PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Volume 1 November 2023 . PERAN ORANG TUA PETANI DALAM MENUNJANG KEBERHASILAN PENDIDIKAN ANAK DI DESA MATARU BARAT KECAMATAN MATARU KABUPATEN ALOR Anelda M. Kamaleng. Yayuk Julyyanti* Universitas Muhammadiyah Kupang. Indonesia Corresponding Austhor: yayukjullyanti070795@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orang tua petani dalam menunjang keberhasilan pendidikan anak Di Desa Mataru Barat Kecamatan Mataru Kabupaten Alor. Dan juga untuk mengetahui faktor penghambat peran orang tua petani dalam menunjang keberhasilan pendidikan anak. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, subyek dalam penelitian adalah orang tua yang berprofesi sebagai Pengumpulan data menggunakan, observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan proses analisis data yang digunakan adalah redupsi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan kurangnya peran orang tua yakni. orang tua sebagai pendidik, orang tua sebagai motivator, dan orang tua sebagai fasilitator. Sedangkan faktor penghambat peran orang tua petani dalam menunjang keberhasilan pendidikan anak yakni. rendahnya pendidikan orang tua, faktor ekonomi orang tua, dan lingkungan pergaulan anak. Kata Kunci: Peran Orang tua. Petani. Pendidikan ABSTRACT This research aims to determine the role of farmer parents in supporting the success of children's education in Mataru Barat Village. Mataru District. Alor Regency. And, to find out the factors inhibiting the role of farmer parents in supporting the success of their children's education. This research uses qualitative research, the subjects in the research are parents who work as farmers. Data collection uses observation, interviews, and documentation. Meanwhile, the data analysis process used is data reduction, data presentation and conclusions. The results of this study show the lack of parental roles, namely, parents as educators, parents as motivators, and parents as facilitators. Meanwhile, the factors inhibiting the role of farmer parents in supporting the success of children's education are low parental education, parents' economic factors, and children's social environment. Keywords: Parents. Farmers. Education PENDAHULUAN Hasil studi di desa mataru memeperlihatkan bahwa orang tua yang berkerja sebagai petani memiliki kesibukan yang sangat menyita waktunya. Hal ini dapat dilihat bahwa mereka bekerja dari pagi sampai sore hari guna memenuhi kebutuhan ekonomi maupun biaya pendidikan Hal ini meyebabkan kurangnya peran orang tua pada proses pendidikan anak (Djehalut et al. , 2022. Julyyanti et al. , 2022. Mandut et al. , 2021. Maswi et al. , 2022. Syahrul. Zahrawati, et al. , 2023. Syahrul et al. , 2020. Syahrul. Yusuf, et al. , 2023. Zahrawati et al. , 2. Orang tua tidak tahu menahu tentang perkembangan pendidikan anaknya. Mereka cenderung membebankan pendidikan anaknya pada sekolah. Oleh karena itu, kurangnya kesadaran orang tua terhadap pentingnya pendidikan anak dapat disebabkan oleh banyak hal, diantaranya karena rendahnya pendidikan orang tua tersebut. Padahal orang tua adalah salah satu faktor penting E-ISSN: 3026-6416 Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. yang mempengaruhi keberhasilan pendidikan anak. Sehingga orang tua pasti mempunyai keinginan dan tujuan bagi masa depannya anaknya. Dalam hal ini orang tua harus berperan serta untuk mencapai tujuan tersebut (Ahmad, 2022. Greenwood, 2013. Lea. Thompson, et al. Lea. Wegner, et al. , 2011. Sari Inda Momay & Tukang, 2023. Suparman, 2021. Tafui, 2. Kesibukan orang tua dalam mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya