Vol. No. April-Juni 2026 https://siberpublisher. org/JPSN. DOI: https://doi. org/10. 38035/jpsn. https://creativecommons. org/licenses/by/4. Eksplorasi Awal Penggunaan Teknologi AI untuk Mendukung Interaksi dan Kolaborasi Siswa di Sekolah Dasar Wina Mulyanti1. Syarif Hidayat2. Seni Apriliya3. Universitas Pendidikan Indonesia. Tasikmalaya. Indonesia, winamulyanti@upi. Universitas Pendidikan Indonesia. Tasikmalaya. Indonesia, hidayat@upi. Universitas Pendidikan Indonesia. Tasikmalaya. Indonesia, seni_apriliya@upi. Corresponding Author: hidayat@upi. Abstract: The initial exploration of artificial intelligence technology in education has become increasingly important due to the growing need for interactive and collaborative learning in primary schools. This study aims to analyze the role of artificial intelligence in supporting student interaction and collaboration. The method used is a Systematic Literature Review of 20 scientific articles published between 2021 and 2025. The results indicate that artificial intelligence enhances student interaction through real-time feedback, adaptive learning systems, and responsive digital communication tools. Furthermore, it supports student collaboration by facilitating group management, task distribution, and monitoring individual contributions more effectively. However, the implementation of artificial intelligence still faces challenges such as limited infrastructure, teacher readiness, and ethical considerations. conclusion, artificial intelligence has significant potential to improve interactive and collaborative learning quality in primary education. Keyword: Artificial Intelligence. Student Interaction. Student Collaboration. Primary Education. Educational Technology Abstrak: Eksplorasi awal penggunaan teknologi kecerdasan buatan dalam pendidikan menjadi penting seiring meningkatnya kebutuhan pembelajaran yang interaktif dan kolaboratif di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran teknologi kecerdasan buatan dalam mendukung interaksi dan kolaborasi siswa. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review terhadap 20 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada tahun 2021Ae2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi kecerdasan buatan mampu meningkatkan interaksi siswa melalui umpan balik langsung, sistem pembelajaran adaptif, serta media komunikasi digital yang lebih responsif. Selain itu, teknologi ini juga mendukung kolaborasi siswa melalui pengelolaan kerja kelompok, distribusi tugas, dan pemantauan kontribusi individu secara lebih Namun demikian, implementasi teknologi kecerdasan buatan masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur, kesiapan guru, serta aspek etika penggunaan Kesimpulannya, teknologi kecerdasan buatan memiliki potensi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang interaktif dan kolaboratif di sekolah dasar. Kata Kunci: Kecerdasan Buatan. Interaksi Siswa. Kolaborasi Siswa. Pembelajaran Sekolah Dasar. Teknologi Pendidikan. 77 | P a g e https://siberpublisher. org/JPSN. Vol. No. April-Juni 2026 PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital, khususnya Artificial Intelligence (AI), telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk pada jenjang sekolah dasar. Integrasi AI dalam pembelajaran tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas interaksi dan kolaborasi peserta didik. Dalam konteks pembelajaran abad ke-21, kemampuan kolaborasi menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki oleh siswa (Voogt & Roblin, 2. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran di sekolah dasar masih cenderung berpusat pada guru dan kurang memberikan ruang bagi siswa untuk berinteraksi secara aktif (Anshari et al. , 2. Pemanfaatan teknologi AI dalam pendidikan dasar menawarkan peluang untuk mengatasi permasalahan tersebut. AI mampu menyediakan lingkungan belajar yang adaptif, interaktif, dan personal sehingga dapat mendorong keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran (Holmes et , 2. Selain itu, penggunaan modul digital berbantuan AI dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih kolaboratif melalui fitur seperti umpan balik otomatis, simulasi interaktif, dan pembelajaran berbasis proyek (Zawacki-Richter et al. , 2. Hal ini sejalan dengan temuan bahwa teknologi digital yang dirancang dengan baik dapat meningkatkan interaksi sosial dan kerja sama antar siswa (Bond et al. , 2. Meskipun demikian, implementasi AI dalam pembelajaran di sekolah dasar masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur, kesiapan guru, serta kurangnya pemahaman terhadap desain pembelajaran berbasis teknologi (Chiu et al. , 2. Oleh karena itu, diperlukan kajian awal untuk mengeksplorasi potensi penggunaan AI dalam mendukung interaksi dan kolaborasi siswa, khususnya dalam konteks pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar. Kajian ini menjadi penting sebagai landasan konseptual sebelum dilakukan penelitian pengembangan atau eksperimen lebih lanjut. Secara teoretis, pembelajaran kolaboratif berakar pada teori konstruktivisme sosial yang dikemukakan oleh Vygotsky, yang menekankan bahwa pengetahuan dibangun melalui interaksi sosial (Schunk, 2. Dalam konteks ini. AI dapat berperan sebagai scaffolding yang membantu siswa dalam proses belajar bersama. Selain itu, teori Computer-Supported Collaborative Learning (CSCL) juga menjadi dasar dalam memahami bagaimana teknologi dapat memfasilitasi interaksi dan kolaborasi dalam pembelajaran (Stahl et al. , 2. AI sebagai bagian dari teknologi digital memiliki potensi untuk memperkuat prinsip-prinsip CSCL melalui analisis data pembelajaran dan pemberian umpan balik secara real-time. Definisi operasional dalam kajian ini mencakup beberapa konsep utama. Teknologi AI dalam pembelajaran diartikan sebagai sistem berbasis komputer yang mampu meniru kecerdasan manusia untuk mendukung proses belajar, seperti memberikan rekomendasi materi atau evaluasi otomatis (Luckin et al. , 2. Interaksi siswa merujuk pada aktivitas komunikasi antara siswa dengan siswa lain maupun dengan sistem pembelajaran, sedangkan kolaborasi mengacu pada kemampuan siswa untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan pembelajaran secara bersama (Dillenbourg, 2. Berdasarkan latar belakang tersebut, tujuan artikel ini adalah untuk mengeksplorasi potensi penggunaan teknologi AI dalam mendukung interaksi dan kolaborasi siswa di sekolah Secara khusus, pertanyaan yang ingin dijawab dalam artikel ini adalah: . bagaimana peran teknologi AI dalam meningkatkan interaksi siswa dalam pembelajaran. bagaimana AI dapat mendukung kolaborasi antar siswa di sekolah dasar. apa saja peluang dan tantangan dalam implementasi AI pada pembelajaran di sekolah dasar. Pertanyaan-pertanyaan ini akan dibahas secara mendalam pada bagian pembahasan dan dijawab secara komprehensif pada bagian kesimpulan. Dengan demikian, kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual dalam pengembangan pembelajaran berbasis teknologi AI, khususnya dalam menciptakan lingkungan belajar yang interaktif dan kolaboratif di sekolah dasar. 78 | P a g e https://siberpublisher. org/JPSN. Vol. No. April-Juni 2026 METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Metode ini dipilih karena mampu memberikan sintesis yang komprehensif dan sistematis terhadap berbagai hasil penelitian terdahulu terkait pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung interaksi dan kolaborasi siswa di sekolah dasar. SLR dilakukan dengan mengikuti tahapan yang terstruktur, sehingga hasil kajian lebih objektif, transparan, dan dapat direplikasi (Zawacki-Richter et al. , 2. Subjek penelitian berupa dokumen ilmiah, yaitu artikel jurnal internasional bereputasi yang relevan dengan topik penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh artikel yang membahas AI dalam pendidikan, sedangkan sampel penelitian berjumlah 20 artikel yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria inklusi meliputi: . artikel diterbitkan pada tahun 2021Ae2025. memiliki DOI. membahas AI dalam pembelajaran, interaksi, atau dan . dipublikasikan pada jurnal