Kytyg Jurnal Pengetahuan. Pemikiran dan Kajian Tentang Bunyi Vol. No. November 2024, hal. ISSN 1412-2065, eISSN 2714-6367 https://jurnal. isi-ska. id/index. php/keteg SINDENAN GENDING GAMBIRSAWIT SEMBUNGGILANG. LARAS SLENDRO PATET SANGA. VERSI NYI M. M RUBINEM Sutrisni Jurusan Karawitan. Institut Seni Indonesia Yogyakarta trisnisuborrini@gmail. Penulis Utama Siswati Jurusan Karawitan. Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta siswati@isi-ska. Penulis Korespondensi Asep Saepudin Jurusan Karawitan. Institut Seni Indonesia Yogyakarta asepisiyogya@gmail. dikirim 26-01-2025. diterima 31-01-2025. diterbitkan 31-01-2025 Abstrak Nyi Maria Mahdalena Rubinem merupakan pesinden profesional berasal dari kota Yogyakarta periode sebelum tahun 1945 dan mengalami masa kejayaan pada tahun 1955-1973. Nyi Rubinem pesinden satu-satunya dari kota Yogyakarta yang mendapat gelar Maestro Sinden. Hal ini menarik untuk diteliti guna mengetahui bagaimana garap sinden Nyi Rubinem secara lebih dalam. Pembahasan dalam penelitian ini difokuskan pada garap sinden versi Nyi Rubinem hubungannya dengan norma garap sinden secara konvensional dengan tujuan untuk mengetahui dan mendiskripsikan ciri khas garap sinden dan kekuatan Nyi Rubinem sebagai pesinden. Untuk memecahkan permasalahan penelitian ini digunakan metode deskriptif analisis, yaitu metode penelitian yang dilakukan dengan cara mendeskripsikan data yang telah dikumpulkan, kemudian dilanjutkan dengan analisis garap sindenan. Data yang dianalisis meliputi: lirik lagu, pengaplikasian lirik ke dalam gending, cengkok sindenan, angkatan sinden dan penyajian/pembawaan sinden. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini bahwa Nyi Rubinem dalam garap sindenannya memiliki ciri khas antara lain terletak pada cengkok sindenan srambahan. Hampir semua penyajian sindenan seleh nada 1,2 dan 5. Ciri khas yang mencolok adalah warna suaranya yang bantas melengking cenderung kemeng, ciri khas juga terdapat pada pengulangan sindenan isen-isen dengan aksen yang kewek, kemayu. Kekuatan Nyi Rubinem sebagai pesinden terlihat dalam penampilannya yang total, baik secara fisik maupun secara potensi. Kata kunci: Rubinem. Maestro. Sindenan. Gambirsawit. Sembunggilang This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. Abstract Nyi Maria Mahdalena Rubinem is a professional singer from the city of Yogyakarta before 1945 and experienced her heyday in 1955-1973. Nyi Rubinem is the only singer from the city of Yogyakarta who received the title of Maestro Sinden. This is interesting to research to find out how to work on Nyi Rubinem's sinden in more depth. The discussion in this research is focused on Nyi Rubinem's version of working on sinden in relation to conventional working on sinden norms with the aim of knowing and describing the characteristics of working on sinden and Nyi Rubinem's strengths as a singer. To solve the problems in this research, the descriptive analysis method was used, namely a research method carried out by describing the data that has been collected, then continuing with analysis of working on sindenan. The data analyzed includes: the application of lyrics to the piece, cengkok sindenan, the generation of sinden and the presentation of sinden. The results obtained from the research show that Nyi Rubinem, in working on her sindenan, has distinctive characteristics, including the crooked sindenan srambahan seleh notes 1, 2 and 5. 33153/keteg. keteg@isi-ska. Kytyg Jurnal Pengetahuan. Pemikiran dan Kajian Tentang Bunyi ISSN 1412-2065. eISSN 2714-6367 striking characteristic is the color of her voice which is very shrill and tends to be kymyng, a characteristic is also found in the repetition of the sindenan Isen-isen with a feminine, feminine accent. Nyi Rubinem's strength as a singer can be seen in her total appearance, both physically and in terms of potential/skills. Keywords: Rubinem. Maestro. Sindenan. Gambirsawit. Sembunggilang Pendahuluan Nyi Rubinem salah satu pesinden asal kota Yogyakarta periode sebelum tahun 1945-an. Nyi Rubinem merupakan pesinden yang sangat populer pada jamannya dan mencapai masa kejayaan pada sekitar tahun 55 hingga tahun 75-an. Suara Sindenan Nyi Rubinem yang merdu, sering mengudara lewat Radio Republik Indonesia (RRI) Nusantara 2 Yogyakarta. Nyi Rubinem termasuk pesinden yang profesional dengan banyaknya jam terbang di panggung pertunjukan. Profesinya mendapatkan perhatikan khusus dari berbagai pihak, antara lain pernah menjadi pesinden di RRI Jakarta serta beberapa kali tampil di Istana masa pemerintahan Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno. Kemudian sejak tahun 1942 hingga tahun 1973 mengabdikan diri menjadi pesinden Radio Republik Indonesia Nusantara II Yogyakarta. Sejak itulah nama Rubinem menjadi sangat terkenal dan laris pada jamannya. Oleh karena keprofesiannya sebagai pesinden tersebut nyi Rubinem mendapatkan beberapa penghargaan antara lain: . Penghargaan AoAnindya Karya WarangganaAo dari Persatuan Dalang Indonesia Pusat Jakarta yang bekerja sama dengan Yayasan Kesetiakawanan dan Kepedulian Jakarta pada tahun 2008. Mendapatkan gelar Maestro Sinden di kota Yogyakarta pada tahun 2013. Penghargaan sebagai Pesinden Tiga Jaman oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal tersebut di atas yang mendorong penulis untuk meneliti garap sinden Nyi Rubinem sebagai seorang Maestro Sinden dari kota Yogyakarta. Apabila diperhatikan, cengkok sinden pada masa sekarang ini bisa dikatakan seragam. Kesearagaman cengkok sindenan disebabkan adanya pusat latihan sinden baik secara formal maupun non formal, yang cara belajarnya menggunakan sintem penotasian. Pada tahap ini, pembelajar harus bisa membaca