BAKTI BANUA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 No. 2 November 2025 e-ISSN : 2722-3736 p-ISSN : 2722-7529 https://ejurnal. stimi-bjm. id/index. php/BBJM/ PERANCANGAN FASILITAS USAHA DAN PLATFORM DIGITAL BERKELANJUTAN BAGI UMKM LAMIN PAMUNG TAWAI Faizal Baharuddin1. Rina Masithoh Haryadi2*. Taghfirul Azima Yoga Siswa3 1,2Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda 3Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur *Email: masithoh. haryadi@gmail. ABSTRAK Pengabdian kepada masyarakat di UMKM Lamin Pamung Tawai. Desa Budaya Pampang. Samarinda, bertujuan meningkatkan kapasitas usaha melalui perancangan fasilitas usaha dan pengembangan platform digital untuk pemasaran produk kerajinan khas Dayak. Kegiatan ini dilaksanakan melalui observasi lapangan, perancangan kios dan meja jualan dengan sekat serta penutup, pelatihan digital marketing, dan pengembangan website id menjadi platform e-commerce. Indikator keberhasilan mencakup tersedianya fasilitas usaha yang nyaman dan aman, kemampuan anggota UMKM memanfaatkan platform digital untuk transaksi online, serta peningkatan transaksi. Hasil kegiatan menunjukkan tercapainya fasilitas usaha yang lebih layak, meningkatnya pemanfaatan digital marketing, dan adanya peningkatan transaksi online. Kegiatan ini memberikan dampak ekonomi, sosial, dan budaya yang positif serta membuka peluang pengembangan usaha yang berkelanjutan di masa depan. Kata kunci: Digital Marketing. UMKM. Fasilitas Usaha. E-commerce. Budaya Pampang DESIGN OF SUSTAINABLE BUSINESS FACILITIES AND DIGITAL PLATFORM FOR UMKM LAMIN PAMUNG TAWAI ABSTRACT Community service at UMKM Lamin Pamung Tawai. Pampang Cultural Village. Samarinda, aims to enhance business capacity through the design of business facilities and the development of a digital platform for marketing Dayak handicraft products. The activities were conducted through field observations, the design and construction of kiosks and sales tables with partitions and covers, digital marketing training, and the development of the website budayapampang. id into a fully functional e-commerce platform. Success indicators include the provision of safe and comfortable business facilities, the ability of UMKM members to utilize digital platforms for online transactions, and an increase in sales volume. The results indicate that the upgraded business facilities, improved digital marketing utilization, and increased online transactions were successfully achieved. This community service activity provides positive economic, social, and cultural impacts and creates opportunities for sustainable business development in the future. Keywords: Digital Marketing. MSMEs. Business Facilities. E-Commerce. Budaya Pampang PENDAHULUAN UMKM Lamin Pamung Tawai merupakan kelompok pengrajin dan penjual asesoris Dayak yang sebagian besar merupakan masyarakat Apokayan dan Dayak Kenyah bertempat tinggal di Desa Budaya Pampang kec. Samarinda Utara. Anggota UMKM Pamung Tawai ada 30 orang diketuai oleh ibu Nomi Ding. Pembina UMKM Pamung Tawai adalah lurah Desa Budaya Pampang. Ketua adat dan ketua kelompok sadar wisata Desa Budaya Pampang. Anggota UMKM memperoleh barang dagangan berasal dari pengrajin lain yang menitip barang danganya akan tetapi juga buatan mereka sendiri. Produk yang dihasilkan seperti manik manik hiasan topi, baju Dayak, gantungan kunci, kalung, dompet, tas, cincin, perisai dan Mandau. Ada beberapa orang juga membuka penyewaan baju Dayak. Setiap hari UMKM Pamung Tawai melakukan transaksi jual beli di depan Lamin Pamung Tawai yang digunakan sebagai gedung serba guna bagi masyarakat Dayak. Lamin Pawung Tawai adalah bangunan khas Dayak berbentuk rumah panggung dengan ornament ukiran Dayak. Lamin ini digunakan untuk melakukan kegiatan ritual, kematian, pernikahan, pesta rakyat dan kegiatan adat lainya. Di kemudian hari lamin Pamung Tawai berubah fungsi menjadi tempat pertunjukan seni tari tarian Dayak. Pertunjukan tarian diadakan setiap hari minggu jam 14. 