Konsep Defamiliarisasi Karakter Serta Komposisi Tanda Dalam Konstruksi Pertunjukan Ubrug Zanuar Eko Rahayu SMKN 1 Pandeglang Jalan Raya Labuan Km 05. Kaduhejo. Pandeglang. Banten bukanzanuareko@gmail. ABSTRACT Innovation is a stragy taken to modernize Ubrug. The model of innovation which is conducted is collaboration with other art disciplines. The purpose of writing this article is to describe the elements of innovation in the Ubrug show and to analyze the engineering results of the show. Innovation is carried out by applying techniques of character defamiliarization and sign composition in performances and work analysis by using the basic theory of De Witt H ParkerAos aesthetic form. The technique used in writing this article is to conduct a literature review of articles related to Ubrug and apply the aesthetic concept of performing arts to Ubrug performances. Meanwhile the method of collecting data is done through interview and appreciation to Ubrug performances. The innovation elements presented are well described so that they can perform in harmony. It results in an innovative Ubrug performance showing the success of the engineering of performing arts. Keywords: Ubrug. Innovation. Novelty. Collaboration ABSTRAK Inovasi adalah sebuah langkah strategis yang dilakukan untuk memodernkan Ubrug. Model inovasi yang dilakukan adalah berkolaborasi dengan disiplin ilmu seni lain. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah mendeskripsikan elemen-elemen inovasi dalam pertunjukan Ubrug, dan menganalisis hasil perekayasaan pertunjukan Ubrug. Inovasi dilakukan dengan menerapkan teknik defamiliarisasi karakter serta komposisi tanda dalam pertunjukan dan analisis karya dilakukan menggunakan teori asas ciri bentuk estetik De Witt H parker. Teknik yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah dengan melakukan kajian pustaka terhadap artikel atau jurnal yang berkaitan dengan Ubrug serta menerapkan konsep estetika seni pertunjukan terhadap pertunjukan Ubrug. Sementara metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan apresiasi pertunjukan Ubrug. Elemen inovasi yang disajikan terdeskripsikan dengan sangat baik sehingga elemen-elemen tersebut tersaji dengan harmoni, menghasilkan sebuah pertunjukan Ubrug yang inovatif sebagai hasil dari perekayasaan seni pertunjukan. Kata kunci: Ubrug. Inovasi. Kebaruan. Kolaborasi PENDAHULUAN Latar Belakang kebutuhan pementasan lainnya yang seabrug (Nanda Ghaida, dkk, 2021: . Seiring berjalannya waktu, pementasan tersebut dinamai dengan istilah Ubrug. Pertunjukan teater tradisional berupa pagelaran lakon yang diramu dengan musik sebagai iringan, nyanyian, dan tarian dengan pembawaan secara komedi. Ubrug merupakan seni pertunjukan yang Ubrug adalah teater tradisional khas Banten. Secara etimologi Ubrug berasal dari kata AobrugAo yang menurut pelaku seni Ubrug, dahulu pementasan Ubrug dilakukan secara keliling dengan membawa seluruh alat musik, tata perabot, busana bahkan Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 7 No. 1 Juni 2022 kaya akan disiplin ilmu seni, berupa musik gamelan atau dalam beberapa kelompok Ubrug menghadirkan atau menambahkan pongdut . aipong dangdu. di dalam pertunjukannya berupa tari jaipong. Seiring dengan perkembangan zaman terdapat pula kelompok Ubrug yang menggunakan tarian rampak bedug dalam pertunjukannya. Artikel online terbitan RRI Banten, ditulis oleh Fahriansyah, pada 29 Oktober 2021, yang berjudul Modifikasi dan Modernisasi. Langkah Strategis Lestarikan Ubrug, secara garis besar membahas tentang Ubrug hari ini yang hampir punah. AoAongahirupkeun sirung tinu tunggul, artinya kita mengira itu sudah punah tapi tunggulnya masih Artikel tersebut menyimpulkan beberapa faktor yang menyebabkan Ubrug hampir punah di antaranya: persoalan durasi pertunjukan, konten pertunjukan hingga persoalan bahasa yang digunakan dalam pertunjukannya. Ubrug dihadapkan pada suatu masa dimana masyarakatnya menuntut hal yang praktis. Perkembangan zaman serta teknologi membuat Ubrug harus mengalah pada model kesenian hiburan yang praktis. Disisi lain ini adalah sebuah perubahan yang harus diterima oleh masyarakatnya, sedangkan disisi lain menyebabkan pudarnya nilai-nilai budaya dalam pertunjukan Ubrug. Masalah lain yang dianalisis berdasarkan hasil wawancara dengan berbagai narasumber di antaranya Giri Mustika Roekmana dan Taufik Pria Pamungkas, terdapat dalam bentuk tabel sebagai berikut: Tabel 1. Analisis Masalah serta Solusi MASALAH SOLUSI Perkembangan zaman serta Menggunakan teknologi khususnya media sebagai sarana penayangan pertunjukan. Penonton yang kurang mengapresiasi dengan baik ketika sebuah seni pertunjukan diangkat kedalam media Hadirnya penata gambar dalam pertunjukan mampu menguatkan laku dramatik cerita, agar penonton dapat mengapresiasi pertunjukan dengan menggunakan keterlibatan mental . mpati, simpat. , keterlibatan artistik dan estetik. Bentuk tarian yang asing bagi penonton millenial. Menyajikan sebuah tarian kontemporer yang berakar pada idiom ketradisian, serta disesuaikan dengan Bentuk musik yang tidak easy listening bagi generasi millenial. Menyajikan musik yang sederhana dan mudah diingat baik itu berupa musik pengiring tarian, ambience ataupun theme song. Disesuaikan dengan kebutuhan Penataan rias serta busana yang Mengkonsep rias serta busana untuk pemusik tidak harmoni dengan cerita serta penari yang konteks dengan cerita yang akan yang dibawakan. dimainkan, agar terjadi harmoni serta keutuhan dari seluruh unsur pendukung pertunjukan dan tidak berdiri sendiri. Cerita yang memberikan porsi komedi terlalu besar sehingga premis dari lakon dianggap sebagai guyonan. Mengedepankan premis dari cerita yang dibawakan dengan menghadirkan struktur dramatik pertunjukan yang konvensional, agar tersampaikan premis kepada penonton. Guyonan atau lawakan dalam pertunjukan menjadi pemanis yang diolah dengan baik agar tidak menjadi sebuah pertunjukan Rahayu: Konsep Defamiliarisasi Karakter serta Komposisi Tanda dalam Konstruksi Pertunjukan Ubrug Di era perkembangan zaman, para seniman melakukan inovasi pada seni tradisional, agar