E-ISSN: 2809-8544 PENGARUH PEMBERIAN KREDIT USAHA RAKYAT DAN LOKASI USAHA TERHADAP PENDAPATAN USAHA: STUDI KASUS UMKM PADA BIDANG FASHION DI KOTA SIBOLGA THE EFFECT OF PROVISION OF PEOPLE'S BUSINESS CREDIT AND BUSINESS LOCATION ON BUSINESS INCOME: A CASE STUDY OF MSMES IN THE FASHION SECTOR IN SIBOLGA CITY Magdalena Judika Br Siringoringo1*. Markus Doddy Simanjuntak2. Tonggam Sihol Nababan3. Gloria J. Sianipar4. Erni Yuli Sari Nainggolan5 Universitas HKBP Nommensen. Medan. Indonesia1,3,4,5 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Sari Mutiara Indonesia2 *Email Correspondence: magdalenasiringoringo@uhn. Abstract This study aims to determine the effect of the provision of People's Business Credit and Business Location on the Income of MSMEs in the fashion sector in Sibolga City. The independent variables are People's Business Credit and Business Location. While the dependent variable is Business Income. This study uses quantitative research. The type of data used in this study is primary data obtained from respondents who filled out the questionnaire, namely MSMEs in the fashion sector in Sibolga City. The sampling technique used is a purposive sampling technique with several criteria, namely: . MSMEs that use KUR loans, . MSMEs in the fashion sector. The sample of this study was 80 respondents calculated using the lemeshow formula. The tool used for this study used multiple linear regression analysis. The results of the t-test show that People's Business Credit does not have a significant effect on the Income of MSMEs in the fashion sector in Sibolga City. While Business Location has a positive and significant effect on the Income of MSMEs in the fashion sector in Sibolga City. Based on the determination coefficient test, that People's Business Credit and Business Location are able to explain their influence on the Income of MSMEs in the fashion sector in Sibolga City by 20. Keywords: People's Business Credit. Business Location. Business Income. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Kredit Usaha Rakyat dan Lokasi Usaha terhadap Pendapatan UMKM bidang fashion di Kota Sibolga. Variabel bebas adalah Kredit Usaha Rakyat dan Lokasi Usaha. Sedangkan variabel terikat adalah Pendapatan Usaha. Penelitian ini menggunakan penelitian kuntitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari responden yang mengisi kuesioner yaitu pelaku UMKM di bidang fashion yang berada di Kota Sibolga. teknik penarikan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling dengan beberapa kriteria yaitu: . UMKM yang menggunakan pinjaman KUR, . UMKM bidang fashion. Sampel penelitian ini sebanyak 80 responden yang dihitung dengan menggunakan rumus lemeshow. Alat yang digunakan untuk penelitian ini menggunakan analisis regresi linier Hasil uji t menunjukkan bahwa Kredit Usaha Rakyat tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Pendapatan UMKM bidang fashion di Kota Sibolga. Sedangkan Lokasi Usaha memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan UMKM bidang fashion di Kota Sibolga. Berdasarkan pengujian koefisien determinasi, bahwa Kredit Usaha Rakyat dan Lokasi Usaha mampu menjelaskan pengaruhnya terhadap Pendapatan UMKM bidang fashion di Kota Sibolga sebesar 20,7 %. Kata kunci: Kredit Usaha Rakyat. Lokasi Usaha. Pendapatan Usaha. PENDAHULUAN Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang usaha mikro kecil dan menengah menyatakan bahwa Usaha mikro adalah usaha produktif milik perseorangan SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH PEMBERIAN KREDIT USAHA RAKYAT DAN LOKASI USAHA TERHADAP PENDAPATAN USAHA: STUDI KASUS UMKM PADA BIDANG FASHION DI KOTA SIBOLGA Magdalena Judika Br Siringoringo et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. dan/atau badan usaha perseorangan yang memenuhi kriteria usaha mikro sebagaimana telah diatur dalam undang-undang (Adju dkk. , 2. Saat ini, pendapatan daerah dan nasional Indonesia ditopang oleh UMKM (Janah & Tampubolon, 2. Pengembangan usaha oleh UMKM memungkinkan pelaku ekonomi menggunakan berbagai pendekatan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi (Marfuah & Hartiyah, 2. Menurut (CNBC Indonesia, 2. perbaikan sektor Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu prestasi terbesar pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokow. sejak tahun 2016. UMKM menguasai porsi 99% dari keseluruhan unit usaha di Indonesia. UMKM juga berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 60,5% dan terhadap penyerapan tenaga kerja sebesar 96,9% dari total penyerapan tenaga kerja nasional. Saat itu, situasi pandemi COVID-19 membawa dampak kepada perekonomian Indonesia secara menyeluruh. Namun, dalam krisis ekonomi yang sedang dihadapi Indonesia di tahun 2020, pelaku UMKM menjadi pihak yang paling terpukul (Thaha, 2. Sekitar 37. 