Volume 8. Nomor 1. Juni 2024 ISSN 2580-3344 UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN MELIPAT. MENGGUNTING DAN MENEMPEL . M) POP UP BOOK PADA KELOMPOK B2 DI PAUD PELITA KASIH Oleh : Matilde Crofatiana Setia1. Christiani Endah Poerwati2. Elizabeth Prima3 Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Ekonomika Bisnis Dan Humaniora. Universitas Dhyana Pura. Badung. Bali Indonesia Email Email: tildejeadin@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan motorik halus anak usia dini melalui kegiatan melipat, menggunting dan menempel . M) pop up book pada Kelompok B2 PAUD Pelita Kasih. Subjek dalam penelitian ini adalah anak Kelompok B2 PAUD Pelita Kasih yang berjumlah 15 anak. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan selama dua siklus dan masing-masing Siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan Teknik pengumpulan data yang dipakai yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis statistik deskriptif dan metode anlisisis kualitatf. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa persentase ketuntasan pada tahap observasi awal sebesar 6,67%. Setelah diberikan kegiatan melipat, menggunting dan menempel . M) pop up book, pada Siklus I persentase ketuntasan anak meningkat menjadi 46,67% dan meningkat lagi pada Siklus II menjadi 86,67%. Berdasarkan hasil data tersebut, dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan melipat, menggunting dan menempel . M) pop up book mampu meningkatkan kemampuan motorik halus anak Kelompok B2 PAUD Pelita Kasih. Kata Kunci : anak usia dini, motorik halus, melipat, menggunting dan menempel . M), pop up book Abstract This study aims to determine the improvement of fine motor skills of early childhood through folding, cutting and sticking activities pop-up book in Group B2 PAUD . arly childhoo. Pelita Kasih. The subjects in this study were children of Group B2 PAUD Pelita Kasih, totalling 15 children. The type of research used is Classroom Action Research. This research was conducted over two cycles and each cycle consisted of four stages, such as planning, implementation, observation and reflection. Data collection techniques used are observation, interviews and documentation. The data analysis method used is descriptive statistical analysis method and qualitative analysis method. Based on the results of the study, it can be concluded that the percentage of completeness at the initial observation stage was 6. After being given the activity of folding, cutting and sticking pop-up book, in Cycle I the percentage of children's completeness increased to 46. 67% and increased again in Cycle II to 86. Based on the results of these data, it can be concluded that through folding, cutting and sticking activities pop-up book can improve the fine motor skills of children Group B2 PAUD Pelita Kasih. Keywords : Early Childhood. Fine Motor Skills. Folding. Cutting and Sticking Pop Up Book Volume 8. Nomor 1. Juni 2024 PENDAHULUAN Anak usia dini adalah sosok individu yang sedang mengalami suatu proses pertumbuhan dan perkembangan yang pesat dan fundamental baik secara fisik maupun mental. Usia dini merupakan usia yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak yang merupakan peletak dasar untuk (Retnaningsih, 2. Anak usia dini adalah individu yang unik, berbeda dan memiliki karakteristik tersendiri sesuai tahapan usianya. Pada dasarnya yang membedakan antara anak dengan orang dewasa dimana pemberian stimulus anak harus disesuaikan dengan perkembangan kemampuan mereka dimasa selanjutnya (Kadiijah dan Zahriani, 2. Mengingat pentingnya tumbuh kembang anak usia dini maka proses dan stimulasi pada anak usia dini harus disesuaikan dengan keunikan Guna mengoptimalkan proses stimulasi anak maka anak perlu mendapatkan pendidikan sejak dini agar pertumbuhan dan perkembangan anak menjadi lebih baik. Selain itu, anak yang didik sejak dini berpeluang mendapatkan kesuksesan di masa depan. Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah pendidikan yang diberikan bagi anak usia dini . -6 tahu. yang dilakukan melalui membantu pertumbuhan dan perkembangan baik jasmani maupun rohani agar memiliki kesiapan untuk memasuki jenjang pendidikan Melalui PAUD, diharapkan anak agar dapat mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya yang meliputi perkembangan moral dan nilai-nilai agama, fisik, sosial emosional, bahasa, kognitif, seni, menguasai sejumlah pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan perkembangan, serta memiliki motivasi dan sikap belajar untuk berkreasi (Susanto. Salah satu aspek yang perlu ditingkatkan sejak dini yaitu, perkembangan keterampilan motorik dimana keterampilan motoric sangat penting bagi perkembangan self-concept atau kepribadian anak (Indrijati, 2. Aspek kemampuan perkembangan fisik dan motorik dalam pendidikan anak usia dini (PAUD) ini dipakai sebagai titik awal untuk menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak. ISSN 2580-3344 Perkembangan motorik merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam perkembangan individu secara keseluruhan. Pada dasarnya, perkembangan ini berkembang sejalan dengan kematangan syaraf dan otot Sehingga, setiap gerakan sederhana apapun merupakan hasil pola interaksi yang kompleks dari berbagai bagian dari sistem dalam tubuh yang dikontrol oleh otak. Perkembangan perkembangan badan, otot kasar dan otot halus yang selanjutnya disebut motorik kasar dan motorik halus (Khadijah dan Amelia, 2. Perkembangan motorik sangat penting untuk dikembangkan pada anak usia dini karena dengan motorik anak mampu melakukan aktivitas fisik dan kehidupan sehari-harinya. Perkembangan kemampuan motorik ini dibagi menjadi dua yaitu perkembangan kemampuan motorik kasar dan motorik halus. Kemampuan motorik halus adalah kesanggupan gerakan yang hanya melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu saja khususnya pada koordinasi mata dan otot-otot kecil seperti keterampilan menggunakan jari jemari tangan dan pergelangan tangan yang tepat, cermat dan Apabila kemampuan motorik halus mengalami hambatan maka akan menghambat kemampuan dalam berbagai aktvitas yang menggunakan koordinasi gerakkan tangan dan mata (Syarifah, 2. Gerakan motorik halus mempunyai peranan yang sangat penting bagi anak usia dini. Gerakan didalam motorik halus ini tidak membutuhkan tenaga, akan tetapi membutuhkan koordinasi yang cermat serta Berdasarkan hasil observasi awal kemampuan motorik halus anak Kelompok B2 PAUD Pelita Kasih menunjukkan persentase penguasaan sebagai berikut: anak yang mendapat kategori sangat rendah sebanyak 9 anak . ,00%), anak yang mendapat kategori rendah sebanyak 5 anak . ,33%), anak yang mendapat kategori sedang sebanyak 1 anak . ,67%) dan belum ada anak yang mendapat kategori tinggi dan sangat tinggi. Persentase ketuntasan pada observasi awal sebesar 6,67%. Selain itu, pada observasi awal terdapat beberapa masalah dan kendala yang sering ditemukan ataupun dihadapi oleh guru yaitu kurang berkembangnya kemampuan motorik halus pada anak. Hal ini dapat diketahui pada saat anak melakukan proses pembelajaran anak Volume 8. Nomor 1. Juni 2024 masih kaku dalam menggerakkan jari jemarinya kemampuan motorik halusnya. Hal ini dikarenakan anak belum terbiasa melakukan aktivitas yang menggunakan otot-otot kecilnya meningkatkan kemampuan motorik halus anak agar dapat berkembang dengan optimal. Guna meningkatkan kemampuan motorik halus anak salah satu kegiatan yang dapat diterapkan yaitu dengan menggunakan kegiatan melipat, menggunting dan menempel . M) pop up