seni tersebut bisa dinikmati sebagai sebuah tontonan dengan kebaruan didalamnya. Akibat kemajuan zaman terjadi kemajuan teknologi yang melahirkan modernitas. Kesenian tradisi harus merespon fenomena tersebut sebagai proses yang berupaya untuk memoderenkan seni tradisi itu sendiri guna melestarikan serta membuatnya tidak merasa asing dengan zamannya. Kolaborasi adalah model inovasi yang lahir dari kreativitas para pelakunya, membuka kemungkinan kesenian Ubrug menemukan kebaruan. Sebuah kebaruan yang pada mulanya berelaborasi, serta berkolaborasi dengan cabang seni lain, dan berkembang menjadi gaya dan bentuk baru dengan tetap memperhatikan estetika pada seni pertunjukan. Jurnal yang ditulis Pratama . berjudul Rekonstruksi Wayang Nganjor dalam Pertunjukan Ubrug Sentra Agata, membahas tentang bentuk baru pertunjukan wayang yang mengadopsi pertunjukan Ubrug serta seni rampak bedug. Kesimpulan yang di dapat dalam jurnal tersebut adalah sebuah bentuk dan gaya baru pertunjukan wayang yang diberi nama wayang nganjor. Contoh jurnal lainnya yang berjudul Implementasi Model Pembelajaran Seni Terpadu untuk Meningkatkan Apresiasi dan Kreativitas Seni Budaya Tradisional Daerah Banten AuTeater Rakyat UbrugAy yang ditulis oleh Fujiawati, dkk . Subjek kajian jurnal ini membahas Ubrug sebagai metode pembelajaran guna meningkatkan minat belajar siswa. Kesimpulan yang didapatkan adalah pembelajaran seni dapat meningkatkan apresiasi dan kreativitas seni budaya dengan memperkenalkan Ubrug di SMA 8 Kota Serang. Fujiawati. Dkk, menyoroti sisi apresiasi dan kreativitas melalui Ubrug, dan Tirta Nugraha Pratama menyoroti bentuk pertunjukan wayang Artikel berjudul Eksistensi Kesenian Ubrug Dalam Menghadapi Tantangan di Zaman Milenial (Suatu Tinjauan Historis di Kabupaten Seran. yang diterbitkan oleh Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sejarah serta ditulis oleh Shavab pada 2018, menuliskan tentang Ubrug yang mengalami pasang surut, faktor yang menghambat hal tersebut terdiri dari faktor unternal dan Akibat pesatnya arus globalisasi di masyarkat menyebabkan Ubrug harus menyesuaikan dengan perkembangan seni modern. Artikel lainnya ditulis oleh Mia, dkk, terbitan Jurnal Fokus Konseling pada tahun 2021 berjudul Pengembangan Panduan Pelaksanaan Sosiodrama Ubrug untuk meningkatkan Komunikasi Interpersonal, seni Ubrug dapat membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal melalui latihan-latihan dan jurnal siswa atau tugas yang terdapat pada buku panduan untuk sosiodrama Ubrug. Roekmana pada 2019 menulis sebuah artikel yang berjudul Proses Penciptaan Teater Dalam Monolog Naskah AuBerusaha Melawan LupaAy karya Acep Zam Zam Noor Pada Festival Lanjong Art Festival (LAF) Kutai Kartanegara Kalimantan Timur, terbitan Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni. Beliau menuliskan bahwa pementasan monolog dengan menggunakan pendekatan seni Ubrug membuat pertunjukan memiliki ciri khas permainan yang lebih fleksibel dan merakyat. Kesemua artikel tersebut memiliki objek kajian yang serupa yakni Ubrug namun, fokus kajian berbeda. Kajian dalam artikel ini berfokus pada perekayasaan seni pertunjukan Ubrug. Berkolaborasi dengan naskah lakon bergenre tragedi, struktur Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 7 No. 1 Juni 2022 Bagan 1. Elemen Inovasi Dalam Pertunjukan Ubrug Kolaboratif Ubrug kolaboratif. Wawancara dilakukan kepada dua narasumber utama yakni. Parwa Rahayu sebagai akademisi seni serta seniman Ubrug di Pandeglang dan Tirta Nugraha Pratama sebagai akademisi seni yang melakukan rekonstruksi pada pertunjukan wayang dengan mengadopsi pertunjukan Ubrug dan seni rampak Wawancara dilakukan guna menemukan sebuah gagasan berpikir tentang Ubrug sebagai seni tradisional yang harus berkembang dengan cara melakukan proses kolaborasi. Melalui kolaborasi dengan cabang seni lain, diharapkan Ubrug berkembang ke dalam gaya dan bentuk baru dengan memperhatikan konsep estetika seni Dalam konsep estetika seni pertunjukan terdapat konstruksi yang perlu diperhatikan. Benny Yohanes . 5: . , menuliskan ada beberapa komposisi tanda dalam konstruksi seni pertunjukan di antaranya: tanda verbal, tanda aural, tanda pictorial, dan tanda Dengan menerapkan komposisi tanda-tanda tersebut ke dalam penataan artistik pertunjukan Ubrug, diharapkan dramatik aristotelian, dan penataan artistik sebagai komposisi tanda dalam konstruksi seni pertunjukan merupakan elemen inovasi yang diterapkan. Teknik defamilirisasi karakter serta penerapan komposisi tanda dijadikan landasan teori yang digunakan. Defamilarisasi karakter digunakan dalam konsep pembuatan naskah lakon sedangkan komposisi tanda diterapkan kedalam bentuk artistik pertunjukan yang terdiri dari tanda visual, tanda aural, tanda pictorial serta tanda verbal. Sedangkan analisis karya seni menggunakan teori 6 asas ciri bentuk estetis De Witt H. Parker. Metodologi Metode yang dilakukan adalah dengan metode kualitatif. Melakukan kajian terhadap masalah dan solusi yang ditemukan, proses wawancara terhadap pelaku Ubrug dan penerapan konsep estetika seni pertunjukan diantaranya: konsep defamiliarisasi karakter terhadap naskah lakon, menerapkan komposisi tanda dalam konstruksi pertunjukan, serta melakukan analisis berdasarkan ciri bentuk estetik dalam pertunjukan Rahayu: Konsep Defamiliarisasi Karakter serta Komposisi Tanda dalam Konstruksi Pertunjukan Ubrug mampu melengkapi dan memberikan kesan pertunjukan tradisional yang Ini adalah sebuah mode yakni suatu cara mengekspresikan dan mengkomunikasikan pesan, gagasan, ajaran, keyakinan, pandangan serta perasaan perancang tata panggung berdasarkan pada tuntutan naskah lakon (Antono. Penerapan dalam konstruksi seni pertunjukan, menjadi konsep yang digunakan untuk melengkapi estetika pertunjukan secara Kehadirannya dalam pertunjukan diharapkan mampu menyatu dengan cerita yang dimainkan, serta memperhatikan elemen-elemen inovasi yang hadir dengan tidak melepaskan diri terhadap struktur pertunjukan Ubrug. Menggunakan naskah lakon dengan menerapkan teknik defamiliarisasi yang dikembangkan oleh Benny Yohanes . Dalam