EDUSCOPE. Juli, 2023. Vol. 09 No. 01 p-ISSN :2460Ae4844 e-ISSN : 2502 Ae 3985 Manajemen Pendidikan Entrepreneur dalam Meningkatkan Kompetensi Wirausaha Santri Mochammad Syafiuddin Shobirin 1. Prim Masrokan 2. Imam Fuadi 3 Universitas KH. Wahab Hasbullah Jombang1. Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung2,3. Email : syafiuddinshobirin@unwaha. ABSTRACT The realization of the entrepreneurial competence of students at the Fathul Ulum Islamic Boarding School can be known by research which includes planning, implementation and evaluation of entrepreneurship The research method used was a qualitative approach with phenomenological methods, data collection was carried out using in-depth observation techniques, interviews and documentation. The analysis technique uses SWOT analysis. The validity test uses source triangulation and technique triangulation methods. The results showed that the planning for Entrepreneurship Education at the Fathul Ulum Islamic Boarding School was outlined in the form of a self-employment learning curriculum, which consisted of theoretical learning planning and practice-based planning. Practical learning is carried out using two methods, namely theory-based learning and practice-based learning. Evaluation of Entrepreneur Education Motivation is carried out in 2 direct ways . earning proces. and post-learning. Assessing the evaluation of entrepreneurship education learning using an evaluation model, namely the evaluation of the CIPP model (Context. Input. Process, and Produc. The entrepreneurial competence of students at the FATHUL ULUM Islamic Boarding School was formed to have social entrepreneur and corporate entrepreneur competencies. Entrepreneurship education management has implications for students to acquire knowledge, skills, and attitudes and aims for students to have the ability and ability to become beginners in entrepreneurship. KEYWORDS: 3 Entrepreneur Education. Management. Competence of Santri. ABSTRAK Implikasinya terhadap kompetensi wirausaha santri pada Pondok Pesantren Fathul Ulum dapat dikethui dengan penelitian yang meliputi Perencanaan. Pelaksanaan dan evaluasi pendidikan Metode penelitian yang digunakan melalui pendekatan kualitatif dengan metode fenomologis, pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi mendalam, wawancara serta dokumentasi. Teknik analisis menggunnakan analisis SWOT. Uji keabsahan menggunakan metode trainggulasi sumber dan trianggulasi teknik. Hasil penilitian menunjukan bahwa perencanaan Pendidikan Entrepreneur di Pondok Pesantren Fathul Ulum dituangkan dalam bentuk kurikulum Pembelajaran entrepreneur, yang terdiri dari perencanaan pembelajaran berbaris teori dan perancanaan berbasis praktek. Pendidikan kewirausahaan dilaksanakan 103 Mochammad. Prim. Imam: Manajemen Pendidikan Entrepreneur . Kompetensi Wirausaha Santri dengan dua metode yaitu pembelajaran berbasis teori dan pembelajaran berbasis praktek. Evaluasi pencapaian Pendidikan Entrepreneur dilakukan melalui 2 cara langsung . roses pembelajara. dan pasca pembelajaran. Mengkaji evaluasi pembelajaran pendidikan entrepreneur menggunakan model evaluasi yaitu evaluasi model CIPP (Context. Input. Proses, and Produc. Kompetensi wirausaha santri di Pondok Pesantren FATHUL ULUM dibentuk untuk memiliki kompetensi social entrepreneur serta corporate entrepreneur. Manajemen pendidikan enterpreneur memberikan implikasi terhadap para santri untuk memperoleh pengetahuan . , keterampilan . , dan sikap . serta bertujuan agar para santri miliki kemamuan dan kemampuan menjadi pemula dalam berwirausaha. KATA KUNCI: Pendidikan Entrepreneur. Manajemen. Kompetensi Santri. Article History Received: 10 Desember 2022 Revised: 30 Juli 2024 Accepted: 31 Juli 2024 PENDAHULUAN Diantara lembaga pendidikan yang berkembang. Pondok Pesantren memiliki karakteristik yang kuat dalam rangka pembentukan santri yang kreatif dan mandiri. Hal ini terbukti secara empiris di beberapa pondok pesantren berkategori modern maupun tradisional terbilang mampu dalam merealisasikannya, jika dibandingkan dengan lembaga pendidikan formal, pondok pesantren dipandang mampu untuk membentuk santri untuk hidup mandiri. Sistem asrama pada kehidupan pondok pesantren dan karakteristik kehidupan di dalamnya mendorong peserta didik agar mampu memenuhi