book untuk mendukung proses kegiatan motorik halus pada anak. Melalui kegiatan 3M ini anak akan dilatih untuk menggerakkan jari jemari atau otot-otot kecil sehingga dapat membantu perkembangan kemampuan motorik Kegiatan melipat, menggunting dan menempel . M) merupakan kegiatan yang memanipulasi sebuah kertas menjadi berbagai macam bentuk. Kegiatan ini sangat efektif untuk meningkatkan motorik halus pada anak karena melibatkan gerakkan otot-otot kecil. Kegiatan 3M ini merupakan penggabungan dari 3 kegiatan yaitu kegiatan melipat, menggunting dan menempel. Proses pertama dalam kegiatan ini adalah melipat kertas, setelah melipat anak menggunting kertas yang sudah dilipat lalu Kegiatan melipat, menggunting dan menempel . M) ini merupakan kegiatan yang menyatu dan memiliki keterkaitan antara kegiatan yang pertama dengan kegiatan berikutnya sehingga tidak mungkin diberikan dalam keadaan terpisah-pisah. Pada pembuatan karya pop up book tahap-tahap kegiatannya meliputi 3M . elipat, menggunting dan menempe. maka karya pop up book tepat digunakan untuk menstimulasi kemampuan motork halus. Kegiatan 3M ini dapat mengembangkan kompetensi pikir, imajinasi, rasa seni dan Aktivitas menggunting dan menempel ini memiliki kelebihan terutama melatih motorik halus anak diantaranya untuk kehidupan sehari-hari seperti kwmampuan memegang, meremas dan mengenggam (Damayanti. Anita dan Aini. Pop up book adalah sebuah buku yang memiliki bagian yang dapat bergerak atau memiliki unsur tiga dimensi serta memberikan visualisi cerita yang menarik, mulai dari ISSN 2580-3344 tampilan gambar yang dapat bergerak ketika halamannya dibuka. Pop up book adalah inovasi atau variasi media-media yang sudah ada, dengan menggunakan media pembelajaran pop up book siswa dapat tertarik dan berpartisipasi selama proses pembelajaran. Tampilan gambar yang menarik pada pop up book membuat cerita atau materi yang disampaikan menjadi lebih menarik. Pop up book dibuat dengan memberikan kejutan menimbulkan rasa kagum bagi pembaca ketika membuka pop up book (Hadi et al. , 2. Pop up book merupakan pilihan media pembelajaran berbentuk buku riga dimensi yang ketika dibuka akan muncul gambar yang timbuldan tulisan yang bisa menarik perhatian anak (Masykuroh, 2. METODE PENELITIAN Pada penelitian ini peneliti menggunakan Jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pada penelitian tindakan kelas ini, penulis memfokuskan penelitian kepada Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Melipat. Menggunting dan Menempel . M) Pada Kelompok B2 PAUD Pelita Kasih Dalung. Melalui kegiatan melipat, menggunting dan . M) meningkatkan kemampuan motorik halus anak serta dapat mengetahui seberapa besar peningkatan kemampuan motorik halus yang diperoleh anakKonsep PTK yang diperkenalkan oleh (Arikunto. Suharsimi. Suhardjono, 2. dalam melakukan penelitan satu siklus ada empat tahapan yaitu: . Perencanaan, . Pelaksanaan, . Pengamatan dan . Refleksi. Gambar 1 Rancangan Penelitian Kelas (Sumber. Arikunto. Suharsimi. Suhardjono, 2. Volume 8. Nomor 1. Juni 2024 Subjek penelitian ini adalah anak Kelompok B2 PAUD Pelita Kasih Dalung. Tahun Ajaran 2022/2023, sebanyak 15 siswa yang terdiri dari 9 siswa perempuan dan 6 siswa laki-laki. Objek penelitian ini adalah Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Melipat. Menggunting dan Menempel . M). Metode digunakan dalam penelitian ini adalah (Miradj. Safri dan Shofwan, 2. Metode observasi ini digunakan untuk melihat secara langsung proses pembelajaran yang terjadi antara siswa dengan guru di suatu lembaga. Metode observasi ini dijadikan sebagai metode untuk mendapatkan data valid sebagai pendukung peneliti dalam menjelaskan hasil penelitiannya. Metode wawancara, merupakan metode yang digunakan untuk mengumpulkan data atau informasi dengan cara bertanya langsung mengumpulkan dan menggali informasi terkait. Dan . Metode dokumentasi, atau metode yang dipakai untuk menjaring data yang sudah ada, untuk melihat peristiwa yang pernah terjadi. Data kemampuan motorik halus anak usia dini selanjutnya dianalisis secara Skor yang diperoleh anak dikategorikan menjadi lima kategori sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, sangat rendah. Skor yang harus diperoleh anak agar dapat ISSN 2580-3344 memenuhi kriteria ketuntasan yakni minimal katagori sedang. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah 80% dari jumlah anak didik memenuhi kriteria ketuntasan sesuai dengan ketentuan dari PAP Nasional. (Agung. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan observasi awal dilakukan secara langsung pada tanggal 10 April 2023 Semester II Tahun Ajaran 2022/2023. Tahap observasi awal ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan motorik halus pada anak usia dini sebelum diberi tindakan penelitian kelas sesuai dengan penelitian yang ingin dilakukan. Pada tahap observasi awal peneliti tidak melakukan tindikan apapun tetapi peneliti hanya mengamati dan mencatat kemampuan anak usia dini sebagai subjek penelitian dalam kemampuan motorik halus. Berdasarkan hasil observasi awal yang diperoleh pada anak Kelompok B2 PAUD Pelita Kasih Dalung terdapat beberapa masalah dan hambatan yaitu, kurang berkembangnya kemampuan motorik halus anak sehingga diperlukan kegiatankegiatan perkembangan kemampuan motorik halus anak. Berikut pada gambar 2 menyajikan hasil pengamatan kemampuan motorik halus anak. Persentase Kategori Motorik Halus Anak Pada Observasi Awal 60,00 33,33 6,67 Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah sangat Rendah Gambar 2 Grafik Kategori Kemampuan Motorik Halus Anak Kelompok B2 PAUD Pelita Kasih Berdasarkan gambar 2 diatas dapat dilihat bahwa kemampuan motorik halus anak Kelompok B2 PAUD Pelita Kasih pada tahap observasi awal masih tergolong rendah. Hal ini Volume 8. Nomor 1. Juni 2024 dapat dilihat pada anak yang mendapatkan kategori tuntas dengan persentase penguasaan sebesar 6,67% dengan kategori sedang sebanyak 1 anak . ,67%), untuk kategori tinggi dan sangat tinggi belum ada anak yang mampu Sedangkan, untuk persentase penguasaan anak yang belum tuntas sebesar 93,33% dengan kategori rendah sebanyak 5 anak . ,33%) dan kategori sangat rendah sebanyak 9 anak . ,00%). ISSN 2580-3344 Siklus I Pelaksanaan tindakan kelas pada Siklus I dilakukan secara bertahap yang terdiri dari tahap perancanaan tindakan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap observasi dan tahap refleksi. Setelah mendapatkan perlakuan menggunakan metode 3M, terjadi peningkatan kemampuan motorik halus anak. Pada gambar berikut, disajikan katagori kemampuan motorik halus anak pada siklus I. Persentase Kategori Siklus I 33,33 33,33 20,00 13,34 0,00 Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Gambar 3 Kategori Kemampuan Motorik Halus Anak Kelompok B2 PAUD Pelita Kasih Pada Tahap Siklus I Berdasarkan grafik hasil Siklus I diatas, dapat diketahui bahwa persentase ketuntasan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan melipat, menggunting dan menempel . M) pop up book pada Kelompok B2 PAUD Pelita Kasih dibandingkan pada tahap observasi awal. Kategori yang termasuk dalam kriteria tuntas yaitu kategori sangat tinggi sebanyak 0 anak . ,00%), kategori tinggi sebanyak 2 anak . ,34%), dan kategori sedang sebanyak 5 anak . ,33%). Sedangkan kategori yang termasuk dalam kategori belum tuntas yaitu kategori rendah sebanyak 3 anak . ,00%) dan kategori sangat rendah sebanyak 5 anak . ,33%). Siklus II Pelaksanaan tindakan kelas pada Siklus II dilaksanakan secara bertahap yang terdiri dari tahap perencanaan