Journal of Holistic and Health Sciences V o l . N o . J a n u a r i - J u n i 2 0 2 4 | 25 STUDI ANATOMI SIRIH CINA (Peperomia pellucid. SEGAR YANG TUMBUH DI KABUPATEN PURWAKARTA Reti Puji Handayani*1. Jenta Puspariki1. Wulan Permatasari1 1 Program Studi Di Farmasi. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik *Korespondensi: Jl. Terusan Kapten Halim KM. Pondok Salam - Purwakarta Email: reti@stikesholistic. ABSTRAK Latar Belakang: Sirih Cina (Peperomia pellucid. memiliki manfaat empiris sebagai Bioaktivitas dominannya adalah sebagai antibakteri dengan senyawa aktif flavonoid, steroid, terpenoid, alkaloid, saponin, dan tannin. Evaluasi ilmiah terkait profil farmakognostik Sirih cina telah terdokumentasi dalam referensi Farmakope Herbal, namun karena bentuk segarnya memiliki nilai teurapetik yang tinggi dengan pengolahan sederhana, standarisasi dan dokumentasi masih memiliki kelemahan dalam pengamatan secara mikroskopis. Dengan hal ini penting untuk mengetahui anatomi sirih cina untuk memastikan kebenaran tanaman obat. Tujuan: Mendeskripsikan anatomi akar, batang, dan daun sebagai parameter kendali mutu Sirih cina segar sebagai tanaman lokal berkhasiat obat yang tumbuh di Purwakarta. Metode: Menggunakan penelitian deskriptif yang dilakukan di laboratorium melalui pemeriksaan jaringan akar, batang, dan daun sirih cina segar. Hasil: Anatomi akar sirih cina memiliki sel epidermis rapat tanpa ruang antar sel. bawah lapisan epidermis terdapat jaringan korteks berupa sel berukuran lebih besar dan memiliki ruang antar sel. Pada korteks, terdapat xilem akar seperti huruf x dan floem berada di sekitar xilem. Jaringan batang juga terdiri dari epidermis dan korteks seperti pada akar, yang membedakan adalah pola xylem floem pada korteks tidak membentuk pola seperti kupu-kupu dan terdapat jaringan kambium. Pada jaringan daun terdiri dari epidermis atas yang tebal, mesofil, dan epidermis bawah. Jaringan mesofil memiliki ciri berupa sel berwarna hijau yang berperan untuk fotosintesis. Simpulan: Jaringan pada akar sirih cina adalah epidermis, korteks, floem, xilem, pada organ batang adalah epidermis, parenkim, floem, xilem, kambium dan pada organ daun adalah epidermis dan mesofil. Kata Kunci: Anatomi. Sirih cina. Herbal. ABSTRACT Background: Chinese betel (Peperomia pellucid. has empirical benefits as a medicine. Its dominant bioactivity is as an antibacterial with active compounds of flavonoids, steroids, terpenoids, alkaloids, saponins and tannins. Scientific evaluation regarding the pharmacognostic profile of Chinese betel has been documented in the Herbal Pharmacopoeia reference, however because its fresh form has high therapeutic value with simple processing, standardization and documentation still has weaknesses in microscopic observation. With this, it is important to know the anatomy of Chinese betel to ensure the authenticity of the medicinal plant. Objective: To describe the anatomy of roots, stems and leaves as quality control parameters for fresh Chinese betel as a local plant with medicinal properties that grows in Purwakarta Method: Using descriptive research carried out in the laboratory by examining the root, stem and leaf tissue of fresh Chinese betel. Results: Chinese betel root anatomy has dense epidermal cells without spaces between Below the epidermis layer there is cortex tissue in the form of cells that are larger Journal of Holistic and Health Sciences V o l . N o . J a n u a r i - J u n i 2 0 2 4 | 26 and have spaces between cells. In the cortex, there is root xylem like the letter x and phloem is around the xylem. Stem tissue also consists of epidermis and cortex like roots, the difference is that the xylem phloem pattern in the cortex does not form a butterfly-like pattern and there is cambium tissue. The leaf tissue consists of a thick upper epidermis, mesophyll and lower epidermis. Mesophyll tissue is characterized by green cells which play a role in photosynthesis. Conclusion: The tissues in Chinese betel roots are epidermis, cortex, phloem, xylem, in stem organs are epidermis, parenchyma, phloem, xylem, cambium and in leaf organs are epidermis and mesophyll. Keywords: Anatomy. Chinese betel. Herbal. PENDAHULUAN Pengobatan Indonesia sudah dilakukan secara turun temurun oleh nenek moyang, baik menggunakan tanaman yang sudah mengandung senyawa berkasiat yang sudah dibuktikan secara medis maupun tanaman yang diduga mengandung senyawa berkhasiat namun belum dapat dipertanggung jawabkan secara medis atau penelitian ilmiah . Tanaman obat biasanya digunakan oleh masyarakat pedesaan yang masih sulit menjangkau pengobatan modern karena alasan akses jarak tempuh yang jauh atau kesulitan dari faktor ekonomi, sehingga mendorong disekitarnya termasuk tanaman liar dengan kemudahan yang diperoleh serta efek samping yang masih dapat dicerna oleh tubuh . Tanaman liar adalah tanaman yang tumbuh secara alami tanpa proses penanaman baik dan umumnya sering dianggap sebagai gulma, namun banyak dimanfaatkan oleh berbagai etnis di Indonesia sebagai obat tradisional . , satu diantaranya adalah Sirih cina (Peperomia pelluccid. yang banyak digunakan oleh masyarakat Kabupaten Purwakarta dengan pengolahan sederhana menjadi sayuran lalap atau dikonsumsi mentah segar dan direbus. Sirih Cina merupakan salah satu dari sekian banyaknya rumput liar yang ada di Indonesia. Jenis tumbuhan ini biasanya tumbuh pada tanah, atau celah bebatuan dan sekitar hutan sehingga gampang di jumpai. Sirih Cina memiliki akar serabut yang tertanam pada permukaan tanah dangkal, berwarna Batangnya bercabang, berbentuk bulat, dengan ketinggian berkisar antara 20 cm sampai 40 cm, tebal sekitar 5 mm, berair, dan Warna umumnya hijau pucat atau hijau muda. Dahan tanaman ini memiliki buku-buku yang menyerupai tanaman sirih. Daun tumbuhan suruhan berbentuk bagun jantung . dengan tulang daun berjumlah tiga berwarna hijau muda. Ujung daun . pex foli. dan pangkal daun (Basis foli. bertoreh, . , tepi daun rata . Daging daun . tipis lunak . Permukaan daun licin . Tumbuhan suruhan ini bunganya berbentuk bulir . yang tersusun dalam rangkaian berwarna hijau. Bunga tanaman suruhan muncul pada bagian ujung tangkai dan Tanaman berkembang biak menggunakan biji . Biasanya, setelah matang biji buah akan jatuh ke tanah dan siap berkecambah jika kondisi tanah lembap. Daun sirih cina ini sangat berguna untuk mengobati berbagai macam Tanaman ini pun sudah digunakan sebagai obat herbal tradisional oleh masyarakat pada zaman dahulu. Berdasarkan catatan sejarah, tanaman ini telah digunakan oleh nenek moyang kita untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan, mulai dari sakit kepala hingga masalah pencernaan. Kepercayaan akan khasiat sirih cina telah diturunkan dari generasi ke generasi, membuktikan Journal of Holistic and Health Sciences V o l . N o . J a n u a r i - J u n i 2 0 2 4 | 27 warisan budaya