SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. : 125-146 Copyright @ SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi pISSN: 20888236. eISSN: 27220079 DOI: 10. 46495/sdjt. Submitted: 1 October 2025 / Accepted: 3 December 2025 Dinamika Gereja dalam Menyikapi Fenomena Pernikahan Dini: Studi Kasus GKAI Jemaat Tumut. Boyolali. Jawa Tengah Jeki Sepriandi Amanit jekisepriandi@gmail. Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga. Jawa Tengah. Indonesia Verry Willyam Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga. Jawa Tengah. Indonesia verywilliam4@gmail. Abstract Early-age marriage remains a social issue that continues to occur in various regions of Indonesia, including at GKAI Tumut Congregation. Boyolali. Central Java Province. This phenomenon is influenced by economic conditions, cultural traditions, levels of education, and strong social pressures. The impacts of early-age marriage are far-reaching, ranging from health risks and low family welfare to household instability. From the churchAos perspective, marriage is not only a social bond but also a spiritual commitment that requires physical, emotional, and spiritual maturity. This study aims to analyze the role of the church in responding to early marriage through pastoral guidance. The research uses a qualitative method with a case study and ethnographic approach, involving observations, interviews with religious leaders and community figures, as well as an analysis of church documents. The findings show that the church holds a strategic role in providing education, moral formation, and pastoral counseling to help young people understand the importance of readiness before entering marriage. The church also plays a role in raising congregational awareness regarding the negative consequences of early-age marriage and in encouraging the development of more responsive ecclesiastical policies. Thus, this study emphasizes the need for the church to be actively present in addressing social challenges through a comprehensive and sustainable pastoral approach. Keywords: Early-age Marriage. Church. Social Phenomenon. Pastoral Care Abstrak Pernikahan dini merupakan permasalahan sosial yang masih sering terjadi di berbagai daerah Indonesia, termasuk di GKAI Jemaat Tumut. Boyolali. Provinsi Jawa Tengah. Fenomena ini dipengaruhi oleh faktor ekonomi, budaya, tingkat pendidikan, serta tekanan sosial yang kuat. Dampak pernikahan usia dini sangat luas, mulai dari risiko kesehatan, rendahnya kesejahteraan, hingga ketidakstabilan rumah tangga. Dalam perspektif gereja, pernikahan bukan hanya ikatan sosial tetapi juga komitmen spiritual, sehingga menuntut kesiapan fisik, emosional, dan iman yang matang. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran gereja dalam menyikapi pernikahan dini melalui pendampingan pastoral. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan etnografi, melalui observasi, wawancara dengan pemuka agama dan tokoh masyarakat, serta analisis dokumen gerejawi. Hasil penelitian 126 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. menunjukkan bahwa gereja memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi, pembinaan moral, dan bimbingan pastoral untuk membantu kaum muda memahami pentingnya kesiapan sebelum menikah. Gereja juga berperan membangun kesadaran jemaat mengenai dampak negatif pernikahan dini serta mendorong terbentuknya kebijakan gerejawi yang lebih responsif. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa gereja perlu hadir secara aktif dalam menghadapi tantangan sosial melalui pendekatan pastoral yang komprehensif dan Kata Kunci: Pernikahan Dini. Gereja. Fenomena Sosial. Pendampingan Pastoral PENDAHULUAN memengaruhi cara individu memaknai serta Perkawinan adalah peristiwa sakral di mana dua individu yang berbeda yang telah dipersatukan dalam ikatan suci, berkomitmen untuk menjalani kehidupan bersama dengan saling mendukung dan Berbicara pernikahan tidak hanya dipahami sebagai mencintai, melainkan juga suatu lembaga yang berfokus pada aturan dan prinsipprinsip yang berlaku di dalamnya. Prinsipprinsip tersebut menjadi dasar moral, hukum, dan spiritual yang menuntun pasangan untuk membangun rumah tangga yang kudus dan harmonis. amun, dalam kenyataannya, penerapan nilai-nilai luhur dalam perkawinan sering kali menghadapi Tidak berjalan sesuai dengan prinsip ideal yang diharapkan, karena faktor sosial, budaya, ekonomi, dan tingkat pendidikan turut Obden Sumero Odoh. AuPernikahan Kristen adalah Ikat Janji Suami dan Istri kepada Tuhan,Ay Jurnal Pembaharu 4, no. : 83. Widyasari Ayuwardany and Achmad menjalankan kehidupan berumah tangga. Salah dijumpai di berbagai daerah di Indonesia Tantangan mengenai pernikahan tidak hanya soal perceraian atau kekerasan rumah tangga, namun ada satu fenomena yang sudah kebiasaan dalam kehidupan sosial di berbagai wilayah di Indonesia, yaitu pernikahan dini. Menurut Ayuwardany pernikahan dini menjadi salah satu masalah penting di Indonesia, di mana kaum Perempuan mengalami keterbatasan dalam memperoleh hak-haknya. 