Academy of Education Journal Vol. No. January 2025. Page: 37-47 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. Peran Guru Sebagai Teladan Dalam Pendidikan Karakter Di Sulawesi Utara Christo J. Masinambow a,1. Tori Wakerkwa b,2. Susan Jacobus c,3 a Universitas Negeri Manado. Kota Manado b Universitas Negeri Manado. Kota Manado c Universitas Negeri Manado. Kota Manado 1 Christojrmasinambow11@gmail. 2 Victorryousjordan@gmail. 3 susanjacobus@unima. INFO ARTIKEL Sejarah Artikel: Diterima: 19 Agustus 2024 Direvisi: 17 Oktober 2024 Disetujui: 15 Desember 2024 Tersedia Daring: 1 Januari 2025 Kata Kunci: Guru Pendidikan Karakter Keteladanan Keywords: Teacher Character Education Exemplary ABSTRAK Di tengah tantangan modernisasi dan globalisasi, pendidikan karakter merupakan komponen penting dalam pembentukan kepribadian siswa. Berbagai masalah, seperti pengaruh lingkungan dan kurangnya pelatihan khusus tentang pendidikan karakter, membuat peran guru tidak optimal dalam menanamkan karakter siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam proses pendidikan karakter serta memberikan rekomendasi untuk pengembangan praktik pendidikan yang berbasis Penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis studi Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai panutan dalam menanamkan karakter positif, seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan toleransi. Keteladanan guru tercermin dalam perilaku sehari-hari, interaksi dengan siswa, dan penerapan nilai-nilai dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, pendidikan karakter melalui keteladanan guru sangat efektif dalam membangun sikap positif siswa. Dukungan tambahan berupa pelatihan, kebijakan yang mendukung, serta kerjasama antara sekolah, orang tua, dan masyarakat diperlukan untuk memperkuat peran guru sebagai teladan dalam pendidikan karakter. ABSTRACT In the midst of the challenges of modernization and globalization, character education is an important component in forming students' personalities. Various problems, such as environmental influences and lack of special training on character education, make the teacher's role not optimal in instilling student character. This research aims to analyze the role of teachers in the character education process and provide recommendations for developing example-based educational practices. This research uses a qualitative method, a type of literature study. The research results show that teachers have a strategic role as role models in instilling positive characters, such as honesty, discipline, responsibility and tolerance. The teacher's example is reflected in daily behavior, interactions with students, and the application of values in the learning process. Thus, character education through teacher example is very effective in building positive attitudes in Additional support in the form of training, supportive policies, and collaboration between schools, parents and the community is needed to strengthen the role of teachers as role models in character education. A2025. Christo J. Masinambow. Tori Wakerkwa. Susan Jacobus This is an open access article under CC BY-SA license Christo J. Masinambow et. al (Peran Guru Sebagai Teladan DalamA. Academy of Education Journal Vol. No. January 2025. Page: 37-47 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. Pendahuluan Pendidikan adalah hal yang paling penting dalam kehidupan manusia karena melaluinya potensi seseorang akan terasah dan berkembang, sehingga mereka memiliki kemampuan untuk menentukan masa depan mereka. Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, pendidikan didefinisikan sebagai "usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara" (Hasbullah, 2. Oleh karena itu, pendidikan adalah proses yang dilakukan oleh manusia untuk membangun sikap, kepribadian, dan keterampilan manusia untuk menghadapi masa depan. Sebagai teladan bagi murid-muridnya, guru harus memiliki kepribadian dan sikap yang kuat yang dapat digunakan sebagai panutan dan idola dalam setiap aspek kehidupannya. Untuk meningkatkan reputasi dan kewibawaannya, guru harus selalu berusaha memilih dan melakukan hal-hal yang baik, terutama di depan siswa. Untuk menyiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM), kompetensi kepribadian guru sangat penting dalam membentuk pribadi peserta didik. Guru tidak hanya harus memiliki kemampuan untuk memahami apa yang mereka pelajari, tetapi mereka juga harus menjadikan pembelajaran sebagai cara untuk meningkatkan kualitas pribadi siswa mereka. Menurut Muslich Masnur . , karakter adalah nilai-nilai perilaku manusia yang berkaitan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan Nilai-nilai ini dimanifestasikan dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan norma-norma Guru harus membangun karakter siswa mereka sehingga mereka dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Segala bentuk pendidikan yang dilakukan oleh guru untuk mempengaruhi siswanya termasuk "pendidikan karakter", yang didefinisikan sebagai "pendidikan yang digunakan untuk menanamkan dan mengembangkan karakter kepada peserta didik, sehingga mereka memiliki karakter luhur yang dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari baik di rumah, di sekolah maupun di masyarakat" (Agus Wibowo, 2. Karakter seperti jujur, religius, toleransi, demokratis, dan cinta tanah air adalah hasil dari pengaruh guru. Oleh karena itu, pendidikan karakter sangat penting untuk lembaga pendidikan dan harus diintegrasikan ke seluruh aspek kehidupan sekolah. Pendidikan karakter merupakan upaya yang dilakukan oleh para pendidik untuk mengajarkan kebiasaan berfikir dan berperilaku yang membantu anak-anak hidup dan bekerja bersama dalam keluarga, masyarakat, dan negara. Tujuan dari pendidikan karakter adalah membantu anak-anak dalam membuat keputusan yang bertanggung jawab serta mengembangkan sifat-sifat kejiwaan, akhlak, dan budi pekerti yang membedakan mereka dari orang lain. Istilah "berkarakter" merujuk pada kepribadian seseorang yang stabil dan merupakan hasil dari proses konsolidasi yang progresif dan dinamis melalui integrasi antara pernyataan dan tindakan (Tsauri. Guru membantu meningkatkan karakter siswa, guru membantu meningkatkan karakter siswa dengan memberikan contoh, cara berbicara, atau materi yang baik (Ma'mur, 2. Pendidikan karakter di Indonesia, khususnya di Sulawesi Utara (Sulu. , menjadi aspek penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga bermoral, berakhlak mulia, dan mampu beradaptasi dalam masyarakat yang semakin kompleks. Di tengah dinamika kehidupan sosial yang dipengaruhi oleh keberagaman budaya, agama, dan suku di Sulut, pendidikan karakter berfungsi untuk menanamkan nilai-nilai universal seperti toleransi, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta sikap saling menghargai. Salah satu kunci utama dalam pembentukan karakter yang baik adalah peran guru. Sebagai pendidik, guru tidak hanya bertugas menyampaikan pengetahuan, tetapi juga berfungsi sebagai teladan bagi siswa, mengajarkan nilai-nilai kehidupan melalui contoh konkret dalam keseharian mereka. Christo J. Masinambow et. al (Peran Guru Sebagai Teladan DalamA. Academy of Education Journal Vol. No. January 2025. Page: 37-47 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. Meskipun peran guru sebagai teladan dalam pendidikan karakter sangat penting, implementasinya di lapangan seringkali menghadapi berbagai tantangan. Di Sulawesi Utara, keberagaman sosial dan budaya, keterbatasan sarana pendidikan, serta perbedaan latar belakang ekonomi dan keluarga siswa, menjadi hambatan yang mempengaruhi proses pendidikan karakter yang efektif. Selain itu, ada juga tantangan dalam hal kesadaran dan keterampilan guru untuk mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam setiap aspek pembelajaran. Oleh karena itu, penting untuk menggali lebih dalam bagaimana guru dapat berperan secara optimal sebagai teladan dalam pendidikan karakter di Sulut, serta bagaimana mereka mengatasi berbagai hambatan yang Melalui adanya pendidikan karakter ke dalam setiap aspek proses pendidikan, siswa akan dibentuk menjadi individu yang bukan hanya memiliki kecerdasan intelektual tetapi juga memiliki kecerdasan moral dan sosial, yang memungkinkan mereka disebut sebagai siswa berkarakter (Syahara. Julia, dan Maksum, 2. Peran guru sebagai pendidik memainkan peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter siswa. Guru adalah contoh yang