akan mengurangi perannya dalam proses pendidikan anak. Dalam hal ini orang tua rela melakukan pekerjaan apapun salah satunya adalah dengan menjadi seorang petani. Hal ini dapat dilihat bahwa mereka bekerja dari pagi sampai malam guna memenuhi kebutuhan ekonomi maupun biaya pendidikan anaknya (Hadiutomo, 2. Dapat dilihat dari rata-rata pendidikan terakhir anak-anak di Desa Mataru Barat Kecamatan Mataru Kabupaten Alor bahwa, sebagian besar anak-anak petani hanya mengenyam pendidikan formal sampai Sekolah Menengah Pertama (SMP), bahkan ada juga yang hanya Sekolah Dasar (SD). Padahal dengan seiring berkembangnya zaman, kebutuhan pendidikansangat di perlukan. Sehingga dapat dikatakan bahwa seorang anak tidak boleh terlepas dari pendidikan baik formal maupun non formal, baik dari keluarga, sekolah, maupun masyarakat (Bisik, 2022. Maguire et al. , 2015. Parr & Bonitz. Rahmawati & Imrayani, 2. Dengan melihat permasalahan di atas maka perlu adanya peran orang tua dalam menunjang keberhasilan pendidikan anak. Karena orang tua merupakan pendidik pertama dan utama dalam keluarga maka, orang tua harus meberikan perhatian dan memberikan motivasi agar anaknya dapat mengikuti pendidikan dengan baik. Karena pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara, sekolah, orang tua dan masyarakat. Orang tua adalah lembaga yang pertama dan utama. Cara bagaimana orang tua mendidik anak-anaknya adalah mempunyai pengaruh yang besar terhadap pendidikan anaknya. Karena, semakin tinggi tingkat peran orang tua maka semakin tinggi motivasinya untuk menyekolahkan anak-anaknya dengan harapan kelak memiliki kehidupan yang lebih baik dari sekarang. Untuk mencapai keinginan tersebut, orang tua perluh lebih bekerja lagi untuk menunjang pendidikan anak. Khususnya untuk membiayai pendidikan anaknya. Namun kenyataanya peran orang tua petani masih rendah terhadap pendidikan anak. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui lebih mendalam tentang peran orang tua petani dan faktor yang penghambat peran orang tua petani dalam menunjang keberhasilan pendidikan anak di Desa Mataru Barat Kecamatan Mataru Kabupaten Alor. METODE Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dalam penelitian kualitatif merupakan instrument penelitian dan hasil penulisannya berupa kata-kata atau pernyataan yang sesuai PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. dengan keadaan sebenarnya (Sugiyono, 2. Loaksi penelitian ini Di Desa Mataru Barat Kecamatan Mataru Kabupaten Alor. Subjek penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu pemilihan subjek penelitian menggunakan kriteria dan pertimbangan Maka yang akan dijadikan sebagai informan atau subjek dari penelitian ini adalah orang tua ayah/ibu yang berprofesi sebagai petani. Teknik pengumpulan data adalah peneliti melakukan observasi secara langsung terhadap orang tua petani. dan wawancara kepada informan, dalam hal ini wawancara kepadaorang tua petani. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Peran Orang Tua Petani Dalam Menunjang Keberhasilan Pendidikan Anak Keterlibatan orang tua adalah hal yang paling penting. Mengajar dan memberi contoh kepada anak untuk membantu orang tuadi rumah dan anak mengembangkan gaya pengajaran yang efektif. Oleh karena itu, keluarga terutama ayah dan ibu harus memperhatikan pembagian peran sesuai posisi yang ada. Anak-anak yang ikut membantu orang tua mencari nafkah dalam usia dini adalah hal yang biasa, mereka beralaskan bahwa penghasilan orang tuanya tidak mencukupi untuk membiayai pendidikan mereka. Dalam satu keluarga kehadiran anak menjadi sesuatu yang tidak ternilai harganya, dengan demikian anak membuthkan