tindakan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap pengamatan atau observasi dan Persentase kemampuan motorik halus anak pada siklus II dapat diperhatikan pada gambar 3 sebagai Volume 8. Nomor 1. Juni 2024 ISSN 2580-3344 Persentase Kategori Kemampuan Motorik Halus Anak Pada Siklus II 45,00 40,00 40,00 35,00 30,00 26,67 25,00 20,00 20,00 13,33 15,00 10,00 5,00 0,00 0,00 Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Gambar 3 Persentase Kategori Kemampuan Motorik Halus Anak Kelompok B2 PAUD Pelita Kasih Pada Siklus II Berdasarkan gambar grafik hasil Siklus II diatas, dapat diketahui bahwa persentase ketuntasan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan melipat, menggunting dan menempel . M) pop up book pada Kelompok B2 PAUD Pelita Kasih mengalami peningkatan dibandingkan pada tahap Siklus I dan tahap observasi awal. Kategori yang termasuk dalam kriteria tuntas yaitu kategori sangat tinggi sebanyak 4 anak . ,67%), kategori tinggi sebanyak 6 anak . ,00%), dan kategori sedang sebanyak 3 anak . ,00%). Sedangkan kategori yang termasuk dalam kategori belum tuntas yaitu kategori rendah sebanyak 2 anak . ,33%) dan tidak ada anak yang mendapat kategori sangat rendah. Berdasarkan data-data yang diperoleh kriteria ketuntasan kemampuan motorik halus anak Kelompok B2 PAUD Pelita Kasih terdapat peningkatan kriteria ketuntasan pada Siklus I dibandingkan pada tahap observasi Kriteria ketuntasan melalui kegiatan melipat, mengunting dan menempel . M) pop up book pada tahap observasi awal hanya mencapai ketuntasan sebesar 6,67% sebanyak 1 anak, dengan rincian kategori sangat rendah sebanyak 9 anak . ,00%), kategori rendah sebanyak 5 anak . ,33%), kategori sedang sebanyak 1 anak . ,7%) dan belum ada anak yang mencapai kategori tinggi dan sangat Pada Siklus I ketuntasan anak dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan melipat, mengunting dan menempel . M) pop up book pada Kelompok B2 PAUD Pelita Kasih meningkat menjadi 46,67% sebanyak 7 anak, dengan rincian kategori sangat rendah sebanyak 5 anak . ,33%), kategori rendah sebanyak 3 anak . ,00%), katogori sedang sebanyak 5 anak . ,33%), kategori tinggi sebanyak 2 anak . ,34%) dan belum ada anak yang mendapat kategori sangat tinggi. Dari data ini peningkatan ketuntasan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan melipat, menggunting dan menempel . M) pop up book dari observasi awal ke Siklus I mengalami peningkatan ketuntasan sebesar 40,00%. Berdasarkan pengamatan penelitian, peningkatan ketuntasan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan melipat, menggunting dan menempel . M) pop up book pada Siklus I terjadi secara bertahap. Pada Siklus I anak masih terlihat kaku untuk menggerakkan otot-otot kecilnya pada saat melakukan kegiatan melipat, anak masih ragu dalam memegang gunting, anak kesulitan dalam menempelkan gambar ke pop up book. Selain itu, anak juga masih kurang fokus dalam melaksanakan kegiatan sehingga susah untuk mengikuti arahan dari guru. Namun, seiring berjalannya waktu anak mulai bisa mengikuti kegiatan ini secara bertahap sehingga kesulitan yang dihadapi anak semakin berkurang. Hal ini disebabkan karena anak sudah terbiasa dalam Volume 8. Nomor 1. Juni 2024 melakukan kegiatan melipat, menggunting dan menempel . M) pop up book. Hasilnya terjadi peningkatan kemampuan motorik halus melalui kegiatan melipat, menggunting dan menempel . M) pop up book pada akhir Siklus I. Peningkatan ketuntasan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan melipat, menggunting dan menempel . M) pop up book pada Kelompok B2 PAUD Pelita Kasih pada Siklus II juga mengalami peningkatan ketuntasan dibandingkan pada observasi awal ataupun pada Siklus I. Pada Sikus II ketuntasan kemampuan motorik halus anak pada Kelompok B2 