Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2032 -2043 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Task Management System Untuk OSIS Mega Indera Pratiwi MN. Alim Sumarno. Erny Roesminingsih Pascasarjana Manajemen Pendidikan. Universitas Negeri Surabaya 22007@mhs. id, alimsumarno@unesa. ernyroesminingsih@unesa. ABSTRACT Students are one of the important factors for the continuity of education in schools. Without students, school programs cannot be realized. Therefore, students need to be facilitated well so that school programs can move and successfully achieve educational goals. One of the facilities for developing student potential is the existence of an OSIS (Intra-School Student Organizatio. Writing articles uses the library research method. This article will reveal how the task management system can be utilized by the OSIS to manage work programs that will be carried out by joining in a system and then collaborating, coordinating, distributing tasks, and so on so that the work program can be carried out effectively and efficiently. Keywords: management information system, student management, task management system, student council ABSTRAK Siswa merupakan salah satu faktor yang penting bagi kelangsungan pendidikan di Tanpa adanya siswa maka program sekolah tidak akan dapat terwujud. Oleh karena itu siswa perlu untuk difasilitasi dengan baik agar program sekolah dapat bergerak dan berhasil mencapai tujuan pendidikan. Salah satu fasilitas untuk mengembangkan potensi siswa adalah dengan adanya OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekola. Penulisan artikel menggunakan metode studi kepustakaan . ibrary researc. Artikel ini akan mengungkap bagaimana task management system dapat dimanfaatkan oleh OSIS untuk mengelola program kerja yang akan dijalankan dengan tergabung di dalam suatu sistem kemudian melakukan kolaborasi, koordinasi, pendistribusian tugas, dan lainnya sehingga program kerja dapat terlaksana dengan efektif dan efisien. Kata kunci: sistem informasi manajemen, manajemen kesiswaan, task management system. OSIS PENDAHULUAN Pendidikan formal biasa dilakukan di lembaga sekolah dari jenjang TK/RA. SD/MI. SMP/MTs. SMA/MA. Pendidikan yang baik dilaksanakan tidak hanya di dalam kelas, tetapi juga di luar kelas. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan di sekolah antara lain kurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, dam nonkurikuler (Agustang dan Sahabuddin, 2. Kegiatan kurikuler merupakan kegiatan pembelajaran yang secara langsung terjadi proses pembelajaran suatu materi pembelajaran. Kegiatan kurikuler terdapat aspek-aspek yang perlu diperhatikan seperti rancangan pembelajaran, materi pembelajaran, media pembelajaran, evaluasi pembelajaran. Kegiatan kokurikuler merupakan aktivitas yang berkaitan dengan materi 2032 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2032 -2043 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. pembelajaran tertentu seperti praktik di laboratorium, mengerjakan proyek lapangan, observasi dan lain-lain. Kegiatan ekstrakulikuler merupakan kegiatan yang diluar kegiatan materi pembelajaran yang mendukung dan mengembangkan softskills, bakat dan minat siswa. Sedangkan nonkurikuler merupakan kegiatan yang tidak termasuk ke dalam rangkaian pembelajaran seperti adiwiyata, kerja bakti, dan Kegiatan pembelajaran tentunya tidak terlepas dari siswa. Siswa merupakan salah satu faktor yang penting bagi kelangsungan pendidikan di sekolah. Tanpa adanya siswa maka program sekolah tidak akan dapat terwujud. Oleh karena itu siswa perlu untuk difasilitasi dengan baik agar program sekolah dapat bergerak dan berhasil mencapai tujuan pendidikan melalui manajemen kesiswaan. Manajemen kesiswaan merupakaan pengaturan seluruh aspek kegiatan yang memiliki kaitan dengan siswa dari masuknya siswa sampai dengan keluarnya siswa di suatu lembaga pendidikan (Ariska, 2. Manajemen kesiswaan memiliki tujuan untuk mengatur berbagai aktivitas siswa di lingkungan sekolah agar tertib dan teratur. Kegiatan yang diatur oleh manajemen kesiswaan mencakup kegiatan pembelajaran kurikuler, kokurikuler, ekstrakurikuler, dam nonkurikuler. Di era 5. 