notasi secara benar tepat dan benar untuk bisa disebut mampu berolah vokal sindenan. Berbeda dengan pesinden jaman dulu yang cara belajarnya lebih mengandalkan pada rasa ngeng gamelan . asa musikalitas yang sifatnya individ. , termasuk garap sinden nyi Rubinem. Nyi Rubinem memiliki cengkok sinden yang berbeda, baik dilihat dari wiledan cengkok maupun warna suaranya. Hal tersebut yang mendorong penulis memilih Nyi Rubinem sebagai nara sumber obyek penelitian, disamping Nyi M. Rubinem memiliki kekhasan dalam cak garap sinden juga merupakan pesinden tertua di Yogyakarta yang mendapat gelar Maestro dan hingga saat ini belum pernah ditulis hasil karyanya . arap sindenanny. Dengan demikian, penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui ciri-khas garap sinden Nyi M. M Rubinem dan mengetahui kekuatan nyi Rubinem sebagai Pesinden. Agar pembahasan lebih detail maka penelitihan ini difokuskan pada gending Gambirsawit Sembunggilang. Laras Slendro Patet Sanga. Alasan pemilihan gending ini karena pada gending Gambirsawit Sembunggilang. Laras Slendro Patet Sanga terdapat cengkok- cengkok khas nyi Rubinem. Atas dasar kekhasan garap tersebut peneliti perfikir hal ini penting untuk diteliti, ditulis guna untuk mengetahui garap sinden masa tahun 1945. Beberapa tulisan terkait sinden dan kepesindenan telah banyak dilakukan, antara lain: (Aji, 2. membahas keleluasaan sinden dalam menggarap dan menasfsir balungan melalui ambahambahan, (Putri Anjani & Supriaza, 2. membahas terkait pergeseran pandangan negatif masyarakat terhadap sinden, (Ali, 2. membahas perubahan sinden masa kini pada pertunjukan wayang kulit, (Vindriana et al. , 2. mengulas terkait isu politik dalam novel sinden, (Prasetyo et , 2. megkaji keeksisian sinden lanang Suryanto karena pengaruh internal dan eksternal, (Rosyadi, 2. menelusuri peranan tenaga magis dan ritual terhadap keberhasilan sinden, (Budiarti & Siswati, 2. membahas peran sinden Suryati dalam perkembangan musik Banyumasan, (Irawan et al. , 2. menganalisis kompleksitasnya garap kepesindenan dalam lagu Sutrisni, dkk. (Sindenan Gending Gambirsawit Sembunggilan. Kytyg Jurnal Pengetahuan. Pemikiran dan Kajian Tentang Bunyi ISSN 1412-2065. eISSN 2714-6367 Gede . , (Siswati, 2. membahas terkait cengkok sindhen yang berkontribusi pada budaya (Berpijak pada penelitian-penelitian terdahulu, maka diketahui bahwa pebahasan pesinden Nyi Rubinem belum ada satupun yang membahasnya. Oleh karena itu, penelitian ini masih orsinil karena belum pernah dilakukan oleh para peneliti sebelumnya. Maka, tulisan ini sangat mendesak untuk segera dipublikasikan agar dapat bermanfaat bagi perkembangan keilmuan seni pertunjukan khusunya dalam garap kepesindenan. Metode Metode kualitatif dengan pendekatan karawitan digunakan untuk menganalisis Gending Gambir Sawit versi Nyi Rubinem. Dalam karawitan, penggarap . inden atau penggeron. , memiliki peranan sangat dominan dalam penyajian karawitan, karena dapat menentukan rasa, kualitas dalam hal teknik, cengkok, pola, dan wiledan vokal (Supanggah, 2. Maka, perlu ditelusuri berbagai hal terkait sinden, meliputi trah, pedidikan, serta berbagai perabot garapnya, meliiputi teknik, pola, irama, laras, pathet, konversi, dan dinamikanya (Supanggah, 2. Untuk kegiatan ini, penulis sebagai peneliti kualitatif melakukan pengumpulan berbagai informasi melalui pembicaraan langsung dengan masyarakat, karena peneliti sebagai instrumen pokok yang menggunakan beragam teknik dalam pengumpulan datanya, meliputi wawancara, pengamatan, dan dokumen (Cresswell, 2. Adapun tahap-tahap penelitian dibagi menjadi tiga bagian, yaitu tahap pengumpulan data, pengolahan data, dan anlisis data. Tahap pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, pengamatan, wawancara, serta pencarian dokumen. Studi pustaka dilakukan untuk mendapatkan sumber data tertulis yang terkait dengan penelitian, meliputi buku-buku yang memuat secara khusus terkait biografi Nyi Rubinem. Studi pustaka dilakukan secara offline maupun online. Penulis melakukan studi pustaka secara offline ke Perpustakaan Taman Budaya Yogyakarta. Perpustakaan pusat ISI Yogyakarta, serta Perpustakaan Jurusan Karawitan ISI Yogyakarta. Secara online, penulis melakukan pencarian pustaka melalui web atau portal yang ada di media online, seperti Academia. Portal Garuda. Google Sscholar. Mendeley. Com. Sinta Ristek Dikti, serta Scienderect. Langkah berikutnya adalah studi dokumen. Studi dokumen diperoleh dari rekaman sindenan Nyi Rubinem produksi Lokananta Perum PNRI Cabang Surakarta CDJ 266. Dalam Compact disk Degital Audio ini terdapat rekaman Gambirsawit Sembung gilang Laras Slendro Patet Sanga dengan pesinden Nyi M. Rubinem. Rekaman ini merupakan obyek yang dianalisis. Studi dokumen dilakukan untuk mencari hasil rekaman sindenan nyi Rubinem. Tujuannya untuk mengetahui sindenan nyi Rubinem yang meliputi: kapan sinden dimulai, bagaimana cengkok lagu sindenan dan lirik lagu yang digunakan, juga aplikasi penggunakan lirik lagu ke dalam bentuk gending, angkatan sinden dan pidakan sinden. Sedang studi wawancara dilakukan untuk memperoleh keterangan secara langsung kepada Nyi Rubinem tentang garap sinden dan latar belakang kehidupan yang berhubungan dengan profesinya. Data-data yang telah diperoleh, kemudian dilakukan pengkodean dan pengelompokkan sesuai dengan kategori atau tema dari masing-masing bahasan tulisan. Pada tahap ini, dilakukan pula pengarsipan data-data yang tidak terpakai untuk disimpan menjadi bank data. Bank data ini dapat digunakan untuk keperluan penelitian lain dengan topik yang berbeda dari penelitian yang Adapun data-data yang cocok untuk digunakan dalam penelitian ini, kemudian dipilih, dipilah, diberi kode, serta