baik bagi siswa (Hulu, 2. Akibatnya, guru harus berhati-hati dalam percakapan dan perilaku seharihari. Karena siswa dapat meniru bahasa dan perilaku guru tanpa mempertimbangkan apa yang mereka lakukan, bahasa dan perilaku yang salah akan menghambat pertumbuhan mereka. Salah satu tugas guru adalah menciptakan kumpulan tingkah laku yang saling terkait yang dilakukan dalam situasi tertentu. Tugas ini juga terkait dengan kemajuan perubahan tingkah laku dan perkembangan siswa yang dituju (Usman, 2. Kualitas layanan pembelajaran, yang merupakan tanggung jawab utama seorang guru, akan tercapai dengan maksimal dengan komitmen guru. Oleh karena itu, komitmen guru dapat didefinisikan sebagai suatu komitmen yang mengikat seorang guru untuk memenuhi semua tanggung jawab dan tanggung jawabnya sebagai pendidik (Novan. , 2. Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran guru sebagai teladan dalam pendidikan karakter di Sulawesi Utara, serta untuk mengidentifikasi tantangan dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi pendidikan karakter di wilayah ini. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai bagaimana guru dapat mengoptimalkan peran mereka dalam membentuk karakter siswa, serta memberikan rekomendasi bagi peningkatan kualitas pendidikan karakter di Sulawesi Utara. Dengan demikian, diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pendidikan karakter yang lebih baik di daerah ini. Metode Metode penelitian yang digunakan dalam Peran Guru Sebagai Teladan Dalam Pendidikan Karakter Di Sulawesi Utara adalah metode kualitatif jenis studi literatur. Penelitian ini dilakukan dengan mencari sumber-sumber literatur yang berkaitan Peran Guru Sebagai Teladan Dalam Pendidikan Karakter Di Sulawesi Utara. Sumber-sumber literatur yang digunakan dalam penelitian ini adalah jurnal, buku, dan artikel yang relevan dengan topik yang dibahas (Hadi & Afandi, 2. Setelah sumber- sumber literatur terkumpul, penulis melakukan analisis terhadap sumber-sumber tersebut dengan cara membaca dan memahami isi dari setiap sumber literatur. Selanjutnya, penulis mengekstrak informasi yang relevan dengan topik penelitian dan mengorganisir informasi tersebut menjadi kesimpulan yang dapat mendukung pembahasan dalam artikel. Selain itu, penulis juga melakukan uji validitas terhadap sumber-sumber literatur yang digunakan dalam penelitian ini. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa sumbersumber literatur yang digunakan valid dan dapat dipercaya. Dengan menggunakan metode ini, artikel ini diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang mendalam mengenai peran guru sebagai teladan dalam pendidikan karakter di Sulawesi Utara. Christo J. Masinambow et. al (Peran Guru Sebagai Teladan DalamA. Academy of Education Journal Vol. No. January 2025. Page: 37-47 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. Hasil dan Pembahasan Pendidikan Karakter Pendidikan adalah upaya untuk membangun dan mengembangkan kepribadian manusia, baik secara rohani maupun fisik. Latihan dan instruksi mengubah sikap dan tingkah laku seseorang atau sekelompok orang untuk mendewasakan. Pendidikan dapat membantu kita menjadi lebih dewasa karena memberikan banyak manfaat bagi kita. Pendidikan dapat menghilangkan buta huruf dan memberikan keterampilan, kemampuan mental, dan keterampilan Sesuai dengan Undang-Undang No. 20 tahun 2003, pendidikan adalah usaha dasar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, dan negara (Haryanto, 2. Karakter adalah sifat yang dimiliki oleh individu saat berinteraksi, bertemu, dan berinteraksi dengan lingkungan mereka, baik fisik maupun sosial (Aini et al. , 2. Menurut Muslich Masnur . , karakter adalah nilai-nilai perilaku manusia yang berkaitan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan. Nilai-nilai ini dimanifestasikan dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perilaku yang didasarkan pada norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat. Karakter. Menurut Maksudin . , adalah sifat yang dimiliki setiap orang yang berkaitan dengan jati dirinya . aya qalb. , yang merupakan inti dari kualitas batiniah atau rohaniah, cara berpikir, dan cara berperilaku . ikap dan perbuatan lahiria. seseorang, dan bagaimana