dan menjalani tugas kehidupan sehari-hari dengan mandiri. tugas because the material in them is more complex and many terms are difficult to understand, thus making students less motivated to learn them (Meishanti & Maknun, 2. Pondok pesantren sangat di yakini mampu memberi pengaruh yang cukup besar dalam dunia pendidikan, baik jasmani, rohani, maupun intelegensi, karena sumber nilai dan norma-norma agama merupakan kerangka acuan dan berfikir serta sikap ideal para Sehingga pondok pesantren sering disebut sebagai alat transformasi kultural. Fungsi pokok pondok pesantren adalah mencetak ulama dan ahli agama. Kegiatan pembelajaran yang terjadi di pondok pesantren tidak sekedar pemindahan ilmu pengetahuan dan keterampilan tertentu tetapi yang terpenting adalah penanaman dan pembentukan nilai-nilai tertentu kepada santri. Tiga aspek pendidikan yang terpenting yaitu psikomotorik, afektif, dan kognitif diberikan secara stimulant dan seimbang EDUSCOPE Vol. 9 No. 01 Juli 2023 104 Mochammad. Prim. Imam: Manajemen Pendidikan Entrepreneur . Kompetensi Wirausaha Santri kepada peserta didik(Sanusi, 2. Kemandirian terlihat dalam kehidupan di pondok pesantren yang berhubungan dengan bagaimana santri mandiri untuk makan, minum, mencuci pakaian, kemandirian dalam belajar, dan bahkan kemandirian ekonomi yang mana berkaitan dengan dunia Dewasa ini, kemandirian seperti ini kurang nampak pada peserta didik di lembaga pendidikan formal seperti sekolah umum. Pada perjalanan lembaga pendidikan terdapat masalah yang berhubungan dengan kemandirian peserta didik. Pertama, munculnya krisis kemandirian peserta didik, khususnya dilembaga pendidikan formal. Kedua, pendidikan sekolah tidak menjamin pembentukan kemandirian peserta didik sesuai dengan semangat tujuan pendidikan nasional. Pendidikan kewirausahaan merupakan usaha yang dilakukan secara sadar, terencana melalui kurikulum dan aplikatif untuk membangun karakter kewirausahaan dalam diri anak didik, baik ranah kognitif, efektif dan psikomotorik, sehingga mereka memiliki kompetensi diri yang diwujudkan dalam prilaku kreatif inovatif dan berani mengelola resiko (Irfani, 2. Singkatnya, pendidikan kewirausahaan merupakan pendidikan yang membekali peserta didik dengan kompetensi pengetahuan, sikap dan keterampilan sebagai Hasil belajar dari pendidikan ini adalah menciptakan anak didik bermental wirausaha, yang mampu memberdayakan ekonomi baik untuk dirinya tangguh yang terdorong untuk memanfaatkan peluang, mencari trobosan, dan menggali nialai tambah ekonomi. Berwirausaha dalam presfektif Islam memiliki kedudukan yang mulia, hal ini berdasarkan hadist yang merupakan dialog baginda Nabi Muhammad SAW dengan sebagian sahabat. Rasulullah SAW bersabda:AuMata pencaharian apakah yang baik. Wahai Rasulullah?Ay Beliau menjawab: AuIalah seseorang yang bekerja dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang bersihAy (Harahap, 2. Entrepreneurship merupakan hasil dari proses disiplin dan sistematis dalam menerapkan kreatifitas dan inovasi terhadap kebutuhan dan peluang pasar. Termasuk menerapkan strategis terfokus terhadap ide dan pandangan baru menciptakan produk atau jasa yang memuaskan kebutuhan pelanggan atau memecahkan masalah. Oleh sebab itu, masalah-masalah tersebut yang menjadi factor-faktor perlu dilaksanakannya pendidikan entrepreneur dalam menumbuhkan kemandirian di pondok pesantren. Lembaga pendidikan seperti pondok pesantren dinilai perlu untuk menerapkan pendidikan entrepreneur dalam menumbuhkan kemandirian untuk bersaing di era Karena seorang alumni pesantren itu belum tentu menjadi seorang pendakwah yang sukses, oleh karenanya selain pandai ilmu agama santri juga harus EDUSCOPE Vol. 9 No. 01 Juli 2023 105 Mochammad. Prim. Imam: Manajemen Pendidikan Entrepreneur . Kompetensi Wirausaha Santri pandai dalam ilmu kewirausahaan, agar dalam misi dakwahnya para alumni pesantren dapat juga menggunakan media wirausaha selain sebagai pendakwah atau daAoi yang Seringkali dalam menjalankan tugasnya sehari-hari, pengajar harus dapat merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran, sesuai dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Meishanti, 2. Dari penerapan pendidikan entrepreneur yang ada di Pondok Pesantren tersebut, kemudian menarik penulis untuk mengadakan penelitian mengenai