Prosiding Seminar Nasional Peternakan. Kelautan, dan Perikanan I (Semnas PKP I) AuOptimalisasi Peran Sektor Peternakan. Kelautan, dan Perikanan dalam Mendukung Kemajuan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan Menyongsong Indonesia Emas 2045Ay Analisis Dampak Penerapan Pertanian Terintegrasi terhadap Produktivitas Pertanian pada Usaha Tani di Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros (Impact Analysis of Implementing Integrated Agriculture on Agricultural Productivity in Farming Businesses in Tompobulu District. Maros Regrnc. Nur Azizah. Alima Bachtiar Abdullahi*. Nurjannah Bando. Mihrani. Subhan Effendi Program Studi Agribisnis Peternakan. Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan * Corresponding author: alima_politanipangkep@yahoo. ABSTRACT The development of the agricultural sector must consider ecological balance, one of which is through an integrated farming system. Tompobulu Subdistrict. Maros Regency, has the potential to implement this system due to its vast land area but underutilized productivity. This study aims to: . identify the community's response to the implementation of integrated farming, . evaluate its forms of application, and . analyze its impact on agricultural productivity. The research was conducted from January to April 2024 in Tompobulu Subdistrict using observational methods and qualitative descriptive analysis with both primary and secondary data. Data were collected through observations, interviews, questionnaires, and The study results indicate that: . The community responded positively to integrated farming, with 100 % of respondents having already implemented it. The majority form of integration involves livestock with horticultural crops . %), followed by livestock with food crops . %), and others . %). The implementation of integrated farming had a positive impact, as evidenced by increased production and reduced production costs reported by 100 % of respondents. In conclusion, the application of integrated farming has a significant impact on improving the productivity of farming activities in Tompobulu Subdistrict. Maros Regency. Keywords: Impact. Integrated agriculture. Productivity ABSTRAK Pembangunan sektor pertanian harus memperhatikan keseimbangan ekologi, salah satunya melalui sistem pertanian terintegrasi. Kecamatan Tompobulu. Kabupaten Maros, berpotensi menerapkan sistem ini karena memiliki lahan luas tetapi produktivitas yang belum maksimal. Penelitian ini bertujuan: . mengidentifikasi respon masyarakat terhadap penerapan pertanian terintegrasi, . Mevelauasi bentuk penerapannya, dan . menganalisis dampaknya terhadap produktivitas pertanian. Penelitian dilakukan Januari hingga April 2024 di Kecamatan Tompobulu menggunakan metode observasi dan analisis deskriptif kualitatif dengan data primer dan sekunder. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . Masyarakat memberikan respon positif terhadap pertanian terintegrasi, dengan 100 % responden telah menerapkannya. Bentuk integrasi mayoritas adalah ternak dengan tanaman hortikultura . %), diikuti ternak dengan tanaman pangan . %), dan lainnya . %). Penerapan pertanian terintegrasi berdampak positif, terbukti dengan peningkatan produksi dan penurunan biaya produksi yang dirasakan 100% responden. Kesimpulannya, penerapan pertanian terintegrasi memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan produktivitas usaha tani di Kecamatan Tompobulu. Kabupaten Maros. Kata Kunci: Dampak. Pertanian terintegrasi. Produktivitas AProsiding Seminar Nasional PKP I 2024 e-ISSN: 3090-305X Azizah et al. | Seminar Nasional PKP I . : 89 Ae 96 Pendahuluan Tompobulu. Kabupaten Maros saat ini masih terdapat permasalahan yang dihadapi mulai dari segi lingkungan dimana kesuburan tanah semakin menurun yang disebabkan adanya penggunaan bahan-bahan kimia secara berlebihan dalam jangka panjang untuk meningkatkan produktivitas. Selain itu, pemanfaatan limbah pada pemeliharaan ternak menimbulkan penumpukan kotoran . , yang menyebabkan