0 saat ini sangat diperlukan bagi siswa mengembangkan bakat dan minatnya. Salah satunya adalah mengikuti kegiatan Organisasi yang ada di sekolah adalah OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekola. OSIS diurus dan dikelola oleh murid-murid yang terpilih untuk menjadi pengurus OSIS. Organisasi siswa intra sekolah atau yang biasa dikenal sebagai OSIS berfungsi sebagai organisasi berbasis demokrasi di sekolah dan juga sebagai sarana perwujudan dari pemahaman siswa tentang sikap demokrasi di sekolah. Salah satu jalur pembinaan karakter siswa ialah melalui OSIS yang merupakan salah satu organisasi siswa yang diakui keberadaannya dalam menampung aspirasi siswa dan wadah penyaluran kegiatan sesuai dengan minat dan bakat siswa diluar kurikulum yang sudah diatur. Dengan adanya OSIS siswa diharapkan dapat berlatih organisasi dan dapat mengatur serta melaksanakan kegiatan-kegiatan yang teratur dan tertib dibawah bimbingan kepala sekolah dan guru. Tujuan dibentuknya OSIS adalah melatih siswa untuk berorganisasi dengan baik, mengelola kegiatan sekolah yang berhubungan dengan siswa, serta membantu mewujudkan program-program sekolah (Jahari, 2. Suatu organisasi pastinya memiliki program kerja dan tujuan, begitu juga dengan OSIS memiliki program-program kerja. Suatu program kerja OSIS diperlukan manajemen yang baik agar program kerja berjalan dengan baik dan mencapai hasil yang maksimal. Manajemen yang dimaksud dimulai dari tahap perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, hingga evaluasi. Pada tahap perencanaan suatu program kerja perlu untuk mengetahui hal apa saja telah tersedia dan apa saja yang perlu disediakan. Hal ini terkait dengan sumber daya, modal, fasilitas, dan lain-lain. Pada tahap perencanaan juga program kerja perlu dirancangkan bagaimana untuk mewujudkan program kerja yang baik. Perencanaan diperlukan koordinasi dan komunikasi yang baik antar anggota organisasi dalam hal ini adalah OSIS. Segala hal 2033 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2032 -2043 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. yang diperlukan kemudian dapat didistribusikan menjadi beberapa tugas yang dapat dikerjakan oleh setiap anggota OSIS sesuai dengan bidang divisinya. Setelah didistribusikan dan dikerjakan oleh penanggungjawabnya maka selanjutnya adalah pengorganisasian, yaitu dihimpun dan dikumpulkan seluruh tugas-tugas tersebut yang telah dikerjakan. Kemudian dari sini akan terlihat tugas-tugas apa saja yang belum terselesaikan dan tugas apa lagi yang seharusnya dibutuhkan untuk segera Selanjutnya pada tahap pengawasan perlu untuk dilakukan monitoring oleh ketua pelaksana dan Pembina OSIS, hal ini diperlukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam mewujudkan program kerjanya. Pada tahap ini juga dilakukan pengawasan terhadap progress yang akan berjalan, sedang berjalan, atau telah selesai berjalan. Tahapan terakhir adalah evaluasi, yaitu melakukan intrepetasi dengan mengumpulkan data dan menganalisis yang bertujuan untuk melakukan perbaikan dan membuat keputusan yang lebih baik untuk program kerja yang akan dilakukan selanjutnya. Namun, karena terlalu banyaknya tugas yang didistribusikan dapat membuat siswa kesulitan dalam menyelesaikannya sehingga tugas yang seharusnya diselesaikan dengan tepat waktu mengalami penundaan karena melebihi tenggat waktu (Nafeesa, 2. Sehingga untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan suatu inovasi pendidikan. Di era society 5. 