2 Fenomena ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi kemiskinan, terbatasnya akses terhadap pendidikan, norma budaya yang berlaku, serta tekanan sosial. Kondisi ini menyoroti pentingnya pemahaman tentang dampak negatif terhadap individu dan Pernikahan yang dilakukan Kautsar. AuFaktor-Faktor Probabilitas Terjadinya Pernikahan Dini Di Indonesia,Ay Jurnal Keluarga Berencana 6, no. : 49Ae57. Dinamika Gereja dalam Menyikapi Fenomena Pernikahan Dini: S t u d i K a s u s G K A I J e m a a t T u m u t . B o y o l a l i . J a w a T e n g a h | 127 diperbolehkan hanya Jika ada individu, pria pernikahan dini yang masih sangat muda maupun wanita, yang telah melewati usia oleh individu sebelum mencapai usia 20 18 tahun. Kebijakan ini dirancang untuk berdampak pada kesehatan, pendidikan, meningkatkan kualitas hidup keluarga, serta memastikan kematangan fisik dan emosional calon suami istri. Dalam hal ini, pernikahan pada usia muda beresiko besar peraturan yang tercantum dalam UU terhadap kesehatan. fisik perempuan yang Nomor 16 Tahun 2019 menetapkan yaitu terus dalam masa perkembangan batas umur minimum untuk mengikat jaji sering kali belum maksimal siap supaya suci di Indonesia untuk laki-laki dan perempuan, umurnya adalah 19 tahun. Akibatnya, kondisi seperti perdarahan saat Ketentuan tersebut dibuat agar melindungi anak-anak Dari komplikasi persalinan kerap terjadi. 4 Selain Kesehatan, ekonomi, sosial yang dapat itu, kehamilan di usia muda juga berpotensi timbul efek dari pernikahan dini. menyebabkan bayi lahir dengan berat badan Pernikahan saat belum cukup usia rendah, menderita anemia, atau mengalami merupakan permasalahan kompleks yang Untuk mengurangi risiko yang belum berubah banyak ditemukan di terkait dengan pernikahan dini, pemerintah berbagai wilayah terutama di wilayah yang menetapkan ketentuan tentang batas usia sulit dijangkau oleh layanan pendidikan dan menikah sudah ditetapkan di Indonesia Fenomena ini tidak hanya melalui Peraturan terhadap perubahan regulasi UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang pernikahan di usia dini, namun memberi Perkawinan dituangkan dalam ketentuan pengaruh terhadap kesejahteraan di dalam hukum Nomor 16 Tahun 2019 5. Dalam masyarakat secara keseluruhan. Faktor Nova Arikhman. Tri Meva Efendi, and Gusliani Eka Putri. AuFaktor Yang Mempengaruhi Pernikahan Usia Dini Di Desa Baru Kabupaten Kerinci,Ay Jurnal Endurance 4, no. : 470Ae Muhammad Julijanto. AuDampak Pernikahan Dini Dan Problematika Hukumnya,Ay Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial 25, no. : 62Ae Gabrila Christy Mumek. AuPerlindungan Dan Upaya Hukum Dalam Menekan Maraknya Perkawinan Anak Di Indonesia,Ay Lex Et Societatis 8, no. Dian Fatimah. Riska Ramadhani, and Muammad Tahir. AuTelaah Kritis Terhadap Pengaturan Batas Usia Perkawinan Di IndonesiaAy . 128 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. ekonomi, sosial, kondisi geografis, sulitnya pernikahan dini sebagai strategi untuk peluang pendidikan, ketidakadilan gender, bertahan di tengah kesulitan. Dalam hal ini, seharusnya lembaga jangkauan ke fasilitas kesehatan merupakan penting dalam memberikan edukasi dan Selain pernikahan dini. Sebagai agen perubahan , memandang pernikahan dini sebagai hal lembaga ini diharapkan dapat mendorong yang wajar turut memperkuat prevalensi terciptanya komunitas yang sehat dan mengurangi dampak negatif dari praktek pernikahan dini di artikan sebagai kasus Dalam hal ini. Gereja dapat yang rumit, terpengaruh oleh berbagai berperan sebagai pusat pembelajaran moral faktor yang saling terkait. Kondisi ekonomi dan spiritual dengan mengajarkan nilai- seringkali menjadi penyebab terutama bagi nilai kehidupan berdasarkan prinsip-prinsip 8 Selajutnya. Gereja juga dapat ekonomi menganggap pernikahan dini memberikan arahan kepada remaja tentang menjadi solusi agar dapat meringankan Maka dari itu, faktor sosial mengendalikan diri, dan perencanaan masa seperti norma budaya, tradisi perjodohan. Selain itu, untuk mendukung upaya Dengan menganggapnya wajar turut mendukung berbagai program pelatihan atau seminar praktik ini. Faktor geografis, termasuk bagi keluarga, orang tua, dan anak-anak. sulitnya akses pendidikan dan fasilitas Program-program kesehatan, terutama di daerah terpencil, membahas resiko negative dari menikah di usia dini perspektif kesejatraan sosial dan Ketidaksetaraan gender dan tekanan sosial, seperti ekspektasi terhadap perempuan kesadaran masyarakat dan mendorong untuk menikah di usia muda, semakin perubahan perilaku yang lebih positif. memperumit permasalahan ini. Semua ini Oleh sebab itu, dengan adanya program pelatihan dan seminar dari gereja penting Ayuwardany and Kautsar. AuFaktor-Faktor Probabilitas Terjadinya Pernikahan Dini Di Indonesia. Ay Fibry Jati Nugroho. AuGereja Dan Kemiskinan: Diskursus Peran Gereja Di Tengah Kemiskinan,Ay Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 3, no. : 100Ae112. Putri Sifra Gabriela Pea Putri. AuPeran Gereja untuk Menjaga Etika dalam Menggunakan Aplikasi Tiktok,Ay MAGENANG: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 5, no. : 46Ae55. Dinamika Gereja dalam Menyikapi Fenomena Pernikahan Dini: S t u d i K a s u s G K A I J e m a a t T u m u t . B o y o l a l i . J a w a T e n g a h | 129 untuk mengedukasi masyarakat mengenai rendah di kalangan masyarakat setempat. pengaruh buruk pernikahan dini. Hasil wawancara dengan tokoh masyarakat dari segi kesejahteraan sosial dan finansial, dan perangkat desa mengungkapkan bahwa sehingga dapat mendorong perubahan dalam lima tahun terakhir terdapat beberapa