ABDI SAMULANG : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT e-ISSN: 2964-7215 (Onlin. Valume. Nomor. Edisi: Juli 2025. PP: 127-133 DOI: https://doi. org/10. 61477/abdisamulang. Abstrak Pengabdian Masyarakat ini merupakan hasil observasi terhadap proses pembelajaran Pendidikan Jasmani Adaptif bagi siswa di SLB Taruna Bunga Bangsa Makasar. Tujuan observasi ini adalah untuk mengimplementasiakan Pembelajaran Penjas Adaptif Berbasis Permainan pada Siswa SLB Taruna Bunga Bangsa Makassar. Hasil observasi menunjukkan bahwa guru mengadaptasi komunikasi pembelajaran dengan menggunakan bahasa isyarat, demonstrasi visual, dan Muhammad Janwar1. Suhardianto2 pendekatan individual yang memperhatikan kemampuan motorik dan kondisi psikologis siswa. Pembelajaran 1,. Program Pendidikan Jasmani. FKIP, difokuskan pada pengembangan keterampilan motorik Universitas Megarezky. Makassar, dasar, koordinasi, dan partisipasi aktif siswa dalam Indonesia aktivitas fisik melalui pendekatan berbasis permainan. e-mail: janwartansilu@gmail. Kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan e-mail: fasilitas dan hambatan komunikasi, namun dapat diatasi suhardiantosuhardianto@gmail. melalui inovasi pengajaran dan kolaborasi antara guru dan siswa. Kesimpulannya, proses pembelajaran pendidikan jasmani adaptif di SLB Taruna Bunga Bangsa Article history Makasar berlangsung secara efektif dengan dukungan Received : 2025-07-18 metode pengajaran yang sesuai kebutuhan siswa. Implementasi Pembelajaran Penjas Adaptif Berbasis Permainan pada Siswa SLB Taruna Bunga Bangsa Makassar Revised : 2025-07-24 Accepted : 2025-07-24 *Corresponding author E-mail: janwartansilu@gmail. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License Kata kunci: Pendidikan Jasmani Adaptif. Pendidikan Inklusif. Demonstrasi Visual. Sekolah Berkebutuhan Khusus Abstract This Community Service is the result of observations on the Adaptive Physical Education learning process for students at Taruna Bunga Bangsa Makassar Special Needs School. The purpose of this observation is to implement GameBased Adaptive Physical Education Learning for Taruna Bunga Bangsa Makassar Special Needs School Students. The observation results show that teachers adapt learning communication by using sign language, visual demonstrations, and individual approaches that pay attention to students' motor skills and psychological Learning is focused on developing basic motor skills, coordination, and active participation of students in physical activities through a game-based approach. The main obstacles faced include limited facilities and communication barriers, but can be overcome through teaching innovation and collaboration between teachers and students. In conclusion, the adaptive physical Published By : Yayasan Habiburrahman Jamalu Bina Ummat | Alamat: Desa Samulang. Kecamatan Bajo. Kabupaten Luwu. Sulawesi. Indonesia | URL: https://journal. id/index. php/abdi_samulang education learning process at Taruna Bunga Bangsa Makassar Special Needs School takes place effectively with the support of teaching methods that suit students' needs. Keywords: Adaptive Physical Education. Inclusive Education. Visual Demonstration. Special Needs School A 2025 Author. All rights reserved PENDAHULUAN Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan yang memiliki peran penting dalam mengembangkan aspek fisik, motorik, kognitif, afektif, dan sosial peserta didik. Namun, dalam konteks Sekolah Luar Biasa (SLB), implementasi pendidikan jasmani memerlukan pendekatan yang lebih adaptif dan kreatif guna mengakomodasi kebutuhan khusus para siswa. Anak-anak berkebutuhan khusus memiliki karakteristik yang beragam, sehingga proses pembelajaran harus disesuaikan dengan kemampuan dan potensi masing-masing individu. Pembelajaran Penjas Adaptif merupakan strategi pembelajaran jasmani yang