pencemaran udara terhadap bau yang tidak sedap dari kotoran dan menimbulkan berbagai jenis penyakit pada manusia dan makhluk hidup lainnya. Permasalahan lain yang biasa terjadi pada petani peternak yaitu pemanfaatan lahan dan pemeliharaan ternak dan tanaman yang dapat menimbulkan konflik, seperti pemeliharaan ternak unggas yang dekat dengan lahan pertanian sehingga dapat terjadi konflik karna tidak adanya satu kesatuan dari pemanfaatan usaha peternakan dengan usaha lainnya yaitu pertanian maupun perikanan. Sistem integrasi peternakan dan pertanian bukanlah hal yang baru dikalangan masyarakat Kecamatan Tompobulu karena kebiasaan tersebut sudah ada yang menerapkan. Namun demikian, penerapan sistem integrasi yang dilakukan oleh petani peternak belum optimal dikarenakan hanya sebagian masyarakat yang baru menerapkannya. Hal ini disebabkan masih minimnya pengetahuan masyarakat mengenai manfaat dan cara pengintegrasian yang baik serta kondisi lingkungan yang belum memadai. Sebagian besar petani belum melakukan pengolahan limbah tanaman dengan teknologi pakan dan belum melakukan pengolahan limbah kotoran ternak dengan teknologi pupuk terkini. Pada penelitian ini penerapan pertanian terintegrasi lebih difokuskan pada pengintegrasian antara tanaman hortikultura dan ternak. Berdasarkan uraian tersebut maka penelitian dilakukan dengan tujuan: 1. Mengidentifikasi respon masyarakat dengan adanya penerapan integrasi ternak dan Kecamatan Tompobulu. Kabupaten Maros, 2. Mengevaluasi bentuk penerapan integrasi ternak dan tanaman di Kecamatan Tompobulu. Kabupaten Maros, 3. Menganalisis dampak penerapan integrasi ternak dan tanaman terhadap produktivitas Pembangunan pertanian merupakan salah satu sektor yang cukup strategis dalam perekonomian Indonesia. Pembangunan sektor kehutanan, dan perikanan. Sejalan dengan pembangunan sektor pertanian tidak dapat lagi dilakukan dengan cara-cara lama, harus diubah sejalan dengan makin besarnya tantangan dan perubahan lingkungan strategis dengan memperhatikan kaidah-kaidah keseimbangan ekologi sehingga tidak terjadi kerusakan lingkungan hidup. Salah satu sistem pertanian yang ramah lingkungan adalah sistem pertanian terintegrasi. Pertanian terintegrasi merupakan suatu mengintegrasikan beberapa komponen seperti peternakan dan pertanian. Tujuan adanya meningkatkan produktivitas serta menjaga kesejahteraan petani peternak . Peningkatan kesejahteraan petani dalam pembangunan pertanian merupakan salah satu sektor yang Indonesia terutama dalam produksi pangan, substitusi impor, penyediaan lapangan kerja, dan kesempatan berusaha. Pembangunan sektor pertanian yang meliputi perkebunan, peternakan, kehutanan dan lain-lain dilakukan melalui pendekatan sistem dan usaha berkerakyatan,berkelanjutan, terdesentralisasi, serta mencakup aspek hulu, budidaya, aspek hilir, maupun komponen pendukungnya . Pertanian peluang bagi masyarakat dalam meningkatkan produktivitas hasil usaha baik dari peternakan, perikanan, perkebunan, serta pertanian. Hasil pertanian terintegrasi yang dapat diperoleh dapat berupa pakan ternak, pupuk organik, dan produk lainnya. Dengan adanya produk yang dihasilkan dapat menjadi kebutuhan dasar dalam mengembangkan sebuah usaha dan mengurangi biaya pengeluaran petanipeternak. Sektor pertanian di Indonesia secara umum dan secara khusus di Kecamatan Azizah et al. | Seminar Nasional PKP I . : 89 Ae 96 Kabupaten Maros. Tompobulu, dari hasil dokumentasi. Analisis data. Intrepretasi data. Generalisasi dan Metode Penelitian Jenis Penelitian Waktu dan Tempat Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, yaitu jenis penelitian yang menjelaskan mengenai kondisi yang diperoleh petani peternak dalam penerapan pertanian terintegrasi dengan terjun langsung ke lapangan menganalisis dampak terhadap produktivitas masyarakat di Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai April tahun 2024 bertempat di Kecamatan Tompobulu. Kabupaten Maros. Alasan memilih lokasi tersebut sebagai tempat penelitian karena pada lokasi tersebut semua