0 ini teknologi sudah berkembang dengan sangat pesat. Seluruh manusia di muka bumi ini hampir tidak dapat terlepas dari penggunaan teknologi baik itu untuk pekerjaan, hiburan, maupun pendidikan. Di lingkungan pendidikan terutama di sekolah sudah sejak lama memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran, menghimpun informasi, dan lain-lain. Hal ini bisa dilakukan sebab teknologi menerapkan data processing atau pengolahan data dengan mengubah memanipulasi simbol menjadi bilangan dan huruf (Arifin, et al, 2. Data yang telah diolah tersebut kemudian dijadikan sebagai informasi. Informasi-informasi tersebut sebelumnya diolah pada sebuah perangkat yang disebut dengan sistem. Sistem informasi manajemen atau SIM merupakan suatu sistem yang berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi penggunanya yang memiliki kebutuhan informasi yang sama (Arifin et al. , 2. Sistem informasi manajemen telah banyak manfaat bagi dunia pendidikan diantaranya adalah untuk pembelajaran, layanan siswa, menghimpun administrasi sekolah, sampai dengan pengambilan keputusan (Loilatu, 2. Salah satu bentuk sistem informasi manajemen adalah task management system, yaitu salah satu sistem yang dioperasikan melalui Aplikasi atau Web di Platform Cloud (Namee et al, 2. Task management system dapat dimanfaatkan untuk mendistribusikan dan menghimpun tugas-tugas kepada anggota organisasi yang terhimpun di dalam satu proyek. METODE PENELITIAN Penulian artikel ini menggunakan metode studi kepustakaan . ibrary Studi pustaka berkaitan dengan kajian teoritis dan beberapa referensi yang 2034 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2032 -2043 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. tidak akan lepas dari literatur-literatur ilmiah. Dalam penulisan artikel ini, sumber data yang diperoleh dari literatur-literatur yang relevan seperti buku, jurnal atau artikel ilmiah yang terkait dengan topik yang dipilih. HASIL DAN PEMBAHASAN Manajemen Kesiswaan Istilah manajemen memiliki banyak makna tergantung siapa yang Manajemen sekolah sering dikaitkan dengan administrasi sekolah. Berkaitan dengan hal tersebut terdapat tiga pemaknaan yang berbeda yaitu, memaknai administrasi lebih luas daripada lingkup manajemen, memaknai lingkup manajemen lebih luas daripada administrasi dan memaknai bahwa lingkup manajemen sama dengan administrasi yaitu memiliki maksud mengelola. Ilmu manajemen sangat diperlukan dalam perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin pesat terutama oleh seluruh sumber daya manusia atau anggota pada sebuah organisasi. Manajemen diawali dari tahap perencanaan yang dilakukan secara baik dan terarah kemudian disambung dengan tahapan-tahapan yang lainnya agar terwujudnya tujuan yang ingin dicapai. Berrdasarkan pada pendapat tersebut maka manajemen merupakan rangkaian kegiatan yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pemimpin, pergerakan, dan pengawasan untuk tercapainya suatu tujuan yang telah ditetapkan dengan bantuan sumber daya manusia dan sumber daya yang lainnya dengan tepat dan baik sehigga dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh organisasi atau kelompok untuk mewujudkan tujuannya (Hasibuan, 2. Manajemen kesiswaan memiliki tujuan untuk mewujudkan sasaran yang telah ditetapkan pada sekolah dengan cara mengatur dan mengarahkan warga sekolah untuk melakukan atau melaksanakan tugas. Manajemen dipandang sebagai profesi karena manajemen diatur oleh orang yang memiliki keahlian khusus untuk mencapai suatu prestasi manajer dan profesionalitas berdasarkan kode etik manajer. Manajemen merupakan serangkaian kegiatan untuk menuju proses dengan melakukan dan menjamin bahwa kegiatan yang dijalankan oleh sebuah organisasi berjalan dengan efektif dan efisien (Fathurrochman et al. , 2. Soetopo . menjelaskan bahwa manajemen kesiswaan adalah bentuk penataan atau mengatur seluruh kegiatan yang memiliki kaitan dengan siswa di sekolah dari mulai masuknya siswa sampai dengan keluarnya siswa tersebut dari suatu lembaga pendidikan. Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa manajemen kesiswaan adalah bentuk usaha dalam rangka mengatur siswa sejak dari masuknya siswa ke lingkungan sekolah sampai dengan siswa tersbeut dinyatakan lulus dari Manajemen kesiswaan adalah seluruh proses kolaborasi antar warga sekolah pada bidang kesiswaan. Bidang kolaborasi pada manajernen kesiswaan yang dimaksud ialah kolaborasi dalam mencegah masalah-masalah yang mungkin terjadi dan menyelesaikan masalah-masalah yang sudah terjadi yang memiliki kaitan dengan Masalah-masalah yang dimaksudkan dapat berupa penyelenggaraan kegiatan pembelajaran, penyelenggaraan kegiatan penerimaan siswa baru, memberikan 2035 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2032 -2043 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. layanan kedisiplinan untuk siswa, mengadakan program layanan khusus untuk siswa, dan lain-lainnya. Tujuan manajemen kesiswaan yaitu untuk memfasilitasi pengembangan terbaik siswa yang sesuai dengan aspek individu, sosial, aspirasi, dan kebutuhan (Mustari, 2. Sehingga, berdasarkan hal tersebut manajemen kesiswaan memiliki tujuan untuk mengatur proses kesiswaan mulai dari penerimaan siswa, mengikuti pembelajaran sampai dengan lulus dari sekolah yang sesuai dengan tujuan intitusional sehingga dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Manajemen kesiswaan tentunya memiliki fungsi yang secara sederhana dapat dimaknai sebagai sarana bagi siswa untuk mendukung perkembangan minat dan bakatnya secara optimal, baik sebagai makhluk individu maupun sebagai makhluk Menurut Imron . , secara umum manajemen kesiswaan memiliki fungsi sebagai pendorong dan pendudukung agar siswa memiliki kemauan untuk dapat berkembang dengan sebaik-baiknya terkait dengan potensi individualitasnya, potensi sosialnya, potensi keinginannya, potensi kebutuhannya, dan potensi-potensi lainnya yang dimiliki oleh siswa. Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwa manajemen kesiswaan pada lingkup yang lebih spesifik memiliki fungsi yang diantaranya adalah: Pengembangan potensi individualitas. Hal ini guna membantu siswa unntuk dapat mengembangkan kemampuan individunya dan meminimalisir terjadinya hambatan yang terjadi seperti kemalasan, kenakalan, dan lainnya. Sedangkan kemampuan individu yang dimaksudkan adalah kecerdasan, minat, dan bakat siswa. Pengembangan potensi sosial. Dalam hal ini adalah memiliki kaitan siswa sebagai makhluk sosial, manajemen kesiswaan memiliki fungsi untuk membantu siswa dalam berinteraksi dengan teman-temannya, orang tuanya, saudaranya, lingkungan sekolahnya, dan lingkungan masyarakat Diharapkan siswa akan dapat menempatkan diri dan mengkondisikan diri disaat berinteraksi dengan orang lain dimanapun dan Pengembangan potensi penyampaian pendapat atau keinginan. Fungsi ini diharapkan dapat memberi bantuan kepada siswa untuk menyampaikan apa yang siswa inginkan, hal apa yang diminati dan disukai oleh siswa yang kemudian didorong untuk menyalurkan minatnya tersebut sesuai dengan Manajemen kesiswaan akan terus mendukung dan membantu siswa untuk mengembangkan minat dan bakatnya dengan maksimal selama kegiatan yang mereka sukai bersifat positif dan dapat menunjang Pengembangan potensi pemenuhan kebutuhan dan kesejahteraan. Fungsi ini bermaksud memberikan bantuan kepada siswa dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri hingga berkecukupan. Jika seseorang di dalam hidupnya merasakan kesejahteraan maka kemungkinan besar ia juga akan memikirkan kesejahteraan sesamanya. Maksudnya ketika di kemudian hari siswa tersebut hidup dengan kecukupan dan sosialnya memberikan 2036 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2032 -2043 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. peranan yang baik maka siswa tersebut di kemudian hari akan memiliki rasa kemanusian dan kepedulian kepada orang di sekitarnya. OSIS Organisasi merupakan wadah yang berisikan sekelompok masyarakat untuk meraih tujuan yang tidak dapat diraih secara individu. Wahab . mengungkapkan bahwa organisasi ialah proses secara terstruktur dengan lebih dari satu orang yang berkolaborasi untuk mencapai tujuan yang ditentukan. Agar sebuah organisasi berjalan