konteks penulisan teks drama, estetika difference ini dapat diterapkan melalui tiga jenis teknik defamiliarisasi, yaitu defamiliarisasi karakter, defamiliarisasi semiotik, dan defamiliarisasi epistemik (Yohannes, 2016: . Metode lain yang digunakan untuk menganilisis hasil dari proses kreatif tersebut adalah dengan menggunakan teori bentuk estetik De Witt Henry Parker dalam Surajiyo . Ada 6 . asas sebagai ciri bentuk estetik, yaitu asas keutuhan (The Principle of Organic Unit. , asas tema (The Principle of Them. , asas variasi tematik (The principle of Thematic Variatio. , asas keseimbangan (The Principle of Balanc. , asas perkembangan (The Principle of Evolutio. , asas tata jenjang (The Principle of Hierarch. Melakukan perekayasaan seni pertunjukan dengan menerapkan teori-teori teater modern ke dalam pertunjukan teater tradisional, diharapkan mampu memberikan kesan pertunjukan seni tradisional yang modern. Hal ini dilakukan untuk menarik minat penonton untuk menyaksikan sebuah pertunjukan yang merupakan warisan budaya tak benda berasal dari Banten. HASIL DAN PEMBAHASAN Inovasi Ubrug Ubrug memiliki struktur pertunjukan, tatalu, lalaguan, tataluan singkat, nandong, bodoran dan lakon . , soder, gending penutup (Mahdiduri, & Ahyadi : 2010 : 6. Tatalu. dalam istilah Sunda merupakan musik pembuka. Pada setiap pementasan Ubrug, hal pertama yang dilakukan dalam pertunjukan adalah lagu-lagu jaipongan, ketuk tilu, dan patingtung . endang penca. Tatalu ini bertujuan untuk mengundang para penonton sebelum cerita dimulai. Lalaguan. merupakan istilah dalam bahasa Sunda yang mengandung arti daftar lagu yang dibawakan. Pada saat lalaguan, para pemain musik dan sinden menyanyikan lagu-lagu sunda yang diiringi oleh gamelan. Irama yang dimainkan adalah lagu-lagu jaipong. Lagu yang dinyanyikan sesuai dengan alur cerita pertunjukan. Lalaguan ditampilkan di antara pergantian adegan ataupun pergantian pemain. Tatalu singkat. sebagai jembatan menuju bagian nandung. Nandong atau Nandung. lagu/kawih berisi sisindiran yang merupakan pengantar kepada lawakan. Nandong ini dibarengi sebuah tarian yang dilakukan penari atau ronggeng, sambil menari mengikuti irama jaipong. Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 7 No. 1 Juni 2022 Bodoran atau lawakan. tokoh yang membuat penonton tertawa dengan lawakan melalui dialog serta gestur sebagai jembatan menuju lakon yang akan dimainkan. pertunjukan Ubrug melalui pertunjukan Carita. merupakan bagian dimana aktor memainkan perannya masing-masing di hadapan penonton dengan karakter masing-masing. Biasanya para pemain akan melakukan musyawarah terlebih dahulu terkait cerita yang akan dipentaskan dan terjadi di belakang panggung. Cerita yang biasanya diangkat adalah isu-isu sosial yang sedang hangat terjadi di masyarakat tersebut. bedug, dan wayang golek. Berikutnya. Soder. dalam pementasan Ubrug ini dimanfaatkan untuk menarik saweran dari penonton yang hendak ikut menari bersama penari lainnya. bergenre tragedi dengan gaya pembawaan Ubrug untuk mengembangkan Ubrug agar tetap diakui keberadaannya oleh Pemda serta Naskah yang digunakan pada pertunjukan Ubrug kolaboratif adalah naskah secara komedi. Konsep ini dipilih agar pertunjukan yang hadir bisa lebih dekat dengan penonton. Naskah ini mengalami hingga pengadegan, sehingga naskah yang hadir tidak berupa naskah penuh dialog melainkan berupa kerangka cerita yang bertujuan agar terjadi komunikasi antara pemain musik dengan para aktor bahkan penonton yang membuat pertunjukan ini tidak kaku. Seni pertunjukan memiliki komponenkomponen tuk berkolaborasi dengan berbagai macam visualisasi dalam pertunjukan. Hal itu disiplin ilmu seni lainnya, tanpa menghi- dikenal sebagai unsur pendukung dalam langkan esensi dari Ubrug itu sendiri se- seni pertunjukan. Elam dan Kozwan dalam bagai sebuah teater tradisional. Yohannes . 5 : . meyakini bahwa segala Parwa Rahayu . , mengatakan sesuatu yang hadir diatas panggung sebagai bahwa Ubrug di zaman kasunanan Banten tanda atau segala sesuatu yang ada dalam presentasi teatrikal adalah manifestasi tentang kisah-kisah kepahlawanan namun. Tanda-tanda tersebut hadir ke dalam berkembang di zaman kolonial meng- bentuk artistik dalam pertunjukan Ubrug gunakan naskah lakon yang berkisah kolaboratif ini, dari mulai riasan, busana, tentang kehidupan masyarakat sekitar. peranti tangan, perabot, dan penataan Tirta Nugraha Pratama . , seorang Semua itu berelaborasi dalam satu akademisi seni, menjelaskan bahwa ia pertunjukan baru. Hal tersebut dilakukan seni pertunjukan tradisi yang terbuka un- wayang golek, serta direalisasikan ke dalam berikan makna bahwa Ubrug merupakan Wayang dengan mengadopsi seni rampak bedug dan merupakan sebuah kata sifat yang mem- pertunjukan Ubrug kolaboratif, kolaboratif dan struktur pertunjukan Ubrug, rampak Pertunjukan Ubrug yang digelar adalah sebuah perumusan ulang bentuk, gaya. Gending penutup. merupakan musik penutup pertunjukan Ubrug yang menandakan pertunjukan telah berakhir. keutuhan pertunjukan Ubrug kolaboratif. Rahayu: Konsep Defamiliarisasi Karakter serta Komposisi Tanda dalam Konstruksi Pertunjukan Ubrug Penataan dalam pertunjukan Ubrug biasanya penataan yang sederhana dan Menghadirkan dua buah kursi di arena bermain menjadi ciri pertunjukan Ubrug. Rias serta busana pun hanya sebuah identitas tokoh dalam pertunjukan Ubrug, seperti tokoh komedi menggunakan riasan karakter tebal dengan warna yang Busana untuk tokoh komedi pun biasanya menggunakan warna-warna yang mencolok agar terlihat lucu. Pada pertunjukan Ubrug kolaboratif ini secara artistik menerapkan konsep komposisi tanda dalam konstruksi pertunjukan. Komposisi tanda yang hadir dalam pertunjukan Ubrug kolaboratif ini menggunakan pendekatan Tadeusz Kozwan dalam Yohannes . 