mereka bekerja sama dalam keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Pendidikan karakter dapat didefinisikan sebagai segala bentuk rencana usaha yang dilakukan oleh guru yang dapat mempengaruhi pembentukan karkater peserta didiknya, termasuk memahami, membentuk, dan memupuk nilai-nilai moral (Samani. Hariyanto, 2. Menurut Arifin. Muzayyin, . guru harus mampu bertindak sebagai pengarah dan pembina sekaligus meningkatkan kemampuan dan bakat siswa . Tanggung jawab dan wibawa adalah kualitas kepribadian yang harus dimiliki seorang pendidik untuk memperkuat posisinya (Mulyasa, 2. Guru dapat mempengaruhi pembentukan karakter siswanya dengan cara apa pun, baik positif maupun negatif. Dalam hal ini, guru harus bertanggung jawab atas perencanaan program pengajaran, pelaksanaannya, dan evaluasinya (Sukmadinata. , 2. Menurut Sudjarwo . , tidak hanya tanggung jawab guru di sekolah untuk mencapai keberhasilan pendidikan karakter ini, tetapi juga tanggung jawab orang tua sebagai lembaga pendidikan informal di rumah mereka. Untuk membantu mewujudkan pendidikan karakter pada siswanya, guru harus mengokohkan karakter mereka sendiri dengan membangun karakter siswa mereka. Menurut Burhanuddin . , ada beberapa tindakan sederhana yang dapat dilakukan oleh pendidik untuk membangun karakter siswa mereka, yaitu: Menjadi contoh bagi siswa . Menjadi apresiator . Mengajarkan nilai moral pada setiap pelajaran . Bersikap jujur dan terbuka pada kesalahan . Mengajarkan sopan santun . Memberi kesempatan siswa belajar menjadi pemimpin . Berbagi pengalaman inspiratif Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendidikan karakter adalah suatu sistem pendidikan moral atau budi pekerti yang digunakan untuk menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai karakter yang baik kepada seseorang sehingga mereka memiliki pengetahuan dan tindakan luhur yang dapat mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka di rumah, di Christo J. Masinambow et. al (Peran Guru Sebagai Teladan DalamA. Academy of Education Journal Vol. No. January 2025. Page: 37-47 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. sekolah, dan di masyarakat. Karena itu, sangat penting bagi guru untuk menerapkan pendidikan karakter ini pada siswanya. Ini memastikan bahwa siswa tidak hanya memahami materi tetapi juga dapat menerapkan pelajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari karena guru berfungsi sebagai role model bagi siswanya. Peran Guru sebagai Teladan dalam Pendidikan Karakter Peran adalah komponen yang selalu berubah dari posisi atau status (Habel, 2. Seseorang telah menjalankan suatu peran apabila ia melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya. Guru, seperti halnya guru dan peserta didik, memiliki peran yang sangat penting di dunia pendidikan, terutama dalam kegiatan belajar mengajar. Pada dasarnya, peserta didik membutuhkan peran guru untuk membantu mereka berkembang dan mengoptimalkan kemampuan dan bakat mereka. Guru adalah seorang pendidik profesional, dan peran mereka sangat penting dalam menciptakan generasi penerus bangsa. Menurut (Djamarah. Aswan, 2. , guru adalah orang yang memiliki pengalaman dalam bidang yang mereka pelajari. Dia dapat menjadikan anak didik cerdas dengan keilmuannya. Menurut Hamalik . , peran guru sebagai teladan adalah penting dalam membangun karakter siswa Guru harus memberikan contoh yang baik kepada siswa mereka sehingga mereka dapat mengikutinya. Menurut Zulkarnain . Sebagai pendidik, atau siapa saja yang telah menerjunkan diri sebagai pendidik, ada banyak peran yang diperlukan. Semua peran yang diharapkan dari guru adalah sebagai berikut: . Teladan, di mana guru harus berhati-hati dalam penampilannya sehingga siswanya tidak meniru kesalahan mereka. Inspirator, di mana guru harus memberikan inspirasi atau petunjuk tentang cara belajar yang baik. Motivator, di mana guru harus dapat mendorong dan memberikan dukungan untuk meningkatkan potensi siswa . Dinamisator berarti seorang guru yang cepat, cerdas, dan sadar. Evaluator berarti guru yang mampu mengevaluasi sikap perilaku yang ditampilkan, sepak terjang dan perjuangan yang digariskan, dan agenda yang direncanakan. Sebagian besar guru di Sulawesi Utara memahami