desa telah menerapkan pertanian terintegrasi, hal ini disebabkan karena di lokasi tersebut menjadi dampingan program Matching Fund yang telah dilaksanakan oleh Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan. Variabel yang Diamat Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu: respon masyarakat terkait adanya penerapan pertanian terintegrasi, bentuk penerapan pertanian terintegrasi yang penerapan pertanian terintegrasi ternak dan tanaman pertanian terhadap produktivitas pertanian pada usaha tani di Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros. Prosedur Penelitian Prosedur dalam penelitian ini yaitu: 1. Melakukan observasi ke semua desa binaan program Matching Fund Vokasi Politani Pangkep yang ada di Kecamatan Tompobulu. Kabupaten Maros terhadap kelanjutan , 2. Mengidentifikasi masyarakat . elain lokasi binaan program Matching Fund Vokasi Politani Pangke. yang telah mengadopsi penerapan pertanian terintegrasi. Melakukan wawancara ke Kepala Desa. Sekretaris Desa dan pengelola program Matching Fund Vokasi Politani Pangkep masing-masing Desa Kecamatan Tompobulu. Kabupaten Maros. Melakukan wawancara dan pengisian kuesioner kepada warga yang terlibat kegiatan program Matching Fund Vokasi Politani Pangkep masing-masing Desa Kecamatan Tompobulu. Kabupaten Maros untuk mengetahui respon mereka dengan adanya penerapan integrasi peternakan dan pertanian di Kecamatan Tompobulu. Kabupaten Maros. Melakukan observasi langsung, wawancara, serta pengisian kuesioner kepada warga yang menerapkan integrasi ternak dan tanaman untuk mengetahui bentuk penerapan integrasi yang digunakan. Melakukan observasi langsung, wawancara, serta pengisian kuesioner kepada warga yang menerapkan integrasi ternak dan tanaman untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan akibat penerapan integrasi ternak dan tanaman. Melakukan tabulasi data dari data hasil observasi, wawancara, kuesioner serta data Prosedur Penelitian Penelitian yang dilakukan terdiri dari beberapa tahap yaitu: 1. Mengumpulkan data dan informasi berdasarkan hasil wawancara dan observasi langsung dilapangan mengenai gambaran penerapan pertanian terintegrasi di Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros, 2. Melakukan tabulasi data mengenai adanya penerapan pertanian terintegrasi berdasarkan hasil wawancara langsung dan pengisian kuesioner pada masyarakat yang ada di Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros, 3. Melakukan interpretasi data terhadap penerapan pertanian terintegrasi berdasarkan hasil wawancara dan observasi, 4. Melakukan generalisasi dan kesimpulan data yang diperoleh mengenai respon, bentuk dan dampak penerapan pertanian terintegrasi terhadap produktivitas pertanian yang ada di Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros. Azizah et al. | Seminar Nasional PKP I . : 89 Ae 96 Analisis Data penerapan integrasi peternakan dan pertanian dapat dilihat pada Tabel 1. Teknik analisis data digunakan adalah analisis data secara deskriptif dengan menyusun dan mengelola data secara sistematis yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi yang kemudian digunakan dengan sedemikian rupa untuk merangkum atau menjabarkan persoalan dalam suatu penelitian . Berdasarkan Tabel 1, terlihat bahwa hasil penelitian terkait respon masyarakat terhadap penerapan integrasi peternakan dan pertanian memiliki respon yang positif dari masyarakat di Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros. Beberapa masyarakat telah mengetahui dan memahami tentang pertanian terintegrasi hal ini karna masyarakat telah mengikuti kegiatankegiatan yang dilakukan oleh Dinas Pertanian atau kegiatan sosialisasi yang berkaitan Dengan menerapkan pertanian terintegrasi yang lebih menekan pada tata laksana dan tata kelola dalam memadukan komoditas . unggal atau campuran spesie. tanaman dengan tanaman lainnya atau tanaman dengan hewan ternak pada suatu unit lahan sehingga sehingga menghasilkan keuntungan bagi petani dan lingkungannya . Hasil dan Pembahasan Respon Masyarakat