dan nilai kesehatan yang terkandung di dalamnya. Satu hal yang membuat sirih cina menonjol adalah kandungan senyawa aktifnya yang Senyawa yang terkandung Senyawa tersebut dapat berperan sebagai antibakteri . Menurut penelitian yang dilakukan oleh Imansyah dan Hamdani tahun 2022, 15% menghasilkan zona 12,33 Propionibacterium Hal menunjukan bahwa sirih cina memiliki daya hambat yang kuat terhadap pertumbuhan Propionibacterium acnes . Kandungan antibakteri sirih cina memiliki mekanisme merusak membrane sel bakteri . Mekanisme antibakteri dari mendenaturasikan protein pada sel bakteri sehingga bakteri mati . Saponin dan tannin memiliki aktivitas antibakteri karena mekanismenya dapat membuat bakteri menjadi lisis . Meskipun penelitian tentang sirih cina sudah banyak, namun evaluasi ilmiah terkait profil secara anatomi belum banyak ditemukan. Dengan demikian hal itu mendorong munculnya ide pada penelitian ini yaitu mendokumentasikan anatomi bagian akar, batang dan daun sirih cina. Kajian perbandingan anatomi merupakan salah satu bukti yang sangat berperan penting dalam taksonomi. Kajian anatomi menyediakan bukti mengenai hubungan antar kelompok yang lebih besar seperti suku dan juga membantu membangun kedekatan nyata status . Dokumentasi ini diharapkan dapat memberi wawasan kepada masyarakat umum agar dapat mengetahui anatomi sirih cina berkhasiat obat yang tumbuh di Kabupaten Purwakarta dan sebagai studi HASIL PENELITIAN Setelah dilakukan pengamatan, jaringan yang terdapat pada akar sirih cina dasar dalam pengembangan penelitian khususnya pada ilmu farmasi maupun ilmu gizi di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik. METODE PENELITIAN Penelitian metode penelitian yang bersifat deskriptif, yaitu suatu penelitian yang dilakukan menggambarkan suatu fenomena terjadi . Teknis pelaksanaan dilakukan kurang lebih 4 bulan di Laboratorium Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik Purwakarta. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu tahap persiapan, tahap uji farmakognostik, pengambilan kesimpulan. Alat-alat yang digunakan pada penelitian ini yaitu lup, mikroskop binokuler Boeco tipe BM-180, kaca objek, dan kaca penutup, pinset, pipet, silet dan kamera handphone. Bahan-bahan yang digunakan berupa aquades dan tanaman sirih cina yang tumbuh di Purwakarta. Tanaman sirih cina yang dipilih adalah tanaman sirih cina yang baik dan sehat, berwarna hijau, daunnya berbentuk jantung, batangnya mengkilap dengan tinggi sekitar 25-30 cm, dan berakar seperti serabut berwarna putih. Untuk meletakan sayatan organ akar, batang, dan daun tanaman sirih cina pada kaca objek, selanjutnya sayatan ditetesi aquades, kemudian ditutup menggunakan kaca Sayatan diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 100-400x. Setelah pengamatan selesai dilakukan analisis data yaitu adalah analisis deskripsi kualitatif. Data yang diperoleh kemudian disusun dan diolah berdasarkan dibandingkan dengan referensi acuan pada Farmakope Herbal Indonesia II. adalah epidermis, korteks, floem, xilem. Hasil pengamatan akar sirih cina dibawah Journal of Holistic and Health Sciences V o l . N o . J a n u a r i - J u n i 2 0 2 4 | 28 mikroskop dengan perbesaran 100x dapat dilihat pada Gambar 1. Gambar 1. Hasil pengamatan akar sirih cina Adapun hasil pengamatan batang sirih cina sayatan melintang dibawah mikroskop dengan perbesaran 100x diperoleh jaringan epidermis, parenkim, kambium, floem, xilem yang