000 UMKM yang memberikan laporan bahwa mereka terdampak sangat serius dengan adanya pandemi ini ditandai dengan: sekitar 56% melaporkan terjadi penurunan penjualan, 22% melaporkan permasalahan pada aspek pembiayaan, 15% melaporkan pada masalah distribusi barang, dan 4% melaporkan kesulitan mendapatkan bahan baku mentah (Thaha, 2. Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan. Pemerintah telah menerbitkan berbagai kebijakan untuk meringankan dan membantu pemulihan debitur UMKM. Melalui berbagai langkah extraordinary, pemerintah telah menerbitkan UU No. 2 Tahun 2020 dan PP No. 23 Tahun 2020 sebagai dasar untuk menyelenggarakan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Sementara itu. Kebijakan stimulus yang diatur pada POJK antara lain kebijakan terkait pelaksanaan restrukturisasi dan pemberian kredit/ pembiayaan/ penyediaan dana lain yang baru kepada debitur terdampak COVID-19 termasuk debitur UMKM. Berdasarkan data dari (KEMENKOP UKM, 2. memperlihatkan ada 65,5 juta unit usaha UMKM di Indonesia pada tahun 2023 . Melihat pesatnya perkembangan UMKM, pemerintah berupaya memberikan dorongan dalam permodalan terhadap UMKM untuk menunjang kegiatan usahanya (Adipati, 2. Salah satu UMKM yang banyak diminati oleh pelaku usaha di Kota Sibolga adalah UMKM di Bidang Fashion (Wahyuni, 2. Fashion diminati karena mengingat penampilan juga termasuk hal yang sangat diperhatikan dalam kehidupan masyarakat masa Tiap tahun fashion tren model baru selalu muncul, yang pastinya menciptakan peningkatan pendapatan pada pelaku bisnis fashion. Penelitian saya berfokus pada UMKM di bidang fashion . akaian, tas, sepatu, dan lain-lai. di Kota Sibolga. Tabel 1. Pendapatan UMKM di Bidang Fashion Tahun 2023 dan 2024 Pendapatan Tahun Pendapatan Tahun Jenis Usaha Pengelola Pakaian Tawanda 80 Juta 76 Juta Pakaian Reski 20 Juta 15 Juta Pakaian Erpinna 72 Juta 60 Juta SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH PEMBERIAN KREDIT USAHA RAKYAT DAN LOKASI USAHA TERHADAP PENDAPATAN USAHA: STUDI KASUS UMKM PADA BIDANG FASHION DI KOTA SIBOLGA Magdalena Judika Br Siringoringo et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. Okta Pendapatan Tahun 180 Juta Pendapatan Tahun 150 Juta Tati 108 Juta 96 Juta Jenis Usaha Pengelola Pakaian Sepatu dan tas Sumber : Survei Awal Pelaku UMKM di Bidang Fashion di Kota Sibolga. Berdasarkan data di atas, pendapatan UMKM di bidang fashion mengalami penurunan di tahun 2024. Permasalahan yang dihadapi pelaku usaha dalam mendapatkan pendapatan yang besar yaitu pada akses permodalan dan penentuan lokasi usaha. Kesalahan dalam mengelola ataupun mengalami keterbatasan dalam permodalan akan menurunkan kinerja UMKM (Nur Hamida dkk. , 2. Pendapatan pada usaha mikro tidak selalu merata, ada yang berpenghasilan kecil dan hanya cukup untuk keperluan makanan saja, ada pula yang berpenghasilan besar yang dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Maka dari itu, dibutuhkan rencana yang dilaksanakan UMKM terutama di bidang fashion dalam menaikan pendapatan usahanya melalui strategi efektif seperti menggunakan pinjaman KUR sebagai tambahan modal usaha dan melakukan pemasaran atau promosi di media sosial. Kepala Bidang Koperasi. UKM Kota Sibolga menyatakan bahwa Faktor yang mempengaruhi kinerja UMKM tidak berkembang yaitu modal yang kurang, karakteristik pemilik usaha, manajemen pemilik usahanya yang masih buruk, kurangnya pengetahuan tentang bisnis, masih kurangnya keberanian, dan kurangnya inovasi dalam menjalankan bisnis (Wahyuni. Saat ini, program yang paling banyak ditawarkan perbankan adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang ditujukan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pinjaman ini diberikan melalui bank sebagai kreditur atau pemberi pinjaman kepada penduduk yang ingin melakukan rencana bisnis (Fauziah, 2. Kredit Usaha Rakyat merupakan salah satu cara yang biasa digunakan oleh pelaku usaha besar, menengah, bahkan usaha kecil ketika modalnya tidak cukup untuk memulai usaha baru atau mengembangkan usaha yang sudah ada, juga bisa menjadi alternatif (Wani, 2. Salah satu tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas model usaha, yang pada dasarnya tidak dapat dibiayai dengan pendanaan mandiri saja, karena terbatasnya kebutuhan modal para pengusaha. Dengan adanya KUR dapat membantu pelaku ekonomi mendapatkan dana yang diperlukan untuk menjalankan usahanya (Taha et al. , 2. Menurut pelaku UMKM. Kredit Usaha Rakyat (KUR) ini sangat membantu mereka dalam menjalankan atau mengembangkan usahanya. Penelitian (D. Hutagalung dkk. , 2. , menyatakan bahwa Penggunaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan UMKM di Komplek MMTC Medan. Hal ini juga didukung dalam penelitian (Zaki, 2. , menyatakan bahwa Pemberian KUR berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan UMKM di Kota Pariaman Pasca Pandemi Covid 19. Selain itu penelitian (Marfuah & Hartiyah, 2. , menyatakan bahwa Modal Sendiri. Kredit Usaha Rakyat (KUR). Teknologi. Lama Usaha dan Lokasi Usaha berpengaruh positif terhadap Pendapatan Usaha. Namun dalam Penelitian (Saad dkk. , menyatakan bahwa Lokasi Usaha dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Secara Parsial SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH PEMBERIAN KREDIT USAHA RAKYAT DAN LOKASI USAHA TERHADAP PENDAPATAN USAHA: STUDI KASUS UMKM PADA BIDANG FASHION DI KOTA SIBOLGA Magdalena Judika Br Siringoringo et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. Berpengaruh Negatif dan Signifikan Terhadap Pendapatan Pedagang Buah di Kecamatan Biau Kabupaten Buol. Dari beberapa penelitian yang telah dilakukan, terdapat inkonsistensi dalam hasil temuan terkait pengaruh KUR ataupun Lokasi Usaha. Hal ini menciptakan kesenjangan penelitian yang perlu diteliti lebih lanjut untuk memahami bagaimana faktor-faktor tersebut berinteraksi dalam konteks yang berbeda. Pada penelitian (D. Hutagalung dkk. , 2. yang berjudul Pengaruh Penggunaan Kredit Usaha Rakyat Terhadap Pendapatan UMKM (Studi Kasus UMKM Komplek MMTC Meda. variabel yang diteliti hanya sebatas pengaruh penggunaan Kredit Usaha Rakyat terhadap pendapatan UMKM. Sedangkan penelitian saat ini menambahkan variabel Lokasi Usaha sebagai faktor tambahan yang memengaruhi pendapatan usaha. Selain itu penelitian terdahulu dilakukan di Komplek MMTC Medan, sementara penelitian saat ini berfokus pada UMKM di Kota Sibolga. Serta persamaan yang digunakan dalam penelitian terdahulu adalah persamaan analisis regresi sederhana, sedangkan dalam penelitian saat ini menggunakan persamaan analisis regresi linear berganda. TINJAUAN PUSTAKA Teori Pertumbuhan Ekonomi Teori Harrod-Domar menjelaskan bahwa semakin banyak porsi Produk Domestik Bruto (PDB) yang ditabung akan menambah capital stock sehingga meningkatkan pertumbuhan ekonomi (Iztihar, 2. Teori Harrod-Domar ini memandang bahwa perlu ada pembentukan modal demi mencapai pertumbuhan ekonomi yang stabil. Jadi, semakin banyak ketersediaan modal, produksi barang dan jasa juga dapat mengalami peningkatan. Teori Misi Mission Theori, atau teori misi, berlandaskan pada sebuah gagasan bahwa adanya tujuan, arahan, dan strategi bersama dalam organisasi atau perusahaan dapat mengkoordinasikan seluruh anggota organisasi atau perusahaan menuju pencapaian tujuantujuan (Taha dkk. , 2. Tinjauan Pendapatan Menurut (Adipati, 2. Pendapatan adalah aliran masuk ke perusahaan yang diperoleh dari aktivitas kerja atau produksi, yang berdampak pada peningkatan aktiva perusahaan dengan tujuan meningkatkan pemasukan. Karena pendapatan merupakan bagian dari laporan keuangan, pendapatan sangat penting untuk mengetahui apakah bisnis mengalami kemajuan atau penurunan. Menurut (Saputri, 2. , karakteristik yang penting dari suatu pendapatan antara lain: Aliran masuk atau kenaikan aset. Kegiatan yang menggambarkan operasi utama yang terus menerus. Terdapat pelunasan, penurunan dan/atau pengurangan kewajiban. Pertukaran produk. SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH PEMBERIAN KREDIT USAHA RAKYAT DAN LOKASI USAHA TERHADAP PENDAPATAN USAHA: STUDI KASUS UMKM PADA BIDANG FASHION DI KOTA SIBOLGA Magdalena Judika Br Siringoringo et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. Mengakibatkan kenaikan ekuitas. Menurut (Siswandari 2. dalam (S. Hutagalung, 2. indikator dari pendapatan usaha adalah sebagai berikut : Pendapatan perusahaan harus memenuhi semua kewajiban dan menghasilkan keuntungan untuk mengembangkan usahanya. Pendapatan yang dihasilkan perusahaan harus sesuai dengan kepuasan pemilik Pendapatan tersebut diperoleh dari aktivitas operasional perusahaan. Pendapatan yang dihasilkan oleh perusahaan harus dapat membayar jasa dan pekerjaan yang dilakukan. Tinjauan Mengenai KUR Menurut (Fauziah, 2. Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah kredit yang diberikan melalui perjanjian kerja sama bersama oleh pemerintah melalui perbankan oleh penyedia dana warga atau kreditur yang ingin merancang bisnisnya. Tujuan KUR adalah untuk memberi usaha mikro dan kecil lebih banyak akses ke sumber daya seperti permodalan (Susanto, 2. Menurut (Khafifah dkk. , 2. KUR terdiri dari 2 jenis yang dikategorikan dengan target penerimanya. Berikut ini adalah jenis-jenis Kredit Usaha Rakyat (KUR): KUR Mikro terdapat dua macam yakni: KUR Super Mikro, yakni pada tahun 2021, pemerintah merilis produk baru berdasarkan Komite Kebijakan Pembiayaan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menyasar karyawan yang di-PHK dan ibu rumah tangga yang menjalankan usaha produktif. Suku bunga berlaku efektif 6% per tahun, dengan batas atas Rp10 juta. KUR Mikro