cinta kasih dari orang tua, memerlukan lingkungan yang sehat untuk tumbuh berkembang. Kelangsungan hidup seorang anak, perlindungan dan pengembangan dirinya merupakan hak seorang anak dalam keluarga, dan menjadi kewajiban tanggung jawab ayah dan ibu sebagai orang tua. Peran Orang Tua Sebagai Pendidik sanagat penting sebab pendidikan anak adalah tanggung jawab orang tua. Peran orang tua dalam mendidik anak sangatlah penting, karena anak memperoleh kesinambungan nilai-nilai kebaikan yang diajarkan di sekolah melalui orang tua. Sebagaimana ungkapan dari informan Tabita Atamani dalam menjalankan perannya sebagai pendidik menuturkan sebagai berikut: Saya sebagai orang tua tentu punya tanggung jawab penuh terhadap anak-anak. Di dalam rumah tangga, saya selalu mengajarkan anak saya untuk selalu berperilaku baik kepada siapapun, menghargai dan menjungjung tinggi nilai pancasila dan nilai agama. (Wawancara, 1 Juni 2. Hasil wawancara di atas dapat menunjukan belum maksimalnya peran orang tua petani dalam menunjang keberhasdilan pendidikan anak dengan cara orang tua Ibu Tabita Alomau selalu mengajarkan anak-anak untuk berperilaku baik kepada siapa saja, menghargai sesama dan menjujung tinggi nilai pancasila dan nilai agama. Namun ada juga oarang tua yang tidak PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. setuju dengan pendidikan karena mereka merasa bahwa sekolah hanya membuang waktu saja. Seperti orang tua Ibu Esnawati yang mengatakan bahwa ia hanya sebatas tamatan sekolah dasar/SD, sehingga ia tidak paham tentang peran-peran penting dalam menunjang pendidkan anak dan menurut Ibu, pendidikan tidak terlalu penting dan hanyalah menghabiskan uang saja Pola pergaulan dan bagaimana norma dalam menempatkan diri terhadap lingkungan yang lebih luas ditetapkan dan diarahkan oleh keluarga. Pendidikan merupakan tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksud pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Dengan adanya pendidikan ini bisah menumbuh kembangkan pola pikir dan juga karakter anak, sebagai orang tua kami bangga karena dengan melalui pendidikan anak saya bisa membaca, menghitung dan juga Hasil wawancara dari informan Bapak Yohanis Alomau dalam mendidik anak yaitu sebagai berikut: Walaupun pekerjaan saya hanya sebagai seorang petani vanili, namun saya akan tetap menyekolahkan anak saya hingga menjadi orng yang sukses, karena saya tidak mau anak saya seperti orang tuanya untuk bertani, namun bisa punya pekerjaan tetap di kemudian hari dan punya penghasilan tetap sehingga bisa membantu keluarga dan membangun rumah tangganya nanti dengan baik. (Wawancara, 3 juni 2. Hasil wawancara tersebut masih ada orang tua yang kurang peduli dengan pendidikan anak, karena mereka merasa bahwa percuma saja menyekolahkan anak namun ujung-ujungnya jadi pengagguran, akan tetapi adapula orang tua yang sangat peduli dengan pendidikan anak, karena mereka menyatakan bahwa pendidikan adalah salah satu senjata bagi anak untuk mengahadapi dunia globalisasi saat ini harus bisa membaca, menulis dan berhitung sehingga tidak gampang di tipu oleh siapapun. orang tua merupakan pendidik utama bagi anak, sehingga orang tua perluh menanamkan pendidikan krakter dan kedisiplinan kepada anak. Sebab orang tua petani ini merupakan orang yang bisa mengarahkan dan membimbing anaknya agar bisa tetap maju selain dari diri anak itu sendiri, untuk itu orang tua dituntut dapat memberikan dukungan moral dan dukungan lainnya, karena pada hakekatnya orang tua merupakan faktor pendukung untuk mewujutkan tujuan yang ingin dicapai bersama, serta memberikan persepsi kepada anggota keluarga yang lain karena dukungan