pentingnya peran mereka sebagai teladan dalam pendidikan karakter. Mereka menyadari bahwa karakter siswa tidak hanya terbentuk melalui ajaran di kelas, tetapi juga melalui sikap, perilaku, dan interaksi mereka dengan siswa. Guru menunjukkan sikap disiplin, jujur, bertanggung jawab, dan peduli terhadap siswa, baik di dalam maupun di luar kelas. Di beberapa sekolah, guru juga aktif dalam mengintegrasikan nilai-nilai karakter seperti kerjasama, gotong royong, dan toleransi dalam kegiatan ekstrakurikuler dan proyek bersama siswa. Guru memiliki posisi yang sangat strategis dalam pembentukan karakter siswa, karena mereka adalah sosok yang sangat dekat dengan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Guru bukan hanya mengajarkan pengetahuan akademik, tetapi juga memberikan contoh konkret melalui sikap dan perilaku mereka. Di Sulawesi Utara, di mana nilai-nilai sosial dan budaya sangat dijunjung tinggi, guru yang menunjukkan sikap-sikap seperti disiplin, jujur, dan peduli terhadap siswa mampu mempengaruhi perilaku dan karakter siswa. Misalnya, guru yang selalu hadir tepat waktu, menghargai pendapat siswa, dan menjaga integritas di dalam dan luar kelas, memberikan pengaruh positif yang mendalam bagi siswa. Pembelajaran melalui contoh seperti ini lebih mudah diserap oleh siswa karena mereka melihat langsung aplikasi dari nilai-nilai yang diajarkan. Tantangan dalam Mengimplementasikan Pendidikan Karakter Pendidikan karakter dapat diterapkan di semua bidang pendidikan, termasuk kurikulum sekolah, dukungan tambahan, lingkungan, infrastruktur, dan politik. Ini juga menekankan bahwa pendidikan karakter lebih ditekankan sebagai proses yang diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah (Santoso & Adha, 2. Christo J. Masinambow et. al (Peran Guru Sebagai Teladan DalamA. Academy of Education Journal Vol. No. January 2025. Page: 37-47 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. Meskipun sebagian besar guru berusaha menjadi teladan dalam pendidikan karakter, tantangan yang signifikan tetap ada. Salah satu tantangan terbesar adalah keberagaman budaya, agama, dan sosial yang ada di Sulawesi Utara. Beberapa sekolah menghadapi kesulitan dalam menyatukan nilai-nilai karakter yang dapat diterima oleh seluruh siswa, mengingat perbedaan latar belakang yang ada. Selain itu, kurangnya pelatihan dan pengembangan profesi bagi guru dalam hal pendidikan karakter juga diidentifikasi sebagai hambatan. Beberapa guru merasa tidak memiliki cukup pengetahuan dan keterampilan untuk mengintegrasikan pendidikan karakter secara efektif dalam pembelajaran sehari-hari. Pendidikan karakter tidak dapat dilakukan secara terpisah dari semua siswa di sekolah (Cahyanto et al. , 2. Untuk menerapkan pendidikan karakter, ada banyak peran yang dapat dimainkan, seperti asisten kepala sekolah pengambil keputusan, guru sebagai pelaksana program, kemampuan untuk mengasuh anak di rumah, dan dewan sekolah yang berfungsi sebagai jembatan antara program sekolah dan orang tua mereka. Dalam kasus ini, guru sangat penting dalam menerapkan pendidikan karakter karena mereka berkomunikasi langsung dengan siswa. Salah satu tantangan terbesar dalam pendidikan karakter di Sulawesi Utara adalah keberagaman budaya, agama, dan suku yang sangat kaya. Keberagaman ini menuntut guru untuk lebih bijak dalam menyampaikan nilai-nilai karakter yang bersifat universal, seperti kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Namun, penerapan nilai-nilai ini dapat menemui hambatan ketika berhadapan dengan perbedaan pandangan yang mungkin ada di antara siswa yang berasal dari latar belakang yang sangat berbeda. Untuk itu, guru perlu lebih peka dan kreatif dalam merancang kegiatan yang dapat menyatukan perbedaan tersebut, misalnya dengan menekankan nilai-nilai toleransi dan saling menghormati. Guru juga perlu memberikan ruang bagi siswa untuk mengungkapkan pandangan mereka mengenai nilai-nilai karakter yang diajarkan, serta mendiskusikan perbedaan pandangan dengan cara yang konstruktif. Strategi yang Digunakan oleh Guru Dalam Pendidikan Karakter Guru-guru di Sulawesi Utara menggunakan berbagai strategi untuk mendidik siswa mengenai karakter. Di antaranya adalah melalui cerita inspiratif, pembelajaran