Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022, 135 - 141 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt Pembelajaran Al-Quran Hadist Berdasrkan Pendekatan Metode Diskusi di Madrasah Bella Anjelika1*. Bella Anggraini2. Bella Puspita3. Devi Fitria4. Dewi Syahfitri 5. Dewi Syahfitri6 Abstrak Memilih metode pembelajaran mengajar yang tepat sangat penting dalam proses pembelajaran. Metode pembelajaran terdiri dari semua komponen pembelajaran bahan dan prosedur atau tahapan kegatan pembelajaran yang digunakan oleh pendidik dalam untuk membantu Metode pembelajarannya adalah rencana tindakan termasuk penggunaan pendekatan dan berbagai sumber daya dalam pembelajaran ,metode dirumuskan untuk mencapai tujuan tertentu. Pembelajaran materi AlqurAoan hadist memiliki ranah efektif yang lebih dominan, sehingga ketika pembelajaran materi ini berlangsung tanpa menyentuh ranah efefktif, itu dapat dipastikan bahwa tujuan pembelajaran tidak tercapai secara optimal. Disana berbagai macam metode dan teknik pembelajaran yang akan digunakan oleh pendidik, namun tidak semuanya sama efektifnya dalam mencapai tujuan pembelajaran. Untuk itu diperlukan kreasi dan inovasi guru dalam memilih Mempelajari alquran hadist yang merupakan bagian penting dari pendidikan islam juga berkontribusi terhadap pencapaian pendidik nasional. Belajar alquran hadist adalah pemberian pengetahuan atau keterampilan membaca dari pendidik kepada peserta didik agar siswa dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang alquran hadist. Kata Kunci: Pembelajaran Alquran Hadist. Metode Diskusi Di Madrasah PENDAHULUAN Mata Pelajaran Alquran Hadist di Madrasah Aliyah adalah salah satu mata pelajaran pendidikan agama islam yang merupakan peningkatan dari alquran hadist yang telah dipelajari oleh peserta didik diMadrasah. Peningkatan tersebut dilakukan dengan cara mempelajari, memperdalam serta memperkarya kajian alquran hadist terutama menyangkut dasar-dasar keilmuwannya sebagai persiapan untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi, serta memahami dan menerapkan tematema tentang manusia bertanggung jawab dimuka bumi. Model pembelajaran STAI Syekh H. Abdul Halim Hasan Al-Ishlahiyah Binjai, bellaangelika98@gmail. *Corresponding Author : Bella Anjelika Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022, 135 - 141 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt merupakan rancangan dalam proses belajar mengajar dari awal hingga akhir kegiatan belajar mengajar dikelas. Beberapa pendidik harus menggunakan model pembelajaran yang bervariasi contohnya model pembelajaran Diskusi , didalam model diskusi ini akan mengurangi masalah jenuh,bosan dan ngantuk pada siswa. Oleh karena itu pendidik harus menggunakan metode ini agar meningkatkan sikap saling kerjasama pada siswa. (UIN Raden Intan Lampung,2. Salah satu faktor yang membuat peserta didik ingin belajar dalam pembelajaran alquran hadist yaitu motivasi belajar dalam dirinya sendiri Motivasilah yang mendorong peserta didik ingin melakukan kegiatan belajar. (Baharuddin dan wahyuni,2010:22-. Dalam kegiatan pembelajaran, penggunaan metode belajar tentu sangat berpengaruh pada hasil belajar yang ingin dicapai. Pendidik sebagai salah satu unsur dalam pendidikan yang mempunyai peranan penting dalam mewujudkan tujuan pembelajaran. Penguasaan materi saja tidak cukup bagi pendidik sehingga pendidik harus menguasai berbagai metode pembelajaran salah satunya metode Proses pendidikan tergantung pada cocok tidaknya metode yang digunakan dalam pembelajaran maka dari itu pendidik harus menguasai metode diskusi setelah menguasai materi pembelajaran . (Abdul Majid,2014:131-. Metode diskusi berupa penerapan antara 1 siswa dengan siswa lain untuk bekerjasama dalam mencari informasi sehingga metode diskusi ini menyenangkan , namun metode ini jarang digunakan karena