Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 191-205. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. MANAJEMEN PENDIDIKAN INKLUSI SDLB DESA DEMUNG KECAMATAN BESUKI KABUPATEN SITUBONDO Samsul Arifin1. Megawati2 e-mail : arifmardhutillah@gmail. com1, meme03kied@gmail. Sekolah Tinggi Agama Islam Ahmad Sibawayhie1 Institut Agama Islam At-Taqwa Bondowoso2 Abstrak Pendidikan seharusnya tidak hanya berfokus pada aspek teoritis, tetapi juga pada tanggung jawab pendidik terhadap moral dan karakter peserta didik. Untuk mencapai tujuan ini, diperlukan manajemen dan strategi pendidikan yang terencana dengan Program pendidikan inklusi telah diterapkan untuk melayani kebutuhan semua anak, bukan hanya yang memiliki kebutuhan khusus. Setiap anak memiliki karakteristik, keunikan, dan keberagaman yang melekat, dan pendidikan inklusi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ini. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian ini menggunakan beberapa prosedur pengumpulan data, antara lain yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data yang peneliti lakukan sesuai dengan teori Miles. Huberman dan Saldana yaitu menganalisis data dengan menggunakan tiga langkah yakni kondensasi data, menyajikan data, dan menarik simpulan atau verifikasi. Hasil penelitian . Sistem manajemen pendidikan inklusi di SDLB Desa Demung diterapkan melalui struktur organisasi yang terintegrasi, di mana kepala sekolah memimpin tim yang terdiri dari guru kelas, guru pendamping, dan tim khusus yang mencakup psikolog dan konselor. Perencanaan dilakukan dengan menyusun kurikulum adaptif dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang fleksibel, memastikan bahwa metode pengajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap siswa. Manajemen pendidikan inklusi di SDLB Demung berkontribusi pada pembentukan karakter dan moral peserta didik melalui lingkungan belajar yang mendorong kolaborasi, empati, dan saling Dengan menggabungkan siswa berkebutuhan khusus dan siswa reguler dalam aktivitas pembelajaran, anak-anak diajarkan untuk memahami perbedaan dan pentingnya toleransi. Kata Kunci: Manajemen Pendidikan. Inklusi SDLB Abstract Pendidikan seharusnya tidak hanya berfokus pada aspek teoritis, tetapi juga pada tanggungungab pendidik terhadap moral and karakter peserta didik. Untuk mencapai tujuan ini, dirlukan manajemen dan strategi pendidikan yang terencana dengan baik. Program pendidikan inklusi telah diterapkan untuk melayani kebutuhan semua anak, bukan hanya yang memiliki kebutuhan khusus. Set any of your favorite characters, such as the one you want, and the other ones that you want, and then the inklusi Bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ini. Penelitian ini menggunakan method Penelitian ini menggunakan beberapa prosedur pengumpulan data, antara Manajemen Pendidikan Inklusi SDLB Desa Demung Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo Samsul Arifin1. Megawati2 Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 157-171. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. lain yaitu observasi, wawancara, and studi dokumentasi. Analyze the data and write all the information you need to know about Miles. Huberman and Saldana use the data you want to use, you can use the data, menyajikan data, and see it again. Hasil penelitian . System manajemen pendidikan inklusi di SDLB Desa mung diterapkan melalui struktur organisasi yang terintegrasi, di mana kepala sekolah memimpin tim yang terdiri dari guru kelas, guru pendamping, dan tim khusus yang mencakup psikolog dan konselor. Perencanaan dilakukan dengan menyusun kurikulum adaptif dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang fleksibel, memastikan bahwa metode pengajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap siswa. There is no need to use it and it will work for you, but it will also work for you and will use it for Keyawords: Education Management. SDLB Inclusion Pendahuluan Pendidikan adalah setiap usaha, pengaruh, perlindungan dan bantuan yang diberikan kepada anak. Bantuan yang diberikan kepada anak