8403 EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 Pengaruh Kualitas Produk. Inovasi Produk dan Kepercayaan Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Pada Lapis Kukus Tugu Malang Cabang Probolinggo Doratul Nasihah1. Khusnik Hudzafidah2. Dedi Joko Hermawan3 Universitas Panca Marga. Indonesia E-mail: doratulnasihah012@gmail. 1,2,3 Article History: Received: 02 Mei 2025 Revised: 01 Agustus 2025 Accepted: 20 Agustus 2025 Keywords: Kualitas Produk. Inovasi Produk dan Kepercayaan Konsumen Abstract: Penelitian mengidentifikasi pengaruh masing-masing variabel secara signifikan, yaitu variabel kualitas produk, inovasi produk dan kepercayaan konsumen terhadap keputusan pembelian pada Lapis Kukus Tugu Malang Cabang Probolinggo. Menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausal dengan variabel independen kualitas produk, inovasi produk dan kepercayaan konsumen serta variabel dependen keputusan pembelian. Sampel yang diambil menggunakan rumus Hair, dengan melibatkan jumlah responden sebanyak 114 responden yang pernah membeli Lapis . Penentuan pengambilan sampel melalui insidental sampling Serta keluaran diproses memakai instrumen telaah Statistical Program for Sosial Science (SPSS). Temuan pada riset ini memperlihatkan bahwa faktor mutu barang berdampak pada ketetapan membeli, pembaruan barang memengaruhi aksi membeli, serta keyakinan pelanggan berkorelasi kuat dengan pilihan konsumen pada Lapis Kukus Tugu Malang Cabang Probolinggo. PENDAHULUAN Dalam dunia bisnis saat ini, beberapa tahun terakhir persaingan bisnis sektor kuliner di Indonesia di Indonesia tumbuh dengan cepat dan semakin ketat seiring dengan perubahan teknologi dan gaya hidup masyarakat untuk membeli produk-produk lokal yang memiliki cita rasa unik dan inovatif. Perusahaan diwajibkan untuk senantiasa berkreasi dan memperbaiki mutu barang agar dapat eksis dan mengungguli kompetitor. Salah satu usaha yang menarik pembisnis dan memiliki persaingan yang tinggi adalah bisnis yang berfokus pada sektor oleholeh khas daerah termasuk kue dan jajanan lokal. Pesatnya kemajuan teknologi yang semakin lama semakin canggih dan segala sesuatu yang dapat di akses dengan mudah, karena dengan adanya kemajuan teknologi membuat masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan ide kreatif yang banyak bermunculan seperti berbagai macam olahan khas daerah yang menjadi pilihan dan cita rasa untuk dikonsumsi dan Kenyataannya, dengan maraknya usaha yang berkecimpung di sektor suvenir lokal, mendorong pebisnis untuk sungguh-sungguh mempertimbangkan gagasan cita rasa, tampilan produk, pemasaran, dan aspek-aspek lain untuk memikat perhatian publik supaya berbelanja. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 Lapis Kukus Tugu Malang adalah usaha khas daerah yang bergerak dibidang oleholeh dengan produk unggulan yaitu. Lapis Kukus. Bakpia Bakar, dan Bakpia Kukus, dan Lapis kukus yang sering banyak diminati oleh para konsumen. Lapis Kukus Tugu Malang sebagai salah satu merek lokal yang terkenal dengan produk khasnya, berhasil menarik minat konsumen di berbagai wilayah di Indonesia. Merek ini memiliki berbagai varian rasa dan terus berinovasi Untuk mengakomodasi keperluan pelanggan yang kian bervariasi. Makanan ini bukan hanya sekedar camilan, tapi juga mencerminkan budaya dan kreativitas kuliner Indonesia. Menurut (Harjadi. D & Arraniri Iqbal, 2021:. AuKualitas produk adalah kemampuan, totalitas fitur dan karakteristik produk atau jasa yang bergantung pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan konsumen yang dinyatakan atau tersirat oleh perusahaanAy. Mutu barang yang unggul dapat menghadirkan kesenangan kepada pelanggan dan memotivasi mereka untuk membeli kembali, dan sebuah bisnis dianggap berhasil jika standar produksinya diakui oleh publik. Hasil penelitian (Aditiya & Oetarjo, 2. Mengindikasikan yaitu faktor kadar keluaran berefek nyata atas putusan pemesanan, lagi keluaran studi bahwa dilaksanakan oleh (Farhanah A & Marzuqi, 2. Mengindikasikan yaitu faktor kadar keluaran tiada berefek lagi nyata atas putusan pemesanan. Selain kualitas produk, dalam menghadapi persaingan suatu usaha inovasi produk menjadi suatu elemen penting dalam mempertahankan daya tarik di mata konsumen di tengah banyaknya pilihan dengan merek lainnya. Menurut Lestari. E, . Mengungkapkan yakni pembaharuan barang adalah penciptaan ide-ide baru atau perbaikan jasa. Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Riska Okhtavia & Budi Setiawan, 2. Mengindikasikan yaitu faktor kreasi baru hasil berefek nyata atas putusan pemesanan. Sedangkan hasil penelitian oleh (Nurina, 2. Menyampaikan yaitu faktor kreasi baru hasil tidak berefek nyata atas putusan pemesanan. Selain inovasi produk, kepercayaan konsumen terhadap merek juga sangat penting. Menurut Sunarto dalam Kambolong. M et al. , . Keyakinan pelanggan merupakan seluruh pemahaman yang ada pada kalangan pelanggan serta segala inferensi yang ditarik pembeli mengenai hal, ciri, dan keuntungannya. Temuan investigasi yang diadakan oleh (Hidayaturohmah & Maskur, 2. Mengindikasikan yaitu faktor keyakinan pembeli berefek nyata atas putusan pemesanan. Berbeda dengan, temuan investigasi yang diadakan oleh (Wijayanthi P. A & Goca W. A, 2. mengindikasikan yaitu faktor keyakinan pembeli tiada berefek nyata atas putusan pemesanan. Nurhayati, . memaparkan yaitu putusan pemesanan yaitu satu alur penetapan putusan pembeli mengenai bahwa memadukan wawasan bagi menentukan beberapa opsi keluaran yang siap lagi diakibatkan pihak sebagian elemen laksana kadar, biaya, letak, publikasi, kelancaran, bantuan, dan seterusnya. Ketetapan pengadaan barang yang berkalikali bakal memperlihatkan kesenangan pelanggan yang mendalam serta keyakinan pelanggan terhadap barang itu. Proses keputusan pembelian ini melibatkan beberapa pilihan dan memutuskan satu merek dari merek yang lainnya. LANDASAN TEORI Kualitas Produk Daga. R, . mengungkapkan yakni mutu barang . utu baran. adalah sebuah kesanggupan barang guna menjalankan kegunaannya mencakup, ketahanan, keterpercayaan, keakuratan, keringanan pengoperasian serta pembenahan perusahaan bisa menerapkan a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 program TQM . otal quality manajeme. Produk menurut (Firmansyah, . 9:2 ) adalah sebuah hal mana bisa disuguhkan kepada khalayak guna dicermati, digunakan, dipegang, maupun dimakan hingga mungkin menyenangkan hasrat ataukah keperluan pelanggan. Guna memperbaiki mutu barangnya. Mutu barang bisa dikenali lewat penanda-penanda yakni, . performa, . keterpercayaan, . keunggulan, . kecocokan, . ketahanan, . kesanggupan menyervis, . Keindahan, . mutu yang ditanggapi. Inovasi Produk Diharto Kostrad A, . Pembaharuan barang lazimnya merupakan sebuah tahapan maupun akibat pemajuan gagasan guna memperbaiki ataukah memajukan kegunaan pada penggunaan sebuah barang hingga memperoleh keuntungan mana kian daripada dahulu. Sunarjo, . menyatakan bahwa Pembaharuan barang menghasilkan