00 sd 16. 00 wita. Berdasarkan data yang diperoleh dari ketua Page | 94 BAKTI BANUA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 No. 2 November 2025 e-ISSN : 2722-3736 p-ISSN : 2722-7529 https://ejurnal. stimi-bjm. id/index. php/BBJM/ Pokdarwis Bapak Yusak bahwa pada tahun 2024 jumlah kunjungan wisatawan yang melihat atraksi taritarian sebanyak 16. 990 orang, 150 orang adalah wisatawan mancanegara. (Haryadi et al. , 2. Jumlah tersebut sudah termasuk kunjungan wisatawan Pelas Tahun yang diadakan di depan Lamin Pamung Tawai pada bulan Juni. Pelas Tahun adalah rangkaian upacara ucap sukur atas keberhasilan panen ladang yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa. Pada tahun 2024 pelas tahun di kunjungi 3. 430 wisatawan Nusantara dan 28 orang wisatawan mancanegara. Berdasarkan data tersebut kita dapat melihat potensi besar pembeli produk yang dihasilkan UMKM karena Lamin Pamung Tawai juga menjadi destinasi utama Desa Wisata Samarinda. Gambar 1 Aneka Kerajinan Khas Dayak Produk UMKM Sumber : Data Diolah 2025 Namun demikian, kelompok UMKM ini menghadapi tiga persoalan mendasar: . ketiadaan fasilitas usaha yang memadai, . keterbatasan dalam pemanfaatan platform digital untuk pemasaran, dan . kurangnya manajemen ruang usaha yang baik. Saat ini, anggota UMKM hanya menggunakan meja seadanya tanpa penutup dan sekat antarpedagang. Kondisi ini menimbulkan risiko pencurian, kerusakan barang, serta konflik antar anggota. Selain itu, website budayapampang. id yang telah dikembangkan pada tahun sebelumnya masih bersifat informatif dan belum optimal digunakan sebagai platform jual beli. Gambar 2 Kondisi kios yang tidak ada sekat dan dinding penutup Sumber : Data diolah 2025 Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah pertama, mengatasi masalah produksi UMKM dengan mendesain, merancang fasilitas usaha meliputi penutup kios jualan dan meja Penutup kios jualan diharapkan dapat melindungi barang dagangan dari hujan. Rancangan meja jualan yang bisa digunakan sebagai tempat penyimpanan barang dagangan dan sekat antara penjual satu diharapkan dapat memberikan kenyamanan, mengurangi potensi pencurian dan potensi konflik antara penjual satu dan lain. Tujuan kedua adalah peningkatan kapasitas digitalisasi pemasaran dengan memfaatkan web yang sudah ada. Anggota UMKM diberikan pelatihan pemasaran digital termasuk pemanfaatan media social dan e-commerce dengan media website. Page | 95 BAKTI BANUA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 No. 2 November 2025 e-ISSN : 2722-3736 p-ISSN : 2722-7529 https://ejurnal. stimi-bjm. id/index. php/BBJM/ Penguatan UMKM berbasis budaya melalui pendekatan digital terbukti mampu mempercepat pemberdayaan ekonomi lokal, pelatihan digital marketing secara signifikan meningkatkan kapasitas bisnis perempuan desa dan memperluas pasar. (Yuliatiningtyas et al. , 2. Integrasi pemasaran digital digital dalam UMKM berbasis wisata memberikan dampak langsung terhadap peningkatan promosi dan pendapatan desa wisata (Shilfina & Ginting, n. ) . UMKM berbasis budaya lokal terbukti efektif menggunakan gabungan strategi pemasaran hibrida yang