yang dimaksud disini adalah usaha seseorang untuk mengajarkan atau membina kecerdasan materi, budi pekerti, perilaku sosial, cara berinteraksi dengan orang lain, dan olah emosional pada diri anak sehingga anak dapat berperilaku sesuai dengan aturan-aturan yang ada di dalam lingkungan sosialnya (Sholawati, 2. Pada hakekatnya pendidikan tidak hanya melulu soal teoritis saja akan tetapi usaha pendidik untuk mendidik peserta didik harus bertanggungjawab terhadap moral peserta didik dan sesuai dengan manajemen/strategi yang terencana dengan baik sebagai landasan pendidik untuk membangun karakter peserta didik. Pendidikan dapat berlangsung di dalam lingkungansosial, tidak harus dengan lingkup lingkungan sosial yang luas. Ketika anak melakukansebuah interaksi dengan orang lain, kepada keluarga, guru, maupun teman-temannya, maka di dalam interaksi tersebut terdapat kegiatan pendidikan yang berlangsung (Manajemen Pendidikan Inklusi, 2. Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nassional diterangkan bahwa setiap warga negara Republik Indonesia mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan, tak terkecuali bagi anak berkebutuhan khusus (Lukitasari et al. , 2. Oleh karena itu anak-anak dengan kebutuhan khusus seperti tuna netra, tuna rungu, tuna grahita, tuna daksa, tuna laras, anak kesulitan belajar, dan anak inklusi berhak mendapatkan pendidikan yang sama dengan anak lain. Hak asasi manusia yang menegaskan bahwa pendidikan Manajemen Pendidikan Inklusi SDLB Desa Demung Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo Samsul Arifin1. Megawati2 Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 157-171. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. merupakan hak asasi yang paling dasar dari anak-anak, membuat pendidik berusaha untuk lebih giat dan memperluas akses pendidikan kepada semua siswa dalam berbagai latar belakang (Ikramullah & Sirojuddin, 2. Perluasan pendidikan tidak hanya dilakukan oleh pendidik dalam hal ini guru atau sekolah, namun membutuhkan peran serta dari keluarga, masyarakat, dan negara yang diharapkan mampu menuntaskan kesenjangan pendidikan yang ada di Indonesia(Siswanto & Susanti, 2. Program pendidikan inklusi sudah diterapkan berorientasi terhadap pelayanan kepada anak, sehingga kebutuhan setiap anak Program pendidikan inklusi tidak hanya diterapkan pada anak yang memiliki kebutuhan khusustetapi untuk semua anak karena pada dasarnya setiap anak memiliki karakteristik,keunikan, dan keberagamaan secara alamiah sudah ada pada diri anak. Karakteristiksetiap anak ini yang harus difasilitasi dalam semua jenjang pendidikan pada umumnya dan pendidikan anak usia dini pada khususnya. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yang mengatur setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan dasar yang bermutu baik yang mengalami kelainan fisik, mental, emosional, intelektual, memiliki bakat istimewa, dan yang tinggal di daerah Undang-Undang tentang sistem pendidikan ini menjelaskan bahwa pendidikan inkusi tidak hanya untuk anak-anak yang mengalami kebutuhansecara fisik tetapi juga untuk anak-anak yang mempunyai kebudayaan, sosial, geografidan bahasa yang berbeda untuk mendapatkan layanan pendidikan yang sama sesuai kebutuhan setiap anak sehingga dapat menstimulai perkembangan, pengetahuan danketerampilan anak (Setianingsih, 2. Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) biasanya bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) sesuai dengan kekhususannya masingAemasing. Dalam menanggulangi hal tersebut, maka perlu dilakukan suatu terobosan berupa pemberian kesempatan dan peluang kepada anak-anak berkelainan untuk memperoleh pendidikan di sekolah umum (Rusmono, 2. Pola pendidikan seperti ini disebut pendidikan inklusi (Wati, 2. Inklusi dapat dipandang sebagaisuatu proses untuk menjawab dan merespon keragaman di antara semua Manajemen Pendidikan Inklusi SDLB Desa Demung Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo Samsul Arifin1. Megawati2 Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 157-171. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. individumelalui peningkatan partisipasi dalam belajar, budaya dan masyarakat dan mengurangiekslusi baik dalam maupun dari kegiatan pendidikan (Wathoni, 2. Inklusi melibatkan perubahan dan modifikasi isi, pendekatan, struktur dan strategi dalam sistem reguler dengan suatu visi bersama bahwa inklusi adalah tanggung jawab mendidik semua anak yang berada pada rentangan usia yang sama (UNESCO, 1. Inklusi merupakan suatu sistem yang hanya dapat diterapkan ketika semua warga sekolah memahami dan mengadopsinya. Pendidikan inklusif berkenaan dengan memberikan respon yang sesuai kepada spektrum yang luas dari kebutuhan belajar baik dalam setting pendidikan formal maupun non formal. Pendidikan inklusif merupakan pendekatan yang yang memperhatikan bagaimana mentransformasikan sistem pendidikan sehingga mampu merespon keragaman Pendidikan inklusif bertujuan dapat memungkinkan guru dan siswa untuk merasa nyaman dengan keragaman dan melihatnya lebih sebagai suatu tantangan dan pengayaan dalam lingkungan belajar dari pada suatu problem (Sastradiharja et , 2. Untuk memberikan kesempatan pada kelompok difable agar menjadi setara dengan kelompok dalam mengakses dan mendapatkan hak dalam mengenyam pendidian sebagai kebutuhan dasar, maka diperlukan sebuah ideologi, teori sosial yangdapat dijadikan paradigma dalam memecahkan dan menguraikan ketimpangan dan disparitas yang cukup lebar yang selama ini mengeksklusi mereka dari kelompok mainstream. Tiga paradigmatik itu adalah sebagai berikut: . paradigma konservatif,. paradigma liberal, . paradigma kritis mana (Putri & Harmanto, 2. Kondisi di lapangan masih banyak sekolah-sekolah pada umumnya untuk melaksanakan program pendidikan inklusi. Selain ketidaksiapan sumber daya manusia dan sarana prasarana, ketidaktahuan tentang tujuan dan manfaat yang diperoleh anak baik anak normal maupun anak yang memiliki Pelaksanaan pendidikan di lapangan cenderung menilai bahwa jika anak berkebutuhan khusus diberikan pelayanan pendidikan yang sama dan bersamaan dengan anak normal maka hanya akan mengganggu proses pendidikan dan pengaruh tidak baik pada anak normal. Pola pendidikan seperti ini akan membawa dampak pada anak baik anak Manajemen Pendidikan Inklusi SDLB Desa Demung Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo Samsul Arifin1. Megawati2 Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 157-171. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. berkebutuhan khusus maupun anak normal, yaitu apatis, tidak menghormati, tidak percaya diri, individualisme, dan tidak siap hidup dimasyarakat. Padahal program pendidikan inklusi ini memberikan pendidikan tentang nilai perbedaan dan keberagamaan sehingga anak-anak akan saling menghormati dan membantu satu samalain sebagai bekal menghadapi kehidupan bermasyarakat. Hal ini sesuai dengan konsep negara Indonesia, yaitu memiliki berbagai keberagaman budaya, bahasa, sosial, geografi, agama, dsb. Semua itu yang harus kita ajarkan kepada anak usia dini secara konkret melalui program pendidikan inklusi. Tujuan dari judul "Manajemen Pendidikan Inklusi SDLB Desa Demung Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo" mencakup beberapa aspek penting, antara lain: Menganalisis dan memahami sistem manajemen pendidikan inklusi diterapkan di SDLB Desa Demung. Menganalisis dan memahami manajemen pendidikan inklusi dapat berkontribusi pada pembentukan karakter dan moral peserta didik di SDLB Desa Demung. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hal ini, sebuah pendekatan atau pencarian untuk menyelidiki dan memahami fenomena sentral (Raco, 2. Penelitian kualitatif . ualitative researc. adalah suatu penelitian yang ditujukan untuk mendiskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan persepsi, pemikiran orang secara individual maupun kelompok. Penelitian kualitatif permasalahan- permasalahan muncul dari data atau dibiarkan terbuka untuk interpretasi (Subadi, 2. Data dihimpun dengan pengamatan yang seksama, mencakup deskripsi dalam konteks yang mendetail disertai catatan-catatan hasil wawancara yang mendalam, serta hasil analisis dokumen dan catatan-catatan (Khadijah, 2. Penelitian ini menghasilkan informasi berupa catatan dan data deskriptif yang terdapat di dalam teks yang diteliti. Penelitian kualitatif membutuhkan analisis Metode analisis teknis memberikan penjelasan dan informasi yang jelas. Manajemen Pendidikan Inklusi SDLB Desa Demung Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo Samsul Arifin1. Megawati2 Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 157-171. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. objektif, sistematis dan analitis, kritis tentang upaya peningkatan kualifikasi guru melaluipelatihan selama periode fundamental. Pendekatan kualitatif memberikan klasifikasi dan penjelasan berikut berdasarkan tahap awal pengumpulan data yang Sumber data yang digunakan dalam penelitian kualitatif ini yaitu kata-kata atau ucapan yang didapat melalui wawancara dan catatan yang didapat dari observasi pada subyek serta dokumentasi dari dokumen-dokumen yang relevan dengan fokus penelitian yang diteliti. Sumber primer dari penelitian ini adalah Kepala SDNLB Demung Besuki sebagai informan kunci. Sedangkan sumber sekunder yaitu informanpendukung/tambahan yang dianggap mengetahui tentang informasi yang diperlukan, yaitu koordinator kurikulum, koordinator mutu, serta wali murid di SDNLB Demung Besuki . Penelitian ini menggunakan beberapa prosedur pengumpulan data, antara lain yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Data yang dikumpulkan berkaitan dengan: pengorganisasian penguatan pendidikan karakter, . pelaksanaan penguatan pendidikan karakter, . pengawasan penguatan pendidikan karakter, dan . evaluasi penguatan pendidikan karakter di SDNLB Demung Besuki . Analisis data dalam penelitian kualitatif ialah proses sistematis guna mencari dan mengatur transkrip wawancara, catatan lapangan, serta materi-materi lain untuk menemukan apa yang penting dilaporkan kepada orang lain sebagai temuan penelitian (Ulfatin. Tahapan dalam analisis data yang peneliti lakukan sesuai dengan teori Miles. Huberman dan Saldana . yaitu menganalisis data dengan menggunakan tiga langkah yakni kondensasi data . ata condensatio. , menyajikan data . ata displa. , dan menarik simpulan atau verifikasi . onclusing drawing and verificatio. Hasil dan Pembahasan Sistem manajemen pendidikan inklusi diterapkan di SDLB Desa Demung, termasuk struktur organisasi, perencanaan, dan pelaksanaan program pendidikan. Sistem manajemen pendidikan inklusi di SDLB Desa Demung diterapkan melalui struktur organisasi yang jelas dan kolaboratif. Di puncak struktur terdapat kepala sekolah yang bertanggung jawab atas keseluruhan kebijakan dan Manajemen Pendidikan Inklusi SDLB Desa Demung Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo Samsul Arifin1. Megawati2 Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 157-171. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. pelaksanaan pendidikan inklusi. Di bawahnya, terdapat guru kelas yang mengelola pembelajaran sehari-hari dan guru pendamping yang memberikan dukungan khusus kepada siswa berkebutuhan khusus. Selain itu, tim khusus yang terdiri dari psikolog dan konselor berperan penting dalam mendiagnosis kebutuhan siswa dan merancang intervensi yang sesuai, sedangkan komite sekolah melibatkan orang tua dan masyarakat untuk memberikan dukungan dan Menurut Bush dalam Bush dan Coleman menyatakan "Manajemen pendidikanadalah suatu studi dan praktek yang dikaitkan atau diarahkan dalam operasionalorganisasi pendidikan" (Bush et al. , 2000: . Organisasi pendidikan membutuhkan suatu bentuk pengaturan kegiatan. Pengaturan kegiatan tersebut mengarah pada suatu sistem yang sistematis. Pengaturan kegiatan yang sistematis itu akan dijadikan sebagai patokan dalam pelaksanaan kegiatan operasional yang terwujud dalam suatu manajemen pendidikan. Seperti yang diungkap oleh Arikunto Suharsimi, menyatakan Manajemen pendidikan adalah suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabung dalam organisasi pendidikan, untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya, agar efektif