berbasis pengalaman, dan memberikan tugas yang mengharuskan siswa bekerja sama dalam kelompok. Guru juga sering kali menekankan pentingnya nilai-nilai lokal seperti gotong royong, penghargaan terhadap sesama, serta menghormati perbedaan. Dalam banyak kasus, guru menggunakan pendekatan berbasis agama dan budaya yang sesuai dengan masyarakat Sulawesi Utara untuk mendalami nilai-nilai karakter. Adapun strategi guru dalam pembentukan karakter menurut Fitria, . antara lain: Keteladanan/Teladan: pembentukan karakter melalui kegiatan contoh yang dilakukan oleh guru. Guru memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pemikiran dan perilaku Perilaku yang ditunjukkan oleh guru, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mempengaruhi semangat belajar dan sikap siswa. Teguran: Guru harus menegur siswa yang melenceng dari perilaku semestinya. Guru juga dapat mengingatkan siswa untuk mengamalkan nilai-nilai baik untuk membantu mereka mengubah tingkah laku mereka. Kegiatan Rutin: Kegiatan rutin didefinisikan sebagai kegiatan yang dilakukan secara teratur setiap saat. seperti membaca asmaul husna dan hafalan suratan pendek, mengucapkan salam saat berpapasan dengan instruktur, berdoa sebelum dan sesudah kelas, dan membersihkan ruang kelas . Memberikan Point: Dalam bidang manajemen kelas, guru harus memiliki kebiasaan untuk bertindak di kelas seperti menegakkan disiplin moral melalui kegiatan yang telah Mereka juga harus bertindak sebagai teladan dan pembimbing bagi siswa mereka, menciptakan suasana kelas yang demokratis, menanamkan nilai-nilai karakter Christo J. Masinambow et. al (Peran Guru Sebagai Teladan DalamA. Academy of Education Journal Vol. No. January 2025. Page: 37-47 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. yang baik, menggunakan metode pembelajaran yang tepat, dan mengajarkan siswa mereka cara memecahkan masalah dengan cara yang adil dan damai. Siswa memiliki bentuk karakter yang berbeda dan berbagai jenis karakter. Karakter anak tidak dapat dibandingkan satu sama lain. Hal inilah yang membuat kepribadian anak unik yang tidak selalu ditemukan pada anak lain. Banyak faktor di sekitarnya, seperti keluarga, teman sepergaulan, dan sekolah, memengaruhi perbedaan karakter ini. Untuk mencetak generasi penerus bangsa yang berkarakter baik, sekolah harus menerapkan pendidikan karakter. Keteladanan, penanaman kedisiplinan, pembiasaan, menciptakan suasana yang kondusif, integritas, dan internalisasi adalah beberapa sikap yang dapat digunakan untuk membangun karakter (Hidayatullah, 2. Salah satu temuan penting dalam penelitian ini adalah kurangnya pelatihan dan pengembangan profesi bagi guru dalam mengajarkan pendidikan karakter. Meskipun banyak guru di Sulawesi Utara sudah mengerti pentingnya pendidikan karakter, sebagian besar dari mereka belum mendapatkan pelatihan yang cukup terkait cara mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam proses pembelajaran yang efektif. Pelatihan yang lebih intensif dalam hal pendidikan karakter akan sangat membantu guru dalam memahami strategi dan metode yang tepat untuk membentuk karakter siswa, terutama dalam konteks yang beragam seperti yang ada di Sulawesi Utara. Oleh karena itu, pengembangan profesi guru dalam bidang ini perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah dan lembaga pendidikan. Peran Kepala Sekolah dalam Pendidikan Karakter Secara sederhana, seorang kepala sekolah adalah seorang guru yang memiliki otoritas, wewenang, dan tanggung jawab untuk mengepalai dan memimpin suatu organisasi yang memungkinkan proses pembelajaran terjadi dan tempat di mana proses pembelajaran Kepala sekolah adalah seorang pemimpin yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok untuk mencapai tujuan tertentu. Kepemimpinan ini berkaitan dengan bagaimana seorang pemimpin mempengaruhi bawahannya dalam sebuah proses interaksi yang bertujuan untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang memiliki organisasi yang Untuk menjalankan sekolah dengan baik dan efisien, kepemimpinan kepala sekolah sangat penting. Kepala sekolah, sebagai ujung tombak utama dalam pengelolaan pendidikan dan manajer pendidikan di tingkat sekolah, diharapkan mampu memikul tanggung jawab dan tanggung