Manajemen Pendidikan Entrepreneur Dalam Meningkatkan Kompetensi Wirausaha Santri Pada Pondok Pesantren Fathul Ulum. METODE Penelitian ini dirancang sebagai penelitian kualitatif yang bersifat menjelaskan suatu fenomena, gejala atau peristiwa yang membutuhkan sikap introspektif objektif bagi subjek maupun objek penelitian. Penelitian fenomenologis berusaha memahami apa makna kejadian dan interaksi bagi seorang atau institusi tertentu. Hasil penelitian lebih merupakan deskripsi interpretasi yang bersifat menjelaskan fenomena dalam konteks waktu atau situasi. Kebenaran hasil penelitian lebih didukung melalui kepercayaan berdasarkan konfirmasi hasil penelitian dengan pihak-pihak yang diteliti secara triangulasi (Gani & Amalia, 2. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan teknik triangulasi, dengan trianggulasi teknik. Triangulasi teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik yang berbeda-beda dari sumber yang sama. Peneliti menggunakan obervasi partisipatif, wawancara mendalam dan dokumnetasi. Hal ini dilakukan peneliti dalam pengumpulan data sekaligus mengecek kredibilitas data. Tujuan dari trianggulasi bukan untuk mencari kebenaran tentang beberapa fenomena, tetapi lebih pada meningkatkan pemahaman peneliti terhadap apa yang telah ditemukan Susam Staiback (Stainback & Stainback. Data dalam Penelitian kualitatif dianggap valid apabila tidak terdapat perbedaan antara yang dilaporkan Peneliti dengan apa yang sesungguhnya terjadi pada informan. Pengujian keabsahan data menggunakan Triangulasi. Dalam teknik pengumpulan data, triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Pengumpulan data dengan triangulasi, berarti peneliti mengumpulan data yang sekaligus menguji kredibilitas data, yaitu mengecek kredibilitas data dengan berbagai teknik pengumpulan data dan berbagai sumber data (Sugiyono, 2. EDUSCOPE Vol. 9 No. 01 Juli 2023 106 Mochammad. Prim. Imam: Manajemen Pendidikan Entrepreneur . Kompetensi Wirausaha Santri HASIL DAN PEMBAHASAN Perencanaan Pendidikan Entrepreneur di Pondok Pesantren Fathul Ulum. Perencanaan merupakan sebuah formulasi dari apa yang dimaksudkan akan terjadi di waktu masa yang akan datang. Dalam pandangan lain perencanaan adalah memilih atau menetapkan tujuan-tujuan, dan menentukan strategi, kebijakan, program, proyek, metode, sistem . , anggaran dan standar . yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan dalam organisasi (Awaluddin & Hendra, 2. Kewirausahaan merupakan jiwa dari seseorang yang diekpresikan melalui sikap dan prilaku kreatif dan inovatif untuk melalukan sesuatu kegiatan. Dengan demikian, perlu ditegaskan bahwa tujuan pembelajaran kewirausahaan sebenarnya tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan pebisnis atau busines entrepreneur, melainkan mencakup seluruh profesi yang didasari oleh jiwa wirausaha atau entrepreneur. Bagi setiap lembaga pendidikan mutu adalah suatu isu sentral yang perlu Menurut Ismail, penerapan manajemen mutu dalam dunia pendidikan merupakan memerlukan adanya pengelolaan yang baik dan profesional, manajemen organisasi yang baik dan penyediaan personil yang memadai dalam menjalankan proses yang baik sehingga menghasilkan output yang bermutu dan berkualitas tinggi (Muhamad, n. Menurut Bejamin Bloom pembelajaran dibagi menjadi tiga domain . Pertama. Kognitif yang mencakup intelektualitas yang terdiri atas enam macam kemampuan yakni. Pengetahuan . , yaitu jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik untuk dapat mengenali atau mengetahui adanya konsep, prinsip, fakta atau istilah tanpa harus mengerti dan dapat menggunakannya. Pemahaman . , yaitu jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik untuk memehami atau mengerti tentang materi pelajaran yang disampaikan. Penerapan . , yaitu jenjang kemampuan yang menutut peserta didik untuk menggunakan ide-ide umum, tata cara ataupun metode, prinsip, teori-teori dalam situasi baru dan konret. Analisis . , yaitu jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik untuk menguraikan suatu situasi atau keadaan tertentu dalam unsur-unsur atau EDUSCOPE Vol. 9 No. 01 Juli 2023 107 Mochammad. Prim. Imam: Manajemen Pendidikan Entrepreneur . Kompetensi Wirausaha Santri komponen pembentukan. Sintesis . , yaiutu jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik untuk