barang baru yang bisa mencukupi keperluan serta hasrat pelanggan hingga timbul ketertarikan membeli kepada barang itu, yang diharap bisa diwujudkan lewat ketetapan pengadaan. Pembaharuan barang keluaran mampu ditentukan perantara petunjuk-petunjuk yaitu, . pengembangan jajaran, . keluaran modern . irip Ae keluara. , . keluaran betul-betul modern . odern untuk jagat Ae Kepercayaan Konsumen Kepercayaan konsumen merujuk kepada seluruh keterangan yang dipunyai pelanggan juga seluruh konklusi yang ditarik pelanggan tentang ciri, ciri-ciri, serta keunggulan keluaran/komoditas. (Susilo Agus, 2024:. Kholik. A et al. , . Kepercayaan merupakan unsur teramat dibutuhkan di menanggulangi bermacam-macam kemelut dan kesukaran antara kolega usaha, tidak sekadar demikian keyakinan pun merupakan modal krusial di memajukan relasi waktu lama dalam perkumpulan/firma. Kepercayaan konsumen mampu ditentukan perantara petunjuk-petunjuk yaitu, . integritas, . kebaikan, . Keputusan Pembelian Keputusan pembelian menurut (Andrian et al. , 2022:. merupakan tingkatan di alur penentuan pilihan konsumen ketika pembeli sungguh-sungguh mengadakan. (Indrasari. putusan tindakan orang bahwa tanpa perantara berpartisipasi pada penetapan putusan bagi mengerjakan pemesanan atas keluaran bahwa dipasarkan pihak pemasok. Keputusan pembelian dapat diidentifikasi melalui beberapa indikator di antaranya, . Preferensi barang, . preferensi jenama, . preferensi distributor, . saat pengadaan,. kuantitas pengadaan. METODE PENELITIAN Teknik yang diterapkan di studi ini yaitu teknik kuantitatif memakai cara yang menghubungkan sebab dan akibat. Populasi dari penelitian ini yaitu konsumen yang pernah melakukan pembelian pada Lapis Kukus Tugu Malang. Ukuran sampel penelitian ini memakai formula hair sebab kumpulan sasaran riset tidak dipahami secara gamblang. Perhitungan statistik ukuran sampel minimal 5 hingga 10 kali jumlah penanda yang Dalam riset ini banyaknya penanda yang dipakai sejumlah delapan belas penanda dan setelah dikalikan dengan 6 maka diketahui ukuran sampel minimum yang dibutuhkan untuk dianalisis sebanyak 114 responden. Penghimpunan informasi di riset ini lewat pemakaian daftar pertanyaan/formulir survei mana disebarkan dengan segera ataupun a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 memalui google from. Riset ini memakai informasi utama, yakni informasi yang didapatkan dari asalnya. Pengukuran variabel pada studi ini memanfaatkan skala Likert 1-5. Setelah data terkumpul maka akan dianalisis statistik menggunakan (SPSS), yang meliputi tes kesahihan serta keandalan, tes anggapan tradisional, tes telaah regresi lurus majemuk, koefisien penentuan . , serta tes dugaan sementara. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas Telaah tes kesahihan guna mengamati sahih maupun tidaknya sebuah alat ukur, ketentuan terkecil buat disangka sahih apabila R hitung melebihi R tabel. Jika angka koefisien (R) melebihi R tabel maka bisa diungkapkan sahih. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 Merujuk dari tabel 1 diatas, skor Correced Item-Total Correlation untuk X1,X2,X3 dan Y yang nilainya lebih besar dari Rtabel . hitung>rtabe. sebesar 0,184, mengindikasikan yaitu segala faktor kadar keluaran, kreasi baru keluaran, anggapan pembeli dan putusan pemesanan disampaikan absah serta mampu dikerjakan bagi percobaan keterangan selanjutnya. Uji Reliabilitas Pengujian keandalan dalam riset ini bertujuan untuk menilai tingkat konsistensi suatu daftar pertanyaan yang menjadi tolok ukur bagi variabel penelitian (Sujarweni. W, 2022:. Apabila setiap variabel yang diukur dalam studi ini menunjukkan nilai Alpha Cronbach lebih tinggi dari 0,60, maka kuesioner dapat dianggap andal. Dari tabel 2 di atas, nilai CronbacAos Alpha pada variabel X1,X2,X3 dan Y dapat disimpulkan bahwa instrumen penelitian guna menguji faktor mutu barang, pembaruan barang, keyakinan pelanggan, serta ketetapan membeli mempunyai taraf keandalan yang bagus dan hal ini terbukti oleh skor cronbach's alpha yang seluruhnya melampaui 0,6. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji normalitas dalam riset ini, teknik yang diterapkan ialah uji One -Sampel KolmogorovSmirnov Test non-parametik. Uji normalitas penting dilakukan karena data harus terdistribusi normal atau tidak. Batas signifikansi 0,05 menjadi penentu normalitas data dalam pengujian ini. Nilai signifikan di bawah 0,05 mengindikasikan ketidaknormalan distribusi data, sementara nilai di atas 0,05 menunjukkan distribusi normal. Merujuk pada hasil uji normalitas yang telah dilakukan, nilai signifikansi dari uji OneSample Kolmogorov-Smirnov adalah 0,200, di mana melampaui ambang keberartian 0,05 . lias 0,. Oleh karena itu, secara garis besar bisa disimpulkan bahwa informasi riset ini tersebar secara normal. Uji Multikolinieritas Uji multikolinieritas diperlukan untuk mengetahui apakah di dalam penelitian ini ditemukan adanya korelasi antara variabel independen . Tiap-tiap variabel independen dalam penelitian ini akan dianalisis sebagai variabel dependen, dengan melihat pengaruh dari variabel-variabel independen yang lain. Dengan demikian, nilai toleransi yang rendah sebanding dengan nilai VIF yang tinggi, mengingat VIF merupakan kebalikan dari nilai toleransi (VIF = 1/tolerans. Batas umum yang digunakan untuk mengidentifikasi adanya multikolinieritas adalah nilai toleransi di bawah 0,10 atau nilai VIF di atas 10. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. September 2025 Menurut temuan pengujian multikolinearitas di grafik 4 sebelumnya, bisa diterangkan bahwa : Faktor mutu barang (X. mempunyai skor toleransi sejumlah 0,281 melebihi 0,10 dan skor VIF sejumlah 3,558 kurang dari 10. Dengan begitu, bisa disimpulkan bahwa tidak ada multikolinearitas pada faktor mutu barang. Faktor pembaruan barang (X. mempunyai skor toleransi sejumlah 0,400 melebihi 0,10 dan skor VIF sejumlah 2,499 kurang dari 10. Dengan begitu, bisa disimpulkan bahwa tidak ada multikolinearitas pada faktor pembaruan barang. Faktor keyakinan pelanggan (X. mempunyai skor toleransi sejumlah 0,360 melebihi 0,10 dan skor VIF sejumlah 2,780 kurang dari 10. Dengan begitu, bisa disimpulkan bahwa tidak ada multikolinearitas pada faktor keyakinan pelanggan. Uji Heteroskedastisitas Mengacu pada data yang tersaji dalam tabel 5, terlihat bahwa nilai signifikansi untuk kualitas produk adalah 0. 360, inovasi produk mencapai 0. 742, dan kepercayaan konsumen Dari angka-angka ini, dapat diambil konklusi bahwa pada variabel kualitas produk dan inovasi produk tidak ditemukan adanya heteroskedastisitas atau permasalahan serupa. Sedangkan untuk variabel kepercayaan konsumen nilai sig. menunjukkan angka kurang dari 0,05, hal ini menandakan bahwa faktor kepercayaan konsumen mengalami permasalahan heteroskedastisitas, yaitu varians residual yang tidak konstan. Uji Autokorelasi Merujuk pada Tabel 6, nilai Durbin-Watson tercatat sebesar 1,935. Nilai ini berada dalam rentang antara -2 dan 2 (Oe2