jawab untuk memajukan sekolah dan lembaga pendidikan (Anci, 2. Kepala sekolah adalah orang yang dapat ditiru oleh guru siswa dan pihak berwenang, terutama mereka yang memiliki peran dalam mendidik karakter siswa. Kepala sekolah bertanggung jawab atas penentuan tujuan, prosedur, dan pelaksanaan pendidikan karakter di Pembelajaran adalah tanggung jawab utama sekolah, menurut Dickona . Bagaimana sekolah dapat membantu siswa mengambil tugas belajar ini dengan serius, melakukannya dengan sepenuh hati, dan membangun kualitas karakter yang kuat yang memungkinkan mereka bekerja dengan baik. Semua pihak yang terlibat di sekolah bertanggung jawab atas pendidikan karakter siswa, karena kepala sekolah tidak bekerja sendirian. memikul tanggung jawab koordinasi, kepemimpinan, manajemen, dan pengelolaan. Selain itu, kepala sekolah beroperasi melalui mitranya, yang terdiri dari guru, staf, dan anggota lainnya. Semua elemen ini digabungkan ke dalam program kerja sekolah, yang memungkinkan guru untuk berkolaborasi. Kepala sekolah adalah satu-satunya orang yang bertanggung jawab atas semua program pendidikan karakter. Meskipun kepala sekolah mungkin tidak bertanggung jawab atas beberapa program, kepala sekolah membentuk tim kerja untuk melakukan tugas pengendalian. Setelah evaluasi Penilaian Karakter, tim kontrol akan melakukan tugasnya. (Emiasih, 2. Peran kepala sekolah dalam menciptakan sekolah yang maju dan berkembang dalam berbagai aspek tidak terlepas dari peran mereka. Kepala sekolah tidak langsung berperan dalam pendidikan Christo J. Masinambow et. al (Peran Guru Sebagai Teladan DalamA. Academy of Education Journal Vol. No. January 2025. Page: 37-47 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. karakter siswa, tetapi mereka membuat aturan dan visi sekolah. Dengan cara ini, kepala sekolah dapat menanamkan pendidikan karakter, sedangkan yang lain akan diajarkan oleh Oleh karena itu, kepala sekolah bertanggung jawab atas pendidikan karakter siswanya, meskipun mereka tidak memiliki hubungan langsung dengan visi dan misi tersebut. Menentukan visi dan misi institusi pendidikan adalah langkah pertama menuju implementasi pendidikan karakter. Visi dan misi ini merupakan syarat untuk program pendidikan karakter. Pendidikan karakter di sekolah bertujuan untuk mengidentifikasi peristiwa khusus yang dapat terjadi dalam pergaulan sekolah, yang merupakan tempat pendidikan karakter dapat diterapkan (Buchory & Swadayani, 2. Selain itu, peran kepala sekolah dalam membangun karakter siswa dapat dilihat dari cara mereka memberikan instruksi langsung kepada guru mereka. Siswa memberikan instruksi tentang cara guru mereka mengajarkan siswa tentang hal-hal seperti bekerja sama, bertegur sapa, memberi salam, baik terhadap sesama teman, karyawan, guru, orang tua, dan seluruh warga sekolah. Jadi, peran kepala sekolah dalam mendidik karakter siswa kepala sekolah, meskipun mereka tidak selalu bertemu di kelas, menurut saya sangat bagus. Kepala sekolah harus menggunakan strategi keteladanan, pembiasaan, dan sentuhan kalbu untuk membangun karakter siswa, serta kepemimpinan dan mutu instruksional serta pemberdayaan seluruh warga Strategi komunikasi dan kolaborasi yang efektif harus diterapkan oleh orang tua dan masyarakat (Suriansyah & Aslamiah, 2. Mengenai peran kepala sekolah dalam pendidikan karakter siswa sebagaimana yang dikemukakan oleh siswa yaitu dengan melalui upacara, misalnya kita tidak hanya disuruh untuk rajin belajar namun kita juga tetap diberikan bimbingan berupa moral yaitudisiplin, sopan santun, taat kepada kedua orang tua, tanggung jawab, kemudian yang paling besar adalah kita diberikan motivasi untuk melakukan aktivitas-aktivitas keagamaan yang kreatif di sekolah dan itu terbukti bahwa dengan adanya beberapa nilainilai karakter dan motivasi tersebut pasti akan tertanam karakter pada kita. Menurut Lickona . menegaskan untuk menciptakan budaya sekolah agar memiliki moral positif ada lima unsur yang perlu dilakukan yaitu: kepemimpinan moral dan akademis dari kepala sekolah, . disiplin dalam lingkungan sekolah yang memberi teladan, mendorong, menjunjung tinggi nilai-nilai seluruh lingkungan sekolah, . kesadaran komunitas di seluruh lingkungan sekolah, . organisasi