perilaku yang lebih bijak. kasus pernikahan di bawah usia 18 tahun. Fenomena pernikahan dini masih terutama pada kelompok usia 15Ae17 tahun, menjadi persoalan sosial yang cukup yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi, kompleks di berbagai wilayah pedesaan di Indonesia, termasuk di Dusun Tumut, kurangnya pengawasan orang tua, serta Kabupaten pengaruh media sosial dan pergaulan bebas. Boyolali. Provinsi Jawa Tengah. Berdasarkan hasil observasi dan Kondisi data lapangan, jumlah penduduk di dusun ini tercatat sebanyak 255 jiwa, terdiri dari merupakan hasil interaksi kompleks antara 128 laki-laki dan 127 perempuan. Jika didominasi oleh kelompok usia produktif Dalam Dusun Tumut 25Ae50 tahun sebanyak 123 orang, diikuti Penelitian oleh kelompok usia 13Ae25 tahun sebanyak kontribusi penting tentang pernikahan dini, 35 orang, yang merupakan rentang usia penelitian yang serupa di lakukan oleh paling rawan terjadinya pernikahan dini. Maula Hanifa, menyatakan bahwa bagian- Dari sisi pendidikan, sebagian besar bagian yang menyebabkan perkawinan di masyarakat Dusun Tumut memiliki latar bawah umur disebabkan situasi finansial, belakang pendidikan yang relatif rendah. orang dewasa dalam keluarga, pendidikan. Tercatat hanya 43 orang yang menamatkan serta kemauan sendiri. Jadi dapat dilihat pendidikan hingga tingkat SMP, dan 5 bahwa pernikahan dini dipicu karena situasi orang hingga SMA. Sementara itu, jumlah finansial, pengaruh orangtua, keterbatasan anak yang saat ini masih berada di bangku pengajaran serta keinginan sendiri. Hal ini pendidikan juga tergolong sedikit, yakni 6 orang di jenjang SMP dan 6 orang di pernikahan dini memerlukan pendekatan jenjang SMA. Kondisi ini menunjukkan ekonomi keluarga, pemberdayaan peran orang tua, peningkatan akses dan kualitas Observasi Dan Data Lapangan Dengan Kepala Dusun Pada Hari Rabu 20 November 2024. 130 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. pendidikan, serta upaya pembinaan untuk Berdasarkan kesenjangan tersebut, mengubah pola pikir remaja. Menikah penelitian ini difokuskan untuk meneliti terlalau mudah dapat berakibat pada tantangan yang dihadapi Gereja Kristen berbagai pengaruh buruk bagi pasangan. Alkitab Indonesia (GKAI) Jemaat Tumut semisal perselisihan rumah tangga, masalah dalam menyikapi fenomena pernikahan ekonomi, konflik keluarga, hingga berakhir dini sebagai isu sosial dan spiritual yang pada perceraian. 11 Selain itu Penelitian yang selanjutnya menganalisis berbagai faktor penyebab oleh Nuria Hikmah. Penelitian pernikahan dini secara komprehensifAi terutama disebabkan oleh faktor ekonomi, budaya, sosial, dan spiritual serta menelaah kebiasaan masyarakat. Meskipun kedua penelitian tersebut strategi gereja dalam memberikan edukasi, memberikan pemahaman yang berharga, pembinaan, dan bimbingan bagi kaum masih terdapat kesenjangan penelitian. Dengan demikian, penelitian ini Sebagian besar penelitian terdahulu lebih diharapkan dapat memberikan kontribusi menyoroti aspek sosial, ekonomi, dan baru dalam bidang studi pastoral dan sosial- keagamaan melalui pendekatan holistik menanggapi fenomena pernikahan dini pernikahan dini, tetapi juga membentuk Selain itu, belum banyak perkembangan remaja menuju kedewasaan penelitian yang menyoroti minimnya akses yang matang dalam iman dan kehidupan. pendampingan bagi kaum muda dalam METODE PENELITIAN kehamilan di luar nikah sebagai pemicu utama, serta praktik perjodohan dan Penelitian tekanan sosial yang mendorong remaja penelitian kualitatif dengan metode atau untuk menikah lebih cepat dengan berbagai pendekatan studi kasus, untuk memahami motivasi yang keliru. fenomena pernikahan dini di Jemaat Maula Hanifa. AuFenomena Pernikahan Usia Dini Dan Dampak Terhadap Keluarga Di Desa Sukamulya Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor,Ay Jurnal Sosial dan Humaniora 1, no. : 175Ae Luerdi. AuPeran Organisasi Internasional Di Wilayah Perang: Upaya UNICEF Dalam Melindungi Hak-Hak Anak Di Yaman,Ay Dauliyah 6, 1 . : 23Ae54. Dinamika Gereja dalam Menyikapi Fenomena Pernikahan Dini: S t u d i K a s u s G K A I J e m a a t T u m u t . B o y o l a l i . J a w a T e n g a h | 131 Tumut. Studi mengurangi praktik pernikahan dini. menggali peristiwa, penyebab dan akibat yang ditimbulkan oleh pernikahan dini di HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian Pernikahan Dini menangani isu ini Etnografi14 digunakan Pernikahan merupakan suatu hal untuk memahami praktik sosial, budaya, dan nilai-nilai yang mendasari pernikahan Pendekatan memungkinkan pengumpulan data lebih besar kaya mengenai dengan aspek-aspek yang mempengaruhi keputusan pernikahan Langkah-langkah wawancara dengan pemuka agama dan tokoh masyarakat, diskusi kelompok, serta analisis dokumen terkait kebijakan gereja. Data yang diperoleh dianalisis dengan mengidentifikasi faktor penyebab, peran gereja, dan strategi yang dapat diterapkan dalam mengatasi fenomena ini. Harapan Penelitian ini dapat memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika sosial Jemaat Tumut M F Luthfiyah. Metodologi Penelitian: Penelitian Kualitatif. Tindakan Kelas \& Studi Kasus (CV Jejak (Jejak Publishe. , 2. Rizal. Etnografi Sebagai Teori Dan Metode Dalam Studi Komunikasi Politik: Handbook Komunikasi Politik (Nusamedia, yang resmi dan sakral antara dua insan yang menyatukan