dirancang khusus untuk siswa dengan kebutuhan khusus, dengan memperhatikan kondisi fisik, intelektual, dan emosional mereka. Tujuannya adalah memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, inklusif, dan bermakna bagi peserta didik. Salah satu pendekatan yang terbukti efektif dalam kegiatan Penjas Adaptif adalah penggunaan metode permainan. Melalui permainan, siswa dapat belajar gerak dasar, meningkatkan kemampuan motorik, serta membangun kepercayaan diri dan interaksi sosial (Siedentop, 2. Pembelajaran Penjas Adaptif adalah suatu pendekatan pendidikan jasmani yang menyesuaikan isi, metode, dan media pembelajaran dengan kebutuhan dan kemampuan peserta didik berkebutuhan khusus (Auxter. Pyfer, & Huettig, 2. Pembelajaran berbasis permainan dalam konteks ini menjadi media yang efektif karena mampu memotivasi siswa untuk aktif bergerak tanpa tekanan, serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan (Bailey, 2. Di SLB Taruna Bunga Bangsa Makassar, pelaksanaan pembelajaran jasmani selama ini masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan media, kurangnya pelatihan guru dalam pembelajaran adaptif, serta minimnya variasi metode mengajar. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam kegiatan pembelajaran Penjas, salah satunya melalui pengabdian masyarakat yang mengimplementasikan pembelajaran berbasis permainan. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, partisipatif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik di SLB. Menurut Suwarno. , & Rahayu. bahwa keterbatasan media pembelajaran menjadi salah satu hambatan utama dalam pembelajaran di sekolah khusus, sehingga diperlukan variasi metode agar pembelajaran menjadi menarik dan efektif Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan sebagai wujud kontribusi perguruan tinggi dalam membantu satuan pendidikan luar biasa dalam meningkatkan kualitas pembelajaran jasmani. Dengan menerapkan permainan sebagai media ajar, siswa tidak hanya diajak bergerak aktif, tetapi juga diberikan ruang untuk mengekspresikan diri, bekerja sama, dan mengembangkan keterampilan sosial. Menurut Lestari. , & Susanto. bahwa pengabdian masyarakat yang mengimplementasikan metode pembelajaran inovatif dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SLB, khususnya dalam pembelajaran jasmani. Abdi Samulang Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2022. Volume Nomor: Nomor Halaman https://journal. id/index. php/abdi_samulang METODE PELAKSANAAN Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan dengan memberikan materi dengan menggunakan pendekatan ceramah dan praktek. Peserta dalam kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini adalah siswa SLB Taruna Bunga Bangsa Makassar. Adapun jumlah siswa sasaran dalam kegiatan pengabdian kepada Masyarakat berjumlah 15 orang. Metode kegiatan pengabdian kepada Masyarakat (PKM) sebagai berikut: Narasumber Adapun narasumber dalam kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini, yaitu: Andi Rahmat Karim. Muhammad Janwar. Pd. Suhardianto. Pd. Waktu Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 28 Mei Tahun 2025 dan berlangsung pada hari Rabu dimulai pukul 08. 00 WITA 12. 00 WITA. Kegiatan ini berlokasi di SLB Taruna Bunga Bangsa. Kota Makassar. Sulawesi Selatan. Berikut rincian jadwal kegiatan: Langkah-langkah kegiatan PKM Berikut merupakan uraian Langkah-langkah kegiatan pengabdian kepada Masyarakat: Tabel 1. Rundown Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Implementasi Pembelajaran Penjas Adaptif Berbasis Permainan pada Siswa SLB Taruna Bunga Bangsa Makassar, 28 Mei 2025 Waktu Materi Narasumber 00 - 08. 15 Registrasi Peserta Tim Penitia (Mahasiswa S1 Penjas Unimer. 16 Ae 08. 30 Pembukaan Kegiatan Pembina Yayasan LSB Taruna Bunga Bangsa 31 Ae 09. 30 Materi 1: Pendidikan jasmani Muhammad Janwar. Pd. Adaptif 31 Ae 10. 