dengan baik, maka struktur organisasi dan pembagian kerja harus jelas serta didukung dengan interaksi dan komunikasi yang baik. Salah satu organisasi yang terdiri atas beberapa siswa di sekolah dengan tujuan membantu menjalankan program-program sekolah adalah OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekola. OSIS dibentuk di kawasan sekolah dibawah kepengurusan wakil kepala OSIS diurus dan dikelola oleh siswa-siswa yang terpilih untuk menjadi pengurus OSIS dengan masa jabatan selama satu periode. Struktur kepengurusan OSIS biasanya berbeda-beda pada setiap sekolah karena menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan sekolah namun, yang paling umum adalah ketua, wakil ketua, sekretasi, bendahara, dan beberapa divisi. OSIS tidak dilepas begitu saja, namun juga memiliki beberapa guru sebagai Pembina OSIS. Kegiatan OSIS merupakan dalah satu bentuk kegiatan ekstrakurikuler yang berfungsi sebagai wadah untuk mengembangkan kreativitas siswa berdasarkan potensi, minat dan bakatnya, mengembangkan kemampuan sosial seperti rasa tanggung jawab dan kepemimpinan, serta membantu mewujudkan program-program sekolah. Program kerja OSIS merupakan bagian dari program-program sekolah yang berkenaan dengan penyaluran aspirasi, bakan dan minat siswa. Program kerja OSIS akan dapat berjalan dengan baik apabila mendapat dukungan dari berbagai pihak, sumber daya, dan manajemen yang baik. Oleh karena itu. OSIS tidak dapat dilepas begitu saja untuk mengelola dan menjalankan program kerja yang telah ditentukan, karena OSIS masih perlu untuk dibimbing, diawasi, dan diarahkan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikna. dalam panduan OSIS tahun 2011 menjelaskan tiga peran utama OSIS sebagai berikut: Peran Pertama adalah sebagai wadah yang mendukung kegiatan kesiswaan di sekolah dan membantu dalam pelaksanaan pembinaan kesiswaan. Ini berarti OSIS bertanggung jawab untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang melibatkan siswa di sekolah. Peran Kedua adalah menjadi motivator, yang berusaha untuk menginspirasi siswa agar lebih aktif terlibat dalam kegiatan kesiswaan guna mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan. OSIS harus mendorong semangat siswa agar mereka memiliki motivasi untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Peran Ketiga adalah sebagai preventif, yang bertujuan untuk memaksimalkan sumber daya yang ada untuk membantu siswa berinteraksi dengan OSIS juga memiliki tanggung jawab untuk mengamankan 2037 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2032 -2043 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. sekolah dari berbagai ancaman, baik dari dalam maupun luar, serta berperan sebagai pengontrol perilaku siswa di sekolah. Sistem Informasi Manajemen Perkembangan teknologi informasi ditandai dengan munculnya penggunaan teknologi secara sederhana yaitu computer di tahun 1957. Hingga kini teknologi informasi sudah berkembang dengan sangat pesat. Perkembangan teknologi memiliki pengaruh yang besar diberbagai sektor kehidupan manusia pada berbagai bidang kehidupan manusia kerena teknologi telah menjadi peluang dan tantangan yang akan dihadapi di masa yang akan datang. Jangkauan teknologi informasi yang dangat luas, efektif, dan efisien terhadap penyebaran informasi di seluruh belahan dunia. Berbagai fasilitas utama di berbagai bidang kehidupan memanfaatkan teknologi informasi karena mampu memberikan manfaat besar dan perubahan terutama pada manajemen organisasi, pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan penelitian (Fatimah dan Nuryaningsih, 2. Oleh sebab itu, sumber daya manusia sangatlah penting untuk memahami dalam pemanfaatan teknologi informasi, mulai dari keterampilan, pengetahuan, perencanaan, pengoperasian, dan perawatan. Sehingga hasil yang diharapkan dapat memberikan manfaat untuk individu maupun organisasi di berbagai kebutuhan manusia. Tidak hanya itu, manfaat yang diberikan dari perkembangan teknologi informasi