mulai merantau kebali untuk mencari pengalaman dibidang budidaya tanaman hias dan alhasil setelah itu ada beberapa masyarakat yang mulai terjun untuk melakoni di bidang budidaya tanaman hias, sehingga pada perjalanannya mereka memutuskan untuk memulai membuat usaha tanaman hias dan seiring dengan berjalannya waktu muncullah ide untuk membuat taman wisata agar usaha tanaman hias ini tidak hanya untuk dibeli namun bisa dinikmati dan menarik untuk dikunjungi oleh para wisatawan. Dalam beberapa tahun terakhir, para wisatawan yang berkunjung ke dusun ini telah menjadikan dusun pemunut sebagai tujuan wisata alternatif, terutama bagi wisatawan yang ingin merasakan ketenangan dan keasrian pedesaan serta tanaman hias yang menjadi daya tarik utama di dusun ini. PENDAHULUAN Dampak jumlah kunjungan wisatawan Berdasarkan UU No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, wisatawan adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi. Menurut Inpres No. 9 Tahun 1969, wisatawan adalah seseorang atau sekelompok orang yang berpergian dari tempat tinggalnya untuk berkunjung ke tempat lain dengan menikmati kunjungan wisatanya, jika lama tinggalnya sekurang-kurangnya 24 jam di daerah atau negara yang dikunjungi. Austriana . , semakin lama wisatawan tinggal di suatu daerah tujuan wisata, maka semakin banyak pula uang yang dibelanjakan di daerah tujuan wisata tersebut. Dengan adanya kegiatan konsumtif baik dari wisatawan mancanegara maupun domestik, maka akan memperbesar pendapatan dari sektor pariwisata suatu daerah. Oleh karena itu, semakin tingginya arus kunjungan wisatawan, maka pendapatan sektor pariwisata di suatu daerah juga akan semakin meningkat. Majunya sektor pariwisata di suatu daerah sangat bergantung kepada jumlah wisatawan yang berkunjung. Kedatangan wisatawan tersebut akan mendatangkan penerimaan bagi daerah yang akan dikunjungi. Bagi wisatawan mancanegara kedatangan mereka akan menambah devisa dalam negara. Semakin banyaknya wisatawan berkunjung maka akan memberi dampak positif bagi Daerah Tujuan Wisata (DTW) terutama sebagai sumber pendapatan daerah (Nasrul, a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Jumlah kunjungan wisatawan memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan usaha tanaman hias di dusun pemunut. Kunjungan Wisatawan Menurut Organisasi Wisata Dunia mendefinisikan wisatawan ialah seseorang yang melaksanakan perjalanan yang singkat. Organisasi ini berpendapat bahwa wisatawan ialah seseorang yang melakukan perjalanan ke suatu daerah atau negara asing dan menginap disana paling lama 6 bulan serta paling sedikit 1 hari ditempat tersebut. 36 Menurut Muhammad Ridwan dan aini mendefinisikan wisatawan ialah seseorang yang melaksanakan perjalanan dengan tujuan untuk berwisata dan tidak mencarin nafkah. 37 Menurut UU no 10 tahun 2009 mendefinisikan wisatawan ialah seseorang yang bepergian dari rumahnya ke tempat tujuan wisata. Tujuannya untuk menikmati perjalanan wisata. 38 Wisatawan bisa didefiniskan sebagai orang yang melaksanakan perjalanan wisata yang dilaksanakan sendiri maupun bersama-sama dengan tujuan untuk liburan, serta melakukan pengembangan diri dan mempelajari keunikan serta keindahan daya tarik wisata dalam jangka waktu yang singkat. 39Jadi bisa disimpulkan wisatawan ialah seseorang yang melakukan perjalanan wisata secara individu atau berkelompok dengan tujuan untuk berlibur dalam waktu yang singkat. 40 Sedangkan kunjungan wisatawan ialah wisatawan yang melakukan kunjungan ke tempat wisata supaya bisa menikmati keindahan alam dan lainnya. Pitana dan Diarta . menggaris bawahi bahwa kata wisatawan . merujuk kepada orang. Secara umum wisatawan menjadi bagian dari traveler atau visitor. Untuk dapat disebut sebagai wisatawan, seseorang haruslah seorang traveler, tapi tidak semua traveler adalah tourist. Traveler memiliki konsep yang lebih luas, yang dapat mengacu kepada orang yang mempunyai beragam peran dalam masyarakat yang melakukan kegiatan rutin ke tempat kerja, sekolah, dan sebagainya sebagai aktivitas