dapat mengevaluasi suatu situasi, keadaan, pernyataan atau konsep berdasarkan kriteria tertentu. , yaitu jenjang kemampuan yang menuntut peserta didik dapat mengevaluasi suatu situasi, keadaan pernyataan atau konsep berdasarkan kriteria tertentu (Arifin, 2. Kedua Afektif yang mencakup nilai-nilai emosional yang mencakup lima macam kemampuan yaitu, kesadaran, partisipasi, penghayatan nilai, pengorganisasian, dan karakterisasi. Ketiga Psikomotorik yaitu kemampuan motorik mengingat dan mengoordinasi gerakan . ang terdiri dari gerak refleks dan gerak dasa. , kemampuan jasmani dan komunikasi Menurut Wina Sanjaya kemampuan psikomotorik tampak dalam bentuk keterampilan . dan kemampuan bertindak serta kemampuan psikomotorik memiliki tujuan untuk mengembangkan kreatifitas peserta didik (Sanjaya, 2. Perencanaan kurikulum yang diterapkan oleh Pesantren Fathul Ulum terdiri dari perencanaan pembelajaran berbaris teori dan perancanaan berbasis praktek. Sesuai pengamatan dan dokumen yang peneliti dapatkan materi didesain secara komprehensif yang berlandaskan pada kebutuhan santri, pendidik hanya menjadi fasilitator untuk memenuhi kebutuhan intelektual santri, secara umum materi yang diajarkan santri akan mempengaruhi tingkat pemahaman dalam praktek wirausaha adapun bentuk materinya sebagai berikut:. Assesment Bakat . , . Leadership (Kepemimpina. , . Potensi Otak Kanan, . Pertanian, . Beternak dan Pemasaran Kambing, . Mindsetting dan Mengelola Potensi Otak, . Service Exelence (Pelayanan Prim. , . Hipnoselling, . Boost Your Confidence and Grooming, . Menejemen Bisnis. Menurut Pengurus santri bidang pendidikan di Pondok Pesantren FATHUL ULUM kesepuluh item di atas menjadi penting untuk diterapkan, mengingat adanya realitas bahwa secara faktual santri bukan hanya dihadapkan pada urusan keagamaan, melainkan juga tentang bagaimana mereka bisa memberdayakan masyarakat di berbagai sektor, utamanya sektor ekonomi. Dari beberapa item yang tertulis diatas merupakan penunjang bagi para santri untuk bisa menerapkan hal tersebut. Faktanya memang demikian, kesepuluh item di atas sangat memberi pengaruh terhadap tumbuh kembang daya entrepreneurship para santri. Beberapa alumni yang berdomisili di sekitar EDUSCOPE Vol. 9 No. 01 Juli 2023 108 Mochammad. Prim. Imam: Manajemen Pendidikan Entrepreneur . Kompetensi Wirausaha Santri pesantren mengakui dan merasakan betul manfaat dari adanya kesepuluh materi di atas. Kendati tidak semuanya diterapkan secara total dalam bidang usaha, namun sekedar pengetahuan dalam materimateri tertentu menurut mereka menjadi nilai tambah untuk menguatkan niat dan diri dalam berwirausaha. Berdasarkan hasil observasi menunjukan bahwa Kurikulum Enterpreneur di Pondok Pesantren Enterpreneur menekakankan santri praktek secara langsung sebagai media untuk memaksimalkan pemahaman santri sebab santri menjadi subjek . elaku langsun. dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu santri adapun materi praktek sebagai berikut: . Menghasilkan uang tanpa uang . Pembuatan Proposal Usaha . Eksekusi bisnis . Pemasaran Produk . KPK (Komisi Pelatihan Kuline. MLM (Marketing Lewat Medi. Perencanaan berbasis praktek ini menurut Pimpinan pondok pesantren menjadi prioritas dalam kegiatan pembelajaran Kewirausahaan di Pondok Pesantren Fathul Ulum Jombang. Perencanaan menjadi prioritas utama Pondok Pesantren Fathul Ulum. Mengingat sisi praktis yang paling mendasar dan menjadi tumpuan bagi para santri ketika kelak terjun di masyarakat. Oleh karena itu, fase inilah yang direncanakan memiliki jangka waktu paling panjang dibanding yang lain. Berdasarkan hasil analisis dokumentasi Program Pondok Pesantren Perencanaan berupa Hidden Kurikulum. Pesantren dalam proses membangun karakter kemandirian santri memanamkan nilai-nilai kebaikan yang dibutuhkan santri dalam menjalankan Karakter dikembangkan atau bahasa pesantrenya ahlaqul karimah menjadi aspek yang paling penting sebagai penilaian keberhasilan proses pembelajaran santri, sebab hal ini menjadi modal dasar santri sebagai penghayatan nilai keagamanan yang sudah diajarkan. Adapun nilai-nilai yang diajarkan Pesantren Enterpreneur sebagai berikut: . Istiqomah . Berfikir positif . Empati . Silaturahmi . Profesional . Kejujuran . Religus . Keberanian. Pelaksanaan Pendidikan Entrepreneur di Pondok Pesantren