adalah kemajuan dan kesejahteraan suatu pemerintahan dan Hal ini dikarenakan teknologi informasi mampu menjembatani hubungan diberbagai sektor antarnegara yang berlangsung secara singkat, cepat, dan minim hambatan. Teknologi informasi adalah wujud dari hasil pemikiran untuk memenuhi kebutuhan informasi dengan cepat dan akurat. Perangkat teknologi informasi terdiri dari hardware . erangkat kera. , software . erangkat luna. , dan brainware . (Niamkholidin, 2. Hardware merupakan perangkat yang dapat disentuh secara fisik conothnya komputer, smarthphone, keyboard, dan lainlain. Software merupakan perangkat lunak yang tidak dapat disentuh secara fisisk karena software berupa program-program nantinya diaktifkan untuk melakukan Sedangkan brainware merpakan pengguna atau seseorang yang menggunakan atau mengoperasikan kedua perangkat lainnya. Ketiga komponen tersebut saling berkaitan satu sama lain, apabila salah satu komponen dihilangkan maka sistem informasi tidak akan dapat berjalan. Dalam suatu perangkat terdapat komponen-komponen yang abstrak yang terstruktur dan dapat menjalankan proses informasi yang disebut sebagai sistem (Wijoyo et al. , 2. Saat ini sudah banyak sekali sistem informasi yang menggunakan jaringan dan teknologi internet untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan manusia. Hal ini dikarenakan untuk mencapai efisiensi pekerjaan atau organisasi, meningkatkan keuntungan dan daya saing. Sehingga pengetahuan akan sistem informasi sangatlah penting untuk melakukan aktivitas pengelolaan atau manajemen. Menurut Wijoyo et al. Untuk kebutuhan pekerjaan atau organisasi, sistem infromasi dapat digunakan untuk membagi pekerjaan, menyusun pekerjaan, melakukan penilaian terhadap karyawan 2038 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2032 -2043 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. atau anggota organisasi untuk mencapai profesionalitas, serta melakukan tugas dengan efektif dan efisien. Sistem informasi manajemen merupakan rangkaian dari sistem informasi yang terhimpun dan dikoordinasikan secara terpadu dengan mengubah atau mentransformasi data menjadi sebuah informasi untuk mempermudah pekerjaan yang bersifat manajerial berdasarkan kriteria mutu yang sudah ditetapkan. Dalam kegiatan manajemen sistem informasi sangat berperan untuk mengambil keputusan dan menyelesaikan masalah dan pekerjaan termasuk dalam dunia pendidikan. Menurut Rusdiana . sistem informasi manajemen sekolah sangat berperan penting dalam meningkatkan produktivitas kepada sekolah, mengolah dan menghimpun data, menyampaikan informasi meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengarahan, evaluasi, kepemimpinan, dan sebagai sarana pembelajaran. Dalam dunia pendidikan pengelolaan dan penggunaan sistem informasi manajemen tidak dapat dipisahkan dari kegiatan pendidikan itu sendiri termasuk kegiatan proses pembelajaran maupun seleuruh kegiatan sejak dari siswa dan guru mulai masuk ke dalam sekolah hingga keluar dari sekolah itu (Hambali, 2. Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi maka semakin terlihat bahwa perkembangan tersebut membawa kemudahan dalam menyelesaikan pekerjaan dan memecahkan masalah yang dihadapi melalui proses dan memanfaatkan penerapan sistem informasi manajemen pendidikan. Melalui pemanfaatan sistem informasi manajemen akan lebih menghemat waktu dan tenaga dalam melakukan proses kerja dalam suatu organisasi, pemanfaatan akan perkembangan ini akan membantu pihak yang telibat di dalam suatu organisasi seperti masyarakat sekolah. Beberapa kegunaan sistem informasi manajemen pendidikan adalah untuk menghimpun informasi mengenai sekolah, seperti pengumuman, menginformasikan data guru dan siswa, mendokumentasikan kegiatan sekolah dan ekstrakurikuler, data statistik sekolah, menghimpun administrasi sekolah, media pembelajaran interaktif untuk siswa, melakukan penilaian, pengelolaan keuangan, pengelolaan perpustakaan dan lain-lain. Task Management System