keduanya secara fisik dan emosional yang bertujuan membangun rumah tangga yang harmonis dan langgeng dengan dasar keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Menurut Seri Antonius Pernikahan adalah komitmen seumur hidup yang paling mendalam yang bisa dijalani oleh dua insan yang saling mencintai. Oleh karena itu, pernikahan diharapkan menjadi ikatan seumur hidup, kesiapan dari berbagai aspek menjadi faktor kunci dalam Dalam ajaran Kristen, pernikahan dianggap sebagai perjanjian suci yang didasarkan pada kasih dan ketaatan kepada Tuhan. Hal ini ditegaskan dalam Kejadian 2:24 yang menyatakan bahwa seorang pria akan berpisah dari orang tuanya dan bersatu dengan istrinya, membangun kehidupan Oleh kehidupan pernikahan, pasangan suami istri David Jullen Kather. AuPernikahan Kristen Menurut Matius 19: 6 Terhadap Implementasinya Di Jemaat,Ay JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan 6, no. : 7277Ae7289. Ibid. 132 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. harus bekerja sama serta saling melengkapi Faktor-faktor Penyebab Pernikahan satu dengan yang lain supaya masing- Dini masing dapat bertumbuh secara pribadi serta meraih kesejahteraan, baik secara Untuk Pernikahan dini masih tersebar luas di berbagai daerah Indonesia, disebabkan menciptakan keluarga yang harmonis, beberapa upaya yang dapat dilakukan kurangnya pendidikan. Beberapa penyebab anatara lain dengan memberi pasangan utamanya adalah kondisi ekonomi yang kesempatan untuk memperluas wawasan sulit, nilai-nilai budaya yang masih kuat, dan pengetahuan, kemudian menyayangi serta akses pendidikan yang terbatas. Selain keluarga pasangan sebagaimana keluarga sendiri, serta menjalankan ibadah bersama. Selain itu, pasangan juga perlu untuk pernikahan dini umumnya mengalami mempererat hubungan dengan keluarga hambatan dalam memperoleh pendidikan masing-masing serta selalu berpikir positif dan layanan kesehatan, yang kemudian satu sama lain. Lebih dari itu, pasangan berdampak pada kemampuan pasangan harus saling memaafkan dan tidak ragu Anak-anak yang memiliki asal-usul Dalam 18 Dengan demikian, dengan pernikahan dini dianggap sebagai langkah prinsip-prinsip pasangan suami istri diharapkan mampu menciptakan keluarga yang rukun, penuh kebahagiaan, dan bertahan lama. Dalam Pernikahan meskipun pernikahan dipandang sebagai ikatan pernikahan yang terjadi saat individu perjanjian suci yang harus dijalani dengan belum memenuhi syarat usia dewasa tanggung jawab, pernikahan dini sebaiknya menurut ketentuan hukum, yakni laki dan dipertimbangkan dengan matang agar tidak perempuan minimal umur 19 tahun. kehidupan pasangan. 20 Oleh karena itu. M Mizan Nasution. AuUpaya Keluarga Dalam Menjaga Keharmonisan Pasangan Suami Istri Tanpa Anak Di Desa SianggunanAy (UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, 2. Ibid. Rida Sinaga. AuPerilaku Sosialisasi Anak Ditinjau Dari Latar Belakang Keluarga,Ay KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta 2, no. : 42Ae56. Dwi Jesica Saragih. Muryati Setianto, and Yogi Mahendra. AuStrategi Pelayanan Pastoral Dalam Mencegah Terjadinya Pernikahan Dini Pada Remaja Usia Sekolah,Ay Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia 7, no. : 17Ae26. Dinamika Gereja dalam Menyikapi Fenomena Pernikahan Dini: S t u d i K a s u s G K A I J e m a a t T u m u t . B o y o l a l i . J a w a T e n g a h | 133 diperlukan edukasi dan kesadaran dari berumah tangga. Selain itu, pernikahan berbagai pihak untuk menekan angka Kristen saling menghormati dalam hubungan suami pemahaman kepada masyarakat mengenai 22 Namun, pernikahan dini seringkali pentingnya kesiapan dalam membangun rumah tangga yang Sejahtera dan bahagia. Jadi dapat dilihat bahwa Pernikahan Kristen serta kebebasan individu, khususnya bagi emosional, spiritual, dan tanggung jawab Lebih dari itu, ajaran Kristen Pernikahan dini sering kali terjadi tanpa merupakan panggilan untuk hidup dengan kesiapan yang memadai, sehingga dapat hati yang penuh kasih dan pengorbanan, bertentangan dengan prinsip Kristen yang sebagaimana Kristus menunjukkan kasih menekankan pentingnya kesadaran penuh kepada jemaat-Nya. Dengan demikian, dan kesiapan dalam menjalani pernikahan. pernikahan dalam ajaran Kristen menuntut Fenomena adanya kesiapan menyeluruh, yang pada bagian penting dari kehidupan yang tidak umumnya belum dimiliki oleh individu yang menikah pada usia dini. melibatkan ikatan antara dua individu, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai dan Dalam Pernikahan Kristen, pernikahan menekankan pada kesiapan Akibat-akibat Pernikahan Dini Dengan demikian. Pernikahan di usia muda dapat dilakukan, namun tanpa kesiapan yang matang dapat bertentangan dengan prinsip pernikahan Kristen yang mengutamakan kedewasaan dalam menjalani kehidupan membawa dampak negatif bagi pasangan perempuan yang lebih rentan mengalami memperoleh pekerjaan, serta lebih rentan terhadap masalah kesehatan saat hamil dan Menurut Ayuwardany, pernikahan di usia muda termasuk dalam permasalahan sosial yang berdampak pada Kanti Widiastuti and Els Rampisela. AuImplementasi Ajaran Tentang Pernikahan Berdasarkan I Korintus 7 Di Kalangan Gembala Sidang Gereja Pantekosta Di Indonesia. Kabupaten Jember,Ay Jurnal Teologi Gracia Deo 2, no. 80Ae93. Odoh. AuPernikahan Kristen. 