Fathul Ulum. Pelaksanaan Pembelajaran Kewirausahaan di Pesantren Pesantren Enterpreneur terbagi dalam dua cara, yakni: Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Teori. Berdasarkan EDUSCOPE Vol. 9 No. 01 Juli 2023 109 Mochammad. Prim. Imam: Manajemen Pendidikan Entrepreneur . Kompetensi Wirausaha Santri hasil observasi dan dokumen yang peneliti dapatkan, bahwa pelaksanaan pembelajaran berbasis teori materi dirancang secara komprehensif yang berlandaskan pada kebutuhan santri, pendidik hanya menjadi fasilitator untuk memenuhi kebutuhan intelektual santri. Secara umum materi yang diajarkan santri akan mempengaruhi tingkat pemahaman dalam praktek wirausaha adapun bentuk materi yaitu: . Assesment Bakat . Materi ini diampu oleh Pengurus santri . bidang pendidikan dan dilaksanakan pada awal pelaksanaan kegiatan, sebagai wujud penyaringan minat bakat dari para santri dengan latar belakang yang berbeda. Leadership (Kepemimpina. materi ini disampaikan oleh praktisi agribisnis dan telah terbukti mampu memimpin perusahannya secara baik dengan provit yang sejauh ini sangat signifikan. Potensi Otak Kanan Materi ini dilaksanakan pada fase-fase awal kegiatan, oleh ahli yang memang expert dalam bidangnya. Pertanian Materi pertanian dilaksanakan bukan hanya sekedar wawasan bercocok tanam secara tradisional, melainkan juga memasukkan teknik-teknik baru berdasar riset yang sudah semakin berkembang serta diikuti dengan penggunaan teknologi yang mulai berkembang juga. Beternak dan Pemasaran Kambing Sama halnya dengan materi pertanian, materi peternakan kambing ini juga menghadirkan ahli seklaigus praktisi . Mindsetting dan Mengelola Potensi Otak Materi ini adalah lanjutan dari fase-fase awal tentang potensi otak kanan. Service Exelence (Pelayanan Prim. Pada materi ini karena mengedepankan pelayanan, maka pemateri yang dimasukkan adalah mereka yang berbisnis utamanya dalam bidang jasa. Hipnoselling. Selain itu dalam materi ini juga digabungkan dengan materi Boost Your Confidence and Grooming, yang merupakan materi berisi motivasi dan sejenisnya. Menejemen Bisnis. Adapun terkait materi manajemen bisnis, disampaikan oleh fasilitator yang merupakan funding manajer beberapa bank serta lembaga pemberdayaan. Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Praktek Pelaksanaan pembelajaran berbasis praktek di pesantren ini tentu berbeda dengan pendidikan di sekolah. Perguruan Tinggi maupun lembaga lain. Proses Pendidikan berbasis pada keseimbangan antara teori dan praktek, paradigma seperti ini jarang dimiliki oleh lembaga pendidikan formal terutama Perguruan Tinggi yang berbasis pada teori dan pendidik bukan dari praktisi, melainkan dosen biasa yang belum menguasai EDUSCOPE Vol. 9 No. 01 Juli 2023 110 Mochammad. Prim. Imam: Manajemen Pendidikan Entrepreneur . Kompetensi Wirausaha Santri Paradigma menggambarkan proses pendidikan di Pesantren Entrepreneur, hal ini yang mencerminkan keseluruhan proses pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi rangkaian proses pendidikan kewirausahaan dari aspek teori cukup lengkap, ibaratkan seorang yang tidak mengerti dunia bisnis setidaknya dapat mengerti bagaimana memulai usaha, secara garis besar materi yang diajarkan adalah psikologi diri, jenis wirausaha, cara memproduksi, cara menjual, dan aspek praktek santri langsung turun di lapangan meliputi bagaimana menganilis potensi pasar, mencari modal usaha, memproduksi barang sampai jadi, dan menjual kepada Pelaksanaan Pembelajaran Melalui Hidden Kurikulum Secara praktik pembelajaran melalui hidden kurikulim yang dilakukan selama proses pembelajaran menekankan pada pembangunan karakter kemandirian santri, menanamkan nilai-nilai yang mendukung aspek kemandirian. Kurikulum pesantren didesain melalui aspek kewirausahaan dalam membentuk jiwa mandiri. Proses pembelajaran dilakukan selama 15 hari dengan konsep full day . , santri ditanamkan nilai kedisiplinan dengan mulai kegiatan pukul 04. 00 samapai 22. 