30 Materi 2: Penjas Adaptif Berbasis Suhardianto. Pd. Permainan 31 Ae 11. 30 Materi 3: Praktek Penjas Adaptif Andi Rahmat Karim. Berbasis Permainan 01 Ae 12. Penutupan Kegitan Tim Penitia (Mahasiswa S1 Penjas Unimer. HASIL PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berfokus pada implementasi Pembelajaran Penjas Adaptif Berbasis Permainan di SLB Taruna Bunga Bangsa Makassar menunjukkan hasil yang positif dan relevan dengan kebutuhan siswa berkebutuhan khusus. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan guru, demonstrasi model permainan, serta implementasi langsung dalam proses pembelajaran bersama siswa. Hasil observasi selama pelaksanaan menunjukkan bahwa metode permainan mampu meningkatkan motivasi dan partisipasi aktif siswa dalam mengikuti kegiatan jasmani. Siswa yang awalnya pasif dan enggan bergerak menunjukkan ketertarikan saat kegiatan dilakukan Published By : Yayasan Habiburrahman Jamalu Bina Ummat | Alamat: Desa Samulang. Kecamatan Bajo. Kabupaten Luwu. Sulawesi. Indonesia | URL: https://journal. id/index. php/abdi_samulang dalam bentuk permainan, seperti permainan bola modifikasi, estafet kerjasama, dan permainan lingkaran. Hal ini memperkuat pernyataan dari Bailey . bahwa kegiatan jasmani yang dikemas dalam bentuk permainan mampu menciptakan suasana yang menyenangkan dan memfasilitasi partisipasi anak-anak dengan berbagai latar belakang kemampuan Anak-anak dengan hambatan intelektual ringan dan sedang cenderung mampu mengikuti instruksi dengan bantuan visual dan demonstrasi. Beberapa siswa dengan hambatan motorik juga mampu mengikuti kegiatan, terutama ketika permainan disesuaikan dengan kemampuan fisik mereka, seperti penggunaan bola yang lebih ringan atau rintangan yang lebih sederhana. Adapun dokumentasi kegiatan pada saat melaksanakan metode permainan dengan menggunakan pendekatan partisipatif aktif dibawah. Ganbar 1: . permainan lingkaran . permainan bola modifikasi, estafet Kerjasama Dalam konteks pendidikan khusus, pendekatan berbasis permainan dinilai efektif karena mampu merangsang keterlibatan sensorimotorik sekaligus mendukung perkembangan sosial-emosional anak. Menurut hasil penelitian terbaru oleh Alotaibi & Almalki . , penerapan permainan terstruktur berbasis aktivitas motorik dalam pendidikan khusus berkontribusi signifikan terhadap peningkatan keterampilan koordinasi dan kemampuan fungsional anak dengan hambatan perkembangan. Pendekatan bermain juga mendorong regulasi emosi dan perilaku adaptif. Penelitian oleh Kim & Lee . menunjukkan bahwa siswa dengan kebutuhan khusus yang terlibat dalam program permainan kooperatif menunjukkan peningkatan dalam inisiatif sosial dan pengendalian diri di lingkungan Melalui pengamatan dan catatan guru selama beberapa sesi, ditemukan adanya peningkatan dalam koordinasi motorik kasar siswa, seperti kemampuan berlari, melompat, melempar, dan menangkap. Model permainan yang digunakan mengedepankan aktivitas fisik yang terstruktur dan mengandung unsur pengulangan . , yang penting bagi pembelajaran anak berkebutuhan khusus (Block, 2. Sejalan dengan teori perkembangan motorik oleh Gallahue dan Ozmun . , latihan motorik yang disesuaikan dengan tingkat kesiapan anak dapat mempercepat pencapaian tahap perkembangan gerak dasar. Dalam Abdi Samulang Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2022. Volume Nomor: Nomor Halaman https://journal. id/index. php/abdi_samulang konteks ini, permainan menjadi media yang fleksibel dan adaptif untuk membangun fondasi keterampilan motorik. Permainan tidak hanya memberikan dampak pada aspek fisik, tetapi juga memfasilitasi perkembangan sosial dan emosional siswa. Selama kegiatan, siswa belajar bekerja sama dalam tim, menunggu giliran, mengenali emosi diri dan teman, serta mengekspresikan Guru mencatat bahwa interaksi antarsiswa menjadi lebih positif dibandingkan sebelum