yaitu jumlah pinjaman hingga Rp50 juta bisa dipakai untuk kredit modal kerja ataupun untuk investasi untuk setiap debitur. Ada baiknya untuk mengetahui aturan sebelum memilih kategori ini, antara lain: Setiap debitur hanya bisa mendapatkan kredit maksimal Rp50 juta. KUR Ritel: Adalah uang yang diberikan kepada debitur yang memiliki usaha yang Jumlah pinjaman minimal per debitur berkisar antara Rp50 juta hingga Rp500 Menurut (Adipati, 2. Indikator dalam pemberian kredit usaha rakyat adalah sebagai berikut : Character . Watak dari pemohon kredit merupakan faktor utama dalam memutuskan pemberian kredit. Dimana dari watak, pihak bank dapat tahu kemampuan mengembalikan pinjaman. Capacity . Analisa kemampuan ditujukan untuk mengukur tingkat kemampuan debitur dalam mengembalikan kredit dari usaha yang dibiayai. Capital . analisa modal mempunyai tujuan untuk mengukur kemampuan debitur dalam menyediakan modal sendiri untuk mendukung pembiayaan usaha. SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH PEMBERIAN KREDIT USAHA RAKYAT DAN LOKASI USAHA TERHADAP PENDAPATAN USAHA: STUDI KASUS UMKM PADA BIDANG FASHION DI KOTA SIBOLGA Magdalena Judika Br Siringoringo et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. Collateral . analisis jaminan bertujuan untuk mengukur besarnya nilai jaminan yang digunakan sebagai alat pengaman dari debitur kepada kreditur. Condition of economy . ondisi ekonom. analisa kondisi atau prospek usaha bertujuan untuk mengetahui prospektif atau tidaknya suatu usaha yang akan dibiayai, yang meliputi siklus bisnis mulai dari bahan baku . , pengelola, dan pemasaran. Tinjauan Mengenai Lokasi Usaha Menurut Tjiptono . dalam (Marfuah & Hartiyah, 2. lokasi usaha adalah tempat pelaku usaha beroperasi atau tempat perusahaan melakukan kegiatan untuk menghasilkan barang dan mementingkan segi ekonominya. Lokasi usaha mempengaruhi biaya dan lokasi usaha sepenuhnya memiliki kekuatan untuk membuat strategi bisnis sebuah Menurut (Fauziah 2. dalam (S. Hutagalung, 2. Faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi adalah sebagai berikut : Akses, misalnya lokasi yang mudah dilalui atau dijangkau transportasi umum. Visibilitas, misalnya lokasi yang dapat dilihat jelas dengan jarak pandang normal. Tempat Parkir, misalnya lokasi usaha memiliki tempat parkir untuk konsumen yang membawa kendaraan. Ekspansi, tersedianya tempat yang cukup luas untuk perluasan di kemudian hari. Lingkungan, daerah sekitar yang mendukung jalannya usaha tersebut. Tinjauan Mengenai UMKM Menurut (Sukirno, 2004:. dalam (Fauziah, 2. Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) adalah usaha yang mempunyai modal awal yang kecil, atau nilai kekayaan . yang kecil dan jumlah pekerja yang kecil . , nilai modal . atau jumlah pekerjanya sesuai dengan definisi yang diberikan oleh pemerintah atau institusi lain dengan tujuan tertentu. METODE Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif yang menganalisis pengaruh pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Lokasi Usaha terhadap Pendapatan UMKM di Kota Sibolga dengan menggunakan analisis statistik SPSS. Penelitian ini dilakukan di Kota Sibolga dengan objek penelitian yaitu pelaku UMKM di bidang fashion yang berada di Kota Sibolga. Dalam penelitian ini, penyebaran kuesioner dilakukan pada UMKM di bidang fashion yang berada di lokasi pasar dan juga yang membuka usahanya di pinggiran jalan raya Kota Sibolga. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh pemilik UMKM bidang fashion, tepatnya pemilik UMKM bidang fashion yang meliputi pakaian, tas, sepatu, dan lain-lain. Total populasi dalam penelitian ini tidak dapat ditentukan secara pasti, karena tidak ada catatan Dinas Koperasi. UKM dan Ketenagakerjaan secara detail tentang UMKM bidang fashion di Kota Sibolga. Dalam penelitian ini penentuan sampelnya menggunakan nonprobability sampling dengan metode purposive sampling yaitu teknik pengambilan SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH PEMBERIAN KREDIT USAHA RAKYAT DAN LOKASI USAHA TERHADAP PENDAPATAN USAHA: STUDI KASUS UMKM PADA BIDANG FASHION DI KOTA SIBOLGA Magdalena Judika Br Siringoringo et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. sampel dengan menentukan kriteria-kriteria tertentu (Sugiyono, 2. Terdapat beberapa kriteria yang ditetapkan dalam penelitian ini, yaitu : UMKM yang menggunakan pinjaman KUR. UMKM bidang fashion. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan populasi yang tidak diketahui secara pasti menggunakan rumus Lemeshow, yaitu : ycs 2 . Oe yc. ycc2 Keterangan : n = Jumlah sampel Z= Mengacu pada tingkatan keyakinan. Dalam penelitian ini ditetapkan sebesar 90% sehingga Z= 1,65. = Maksimal estimasi = 50% = 0,5 = Tingkat kesalahan. Dalam penelitian ini sebesar 10% = 0,1 ycu= ycu= 1,652 . 0,5. Oe0,. 