Inti dari manajemen waktu adalah membuat kemajuan sebanyak mungkin menuju tujuan dengan sedikit usaha. Cara utama untuk melakukannya adalah dengan memprioritaskan tugas dan proyek yang dikerjakan orang secara individual dan kolektif sebagai tim (Jyothi dan Parkavi, 2. Saat memulai tugas prioritas, seseorang harus memiliki pemahaman yang jelas tentang tujuan dan sumber daya yang tersedia . mumnya, waktu adalah sumber daya yang paling tidak langka karena tidak dapat diganti atau diisi ulan. Baik itu ide atau tugas yang harus segera dikerjakan, yang memiliki peluang bagus, atau yang menarik, kebanyakan orang memiliki lebih banyak aktivitas dalam daftar pekerjaan mereka daripada waktu yang tersedia untuk mengerjakannya. Dengan memilih aktivitas secara baik, maka seseorang dapat memanfaatkan waktu dan peluang yang ada dengan sebaik-baiknya. Namun, jika memilih yang tidak tepat untuk dikerjakan maka akan dapat terjebak 2039 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2032 -2043 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. dalam pekerjaan yang menghabiskan waktu dan memperoleh hasil yang rendah. sinilah task management berguna dalam membantu seseorang untuk memilih kegiatan yang harus diprioritaskan agar dapat memanfaatkan waktu dan peluang dengan sebaik-baiknya. Agar mengerti tugas mana yang menjadi proritas utama maka sangat penting untuk memiliki tujuan yang jelas. Tujuan suatu pekerjaan sangat perlu diperhatikan untuk mencapai keberhasilan yang maksimal. Untuk memprioritaskan dan merencanakan dengan baik maka diperlukan metode yang menginformasikan bagaimana cara mengevaluasi suatu tugas dalam hal kepentingan organisasi dan juga memberi tahu tentang tugas mana yang akan membantu mencapai tujuan dengan sangat efisien. Peran prioritas adalah membantu mencapai hasil ini dengan sedikit Pertimbangan kedua adalah mengenai sumber daya yang tersedia. Sumber daya pribadi meliputi waktu, modal, jaringan sosial, karyawan atau anggota, dan Waktu umumnya menjadi sumber daya yang paling sulit untuk menentukannya karena perbedaan kebutuhan setiap karyawan atau anggota suatu Oleh karena waktu menjadi sumber daya yang sulit untuk dimiliki oleh sebuah organisasi maka diperlukan sarana untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan memanfaatkan teknologi yang berupa sistem. Sebuah sistem yang dapat dimanfaatkan untuk mengelola sebuah pekerjaan menjadi beberapa tugas yang kemudian didistribusikan kepada karyawan atau anggota suatu organisasi dengan tanpa mengorbankan waktu untuk melakukan pertemuan atau rapat pada satu ruang yang sama disebut sebagai task management system. Task management system dapat dimanfaatkan oleh sebuah organisasi untuk berkolaborasi, melakukan perencanaan terhadap suatu pekerjaan yang akan dijalankan, melakukan pengorganisasian, melakukan pengarahan, dan melakukan evaluasi pada satu sistem. Setiap pekerjaan yang akan dilakukan dapat di-breakdown menjadi beberapa tugas yang nantinya dikerjakan oleh karyawan atau anggota yang dapat mengemban dan mengerjakan tugas tersebut, kemudian seluruhnya dikumpulkan dan diperiksa mana yang sekiranya perlu untuk dilakukan perbaikan dan sebagainya. Pada task management system tentunya memiliki fitur-fitur yang dapat membantu karyawan atau anggota organisasi untuk berkolaborasi dan menyelesaikan suatu pekerjaan. Dengan fitur chat atau komentar yang dapat digunakan untuk merespon, menanggapi, dan bertanya. Tersedia juga fitur untuk mengunggah dokumen, gambar, video atau lainnya. Selain itu juga terdapat fitur pengingat waktu, chechlist, dan lainnya sesuai dengan sistem software yang tersedia. Berikut adalah beberapa contoh software task management system. Todois Todoist adalah perangkat lunak task management standar yang Software ini menawarkan sistem sinkronisasi yang tersedia di iOS. Android. Windows. Mac. PC, dan sebagian besar browser lain. Iinterface intuitif dan pengaturan serupa dengan Gmail yang berada di sebelah kiri