Penerapan integrasi dalam penelitian ini difokuskan pada pengintegrasian antara tanaman hortikultura dan ternak ayam, dimana limbah ternak ayam dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk tanaman hortikultura. Penerapan integrasi tentunya memiliki respon yang beragam dari masyarakat yang ada di Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros. Respon Tabel 1. Respon masyarakat terhadap penerapan integrasi peternakan dan Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros No. Parameter Respon Mengetahui penerapan Memahami penerapan Menerapkan pertanian Mengetahui masyarakat lain yang menerapkan integrasi Manfaat penerapan integrasi Tidak Tidak Tidak Tidak Ada Tidak ada Sangat bagus Bagus Perlu adanya pengembangan pertanian Harus ada sosialisasi terkait pertanian Penerapan integrasi lebih ditingkatkan Tanggapan terhadap peneraapan integrasi Saran terkait penerapan pertanian di Jumlah (Oran. Persentase (%) Sumber: Data primer setelah diolah . Penerapan integrasi telah banyak dilakukan oleh masyarakat, namun disisi lain beberapa masyarakat tidak mengetahui bahwa yang telah dilakukan merupakan penerapan Dengan adanya penerapan integrasi yang dilakukan oleh masyarakat dapat mempermudah dalam usaha pertanian dan Ciri utama dari pengintegrasian tanaman dengan ternak adalah terdapatnya keterkaitan yang saling menguntungkan antara tanaman dengan ternak. Penerapan integrasi tentunya memiliki banyak manfaat, integrasi, salah satu manfaat yang dapat dirasakan masyarakat yaitu menghemat penggunaan Lahan terbatas atau lahan sempit yang dimiliki petani, konsep ini sangat tepat dikembangkan dengan pola intensifikasi lahan. Lahan sempit akan memberikan produksi Azizah et al. | Seminar Nasional PKP I . : 89 Ae 96 maksimal tanpa ada limbah yang terbuang percuma, sedangkan untuk lahan luas konsep ini akan menjadi suatu solusi mengembangkan Berdasarkan hal tersebut penerapan integrasi memiliki banyak manfaat dan keuntungan terhadap petani maupun terhadap lingkungan. Sistem pertanian terintergrasi sangat ramah lingkungan, mampu memperluas sumber pendapatan petani, dan pengelola usaha tani. Penerapan integrasi telah banyak dilakukan oleh masyarakat, namun disisi lain beberapa masyarakat belum mengetahui dan memahami bahwa yang telah dilakukan merupakan penerapan integrasi. Oleh karna itu, perlu adanya sosialisasi dan kegiatan yang berkaitan dengan pertanian Menurut Utami & Rangkuti . , bahwa pengembangan pertanian terintegrasi tanaman dan ternak dapat dilakukan melalui pendekatan kelompok. Cara ini dapat memudahkan pemerintah dalam memberikan mengintensifkan komunikasi diantara anggota kelompok maupun antara anggota kelompok dan pemerintah. Bentuk Penerapan Integrasi Pertanian dan Peternakan Bentuk penerapan integrasi pertanian dan peternakan di Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros pengintegrasian antara tanaman hortikultura dan ternak. Melalui pola penerapan integrasi dengan menggabungkan tanaman dan ternak maka akan lebih efisien dalam penggunaan lahan, waktu dalam bekerja sehingga penerapan ini dapat memberikan keuntungan dan kesejatraan kepada petani. Bentuk penerapan integrasi peternakan dan pertanian di Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Bentuk penerapan integrasi peternakan dan pertanian di Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros No. Parameter Bentuk Bentuk Penerapan Integrasi Alasan memilih bentuk penerapan integrasi Metode penerapan Alasan memilih metode penerapan integrasi Peternakan dan tanaman pangan Peternakan dan tanaman Hortikultura Lainya Mengefesienkan waktu dan tenaga Memanfaatkan lahan yang ada Menghemat biaya Simpel dan akurat Limbah ternak-tanman pangan Limbah Tternak-tanaman hortikultura Lainya Mudah memperoleh pupuk untuk Memanfaatkan limbah ternak agar tidak terbuang percuma Dapat memperbaiki unsur hara tanah sebelum ditanami Meningkatkan kualitas tanaman Lebih sehat menggunakan pupuk Pertumbuhan tanaman bagus Sangat bermanfaat Bermanfaat Keunggulan metode penerapan integrasi