0,12 0,680625 0,01 = 68,0625. Maka dapat diperoleh sampel minimal dalam penelitian ini adalah 68. Oleh karena itu, sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 80 responden. Dalam penelitian ini, jenis data yang digunakan adalah data primer, dan data bersumber dari pelaku UMKM di Kota Sibolga. Teknik analisis yang dilakukan berdasarkan data primer yang diperoleh langsung dari penyebaran kuisioner kepada pelaku UMKM di Kota Sibolga. Proses ini melibatkan penggunaan statistik dari hasil kuesioner, dan hasil pengujian tersebut akan dijelaskan dengan kalimat. Skala pengukuran yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Skala Likert 7 point yang dimana menurut (Munshi, 2. menggunakan skala likert 7 poin dapat meminimalisir kesalahan dalam pengukuran dan lebih presisi. Skala likert 7 point ini dimulai dari Ausangat tidak setujuAy. hingga Ausangat setujuAy. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sistem penilaian dalam menggunakan pengukuran Skala likert sebagai berikut: Tabel 2. Skala Likert Penilaian Jawaban Responden Jawaban Skor Sangat Setuju (SS) Setuju (S) Cukup Setuju (CS) Netral (N) Cukup Tidak Setuju (CTS) Tidak Setuju (TS) Sangat Tidak Setuju (STS) SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH PEMBERIAN KREDIT USAHA RAKYAT DAN LOKASI USAHA TERHADAP PENDAPATAN USAHA: STUDI KASUS UMKM PADA BIDANG FASHION DI KOTA SIBOLGA Magdalena Judika Br Siringoringo et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Statistik Deskriptif Pada penelitian ini, statistik deskriptif mencakup nilai rata-rata . , nilai minimum, nilai maksimum, dan simpangan baku . tandar devias. dengan N merupakan sampel atau banyaknya responden dalam penelitian. Penjelasan hasil analisis statistik deskriptif pada setiap variabel penelitian disajikan dalam tabel berikut : Tabel 3. Hasil Analisis Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Min Max Mean Std. Deviation Sumber : Diolah dengan SPSS 23, 2025. Berdasarkan hasil uji deskriptif di atas, dapat kita gambarkan distribusi data yang didapat oleh peneliti adalah : Dari total 80 sampel, variabel Kredit Usaha Rakyat (X. memiliki nilai minimum sebesar 31 sedangkan nilai maksimum sebesar 56, nilai rata-rata Kredit Usaha Rakyat sebesar 42,15 dan Standar deviasi data Kredit Usaha Rakyat adalah 5,102. Dari total 80 sampel, variabel Lokasi Usaha (X. memiliki nilai minimum sebesar 17 sedangkan nilai maksimum sebesar 39, nilai rata-rata Lokasi Usaha sebesar 29,66 dan Standar deviasi data Lokasi Usaha adalah 4,081. Dari total 80 sampel, variabel Pendapatan Usaha (Y) memiliki minimum sebesar 15 sedangkan nilai maksimum sebesar 34, nilai rata-rata Pendapatan Usaha sebesar 22, 95 dan Standar deviasi data Pendapatan Usaha adalah 4,194. Uji Validitas dan Reliabilitas Uji validitas ini digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya suatu kuesioner dengan menggunakan metode PearsonAos Product Moment Correlation. Hasil uji validitas angket dengan menggunakan program SPSS 23. Untuk tingkat validitas dilakukan uji signifikan dengan membandingkan nilai rhitung dengan nilai rtabel dimana degree of freedom . = n-2, dalam hal ini n adalah jumlah sampel. Pada penelitian ini besarnya df dapat dihitung 80 -2 atau df = 78 dengan alpha 0,05 didapat rtabel sebesar 0,220. Apabila rhitung > rtabel maka pernyataan valid. Sebaliknya jika rhitung < rtabel maka pernyataan tidak valid. Berikut hasil uji validitas dari masing Ae masing variabel: Tabel 4. Hasil Uji Validitas Variabel Item Kredit Usaha KUR1 Rakyat (X. KUR2 0,607 0,499 SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK 0,22 0,22 Ket Valid Valid PENGARUH PEMBERIAN KREDIT USAHA RAKYAT DAN LOKASI USAHA TERHADAP PENDAPATAN USAHA: STUDI KASUS UMKM PADA BIDANG FASHION DI KOTA SIBOLGA Magdalena Judika Br Siringoringo et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. Variabel Item KUR3 0,503 KUR4 0,482 KUR5 0,369 KUR6 0,697 KUR7 0,539 KUR8 0,58 LU1 0,694 LU2 0,733 LU3 0,727 Lokasi Usaha (X. LU4 0,536 LU5 0,561 LU6 0,642 0,665 0,507 0,552 Pendapatan Usaha P3 (Y) 0,602 0,549 0,707 Sumber : Diolah dengan SPSS 23, 2025. 