dari orang tua akan memudahkan anak dalam mencapi pendidikan setinggi-tingginya agar tercapai kehidupan yang lebih baik lagi. Peran orang tua Petani Sebagai Motivator sangat penting bagi anak karena motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak melakukan sesuatu, dengan PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. demikian motivasi sangat penting bagi kehidupan manusia, karena apa saja yang diperbuat manusia baik yang penting atau tidak penting, berbahaya atau tidak berbahaya selalu membuthkan motivasi. peran orang tua sangat penting dalam membina,memotivasi anak sehingga menjadi sukses. Motivasi tersebut berasal dari diri anak . dan motivasi dari luar . kurangnya peran orang tua di Desa Mataru Barat dalam memotivasi pendidikan anak. Dimana orang tua tidak tau dengan cara apa harus mendukung keberhasilan pendidikan anak karena orang tua sangta sibuk dengan pekerjaan sehingga tidak ada waktu untuk mengawasi anak, momotivasi anak, sehingga orang tua memberi kebebasan kepada anak memilih pilihannya sendiri. Kurangnya dukungan orang tua dalam menunjang keberhasilan pendidikan anak. Orang tua tidak sadar akan pentingnya motivasi untuk menunjang pendidikan Tidak ada keberhasilan tanpa keterlibatan orang tua, karena keluarga adalah kunci keberhasilan masa depan anak. anak berhasil dan tidaknya ada di tangan orang tua. Namun orang tua petani di Desa Mataru Barat sangat memprioritaskan pekerjaan dibandingkan pendidikan anak. Hasil wawancara menytakan bahwa: Untuk mendukung pendidikan anak, saya kurang mendukung penuh. Karena kesibukan saya dalam bekerja di kebun dan juga menurus ternak-ternak, jadi saya tidak bisa mengawasi anak saya dan juga waktu saya terbatas dalam membinbing dan memotivasi anak saya. Semuah terserah anak saya saja, karena ia yang jalanin. Paling saya hanya bisah memenuhi kewajiban saya unruk membayar uang sekolahnya saja. (Wawancara, 4 Juni 2. Hasil penelitian di atas menunjukan bahwa, peran orang tua dalam menunjang keberhasilan pendidikan anak, dengan cara memberikan perhatian dengan mengginakan komunikasi yang baik karena komunikasi yang baik dapat menimbulkan hubungan keakrapan antara orang tua dan anak dalam menunjang keberhasilan pendidikan anak. Selain itu juga orang tua memberikan sarana pendidikan anak yang dimana, sarana itu menjadi penunjang pendidikan Sejalan sengan penelitian Siswanto, hal yang paling utama adalah peran orang tua bagi anak-anaknya dalam membangkitkan motivasi berprestasi baik dari bidang akademik maupun di bidang non akademik sebab orang tua yang baik harus membangkitkan motivasi atau dorongan berprestasi pada anak-anaknya dalam menunjang keberhasilan pendidikan anak. Selain itu peran orang tua Peran orang tua petani sebagai Fasilitator dapat menunjang keberhasilan pendidikan anak. Fasilitas yang diberikan orang tua berupa sandang, pangan dan Aktfnya orang tua terhadap pendidikan anak akan dapat menunjang keberhasilan anak dengan segala fasilitas yang diberikan orang tua kepada anak-anak, terutama anak-anak di Desa PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Mataru Barat Kecamatan Mataru Kabupaten Alor. Hasil wawancara dari informan Esnawati Agalakari dalam wawancaranya mengatakan sebagai berikut: Saya tidak bisa memenuhi semuah fasilitas sekolah, karena kebutuhan untuk makan minum dan pakai kami sehari-haripun belum terpenuhi semuah, jadi saya hanya bisa memberikan anak saya perhatian dslam kebutuhan makan,minum dan pakai saja. (Wawancara, 2 Juni 2. Berdasarkan hasil wawancara di atas, dapat diperkuat oleh observasi dan dokumentasi peneliti bahwa benar, orang tua Ibu Amelia Moikari telah memberikan fsilitas