Manfaat metode penerapan integrasi Responden . Persentase (%) Sumber: Data primer setelah diolah . Berdasarkan pada Tabel 2, menunjukkan bahwa hasil penelitian terkait bentuk penerapan integrasi peternakan dan pertanian di Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros yang dilakukan oleh masyarakat berbeda-beda. Bentuk penerapan integrasi yang dilakukan peternakan, salah satunya adalah pupuk kandang ternak ayam yang diolah sendiri oleh petani dan diberikan untuk tanaman pertanian. Azizah et al. | Seminar Nasional PKP I . : 89 Ae 96 Solusi strategis untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian adalah dengan memanfaatkan limbah ternak ayam sebagai pupuk organik yang dapat diaplikasikan ke tanah untuk meningkatkan ketersediaan hara pada tanah, meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman pertanian . Keunggulan penerapan integrasi dicirikan dengan adanya keterkaitan yang saling menguntungkan antara tanaman dan ternak, petani yang memanfaatkan limbah yang dijadikan sebagai pupuk organik yang diberikan untuk tanaman sehingga dapat menyuburkan tanaman dan memproduksi tanaman yang lebih sehat. Manfaat metode penerapan integrasi yang dilakukan yaitu sangat bermanfaat bagi para petani. Metode penerapan integrasi tanaman dan ternak dalam satu sistem pertanian memberikan manfaat kepada petani dalam berbagai aspek seperti mengefisienkan waktu dan tenaga, dapat ketergantungan terhadap bahan kimia serta masukan sumber daya lainnya dari luar, menjadikan sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan dan tidak menimbulkan polusi, dapat meningkatkan produktivitas serta memberikan kesejahteraan terhadap petani. Metode penerapan integrasi tanaman dan ternak dalam satu sistem pertanian memberikan manfaat kepada petani dalam berbagai aspek seperti mengefisienkan waktu dan tenaga, dapat mengurangi resiko, mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia serta masukan sumber daya lainnya dari luar, menjadikan sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan dan tidak menimbulkan polusi, dapat meningkatkan produktivitas serta memberikan kesejahteraan terhadap petani. Menurut Pinem et al. , bahwa perpaduan antara tanaman dan ternak dapat meningkatkan keuntungan dan keberlanjutan kegiatan usaha integrasi ternak kedalam suatu usaha tani menjadi sangat penting pada saat menerapkan tanaman secara organik. Penerapan menggabungkan beberapa komoditi yang saling berkaitan. Beberapa komoditi antara lain ternak ayam yang dipelihara oleh responden berjumlah 6 ribu ekor, ternak sapi berjumlah 25 ekor, ternak kambing berjumlah 5 ekor, hortikultura 0,42 ha. Penerapan integrasi menggabungkan beberapa komoditi antara tanaman dan ternak yang memiliki keterkaitan yang saling menguntungkan. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Pola integrasi tanaman hortikultura dan ternak di Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros Sistem usaha tani Tanaman hortikultura dengan ternak ayam Tanaman hortikultura dengan ternak sapi Tanaman hortikultura dengan ternak Jenis komoditi Bayam, kangkung dengan ternak ayam Kacang panjang, terong dengan ternak sapi Cabai rawit, cabai besar, tomat dengan ternak Sumber: Data primer setelah diolah . dan kehidupan masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian 100 % masyarakat merasakan dampak penerapan pertanian terintegrasi dengan meningkatnya produktivitas pertanian. Dampak yang ditimbulkan dari adanya penerapan integrasi terhadap produksi pertanian khususnya tanaman hortikultura yang sebelumnya tidak menentu dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai cara pembudidayaan tanaman yang baik serta menyebabkan produktivitas tanaman ikut menurun, selain itu dapat disebabkan oleh mahalnya harga pupuk yang akan diberikan untuk tanaman peranian dan kurangnya masyarakat yang memanfaatkan limbah ternak Dampak terhadap Penerapan Integrasi Peternakan dan Pertanian Penerapan integrasi tanaman hortikultura dan ternak dapat memberikan dampak yang menguntungkan bagi