terdapat fitur kategori . isalnya: tenggat waktu hari ini, tujuh hari ke depan, atau lainny. dan di sebelah kanan ada tugas itu sendiri, yang dapat dipecah 2040 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2032 -2043 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. menjadi beberapa subtugas, dikirim untuk kolaborasi, dan dapat difilter menurut label yang sesuai. Desainnya sangat sederhana yang juga tersedia di aplikasi seluler, dan banyak fitur berbasis tugas yang bagus seperti Todois Karma yang tidak tersedia di software lain. Namun, versi gratisnya terbatas dalam kemampuannya dan kurang dienkripsi dengan baik seperti tidak dapat mengurutkan tugas, dan lainnya. Taskworld Perangkat lunak to-do list ini tersedia secara gratis. Taskworld dapat digunakan dalam dengan koordinasi dan membuat pertimbanganan tim. Taskworld menawarkan banyak opsi untuk mengatur file dengan tugas yang ditugaskan, sistem komentar yang baik, dan alur kerja yang dapat di-custom sehingga semuanya tetap dalam sistem dan tugas bersama. Baik seseorang dapat menggunakan perangkat lunak ini untuk diri mereka sendiri atau untuk tim hingga lima orang. Taskworld dapat berfungsi sebagai opsi perangkat lunak manajemen tugas yang ringan dan gratis, fitur gratis yang sangat baik namun hanya hingga lima pengguna dalam satu pekerjaan, dan memungkinkan pengguna untuk dengan mudah membuat tugas yang Trello Trello adalah salah satu software manajemen tugas lainnya yang masuk dalam daftar software management task gratis teratas. Trello mengandalkan sistem manajemen tugas dengan metode Kanban bagi pengguna untuk mengatur tugas secara visual. Trello dapat digunakan untuk membagi proyek berdasarkan tugas, lalu mengedit tugas tersebut dengan deskripsi, label, daftar, dan bahkan lampiran. Perangkat lunak manajemen tugas Trello sangat membantu bagi tim yang mengerjakan tugas terpisah menuju tujuan proyek yang lebih besar, di mana tugas tersebut membutuhkan Trello memiliki tata letak dan desain yang intuitif, bagus untuk proyek kolaboratif, dan sebagian besar perusahaan dan individu puas dengan versi gratisnya. Namun. Trello tidak memiliki fitur untuk memprioritaskan proyek tugas. Pintask Software Pintask menawarkan kepada pengguna kemampuan untuk melacak tanggal jatuh tempo, lampiran, dan pengingat waktu tugas sehingga semuanya selesai tepat waktu dan sesuai jadwal yang direncanakan. Perangkat lunak ini sepenuhnya dapat disesuaikan melalui ekstensi Pintask juga memungkinkan pengguna untuk membangun pengelola tugas dengan idela dengan biaya rendah. KESIMPULAN OSIS memiliki banyak sekali program kerja yang harus dilaksanakan dalam kurun satu periode masa jabatannya. Dalam melaksanakan program kerjanya dengan 2041 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 2032 -2043 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. efektif dan efisien OSIS dapat memanfaatkan task management system. Sistem tersebut akan sangat membantu siswa pengurus OSIS dalam berkolaborasi, berkoordinasi, dan membagi suatu program kerja yang akan dilaksanakan dengan cara membaginya ke dalam beberapa tugas untuk dikerjakan oleh divisi yang dapat Task management system memudahkan OSIS dalam berkoordinasi dan menghemat waktu, karena dengan menggunakannya anggota OSIS tidak perlu untuk hadir dalam waktu dan tempat yang sama, hal ini dikarenakan task management system dapat digunakan kapanpun dan dimanapun selama terhubung jaringan Task management system tersedia dalam bentuk aplikasi di smarthphone dan dalam bentuk web yang dapat diakses di browser. Dengan adanya task management system OSIS dapat menggunakan fitur-fitur yang tersedia untuk mendukung penyelesaian tugas-tugasnya. Pada task management system juga memungkinkan oleh setiap anggota OSIS untuk melihat progres pengerjaan tugas yang dikerjakan oleh divisi-divisi lain. Sehingga, tugas-tugas yang dibagikan akan dengan cepat selesai dan pelaksanaan program kerja dapat berjalan dengan baik. DAFTAR PUSTAKA