5: . antara lain: tanda verbal, tanda aural, tanda pictorial, serta tanda visual. Komposisi ini digunakan untuk memberikan harmonisitas dalam pertunjukan Ubrug kolaboratif. Komposisi musik yang biasa tersaji dalam pertunjukan Ubrug klasik adalah musik ketuk tilu dengan jaipong sebagai tarian yang lazim digunakan. Dengan memperhatikan musik yang kekinian serta easy listening, maka dalam pertunjukan Ubrug kolaboratif ini komposisi musik mengalami inovasi. Inovasi yang dilakukan adalah penggunaan gamelan salendro ditambah dengan alat musik gitar dan bass. Bentuk tarian mengikuti konsep musik yang hadir, sehingga tarian yang tersaji adalah tarian kontemporer dengan tetap berakar pada ketradisian. Keseluruhan elemen inovasi tersebut mampu membentuk Ubrug dengan gaya dan bentuk baru. Disamping itu juga media penayangan menjadi hal yang perlu diperhatikan dengan sangat baik, masyarakat di era saat ini lebih tertarik kepada sebuah sajian yang singkat dan praktis. Platform digital menjadi media penayangan Ubrug kolaboratif ini, karena penonton bisa menyaksikan pertunjukan ini kapan pun dimana pun serta saat apapun. Sedangkan untuk menikmati pertunjukan Ubrug kolaboratif dengan nyaman, pertunjukan dibagi menjadi tiga episode penayangan dengan masing-masing durasi tiap episode sangat singkat. Hal ini dilakukan untuk membuat penonton tidak merasa jenuh. Sebuah pertunjukan seni tradisional dalam kemasan modern, dengan tujuan selain sebagai pengembangan juga mampu menarik minat masyarakat untuk tetap bisa menonton Ubrug sebagai warisan budaya tak benda masyarakat Banten. Naskah Lakon Persoalan cerita pada era saat ini menjadi hal yang perlu diperhatikan, cerita serta penokohan yang dekat dengan masyarakat bahkan isu yang familiar menjadi faktor yang harus di analisis. Bertujuan agar pertunjukan yang tersaji bisa familiar dengan Ubrug kolaboratif ini menggunakan naskah bergenre tragedi dibawakan secara komedi namun, bukan sebuah naskah parodi. Naskah ini di pilih untuk memberikan efek kontemplatif kepada penonton serta menggambarkan bahwa realita yang kita lihat selama ini hanyalah sebuah teks dan manusia saat ini mulai kehilangan konteksnya dalam berkemanusiaan dan Naskah karya Zer berjudul AuHomo Homini Lupus atawa SangkundangAy adalah naskah yang dibawakan dalam pertunjukan Ubrug kolaboratif ini. Bercerita tentang tokoh ibu yang mencari anak-anaknya bernama Malin dan Sangkuriang, kedua tokoh ini adalah tokoh yang memiliki kesamaan dari segi konflik yakni konflik dengan sosok ibu. Diceritakan dalam cerita rakyat Sumatera Barat. Malin Kundang adalah Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 7 No. 1 Juni 2022 tokoh yang pergi merantau meninggalkan ibunya seorang diri. Setelah sukses dan menikah dengan anak dari saudagar kaya raya. Malin Kundang lupa kepada ibunya dan tidak lagi menganggapnya sebagai ibu Malin Kundang dikutuk menjadi batu karena durhaka terhadap ibunya. kendala yang dihadapi. Akhirnya Malin Sangkuriang merupakan cerita rakyat keserakahannya sebagai manusia. Sangku dari Jawa Barat. Sebuah cerita tentang ingin menguasai bisnis yang dikelola oleh Dicerita- Malin seorang diri. Di akhir cerita tokoh kan Sangkuriang membunuh Tumang Malin kembali dikutuk oleh Sangku yang ayah kandungnya sendiri sehingga mem- tergila-gila untuk menjadi kaya raya seperti buat Dayang Sumbi marah dan mengu- Malin. Tangkuban Perahu. mengatur strategi untuk menghasut Sangku dengan kekayaan dan kejayaan, yang akan diberikan oleh Malin sebagai hadiah agar ikut dalam bisnisnya melakukan Sangku setuju untuk bergabung, namun karena sir Sangkuriang. Singkat cerita beberapa Defamiliarisasi karakter adalah konsep tahun berlalu. Sangkuriang yang sudah yang digunakan kepada Tokoh Malin beranjak dewasa ingin menikahi seorang dan Sangku. Keduanya merupakan tokoh wanita cantik bernama Dayang Sumbi na- yang dikenal masyarakat dalam cerita mun, dengan sebuah syarat. Membuat se- Namun dalam naskah ini kedua buah perahu dalam satu malam adalah tokoh tersebut berada dalam satu ruang syarat agar bisa menikah dengan Dayang dan waktu, walaupun persoalan yang Sumbi yang merupakan ibu kandungnya disajikan bukanlah persoalan kesejarahan Hal tersebut pun gagal dilakukan mereka melainkan sesuatu yang lain oleh Sangkuriang dan membuat Sangkuri- yakni pembalakan hutan. Defamiliarisasi ang marah serta menendang perahu terse- karakter melibatkan opini subjektif dan but hingga membentuk sebuah gunung di interes personal seorang penulis. Opini Jawa Barat. dan interes berkaitan dengan visi seniman. Keserupaan konflik dengan tokoh ibu sampai sejauh mana dia akan men- dijadikan konflik dalam pertunjukan Ubrug dinamisasi cerita, sesuai dengan tujuan Tokoh ibu dalam naskah ini bukanlah kritisnya, untuk menyingkapkan substansi tokoh ibu kandung Malin dan Sangku, alternatif dari suatu identitas karakter yang melainkan sebagai simbolisasi dari bumi sudah mapan (Yohanes, 2016: . atau kebudayaan bahkan hingga sejarah. Sebuah naskah tragedi yang meng- Dengan menempatkan karakter-karakter analogikan hasrat serta emosi manusia. secara lintas sejarah, maka akan terbuka Naskah tragedi adalah cerita dengan tokoh dinamisasi ke arah cerita: yaitu sebuah utama dalam cerita harus berakhir dengan cerita yang berkelindan antara irisan fakta Hal yang sangat diperhatikan dan fiksi (Yohanes, 2016: . dalam menggunakan naskah bergenre Cerita dalam pertunjukan Ubrug ini tragedi ini adalah kesesuaian konflik, berawal ketika Malin yang merupakan pengadegan serta isu yang diangkat dibuat seorang pebisnis menemukan kendala ke- menjadi sangat ringan agar mudah dicerna tika akan melebarkan usahanya. Kehadiran oleh penonton ketika menyaksikannya Sangku yang menolak untuk ikut bergabung Malin secara digital. Rahayu: Konsep Defamiliarisasi Karakter serta Komposisi Tanda dalam Konstruksi Pertunjukan Ubrug Tabel 2. Teknik Defamiliarisasi Karakter NAMA TOKOH FAMILIARISASI KARAKTER/ KONTEKS DEFAMILIARISASI KARAKTER/ KONTEKS Malin Kundang Tokoh dalam cerita rakyat Sumatera Barat yang dikutuk menjadi batu karena durhaka kepada Tokoh kaya raya pemilik bisnis gelap illegal logging. Sangkuriang Tokoh dalam legenda Tangkuban Parahu yang ingin mencintai ibunya Tokoh pergerakan pelestari lingkungan. merupakan spontanitas atau improvisasi para pemainnya. Ini dilakukan agar budaya pada teater tradisi yang selalu melakukan kompromi pada saat sebelum pentas tetap terjaga dan tidak hilang ataupun berubah menjadi teater modern yang kaku