dikelompokkan menjadi beberapa kelompok, sesuai dengan kebutuhan topik masing-masing bab pembahasannya. Tahap akhir penelitian adalah analisis data. Pada tahap ini, data yang telah diperoleh dianalisa sesuai dengan kebutuhan masing-masing topik atau masalah penelitian. Analisa data sindenan dilakukan dengan cara mendengarkan rekaman kaset, kemudian mentankripnya ke dalam bentuk notasi dan lirik lagu. Hal ini bertujuan untuk mengetahui tentang garap sinden secara menyeluruh, yang meliputi: penggunaan lirik lagu, cengkok sinden, angkatan sinden/pidakan, dan aplikasi wangsalan ke dalam bentuk gending, kemudian dicari cirikhas lagu Sutrisni, dkk. (Sindenan Gending Gambirsawit Sembunggilan. Kytyg Jurnal Pengetahuan. Pemikiran dan Kajian Tentang Bunyi ISSN 1412-2065. eISSN 2714-6367 cengkok sindenannya dengan membandingkan garap sindenan jaman sekarang. Hasil analisa kemudian ditanskrip dan didiskripsikan menjadi laporan secara tertulis. Pembahasan Sekilas Biografi Nyi Maria Magdalena Rubinem Nyi Maria Mahdalena Rubinem ( Nyi M. Rubine. lahir pada tahun 1925 dari pasangan bapak Wangsa Karna dan ibu Klanthem berasal dari desa Ngenthak Rejo kabupaten Kulan Proga Yogyakarta. Namun. Rubinem dilahirkan di Ngadiwinatan Yogyakarta dekat asrama Pathuk Yogyakarta. Rubinem mulai belajar sinden pada usia sekitar 15 tahun. Bermula dari senangnya rengeng-rengeng . ernyanyi tanpa lirik lag. sambil memasak, maka diketahuilah bahwa Rubinem mempunyai modal untuk menjadi pesinden. Selanjutnya Rubinem mengabdi pada Gusti Juminah di Juminahan Pura Paku Alaman berpangkat Jajar dan diberi nama Pusparini. Rubinem mendapatkan pelajaran sinden dari para priyayi, antara lain Gusti Surya wijaya dan gusti Pelur. Rubinem tidak dapat membaca dan menulis, oleh karena itu dalam belajar sinden hanya mengandalkan kepekakan telinga . arasan ngeng gamela. Dalam jangka waktu tiga, bulan Rubinem telah menguasai larasan gamelan dengan baik . alam arti tidak fale. Rubinem belajar sindenan dengan gigih dan tlaten. Setelah mampu dalam olah vokal. Rubinem mendapat tawaran untuk menjadi pesinden di RRI Nusantara II Yogyakarta. Walaupun Rubinem tidak bisa membaca dan menulis, namun tawaran tersebut diterimanya. Maka sejak tahun 1942. Rubinem menjadi pesinden RRI Nusantara II Yogyakarta. Di sinilah kemudian Nyi Rubinem mengenal Jayeng Gujali seorang pengendang yang akhirnya menjadi suaminya. Setelah masuk RRI Nusantara II Yogyakarta. Rubinem tidak mengabdi di Juminahan lagi dikarenakan banyaknya tawaran sinden di luar. Banyaknya jam terbang membawa Rubinem menjadi pesinden yang profesional. Karena keprofesiannya tersebut. Rubinem mendapat perhatian khusus dari berbagai pihak antara lain: beberapa kali tampil di Istana Jakarta masa pemerintahan Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno, pernah menjadi pesinden di RRI Jakarta selama enam bulan, dan karena merasa tidak nyaman maka akhirnya kembali mengabdi ke RRI Nusantara II Yogyakarta. Sejak inilah nama Rubinem sangat dikenal oleh masyarakat pendengarnya sehingga membawanya menjadi pesinden yang terkenal dan terlarais pada Pada masa kejayaannya sebagai pesinden tersebut Rubinem sampai menerima job nyinden 40 kali dalam satu bulan. Nyi Rubinem telah beberapa kali masuk dapur rekaman antara lain diproduksi oleh Lokananta Record. Fajar Record dan Ira Record. Nyi Rubinem mencapai kejayaan pada masa mengabdi di RRI Nusantara II Yogyakarta. Selama kurang lebih 30 tahun mengabdi sebagai pesinden RRI Nusantara II Yogyakarta. Oleh karena suatu masalah cinta pada tahun 1973. Nyi Rubinem dihadapkan suatu pilihan antara memilih RRI dan memilih calon suaminya yang ke2 yaitu bapak Gito. Nyi Rubinem ternyata memilih untuk mengikuti Gito seorang dalang dari kabupaten Sleman Yogyakarta sebagai suaminya. Maka sejak tahun 1973 itulah Nyi Rubinem mengundurkan diri dari RRI Nusantara II Yogyakarta. awancara dengan Nyi Rubinem pada tanggal 12-06-2. Selain sebagai pesinden Nyi Rubinem juga dapat menari, tari yang dikuasainya antara lain tari Gambyong dan tari Gambiranom, yang sering disajikan sebagai ekstra sebelum acara pergelaran pokok dimulai. Nyi Rubinem pernah juga menjadi pemain film sebagai peran pembantu dalam film yang berjudul: Kedasih. Tayub. Mbok Seny dan Kaki langit . awancara dengan Nyi Rubinem pada tanggal 15 Juni, 2. Lengkaplah kesenimanan Nyi Rubinem dalam berkiprah di dunia karawitan. Namun dari sekian kesenimanan Nyi Rubinem, profesi yang paling menonjol adalah sebagai pesinden. Oleh karena keprofesiannya sebagai pesinden tersebut, nyi Rubinem memperoleh penghargaan antara lain: . Penghargaan AoAnindya Karya WarangganaAo dari Persatuan Dalang Indonesia Pusat Jakarta yang bekerja sama dengan Yayasan Kesetiakawanan dan Kepedulian Jakarta pada tahun 2008. Pada tahun 2013 mendapatkan gelar Sutrisni, dkk. (Sindenan Gending Gambirsawit Sembunggilan. Kytyg Jurnal Pengetahuan. Pemikiran dan Kajian Tentang Bunyi ISSN 1412-2065. eISSN 2714-6367 Maestro dari Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Muhhamad Nuh. Berikut disajikan beberapa dokumentasi berkaitan dengan Nyi Rudeinem . ihat gambar 1 sampai . Gambar 1. Foto Nyi Rubinem usia 25 tahun Foto (Nasional Kompas Com, 20 Gambar 2. Cover kaset pita pesinden Nyi Rubinem produksi Fajar Record (Foto: M. Fauzy Mahmud, 2. September 2. Gambar 3. Piagam Penghargaan sebagai Maestro Seni Tradisi ( Foto: M. Fauzy. Mahmud, 2. Gambar 4. Piagam Penghargaan Maestro Seni Karawitan (Foto: M. Fauzy Mahmud, 2. Pada gambar 1- 4 di atas, nampak foto, cover kaset, sertifkat anugrah kebudayaan, serta piagam penghargaan yang diberikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudyaan Republik Indonesia. Hal ini menandakan bahwa seorang Rubinem bukan