bereputasi. Sementara itu, artikel yang tidak memiliki relevansi langsung atau tidak tersedia secara penuh . ull tex. dieliminasi dari analisis (Bond et al. , 2. Penelitian dilaksanakan pada periode Januari hingga Maret 2026. Proses pengumpulan data dilakukan secara daring melalui database ilmiah seperti Scopus. Web of Science. ScienceDirect, dan Google Scholar. Strategi pencarian menggunakan kombinasi kata kunci seperti AuArtificial Intelligence in EducationAy. Aucollaborative learningAy. Austudent interactionAy, dan Auprimary schoolAy, dengan bantuan operator Boolean (AND. OR) untuk memperluas dan mempersempit hasil pencarian (Chiu, 2. Instrumen penelitian berupa lembar ekstraksi data . ata extraction for. yang digunakan untuk mengidentifikasi informasi penting dari setiap artikel. Aspek yang dianalisis meliputi: identitas penulis, tahun publikasi, tujuan penelitian, metode penelitian, temuan utama, serta kontribusi terhadap interaksi dan kolaborasi siswa. Instrumen ini membantu peneliti dalam mengorganisasi data secara sistematis (Huang et al. , 2. Prosedur penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan. Pertama, tahap identifikasi dengan mengumpulkan artikel berdasarkan kata kunci yang telah ditentukan. Kedua, tahap penyaringan . dengan membaca judul dan abstrak untuk memastikan kesesuaian dengan topik penelitian. Ketiga, tahap kelayakan . dengan membaca teks lengkap artikel untuk memastikan relevansi dan kualitasnya. Keempat, tahap inklusi yaitu menetapkan 20 artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis lebih lanjut. Proses ini mengacu pada alur SLR yang umum digunakan dalam penelitian pendidikan berbasis teknologi (Khosravi et al. Teknik analisis data menggunakan analisis isi . ontent analysi. dan sintesis tematik. Peneliti mengelompokkan temuan penelitian ke dalam beberapa tema utama, seperti peran AI dalam interaksi siswa, dukungan AI terhadap kolaborasi, serta peluang dan tantangan implementasi AI dalam pembelajaran. Selanjutnya, dilakukan interpretasi data untuk menjawab pertanyaan penelitian secara komprehensif (Tsai et al. , 2. Untuk menjaga validitas dan reliabilitas penelitian, dilakukan triangulasi sumber dengan membandingkan hasil dari berbagai artikel yang berbeda. Selain itu, peneliti juga memastikan bahwa seluruh artikel yang digunakan berasal dari jurnal bereputasi dan memiliki DOI yang Dengan menggunakan metode SLR berbasis 20 artikel terbaru, penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang akurat dan terkini mengenai pemanfaatan AI dalam mendukung interaksi dan kolaborasi siswa di sekolah dasar. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil Systematic Literature Review terhadap 20 artikel ilmiah bereputasi yang diterbitkan pada tahun 2021Ae2025, diperoleh temuan yang dikelompokkan ke dalam tiga tema utama, yaitu: . peran AI dalam meningkatkan interaksi siswa, . dukungan AI terhadap 79 | P a g e https://siberpublisher. org/JPSN. Vol. No. April-Juni 2026 kolaborasi siswa, dan . peluang serta tantangan implementasi AI dalam pembelajaran di sekolah dasar. Tabel 1. Ringkasan 20 Artikel SLR . 1Ae2. Fokus Penelitian Metode Temuan Utama AI dalam pendidikan Review AI meningkatkan personalisasi Digital learning Review Interaksi meningkat dengan teknologi digital Tsai et al. Learning analytics Empiris AI mendukung interaksi berbasis Luckin et al. AI & pembelajaran Konseptual AI sebagai scaffolding Hwang & Tu . AI adaptif Eksperimen Meningkatkan keterlibatan siswa AI mendukung pembelajaran Ouyang & Jiao . AI pendidikan Review Alam . AI di kelas Studi kasus AI meningkatkan interaksi siswa Chen et al. AI & kolaborasi Eksperimen Kolaborasi meningkat signifikan AI collaborative Khosravi et al. Empiris AI bantu kerja kelompok Holmes et al. AI education Review AI mendukung pembelajaran adaptif Anshari et al. Digital learning Survey Interaksi meningkat melalui Su et al. AI learning Eksperimen AI meningkatkan komunikasi siswa Guan et al. Smart learning Empiris AI memperkuat kolaborasi Chiu . AI education Review AI meningkatkan engagement Huang et