134 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. kehidupan anak. 23 Pernikahan dini berisiko edukasi dan penyuluhan. 24 Selain itu, gereja menimbulkan berbagai permasalahan, baik memiliki peran penting dalam mengajarkan secara fisik, psikologis, maupun ekonomi, serta menanamkan nilai-nilai moral dan yang dapat menghambat tujuan pernikahan Kristen dalam menciptakan keluarga yang pentingnya menghormati serta melindungi harmonis dan sejahtera. Apabila pernikahan hak-hak dini dilakukan tanpa mempertimbangkan kesiapan dan kematangan pasangan, maka mendalam akan membuat jemaat lebih risiko menghadapi berbagai tantangan, sadar akan berpengaruh buruk pernikahan seperti ketidakharmonisan, keterbatasan ekonomi, serta ketidakstabilan emosional, menjadi lebih besar. 25 Oleh karena itu, gereja perlu Kristen Dengan Kesehatan menjadi pusat informasi dan bimbingan. Peran Gereja dalam Pernikahan serta membangun kesadaran kolektif guna mendorong tindakan nyata untuk mencegah Dalam menghadapi tantangan sosial yang kompleks, gereja memiliki peran penting sebagai institusi yang tidak hanya berfungsi dalam pembinaan rohani, tetapi juga dalam perlindungan dan kesejahteraan Sebagai institusi yang berakar kuat dalam kehidupan sosial dan spiritual masyarakat, tugas gereja bukan hanya membina iman, tetapi juga memberi pemahaman moral tentang pentingnya kesiapan dalam pernikahan, khususnya yang terjadi di usia muda. Suatu Solusi yang dapat diterapkan adalah melalui Ayuwardany and Kautsar. AuFaktorFaktor Probabilitas Terjadinya Pernikahan Dini Di Indonesia. Ay Rut Novita Lay et al. AuEtika Kristen Dalam Memandang Pernikahan Dini Pada Masyarakat Madura,Ay Discreet: Journal Didache of Christian Education 3, no. : 74Ae80. Pascalin Dwi Aprilia. AuPeran Gereja Dalam Menghadapi Tantangan Kerukunan Umat Gereja memiliki tanggung jawab penting untuk memperkuat iman kegiatan dan program pembinaan Rohani. Dengan demikian. Gereja menjalankan perannya tidak hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga dalam mendorong transformasi dan mampu membentuk generasi muda yang kuat secara spiritual, cerdas tantangan kehidupan dengan bijaksana. Gereja berperan signifikan dalam Beragama Di Indonesia: Mengintegrasikan Generasi Z Melalui Pendekatan Politik Kewargaan Dan Politik Radikal,Ay Teologis-Relevan-AplikatifCendikia-Kontekstual 3, no. : 23Ae41. Jonidius Illu. Mariduk Tambun, and Eliyunus Gulo. AuPenerapan Pengajaran Dogmatik Di Gereja Lokal Untuk Penguatan Iman Jemaat,Ay Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi 6, no. 132Ae146. Dinamika Gereja dalam Menyikapi Fenomena Pernikahan Dini: S t u d i K a s u s G K A I J e m a a t T u m u t . B o y o l a l i . J a w a T e n g a h | 135 upaya pencegahan pernikahan dini melalui dapat menjalani hidup sesuai kehendak berbagai cara. Salah satunya adalah dengan Tuhan. Selain itu, gereja juga diharapkan keluarga-keluarga konseling bagi jemaat, guna menekankan Kristen sebagai teladan bagi sesama. pentingnya menunda pernikahan hingga Mengingat bahwa pernikahan dirancang Melalui untuk berlangsung seumur hidup, maka keterlibatan gereja dalam membimbing dan dibantu dalam mengubah pola pikir serta mengenai dampak dan konsekuensi dari pernikahan dini. 27 Dalam Efesus 5:22Ae33. Pernikahan merupakan anugerah di mana Rasul Paulus menggambarkan Tuhan yang sakral dan memiliki peran hubungan suami istri sebagai cerminan penting dalam kehidupan umat Kristen. hubungan antara Kristus dan jemaat. Dalam Oleh karena itu, sebagai institusi yang penghormatan, dan tanggung jawab adalah tanggung jawab untuk menjadi teladan fondasi utama dalam membangun rumah dalam menunjukkan bahwa pernikahan tangga yang berkenan kepada Allah. yang sehat dan berlandaskan ajaran Kristus Gereja, sebagai perwujudan tubuh Kristus di dunia, memiliki peran penting untuk membimbing dan melayani jemaatnya, teladan pasangan yang hidup dalam kasih memastikan bahwa nilai-nilai pelayanan dan kebenaran firman Tuhan, gereja dapat dan pengorbanan yang diajarkan oleh memberikan inspirasi bagi generasi muda Yesus terus diwujudkan dalam tindakan agar mempersiapkan diri dengan matang Salah satu aspek penting dalam sebelum memasuki pernikahan. Hal ini juga pelayanan gereja saat ini tidak hanya sejalan dengan firman Tuhan dalam 1 Petrus 2:12, yang mengajarkan kita untuk pertumbuhan iman, tetapi juga memberikan menjalani kehidupan yang baik sehingga pemahaman bahwa peran gereja mencakup orang lain dapat melihat perbuatan kita dan Melalui persiapan setiap keluarga Kristen agar Saragih. Setianto, and Mahendra. AuStrategi Pelayanan Pastoral Dalam Mencegah Terjadinya Pernikahan Dini Pada Remaja Usia Sekolah. Ay Ibid. and Apriyati Apriyati Otenius Jaya Waruwu. Johanis Metanfanuan. AuPeran Gereja Dalam Bimbingan Pranikah Dan Pendampingan Pasangan Suami Istri Pasca Menikah,Ay Jurnal Teologi Pastoral Konseling . 136 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. memuliakan Tuhan. 