pendidikan anak berupa buku tulis, tas, seragam sekolah, dan juga sebuah HP kepada anaknya untuk menunjang Hasil analisis di atas sejalan dengan peneitian Fitriani bahwa anak yang sedang belajar hhrus terpenuhi kebutuhan pokonya, juga membutuhkan fasilitas belajar seperti runag belajar, meja, kursi, peneranga, alat tulis menulis, buku dan lain sebagainya. Jadi orang tua berkewajiban memenuhi fasilitas belajar agar proses belajar berjalan dngan lancer. Faktor yang Menghambat Orang Tua dalam Menunjang Pendidikan Anak Dalam keluarga, cenderung timbul berbagai masalah berkaitan dengan pembiayaan kebutuhan hidup, sehingga anak sering dilibatkan untuk membantu memenuhuhi kebutuhan ekonomi keluarganya. Terbebanya masalah ekonomi memicu anak tidak termotivasi untuk mengikuti kegiatan belajar bahkan kesulitan mengatur waktu untuk belajar dan ke sekolah, maka orang tua juga harus berperan dalam pendidikan anak. Factor yang menghambat peran orang tua petani dalam menunjang keberhasilan anak adalah factor pendidikan orang tua sebab memberikan dampak terhadap keberhasiilan anak. Adapun tingkat pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan berstruktur dan berjenjang dengan priode tertentu serta memilki program dan dan tujuan yang disesuaikan dengan jenjang yang diikuti dalam mendidik. Orang tua bertanggung jawab atas keberhasilan anak-anaknya. karena tanggung jawab tidaklah terbatas dalam memberi makan, minum, pakai dan perlindungan saja, akan tetapi ia juga terikat dalam tugas mengembangkan pikiran dan melatih anak-anak secara fisik, spirit, moral dan sosial. Adapun hasil wawancara sebagai berikut. Sesuai hasil wawancara dari orang tua Ibu Esnawati Bahwa pendidikan saya sebatas SD jadi saya tidak terlalu mengerti pentingnya pendidikan. Peran apa yang saya harus lakukan sehingga menunjang keberhasilan anak saya (Wawancara, 2 Juni 2. Berdasarkan hasil wawancara di atas, dapat menunjukan bahwa pendidikan orang tua dapat menghambat peran orang tua dalam menunjang keberhasilan pendidikan anak. Dimana orang tua kurang mendapatkan pendidikan yang berjenjang sehingga menghambat orang tua dalam menjalankan peranny, karena orang tua tidak paham akan apak peran yang layak dan apa gunanya peran orang PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. tua dalam sebuah keluarga. Petani digolongkan sebagai masyarakat miskin karena pendapatan yang sangat minim, sehingga orang tua dengan sibuknya dalam bekerja, harus mengabaikan perannya sebagai penunjang keberhasiilan anak. Disamping tu juga, anak tidak bisa bersekolah karena minimnya pendapatan orang tua. sehungga faktor ekonomi juga sangat menghambat orang tua dalam menunjang keberhasilan pendidikan anak. Dimana kebutuhan hidup menuntut orang tua yang berprofesi sebagai petani harus terus bekerja untuk bisa memenuhi kebutuhan sandang, pangan dan papan. Berdasarakan Hasil wawancara bersama orang tua Informan Tabita Atamani adalah sebagai berikut: Dalam menunjang pendidikan anak, ekonomi menjadi faktor penghambat kami terutama dalam memfasilitasi pendidikan anak. Apalagi pendidikan sekarang itu mahal. Anak saya itu punya niat dan cita-cita tinggi namun ada biaya penunjang dan pekerjaan yang menghambat kami orang tua. (Wawancara, 1 Juni 2. Berdasarakan hasil wawancara di atas dengan orang tua petani mengatakan bahwa pendidikan itu mahal, membutuhkan biaya yang cukup banyak. Apalagi hanya seorang petani yang harus memenuhi baya hidup sehari-hari juga. Anak Dari Ibua Tabita memunyai cita-cita yang sangat tinggi, namun biaya penunjang dari orang tua dapat menghambat orang tua. samping itu ada orang tua yang tidak menganggap pendidikan itu