0,22 0,22 0,22 0,22 0,22 0,22 0,22 0,22 0,22 0,22 0,22 0,22 0,22 0,22 0,22 0,22 0,22 0,22 Ket Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan hasil perhitungan di atas, diketahui bahwa nilai rhitung untuk masingmasing item memiliki rhitung > rtabel di mana rtabel sebesar 0,220. Sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh item pernyataan dari setiap variabel dinyatakan valid. Untuk menguji reliabel dan tidak, dapat diukur dengan melihat koefisien Alpha Cronbanch. Jika nilai Cronbanch Alpha > 0,60 variabel dikatakan Reliabel, sebaliknya jika nilai Cronbanch Alpha < 0,60 variabel dikatakan tidak reliabel. Berikut hasil uji reliabilitas dalam peneltian ini. Tabel 5. Hasil Uji Reliabilitas Minimal Cronbach Variabel N of Item Ket Cronbach Alpha Alpha Kredit Usaha 0,641 Reliabel Rakyat (X. Lokasi Usaha 0,717 Reliabel (X. Pendapatan 0,633 Reliabel Usaha (Y) Sumber : Diolah dengan SPSS 23, 2025 SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH PEMBERIAN KREDIT USAHA RAKYAT DAN LOKASI USAHA TERHADAP PENDAPATAN USAHA: STUDI KASUS UMKM PADA BIDANG FASHION DI KOTA SIBOLGA Magdalena Judika Br Siringoringo et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai cronbach alpha variabel Kredit Usaha Rakyat yaitu 0,641 > 0,60 dan variabel Lokasi Usaha yaitu 0,717 > 0,60 dan Pendapatan Usaha yaitu 0,633 > 0,60. Sehingga dapat disimpulkan bahwa setiap variabel pada penelitian ini reliabel. Uji Asumsi Klasik . Uji Normalitas Uji normalitas ini menggunakan uji One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test dalam aplikasi SPSS. Data terdistribusi normal ketika nilai Asymp. Sig . -taile. > 0,05, akan tetapi apabila Asymp. Sig . -taile. < 0,05 maka tidak terdistribusi normal. Berikut hasil uji normalitas dalam penelitian ini: Tabel 6. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Sumber : Diolah dengan SPSS 23, 2025. Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat nilai signifikansi yang terdapat pada OneSample Kolmogorov-Smirnov Test sebesar 0,200 lebih besar dari 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data yang digunakan berdistribusi normal. Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Pengujian untuk mengetahui ada tidaknya multikolinearitas dilakukan dengan melihat nilai tolerance dan variance inflation factor (VIF). Semakin tinggi nilai VIF, semakin tinggi tingkat multikolinearitas. Apabila nilai tolerance > 0,1 dan nilai VIF < 10 maka tidak terjadi multikolinieritas. Berikut ini hasil uji multikolinearitas : Tabel 7. Hasil Uji Multikolinearitas Model (Constan. Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK Collinearity Statistics Tolerance VIF PENGARUH PEMBERIAN KREDIT USAHA RAKYAT DAN LOKASI USAHA TERHADAP PENDAPATAN USAHA: STUDI KASUS UMKM PADA BIDANG FASHION DI KOTA SIBOLGA Magdalena Judika Br Siringoringo et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. Kredit Usaha Rakyat Lokasi Usaha Sumber : Diolah dengan SPSS 23, 2025. Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa variabel Kredit Usaha Rakyat mempunyai nilai Tolerance 0,732 > 0,1 serta nilai VIF 1,366 < 10. Variabel Lokasi Usaha mempunyai nilai Tolerance 0,732 > 0,1 serta nilai VIF 1,366 < 10. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala multikolinearitas pada masing-masing variabel. Uji Heteroskedastisitas Untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas pada suatu model, dapat dilihat dari pola gambar scatterplot. Tidak terdapat heteroskedastisitas jika : Penyebaran titik-titik data sebaiknya tidak berpola. Titik-titik data menyebar di atas dan di bawah atau disekitar angka 0. Titik-titik data tidak mengumpul hanya di atas atau di bawah saja. Gambar 8. Hasil Uji Heteroskedastisitas Sumber : Diolah dengan SPSS 23, 2025. Berdasarkan scatterplot di atas, maka dapat dilihat bahwa data tersebar secara acak dan tidak membentuk suatu pola tertentu. Titik-titik data juga tidak mengumpul hanya diatas dan dibawah saja. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas. Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi linear berganda dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel independen (Kredit Usaha Rakyat dan Lokasi Usah. terhadap variabel dependen (Pendapatan Usah. Berikut adalah hasil dari analisis regresi linear SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH PEMBERIAN KREDIT USAHA RAKYAT DAN LOKASI USAHA TERHADAP PENDAPATAN USAHA: STUDI KASUS UMKM PADA BIDANG FASHION DI KOTA SIBOLGA Magdalena Judika Br Siringoringo et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. Tabel 9. Hasil Uji Regresi Linear Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Standardized Coefficients Std. Error Beta Sig. (Constan. Sumber : Diolah dengan SPSS 23, 2025. Dari tabel di atas, maka persamaan regresinya adalah sebagai berikut: Y = 8,683 Ae 0,012X1 0,497X2 Berdasarkan hasil persamaan di atas, maka dapat diuraikan sebagai berikut : Nilai konstanta yang diperoleh sebesar 8,683, artinya jika variabel Kredit Usaha Rakyat (X. Lokasi Usaha (X. bernilai 0 maka Pendapatan UMKM bidang fashion di Kota Sibolga sebesar 8,683 satuan. Nilai koefisien regresi variabel Kredit Usaha Rakyat bernilai negatif (-) sebesar Ae 0,012 maka bisa diartikan bahwa jika variabel Kredit Usaha Rakyat meningkat maka variabel Pendapatan UMKM bidang fashion di Kota Sibolga juga akan menurun, begitu juga Nilai koefisien regresi variabel Lokasi Usaha bernilai positif ( ) sebesar 0,497 maka bisa diartikan bahwa jika jika variabel Lokasi Usaha meningkat maka variabel Pendapatan UMKM