dan efisien" (Suharsimi, 2008: . Dari pernyataan tersebut dapat ditarik kesimpulan awal, dalam suatu manajemen diperlukan adanya kerjasama, sekelompok orang, dan tujuan yang akan dicapai. Tentu dalam menjalani proses tersebut harus tepat sasaran dan tepat guna. Lebih lanjut, yang dikelola dalam manajemen adalah semua bentuk kegiatan yang dikelompokkan dalam komponen-komponen. Dalam hal perencanaan. SDLB Desa Demung mengembangkan kurikulum adaptif yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dirancang dengan pendekatan yang beragam, mencakup berbagai metode pengajaran untuk mengakomodasi gaya belajar yang berbeda. Selain itu, program pelatihan rutin diadakan bagi guru dan staf untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mereka dalam menerapkan prinsip-prinsip pendidikan inklusi. Hal ini memastikan bahwa semua anggota tim pendidikan siap untuk mendukung keberhasilan siswa. Manajemen Pendidikan Inklusi SDLB Desa Demung Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo Samsul Arifin1. Megawati2 Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 157-171. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. Komponen-komponen manajemen pendidikan meliputi: manajemen personil. manajemen kurikulum. manajemen sarana. manajemen pembiayaan: . manajemen lembagalembaga pendidikan dan terakhir. manajemen hubungan masyarakat (Suharsimi, 2008: . Seiring sejalan dengan hal di atas. Hikmat menuturkan. AuManajemen pendidikan adalah keseluruhan proses penyelenggaraan dalam usaha kerja sama dua orang atau lebih clan atau usaha bersama untuk mendayagunakan semua sumber . on material maupun materia. secara efektif, efisien dan rasional untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan" (Hikmat, 2009: . Pelaksanaan program pendidikan inklusi di SDLB ini dilakukan melalui pengajaran terpadu yang melibatkan semua siswa dalam proses belajar. Metode pembelajaran kolaboratif dan partisipatif diterapkan untuk mendorong interaksi antar siswa, sehingga menciptakan lingkungan yang inklusif. Selain itu, penilaian dilakukan secara beragam dan berbasis kebutuhan, memungkinkan pengukuran kemajuan siswa secara lebih komprehensif. Kegiatan ekstrakurikuler juga dirancang agar semua siswa dapat berpartisipasi, memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan minat dan bakat di luar kelas. Dari pernyataan tersebut selain kerjasama, sekelompok orang, dan tujuan ditambahkan sumber daya organisasi, baik personil maupun material. Beliau juga mengungkapkan manajemen pendidikan manajer kepala sekolah memiliki tugas untuk . mengelola seluruh program pendidikan. mengelola aktivitas anak mengelola kebendaharaan lembaga pendidikan. mengelola pelayanan bantuan tenaga kependidikan. mengelola hubungan lembaga Pendidikan dengan lingkungan masyarakat (Hikmat, 2009: . Suharno berpendapat, sedikitnya terdapat enam komponen sekolah yang harus dikelola dengan baik dalam rangka Manajemen BerbasisSekolah (MBS), yaitu: kurikulum dan pengajaran. tenaga kependidikan. sarana dan prasarana. pengelolaan hubungan sekolah dan masyarakat manajemen pelayanan khusus dan manajemen waktu (Suharno, 2008: . Manajemen Pendidikan Inklusi SDLB Desa Demung Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo Samsul Arifin1. Megawati2 Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 157-171. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. Evaluasi dan umpan balik merupakan bagian integral dari manajemen pendidikan inklusi di SDLB Desa Demung. Monitoring berkala dilakukan untuk menilai kemajuan siswa serta efektivitas program yang diterapkan. Umpan balik dari siswa dan orang tua sangat dihargai dan digunakan untuk meningkatkan pengalaman belajar. Dengan pendekatan ini. SDLB Desa Demung berkomitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, di mana setiap anak memiliki kesempatan untuk berkembang sesuai potensi mereka. Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa manajemen pendidikan merupakan suatu bentuk kerjasama sekelompok manusia, baik studi dan praktek operasional penyelenggaraan pendidikan dalam Upaya mewujudkan tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Manajemen pendidikan pada hakikatnya mempunyai pengertian yang hampir sama dengan manajemen Namun, demikian manajemen Pendidikan mempunyai jangkauan yang lebih luas daripada manajemen sekolah. Dengan perkataan lain, manajemen sekolah merupakan bagian dari manajemen pendidikan, atau penerapan manajemen pendidikan dalam organisasi sekolah sebagai salah satu komponen dan sistem Pendidikan yang berlaku. Manajemensekolah terbatas pada salah satu sekolah saja, sedangkan manajemen pendidikan meliputi seluruh komponen system Pendidikan. Manajemen pendidikan inklusi dapat berkontribusi pada pembentukan karakter dan moral peserta didik di SDLB Demung Manajemen pendidikan inklusi di SDLB Desa Demung berkontribusi pada pembentukan karakter dan moral peserta didik dengan menciptakan lingkungan belajar yang mendukung kolaborasi dan saling menghargai. Melalui pengajaran yang melibatkan semua siswa, baik yang berkebutuhan khusus maupun yang tidak, anak-anak diajarkan untuk saling memahami dan Kegiatan memungkinkan siswa untuk belajar bekerja sama, berbagi tanggung jawab, dan mengembangkan empati. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat keterampilan sosial, tetapi juga membantu membentuk nilai-nilai positif seperti toleransi, rasa hormat, dan kepedulian terhadap sesama. Manajemen Pendidikan Inklusi SDLB Desa Demung Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo Samsul Arifin1. Megawati2 Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 157-171. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. Selain dari pada itu, inklusi merupakan suatu pendidikan bagi siswa yang mengalami hambatan, menjadi sebuah keterlibatan yang sebenarnya dari tiap anak dalam kurikulum, lingkungan dan interaksi sosial yang ada di sekolah (Smith 2012: . Setiap anak mempunyai hak mendasar untuk memperoleh pendidikan, setiap anak mempunyai potensi, karakteristik, minat, kemampuan dan kebutuhan belajar yang berbeda. Sistem pendidikan seyogyanya dirancang dan dilaksanakan dengan memperhatikan keanekaragaman karakteristik dan kebutuhan anak. Anak berkebutuhan khusus mempunyai hak untuk memperoleh akses pendidikan di sekolah umum. Sekolah umum dengan orientasi inklusi merupakan media untuk menghilangkan sikap diskriminasi, menciptakan masyarakat yang ramah, membangun masyarakat yang inklusif dan mencapai pendidikan bagi semua (Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Mandikdasmen Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa, 2007: . Selain dari pada itu, landasan filosofis utama penerapan pendidikan inklusif di Indonesia adalah Pancasila yang merupakan lima pilar sekaligus citacita yangdidirikan atas fondasi yang lebih mendasar lagi, yang disebut Bhinneka Tunggal Ika (Ilahi, 2016: . Filosofi ini sebagai wujud pengakuan kebhinnekaan manusia, baik kebhinnekaan vertikal mapun horizontal, yang mengemban misi tunggal sebagai umat Tuhan di bumi. Sebagai Bangsa yang memiliki pandangan filosofis, penyelenggaraan pendidikan inklusif harus juga diletakkan secara sinergis dan tidak boleh bertentangan dengan satu sama lain. Filosofi Bhinneka Tunggal Ika mencerminkan bahwa dalam diri manusia terdapat potensi yang luar biasa, yang bila dikembangkan dengan baik dan benar akan menghasilkan suatu proyeksi masa depan bangsa yang tidak terbatas Sebagai landasan filosofis, kebhinnekaan memiliki dua cara pandang, yaitu kebhinnekaan vertikal dan horizontal. Kebhinnekaan vertikal ditandai dengan perbedaan kecerdasaan, kekuatan fisik, kemampuan finansial, kepangkatan, kemampuan pengendalian diri, dan lain sebagainya. Sementara kebhinnekaan horizontal diwarnai dengan perbedaan suku bangsa, ras, bahasa, budaya, agama, tempat tinggal, daerah, danafiliasi politik (Ilahi, 2016: 74-. Aspek vertikal dan Manajemen Pendidikan Inklusi SDLB Desa Demung Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo Samsul Arifin1. Megawati2 Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 157-171. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. horizontal dalam kebhinnekaan sesungguhnya merupakan bagian penting dalam landasan pendidikan inklusif yang merangkul semua kalangan untuk bersatu padu dalambingkai keberagaman. Bertolak dari filosofi Bhinneka Tunggal Ika, kelainan (Kecacatan/Kebutuhan Khusu. dan keberbakatan hanyalah satu bentuk kebhinnekaan seperti halnya perbedaan suku, ras, bahasa budaya, atau agama. Pada individu berkebutuhan khusus pasti akan ditemukan kelebihan atau keunggulan tertentu. Sebaliknya, pada diri individu yang berbakat pasti terdapat juga kecacatan atau kekurangan tertentu karena tidak ada makhluk di bumi ini yang diciptakan sempurna, ada kelebihan dan kekurangan. Kecacatan dan keunggulan tidak memisahkan peserta didik satu dengan yang lainnya, seperti halnya perbedaan suku, bahasa, budaya, ataupun agama. Hal inilah yang diwujudkan dalam dunia pendidikan. Sistem pendidikan yang beragam sehingga memungkinkan terjadinya interaksi antar siswa yang beragama dengan kelebihan mapun kekurangan masing-masing siswa, sehingga dapat mendorong munculnya sikpa saling saling asalah, silih asih, silih asuh dengan semangat Sebagai Bangsa yang menjujung nilai-nilai agama, penyelenggaraan pendidikaninklusif tidak dapat dilepaskan dari konteks agama karena Pendidikan merupakan tangga utama dalam mengenal Tuhan. Tuhan tidak sekaligus menjadikan manusia langsung beriman pada-Nya, tetapi masih melalui proses kependidikan yang berkeimanan dan Islami. Dalam hubungan dengan konsepsi Pendidikan Islam yang nativistis, factor pembawaan diakui pula sebagai unsur pembentuk corak keagamaan dalam diri manusia (Arifin, 2003, . Beberapa ayat Al Quran yang menjadi landasan diantaranya ialah Al Quran Surat AL Hujuraat ayat 13 yang memerintahkan kita untuk saling berinteraksi kepada sesame manusia dari berbagai suku, bangsa, ras, ekonomi, bahkan agama. Ayat selanjutnya ialah Al Quran Surat Al Maidah ayat 2 yang berisi tentang perintah kepada kita agar kita memberikan pertolongan kepada siapa pun, terutama kepada merek ayang membutuhkan, tanpa memandang latar belakang keluarga, keterbatasan fisik. Dalam Al Quran, hakikat manusia adalah makhluk individual differences atau manusia berbeda dengan satu sama lain, sehingga harus aling berinteraksi dan berhubungan. Anak didik yang membutuhkan layanan Manajemen Pendidikan Inklusi SDLB Desa Demung Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo Samsul Arifin1. Megawati2 Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 157-171. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. pendidikan inklusif pada hakikatnya ialah manifestasi dari manusia sebagai makhluk individual differences (Ilahi, 2016: 76-. Selain itu, program pendidikan inklusi di SDLB Desa Demung juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam proses Melalui pertemuan rutin dan kegiatan bersama, orang tua dan komunitas berkontribusi dalam mendukung nilai-nilai yang diajarkan di sekolah. Ini menciptakan kesinambungan antara pendidikan di sekolah dan di rumah, sehingga siswa dapat menerapkan nilai-nilai moral yang telah dipelajari dalam interaksi mereka sehari-hari. Dengan demikian, manajemen pendidikan inklusi tidak hanya membekali siswa dengan pengetahuan akademik, tetapi juga membentuk karakter dan moral yang kuat, mempersiapkan mereka untuk berinteraksi secara positif dan produktif di masyarakat. Manajemen pendidikan pada prinsipnya merupakan suatu bentuk penerapan manajemen atau administrasi dalam mengelola, mengatur dan mengalokasikan sumber daya yang terdapat dalam dunia pendidikan. Hal ini senada dengan pernyataan Nurhadi yang menyatakan bahwa manajemen pendidikan adalah suatu ilmu yang yang mempelajari penataan Sumber Daya Manusia (SDM), kurikulum, atau sumber belajar dan fasilitas untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimal dan menciptakan suasana yang baik bagi manusia, yang turut serta dalam pencapaian pendidikan yang telah disepakati (Marlia, 2. Manajemen pendidikan inklusi adalah suatu proses perencanaan . , pengorganisasian . , penggerakan . , dan pengawasan . dalam penyelenggaraan sistem pendidikan inklusi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Manajemen