sinden yang biasa, tetapi seorang pesinden yang memiliki reputasi tinggi dalam berolah vokal khususnya gaya kepesindenan. Beragam penghargaan tersebut menunjukkan hasil karya Rubinem dalam kiprahnya di dunia kepesindenan dengan berbagai kreativitasnya. Kiprahnya dalam garap tradisi kepesinden ditunjukkan melalui lahirnya berbagai kaset yang direkam berbagai studio, kiprah di RRI, serta kiprahnya dalam mengisi kepesendenan dalam jagat pertunjukan di karawitan Jawa. Terkait berbagai kiprah Nyi Rubinem ini, maka sangat penting untuk diapresiasi, ditelusuri, serta digali berbagai hal terkait dirinya, terutama dalam hal garap kepesindenan yang dilakukan olehnya. Harapannya adalah akan terungkap berbagai ciri khas garap kepesindenan Nyi Rubinem mulai dari lirik lagu, wangsalan, isen-isen, serta Sutrisni, dkk. (Sindenan Gending Gambirsawit Sembunggilan. Kytyg Jurnal Pengetahuan. Pemikiran dan Kajian Tentang Bunyi ISSN 1412-2065. eISSN 2714-6367 Garap Sindenan Nyi M. Rubinem Garap dalam karawitan merupakan tindakan kreatifitas seorang seniman/pengrawit dalam mengolah materi gending. Gending dalam karawitan merupakan sebuah istilah generik yang digunakan utuk masyarakat karawitan Jawa dan pada kalangan tertentu Bali dan Sunda untuk menyebut komposisi musikal karawitan yang menyajikan seni suara instrumental (Supanggah, 2. Penggarapan materi gending dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu garap vokal dan garap instrumen. Penggarapan dalam instrumen meliputi tafsir garap tabuhan yang bermelodi antara lain tafsir garap gender, rebab, gambang, bonang dan kendhang. Adapun pada penggarapan vokal di antaranya adalah tafsir garap gerongan dan sindenan. Gerongan adalah lagu vokal berirama metris yang disajikan oleh vokalis pria secara koor (Supanggah dalam Martopangrawit, 1. Adapun Sindenan berasal dari kata dasar Sinden mendapat akhiran an. Kata sinden berasal dari bahasa . sindi yang berarti menembang menyertai musik gamelan (Mangun Suwito, 2. , sedangkan akhiran -an dalam kata sindenan berfungsi membentuk kata benda yang menunjuk pada hasil. Dengan demikian, sindenan berarti: suara yang terdengar ketika aktifitas sinden dilakukan. Kata sinden/sindhen menunjukan kata aktif/kata kerja. Jadi garap sinden Nyi M. Rubinem yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah bagaimana Nyi Rubinem menggarap/nyindheni gending. Garap sinden yang diteliti dalam penelitian ini meliputi: penggunaan lirik lagu, dan lagu cengkok serta garap secara normatif yang meliputi angkatan sinden, dan teknik suara. Penelitian ini menghasilkan data sebagai berikut: Lirik Lagu Lirik lagu yang digunakan dalam sindenan gending secara umum menggunakan bentuk wangsalan, sekar, isen-isen atau disebut juga abon-abon. dan sekar bebas. Namun lirik lagu yang digunakan Nyi M. M Rubinem dalam gending Gambirsawit Laras slendro patet sanga meliputi: wangsalan, dan isen-isen dan sekar. Wangsalan Wangsalan adalah hasil sastra Jawa, berujut susunan kata atau kalimat yang mengandung teka-teki dan jawaban (Subroto, 2. (Zaidan, 2. (Wijoyanto et al. , 2. Dalam garap sindenan, wangsalan digunakan sebagai lirik lagu/cakepan pada sindenan srambahan atau sindenan baku. Wangsalan yang digunakan dalam sindenan dilihat dari pembentukannya dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu wangsalan wetah dan wangsalan salamba. Wangsalan wetah terdiri dari dua baris kalimat, masing-masing baris terdiri dari 12 suku kata, atau 12 suku kata x 2= 24 suku kata. Baris pertama merupakan teka-teki dan baris ke2 merupakan jawaban. Sedang wangsalan salamba yaitu wangsalan yang terdiri dari 1 baris saja . suku kat. , 4 suku kata pertama merupakan teta-teki dan 8 suku kata selanjutnya merupakan jawaban. Tema- tema wangsalan ini sangat beragam, olehkarenanya sindhen juga dituntut untuk cerdas menggunakan wangsalan sesuai dengan kebutuhannya (Suparsih, 2. Nyi Rubinem dalam nyindeni gending tidak menciptakan wangsalan sendiri, tetapi menggunakan wangsalan dari pesinden terdahulu. Berikut wangsalan yang sering digunakan nyi Rubinem (Rubinem wawancara pada tanggal 25- Juli 2. Ujung jari, balung randaning kalapa Winengkuwa sayekti dadi usada. suku kat. suku kat. Keterangan Ujung jari= ujung pada jari namanya= kuku terdapat pada kata winengkuwa . aris ke-. , jawaban hanya satu suku kata Balung rondoning kalapa= tulang pada daun kelapa/blarak namanya sada terdapat pada kata usada . aris ke-. Sutrisni, dkk. (Sindenan Gending Gambirsawit Sembunggilan. Kytyg Jurnal Pengetahuan. Pemikiran dan Kajian Tentang Bunyi ISSN 1412-2065. eISSN 2714-6367 Sandi setya, jangkepe tuhu wicara ( sandi setya= pura-pura setiya=lami. Datan lamis, dasihe den yektenana. angkepe wicara=pelengkap bicara=harus Benar / nyata= yekti Murdeng pita, bathara anjangka bumi (Murdeng pita=bicara benar=pate. Bener paten, giwange wulan asmara . athara Narad. Tirta maya, satriya kaneka putra (Tirta maya= seperti air=Hati= driy. Nenging driya, tanna ngalih among sira. atria kareka putra=Narad. Barat madya, sri Maha prabu Pancala . arat madya= angi. Gung kepengin, ngestu pada raja putra. abu pancala= drupad. Wohing aren, tansah caket saupama . ohing aren=buah aren= kolang-kalin. Ngolang-ngaling, wong seneng tansah sumandhing. ansah caket= selalu dekat = sumandin. Deging palwa, palwa andeging samodra (Deging palwa= tempat pemberHentian prahu= pelabuhan Labuhana, siti wutah ing ludira. amodra= segar. Kapal buntal, maruta salering katga, . apal buntal= perahu ikan= jala Sanget langka, yen darbe pambengkas cidra (Maruta saliring katga= senjata dengan kekuatan angin = panah/jemparing Kolik priya, priya gung anjani Putra . olik priya= manuk tuh. Satuhune, wong anom bebahing lapa. Roning tanggung, bebasan