30 Selain itu, menurut menjalankan tanggung jawab dengan penuh Yuliana L. Toding, bimbingan pranikah Prinsip ini sesuai dengan ajaran yang diberikan oleh gereja sangat penting Alkitab, sebagaimana dinyatakan oleh untuk mempersiapkan pasangan dalam Rasul Paulus dalam 1 Korintus 13:11, membangun keluarga yang rukun dan bahwa Ay Saat masih kecil, aku berbicara, memegang teguh pada ajaran Kristen. berpikir, dan bertindak seperti anak kecil. Pendampingan Tetapi meninggalkan cara berpikir dan bersikap anak-anak. Dalam memahami hak dan tanggung jawab suami istri di dalam kehidupan berumah tangga. mempengaruhi cara berpikir dan bertindak. Dengan demikian, peran aktif gereja tidak Oleh karena itu, memahami pentingnya hanya membantu pasangan memahami kesiapan sebelum menikah menjadi hal makna pernikahan, tetapi juga turut serta yang perlu diperhatikan bagi setiap individu dalam membangun keluarga yang kokoh berdasarkan iman. Karena itu, gereja Melalui bimbingan dan teladan menganjurkan agar pasangan yang ingin nyata, gereja dapat membantu mencegah menikah memiliki usia yang memadai untuk memahami tanggung jawab dalam generasi muda untuk membangun keluarga 33 Oleh sebab itu, berdasarkan yang kokoh berdasarkan nilai-nilai Kristen. peraturan yang ditetapkan dalam Undang- Pernikahan merupakan perjalanan Undang Nomor 16 Tahun 2019 di sesungguhnya kedewasaan hidup yang suci dan memerlukan kesiapan Indonesia, dalam berbagai aspek, seperti emosional, perkawinan ditetapkan pada berusia 19 bagi mental, dan spiritual. Gereja mengajarkan bahwa menikah sebaiknya dilakukan pada Ketentuan ini mendukung prinsip gereja usia yang cukup dewasa agar dapat serta menekankan pentingnya kesiapan pasangan sebelum menjalani kehidupan Saragih. Setianto, and Mahendra. AuStrategi Pelayanan Pastoral Dalam Mencegah Terjadinya Pernikahan Dini Pada Remaja Usia Sekolah. Ay Apriyati Apriyat. Otenius Jaya Waruwu. Johanis Metanfanuan. AuPeran Gereja Dalam Bimbingan Pranikah Dan Pendampingan Pasangan Suami Istri Pasca Menikah,Ay The Way Jurnal Teologi dan Kependidikan 5, no. : 37Ae51. Aritonang Jan S. Berbagai Aliran Di Dalam Dan Di Sekitar Gereja, 1st ed. (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1. Marta Regina and Martina Novalina. AuAy THRONOS: Jurnal Teologi Kristen 3, no. 105Ae114. Wanita. Dinamika Gereja dalam Menyikapi Fenomena Pernikahan Dini: S t u d i K a s u s G K A I J e m a a t T u m u t . B o y o l a l i . J a w a T e n g a h | 137 34 Dengan demikian, ajaran penyebab pernikahan dini sangat beragam, gereja dan ketentuan hukum negara sejalan pengaruh lingkungan sosial. Menurut ST, kedewasaan dalam pernikahan, meskipun banyak remaja memilih menikah muda gereja lebih menekankan aspek spiritual karena merasa sudah siap atau ingin dan tanggung jawab moral, sementara negara menitikberatkan pada perlindungan Selain itu, temuan lain hukum dan kesejahteraan pasangan. seperti keinginan pribadi dan kurangnya Fenomena Sosial Pernikahan Dini di pemahaman tentang riseko pernikahan dini. Lingkungan GKAI Tumut. Boyolali. GKAI Jemaat Tumut merupakan salah satu gereja lokal yang berada di Kecamatan Selo. Desa Jrakah. Dusun Tumut. Boyolali. Jawa Tengah. Wilayah ini memiliki jumlah penduduk sekitar 255 orang dengan latar belakang sosial ekonomi yang beragam, mayoritas bekerja di sektor pertanian dan buruh harian. marak terjadi sebagai bagian dari persoalan sosial, termasuk di lingkungan GKAI Jemaat Tumut. Boyolali Jawa Tengah. Berdasarkan perjodohan oleh orang tua masih menjadi praktik umum. Dalam hal ini, anak sering kali harus menerima keputusan keluarga tanpa mempertimbangkan kesiapan mental dan emosional mereka sendiri. 37 Selain faktor individu, praktik ini tetap bertahan karena didukung oleh faktor adat istiadat angka pernikahan usia muda. 36 Lebih Jawa Tengah Praktik Akibat dari kondisi tersebut, pernikahan dini terus dipandang sebagai norma sosial yang harus dipatuhi. 39 Hal ini menunjukkan bahwa pernikahan dini bukan Mumek. AuPerlindungan Dan Upaya Hukum Dalam Menekan Maraknya Perkawinan Anak Di Indonesia. Ay AuST Wawancara Dengan Peneliti Pada Hari Sabtu 9 November 2024Ay (Boyolali. I Solehah and M Fatah. AuFaktor Pendorong Kejadian Pernikahan Pada Remaja Usia Dini: Literature Review,Ay Jurnal Ilmu Kesehatan 11, 2 . : 56Ae63. AuBS Wawancara Degan Peneliti Padahari Sabtu 9 November 2024,Ay . Andri Vincent Sinaga. Mangaratua Panjaitan, and Marangkup Hutasoit. AuPhronesis: Jurnal Teologi Dan Misi Model Kepemimpinan Gereja Yang Kontekstual Berdasarkan Struktur Budaya Batak Menggunakan Model Antropologis,Ay Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi 7, no. Nuria Hikmah. AuFaktor-Faktor Yang Menyebabkan Terjadinya Pernikahan Dini Di Desa Muara Wis Kecamatan Muara Wis Kabupaten Kutai Kartanegara,Ay EJournal Sosiatri-Sosiologi 7, no. : 261Ae272. 138 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. merupakan permasalahan struktural yang Selain itu, rendahnya tingkat perlu mendapatkan perhatian lebih serius. pendidikan dan keterbatasan pengetahuan Dalam konteks ini, perubahan budaya dan tentang kesehatan reproduksi juga telah edukasi menjadi langkah penting untuk diidentifikasi sebagai faktor signifikan mengubah pola pikir masyarakat agar tidak yang berkontribusi terhadap tingginya lagi menganggap pernikahan dini sebagai angka pernikahan dini. 43 Selanjutnya. SA solusi utama bagi permasalahan sosial dan menambahkan bahwa tekanan sosial turut menjadi faktor utama, mengingat masih Lebih lanjut. KR menyoroti bahwa kuatnya anggapan di masyarakat bahwa kehamilan di luar nikah menjadi salah satu menikah dan memiliki anak di masa muda memungkinkan untuk menjamin masa depan yang lebih sejatara dan terjamin lemahnya pengawasan orang tua membuat secara sosial maupun ekonomi. 