BAKTI BANUA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 No. 2 November 2025 e-ISSN : 2722-3736 p-ISSN : 2722-7529 https://ejurnal. stimi-bjm. id/index. php/BBJM/ EDUKASI PENGELOLAAN LIMBAH BERKELANJUTAN BAGI PENGELOLA MAKAM: STUDI KASUS DI ZIARAH MAKAM GURU ZUHDI BANJARMASIN Sharfina Puteri Amima1. Muhammad Rahmattullah2. Syaripudin Bahar3 1,2,3Universitas Lambung Mangkurat *E-mail: sharfinaputeri@ulm. ABSTRAK Kota Banjarmasin, yang kaya akan budaya dan tradisi ziarah, menghadapi permasalahan lingkungan yang signifikan berupa tumpukan limbah organik dari bunga ziarah, terutama di kawasan Makam Guru Zuhdi. Berdasarkan observasi, volume limbah bunga di lokasi ziarah utama dapat mencapai 3-5 kg per hari dan meningkat drastis hingga 10-20 kg per hari saat musim haul. Kondisi ini memperparah beban sampah organik kota yang pada tahun 2023 mencapai 55,89% dari total timbulan harian Banjarmasin, yaitu 170. 275,42 ton. Oleh karena itu, sebuah program pengabdian masyarakat dirancang untuk mengatasi permasalahan ini melalui edukasi yang komprehensif. Pengabdian ini bertujuan mengedukasi pengelola makam dan masyarakat sekitar mengenai prinsip-prinsip pengelolaan limbah berkelanjutan. Program ini mengadopsi pendekatan holistik yang mencakup sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Tahap awal berfokus pada peningkatan kesadaran tentang dampak negatif limbah bunga yang tidak terkelola, diikuti dengan pelatihan praktis mengenai teknik pemilahan limbah di sumbernya. Program ini menekankan pentingnya kolaborasi dan partisipasi aktif dari seluruh pihak, dengan melibatkan mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat dan masyarakat lokal. Dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan, para pengelola makam diharapkan dapat mengaplikasikan praktik terbaik dalam pengelolaan limbah, yang pada gilirannya akan mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA secara signifikan. Lebih dari itu, program ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran lingkungan yang lebih luas di kalangan masyarakat, mengubah paradigma limbah dari sekadar sampah menjadi sumber daya yang berharga, dan menunjukkan bahwa upaya sederhana dapat memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan komunitas. Kata kunci: Pengelolaan Limbah. Ziarah Makam. Edukasi. Lingkungan. Komunitas EDUCATION ON SUSTAINABLE WASTE MANAGEMENT FOR CEMETERY MANAGERS: A CASE STUDY I AT GURU ZUHDI'S TOMB PILGRIMAGE IN BANJARMASIN ABSTRACT Banjarmasin, a city rich in culture and pilgrimage traditions, faces a significant environmental problem with the accumulation of organic waste from pilgrimage flowers, especially in the Guru Zuhdi's Tomb area. Based on observations, the volume of flower waste at the main pilgrimage site can reach 3-5 kg per day and drastically increase to 10-20 kg per day during the haul season. This condition exacerbates the city's organic waste burden, which in 2023 accounted for 55. 89% of Banjarmasin's total daily waste generation, equivalent to 170,275. Therefore, a community service program was designed to address this issue through comprehensive This study aims to educate cemetery managers and the surrounding community on the principles of sustainable waste management. The program adopts a holistic approach that includes socialization, training, and The initial phase focuses on raising awareness about the negative impacts of unmanaged flower waste, followed by practical training on waste sorting techniques at the source. Furthermore, participants are given demonstrations on simple methods for processing flower waste, such as composting. The program emphasizes the importance of collaboration and active participation from all parties, involving students from the Economics Education Department at Lambung Mangkurat University and the local community. The expected outcome of this program is the formation of an independent working group capable of effectively managing waste in the cemetery area. With increased knowledge and skills, the cemetery managers are expected to apply best practices in waste management, which in turn will significantly reduce the volume of waste sent to Page | 75 BAKTI BANUA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 No. 2 November 2025 e-ISSN : 2722-3736 p-ISSN : 2722-7529 https://ejurnal. stimi-bjm. id/index. php/BBJM/ Moreover, the program also aims to foster broader environmental awareness among the community, changing the paradigm of waste from mere trash to a valuable resource, and demonstrating that simple efforts can have a significant impact on environmental sustainability and community well-being. Keywords: Keywords satu. Keywords dua. Keywords tiga. ahasa Inggris, minimal 3 keyword. PENDAHULUAN Kota Banjarmasin. Kalimantan Selatan, memiliki kekayaan