metode ini diterapkan. Dalam kegiatan PkM ini, siswa mengalami peningkatan dalam keberanian berkomunikasi dan empati melalui aktivitas bermain bersama. Menurut Putra. , & Dewi. 1 bahawa pembelajaran berbasis permainan dapat meningkatkan partisipasi aktif dan motivasi belajar siswa, serta menyesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan khusus peserta didik di SLB. Guru-guru SLB Taruna Bunga Bangsa menyatakan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru tentang cara mengajar Penjas secara lebih kreatif dan adaptif. Mereka merasa terbantu dengan adanya contoh-contoh permainan yang bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan Ke depannya, sekolah berencana untuk mengintegrasikan pendekatan ini secara rutin dalam program pembelajaran jasmani. Berikut dokumentasi hasil wawancara dengan salah satu guru SLB Taruna Bunga Bangsa. Gambar 2: Wawancara dengan salah satu Guru Taruna Bunga Bangsa Namun demikian, masih terdapat tantangan, seperti keterbatasan alat bantu dan perlunya pelatihan lanjutan bagi guru dalam mengembangkan variasi permainan yang sesuai dengan semua jenis hambatan. Oleh karena itu, keterlibatan lebih lanjut dari perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan komunitas pendidikan inklusif sangat dibutuhkan. KESIMPULAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berjudul "Implementasi Pembelajaran Penjas Adaptif Berbasis Permainan pada Siswa SLB Taruna Bunga Bangsa Makassar" telah dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kualitas pembelajaran jasmani yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa berkebutuhan khusus. Berdasarkan Published By : Yayasan Habiburrahman Jamalu Bina Ummat | Alamat: Desa Samulang. Kecamatan Bajo. Kabupaten Luwu. Sulawesi. Indonesia | URL: https://journal. id/index. php/abdi_samulang hasil pelaksanaan dan evaluasi kegiatan, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: . Implementasi pembelajaran Penjas Adaptif berbasis permainan terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan partisipasi aktif siswa SLB dalam kegiatan Melalui pendekatan permainan yang disesuaikan, siswa menunjukkan antusiasme tinggi dan lebih mudah memahami instruksi serta tujuan Gerakan, . Penerapan permainan sebagai strategi pembelajaran memberikan dampak positif terhadap pengembangan keterampilan motorik dasar siswa, seperti koordinasi, kelincahan, dan kekuatan. Hal ini didukung oleh pengamatan guru selama proses pembelajaran yang menunjukkan adanya peningkatan kemampuan fisik secara bertahap, . Dari aspek sosial-emosional, pendekatan berbasis permainan mendorong terciptanya interaksi positif antarsiswa, peningkatan kepercayaan diri, serta kemampuan untuk bekerja dalam kelompok. Suasana belajar yang menyenangkan menjadikan siswa lebih terbuka untuk berkomunikasi dan bersosialisasi, . Guru dan tenaga pendidik di SLB Taruna Bunga Bangsa Makassar memberikan respons positif terhadap kegiatan ini. Mereka merasa terbantu dengan adanya pelatihan dan contohcontoh permainan adaptif yang aplikatif serta dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kegiatan belajar mengajar, . Kegiatan ini menunjukkan pentingnya dukungan berkelanjutan dari perguruan tinggi melalui program pengabdian untuk mengembangkan pembelajaran yang inklusif, kreatif, dan kontekstual di lingkungan pendidikan luar biasa. Diperlukan tindak lanjut berupa pengembangan media pembelajaran, pelatihan guru lanjutan, serta kolaborasi lintas sektor. Secara keseluruhan, kegiatan PkM ini telah memberikan kontribusi yang nyata dalam memperkuat praktik pembelajaran jasmani adaptif yang menyenangkan dan bermakna. Diharapkan pendekatan ini dapat terus diterapkan dan dikembangkan sebagai bagian dari upaya menciptakan pendidikan yang ramah dan inklusif bagi semua anak, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus. DAFTAR PUSTAKA