dapat dilihat pada Gambar 2. Gambar 2. Hasil Pengamatan Batang Sirih Cina Adapun hasil pengamatan daun sirih cina sayatan melintang dibawah mikroskop dengan perbesaran 100x diperoleh jaringan epidermis atas, mesofil dan epidermis bawah yang dapat dilihat pada Gambar 3. Gambar 3. Hasil Pengamatan Daun Sirih Cina PEMBAHASAN Dari pengamatan yang telah dilakukan, jaringan yang terlihat pada akar sirih cina (Peperomia pellucid. ialah epidermis, xylem, floem, dan korteks. Epidermis yang terlihat memiliki ciri di bagian lapisan terluar akar tersusun dari sel-sel yang rapat satu sama lain tanpa ruang antar sel . Sel epidermis berdinding tipis dan berkutikula yang penyerapan air dan mineral dari tanah. bawah lapisan epidermis akar sirih cina terdapat jaringan korteks atau parenkim. Journal of Holistic and Health Sciences V o l . N o . J a n u a r i - J u n i 2 0 2 4 | 29 Korteks yang terlihat ialah memiliki ciri berupa sel-sel yang berukuran lebih besar dari epidermis, letak tidak terlalu rapi dan rapat dan memiliki ruang antar sel. Korteks akar memiliki peran sebagai jaringan dasar yang dapat berkembang sesuai kebutuhan akar. Setelah lapisan floem, maka pada tengah akar sirih cina ditemukan jaringan xilem dan floem. Xilem akar sirih cina yang terlihat pada memiliki ciri berbentuk seperti huruf x atau kupu-kupu dimana floem berada di sekitar Xilem akar sirih cina berfungsi sebagai pengangkut air dan zat hara yang masuk ke akar untuk kemudian diteruskan ke organ batang. Adapun floem sirih cina berperan mengangkut hasil fotosintesis ke Jaringan yang terlihat pada batang sirih cina (Peperomia pellucid. terdapat epidermis, xilem, floem, parenkim Epidermis yang terlihat memiliki ciri di bagian lapisan terluar batang tersusun dari sel-sel yang rapat satu sama lain tanpa ruang antar sel dan berfungsi untuk melindungi jaringan di Di bawah lapisan epidermis batang sirih cina terdapat jaringan korteks atau parenkim. Korteks yang terlihat ialah memiliki ciri berupa sel-sel yang berukuran lebih besar dari epidermis, letak tersebar dan memiliki ruang antar Korteks batang memiliki peran sebagai jaringan dasar dan tempat penyimpanan penimbunan zat makanan. Diantara pengangkut yaitu xilem dan floem. Xilem yang telihat ialah memiliki ciri sel yang memiliki dinding lebih tebal daripada korteks dan floem. Xilem berfungsi untuk mengangkut air dan unsur hara dari akar ke daun. Floem yang terlihat ialah memiliki ciri sel berukuran lebih kecil daripada kortek namun dainding selnya tidak setebal xilem. Floem batang sirih fotosintesis dari daun ke seluruh bagian Diantara xilem dan floem sirih cina, terdapat jaringan kambium. Jaringan kambium memiliki ciri tersusun dari sel berukuran kecil dan rapat. Kambium memiliki sifat aktif membelah yang nantinya dapat menjadi xilem atau floem Dengan demikian, batang sirih cina dapat tumbuh melebar. Berdasarkan keberadaan kambium maka sirih cina (Peperomia pellucid. dapat dimasukan pada kelompok tumbuhan dikotil yakni tumbuhan berbiji belah atau tumbuhan berkeping biji dua . Adapun jaringan yang terlihat pada daun sirih cina (Peperomia pellucid. terdiri dari epidermis atas, mesofil, dan epidermis bawah. Jaringan epidermis atas dan bawah sirih cina berupa satu lapis sel yang tidak memiliki pigmen warna. Adapun yang membedakan jaringan epidermis atas sirih cina memiliki sel yang lebih besar bila dibandingkan epidermis Hal ini dapat terjadi agar jaringan di bawah epidermis atas