budaya yang kental, salah satunya adalah tradisi ziarah ke makam para tokoh agama. Salah satu lokasi ziarah yang paling ramai dikunjungi adalah Makam Guru Zuhdi. Tradisi ini, selain menjadi warisan budaya yang penting, juga menjadi penggerak ekonomi lokal, terutama bagi para pedagang bunga ziarah. Berdasarkan wawancara dengan pedagang bunga di kawasan tersebut, rata-rata limbah bunga ziarah yang dihasilkan mencapai 3 hingga 5 kg per hari, dan dapat meningkat drastis hingga 10-20 kg per hari saat musim haul . awancara, 2. Tingginya volume limbah organik ini menjadi tantangan lingkungan yang serius. Data Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan . menunjukkan bahwa Kota Banjarmasin menghasilkan rata-rata 170. 275,42 ton sampah per hari, dengan komposisi sampah organik mencapai 55,89%. Meskipun volume limbah bunga relatif kecil dibandingkan total sampah, penumpukan di area ziarah dapat mengganggu estetika, sanitasi, dan berpotensi menghasilkan gas metana dari proses Situasi ini menunjukkan adanya potensi ekonomi yang terabaikan dan perlunya edukasi serta intervensi program yang terstruktur untuk mengelola limbah tersebut secara berkelanjutan (Maylana, 2. Dari hasil observasi kurangnya pemahaman dan keterampilan pengelola makam dan masyarakat setempat dalam mengelola limbah bunga ziarah secara berkelanjutan serta belum adanya sistem pengelolaan limbah bunga yang terintegrasi dan efektif di kawasan Makam Guru Zuhdi menjadi permasalahan utama, sehingga diharapkan kegiatan pengabdian dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pengelola makam dan masyarakat sekitar mengenai pentingnya pengelolaan limbah organik serta melatih keterampilan teknis pengelola makam dalam memilah dan mengolah limbah bunga Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa pengelolaan limbah organik dapat menjadi solusi untuk mengurangi beban TPA. Riset yang dilakukan oleh Rika . membahas tradisi ziarah masyarakat Banjar dan potensi yang dimilikinya. Sementara itu, penelitian dari pemanfaatan sampah daun kering menjadi pupuk kompos di lingkungan sekolah merupakan metode yang efektif untuk edukasi siswa dan optimalisasi limbah. Fokusnya adalah mengubah sampah daun kering menjadi pupuk kompos, yang memiliki nilai guna tinggi dan bermanfaat untuk lingkungan. Pendekatan lain datang dari Handoyo yang meneliti pemanfaatan sampah daun sebagai energi alternatif terbarukan dalam bentuk briket (Handoyo et al. , 2. , menunjukkan bahwa limbah daun juga memiliki potensi besar sebagai sumber energi. Selain itu. Dahliati melakukan pelatihan serupa di SMA Muhammadiyah 1 Pekanbaru (Dahliati et al. , 2. , menekankan pentingnya peran sekolah dalam mengurangi sampah organik dan menggunakan teknologi sederhana seperti EM4 untuk mempercepat proses pengomposan. Penelitianpenelitian ini menggarisbawahi urgensi pengelolaan limbah daun dan memberikan berbagai model pemanfaatan, mulai dari pupuk hingga energi, yang menjadi inspirasi bagi kegiatan pengabdian ini untuk diterapkan pada konteks sosial dan lingkungan yang berbeda. Upaya sejenis juga telah dilakukan di beberapa daerah di Indonesia, namun implementasi model pengelolaan limbah berbasis komunitas di kawasan ziarah dengan karakteristik khusus seperti di Banjarmasin masih terbatas. Oleh karena itu, pengabdian ini menjadi relevan sebagai studi kasus dan model percontohan. METODE Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pendekatan holistik yang berfokus pada edukasi dan pendampingan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga tahap utama untuk memastikan keberhasilan dan keberlanjutan program: Page | 76 BAKTI BANUA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 No. 2 November 2025 e-ISSN : 2722-3736 p-ISSN : 2722-7529 https://ejurnal. stimi-bjm. id/index. php/BBJM/ Tahap Sosialisasi dan Edukasi Fase ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pengelola makam dan masyarakat setempat mengenai permasalahan limbah bunga dan potensi pemanfaatannya. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif, pemutaran video edukasi, dan sesi diskusi kelompok terarah . ocus group discussio. Tahap Pelatihan dan Demonstrasi Fase ini berfokus pada peningkatan keterampilan praktis dalam pengelolaan limbah. Peserta diberikan pelatihan langsung mengenai teknik pemilahan limbah di sumbernya. Demonstrasi dilakukan secara langsung di lokasi Makam Guru Zuhdi untuk memastikan relevansi dan kemudahan aplikasi. Tahap Pendampingan dan Evaluasi Fase ini bertujuan untuk memastikan penerapan ilmu dan keterampilan yang telah diajarkan. Tim pelaksana melakukan pendampingan secara berkala untuk memantau kemajuan, memberikan bimbingan, dan mengatasi hambatan di lapangan. Tim pelaksana akan mengobservasi kemampuan peserta dalam memilah limbah yang diukur dari persentase peserta yang