tanpa maleca. oning tanggung= ete. Antepana, budi temen lan narima. ebasan tanpa maleca= teme. Witing klapa, kalapa kang maksih mudha . iting klapa= pohon kelapa= glug. Salugune, mung mardi mikir raharja. elapa muda=cengki. Jarwa mudha, mudhane Sri Prabu Kresna. ( jarwa mudha= arti muda= ano. Mumpung anom, ngudi sarananing praja. ( nama prabu Kresna Ketika masih muda= narayana Selain menggunakan wangsalan yang wetah. Nyi Rubinem juga menggunakan wangsalan salamba yang merupakan ciptaan Nyi Rubinem sendiri. Contoh wangsalan salamba yang digunakan Nyi Rubinem sebagai berikut: Sekar pucang, sewu beja kemayangan sekar pucang= bunga pucang. namanya mayang terdapat dalam kata kemayangan. Wohing tanjung, den becik bekti mring biyung wohing tanjung = buah tanjung namanya AokecikAo terdapat dalam kata becik . Isen-isen. Isen-isen juga disebut abon-abon. Lirik sindenan isen-isen merupakan sebutan seseorang atau berupa panyandra. Isen-isen yang digunakan Nyi M. Rubinem antara lain : Rama, raden, yamas, ya ndhuk, ramane dewe, gones wicarane, rompyo-rompyo sesinome, sayuk rukun ro kancane dan lain sebagainya. Sutrisni, dkk. (Sindenan Gending Gambirsawit Sembunggilan. Kytyg Jurnal Pengetahuan. Pemikiran dan Kajian Tentang Bunyi ISSN 1412-2065. eISSN 2714-6367 . Sekar Dalam garap gending Gambirsawit Sembung gilang ini penggunakan sekar bentuk sekar macapat pupuh Kinanthi. Akan tetapi disini hanya dipinjam liriknya/ cakepan saja sebagai lirik gerongan pada Sembunggilang Laras Slendro patet Ssanga. Aplikasi Wangsalan Aplikasi wangsalan yang dimaksud adalah bagaimana nyi Rubinem dalam mengaplikasikan lirik lagu bentuk wangsalan ke dalam gending. Berdasarkan hasil sindenan yang peneliti transkrip, menunjukkan bahwa Nyi Rubinem dalam mengaplikasikan wangsalan ke dalam gending lebih didasarkan pada bentuk gending dan padang ulihan lagu gending. Berikut garap aplikasi wangsalan nyi Rubinem pada gending Gambirsawit Sembung Gilang laras slendro Patet Sanga (Gambirsawit Sembung Gilang produksi Lokanant. ihat tabel . Tabel 1. Aplikasi Wangsalan dalam Notasi Gending Gambir Sawit Keterangan Lirik lagu wangsalan: . Menunjukkan ulihan pertama . enyajian pertam. Menunjukkan ulihan kedua dan . Menunjukkan penyajian ke-3 ( Pangkat Dawa. Berdasarkan tabel 1, diketahui bahwa pengetrapan wangsalan dapat dikelompokan berdasarkan setiap ulihan . enyajian satu gonga. sebagai berikut: Ulihan pertama, penempatan wangsalan terdapat pada setiap tabuhan kenong yang merupakan kalimat ulihan . Ulihan ke-2 aplikasi wangsalan lirik sandi setya terjadi pengulangan pada baris ke-II gatra ke-2 dan pada baris kedua lirik datan lamis terjadi pengulangan Sutrisni, dkk. (Sindenan Gending Gambirsawit Sembunggilan. Kytyg Jurnal Pengetahuan. Pemikiran dan Kajian Tentang Bunyi ISSN 1412-2065. eISSN 2714-6367 pada baris ke-4 gatra ke-2. Pada ulihan ke-3 . angkat dawa. , aplikasi wangsalan sama dengan ulihan Dalam satu gongan, bagian merong gending Gambirsawit laras slendro patet Sanga ini, nyi M. Rubinem hanya menggunakan satu wangsalan yang terletak pada gatra genap. Pada setiap seleh gong selalu menggunakan wangsalan secara ngracik . suku kat. bagian jawaban dan sindenan dimulai pada kenong pertama. Cengkok Sindenan Srambahan Laras Slendro Patet Sanga Cengkok memiliki arti juga sebagai gaya. Sebagai contoh Pangkur semarangan berati gaya Gongan misal ladrang wilujeng terdiri dari 2 cengkok yang berarti gongan. Menurut Sindusuwarno, cengkok merupakan bentuk susunan nada yang memperkembangkan kalimat Namun cengkok sindenan lebih merupakan garap atau gaya seseorang dalam menggarap atau mengolah lagu sinden. Poerbotomo menerangkan bahwa cengkok sinden dapat dibedakan menjadi dua yaitu Andhah suwara dan cengkok anung suwara. Cengkok andhah suwara terjadi jika jatuhnya suku kata akhir lirik lagu hanya terdapat satu nada saja, sedangkan cengkok anung suwara terjadi jika jatuhnya suku kata akhir lirik lagu terdapat lebih dari satu nada (Sutrisni. Kedua istilah cengkok ini dipakai dalam memilah cengkok sindenan nyi Rubinem dalam gending Gambirsawit Sembung Gilang. Berikut tanskrip sindenan Nyi Rubinem dalam gending Gambirsawit Sembung Gilang Laras slendro Patet Sanga dalam rekaman compact disc Lokananta Reco. CDJ-268 . ihat tabel . Tabel 2. Cengkok sindenan srambahan laras Slendro Patet Sanga garap nyi Rubinem Sutrisni, dkk. (Sindenan Gending Gambirsawit Sembunggilan. Kytyg Jurnal Pengetahuan. Pemikiran dan Kajian Tentang Bunyi ISSN 1412-2065. eISSN 2714-6367 Sutrisni, dkk. (Sindenan Gending Gambirsawit Sembunggilan. Kytyg Jurnal Pengetahuan. Pemikiran dan Kajian Tentang Bunyi ISSN 1412-2065. eISSN 2714-6367 Tabel 2 di atas menunjukkan bahwa Nyi rubinem dalam garap sinden gending Gambir sawit laras slendro patet sanga menggunakan tujuh macam cengkok untuk seleh nada 1. Yaitu: Cengkok seleh 1. wangsalan 4 suku kata, 3 cengkok seleh 1 . wangsalan 8 suku kata dan cengkok seleh 1 . yang merupakan gabungan isen-isen dan srambahan yang terdiri dari 7 suku kata. Penyajian sinden 7 cengkok menggunakan andhah suara dan 8 cengkok menggunakan cengkok anung suara. Seleh nada 2 . ada 3 variasi cengkok, seleh nada 6 . em agen. ada 2 variasi cengkok. Berdasarkan penyajiannya, sindenan Nyi Rubinem banyak menggunakan cengkok andhah suwara. Cengkok sindenan nyi Rubinem dalam gending Gambirsawit laras Slendro Patet Sanga terkesan polos sedikit variasi gregel. Dilihat dari cengkok yang digunakan ada dua jenis, yaitu cengkok yang sifatnya umum maksudnya sering digunakan oleh pesinden lain dan cengkok yang bersifat Cengkok individu . has Nyi Rubine. terdapat pada sindenan balungan seleh 1 . , 8 suku kata/wanda, kenong ke-3 plesedan 2 . , seleh 5 . tengah dan seleh 5 mo ageng 2321, 5321, , . 