menggabungkan strategi pemsaran digital dan konvensional. (Haris, 2. Penerapan digital marketing juga memberikan dampak signifikan pada pertumbuhan UMKM khususnya sektor kreatif dan berbasis komunitas. (Jimynez-Garcya et al. , 2025. Tidak semua sistem pemasaran digital cocok diterapkan dalam UMKM. Kajian ini menemukan 17 faktor yang mempengaruhi efektifitas pemasaran digital antara lain adalah dukungan kepemimpinan, budaya organisasi dan infrastruktur teknologi. (Zamri et al. , 2. METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan partisipatif kolaboratif berbasis interdisipliner antara bidang arsitektur, manajemen, dan teknologi informasi. Metode ini dirancang untuk mencapai tujuan utama program, yaitu peningkatan kapasitas fisik dan digital UMKM Lamin Pamung Tawai di Desa Budaya Pampang secara berkelanjutan. Tahapan pelaksanaan Kegiatan dilaksanakan melalui lima tahapan utama: pertama. Observasi Lapangan dan Identifikasi Masalah. Tim melakukan survei lokasi dan wawancara dengan pengurus UMKM, tokoh adat, dan pengelola Pokdarwis untuk mengidentifikasi kebutuhan riil mitra terkait fasilitas usaha dan media pemasaran digital. Kedua Perancangan Fasilitas Usaha (Arsitektura. Tim arsitektur merancang fasilitas kios partisi, meja multifungsi, serta pintu penutup ruang kios. Rancangan menggunakan prinsip modular, hemat ruang, dan berbasis material lokal. Ketiga, pengembangan Platfotm digital. Tim informatika mengembangkan ulang situs id menjadi platform e-commerce berbasis WordPress dan WooCommerce. Dilengkapi fitur transaksi, katalog produk, dan halaman profil mitra. Keempat. Pelatihan dan Pendampingan. Pelatihan dilakukan secara langsung kepada 30 anggota UMKM mengenai penggunaan website sebagai platform commerce dan tata kelola etika penggunaan ruang bersama. Kelima. Monitoring dan Evaluasi. Evaluasi dilakukan pada minggu terakhir melalui observasi, wawancara, dan pengisian kuesioner terkait perubahan kapasitas mitra. Tabel 1 Metode Pelaksanan Pengabdian Permasalahan Masalah Produksi: Tidak ada dinding penutup tempat usaha. Tidak ruangan antara penjual satu dengan yang lain. Tidak ada ruangan barang dagangan Solusi Pengadaan rancangan tirai penutup tempat Pengadaan rancangan sekat . antar penjual diatas meja Penambahan penyimpanan . Metode Mengidentifikasi UMKM, tirai penutup, partisi antar penjual dan penyimpanan . dibawah meja jualan. Page | 96 BAKTI BANUA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 No. 2 November 2025 e-ISSN : 2722-3736 p-ISSN : 2722-7529 https://ejurnal. stimi-bjm. id/index. php/BBJM/ dibawah meja yang sudah tersedia Masalah pemasaran Solusi Anggota UMKM Pelatihan pemasaran memahami pemasaran medsos dan katalog secara online. Website yang tersedia Pengembangan saat ini terbatas hanya platform jual beli informasi kegiatan dan sebagai platform jual Pelatihan cara penggunaan buka tutup tirai penutup, dan dibawah meja tampa Penerapan desain tirai ringan yang dapat digulung, partisi meja dan pemasangan loker portabel dibawah meja yang dapat di kunci Mengevaluasi monitoring selama 1 sampai 2 minggu setelah pemasangan, dokumentasi sebelum anggota UMKM. Keberlanjutan aset, pembentukan tim perawatan aset. Mengadakan pertemuan sosialisasi awal menyampaikan pemasaran digital serta penggunaan internet. Pelatihan penggunaan medsos untuk promosi dan interaksi dengan produk dan membuat Pelatihan penggunaan web. Page | 97 BAKTI BANUA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 No. 2 November 2025 e-ISSN : 2722-3736 p-ISSN : 2722-7529 https://ejurnal. stimi-bjm. id/index. php/BBJM/ Masalah manajemen usaha : FGD antara anggota UMKM. Manajemen pengelolaan ruang tetua adat, ketua pokdarwis penyusunan ruangan, kode etik, tata tertib penggunaan ruang usaha. Optimalisasi website menjadi platform jual beli fitur katalog dan kontak penjual. Pendampingan penggunaan website oleh UMKM Evaluasi monitoring dengan uji coba pemesanan dari website . ser tes. dan Untuk keberlanjutan penggunaan web dan menunjuk salah satu UMKM pemasaran digital. Sosialisasi anggota UMKM, tetua adat, pokdarwis untuk Melakukan FGD tataletak pembagian sekat secara adil, kode penggunaan ruang Melakukan evaluasi setelah pemasangan. Keberlanjutan menunjuk tim kecil perubahan kebutuhan. Sumber : data diolah 2025 Page | 98 BAKTI BANUA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 No. 2 November 2025 e-ISSN : 2722-3736 p-ISSN : 2722-7529 https://ejurnal. stimi-bjm. id/index. php/BBJM/ Alat ukur dan indikator keberhasilan Keberhasilan kegiatan diukur dsecara kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan beberapa alat ukur yang dijelaskan dalam tabel dibawah Aspek Fisik Digital Peningkatan Kapasitas Mitra Sosial Budaya Ekonomi Tabel 1 Alat ukur keberhasilan program Indikator Tersedianya 8 unit fasilitas partisi dan penutup kios sesuai Platform id aktif sebagai media transaksi Kemampuan platform digital Adanya Peningkatan transaksi pesanan pascapelatihan Alat Ukur Dokumentasi, checklist, dan observasi lapangan Uji akses situs, jumlah produk terunggah, log aktivitas Pre-test dan post-test pelatihan Notulen forum musyawarah, hasil dokumentasi diskusi Wawancara transaksi selama 1 bulan pasca Sumber : data diolah 2025 Tingkat ketercapaian keberhasilan kegiatan pengabdian ini diukur melalui perubahan yang signifikan dalam tiga aspek utama: fisik, sosial budaya, dan ekonomi. Dari sisi fisik, keberhasilan dapat dilihat dari tersedianya fasilitas kios usaha yang layak dan sesuai dengan rancangan, serta penggunaan platform digital yang aktif untuk pemasaran produk UMKM. Anggota kelompok UMKM Pamung Tawai menginginkan penutup kios terbuat dari lembaran seng besi dibanding dengan kayu karena dianggap lebih kuat dan tahan lama. Perubahan sosial budaya tercermin dalam adanya sistem pengelolaan ruang usaha yang berbasis musyawarah dan kesepakatan komunitas, yang mengedepankan nilai-nilai kolektivitas dan gotong royong dalam pengelolaan usaha bersama. Anggota UMKM menentukan kios kios yang akan diberikan sekat dan penutup kios. Dari segi ekonomi, keberhasilan diukur dengan adanya peningkatan transaksi melalui platform e-commerce serta volume penjualan yang tercatat secara langsung di kios, yang diharapkan mencapai peningkatan minimal 20% dalam sebulan setelah implementasi program. Pencapaian ini mencerminkan efektivitas pelatihan, penerapan fasilitas usaha, serta adopsi teknologi digital yang diberikan kepada masyarakat sasaran. HASIL DAN PEMBAHASAN Isi Hasil dan Pembahasan Pengabdian masyarakat merupakan kegiatan yang tidak hanya menstransfer ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga berfungsi sebagai sarana memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat. Dalam konteks kegiatan ini pengabdian yang dilakukan di desa Budaya Pampang berfokus pada dua aspek masalah utama yaitu perancangan fasilitas usaha dan pengembangan platform digital untuk pemasaran Masalah UMKM Pamung tawai adalah tidak ada penutup dan sekat kios jualan, tidak ada partisi Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan nilai tambah bagi UMKM baik dari aspek ekonomi melalui peningkatan kapasitas produksi dan pemasaran, maupun dalam aspek sosial melalui peningkatan kualitas kerja dan perubahan perilaku anggota UMKM dalam mengelola usaha mereka. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas ekonomi tetapi juga dampak perubahan perilaku social yang mendalam terkait dengan pemasaran produk berbasis digital dan pengelolaan usaha yang lebih Page | 99 BAKTI BANUA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 No. 2 November 2025 e-ISSN : 2722-3736 p-ISSN : 2722-7529 https://ejurnal. stimi-bjm. id/index. php/BBJM/ Pelaksanaan kegiatan dan Indikator keberhasilan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan dua focus uatama yaitu perancangan fasilitas usaha yang lebih Kedua, pengembangan platform digital yang sudah ada menjadi platform digital e commerce. Indicator keberhasilan dari kegiatan ini adalah : pertama, peningkatan kapasitas usaha yaitu keberhasilan dalam menyediakan fasilitas usaha . yang berpenutup dan berpartisi. Ada 48 kios yang belum ada petup dan partisi antar kios. Program pengabdian ini sesuai anggaran yang ada hanya mampu memberikan 8 penutup dan partisi kios. Penutup kios terbuat dari lembaran besi sesuai dengan keinginan dan kebutuhan anggota UMKM. Dengan adanya penutup kios yang permanen memungkinkan anggota UMKM dapat melakukan transaksi jual beli lebih nyaman. Resiko kehilangan barang karena pencurian dan barang dagangan rusak bisa di minimalkan. Kedua, peningkatan pemahaman digital yaitu keberhasilan pelatihan penggunaan web yang memungkinkan anggota UMKM memasarkan produk secara online. Dan ketiga, peningkatan penjualan. Diharapkan ada peningkatan penjualan sebesar 20 persen setelah menggunakan platform digital. Anggota UMKM mampu memanfaatkan web dan berhasil melakukan transaksi jual beli menggunakan platform budayapampang. id yang telah diubah menjadi situs e-commerce. Perkembangan digital dan hadirnya marketplace memudahkan konsumen melakukan transaksi namun jika anggota UMKM berusia lanjut dan Tingkat pendidikn rendah maka mereka akan kesulitan adaptasi karena keterbatasan akses dan literasi digital. (Nafisa1 & Syarofi2, 2. Namun demikian banyak penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa ekonomi digital, e commerce, platform digital, digital marketing berpengaruh positip terhadap peningkatan pendapatan UMKM. (Ryan Pratamansyah, 2. ,(Jimynez-Garcya et al. Ketiga, adanya peningkatan pendapatan meskipun belum dapat diukur secara tepat dalam waktu yang relative singkat. Meskipun demikian diharapkan anggota UMKM mampu melkukan penjualan produk melalui transaksi digital lebih luas. Digitalisasi termasuk platform digital, digital marketing, pencatatan digital, pembayaran digital menunjukan hubungan positip dengan peningkatan penjualan dan pemasaran yang pada akhirnya dalam jangka panjang dapat meningkatkan pendapatan UMKM. (Muhammadiyah Mataram et al. , n. )Banyak penelitian lain juga menunjukan bahwa penggunaan platform digital seperti website, e commerce, payment digital, media social berkorelasi positip dengan pendapatan UMKM tetapi tidak dalam waktu singkat. Secara eksplisit efeknya alam muncul dalam jangka panjang misalnya dalam 1 atau 2 tahun. Literasi digital dan kemampuan digital punya pengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM, yang termasuk pendapatan, tetapi membutuhkan adanya keterampilan serta waktu untuk (Muhammadiyah Mataram et al. , n. )(Yuliatiningtyas et al. , 2. Gambar 3. Peresmian kios dengan fasilitas baru Sumber : Data diolah 2025 Page | 100 BAKTI BANUA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 No. 