masyarakat. Dengan adanya penerapan integrasi memberikan peluang bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan ekonomi dan memberikan peluang usaha yang berkelanjutan. Dampak terhadap penerapan integrasi peternakan dan pertanian di Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4, menunjukkan bahwa penerapan pertanian terintegrasi memiliki dampak terhadap peningkatan produktivitas pertanian Azizah et al. | Seminar Nasional PKP I . : 89 Ae 96 maupun pertanian akibatnya limbah terbuang Tabel 4. Dampak terhadap Penerapan Integrasi Peternakan dan Pertanian di Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros No. Parameter Dampak Dampak yang dirasakan adanya penerapan integrasi Pengaruh adanya penerapan Tidak Produksi Biaya Pemanfaatan limbah Meningkat Bibit, pupuk dan obat-obatan . - Bibit dan obatobatan . Menurun Terbuang - Menjadi pupuk Dijual - Dijual dan Menyuburkan tanaman. Meningkatkan unsur hara tanah dan produksi Tidak ada Tanaman terserang hama Meningkat Jumlah produksi pertanian Biaya yang dikeluarkan Jumlah biaya yang dikeluarkan Pemanfaatan limbah Keunggulan pemanfaatan limbah Dampak lain yang dirasakan Peningkatan Produktivitas Responden (Oran. Persentase (%) Sumber: Data primer setelah diolah . Menurut Wibawa & Yasa . , bahwa dampak penerapan integrasi terhadap efektivitas, pendapatan dan kesempatan kerja rumah tangga petani menunjukkan sangat efektif, berdampak positif dan signifikan. Sehingga dengan adanya penerapan integrasi dapat memperbaiki produktivitas pertanian karena dalam proses integrasi memanfaatkan limbah ternak yang dapat digunakan sebagai pupuk organik yang bermanfaat untuk Pengolahan limbah ternak menjadi biogas dan pupuk, telah memberikan kemudahan dan mengurangi biaya produksi pertanian, serta biaya hidup bagi petani dan peternak . Produktivitas pertanian setelah dibandingkan dengan sebelum melakukan penerapan integrasi. Demikian juga dalam hal efesiensi penggunaan biaya yang digunakan dalam produksi dengan jumlah sedikit namun hasil produksinya meningkat dari sebelumnya. Efesiensi penggunaan biaya terutama dalam penggunaan pupuk dapat dihasilkan dari petani yang diolah sendiri, sehingga sistem pertanian terintegrasi lebih efisien dibandingkan dengan yang tidak melakukan penerapan integrasi. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa: Masyarakat memiliki respon yang positif terhadap penerapan pertanian terintegrasi, hal ini dilihat dari 100 % jumlah responden menunjukkan bahwa masyarakat telah melakukan penerapan pertanian terintegrasi. Bentuk penerapan pertanian terintegrasi yang paling banyak dilakukan oleh masyarakat adalah integrasi antara ternak . yam, sapi, dan kambin. dan tanaman hortikultura . ayam, kangkung, kacang panjang, terong, cabai rawit, cabai besar, dan toma. yaitu 65% dari jumlah responden. Dampak penerapan integrasi ternak dan tanaman 100 % responden menurunkan biaya produksi. Ucapan Terima Kasih Ucapan terima kasih kepada Kepala Desa Pucak Pemerintah Kabupaten Maros yang telah memberikan izin untuk melaksanakan penelitian ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Kampus Azizah et al. | Seminar Nasional PKP I . : 89 Ae 96 Politeknik Pertanian Negeri Pangkep yang telah menyediakan fasilitas penelitian yang . Tereng. Matheus. dan Jehemat. Respon petani terhadap penerapan pola integrasi jagung dan sapi . aji terap pada Kelompok Tani Katakolu di Desa Lewoleba Barat Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembat. Jurnal Penyuluhan & Komunikasi Pembangunan Pertanian (JPKPP). 1, 1 . , 1Ae9. Utami. dan Rangkuti. Sistem pertanian terpadu tanaman ternak untuk peningkatan produktivitas lahan: a review. AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian 9. 9, 1 . , 1Ae6. Wibawa. dan Yasa. Efektivitas dan Dampak Program SIMANTRI terhadap Pendapatan dan Kesempatan Kerja Rumah Tangga Petani di Desa Kelating Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan. EJurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana. 2, 7 . , 314-324. Daftar Pustaka