165 seleh 5 ageng. sedang pelaksanaan penyajian pada seleh lebih banyak menggunakan andhah swara, penyajian anung swara hanya pada seleh nada ji . sindenan cengkok khusus terletak pada bagian Pangkat Dawah (PD) balungan notasi . Pada balungan ini sebenarnya arah nada yang dituju adalah nada 2. tapi Nyi Rubinem menggarap dengan membuat plesedan ke nada 6 dengan lagu cengkok sebagai berikut: Sindenan Isen-Isen Sindenan isen-isen juga disebut abon-abon. Aplikasi sindenan isen-isen dalam gending selain terletak pada gatra ganjil juga didasarkan atas padhang ulihan kalimat lagu gending. Padhang adalah kalimat lagu tanya atau masih ada lanjutannya, sedang ulihan dari kata mulih wis seleh . udah Sindenan isen-isen berfungsi untuk mengisi/sebagai selingan di antara sindenan Sindenan isen-isen berfungsi memberi fariasi agar garap sinden lebih hidup. tidak monoton. Lirik sindenan isen-isen merupakan sebutan seseorang atau berupa panyandra. Contoh : Rama, raden, yamas, ya ndhuk, ramane dewe, gones wicarane, rompyo-rompyo sesinome, sayuk rukun ro kancane, dan lain sebagainya. Berikut cengkok sindenan isen-isen Nyi M. Rubinem dalam gending Gambirsawit laras slendro patet Sanga. Tabel. Sindenan Isen-Isen Laras Slendro Patet Sanga. Sutrisni, dkk. (Sindenan Gending Gambirsawit Sembunggilan. Kytyg Jurnal Pengetahuan. Pemikiran dan Kajian Tentang Bunyi ISSN 1412-2065. eISSN 2714-6367 Berdasarkan tabel di atas, sindenan Nyi M. Rubinem banyak menggunakan cengkok andhah suwara sebayak tujuh cengkok, sedangkan penggunaan cengkok anung suwara hanya Sutrisni, dkk. (Sindenan Gending Gambirsawit Sembunggilan. Kytyg Jurnal Pengetahuan. Pemikiran dan Kajian Tentang Bunyi ISSN 1412-2065. eISSN 2714-6367 terdapat satu cengkok kombangan. Dilihat dari penggunaan jumlah suku kata, terkesan sangat bervariatif mulai dari 2, 4, 5, 7, 9 dan 13 suku kata. Ciri Khas Sindenan Nyi Rubinem Cengkok sindenan Srambahan Setiap pesinden memiliki lagu cengkok yang menjadi ciri khas. Ciri khas yang dimaksud adalah cengkok yang hanya dimiliki Nyi Rubinem yang bersifat individu yang tidak dimiliki oleh pesinden lain. Ciri khas tersebut antara lain terdapat pada cengkok sindenan srambahan/ sindenan baku yang menggunkan lirik wangsalan , sindenan isen-isen dan warna suara. Berdasarkan hasil analisis tanskrip sindenan srambahan. Nyi Rubinem memiliki cengkok individu . Cengkok tersebut terdapat pada sindenan balungan seleh 1 . , cengkok plesedan jujug 2 . pada balungan 1653 22 . , dan cengkok seleh 5 . tengah, namun dalam pembawaan cengkok sindenan. Nyi Rubinem bisa dikatakan hampir semua merupakan cengkok khas yang bersifat individu. Berikut disajikan notasi cengkok Sindenan Srambahan: Sutrisni, dkk. (Sindenan Gending Gambirsawit Sembunggilan. Kytyg Jurnal Pengetahuan. Pemikiran dan Kajian Tentang Bunyi ISSN 1412-2065. eISSN 2714-6367 Cengkok Sindenan Isen-Isen Bagi pesinden yang sudah professional seperti Nyi Rubinem, sindenan isen-isen dibuat secara spontan. Hal ini karena rasa gending sudah nyalira dalam rasa musikalitasnya. Dalam tesis Suraji hal ini dikatakan sebagai pesinden yang sudah mencapai tarap Gendhingi, mungguh menyatu dengan karakter gendingnya. Ciri khas Sindenan isen-isen Nyi Rubinem terdapat pada sindenan Sembunggilang laras slendro patet Sanga sebagai berikut: Berdasarkan hasil Analisa, sindenan isen-isen nyi Rubinem menunjukkan bahwa pidakan tepat , berirama metris, sehingga terkesan dinamis, kewes. Hal ini lebih tampak pada pengulangan cakepak/lirik isen-isen yamas-yamas, yannduk-ya ndhuk . anda bergaris bawa. Bagi pesinden tradisi seusianya, secara umum melantumkan pengulangan tersebut dalam hati terkadang tidak sampai, tetapi bagi nyi Rubinem hal ini disajikan dengan luwes dan kewes, ngledeki. Menurut Suraji Ngledeki adalah seorang pesindhen dengan bekal suaranya bisa menarik pendengarnya. Dengan Sutrisni, dkk. (Sindenan Gending Gambirsawit Sembunggilan. Kytyg Jurnal Pengetahuan. Pemikiran dan Kajian Tentang Bunyi ISSN 1412-2065. eISSN 2714-6367 bekal suara Nyi Rubinem yang kemayu garap sindennya bisa menyatu dengan karakter gending yang disindeninya yaitu Sembung Gilang Laras Slendro Patet Sanga. Warna suara dan Teknik penyajian Ciri Khas lain sindenan nyi Rubinem tampak pada warna suara. Warna suara ini hanya bisa didengarkan saja. Atas dasar pengamatan peneliti, warna suara sinden dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu antara lain: warna suara yang cenderung keras bantas, antep, alus pernes, alus ulem, kemeng, bening, ysek. Dalam menyinden, pesinden akan mengolah vokal dengan teknik-teknik vokal seperti gregel dan luk sesuai dengan alat organ tubuh dan kemampuan masingmasing. Warna suara Nyi Rubinem dapat dikatagorikan dalam suara yang bantas/keras, bening, cenderung kemeng, sedangkan dalam berolah vokal hampir tidak menggunakan teknik gregel tapi menggunakan luk sehingga sindenan terkesan polos. Adapun dalam teknik suara, untuk mencapai nada tinggi Nyi Rubinem menggunakan teknik hidung, sedangkan untuk mengambil nada rendah menggunakan teknik dada, nada tengah menggunakan teknik leher (Wawancara dengan Nyi Rubinem, 27 Juni 2. Hasil pengamatan rekaman kaset sindenan Nyi Rubinem, terbukti bahwa teknik khas yang merupakan kelebihan nyi Rubinem adalah pemiliki pernapasan yang kuat/panjang sehingga cengkoknya untuh, karena Rubinem jarang sekali memenggal lagu dalam satu baris cengkok. Hal ini sesuai dengan pernyataan K. T Poerbotomo/Ki Projosudirdjo (Amat Gozal. seorang empu karawitan Yogyakarta yang menyatakan bahwa sindenan yang bagus adalah sindenan yang cengkoknya utuh tidak terpenggal oleh pernapasan (Sutrisni, 1. Atas dasar pernyataan tersebut, maka nyi Rubinem dikatagorikan dalam pesinden yang