penting dan tidak memberikan kesempatan kepada anaknya untuk menuntut ilmu atau sekolah karena mereka merasa bahwa sekolah hanya membuang waktu, maka mereka lebih memilih untuk bekerja. Lingkungan pergaulan merupakan salah satu faktor yang dapat menghambat peran orang tua dalam menunjang keberhasilan pendidikan anak. Anak yang tidak mau melanjutkan pendidikan akan mempengaruhi anak-anak yang sementara bersekolah dan mempengaruhi anakanak. Sehingga faktor lingkungan ini dapat menghambat orang tua dalam pendidkan anak. Ketika anak sudah terpengaru dari teman-teman yang tidak bersekolah, maka minat dan kemauan dari anak tersebut hilang. Sehinnga apapun dorongan dan motivasi dari orang tua, tidak akan dhiraukan oleh anak tersebut. Karena pergaulan yang buruk sulit untuk dikendalikan Sesuai hasil wawancara dari informan bapak Yohanis Alomau orang tua petani yang menyatakan Lingkungan sangat mempengaruhi bagi anak dalam pendidikinya akan tetapi selain faktor tersebut faktor keinginan anak sangat mempengaruhi dalam pendidikannya. Terkadang keinginan orang tua tidak sesuai dengan keinginan anak, orang tua ingin agar anak meneruskan pendidikannya sampai mempunyai pengetahuan yang luas dan menjadi orang yang pintar sehingga menjadi berguna di masyarakat akan tetapi dari anak sendiri yang tidak mempunyai keinginan dalam meneruskan pendidikannya. awancara, 4 Juni 2. PROSIDING ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN Tantangan. Peluang Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5. Berdasarkan hasil wawancara di atas menunjukan bahwa lingkungan merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi pendidikan anak karena dari lingkungan anak akan bergaul dengan orang-orang yang mempunyai berbagai macam karakter atau sifat. Dalam konteks pendidik, lingkungan masyarakat merupakan lembaga pendidikan selain keluarga dan sekolah yang akan membentuk kebiasaan, pengetahuan, minat dan sikap, kesusilaan, kemasyarakatan, dan keagamaan anak. Di masyarakatlah anak melakukan pergaulan yang berlangsung secara informal baik dari para tokoh masyarakat, pejabat atau penguasa, para pemimpin agama, dan sebagaianya Pergaulan sehari-hari antara anak dengan anak lainnya dalam masyarakat juga ada yang setara dan ada yang lebih dewasa dibidang tertentu. Teguran anak yang lebih dewasa, terhadap anak yang nakal, yang jorok, yang melakukan perbuatanperbuatan berbahaya, dan sebagainya. Sesama kawan berkumpul untuk bercerita, bermain dengan disiplin, tukar menukat pengalaman, dan kandungan gejala pendidikan. Pendidikan disini diartikan sebagai segala usaha orang dewasa dalam pergaulannya dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmaniah dan rohaninya kearah kedewasaan. SIMPULAN Peran orang tua petani dalam menunjang keberhasilan pendidikan anak di Desa Mataru Barat Kecamatan Mataru Kabupaten Alor masih sangat rendah yaitu: Pertama: Peran sebagai pendidik seperti orang tua mendidik karakter anak, melatih dan mendampinggi anak belajar, serta mendidik moral anak. Kedua: Peran sebagai motivator yakni orang tua menjadi motivasi bagi anak dalam upaya menunjang keberhasilan pendidikan anak dengan cara member dorongan, pengertian dan pemahaman tentang pendidikan kepada anak. Ketiga: Peran sebagai fasilitator, yakni orang tua memberikan fasilitas pendidikan kepada anak untuk menunjang pendidikan anak yakni seragam sekolah, buku tulis, sepatu, tas. HP. Leptop serta tempat belajar kepada anak. Dari peran orang tua petani di atas, belum terlaksana karena orang tua di Desa Mataru Baranggapan bahwa pendidkan tidak terlalu penting penting dan hanya bisa menghabiskan baiaya dan waktu saja. DAFTAR PUSTAKA