al. Smart environment Review Lingkungan belajar kolaboratif Kasneci et al. AI tools Review AI bantu interaksi real-time Cotton et al. AI pedagogy Empiris AI mendukung diskusi siswa Li et al. AI learning Eksperimen Kolaborasi meningkat Dwivedi et al. AI impact Review AI berpotensi besar di pendidikan Park & Jo . AI collaboration Eksperimen AI meningkatkan kerja tim siswa Sumber : Data Riset Penulis & Tahun Zawacki-Richter et al. Bond et al. Berdasarkan hasil analisis terhadap 20 artikel, diketahui bahwa teknologi AI memiliki peran signifikan dalam meningkatkan interaksi siswa dalam pembelajaran. AI memungkinkan terjadinya interaksi yang lebih dinamis melalui fitur seperti umpan balik otomatis, chatbot pembelajaran, dan sistem adaptif yang merespons kebutuhan siswa secara real-time (Chiu. Hal ini menjawab rumusan masalah pertama bahwa AI mampu meningkatkan interaksi siswa, baik antara siswa dengan sistem maupun antar siswa. Temuan ini sejalan dengan penelitian Tsai et al. yang menunjukkan bahwa AI berbasis learning analytics dapat memfasilitasi komunikasi yang lebih efektif dalam pembelajaran. Selanjutnya, terkait dengan peran AI dalam mendukung kolaborasi siswa, hasil SLR menunjukkan bahwa AI dapat menjadi fasilitator dalam pembelajaran kolaboratif. membantu dalam pembentukan kelompok, distribusi tugas, serta pemantauan kontribusi setiap anggota kelompok (Khosravi et al. , 2. Selain itu, penggunaan platform berbasis AI memungkinkan siswa untuk bekerja sama secara lebih terstruktur dan terarah. Dengan demikian, rumusan masalah kedua terjawab bahwa AI berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kolaborasi siswa di sekolah dasar. Temuan ini didukung oleh Chen et al. yang menyatakan bahwa AI dapat meningkatkan efektivitas kerja kelompok melalui sistem rekomendasi dan evaluasi otomatis. Di sisi lain, hasil kajian juga mengidentifikasi adanya peluang dan tantangan dalam implementasi AI dalam pembelajaran. Peluang yang ditemukan meliputi peningkatan keterlibatan siswa, pembelajaran yang lebih personal, serta penguatan keterampilan abad ke-21 seperti kolaborasi dan komunikasi (Huang et al. , 2. Namun demikian, terdapat beberapa tantangan yang perlu diperhatikan, seperti keterbatasan infrastruktur teknologi, kesiapan guru dalam menggunakan AI, serta isu etika dan privasi data (Kasneci et al. , 2. Hal ini menjawab 80 | P a g e https://siberpublisher. org/JPSN. Vol. No. April-Juni 2026 rumusan masalah ketiga bahwa meskipun AI memiliki potensi besar, implementasinya memerlukan persiapan yang matang. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi AI memiliki potensi yang kuat dalam mendukung interaksi dan kolaborasi siswa di sekolah dasar. Integrasi AI dalam pembelajaran perlu dirancang secara pedagogis agar tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada kebutuhan dan karakteristik siswa. Dengan demikian, pemanfaatan AI dapat memberikan dampak yang optimal dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. KESIMPULAN Berdasarkan hasil Systematic Literature Review terhadap 20 artikel tahun 2021Ae2025, dapat disimpulkan bahwa teknologi Artificial Intelligence (AI) memiliki peran penting dalam mendukung interaksi dan kolaborasi siswa di sekolah dasar. AI mampu meningkatkan interaksi melalui fitur umpan balik real-time dan pembelajaran adaptif, sehingga menjawab rumusan masalah pertama. Selain itu. AI juga memfasilitasi kolaborasi siswa melalui pengelolaan kerja kelompok dan pemantauan kontribusi, sehingga rumusan masalah kedua dapat terpenuhi. Di sisi lain, implementasi AI memberikan peluang dalam menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan berorientasi pada keterampilan abad ke-21, meskipun masih terdapat tantangan seperti kesiapan infrastruktur dan kompetensi guru. Secara umum, penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan AI dapat menjadi salah satu upaya perbaikan dalam bidang pendidikan sebagai bagian dari pengembangan sains, khususnya dalam menciptakan pembelajaran yang lebih kolaboratif, adaptif, dan inovatif di sekolah dasar. REFERENSI