sehari-hari. Orang-orang yang menurut kategori ini sama sekali tidak dapat dikatakan sebagai tourist. LANDASAN TEORI Penelitian ini dilakukan pada salah satu dusun di desa suranadi, untuk sampai ke Dusun Pemunut dari Mataram dibutuhkan waktu 40 menit menggunakan sepeda motor dan 30 menit menggunakan mobil. Jenis data yang digunakan yaitu data kualitatif merupakan data yang berbentuk kata-kata atau verbal. Cara memperoleh data kualitatif dapat di lakukan melalui wawancara. Dalam pengumpulan sumber data, peneliti melakukan pengumpulan sumber data dalam wujud data primer dan data sekunder sebagai berikut : . Data Primer ialah jenis dan sumber data penelitian yang di peroleh secara langsung dari sumber pertama . idak melalui perantar. ,baik individu maupun Jadi data yang di dapatkan secara langsung. Data primer secara khusus di lakukan untuk menjawab pertanyaan penelitian untuk mendapatkan data atau informasi yang sesuai dengan apa yang di lihat dan sesuai dengan kenyataannya. Data skunder Data Sekunder merupakan sumber data suatu penelitian yang di peroleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara . i peroleh atau dicatat oleh pihak lai. Data sekunder itu berupa bukti,catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip atau data dokumenter. Kemudian pendekatan yang digunakan menganalisis data pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan tujuan karena permasalahan yang akan dibahas tidak berkenaan dengan angka-angka tetapi mendeskripsikan secara jelas dan terperinci serta memperoleh data yang mendalam dari fokus penelitian ini. Analisis data dilakukan secara terus menerus selama penelitian, setelah itu dipilah-pilah sehingga sesuai dengan fokus penelitian. Selanjutnya melakukan penafsiran dan membuat penyajian data dan a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 menarik Kesimpulan. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan pada salah satu dusun di desa suranadi, untuk sampai ke Dusun Pemunut dari Mataram dibutuhkan waktu 40 menit menggunakan sepeda motor dan 30 menit menggunakan mobil. Jenis data yang digunakan yaitu data kualitatif merupakan data yang berbentuk kata-kata atau verbal. Cara memperoleh data kualitatif dapat di lakukan melalui wawancara. Dalam pengumpulan sumber data, peneliti melakukan pengumpulan sumber data dalam wujud data primer dan data sekunder sebagai berikut : . Data Primer ialah jenis dan sumber data penelitian yang di peroleh secara langsung dari sumber pertama . idak melalui perantar. ,baik individu maupun Jadi data yang di dapatkan secara langsung. Data primer secara khusus di lakukan untuk menjawab pertanyaan penelitian untuk mendapatkan data atau informasi yang sesuai dengan apa yang di lihat dan sesuai dengan kenyataannya. Data skunder Data Sekunder merupakan sumber data suatu penelitian yang di peroleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara . i peroleh atau dicatat oleh pihak lai. Data sekunder itu berupa bukti,catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip atau data dokumenter. Kemudian pendekatan yang digunakan menganalisis data pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan tujuan karena permasalahan yang akan dibahas tidak berkenaan dengan angkaangka tetapi mendeskripsikan secara jelas dan terperinci serta memperoleh data yang mendalam dari fokus penelitian ini. Analisis data dilakukan secara terus menerus selama penelitian, setelah itu dipilah-pilah sehingga sesuai dengan fokus penelitian. Selanjutnya melakukan penafsiran dan membuat penyajian data dan menarik Kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Strategi Pengembangan Desa Wisata Desa GilGede Indah Dalam menganalisis pada strategi pengembangan desa wista Desa Gili Gede Indah dapat menggunakan analisis SWOT. Sehingga strategi pengembangan desa wisata Desa Gli Gede Indah juga dipengaruhi oleh beberapa faktor baik faktor internal . ekuatan dan kelemaha. dan faktor eksternal . eluang dan ancama. Faktor-faktor tersebut dapat dijadikan dasar untuk pembuatan rencana ataupun arahan