PAUD Pelita Kasih meningkat menjadi 86,67% sebanyak 13 anak, dengan rincian tidak ada anak yang mendapat kategori sangat rendah, kategori rendah sebanyak 2 anak . ,33%), kategori sedang sebanyak 3 anak . ,00%), kategori tinggi sebanyak 6 anak . ,00%) dan kategori sangat tinggi sebanyak 4 anak . ,67%). Dari data ini, peningkatan kemampuan motork halus anak melalui kegiatan melipat, menggunting dan menempel . M) pop up book meningkat sebesar 40,00% dari Siklus I ke Siklus II. Peningkatan ketuntasan tersebut diisebabkan karena anak sudah terbiasa melakukan kegiatan melipat, menggunting dan menempel . M) pop up book. Melalui kegiatan melipat, menggunting dan menempel . M) pop up book dapat melatih motorik halus anak, menggerak-gerakkan gunting mengikuti alur guntingan kertas merupakan kegiatan eefektif untuk mengasah kemampuan motorik halus anak (Adri, 2. Perkembangan motorik halus merupakan kegiatan yang melibatkan koordinasi mata, tangan dan pengendalian otot-otot kecil yang mana kegiatan yang diberikan kepada anak harus sesuai dengan usia dan tingkat pencapaian perkembangannya (Khadijah dan Amelia, 2. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Kelompok B2 PAUD Pelita Kasih dapat disimpulkan bahwa kegiatan melipat, menggunting dan menempel . M) pop up book dapat meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak. Pada tahap observasi awal peningkatan kemampuan motorik halus anak mencapai 6,67 % sebanyak 1 anak dari 15 anak, dengan kategori sedang dan belum ada anak yang mencapai kategori tinggi dan sangat Selanjutnya, pada Siklus I ketuntasan ISSN 2580-3344 kemampuan motorik halus anak meningkat menjadi 46,67% sebanyak 7 anak dari 15 anak dengan rincian 2 anak dengan kategori tinggi, 5 anak dengan kategori sedang dan belum ada anak yang mencapa kategori sangat tinggi. Pada Siklus II persentase ketuntasan kemampuan motorik halus anak meningkat mencapai 86,67% sebanyak 13 anak dari 15 anak dengan rincian 3 anak dengan kategori sedang, 6 anak dengan kategori tinggi dan 4 anak dengan kategori sangat tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan motorik halus anak Kelompok B2 PAUD Pelita Kasih pada tahap observasi awal. Siklus I dan Sikus II terjadi peningkatan melalui kegiatan melipat, menggunting dan menempel . M) pop up book. DAFTAR RUJUKAN Adri. Usia Ideal Masuk SD. Gre Publishing. Arikunto. Suharsimi. Suhardjono. Penelitian Tindakan Kelas. PT Bumi Aksara. Damayanti. Anita dan Aini. Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak 4-5 Tahun Melalui Permainan Melipat Kertas. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. Volume 4 N. Hadi. Aidiharjo, & Lamo. Kumpulan Rancangan Pembelajaran Menyenangkan Sesuai Kurikulum Merdeka. Guepedia. Indrijati. Psikologi Perkembangan dan Pendidikan Anak USUA dINI. ivisi dari prenadamedia grou. Kadiijah Zahriani, . Perkembangan Sosial Anak Usia dini teori dan strateginya. Merdeka Kreasi Group. Khadijah Amelia, . Perkembangan Fisik Motorik Anak Usia Dini Teori Dan Praktik. Kencana. Kisno. Sari. Jannah. , & Syafitri. Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Menggunakan Teknik 3M (Melipat. Menggunting dan Menempe. Pada Anak Sekolah Dasar. Golden Age Education. Vol. 2 No. Masykuroh. dan T. Media Pop Up Book Untuk Meningkatkan Karakter Peduli Lingkungan Pada Anak Usia Dini. Journal on Early Childhood. Volume 6Is. Volume 8. Nomor 1. Juni 2024 ISSN 2580-3344 Miradj. Safri dan Shofwan. Pemberdayaan Masyarakat Miskin Melalui Proses Pendidikan Nonformal. CV. Bayfa Cendikia Indonesia. Retnaningsih. Trit Jitu Menanamkan Pendidikan Karakter Pada Anaka Usia Dini. Nawa Litera Publisingh. Susanto. Pendidikan Anak Usia Dini (Konsep dan Teor. PT Bumi Aksara. Syarifah. Mengembangkan Motorik Halus Anak Prasekolah Dengan Paper Toys. Gramedia.