mempunyai garap dan teknik vokal yang bagus pada jamannya. Angkatan Sinden Angkatan sinden yang dimaksudkan adalah kapan seorang pesinden memulai nyinden. Dalam hal ini, angkatan sinden dibedakan menjadi dua, yaitu angkatan sinden setelah buka gending dan angkatan sinden pada tiap tiap gatra balungan gending yang didasarkan atas bentuk gending. Pada dasarnya, gending setelah buka dapat dimulai setelah irama gending mapan, dalam arti irama sudah enak untuk diisi tabuhan bermelodi dengan cengkok yang sempurna, menurut ukuran penggarap gending. Secara umum, angkatan sindenan gending bentuk kethuk loro kerep dimulai pada kenong ke dua, namun nyi Rubinem dalam nyindeni gending Gambirsawit kethuk loro kerep dawah Sembung gilang laras Slendro Patet Sanga dan pada gending Runtut laras Slendro Patet Sanga bentuk kethuk loro kerep sindenan dimulai pada kenong pertama. Adapun pada gending Rujak Sentul dawah Srundeng gosong laras pelog Nem angkatan sinden dimulai pada kenong ke-2. Jadi, sindenan pada gending bentuk kethuk loro kerep yang berlaras Slendro dimulai pada kenong pertama sedang untuk bentuk gending kethuk loro kerep yang berlaras pelog dimulai pada kenong Dijelaskan lebih lanjut bahwa angkatan sinden harus disesuaikan dengan tabuhan kolotomik. Rubinem menerangkan sebagai berikut: AuNok. , yen nyindeni gending kuwi wiwite bar tabuhan kethuk, menawa nyideni ladrang utawa ketawang wiwite bar tabuhan kempul, ning aja adoh-adoh bubar gung. langsung wiwitAy. (Nok kalau nyindeni gending yang dimaksud adalah bentuk kethuk loro kerep itu dimulai setelah tabuhan kethuk. Sedang untuk gending bentuk ladrang dan ketawang sindenan dimulai setelah tabuhan kempul, namun jarak angkatan jangan terlalu jauh, begitu berbunyi gung. uara kempu. sindenan langsung mulai (Wawancara dengan Rubinem, pada tanggal,15 Juli 2. Atas dasar keterangan ini, berarti angkatan sinden untuk bentuk ketawang dan ladrang dimulai sekitar seperempat sampai setengah ketukan dari tabuhan kempul. Angkatan sinden yang dimaksudkan nyi Rubinem adalah angkatan untuk sindenan srambahan atau sindenan baku yang menggunakan lirik lagu wangsalan. Berikut Skema angkatan sinden sesudah buka pada gending Sutrisni, dkk. (Sindenan Gending Gambirsawit Sembunggilan. Kytyg Jurnal Pengetahuan. Pemikiran dan Kajian Tentang Bunyi ISSN 1412-2065. eISSN 2714-6367 Gambirsawit Laras slendro patet Sanga, kethuk loro kerep, bentuk ladrang dan bentuk ketawang. Berikut skema angkatan sinden bentuk kethuk loro kerep laras Slendro pathet sanga Pada dasarnya, angkatan sindenan bisa dimulai setelah irama gending mapan, dalam arti tabuhan ricikan alusan telah dapat menyajikan cengkok dengan lengkap. Pada bentuk gending kethuk loro kerep kususnya gending Gambirsawit laras slendro patet sanga, secara umum sindenan dimulai pada kenong ke-2. Namun garap sindenan Nyi Rubinem sindenan dimulai pada kenong pertama. Untuk bentuk ketawang dan ladrang bisa dimulai setelah tabuhan kempul pertama atau kempul ke-dua tergantung irama gending. Dalam dunia kapesindenan, ada istilah pidakan angkatan yaitu ketepatan dalam angkatan Apabila ada pesinden yang kurang tepat dalam angkatan sinden maka akan dikatakan bahwa pesinden si A pidakannya kurang tepat, terlambat atau mendahului waktu angkatan. Nyi Rubinem termasuk dalam gategori pesinden yang memiliki pidakan bagus, dalam arti tepat sesuai dengan irama gending dan sylyh nada. Kata sylyh dalam lingkungan karawitan tradisi memiliki pengertian tempat yang di tuju. Tempat yang dituju tersebut adalah pada akhir gatra lagu (Suraji. Dengan demikian, sylyh yang dimaksud adalah nada akhir pada tiap-tiap gatra. Teknik sylyh yang dilakukan nyi Rubinem ada dua macam yaitu teknik sylyh yang pas, yaitu tepat pada sylyh Hal ini dilakukan pada sindenan yang dibelakannya terdapat sindenan isen-isen berirama Teknik ini banyak dijumpai pada sindenan Sembung Gilang laras Slendro Patet Sanga. Maka dalam nyindeni gending ini, sindenan nyi Rubinem terkesan dinamis, kewek, sedangkan teknik sylyh Sutrisni, dkk. (Sindenan Gending Gambirsawit Sembunggilan. Kytyg Jurnal Pengetahuan. Pemikiran dan Kajian Tentang Bunyi ISSN 1412-2065. eISSN 2714-6367 yang terletak di belakang nada sylyh dijumpai pada sindenan nyindheni gerong, sehingga garap sindenan disajikan sedikit terlambat/ ngewer. Kekuatan Nyi Rubinem Sebagai Pesinden Pesinden disebut juga waranggana berarti widodari bahasa Jawa yang berartinya bidadari (Poerwodarminta, 1. Widodari berarti juga wanita cantik (P. Zoetmulder, 2. Pendapat lain menjelaskan bahwa waranggana berasal dari kata wara dan anggana, wara berarti cantik, lebih dari pada yang lain, molek, sebutan putri dan anggana berarti wanita, perempuan (Prawiroatmodjo, 1. Sesuai dengan arti kata waranggana tersebut, maka sudah selayaknyalah bahwa pesinden dilakukan oleh seorang perempuan yang cantik. Oleh karena itu, pesinden harus berpenampilan menarik, ingin lebih dari pada yang lain karena pesinden adalah artis yang akan selalu mendapat perhatian bagi penonton. Setiap pesinden memiliki kelebihan masing masing yang menjadi kekuatan dalam Kelebian tersebut dapat berupa fisik dan dapat berupa kemampuan secara skil. Kelebihan secara fisik dapat terlihat dari penampilan yang terlihat secara visual sedang kelebihan berupa skil akan terlihat dalam garap sinden yang meliputi warna suara yang merdu, cengkok dengan wiledan yang tepat, teknik dan fariasi sindenan yang sempurna. Ada pesinden yang penampilannya bagus tapi skil kurang, ada pula yang skil baik tapi penampilan kurang mendukung tetapi ada pula yang memiliki keduanya secara sempurna baik penampilan maupun kemampuan dalam sinden. Semua kelebihan tersebut menjadi kekuatan seorang pesinden. Bagaimana dengan kekuatan nyi Rubinem? Nyi Rubinem memiliki kekuatan yang ganda, antara lain terdapat dalam penampilan, penguasaan materi, dan teknik suara yang khas. Nyi Rubinem menuturkan bahwa dalam penampilanya sebagai pesinden. Rubinem selalu berpenampilan total, sempurna dengan dandanan Jawa tradisional beserta asesorisnya yang mendukung kecantikannya. Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan para pesinden yang pernah nyinden bersama, antara lain seperti Nyi Paikem (Nyi Mas Ngabei Mardu Rara. menyatakan bahwa nyi Rubinem adalah pesinden yang berpenampilan cantik miyayyni . antik seperti cantiknya priyay. dan memiliki suara yang bantas (Wawancara dengan Nyi Pikem/Nyi Suhardi pada tanggal 13 Juni 2. Nyi Rubinem adalah pesinden yang cekatan, berani dan percara diri. Rubinem menuturkan sebagai berikut: AuAku nek nyinden ki ndayak kok nok, nek arep muni ya langsung cul muni. Nek dijaluki gending dolanan karo pak dalang neng nggon wayangan ya langsung muni rasah mikir-mikir, apa maneh ndadak nggoleki catetan, walah ora tlatenAy (Saya kalau nyinden ndayak . kalau mau bersuara yang langsung bersuara. Kalau di wayangan dimintai lagu sama dalang langsung bunyi tidak usah pakai mikir-mikir apalagi buka catatan, wah tidak sabar (Wawancara dengan Nyi Rubinem pada tanggal: 20-Juni- 2. Nyi Rubinem memiliki teknik suara yang khas, dalam cengkok sindenannya utuh. Maksudnya adalah tidak memenggal frase/cengkok, jadi dalam bersuara dia berusaha menahan napas hingga satu wiledan lagu berakhir. Oleh karena kecantikan penampilannya yang total, keberanian, kekuatan suara dan teknik serta kecekatan dalam mengekpresikan sindenan tersebut maka nyi Rubinem menjadi kondang pada jamannya bahkan dalam satu bulan Rubinem dapat job nyinden 40 kali. Rubinem menuturkan bahwa hanya orang-orang yang berduitlah yang biasa mengundang Nyi Rubinem walaupun Rubinem tak pernah mematok honorarium namun Rubinem mendapat honor yang besar bahkan sama dengan honornya dalang, oleh karena itu Nyi Rubinem menjadi pesinden yang kaya pada jamannya. Nyi Rubinem kembali menuturkan sebagai berikut Au nok aku dadi kondhang ki ya ora lakan ning nganggo lakuAy artinya bahwa Rubinem menjadi terkenal bukan tanpa usaha, tetapi dengan menjalani laku prihatin. Nyi Rubinem sebelumnya dibabtis menganut kepercayaan kejawen. Berdasarkan keperayaannya tersebut Rubinem sering menjalani puasa pada hari yang berjumlah 40 hari, yaitu dimulai pada hari rabu pon, kemis wage, jemuah kliwon dan Rubinem berbuka puasa Sutrisni, dkk. (Sindenan Gending Gambirsawit Sembunggilan. Kytyg Jurnal Pengetahuan. Pemikiran dan Kajian Tentang Bunyi ISSN 1412-2065. eISSN 2714-6367 pada hari jumat malam . alem saptu leg. yang merupakan hari kelahirannya. Menurut Rubinem, puasa tersebut menjadi kekuatan batinnya. Lebih lanjut menuturkan bahwa agar seorang menjadi kuat lair batin harus beribadah pasrah terhadap Tuhan yang Maha Esa sesuai dengan agama dan keperyaan yang dianut. Perubahan /Perkembangan Garap Sinden Perubahan dalam garap sindenan dari pesinden satu dengan pesinden lainnya dapat terjadi, hal ini disebabkan karena cak garap yaitu bagaimana seorang pesinden mendemontrasikan, menyajikan, mengekspresikan sindenan. Seorang pesinden dalam menyajikan cengkok sindenan yang sama, namun hasil sindenannya akan berbeda. Perbedaan tersebut antara lain terdapat pada cengkok sindenan dan wiled. Wiled adalah susunan ritmik dan melodi dalam pengolahan cengkok (Sindusawarno dalam Suroso Daladi Hadisiswoyo, 1. Berdasarkan hasil pengamatan, sindenan Nyi Rubinem dengan pesinden masa sekarang terdapat perbedaan. Pesinden jaman Nyi Rubinem . ahun 45-a. memiliki cengkok yang khas, sedangkan pesinden jaman sekarang secara umum lagu cengkok sindenannya sama, bahkan dapat dikatan sragam. Nyi Rubinem berpendapat bahwa cengkok sindenan pada jaman sekarang bagus-bagus lebih sempurna. Peneliti setuju dengan pendapat tersebut karena untuk jaman sekarang dengan didukung fasilitas teknologi tentunya belajar sinden akan lebih mudah untuk memperoleh contoh cengkok sindenan dari berbagai versi. Kesimpulan Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan sebagai berikut: Nyi Rubinem adalah pesinden tertua di kota Yogyakarta yang memiliki potensi garap sinden, rasa musikal dan kepekaan nada . yang tinggi. Kekuatan Nyi Rubinem sebagai pesinden yang kondang antara lain terdapat pada: Warna suara yang bantas melengking, teknik suara, penampilan yang totalitas yang disertai dengan skil yang tinggi. Keberhasilan tersebut juga dilandasi dengan kekuatan rohani karena Nyi Rubinem merupakan sosok yang taat beragama. Garap sindenan Nyi Rubinem memiliki garap yang khas terletak pada: mulai sinden setelah buka gending khususnya untuk sindenan pada bentuk gending kethuk loro kerep yang berlaraskan slendro, cengkok sinden yang berlaraskan slendro. Nyi Rubinem memiliki pidaan sinden yang tepat sehingga hasil sindenannya terkesan dinamis. Dalam hal teknik suara Nyi Rubinem jarang memenggal cengkok dengan pedotan pernapasan, sehingga cengkoknya utuh. Cengkok Nyi Rubinem merupakan cengkok campuran gaya Surakarta dan cengkok bersifat individu cenderung ke gaya Yogyakarta. Dilihat dari warna suara Nyi Rubinem memiliki warna suara yang lanthang/bantas, melengking cenderung kemeng. Nyi Rubinem memiliki kekuatan yang melekat pada dirinya sehingga menarik bagi pemirsa atau pendengar lantuman sindenannya. Kekuatan tersebut terletak pada warna suara dan teknik suara dengan pernapasan yang panjang. Nyi Rubinem juga selalu menjaga penampilannya yang sempurna, sehingga menimbulkan rasa percaya diri, pemberani dan profesional, juga selalu taat beragama sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianutnya. Daftar Pustaka