kepada teks yang hadir. Struktur Dramatik Barat Struktur dramatik sebetulnya merupakan bagian dari Ibu kandung/ibu Ibu yang mengandung Ibu dan kebudayaan. dan melahirkan. merupakan satu kesatuan peristiwa yang terdiri dari Naskah yang pada awalnya terdapat bagian-bagian yang memuat unsur-unsur dialog-dialog di dalamnya, direkonstrukplot. Rangkaian ini memiliki struktur dan si kedalam bentuk kerangka cerita. Artisaling berkesinambungan dari awal cerita nya naskah hanya berupa penggambaran sampai akhir. Fungsi dari struktur dramatik secara deskriptif tentang kejadian pada ini adalah sebagai perangkat untuk lebih tiap adegan, sehingga dialog yang hadir dapat mengungkapkan pikiran pengarang Tabel 3. Kerangka Cerita ADEGAN PENGADEGAN Adegan I Malin kundang masuk ke dalam arena bermain, masuk sambil menerima panggilan telepon dan membicarakan tentang bisnis. Tiba-tiba di telepon membicarakan tentang tokoh Sangkuriang sebagai kaum pergerakan yang menolak penggundulan hutan oleh Malin Kundang dan kroni-kroninya. Malin Kundang berusaha meyakinkan kroni-kroninya untuk percaya bahwa Malin Kundang punya siasat untuk berdialog dengan Sangkuriang. Adegan II Sangkuring masuk kedalam panggung sambil mengerahkan masa untuk menyuarakan pendapat terhadap penggundulan hutan oleh Malin Kundang dan kroni-kroninya. Adegan kontemplatif yang tidak terhubung dengan ruang dan waktu, adegan ibu Adegan i masuk kedalam panggung mencari-cari Malin kundang dan Sangkuriang. Adegan Malin dan Sangku bertemu dan mengobrol sambil membicarakan soal penggundulan hutan oleh Malin serta keuntungan yang akan didapatkan oleh Adegan IV Sangkuriang. Terjadi konflik karena Sangkuriang menolak rencana Malin kundang dan mengutuk Malin kundang menjadi batu. Adegan V Sangkuriang mengambil alih telepon genggam Malin dan menawarkan kepada kroni-kroni Malin untuk berhenti melakukan penggundulan hutan dan mengajak kroni-kroni Malin untuk mencari keuntungan yang lebih besar dengan menjajah bulan dan matahari. Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 7 No. 1 Juni 2022 Tabel 4. Struktur Dramatik Pertunjukan Ubrug Kolaboratif STRUKTUR PERTUNJU KAN UBRUG KLASIK TATALU & SAMYONG DRAMATIK PERTUNJUKAN STRUKTUR DRAMATIK ARISTOTELIAN Musik eksploratif . angkong reang, batu dan kirincinga. merupakan satu kesatuan, bukan sebagai struktur yang berdiri sendiri. Setiap struktur dalam pertunjukan Ubrug berkesinambungan satu sama lain menciptakan keutuhan secara estetik pertunjukan. Komposisi Tanda dalam Konstruksi Seni Pertunjukan Penataan artistik dalam Gamelan slendro mengiring senandung pertunjukan Ubrug menjelma yang lantunkan oleh kedalam bentuk tanda. Kejuru kawih: hadiran tanda-tanda tersebut Ngaji Diri Nyebat terdiri dari tanda visual berupa Asmaning Hyang Widhi penataan perabot, peranti EKSPOSISI NANDONG Nyipta manusa nu tangan yang digunakan oleh (LALAGUAN purwa nu pungkasna aktor serta rias dan busana. YANG Gamelan BERISIFAT Penataan musik tergolong mengiringi tarian RITUAL/ kedalam tanda aural serta kontemporer yang TARIAN) penataan cahaya tergolong dibawakan 6 orang kedalam tanda pictorial. Tanda verbal terdapat pada kata atau Narasi pembuka dialog yang diucapkan oleh para aktor untuk menyampaikan pesan dari cerita yang Sedangkan untuk Adegan I KOMPLIKASI tanda fisikal tidak diterapkan Adegan II dalam pertunjukan Ubrug ini. CARITA Adegan i KLIIMAKS karena tanda fisikal menyoroti Adegan IV KONFLIK Adegan V RESOLUSI dan tubuh aktor. GENDING KESIMPULAN Tanda visual PENUTUP Fungsi dan makna tanda dan melibatkan pikiran serta perasaan visual . usana/perant. dalam penonton kedalam cerita. Teori dramatik pertunjukan teater akan menunjukan Aristotelian memiliki elemen-elemen pemdimensi-dimensi realitas yang dapat bentuk struktur yang terdiri dari eksposisi ditampilkan melalui sejumlah tanda ikonik . , komplikasi, klimaks, resodan tanda simbolik tertentu. alling actio. , dan kesimpulan Rias dan busana, busana menerap. Dalam kan konsep arkaik yang berarti busana Ubrug kolaboratif ini struktur dramatik dan peranti tidak digambarkan sebagai hadir menyelimuti seluruh struktur suatu penanda entitas sosial-psikologis pertunjukan Ubrug. Pertunjukan tersaji dari karakter, melainkan diarahkan untuk dari mulai tatalu hingga gending penutup menimbulkan citra-citra arkaik dari perila87 Rahayu: Konsep Defamiliarisasi Karakter serta Komposisi Tanda dalam Konstruksi Pertunjukan Ubrug ku manusia. Hal itu dilakukan dengan melakukan culture blending pada busana penari dan pemusik, yakni memadupadankan busana harian dengan busana tradisional. Budaya dalam hal ini adalah berupa busana harian yang budaya tradisional. Konsep Gambar 2. busana ini diterapkan kepada Busana Malin . , para penari dan pemain Ibu . , dan Sangku (Kana. Konsep ini juga (Dokumentasi: Pribadi. November 2. diterapkan pada busana ibu Peranti atau lebih dikenal dengan dengan metode berbeda, pada kostum ibu hand property. Menerapkan konsep asosiatif menggunakan percampuran budaya barat yang berarti peranti bukan semata-mata dan timur ditandai dengan penggunaan benda fungsional, tetapi lebih digunakan bawahan berbahan jeans dengan atasan untuk menimbulkan efek asosiatif, yang berupa kebaya. Hal tersebut merupakan ditonjolkan bukan presisi fungsi melainkan simbolisasi dari percampuran budaya saat kemajemukan asosiasinya. Peranti yang Sedangkan untuk tokoh Malin dan digunakan oleh Malin merupakan sebuah Sangku menerapkan konsep simplifikasi cermin yang secara asosiatif memiliki fungsi yakni penyederhanaan warna pada kostum lain yakni sebagai telepon genggam dan sebagai simbolisasi nilai antara sisi hitam juga sebagai sebuah cermin supranatural dan sisi putih. yang bisa melihat sesuatu hal yang ghaib. Tabel 5. Tanda visual pada rias dan busana dalam pertunjukan Ubrug kolaboratif TOKOH KONSEP TANDA VISUAL MAKNA ARKAIK/SIMPLIFIKASI Ibu Arkaik Busana dengan konsep culture blending antara budaya barat dan timur, yang menggambarkan perilaku manusia yang mengalami akulturasi secara budaya. Malin Simplifikasi Warna busana Malin yang serba gelap sebagai penggambaran sisi hitam Sangku Simplifikasi Warna