dapat terlindungi dari penguapan yang berlebihan saat siang Jaringan yang terdapat diantara epidermis daun sirih cina adalah jaringan Jaringan mesofil memiliki ciri berupa sel berwarna hijau yang letaknya tidak beraturan dan tersebar. Pada tumbuhan dikotil biasanya jaringan mesofil dapat dibedakan menjadi jaringan tiang atau palisade dan jaringan bunga karang atau spons, namun pada sirih cina tidak terlihat jelas antara jaringan palisade dan spons. Jaringan mesofil sirih cina berfungsi sebagai tempat terjadinya fotosintesis yaitu pembuatan makanan dan metabolit sekunder. Senyawa yang terkandung dalam daun sirih cina alkaloid, saponin, dan tannin . Pada pengamatan daun, stomata sirih cina tidak dapat terlihat jelas karena penyayatan dilakukan secara Sayatan permukaan daun tidak dapat dilakukan karena tipisnya daun sirih Namun berdasarkan penelitian sirih cina memiliki tipe stomata anomocytic, yakni jika sel penutup dikelilingi oleh sejumlah sel yang tidak dapat dibedakan ukuran dan bentuknya dari sel epidermis lainnya . Berdasakan hasil pengamatan anatomi tanaman sirih cina (Peperomia pellucid. yang tumbuh di Kabupaten Purwakarta ini dapat dikatakan bahwa anatomi dalam bentuk simplisia ataupun Journal of Holistic and Health Sciences V o l . N o . J a n u a r i - J u n i 2 0 2 4 | 30 segar memiliki kecenderungan kesamaan karakter sesuai dengan referensi Materia Medika atau Farmakope Herbal Indonesia II. Perbedaan gambar dapat berbeda karena pengolahan sebelum pengamatan tersebut berupa tanaman segar serta dibandingkan anatominya dalam bentuk serbuk simplisia. Simplisia merupakan bahan alam yang telah dikeringkan yang digunakan untuk pengobatan dan belum mengalami pengolahan sedangkan ekstrak adalah sediaan kering, kental atau cair dibuat dengan menyari simplisia nabati menurut cara yang cocok di luar pengaruh cahaya matahari langsung . Adapun anatomi sirih cina pada Farmakope Herbal Indonesia terdapat pada Gambar 4. Gambar 4. Fragmen Serbuk Simplisia Sirih Cina Dari Farmakope Herbal Indonesia II, dapat diketahui bahwa fragmen pengenal sirih cina adalah epidermis dengan kristal kalsium oksalat bentuk roset, epidermis atas dengan stomata dan sistolit, dan epidermis bawah. Pada Nurhidayati, menyatakan bahwa anatomi khususnya daun Sirih cina memiliki jaringan tiang pada bagian atas dan bawah. tipe stomata . Dengan demikian pada epidermis atas dan bawah daun sirih cina dapat terlihat baik pada pengamatan segar maupun simplisia dan memiliki karakteristik yang sama yaitu selnya rapat, tidak berklorofil yang berfungsi sebagai lapisan pelindung Berdasarkan penelitian ini, dapat dilakukan juga seperti yang dilakukan pada peneliti sebelumnya, yaitu Laboratorium yang memadai terkait identifikasi menjadi jelas adanya untuk pemastian mutu dari penggunaan bahan sebagai obat . KESIMPULAN Berdasarkan jaringan yang terdapat pada organ daun sirih cina (Peperomia pellucid. ialah epidermis dan mesofil. Pada organ batang terdapat epidermis, parenkim, floem, xilem, kambium dan pada organ akar terdapat epidermis, korteks, floem, xilem. SARAN Untuk disarankan untuk melakukan pengamatan menggunakan mikroskop dengan kualitas yang lebih baik dan menggunakan Journal of Holistic and Health Sciences V o l . N o . J a n u a r i - J u n i 2 0 2 4 | 31 perbesaran yang lebih tinggi agar pengamatan dapat terlihat jelas. Selain itu perlu pengamatan pada organ sirih cina yang lain seperti bunga, buah dan biji. REFERENSI