00 WIB, jadwal yang padat santri dituntuk disiplin dari semua aspek. Berdasarkan hasil observasi Pesantren menanamkan nilai-nilai kemandirian melalui jiwa keberanian, berfikir positif, profesional, kejujuran, kerja keras dan pantang Kemandirian dapat tercapai dengan pola pikir dan tingkah laku yang mandiri. Berdasarkan hasil wawancara dengan salahatu santri sebagaian besar santri merasakan langsung perubahan pola pikir dan sikap dari pelaksanaan pembelajaran. Ini bisa dilihat dari perubahan antara sebelum dan sesudah santri datang atau mengikuti kegiatan ini. Sebagaimana dituturkan oleh salah satu santri seperti berikut: AuBagi kami adanya hidden kurikulum dengan penanaman nilai kemandirian dan nilai pesantren sangat bermanfaat Ini silahkan bisa dilihat alumni-alumni sebelum ini sudah terlihat, mereka bukan hanya bisa dilihat suksesnya dalam materi saja, tetapi juga jiwa kedermawanan dan kesederhanaan khas pesantren membuat mereka bisa sangat diterima bahkan dibutuhkan oleh masyarakatnya masing-masing. EDUSCOPE Vol. 9 No. 01 Juli 2023 111 Mochammad. Prim. Imam: Manajemen Pendidikan Entrepreneur . Kompetensi Wirausaha Santri Evaluasi Pendidikan Entrepreneur di Pondok Pesantren Fathul Ulum. Evaluasi atau penilaian hasil capaian pendidikan dilakukan melalui 2 cara langsung . ada saat proses pembelajara. dan pasca pembelajaran, penilaian ini dilakukan sebagai upaya pesantren dalam membangun karakter kemandirian santri, secara matematis penilaian tidak seperti yang ada di sekolah dengan mengerjakan soal dengan angka akan tetapi lebih mengaedepankan aspek psikomotorik. Penilaian atau evaluasi dalam pembelajaran dialakukan pendidik dengan memberikan apresiasi santri yang memiliki sikap unjuk kerja dan kreatifikas pembelajaran sedang aspek praktek dilakukan dengan kompetisi dalam hasil produksi usaha dan uang yang didapat dari penjulan barang. Sedangkan penilaian paska proses pendidikan pesantren melalukan evaluasi terhadap daya serap kompetensi wirausaha Evaluasi pembelajaran berbasis teori dilaksanakan dengan sistem evaluasi Yakni, melalui pendidik (Mento. mendampingi santri sampai dapat mengamalkan ilmu yang didapat di Pesantren Enterpreneur, santri mengikuti program magang kerja di perusahaan milik Pendidik, sesuai dengan keinginan bidang usaha yang akan dilakukan oleh santri. Pendampingan juga melalui komukasi langsung santri kepada pendidik dalam melakukan analisa pasar, produk, tempat usaha dan eksekusi usaha yang dilakukan santri. Analisa yang digunakan untuk mengkaji evaluasi pembelajaran berbasis teori ini menggunakan model evaluasi yaitu CIPP (Context. Input. Proses, and Produc. Model ini penting untuk mengkaji sejauh mana keberhasilan dalam pembelajaran tersebut. Evaluasi dengan model CIPP ini dapat dilaksanakan pada berbagai bidang, seperti pendidikan, manajemen, perusahaan dan sebagainya serta dalam berbagai jenjang baik itu proyek, program maupun institusi. Kompetensi wirausaha santri di Pondok Pesantren Fathul Ulum. Susilaningsih dalam penelitiannya membagi pola pembelajaran entrepreneruship untuk menghasilkan yang telah tamat bisa dilakukan di perguruan tinggi kedalam tiga Social enterprise entrepreneur, company entrepreneur(Susilaningsih, 2. Pada pembahasan sebelumnya. Ciputra mengklasifikasikan wirasuaha kedalam empat kelompok. EDUSCOPE Vol. 9 No. 01 Juli 2023 112 Mochammad. Prim. Imam: Manajemen Pendidikan Entrepreneur . Kompetensi Wirausaha Santri diantaranya commercial enterprise entrepreneur, government entrepreneur, social entrepreneur, dan educational entrepreneur (Dwianto, 2. Dimana pendidikan kewirausahaan diawali dengan pembentukan pola pikir wirausaha dilanjutkan dengan pembentukan perilaku kreatif dan inovatif agar para mahsiswa dapat berkreasi (Susilaningsih, 2. Social entrepreneur merupakan agen perubahan . hage agen. yang dapat melaksanakan cita-cita, mengubah, dan meningkatkan nilai-nilai sosial dan menjadi penemu berbagai peluang untuk melakukan perbaikan diberbagai bidang (Dwianto. Sederhananya social entrepreneur dimaknai sebagai seseorang yang membentuk/ mendirikan usaha dengan tujuan untuk membantu masalah ekonomi sosial atau mempengaruhi perubahan ekonomi sosial berbasis masyarakat (Hourigan, 2. Disebutkan Ratna Widiastuti dalam penelitiannya bahwa, istilah social entrepreneur adalah sosoknya wirausaha yang social driven, bergerak tidak dimotivasi profit, melainkan misi mengatasi problem sosial yang ada. Mereka adalah orang-orang yang berupaya menciptakan perubahan positif atas persoalan yang menimpa masyarakat, baik pendidikan, kesehatan, atau masalah kemaysarakatan lain, terutuma ekonomi secara entrepreneurially, atau dengan kata lain wirausaha