kostum Sangku yang serba putih sebagai penggambaran sisi putih Penari Pemusik Arkaik Arkaik Busana dengan konsep culture blending antara busana harian dengan busana tradisional sebagai tanda perilaku manusia yang mengalami masa transisi antara kedaerahan dengan kemodernan Busana harian yang hadir bukan menggambarkan identitas melainkan gambaran prilaku manusia yang Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 7 No. 1 Juni 2022 dunia sehari-hari. Dunia itu bersumber dari kerusakan dan kerapuhan serta kepalsuan Lantai pertunjukan yang dibalut dengan kertas semen serta level trap, alat musik serta alat pemukul gamelan yang dibalut dengan kertas koran menggambar suatu realitas masyarakat yang snobis. Dalam hal ini kehadiran balutan tersebut dikaitkan dengan konteks naskah lakon yang dibawakan. Tabel 6. Tanda visual pada peranti dalam pertunjukan Ubrug kolaboratif PERANTI KONSEP TANDA VISUAL MAKNA ASOSIATIF Cermin Asosiatif Benda ajaib yang bisa melihat hal-hal Asosiatif Benda ajaib yang bisa membuat orang menjadi batu. Asosiatif Alat musik yang sebagai tangisan seorang ibu yang mencari anaknya (Malin dan Sangk. Senter Bangkong Batu Asosiatif Tabel 7. Tanda visual pada perabot dalam pertunjukan Ubrug kolaboratif PERABOT Bunyi yang dihasilkan sebagai dua idealisme yang berbeda yakni idealisme Malin dan Sangku. KONSEP TANDA VISUAL MAKNA Lantai Menggambarkan keadaan dunia yang kacau akibat Level trap adanya hoax Realitas permainan di dalam berita serta sebagai simbolisasi dari kepalsuan sosial Alat musik Perabot atau lebih dikenal dengan dekorasi panggung. Pertunjukan Ubrug kolaboratif ini menyajikan sebuah konsep yang dinamakan realitas permainan, yakni seluruh perabot pertunjukan yang ditandai dengan balutan atau tempelan kertas koran, atau terbuat dari material berbahan koran dan kardus, misalnya secara semiotis dapat menggambarkan keadaan kebanalan Tanda Aural Fungsi tanda aural . usik, bunyi, suar. dalam konstruksi pertunjukan teater adalah mengolah dan memberi efek pada penyajian material visualisasi yang mengacu pada konvensi penyajian khusus yaitu untuk menciptakan intensitas Mengolah intensitas ruang terdiri dari alienasi, aksentuasi, kontestasi, kontemplasi, disharmoni, multiplikasi, amplifikasi, directive, generative, polyphonic aurality, generating sounds, geographical quality, emotical space, cross fertilization, asosiasi, linkage, monotoni, logos pertunjukan, kontemplasi, penebalan suasana, dan Gambar 3. Tanda visual panggung berbalut kertas semen dan alat musik berbalut kertas koran (Dokumentasi: Pribadi. November 2. Rahayu: Konsep Defamiliarisasi Karakter serta Komposisi Tanda dalam Konstruksi Pertunjukan Ubrug Tabel 7. Konsep tanda aural dalam pertunjukan Ubrug kolaboratif KATEGORI TANDA AURAL CONTOH DALAM PERTUNJUKAN UBRUG KOLABORATIF PENGERTIAN Penebal Suasana Efek-efek bunyi dan campurannya untuk merespon suasana konfliktual atau fisik yang kuat, untuk menebalkan efek Menambahkan efek-efek audio berupa teriakan, rintihan serta sorak sorai para pemain untuk merespon adegan atau laku aktor. Generative Musik menghidupkan dunia imajinatif penonton, mendorong kesadaran performatif aktor untuk menubuhkan isyarat-isyarat auditif tersebut, untuk mengkondisikan pertunjukan senantiasa berada dalam keriuhan yang magnetis. Musik berupa instrumen yang hadir dalam adegan guna merespon laku aktor serta pengiring adegan koor. Directive Fungsi musik menjadi pengaruh tindakan . ction motiv. , pembentuk suasana . , penguat intensitas dramatik . dan kode peralihan adegan . Musik menjadi pengarah-aural . ural directo. dari pertunjukan. Musik ketika peralihan adegan serta musik pembuka adegan yang berupa batu-batu yang digunakan oleh aktor sehingga menghasilkan efek bunyibunyian. Aksentuasi Bukan mengiringi suasana, tetapi memberi isyarat isyarat bunyi yang tidak langsung mengacu pada kondisi-kondisi realistik dari peristiwa atau pengalaman. Musik pengiring adegan Sangku yang merupakan musik pengiring adegan jajawaraan atau penak silat. Kontemplasi Menumbuhkan atmosfir spiritual melalui Musik yang mengiringi eksplisit bunyi dan suara. kehadiran tokoh ibu dengan menggunakan musik mirip Geographical Quality Menggunakan asumsi bahwa bunyi dan suara mencerminkan budaya. Dalam konteks ini, komposisi musik yang digunakan dalam. memertimbangkan pemilihan ciri-ciri bebunyian yang akrab dengan telinga penonton setempat, sehingga makna auditifnya dapat dipahami menurut kesadaran geografis penonton. Penggunaan alat musik gamelan Sunda sebagai identitas Asosiasi Kaitan yang menghubungkan satu atau lebih motif bunyi dengan suasana emosional tertentu. Suara dari bangkong reang yang mengasosiasikan suara tangisan seorang ibu yang mencari anaknya (Malin dan Sangk. Interjeksi Efek bunyi tertentu digunakan sebagai semacam tanda seru bagi pernyataanpernyataan penting dalam sebuah Efek bunyi seperti simpal. kentongan, perkusi logam, yang dipukul secara repetitif, juga berfungsi untuk menghadirkan energi dari tindakantindakan konflik antar karakter. Dalam beberapa adegan dihadirkan untuk memberikan aksen pada adegan-adegan serta dialog penting, seperti suara gong yang dibunyikan. Konsep penataan suara, bunyi-bunyian yang bersifat ambience hadir sebagai penebal suasana, serta penanda kehadiran para Tokoh Sangku yang hadir dengan diiringi alunan musik pencak silat selain sebagai penebal suasana adegan jajawaraan, juga berupa directive serta generative. Sedangkan untuk tokoh ibu, bunyi yang Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 7 No. 1 Juni 2022 Gambar 5 Pembagian ruang sejarah dan ruang hari ini menggunakan penataan cahaya Dokumentasi Pribadi (November 2. Gambar 4. Proses perekaman audio Dokumentasi Pribadi (November 2. shadowing, symbolizing, contrasting, blurring, focusing, multi-focus effect, perform-lighting, theatricalizing, mobile illumination, extreme focusing, simultaneous picturization, multi framing, general specific illumination, manual moving illumination, rhythmical space. Tanda Verbal Fungsi tanda verbal . ata/dialo. dalam konstruksi seni pertunjukan adalah untuk mewadahi dan mengekspresikan