dalam pengembangan desa wisata Desa Gili Gede Indah yang disesuaikan dengan kondisi wilayah dan potensi di desa Gili Gede Indah. Berdasarkan identifikasi dari kondisi internal dan eksternal pengembangan desa wisata Gili Gede Indah, dafat di jabarkan sebagai Faktor Internal Kekuatan (Strengt. Berikut merupakan kekuatan . dari pengembangan desa wisata yang dimiliki Desa Gili Gede Indah Kecmatan sekotong. Daya tarik wisata yang masih alami Memiliki pemandangan alam yang indah serta pantai yang jernih c. Dikelola langsung oleh pemerintah daerah kabupaten Akses menuju desa wisata sangat mudah Fasilitas objek wisata bahari sudah memadai Masyarakat yang ramah terhadap wisatawan dan pengunjung yang berkunjung ke desa wisata Gili Gede Indah ancaman ( weakneses. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Berikut merupakan kekuatan . dari pengembangan desa wisata yang dimiliki Desa Gili Gede Indah Kecmatan sekotong. Masih terkendala dalam bidang promosi Kurangnya fasilitas umum seperti toilet umum dll Masih belum ada kejelasan dari pemerintah Kurangnya minat pemuda dalam menjaga parwisata di Gili Gede indah Jarak tempuh yang jauh dan menggunakan speedbod Faktor Eksternal Peluang (Opportunit. Berikut merupakan peluang (Opportunit. dari pengembangan desa wisata yang dimiliki Desa Gili Gede Indah Kecmatan sekotong. Tersedianya lapanagan tenaga kerja Wisataawan dapat menikmati obejk wisata Dapat menajdi daerah pengembnagan desa Wisata di kecamatan Sekotong khususnya di daerah kabupaten Lombok Barat. Peluang investasi bagi investor untuk pengembangan wisata Mampu meningkatkan prekonomian masyarakat. Ancaman (Threa. Berikut merupakan Ancaman (Threa. dari pengembangan desa wisata yang dimiliki Desa Gili Gede Indah Kecmatan sekotong. Cuaca yang buruk seperti ombak besar membuat wisatawan takut Kurangnya kesadaran masyarakat akan pariwisata Masih banyak sampah yang berserakan di sekitar objek wisata Belum adanya target wisatawan yang jelas Adanya perubahan prilaku dan sikap masyarakat setempat saat dikunjungi. Analisis Faktor Strategi Internal (IFAS) Analisis lingkungan internal yang dilakukan yaitu terhadap faltor-faktor strategis internal yang terdiri dari kekuatan . dan Kelemahan . dalam pengembangan desa wisata Desa Gili Gede Indah Kecmatan Sekotong berdasarkan table 4. menunjukkan bahwa skor total hasil analisis internal adalah . yang menandakan pengembangan desa Wisata Gili Gede Indah pada posisi AubaikAy dalam memanfaatkan kekuatan untuk untuk menghadapi untuk meghadapi kelemahan yang dihadapi dalam pengembangan desa wisata Desa Gili Gede Indah Kecmatan sekotong. Adapun yang menjadi kekuatan utma dalam pengembangan desa wisata Desa Gili Gede Indah, wisatawan dapat melihat pemandagan alam yang indah serta Pantai yang jernih dengan Skor . didukung dengan satu-stunya daerah pengembanagan desa Wisata yang ada di kabupaten Lombok Barat. dengan skor . kemudian yang menjadi kelmahan utama pada pengembangan desa wisata Desa Gili Gede Indah terletak pada masalah masih terkendala dalam bidang promosi degan skor . , belum tersedianya fasilitas umum seperti toilet umum dll dengan skor . Analisis Faktor Strategi Eksternal (EFAS) Analisis lingkungan eksternal yang dialakukan yaitu terhadap factor-faktor strategiseksternal yang terdiri dari peluang (Opportunit. dan ancaman (Threa. dalam pengembangan desa wisata Desa Gili Gede Indah. Hasil analisis factor strategis eksternal melalui peluang dan ancaman mendapatkan skor total analisis eksternalnya adalah . yang menandakan bahwa pengembanagan desa wisata Desa Gili Gede Indah berada pada posisi Eksternal yang Ausangat kuatAy dalam memanfaatkan peluang untuk mengatasi ancaman yang dihadapi. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 Adapun peluang terbesar yang dimiliki dalam pengembangan desa Wisata Gili Gede Indah adalah dapat menjadi daerah pengembangan desa wisata di kecamatan sekotong dan kabupaten Lombok Barat pada umumnya deangan skor . , dan didukung dengan adanya peluang investasi bagi para investor untuk pengembangan desa wisata Desa Gili Gede Indah dengan skor . , kemudian yang menjadi ancaman utama dalam pengembangan desa wisata Desa Gili Gede Indah adalah target utama wisatawan dengan sekor . , diikuti oleh adanya perubahan prilaku dan sikap Masyarakat setempat dengan dikunjungi wisatawan dengan skor eksternal . Pemaparan data di atas menunjukkan bahwa pengembangan desa wisata Gili Gede Indah memeliki potensi untuk dikembangkan secara berakelanjutan. Berdasarkan hasil analisis terhadapa factor internal dan factor eksternal maka di pengembangan desa wisata Gili Gede Indah seperti yang telah di jelaskan tersebut diatas memperoleh hasil bahwa skore untuk factor kekuatan . Kelemahan . dan factor ancaman . kemudian di tentukan titik koordinat di atas dengan cara mengurangi total skor Kekuatan-total Kelemahan, total skor peluang Ae total skor ancaman, sebegai berikut : Koordinat Analisis Internal = . ,64 Ae 1,. /2 = 151 Koordinat Analisis Eksternal = . ,94 Ae 0,. /2 = 1 Titik koordinat terletak pada . ,46, 0,. Strategi Pengembangan Desa Wisata Desa Gili Gede Indah Strategi yang tepat dalam pengembangan desa wisata Desa Gili Gede Indah Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat, adalah sebagai berikut: Strategi SO Memanfaatkan potensi wisata Bahari sebagai ciri khasnya menjadi daerah pengembangan desa wisata Desa di kecamatan Sekotong khususnya di Lombok Barat. Memanfaatkan skil dan Kemahiran sebagai daya Tarik untuk menarik investor sehingga dapat menjadi sektor parwisata yang semakin berkembang dan diminati di Lombok Barat. Strategi ST Menajaga serta memelihara objek wisata agar dapat bersaing denagan daya Tarik wisata didesa Memberikan pelatihan kepada para pemuda dan Masyarakat khususnya para pelaku wisata supaya Bersama-sama menjaga dan melestarikan wisata desa Gili Gede Indah Strategi WO Mengundang para investor dengan mengadakan petemuan di pemerintah daerah agar bisa meningkatkan sarana dan prasarana parwisata di desa Gili Gede Indah. Mengadakan pelatihan dan pemberdayaan Masyarakat terutama bagi pelaku wisata untuk meningkatkan sumber daya manusia sehingga desa wisata gili gede indah dapat dikelola dengan baik. Memanfaatkan sinvestor dan pemerintah desa untuk pembuatan fasilitas umum, serta memaksimalkan promosi untuk menarik wisatawan. Strategi WT Meningkatkan promosi serta memanfaatkan media social dan peningkatan fasilitas pendukung agar bisa bersaing dengan daya tari wisata di desa lain. Meningkatkan kesadaran dalam menjaga dan melestarikan daya Tarik wisata yang ada di desa Gili Gede Indah suapaya terus berkembang. Ada beberapa uraian strategi di atas, menunjukkan bahwa objek wisata yang ada Gili Gede Indah berpeluang besar untuk dikembangkan. Rekomendasi strategi yang diberikan adalah progresif atau strategi pertumbuhan cepat, artinya objek wisata yang ada di desa Gili Gede Indah a. https://ejournal. id/JRT JRTour Journal Of Responsible Tourism Vol. No. November 2025 berada dalam kondisi yang baik dan mantap sehingga memungkinkan untuk terus melakukan perkembangan, meperbesar pertumbuhan dan meraih kemajuan sebagai daya Tarik wisata. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa jenis produk usaha tanaman hias ada tiga kelompok yaitu tanaman daun aglonema,sente varigata, monstera, tanaman bunga mawar, anggrek, bougainvillea, tunjung dan tanaman batang palem merah,bambu air,bambu kuning,pandan bali serta mawar jambe. Kemudian dampak kunjungan wisatawan terhadap peningkatan usaha tanaman hias dapat dilihat sebagai berikut: Peningkatan pendapatan masyarakat Memperluas lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal Menciptakan peluang usaha bagi para pecinta tanaman hias Memperluas jaringan atau mitra Meningkatkan branding atau produk usaha Memperluas area taman atau kebun . uang lingkup hija. Berdasarkan dampak tersebut diketahui bahwa dampak dari adanya kunjungan wisatawan terhadap usaha tanaman memiliki dampak positif terhadap peningkatan usaha tanaman hias dilihat dari segi ekonomi,sosial dan lingkugan masyarakat sekitar. SARAN