bidang fashion di Kota Sibolga juga akan meningkat, begitu juga sebaliknya. Uji t (Uji Parsia. Uji t bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh masing-masing variabel bebas . secara parsial terhadap variabel terikat . Adapun pengambilan keputusan untuk uji t yaitu: Jika thitung > ttabel atau sig < 0,05 artinya terdapat pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Jika thitung < ttabel atau sig > 0,05 artinya tidak terdapat pengaruh variabel independen dan variabel dependen. Penentuan tabel distribusi t dicari menggunakan tingkat signifikansi 0,05 dengan df = n-k-1 = 80 Ae 2 - 1 = 77 . adalah jumlah sampel dan k adalah variabel independe. Hasil diperoleh ttabel sebesar 1,991. SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH PEMBERIAN KREDIT USAHA RAKYAT DAN LOKASI USAHA TERHADAP PENDAPATAN USAHA: STUDI KASUS UMKM PADA BIDANG FASHION DI KOTA SIBOLGA Magdalena Judika Br Siringoringo et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. Tabel 10. Hasil Uji t (Parsia. Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. Standardized Coefficients Beta Sig. Sumber : Diolah dengan SPSS 23, 2025. Berdasarkan tabel di atas, maka dapat dilihat bahwa: Variabel Kredit Usaha Rakyat memiliki thitung sebesar - 0,120 < 1,991 dengan nilai signifikansi 0,905 > 0,05. Maka Kredit Usaha Rakyat tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Pendapatan UMKM bidang fashion di Kota Sibolga. Variabel Lokasi Usaha memiliki thitung sebesar 4,134 > 1,991 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Maka Lokasi Usaha memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Pendapatan UMKM bidang fashion di Kota Sibolga. Koefisien Determinasi (R-squar. Koefisien determinasi digunakan untuk mengukur seberapa besar kontribusi dari seluruh variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y), sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel bebas yang tidak dimasukan ke dalam model. Berikut ini adalah hasil dari koefisien determinasi : Tabel 11. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Adjusted R R Square Square Std. Error of the Estimate Sumber : Diolah dengan SPSS 23, 2025. Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi diketahui nilai koefisien determinasi (RSquar. sebesar 0,207. Hal ini menunjukkan bahwa variabel independen yaitu Kredit Usaha Rakyat dan Lokasi Usaha mampu menjelaskan variabel dependen yaitu Pendapatan UMKM bidang fashion di Kota Sibolga adalah sebesar 0,207 atau 20,7 %. Sedangkan sisanya 79,3% dipengaruhi oleh variabel independen lain di luar model yang diteliti. Persentase pengaruh KUR terhadap Pendapatan Usaha adalah sebesar 1,2% dan persentase dari pengaruh Lokasi Usaha terhadap Pendapatan Usaha adalah sebesar 49,7% dari nilai koefisien determinasi. Hasil tersebut diperoleh dari menghitung Sumbangan relatifnya. SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH PEMBERIAN KREDIT USAHA RAKYAT DAN LOKASI USAHA TERHADAP PENDAPATAN USAHA: STUDI KASUS UMKM PADA BIDANG FASHION DI KOTA SIBOLGA Magdalena Judika Br Siringoringo et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. Pengaruh Kredit Usaha Rakyat terhadap Pendapatan UMKM Bidang Fashion di Kota Sibolga Berdasarkan hasil penelitian dengan SPSS 23 menggunakan model regresi berganda dimana hasil uji t . menunjukkan bahwa variabel Kredit Usaha Rakyat memiliki thitung sebesar -0,120 dan nilai signifikansi sebesar 0,905. Dimana nilai thitung < ttabel . ,120 < 1,. dan nilai signifikansinya 0,905 > 0,05 yang berarti bahwa Kredit Usaha Rakyat tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Pendapatan UMKM bidang fashion di Kota Sibolga. Dengan demikian hipotesis pertama yaitu Audiduga Kredit Usaha Rakyat memiliki pengaruh positif terhadap Pendapatan UMKM bidang fashion di Kota SibolgaAy hipotesis ditolak. Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa KUR tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM bertentangan dengan beberapa penelitian terdahulu yang menunjukkan pengaruh positif hal tersebut dapat terjadi dikarenakan: Pertama, banyak pelaku UMKM di bidang fashion yang kurang memiliki kemampuan dalam mengelola pembiayaan yang diberikan. Banyak pelaku usaha fashion yang masih mengandalkan penjualan musiman atau berdasarkan tren, sehingga sulit untuk merencanakan strategi keuangan jangka panjang Kedua. UMKM di bidang fashion sering kali menghadapi masalah dalam pemasaran dan distribusi produk. Ketiga, persoalan kualitas produk dan inovasi juga menjadi hambatan. Jika sebuah UMKM tidak mampu berinovasi atau memperbarui desain produknya, maka meskipun mereka mendapatkan modal dari KUR, pendapatan mereka tidak akan meningkat signifikan. Hasil penelitian tidak sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (D. Hutagalung dkk. , 2. yang menunjukkan penggunaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM di Komplek MMTC Medan. Pengaruh Lokasi Usaha terhadap Pendapatan UMKM Bidang Fashion di Kota Sibolga Hasil uji t . menunjukkan bahwa variabel Lokasi Usaha memiliki thitung sebesar 4,134 dan nilai signifikansi sebesar 0,000. Dimana nilai thitung > ttabel . ,134 > 1,. dan nilai signifikansinya 0,000 < 0,05 yang berarti bahwa Lokasi Usaha memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan UMKM bidang fashion di Kota Sibolga. Dengan demikian hipotesis kedua yaitu Audiduga Lokasi Usaha memiliki pengaruh positif terhadap Pendapatan UMKM bidang fashion di Kota SibolgaAy hipotesis diterima. Hasil positif dari lokasi usaha menunjukkan bahwa pemilihan lokasi yang strategis sangat penting dalam meningkatkan pendapatan. Semakin strategis lokasi usaha dan semakin mudah untuk dijangkau oleh konsumen, maka pendapatan usaha yang diterima akan semakin Bagi UMKM di sektor fashion, lokasi yang tepat tidak hanya mempengaruhi visibilitas produk, tetapi juga memberikan akses lebih besar kepada pelanggan potensial, baik secara langsung maupun melalui platform digital. Lokasi Usaha yang dapat dikatakan strategis apabila: pertama, lokasi yang memberikan akses langsung kepada pasar yang lebih luas. Bagi UMKM fashion, tempat SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH PEMBERIAN KREDIT USAHA RAKYAT DAN LOKASI USAHA TERHADAP PENDAPATAN USAHA: STUDI KASUS UMKM PADA BIDANG FASHION DI KOTA SIBOLGA Magdalena Judika Br Siringoringo et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. usaha yang berada di area dengan keramaian tinggi, seperti pusat perbelanjaan, pasar, atau kawasan komersial yang sering dikunjungi banyak orang, dapat meningkatkan jumlah pengunjung yang datang ke toko. Selain itu, lokasi yang berada di kawasan dengan banyak lalu lintas atau di daerah yang dikenal sebagai pusat mode atau fashion dapat meningkatkan citra bisnis itu sendiri. Kedua, lokasi yang baik mempengaruhi aksesibilitas dan kemudahan pelanggan dalam berbelanja. UMKM fashion yang terletak di area yang mudah dijangkau, baik dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum, memiliki potensi lebih besar untuk menarik lebih banyak pelanggan. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Marfuah & Hartiyah, 2. yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif antara Lokasi Usaha terhadap pendapatan Begitu juga dengan hasil penelitian (Suryani dkk. , 2. menyatakan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara variabel lokasi usaha terhadap pendapatan UMKM di Kecamatan Majalaya. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan pada hasil analisis data dan pembahasan mengenai pengaruh Kredit Usaha Rakyat dan Lokasi Usaha terhadap Pendapatan Usaha (Studi kasus UMKM pada bidang fashion di Kota Sibolga dengan metode analisis yng digunakan yaitu regresi linear berganda, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: Variabel Kredit Usaha Rakyat (X. memiliki thitung sebesar - 0,120, ttabel 1,991. Sehingga thitung < ttabel atau (- 0,120 < 1,. dan signifikansi 0,905 > 0,05, maka H1 ditolak dan H0 diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa Kredit Usaha Rakyat tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap Pendapatan UMKM bidang fashion di Kota Sibolga. Variabel Lokasi Usaha (X. memiliki thitung sebesar 4,134, ttabel 1,991. Sehingga thitung > ttabel atau . ,134 > 1,. dan signifikansi 0,000 < 0,05, maka H1 diterima dan H0 ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa Lokasi Usaha terdapat pengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan UMKM bidang fashion di Kota Sibolga. Hasil nilai koefisien determinasi (Adjusted R-square. sebesar 0,207. Nilai tersebut dapat diartikan bahwa variabel Kredit Usaha Rakyat (X. dan Lokasi Usaha (X. dapat mempengaruhi pendapatan UMKM bidang fashion di Kota Sibolga hanya sebesar 20,7% dan sisanya 79,3% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti dapat memberikan saran yaitu masih ada beberapa faktor yang diduga dapat mempengaruhi Pendapatan UMKM di bidang fashion namun belum dapat dimasukkan oleh peneliti, hal tersebut dapat dilihat dari nilai R Ae Square pada penelitian ini hanya sebesar 20,7%. Oleh karena itu, disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk menambah variabel lain yang juga merupakan beberapa SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK PENGARUH PEMBERIAN KREDIT USAHA RAKYAT DAN LOKASI USAHA TERHADAP PENDAPATAN USAHA: STUDI KASUS UMKM PADA BIDANG FASHION DI KOTA SIBOLGA Magdalena Judika Br Siringoringo et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. faktor penentu dalam peningkatan Pendapatan Usaha seperti Inovasi Produk. Harga Jual. Media Sosial, dan Daya Beli. Mencari objek atau lokasi penelitian yang berbeda dari yang sudah diteliti. DAFTAR PUSTAKA