mrtode ini butuh banyak waktu dan persiapan dalam pelaksanaannya. (Aris Shoimin,2018:. KAJIAN TEORI Diskusi berasal dari bahasa latin, yakni discutio atau discusium yang bermakna bertukar pikiran. Namun yang perlu dipahami adalah tidak semua kegiatan bertukar pikian biasa disebut dengan istilah diskusi. Lebih jelasnya diskusi merupakan kegiatan kegiatan tukar pikiran yang terarah, ada proses berjalannya dan hasil yang dicapai. Diskusi merupakan suatu kegiatan bertukar pikiran mengenai satu permasalahan dimana masalah yang didiskusikan merupakan permasalahan umum . ukan masalah pribad. dan bertujuan untuk mencapai suatu mufakat yang disetujui secara musyawarah. Muhabbin Syah . mendefinisikan bahwa metode diskusi adalah metode mengajar yang sangat erat hubungannya dengan memecahkan masalah . roblem solvin. Metode ini lazim juga disebut sebagai diskusi kelompok . roup discussio. dan resitasi bersama . ocialized recitatio. Kegiatan diskusi bertujuan untuk memperoleh suatu kesepakatan, pengertian, dan keputusan bersama tentang suatu masalah. Unsur penting diskusi adalah adanya forum tanya jawab selama proses berdiskusi berlangsung. Dalam teknis pelaksanaanya, diskusi dibagi menjadi dua, yakni diskusi formal . dan diskusi nonformal . idak Kedua jenis diskusi tersebut memerlukan unsur-unsur seperti materi, pelaksanaan dan pelengkapan seperti ATK dan lain-lain. Diskusi yang lebih merujuk pada kegiatan bersifat formal membuat beberapa definisi yang dibuat oleh para ahli: Menurut Moh. Surya, diskusi adalah suatu proses bimbingan dimana murid-murid akan mendapatkan suatu kesempatan untuk menyumbangkan pikiran masing-masing dalam memecahkan masalah bersama. Dalam diskusi ini tertanam pula rasa tanggung jawab dan harga diri. Menurut Moh. Uzer Usman, diskusi adalah suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatp muka yang informal Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022, 135 - 141 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt dengan berbagai pegalaman atau informasi, pengambilan kesimpulan atau pemecahan masalah. Dalam proses pembelajaran alquran hadist dimadrasah sudah dapat menggunakan strategi metode pengajaran diskusi yaitu dengan memecahkan suatu masalah perkelompok yang akan dibahas. Sebelum menerapkan metode diskusi guru harus terlebih dahulu membuat RPP sebagai pedoman pelaksanaan pembelajaran dan menyiapkan instrument pembelajaran. Guru diharapkan dapat mengembangkan kapasitas dasar, dan potensi yang dimiliki oleh peserta didik secara penuh. Artinya pengalaman peserta didik lebih diutamakan dalam memutuskan titik tolak kegiatan pembelajran metode diskusi. (Martinis Yamin,2007:. KELEBIHAN-KELEBIHAN METODE DISKUSI Dalam pelaksanan pembelajaran menggunkan metode diskusi ini, ada beberapa kelebihan dalam menunjang berjalannya proses pembelajaran, yaitu Menyadarkan peserta didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan dan bukan satu jalan. Maksudnya adalah guru harus memberikan motivasi ke peserta didik bahwa masalah biasa diselesaikan apabila didiskusikan. Membiasakan peserta didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya sendiri dan membiasakan berikap Maksudnya adalah guru harus mengajarkan peserta didik bermusyawarah dengan temannya dan menerima pendapat orang lain. (Syaeful Bahri Djamarah,2. HASIL DAN PEMBAHASAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN AL-QURAoAN HADIST Pembelajaran berasal dari kata belajar, belajar adalah suatu aktifitas mental atau psikis yang berlangsung dalam intraksi aktif dalam lingkungan, yang perubahan-perubahan pengetahuan,pemahaman,keterampilan dan nilai-nilai sikap. Perubahan ini bersifat relative konstan dan berbeda. (Winkell,1986:. Clifford T. Morgan memberikan definisi. Aulearning is relatively permanent change in behavior which occurs as result of experience or practiceAy(Belajar