2 November 2025 e-ISSN : 2722-3736 p-ISSN : 2722-7529 https://ejurnal. stimi-bjm. id/index. php/BBJM/ Gambar 4. Tampilan web budayapampang. Sumber : data diolah 2025 Keunggulan dan kelemahan kegiatan Keunggulan utama dari kegiatan ini adalah tercapainya pembangunan fasilitas usaha yang sesuai dengan kebutuhan anggota UMKM. Dengan adanya meja jualan yang lebih tertata dan penutup kios yang melindungi barang dagangan dari cuaca, anggota UMKM kini dapat berjualan dengan lebih nyaman dan Platform digital yang dikembangkan juga memberikan akses pasar yang lebih luas, memungkinkan produk kerajinan khas Dayak dijual secara online. Namun kelemhan dari kegiatan ini Adalah anggota UMKM masih kesulitan dalam mengoperasikan website yang digunakan sebagai platform digital secara maksimal. Meskipun pelatihan telah diberikan, masih ada hambatan terkait literasi digital dan pemahaman mendalam tentang cara mengoptimalkan media sosial dan website sebagai sarana pemasaran. Hal ini disebabkan karena factor usia lanjut dan Tingkat pendidikan anggota UMKM. Selain itu ada beberapa anggota UMKM yang merasa kecewa karena tidak semua anggota yang menempati kios dapat diberikan pintu penutup kios karena keterbatasan anggaran pengabdian. Tingkat kesulitasn Keberlanjutan Program Tingkat kesulitan pelaksanaan kegiatan pengabdian ini cukup tinggi, terutama terkait dengan perubahan perilaku anggota UMKM dalam menggunakan teknologi. Proses pelatihan yang berkelanjutan diperlukan untuk memastikan bahwa semua anggota dapat menggunakan website e-commerce dengan lancar dan mampu memasarkan produk mereka secara digital. Selain itu, produksi barang yang harus disesuaikan dengan standar kualitas dan volume tertentu untuk memenuhi permintaan pasar online juga menjadi tantangan. Tantangan lain yang dihadapi adalah dalam pengelolaan fasilitas usaha, di mana perawatan dan penggunaan fasilitas harus terus dipantau agar dapat dimanfaatkan dengan maksimal oleh Peluang pengembangan ke depan sangat besar. Pengembangan platform digital dapat mencakup fiturfitur tambahan seperti sistem pembayaran online, integrasi dengan marketplace lain, dan pelacakan pengiriman untuk memudahkan transaksi. Di sisi lain, pengembangan fasilitas usaha dapat melibatkan pembuatan kios tambahan atau penyesuaian desain untuk menampung lebih banyak anggota UMKM, serta meningkatkan kualitas pelayanan di sektor pariwisata dengan mengintegrasikan produk-produk UMKM dalam paket wisata. Page | 101 BAKTI BANUA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 No. 2 November 2025 e-ISSN : 2722-3736 p-ISSN : 2722-7529 https://ejurnal. stimi-bjm. id/index. php/BBJM/ SIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat di UMKM Lamin Pamung Tawai berhasil meningkatkan kapasitas fisik dan digital anggota, memperbaiki fasilitas usaha, dan mengoptimalkan pemasaran produk melalui platform digital. Fasilitas baru meningkatkan kenyamanan dan keamanan berjualan, sementara sosialisasi digital marketing serta pengembangan website e-commerce memungkinkan UMKM menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pelanggan internasional. Meskipun beberapa anggota masih memerlukan pendampingan terkait literasi digital, kegiatan ini berhasil memberikan dampak ekonomi, sosial, dan budaya yang nyata, serta membuka peluang pengembangan usaha berkelanjutan di masa UCAPAN TERIMAKASIH Terima kasih diberikan kepada Kementrian Pendidikan Tinggi. Sains dan Teknologi Program Pemberdayaan Kemitraan Msyarakat TA 2025 dengan nomor kontrak : 28/KONTRAK PENELITIAN/PKM/LPPM/UN-17/2025 DAFTAR PUSTAKA