meliputi tema, thought, message yang hendak disampaikan. Ekspresi epistemic ini meliputi dialog, solilokui, poetical, bersifat kontemplatif hadir mengiringi kedatangannya di atas panggung untuk menumbuhkan atmosfir yang ritus dalam hal ini musik Tarawangsa dijadikan sebagai ambience yang digunakan. Tanda Pictorial Fungsi tanda pictorial . ata cahay. dalam konstruksi pertunjukan teater adalah menggali kreativitas dramatisasi yang dipakai untuk penciptaan ruang virtual Kemungkinan kreativitas untuk penciptaan ruang virtual pertunjukan meliputi illuminating, colouring, distanting. Tabel 8. Tanda pictorial dalam pertunjukan Ubrug kolaboratif TANDA PICTORIAL PENGERTIAN PENGADEGAN Illuminating Teknik panggung tertentu, yang secara penggambaran suatu adegan. Ruang panggung terbagi menjadi dua yakni ruang sejarah dan ruang hari ini. Ruang sejarah terdapat di belakang panggung serta ruang hari ini adalah ruang arena bermain aktor. Coloring Pemilihan warna cahaya primer . erah, hijau, bir. , yang strategi variasinya menghasilkan suasana, intensitas serta makna dramatik yang berbeda-beda. Penggunaan warna biru untuk backlight guna memberikan efek dramatis pada awal adegan serta perpindahan adegan Distancing Penggunaan cahaya dari arah . acklight frontligh. untuk membedakan ruang secara kategoris . uang real dan imajine. Adegan awal ketika Malin dengan para koor mengikuti adegan tersebut seakan-akan Malin panggilan dengan mereka. Rahayu: Konsep Defamiliarisasi Karakter serta Komposisi Tanda dalam Konstruksi Pertunjukan Ubrug dari pertunjukan teater tradisi dimana para aktor menentukan lakon serta pembahasan dalam lakon secara dadakan dibelakang Konsep parole urban digunakan dalam pertunjukan ini, parole urban merupakan warna dialek daerah, dalam hal ini menggunakan dialek khas Pandeglang yang merupakan bahasa Sunda namun tidak mengenal Gambar 6. kasar halus seperti bahasa Proses Latihan Ubrug Kolaboratif Sunda Priangan. Solilokui Dokumentasi Pribadi (November 2. adalah cara mengutarakan indexical, emotional clue, symbolic voices, masalah yang dipahami epistemic frame, logika subversive, parole dari sudut pandang personal, sebagai urban, serta diksi tontonan. Konsep secara cara untuk mengkonsentrasikan dan kenaskahan dialog yang hadir merupakan menajamkan tema melalui tokoh tunggal. dialog improvisasi yang didasarkan pada Hal tersebut terdapat pada adegan ibu sebab akibat dari motif masing-masing ketika mencari kedua anaknya. Pada proses kreatifnya aktor Berdasarkan data yang tersaji dari diperintahkan untuk memahami alur cerita setiap sub bab pembahasan, disimpulkan yang akan dibangun serta dramatik yang dalam bentuk tabel yang merangkum akan dicapai, sehingga masing-masing elemen tersebut. Keseluruhan elemen aktor bersama lawan mainnya mampu inovasi berupa kerangka cerita, adegan berdiskusi guna menemukan kesepakatan dalam naskah serta struktur dramatik yang Alasan metode ini digunakan adalah digunakan di masukkan kedalam tabel karena metode inilah yang menjadi dasar yang berisi struktur pertunjukan Ubrug. Tabel 9. Struktur pertunjukan STRUKTUR PERTUNJUKAN UBRUG STRUKTUR DRAMATIK ARISTOTELIAN STRUKTUR PERTUNJUKAN UBRUG KOLABORATIF Musik eksploratif . angkong reang, batu dan TATALU & SAMYONG Gamelan salendro mengiring senandung yang lantunkan oleh juru kawih: NANDONG (LALAGUAN YANG BERISIFAT RITUAL/ TARIAN) EKSPOSISI Ngaji Diri Nyebat Asmaning Hyang Widhi Nyipta manusa nu purwa nu pungkasna Gamelan slendro mengiringi tarian kontemporer yang dbawakan 6 orang penari Narasi pembuka pengantar pertunjukan Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 7 No. 1 Juni 2022 Adegan I KOMPLIKASI Malin kundang masuk ke dalam arena bermain, masuk sambil menerima panggilan telepon dan membicarakan tentang bisnis. Tiba-tiba di telepon membicarakan tentang tokoh Sangkuriang sebagai kaum pergerakan yang menolak penggundulan hutan oleh Malin Kundang dan kroni-kroninya. Malin Kundang berusaha meyakinkan kroni-kroninya untuk percaya bahwa Malin Kundang punya siasat untuk berdialog dengan Sangkuriang Adegan II Sangkuring masuk kedalam panggung sambil mengerahkan masa untuk menyuarakan pendapat terhadap penggundulan hutan oleh Malin Kundang dan kroni-kroninya. CARITA Adegan i KLIIMAKS Adegan kontemplatif yang tidak terhubung dengan ruang dan waktu, adegan ibu masuk kedalam panggung mencari-cari Malin kundang dan Sangkuriang Adegan IV KONFLIK Adegan Malin dan Sangku bertemu dan mengobrol sambil membicarakan soal penggundulan hutan oleh Malin serta keuntungan yang akan didapatkan oleh Sangkuriang. Terjadi konflik karena Sangkuriang menolak rencana Malin kundang dan mengutuk Malin kundang menjadi batu Adegan V GENDING PENUTUP RESOLUSI dan KESIMPULAN Sangkuriang mengambil alih telepon genggam Malin dan menawarkan kepada kroni-kroni Malin untuk berhenti melakukan penggundulan hutan dan mengajak kroni-kroni Malin untuk mencari keuntungan yang lebih besar dengan menjajah bulan dan matahari Analisis karya Naskah lakon bergenre tragedi serta konsep penataan artistik merupakan pecahan-pecahan yang harus disambungkan oleh seniman agar menjadi satu kesatuan yang utuh dan tersaji ke dalam bentuk estetik yang memiliki nilai di dalamnya. Perekayasaan pertunjukan Ubrug melalui model inovasi yang dilakukan juga sangat memperhatikan 6 . asas sebagai ciri bentuk estetik seperti teori De Witt H. Parker dalam Surajiyo . Penjabarannya adalah sebagai berikut. Asas keutuhan (The Principle of Organic Unit. Merupakan kehadiran unsur yang saling memerlukan menanggapi, melengkapi, dan saling memperkuat unsur Unsur cerita tragedi hasil dari defamiliarisasi karakter, serta konsep penataan perabot dan peranti tangan dalam tanda visual, adalah unsur-unsur yang Rahayu: Konsep Defamiliarisasi Karakter serta Komposisi Tanda dalam Konstruksi Pertunjukan Ubrug kesemuanya itu saling berkaitan satu sama lain serta saling mengisi. Bukan lagi sebuah tempelan yang hadir guna memenuhi permintaan zaman. Busana penari serta pemusik hadir sesuai kebutuhan lakon yang dimainkan, dalam hal ini mengalami culture blending antara busana tradisional dengan busana