adalah perubahan tingkah laku yang relative tetap yang merupakan hasil dari pengalaman atau latiha. (Morgan,1961:. Dalam pendidikan, pembelajaran merupakan salah satu aktivitas yang paling utama sehingga keberhasilan dari pendidikan tergantung pada efektivitas tidaknya pembelajaran tersebut. Dengan memahami pembelajaran alquran hadist dengan tepat seorang guru dapat mengajar dengan baik. (Muhammad Surya,2003:. Alquran hadist adalah bagian dari mata pelajaran pendidikan agama islam yang diberikan untuk memahami dan mengamalkan alquran sehingga mampu membaca dengan fasih, menerjemahkan, menyimpulkan isi kandungan, menyalin dan menghafal ayat-ayat terpilih serta memahami dan mengamalkan hadist-hadist pilihan sebagai perluasan kajian alquran hadist di madrasah dan bekal mengikuti jenjang pendidikan berikutnya. Guru juga harus menguasai beberapa pendekatan pembelajaan dalam Alquran hadist beberapa menurut pendapat ahli: Secara garis besar terdapat 2 pendekatan dalam kegiatan pembelajaran Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022, 135 - 141 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt Menurut ROY KILLEN. , yaitu pendekatan yang berpusat pada guru dan kedua yaitu pendekatan yang berpusat pada siswa. Menurut pendapat TOLKHAH. , yaitu ada namanya pendekatan psikologis , pendekatan social-kultural ,yang suatu pendekatan tidak berpihak pada individu melainkan sebagai mahkluk sosial budaya. Menurut pendapat DEPARTEMEN AGAMA. , yaitu menyajikan beberapa pendekatan yang dapat dijadikan acuan dalam proses pembelajaran alquran hadist. Misalnya pendekatan keimanan, emosional dan keteladanan. Oleh sebab itu, maka pembelajaran alquran hadist menjadi upaya dalam mempersiapkan peserta didik agar mereka mampu memahami, trampil melaksanakan dan mengamalkan kandungan dalam pembelajaran alquran hadist. KEKURANGAN-KEKURANGAN METODE DISKUSI Dalam pelaksaan pembelajaran menggunakan metode diskusi ini, ada beberapa kelemahan dalam menunjang berjalannya proses pembelajaran, yaitu Tidak dapat dipakai dalam kelompok yang sangat besar. Maksudnya adalah metode diskusi tidak dapat digunakan diluar pembelajaran seperti organisasi-organisasi tertentu yang jumlah orangnya banyak sehinga menimbulkan pertentangan suatu pendapat dalam mengambil keputusan, akan timbul pro/kontra. (Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain,2006:. Kemunginan ada siswa yang tidak ikut aktif. Maksudnya adalah bagi siswa metode diskusi merupakan kesempatan untuk melepaskan diri dari tanggung jawab di kelasnya. (Buchari Alma,2012:. Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas. Maksudnya adalah pelaksanaan diskusi membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membahas suatu materi, sehingga informasi nya terbatas. (Syaiful Bahri Djamarah,2. LANGKAH-LANGKAH MENERAPKAN METODE DISKUSI DIMADRASAH Langkah-langkah pelaksanaan metode diskusi secara umum terbagi menjadi 3 Tahapan menurut (Moedjiono dan Dimyati,1991:. Tahapan sebelum pertemuan Kegiatan yang harus dilaksanakan pada tahap ini adalah: Memilih topik diskusi . Membuat rancangan garis besar diskusi yang akan dilaksanakan . Menentukan jenis diskusi yang akan dilaksanakan Tahapan selama pertemuan Selama pertemuan diskusi dilaksanakan yang harus dilakukan oleh guru dan siswa pada tahap ini adalah: Guru memberikan penjelasan tentang tujuan diskusi,topik diskusi, dan kegiatan yang akan dilakukan. Para siswa dan Guru melaksanakan kegiatan diskusi . Pelaporan kesimpulan hasil diskusi siswa kepada guru . Pencatatan hasil diskusi oleh siswa Tahapan setelah pertemuan . Membuat catatan tentang gagasan-gagasan yang belum ditanggapi dan kesulitan yang timbul selama diskusi. Mengevaluasi diskusi dari berbagai dimensi dan mengumpulkan evaluasi dari para siswa serta lembaran komentar. Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022, 135 - 141 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt Sebelum menggunakan metode diskusi dalam pembelajaran hendaknya guru mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menerapkan metode diskusi. Menurut(Hasibuan dan Moedjiono,2004:. adalah Guru menentukan masalah yang akan didiskusikan dan memberikan pengarahan seperlunya mengenai cara-cara pemecahannya. Guru memimpin siswa dalam membentuk kelompok-kelompok diskusi Para siswa berdiskusi dalam kelompoknya masing-masing sementara guru bertindak sebagai orang yang mengendalikan jalannya diskusi agar berjalan Kemudian apabila masalah sudah terpecahkan kelompok melaporkan hasil diskusinya. Lalu siswa mencatat hasil diskusi dan dikumpulkan kepada guru. Dalam pelaksanan pembelajaran menggunkan metode diskusi ini, ada beberapa kelebihan dalam menunjang berjalannya proses pembelajaran, yaitu Menyadarkan peserta didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan dan bukan satu jalan. Maksudnya adalah guru harus memberikan motivasi ke peserta didik bahwa masalah biasa diselesaikan apabila didiskusikan. Membiasakan peserta didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya sendiri dan membiasakan berikap Maksudnya adalah guru harus mengajarkan peserta didik bermusyawarah dengan temannya dan menerima pendapat orang lain. Dalam pelaksaan pembelajaran menggunakan metode diskusi ini, ada beberapa kelemahan dalam menunjang berjalannya proses pembelajaran, yaitu Tidak dapat dipakai dalam kelompok yang sangat besar. Maksudnya adalah metode diskusi tidak dapat digunakan diluar pembelajaran seperti organisasi-organisasi tertentu yang jumlah orangnya banyak sehinga menimbulkan pertentangan suatu pendapat dalam mengambil keputusan, akan timbul pro/kontra. (Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain,2006:. Kemunginan ada siswa yang tidak ikut aktif. Maksudnya adalah bagi siswa metode diskusi merupakan kesempatan untuk melepaskan diri dari tanggung jawab di kelasnya. (Buchari Alma,2012:. Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas. Maksudnya adalah pelaksanaan diskusi membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membahas suatu materi, sehingga informasi nya terbatas. Sebelum menggunakan metode diskusi dalam pembelajaran hendaknya guru mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menerapkan metode diskusi. Menurut(Hasibuan dan Moedjiono,2004:. adalah Guru menentukan masalah yang akan didiskusikan dan memberikan pengarahan seperlunya mengenai cara-cara pemecahannya. Guru memimpin siswa dalam membentuk kelompok-kelompok diskusi Para siswa berdiskusi dalam kelompoknya masing-masing sementara guru bertindak sebagai orang yang mengendalikan jalannya diskusi agar berjalan Kemudian apabila masalah sudah terpecahkan kelompok melaporkan hasil diskusinya. Lalu siswa mencatat hasil diskusi dan dikumpulkan kepada guru. Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 1. Nomor 2. Desember 2022, 135 - 141 E-ISSN: 2830-182X https://jurnal. id/index. php/jgt KESIMPULAN Pembelajaran material,fasilitas,perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan. Al-qurAoan Hadist merupakan salah satu pelajaran rumpun agama islam yang diajarkan diMadrasah. Oleh karena itu, maka pembelajaran alquran hadist adalah upaya yang dilakukan secara sistematik dan sengaja untuk membentuk kegiatan antara siswa dengan pendidik pada pelajaran alquran hadist dn sumber belajar pada lingkungan belajar serta berinteraksi untuk pengembangan dan pengalaman belajar. Al-qurAoan Hadist bertujuan agar peserta didik memahami dan mengamalkan alquran sehingga mampu membaca dengan fasih, meneterjemahkan,menyimpulkan isi kandungan, menyalin dang menghafalkan ayat-ayat terpilih serta memahami dan mengamalkan hadist-hadist pilihan sebagai pendalam dan perluasan kajian dari pelajran alquran hadist di madrasah. DAFTAR PUSTAKA