yang ulet dan berani mengambi resiko (Nawawi, 2. Adapun business entrepreneur adalah orang-orang yang menciptakan/memiliki bisnis dengan daya wirausaha untuk menciptakan barang atau jasa demi memenuhi kebutuhan masyarakat yang dimotivasi mendapatakan keuntungan dan laba (East, 1. Sedangkan corporate entrepreneur merupakan praktek kewirausahaan oleh karyawan atau pemimpin perusahaan yang bukan pemilik saham, tetapi mereka dipercayai dan dibiayai oleh pemilik saham untuk menghidpukan bisnis perusahaan dengan inovasiinovasi agar perusahaan terus menang dalam kompetisi bisnis(K Ramachandra 2. Implikasi Manajemen Pendidikan Entrepreneur Dalam meningkatkan kompetensi wirausaha santri di Pondok Pesantren Fathul Ulum Mencermati bentuk pola pembelajaran entrepreneurship di unit usaha santri pondok pesantren Fathul Ulum yang diawali dengan pembentukan mental/ sikap wirausaha dilanjutkan dengan aktivitas pelatihan yang bertujuan meningkatkan santri agar dapat EDUSCOPE Vol. 9 No. 01 Juli 2023 113 Mochammad. Prim. Imam: Manajemen Pendidikan Entrepreneur . Kompetensi Wirausaha Santri melakasankan pekerjaan secara maksimal dan meningkatkan potensi baik pengetahuan, sikap dan keterampilan masing-masing, bimbingan dan pembinaan yang bertujuan santri memiliki jiwa/ mental pribadi yang terbiasa dalam melaksanakan hal-hal yang prinsip dalam beriwausaha dengan baik dan benar. Berdasarkan hasil wawancaran dengan salah satu santri pola pembelajaran entrepreneruship yang melalui pelatihan mahasiswa dengan beberapa tahap mulai dari tahap memicu, tahap pemberian pengetahuan tentang kewirausahaan, sikap tentang kewirausahaan dan keterampilan tentang kewirausahaan didalam suatu organisasi. Disebutkan bahwa santri tersebut disipakan untuk dapat bekerja di suatu organisasi menjadi karyawan yang berperilaku wirasuahaan. Sebagaimana Syamsuri menyatakan bahwa lulusan dari unit usaha Pondok Pesantren Fathul Ulum ada juga yang menjadi karyawan di sebuah perusahan baik milik negara atau swasta. Namun apabila kita mencermati dari capaian pembelajaran lulusan Pondok Pesantren FATHUL ULUMdalam menghasilkan lulusan yang bisa berperan disektor ekonomi bangsa, berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan masyarakat dan memiliki kepekaan sosial-ekonomi serta kepedulian terhadap masyarakat dan Program pendidikan entrepreneurship di unit usaha Pondok Pesantren Fathul Ulum menjelaskan bahwa bentuk pola pembelajaran yang dilaksanakan agar lulusan yang mampu membentuk/ mendirikan usaha dengan tujuan membantu masalah ekonomi sosial atau mempengaruhi perubahan ekonomi sosial berbasis masyarakat. Dari ungkapan pengelola program entrepreneur santri untuk mencari sesuatu yang belum diketahui dan setelah diketahui mau meberikan kepada orang lain secara suka rela bagian dari penkatalisasian perubahan sosial dalam mengejar peluang usaha untuk memenuhi kebutuhan di unit usaha Pondok Pesantren Fathul Ulum. Dengan bentuk mencari sendiri sesuatu hal yang belum pernah diketahui ataupun bentuk pendelegasian mahasiswa agar mempunyai kemampuan khusus merupakan strategi unit usaha Pondok Pesantren FATHUL ULUMyang menfokuskan pada kegiatan sosial dimana menurut Pimpinan hal tersebut merupakan bagian dari karakterisitk sosial entrepreneur yang hasil dari apa yang didapat mau diberikan kepada masyarakat untuk kemajuan bersama dan individu tersebut dikatagorikan sebagai inisiator yang memberikan inisiatif kepada Dan dalam Pengalokasian peserta didik sebelumnya disebutkan sebagai bentuk dari pendidikan nilai kaderiasai, dimana santri senior mendidik para santri junior mereka yang kelak ketika mereka lulus ilmu, nilai, dan cara bisa diturunkan kepada santri-santri baru di unit Pondok Pesantren Fathul Ulum. Dan penggerakan program pendidikan EDUSCOPE Vol. 9 No. 01 Juli 2023 114 Mochammad. Prim. Imam: Manajemen Pendidikan Entrepreneur . Kompetensi Wirausaha Santri entrepreneruship di unit usaha Pondok Pesantren Fathul Ulum, pemimpin memiliki peran yang sangat penting dalam menggerakan semua kegiatan agar tercapainya tujuan/sasaran merupakan di unit usaha Pondok Pesantren Fathul Ulum. Penggerakan dilakukan dengan cara memberikan bimbingan, pembinaan, motivasi, pengarahan dan penugasan melalui komunikasi sebagai alat penghubung di unit Pondok Pesantren Fathul Ulum. Pengorbanan dalam