harian yang akhirnya menemukan meaning bahwa para penari koor dalam pertunjukan kolaboratif ini. Penataan cahaya serta komposisi musik yang dihadirkan menambah efek dramatik setiap adegan tersebut. Seluruh pecahan kolaborasi dalam pertunjukan Ubrug ini hadir saling melengkapi menjadi sebuah sajian yang utuh. Asas tema (The Principle of Them. Sebuah prinsip yang terkait dengan karakter dominan dalam karya seni, menjadi visualisasi kunci yang memungkinkan kita memahami atau mengapresiasi karya seni tersebut. Pertunjukan Ubrug kolaboratif menampilkan tokoh ibu menjadi tokoh sentral yang kehadirannya memberikan dialog penting bagi para pemain dan para Karena secara cerita pembalakan liar yang dibahas adalah cerita variasi yang hadir, sedangkan premis sebenarnya adalah persoalan pemikiran manusia tentang yang hitam dan yang putih. Asas variasi tematik (The principle of Thematic Variatio. Variasi tema merupakan keserupaan maksimum dengan perbedaan yang Variasi diterapkan terutama untuk menampilkan sifat AobedaAo . istinct dari material atau unsur yang sumbernya Jika ditinjau menggunakan asas ini kita akan menemukan persoalan perspektif yang lain dalam cerita. Tokoh Malin dan Sangku dalam Ubrug kolaboratif bukanlah tokoh dalam cerita rakyat, melainkan tokoh yang memiliki keserupaan konflik yakni, dalam cerita rakyat kedua tokoh tersebut berkonflik dengan ibunya sendiri. Variasi tema yang lain adalah tentang Malin yang dikutuk oleh Sangku karena jika pada cerita rakyatnya tokoh Malin dikutuk oleh ibu kandungnya sendiri akibat Pengemasan cerita yang secara penokohan mudah dikenali karena mengambil nama tokoh dalam cerita rakyat namun diceritakan dengan cara berbeda yakni dengan mengangkat cerita tentang pembalakan hutan. Asas keseimbangan (The Principle of Balanc. Kesamaan dari elemen-elemen yang bertentangan atau bersifat kontras, namun melengkapi satu sama lain, sehingga tercipta keutuhan. Ada beberapa poin yang kontras antara Ubrug klasik dan Ubrug kolaboratif ini di antaranya: naskah lakon, busana serta riasan, struktur dramatik serta penataan artistik pertunjukan. Perekayasaan dilakukan terhadap halhal tersebut, menerapkan naskah lakon yang bukan bergenre komedi melainkan tragedi, menerapkan struktur dramatik aristotelian yang merupakan teori dramatik barat kedalam pertunjukan tradisional, serta mengkonsep artistik pertunjukan dengan menerapkan komposisi tanda. Hal tersebut akhirnya bisa diberlakukan secara seimbang yang menghasilkan bentukbentuk hasil inovasi. Asas perkembangan (The Principle of Evolutio. Dimaksudkan sebagai keutuhan dari suatu proses ketika bagian yang lebih awal menentukan bagian-bagian berikutnya dan secara bersama-sama menciptakan arti keseluruhan. Adegan awal yang mengisahkan seorang ibu yang mencari anaknya yakni Malin dan Sangkuriang memberikan perspektif tentang pertunjukan yang akan berlangsung. Sehingga pada Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 7 No. 1 Juni 2022 adegan-adegan selanjutnya adalah sebuah peristiwa yang mengisahkan sosok Malin dan Sangku yang berebut kekuasaan. Ketiga tokoh dalam cerita ini merupakan tokoh simbolis yang merepresentasikan hal baik dan buruk dalam diri manusia. Secara dramatik dijelaskan menjelang akhir pertunjukan oleh tokoh ibu tentang Malin dan Sangku. keduanya merupakan pikiran tentang baik dan buruk yang bersemayam dalam diri manusia. Semua itu tersaji secara utuh melalui kehadiran musik yang menandakan peralihan adegan serta pemberian efek dramatis di dalam pertunjukan ini. rekayasa budaya dalam seni pertunjukan Menjabarkan secara rinci elemen-elemen inovasi dalam pertunjukan Ubrug kolaboratif ini memberikan makna serta pemahaman baru tentang pertunjukan Ubrug yang kolaboratif dan adaptif. Komposisi tanda yang hadir dalam pertunjukan ini tidak lagi berperan sebagai pelengkap, melainkan hadir melengkapi pertunjukan Ubrug ini. Hal ini menciptakan keutuhan dalam seni pertunjukan karena hadir sesuai porsinya dan tidak berlebihan, sehingga menghasilkan pertunjukan Ubrug yang estetis secara artistik. Tanda visual, tanda verbal, tanda pictorial serta tanda aural hadir saling menguatkan. Sehingga menciptakan pertunjukan Ubrug yang Menurut ciri bentuk estetik, elemenelemen kolaborasi saling melengkapi, menanggapi serta memperkuat satu sama Asas-asas sebagai prasyarat ciri bentuk estetik sebuah pertunjukan terpenuhi, sehingga semua unsur dapat berpadu. Tema utama sebagai kiritk sosial, memberikan sebuah sudut pandang terhadap masalah yang terjadi di dalam lakon bahwa baik dan buruk hanya persoalan sudut pandang dan memberikan penyadaran bahwa hidup terus berputar seperti roda. Keseimbangan terpenuhi di mana tidak ada satu unsur yang lebih unggul. Asas perkembangan diwujudkan melalui interpretasi atas Hirarki tetap dipertahankan melalui penajaman cerita serta motif dari masingmasing tokoh. Perekayasaan melalui kolaborasi dapat dimaknai sebagai asas fungsi serta tampilan keseluruhan sebagai gaya pertunjukan. Perekayasaan melalui inovasi merupakan sebuah langkah strategis guna mengembangkan potensi seni Asas tata jenjang (The Principle of Hierarch. Unsur ini berfungsi untuk menajamkan tema secara tegas dan memiliki arti yang lebih daripada elemen-elemen Pesan yang ingin disampaikan dalam pertunjukan ini adalah persoalan Baik dan buruk adalah persoalan sudut pandang, hal itulah yang menjadi konflik dalam pertunjukan Ubrug Kehadiran artistik dalam bentuk tanda berperan sebagai pendukung alur dari cerita ini yang secara visual memberikan gambaran tentang realita yang terjadi dalam lakon. SIMPULAN Elemen-elemen inovasi yang hadir dalam pertunjukan Ubrug seperti naskah lakon bergenre tragedi, struktur dramatik Aristotelian, serta penerapan konsep artistik menggunakan komposisi tanda dalam pertunjukan, memberikan gaya serta bentuk baru dalam pertunjukan Ubrug. Keseluruhan elemen tersebut merupakan teori-teori teater modern yang diaplikasikan ke dalam pertunjukan seni Hal tersebut hadir sebagai inovasi yang mendukung terciptanya Rahayu: Konsep Defamiliarisasi Karakter serta Komposisi Tanda dalam Konstruksi Pertunjukan Ubrug Daftar Pustaka