pendidikan pada sekolah inklusi memberikan kewenangan penuh kepala sekolah untuk mengawasi dan mengevaluasi komponen-komponen pendidikan suatu sekolah yang meliputi siswa, kurikulum, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana pendidikan, pembiayaan pendidikan dan hubungan antara masyarakat dan sekolah (Shofa, 2. Sementara proses yang dilakukan dalam manajemen pendidikan inklusi melalui guru dan peserta didik. Output dari manajemen Manajemen Pendidikan Inklusi SDLB Desa Demung Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo Samsul Arifin1. Megawati2 Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 157-171. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. pendidikan inklusi adalah mendeskripsikan bagaimana ruang lingkup manajemen pendidikan inklusi di SDNLB Demung Besuki. Manajemen pendidikan inklusi di SDNLB Demung Besuki memuat beberapa ruang lingkup manajemen kurikulum dan pembelajaran, manajemen peserta didik, manajemen pendidik tenaga kependidikan, manajemen hubungan masyarakat, manajemen sarana dan prasarana, manajemen pembiayaan, manajemen budaya dan lingkungan sekolah, serta manajemen layanan khusus. Dari kedelapan ruang lingkup manajemen yang berada di sekolah inklusi tersebut, menunjukkan bahwa SDNLB Demung Besuki baik sesuai dengan apa yang telah dilaksanakan, keterbatasan sarana dan SDM sehingga Sekolah ini terlaksana sebagai kondisi lokal sekolah tersebut, yang sangat membutuhkan perhatiankhusus dalam membantu generasi yang berkebutuhan khusus yang ada kecamatan Besuki tersebut. hal ini ditunjukkan dengan hasil wawancara peneliti dengan kepala sekolah dan guru pendamping anak berkebutuhan khusus menjelaskan bahwa seperti inilah kondisi sekolah kami, tentu tidak mampu di bandingkan dengan sekolah SDNLB yang lain yang memiliki fasilitas yang lengkap dan terpenuhi begitupula sumber dayanya. Kenyataan ini di sini adalah SDNLB Demung Besuki ini juga sebaga awal perkenalan terhadap masyarakat bahwa di kecamatan Besuki juga sudah ada mewadai anak-anak yang kebutuhan khusus, sehingga para orang tua memahami kondisi anaknya dan kebutuhan anaknya, baik dari Pendidikan begitupula lingkungan sosial di mana-mana anak normalmendapatkan merasakan itu. Kesimpulan Sistem manajemen pendidikan inklusi di SDLB Desa Demung diterapkan melalui struktur organisasi yang terintegrasi, di mana kepala sekolah memimpin tim yang terdiri dari guru kelas, guru pendamping, dan tim khusus yang mencakup psikolog dan konselor. Perencanaan dilakukan dengan menyusun kurikulum adaptif dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang fleksibel, memastikan bahwa metode pengajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap siswa. Dalam pelaksanaan program, pendekatan pengajaran terpadu digunakan untuk melibatkan semua siswa secara aktif, diiringi dengan penilaian Manajemen Pendidikan Inklusi SDLB Desa Demung Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo Samsul Arifin1. Megawati2 Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 157-171. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. beragam yang mencerminkan kemajuan mereka. Dengan demikian, manajemen pendidikan inklusi di SDLB Desa Demung menciptakan lingkungan belajar yang responsif dan mendukung perkembangan optimal bagi semua peserta didik. Manajemen pendidikan inklusi di SDLB Demung berkontribusi pada pembentukan karakter dan moral peserta didik melalui lingkungan belajar yang mendorong kolaborasi, empati, dan saling menghargai. Dengan menggabungkan siswa berkebutuhan khusus dan siswa reguler dalam aktivitas pembelajaran, anak-anak diajarkan untuk memahami perbedaan dan pentingnya toleransi. Program-program yang melibatkan orang tua dan komunitas juga memperkuat nilai-nilai moral yang diajarkan di sekolah, menciptakan kesinambungan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Melalui interaksi ini, siswa dibekali dengan keterampilan sosial yang kuat, sehingga mereka dapat berinteraksi secara positif dan produktif di masyarakat, siap menjadi individu yang bertanggung jawab dan Daftar Pustaka