44 Tak hanya remaja rentan terjerumus dalam pergaulan itu, faktor ekonomi dan sosial budaya, bebas, yang pada akhirnya berujung pada termasuk pandangan bahwa pernikahan dini dapat meningkatkan status sosial serta Kurangnya Kondisi ini diperkuat oleh penelitian Wiwita, mendorong praktik ini. 45 Dampak dari kehamilan di luar pranikah merupakan pernikahan dini sangat kompleks, terutama pernikahan usia muda. 41 Selalin itu. MS mengalami berbagai komplikasi kesehatan, menekankan bahwa terbatasnya akses seperti anemia, malnutrisi, dan perdarahan saat persalinan. Selain itu, terbatasnya kesempatan dalam mengenyam pendidikan situasi ini, sebab banyak remaja tidak serta minimnya peluang kerja bagi mereka mengenai resiko pernikahan usia muda penghambat dalam mencapai kemandirian Namun, pandangan ini perlu AuKR Wawancara Dengan Peneliti Pada Sabtu 16 November 2024,Ay. Yanti. Hamidah, and Wiwita. AuAnalisis Faktor Penyebab Dan Dampak Pernikahan Dini Di Kecamatan Kandis Kabupaten Siak,Ay Jurnal Ibu dan Anak 6, no. : 96Ae103. AuMS Wawancara Dengan Peneliti Pada Hari Minggu 17 November 2024,Ay. Yanti. Hamidah, and Wiwita. AuAnalisis Faktor Penyebab Dan Dampak Pernikahan Dini Di Kecamatan Kandis Kabupaten Siak. Ay AuSA Wawancara Dengan Peneliti Pada Hari Senin 18 November 2024Ay . Elprida Riyanny Syalis and Nunung Nurwati Nurwati. AuAnalisis Dampak Pernikahan Dini Terhadap Psikologis Remaja,Ay Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial 3, no. : 29Ae39. Dinamika Gereja dalam Menyikapi Fenomena Pernikahan Dini: S t u d i K a s u s G K A I J e m a a t T u m u t . B o y o l a l i . J a w a T e n g a h | 139 dikritisi lebih dalam karena kenyataannya Pendampingan Pastoral oleh Gereja banyak pasangan yang menikah dini justru Terhadap Kaum Muda mengalami kesulitan ekonomi yang lebih besar akibat keterbatasan pendidikan dan Peran gereja dalam membimbing peluang kerja. Oleh karena itu, intervensi jemaatnya menjangkau tidak hanya aspek dalam bentuk program pemberdayaan spiritual, dan juga mencakup perhatian ekonomi dan pendidikan bagi remaja terhadap berbagai tantangan sosial yang menjadi aspek utama dalam mengurangi dihadapi oleh remaja, termasuk fenomena pernikahan di usia muda dan menawarkan pendampingan pastoral menjadi salah satu Lebih lanjut, penelitian ini langkah strategis yang dapat dilakukan menunjukkan bahwa pernikahan usia dini gereja dalam mengatasi masalah ini. Seperti tidak hanya memberikan dampak negatif yang dikatakan oleh Vallian Sahusiwa terhadap kesehatan reproduksi, namun juga dalam penelitiannya, "Pelayanan gereja mengurangi kesempatan pendidikan, yang pada remaja Kristen harus bersifat radikal pada akhirnya berujung pada rendahnya dan menyeluruh. 47 Sebagai institusi yang Oleh Oleh berperan dalam pembentukan karakter dan bimbingan yang komprehensif bagi remaja penting pendidikan seksual, memperkuat pengawasan orang tua, serta mempermudah kesiapan dalam pernikahan. pemerintah, masyarakat, dan keluarga agar kesehatan reproduksi. Dengan demikian, langkah-langkah tersebut dapat mencegah pernikahan dini serta mengurangi dampak negatif yang ditimbulkannya. Pendampingan Pastoral oleh Gereja Peran gereja dalam membimbing jemaatnya menjangkau tidak hanya aspek spiritual, tetapi juga mencakup perhatian terhadap berbagai tantangan sosial yang dihadapi oleh remaja, termasuk fenomena Agustina Tresendi Ndala et al. AuAnalisis Dampak Pernikahan Dini Terhadap Psikologis Remaja" ASPIRASI: Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat 2, no. : 66Ae77. Kalis Stevanus and Nathanail Sitepu. AuStrategi Pendidikan Kristen Dalam Pembentukan Warga Gereja Yang Unggul Dan Berkarakter Berdasarkan Perspektif Kristiani,Ay Sanctum Domine: Jurnal Teologi 10, no. : 49Ae66. 140 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. pernikahan dini. Pendampingan pastoral Penguatan Nilai Kedewasaan Emosional menjadi langkah strategis yang dapat dan Spiritual dilakukan gereja untuk menolong kaum Dalam muda menghadapi tekanan sosial dan menggiring mereka pada keputusan yang Seperti yang dijelaskan oleh Pdt. Budi (Gembala Jemaa. AuKami konseling rohani bagi remaja yang mulai dekat dengan relasi berisiko. Kami tidak langsung menegur, tapi mengajak mereka berbicara dan mengenali panggilan hidup mereka dalam Tuhan. Banyak dari mereka akhirnya mengurungkan niat menikah muda setelah mendapat bimbingan iman dan pengarahan dari firman Tuhan. Ay48 Pernyataan konseling pastoral menjadi bentuk nyata pendampingan gereja yang menekankan pendekatan kasih, bukan hukuman. Seperti yang dikatakan oleh Vallian Sahusiwa dalam penelitiannya, "Pelayanan gereja pada remaja Kristen harus bersifat radikal dan menyeluruh. 