memberikan waktu, fikiran dan tenaga juga merupakan bentuk alturistik pengelola unit usaha Pondok Pesantren FATHUL ULUMuntuk kesejahteraan orang lain. Gambar 1. Implikasi Manajemen Pendidikan Entrepreneur dalam meningkatkan kompetensi wirausaha santri Pondok Pesantren Fathul Ulum Dari gambar diatas dapat kita fahami bahwa manajemen pendidikan enterpreneur dalam meningkatkan mutu lulusan di Pondok Pesantren Fathul Ulum dilakukan dengan Perencanaan. Pengorganisasian. Pelaksanaan. Evaluasi pendidikan entrepreneur melalui Program entrepreneur santri yang dimaksudkan agar para santri memperoleh pengetahuan . , keterampilan . , dan sikap . serta bertujuan agar para santri miliki kemamuan dan kemampuan menjadi pemula dalam berwirausaha. Selanjutnya melalui kegiatan bimbingan dan pembinaan, yang diartikan sebagai proses EDUSCOPE Vol. 9 No. 01 Juli 2023 115 Mochammad. Prim. Imam: Manajemen Pendidikan Entrepreneur . Kompetensi Wirausaha Santri bantuan terhadap individu dalam mencapai pemahaman diri dan pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri sehingga dalam kegiatan ini perilaku mahasiwa sudah memiliki keterampilan serta menjadi profesional dalam berwirausaha. KESIMPULAN dan SARAN Hasil penilitian menunjukan bahwa perencanaan Pendidikan Entrepreneur di Pondok Pesantren Fathul Ulum dituangkan dalam bentuk kurikulum Pembelajaran entrepreneur, yang terdiri dari perencanaan pembelajaran berbaris teori dan perancanaan berbasis praktek. Pendidikan kewirausahaan dilaksanakan dengan dua metode yaitu pembelajaran berbasis teori dan pembelajaran berbasis praktek. Evaluasi pencapaian Pendidikan Entrepreneur dilakukan melalui 2 cara langsung . roses pembelajara. dan pasca pembelajaran. Mengkaji evaluasi pembelajaran pendidikan entrepreneur menggunakan model evaluasi yaitu evaluasi model CIPP (Context. Input. Proses, and Produc. Kompetensi wirausaha santri di Pondok Pesantren FATHUL ULUM dibentuk untuk memiliki kompetensi social entrepreneur serta corporate Manajemen pendidikan enterpreneur memberikan implikasi terhadap para santri untuk memperoleh pengetahuan . , keterampilan . , dan sikap . serta bertujuan agar para santri miliki kemamuan dan kemampuan menjadi pemula dalam berwirausaha. DAFTAR RUJUKAN Arifin. Evaluasi pembelajaran (Vol. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Awaluddin. , & Hendra. Fungsi manajemen dalam pengadaan infrastruktur pertanian masyarakat di desa watatu kecamatan banawa selatan kabupaten Publication, 2. , 1Ae12. Dwianto. Social Entrepreneur Ship: Inovasi dan Tantangannya di Era Persaingan Bebas. Majalah Ilmiah Bijak, 15. , 68Ae76. East. The Business Entrepreneur in a Changing Colonial Economy, 1763Ae The Journal of Economic History, 6(S. , 16Ae27. Gani. , & Amalia. Alat Analisis Data: Aplikasi Statistik untuk Penelitian Bidang. Penerbit Andi. Harahap. Hadis-hadis ekonomi. Prenada Media. Hourigan. The molecular basis of coeliac disease. Clinical and Experimental Medicine, 6. , 53Ae59. EDUSCOPE Vol. 9 No. 01 Juli 2023 116 Mochammad. Prim. Imam: Manajemen Pendidikan Entrepreneur . Kompetensi Wirausaha Santri Irfani. Pendidikan Pesantren Berbasis Entrepreneurship Di Pondok Pesantren Entrepreneur Al-Mawadah Honggosoco Jekulo Kudus. IAIN KUDUS. Meishanti. , dan Baroroh. Strategi Belajar Mengajar Berorientasi K-13. Jombang: Fakultas Pertanian Universitas KH. Wahab Hasbullah Meishanti. , & Maknun. STEM-Based E-Module (Science Technology Engineering and Mathematic. on Class XI Respiratory System Materials. Journal Of Biology Education. Volume No. https://journal. id/index. php/jbe/article/view/10787 Muhamad. Konsep Implementasi Manajemen Mutu Terpadu Di Lembaga Pendidikan Islam. Nawawi. Manajemen Pendidikan Entrepreneur Dalam Meningkatkan Kompetensi Wirausaha Santri Pada Pondok Pesantren Riyadlusharfiwalmantiq. JSTAF (Siddiq. Tabligh. Amanah. Fathona. , 1. , 268Ae283. Sanjaya. Perencanaan dan desain sistem pembelajaran. Kencana. Sanusi. Pendidikan kemandirian di pondok pesantren. Jurnal Pendidikan Agama Islam-TaAolim, 10. , 123Ae139. Stainback. , & Stainback. Understanding & Conducting Qualitative Research. ERIC. Sugiyono. Memahami penelitian kualitatif. Susilaningsih. Pendidikan Kewirausahaan di Perguruan Tinggi: Pentingkah untuk Semua Profesi? Jurnal Economia, 11. , 1Ae9. EDUSCOPE Vol. 9 No. 01 Juli 2023