mampu mempraktikkan keterampilan yang diajarkan. Diharapkan minimal 80% pengelola makam menunjukkan penguasaan keterampilan tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Isi Hasil dan Pembahasan Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mentransformasi limbah bunga ziarah menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi, sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan pengelola makam dan masyarakat setempat. Secara garis besar, kegiatan yang dilaksanakan telah berhasil memberikan dampak signifikan, baik dalam perubahan perilaku maupun potensi ekonomi, sebagaimana diuraikan dalam sub-bab berikut. Dampak dan Perubahan yang Terjadi Kegiatan pengabdian ini telah mampu memberikan perubahan positif pada individu dan masyarakat sasaran dalam jangka pendek. Dalam aspek perilaku, para pengelola makam dan masyarakat sekitar mulai menunjukkan perubahan sikap yang lebih proaktif terhadap pengelolaan limbah. Kesadaran akan dampak buruk limbah yang menumpuk di area makam meningkat, dan mereka secara mandiri mulai memilah sampah bunga dari jenis limbah lainnya. Perubahan ini menunjukkan adanya transfer pengetahuan dan internalisasi nilai-nilai keberlanjutan. Selain itu, terbentuknya kelompok kerja mandiri menjadi indikator keberhasilan dalam aspek sosial. Kelompok ini secara rutin mengumpulkan limbah bunga dan berdiskusi mengenai teknik Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menciptakan sebuah ekosistem pengelolaan limbah yang mandiri dan berkelanjutan, mengurangi ketergantungan pada pihak luar, dan menciptakan rasa kepemilikan kolektif terhadap kebersihan lingkungan ziarah. Indikator Keberhasilan dan Tingkat Ketercapaian Tingkat keberhasilan kegiatan ini diukur berdasarkan indikator yang telah ditetapkan di bagian Sebanyak 7 dari 10 peserta menunjukkan penguasaan keterampilan pemilahan dan mengelola Keunggulan dan Kelemahan Luaran Kegiatan Keunggulan utama dari program ini adalah pendekatannya yang berpusat pada partisipasi aktif Alih-alih hanya memberikan bantuan pasif, program ini memberdayakan pengelola makam untuk menjadi agen perubahan. Konsep pengolahan limbah bunga menjadi kompos dipilih karena tingkat kesulitan implementasinya yang rendah dan tidak membutuhkan modal besar, membuatnya sangat relevan dengan kondisi masyarakat di lokasi kegiatan. Page | 77 BAKTI BANUA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 No. 2 November 2025 e-ISSN : 2722-3736 p-ISSN : 2722-7529 https://ejurnal. stimi-bjm. id/index. php/BBJM/ Namun, terdapat beberapa kelemahan yang menjadi tantangan. Salah satunya adalah skala produksi yang masih terbatas. Metode pengelolaan limbah sederhana memerlukan waktu dan tenaga, sehingga volume limbah yang dapat diolah belum maksimal. Selain itu, ketergantungan pada musim ziarah membuat pasokan bahan baku . imbah bung. menjadi fluktuatif. Peluang Pengembangan Kedepan Meskipun memiliki keterbatasan, program ini memiliki peluang pengembangan yang sangat besar. Pertama, skala pengolahan dapat ditingkatkan dengan memperkenalkan teknologi sederhana, seperti mesin pencacah limbah, untuk mempercepat proses pengelolaan limbah. Kedua, pengembangan produk turunan tidak hanya terbatas pada kompos. Limbah bunga dapat diolah menjadi produk bernilai jual lebih tinggi, seperti briket, pupuk organik cair, atau bahkan pigmen pewarna alami. Hal ini sejalan dengan konsep hilirisasi yang ingin dicapai. Ketiga, model ini dapat direplikasi di lokasi ziarah atau tempat wisata lain yang menghadapi masalah limbah organik serupa. Kerjasama dengan pihak-pihak terkait, seperti pemerintah daerah dan universitas, dapat mempercepat penyebarluasan model ini. Gambar 1: Peserta sedang melakukan demonstrasi pemilahan limbah bunga di area Makam Guru Zuhdi. SIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat di Makam Guru Zuhdi. Banjarmasin, berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelola makam dalam pengelolaan limbah bunga secara Hasil evaluasi menunjukkan 7 dari 10 peserta menunjukkan penguasaan keterampilan Keberhasilan ini terwujud dengan terbentuknya kelompok kerja mandiri yang menunjukkan perubahan perilaku dan inisiatif kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan ziarah. Meskipun menghadapi tantangan terkait keterbatasan skala produksi dan fluktuasi pasokan bahan baku, program ini telah membuka peluang besar untuk pengembangan. Pemanfaatan limbah bunga tidak hanya berhasil mengurangi beban sampah organik, tetapi juga menciptakan potensi ekonomi sirkular baru di tingkat lokal. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan solusi praktis bagi masalah lingkungan, tetapi juga memberdayakan komunitas untuk menjadi agen perubahan yang mandiri dan berkelanjutan, serta menciptakan model yang dapat direplikasi di wilayah lain. UCAPAN TERIMAKASIH