siswa yang melibatkan para siswa dalam mengurus diri sendiri dan menumbuhkan perasaan . menunjujung arti penting moralitas dengan memberi waktu khusus untuk menangani urusan moral. Sekolah adalah tempat formal di mana siswa belajar. Siswa di sekolah tidak hanya diharapkan untuk memiliki keterampilan kognitif dan psikomotorik, tetapi yang lebih penting adalah keterampilan afektif mereka. Untuk mencapai hal ini, lembaga sekolah harus memiliki peran, terutama kepala sekolah. Karena kepala sekolah adalah pembimbing, pengayom, dan memberikan yang terbaik untuk siswanya, peran kepala sekolah sangat penting dalam pendidikan karakter siswa. Kepala sekolah adalah pelopor bagi guru, siswa, dan karyawan secara khusus untuk kemajuan dan kebaikan sekolah. Kepala sekolah memegang peran penting dalam mendukung guru dalam mengimplementasikan pendidikan karakter. Beberapa kepala sekolah di Sulawesi Utara mengembangkan program-program khusus yang mendukung pembentukan karakter siswa, seperti kegiatan sosial, pelatihan kepemimpinan, serta pengajaran nilai-nilai moral dalam setiap mata pelajaran. Meskipun demikian, tidak semua sekolah memiliki kebijakan yang sama, dan beberapa sekolah masih terbatas dalam hal sumber daya untuk mendukung program pendidikan Christo J. Masinambow et. al (Peran Guru Sebagai Teladan DalamA. Academy of Education Journal Vol. No. January 2025. Page: 37-47 ISSN: 1907-2341 (Prin. ISSN: 2685-4031 (Onlin. karakter secara maksimal. Kepala sekolah memiliki peran yang sangat besar dalam menciptakan iklim yang mendukung pendidikan karakter. Kepala sekolah yang aktif dalam merumuskan kebijakan pendidikan karakter dan memberikan dukungan penuh kepada guru akan sangat membantu dalam mengoptimalkan peran guru sebagai teladan. Program-program yang dirancang oleh kepala sekolah, seperti kegiatan ekstrakurikuler yang menekankan kerjasama, penghargaan terhadap nilai-nilai budaya lokal, dan pelatihan karakter, dapat memperkuat pendidikan karakter di sekolah. Oleh karena itu, perlu adanya sinergi antara kepala sekolah, guru, dan pihak terkait lainnya untuk memastikan bahwa pendidikan karakter dapat diterapkan secara konsisten dan efektif. Kesimpulan Pendidikan karakter di Sulawesi Utara memiliki potensi besar untuk menghasilkan generasi muda yang berkualitas, berintegritas, dan mampu beradaptasi dengan keberagaman sosial yang ada. Peran guru sebagai teladan dalam pendidikan karakter sangat penting, namun masih terdapat tantangan yang harus dihadapi, seperti keberagaman budaya dan agama, serta keterbatasan pelatihan guru. Untuk itu. Guru memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik melalui keteladanan dalam sikap, perilaku, dan nilai-nilai moral. Sulawesi Utara, peran ini menjadi semakin penting mengingat keragaman budaya yang kaya dan tantangan modernisasi. Guru tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga menjadi model nyata dalam mengajarkan nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan Melalui pendekatan yang konsisten, guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pengembangan karakter siswa. Hal ini memerlukan komitmen untuk terus belajar, introspeksi, dan menyesuaikan metode pengajaran sesuai dengan kebutuhan generasi muda. Dengan demikian, guru tidak hanya mencerdaskan siswa secara intelektual, tetapi juga membentuk generasi yang berintegritas, bermoral, dan perlu adanya upaya bersama antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat untuk memberikan dukungan maksimal terhadap guru dalam melaksanakan pendidikan karakter. Ucapan Terima Kasih Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala penyertaan-Nya dalam proses penulisan artikel ini. Kami juga ingin menyampaikan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam penyusunan artikel ini. Ucapan terima kasih yang tulus kami sampaikan kepada para guru, pendidik, dan akademisi di Sulawesi Utara yang menjadi inspirasi utama dalam artikel ini. Peran dan dedikasi mereka dalam membentuk karakter generasi muda sangatlah berharga dan menjadi teladan bagi kita semua. Semoga artikel ini dapat menjadi sumbangsih kecil dalam upaya bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan karakter di Indonesia, khususnya di Sulawesi Utara. Daftar Pustaka