49 Pendampingan ini dapat dilakukan melalui konseling pastoral yang membantu remaja menghadapi tekanan sosial, pengaruh lingkungan, serta berbagai faktor lain yang mendorong mereka untuk menikah di usia dini AuPdt. Budi (Gembala Jemaat ) Wawancara Dengan Peneliti Pada Hari Sabtu 9 November 2024,Ay. Stevanus and Sitepu. AuStrategi Pendidikan Kristen Dalam Pembentukan Warga Gereja Yang Unggul Dan Berkarakter Berdasarkan moral dan sosial yang semakin kompleks di kalangan remaja masa kini, gereja memiliki nilai-nilai emosional dan spiritual sebagai fondasi pernikahan yang sehat dan bertanggung Pendampingan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek pengetahuan, karakter dan kematangan batin yang berlandaskan iman kepada Kristus. dalam pendampingan tersebut, gereja dapat emosional, mental, dan spiritual sebelum sebagaimana diajarkan dalam 1 Korintus 13:11 "Seiring bertambahnya usia, cara berpikir, berbicara, dan bertindak juga berubah, meninggalkan kebiasaan masa kecil untuk mencapai kedewasaan. Ay Oleh sebab itu, mengenai perkembangan dan kedewasaan, baik dalam aspek spiritual sehari-hari. Kesadaran ini juga disampaikan oleh Denis (Pemuda Remaj. Lewat ibadah remaja. Perspektif Kristiani. Ay Otenius Jaya Waruwu. Johanis Metanfanuan. AuPeran Gereja Dalam Bimbingan Pranikah Dan Pendampingan Pasangan Suami Istri Pasca Menikah. Ay Dinamika Gereja dalam Menyikapi Fenomena Pernikahan Dini: S t u d i K a s u s G K A I J e m a a t T u m u t . B o y o l a l i . J a w a T e n g a h | 141 kami belajar bahwa menikah bukan soal cepat-cepat punya pasangan, tapi soal kesiapan dan rencana Tuhan. Dulu saya pikir menikah muda itu keren, tapi sekarang mengenai pendidikan iman dan tanggung saya sadar banyak tanggung jawab yang jawab keluarga. Hal tersebut ditegaskan harus disiapkan. Pernyataan tersebut oleh Ibu Ning (Penatu. dalam wawancara: menunjukkan bahwa kegiatan pembinaan AuKami sadar banyak orang tua di jemaat iman melalui ibadah remaja berperan besar yang masih berpikir kalau anak perempuan dalam membentuk pola pikir yang lebih cepat menikah itu lebih aman. Maka kami matang dan realistis tentang pernikahan. Dengan demikian, penguatan kedewasaan mengundang bidan desa serta tokoh emosional dan spiritual melalui pelayanan masyarakat untuk memberi pemahaman pastoral gereja menjadi langkah strategis tentang risiko pernikahan dini. Sekarang dalam menolong generasi muda memahami sudah mulai ada perubahan cara pandang di makna panggilan hidup dan tanggung kalangan orang tua. Ay53 Pernyataan ini jawab sebelum melangkah ke jenjang menunjukkan bahwa gereja berperan aktif dalam mengedukasi keluarga agar memiliki pandangan yang selaras dengan nilai-nilai Peran Gereja dalam Edukasi Keluarga dan Jemaat langsung, gereja juga aktif melakukan bahwa pernikahan bukan solusi cepat, melainkan panggilan yang Selain mendampingi remaja secara iman Kristen harus dijalani dengan kedewasaan dan tanggung jawab. Bimbingan dan Transformasi Sosial membangun kesadaran bersama tentang risiko pernikahan dini. Hal ini sejalan Yulin Lae, menyatakan bahwa gereja memegang peran utama dalam mengatasi perkawinan usia muda, terutama di daerah pedesaan atau 52 Gereja tidak hanya menjadi AuDenis (Pemuda Remaj. Wawancara Dengan Peneliti Pada Hari Minggu 10 November 2024,Ay. Regina and Novalina. AuEdukasi Teologis Melalui berbagai bentuk kegiatan pastoral, ibadah remaja, dan edukasi keluarga, gereja berperan sebagai pusat transformasi sosial. Dalam konteks ini. Efesus 5:15Ae17 memberikan landasan Tentang Pernikahan Dini. Ay AuIbu Ning (Penatu. Wawancara Dengan Peneliti Pada Rabu 20 November . 2024,Ay . 142 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. bahwa setiap orang percaya harus hidup bahwa pernikahan merupakan panggilan dengan bijaksana dan memahami kehendak Tuhan dalam mengambil keputusan. Gereja rohani, emosional, dan tanggung jawab membantu kaum muda untuk melihat hidup Dalam studi kasus ini, hasil bukan dari dorongan emosi, tetapi dari penanganan yang dilakukan oleh gereja perspektif iman yang penuh hikmat. dapat diamati melalui empat aspek utama. Dengan demikian, pendampingan yaitu: bentuk pendampingan pastoral, pastoral yang dilakukan oleh gereja tidak penguatan nilai kedewasaan emosional dan hanya membimbing remaja secara spiritual, spiritual, peran gereja dalam edukasi keluarga dan jemaat, serta gereja sebagai kesadaran kolektif jemaat untuk menolak praktik pernikahan dini. Gereja berperan pusat bimbingan dan transformasi sosial. Keempat aspek ini menggambarkan aktif membentuk generasi muda yang matang secara emosional dan spiritual, memiliki komitmen iman yang kuat, serta pastoralnya dengan pendekatan yang penuh mampu menjadi saksi Kristus di tengah kasih dan relevan dengan konteks sosial jemaat, sehingga mampu menekan angka Hasil yang Terlihat Dusun Tumut kesadaran baru di kalangan remaja dan orang tua akan pentingnya kesiapan iman Dari berbagai macam peran gereja dalam menghadapi fenomena pernikahan dan karakter sebelum memasuki kehidupan dini di Dusun Tumut, hasil yang terlihat menunjukkan adanya perubahan positif KESIMPULAN DAN SARAN baik dalam pola pikir remaja maupun kesadaran keluarga jemaat terhadap nilai- Fenomena pernikahan dini di Dusun Tumut merupakan masalah sosial yang kompleks, dipengaruhi oleh faktor ekonomi, budaya, pelayanan pastoral dan pembinaan rohani, pendidikan, dan tekanan sosial. Rendahnya gereja telah menjadi wadah yang aktif tingkat pendidikan dan kemiskinan menjadi dalam memberikan pendampingan kepada penyebab utama yang mendorong keluarga remaja dan orang tua untuk memahami untuk menikahkan anak di usia muda. Melalui Otenius Jaya Waruwu. Johanis Metanfanuan. AuPeran Gereja Dalam Bimbingan Pranikah Dan Pendampingan Pasangan Suami Istri Pasca Menikah. Ay Dinamika Gereja dalam Menyikapi Fenomena Pernikahan Dini: S t u d i K a s u s G K A I J e m a a t T u m u t . B o y o l a l i . J a w a T e n g a h | 143 Namun, hasil penelitian menunjukkan DAFTAR PUSTAKA