P-ISSN 0215 Ae 1030 E-ISSN 2715 - 1719 Jurnal Ekonomi dan Bisnis GROWTH Vol. 21,No. Mei 2023 : 224-238 PENGARUH TINGKAT KECUKUPAN MODAL. EFISIENSI OPERASIONAL. RISIKO KREDIT DAN LIKUIDITAS TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERBANKAN SYARIAH YANG TERDAFTAR DI OJK PERIODE 2015-2019 Lita Permata Sari Ika Wahyuni Nawa Kartika Dewi litapermatasari@unars. Ika_wahyuni@unars. nawakartika58@gmail. Universitas Abdurachman Saleh Situbondo Universitas Abdurachman Saleh Situbondo Universitas Abdurachman Saleh Situbondo ABSTRACT This study aims . to determine the effect of Capital Adequacy Levels (CAR). Operational Efficiency (OEOI). Credit Risk (NPF) and Liquidity (FDR) partially on Profitability (ROA), . to determine the effect of the effect of Capital Adequacy Levels (CAR). Operational efficiency (OEOI). Credit risk (NPF) and Liquidity (FDR) simultaneously on Profitability (ROA), and . to determine which of the effect of Capital Adequacy Levels (CAR). Operational efficiency (OEOI). Credit risk (NPF) and Liquidity (FDR) has the most influence on Profitability (ROA) in Islamic banking registered with the OJK for the period 2015-2019. The method used in this research is quantitative method. The result of research is multiple linear regression equation Y = 21,756 0,11X1 - 0,349X2 0,507X3 0,117X4 e. Partially CAR has no significant effect on the ROA. OEOI has a significant negative effect on the ROA. NPF and FDR has a significant positive effect on the ROA. Simultaneously CAR. OEOI. NPF and FDR partially to ROA. The most dominant variable in this research is OEOI with value -13,352. The predictive ability of these variables on ROA in this study was 89,1%, while the remaining 10,9% is influenced by other variables not included in this study. Keywords : Capital adequacy level. Operational efficiency. Credit risks. Liquidity. Profitability PENDAHULUAN Berdirinya sebuah perusahaan atau organisasi tidak terlepas dari tujuannya untuk mendapatkan laba yang maksimal agar keberlangsungan hidup perusahaan dapat berjalan baik serta bisa tetap eksis dan berkembang dalam menjalankan kegiatan perusahaan sesuai dengan perkembangan zaman Pesatnya globalisasi saat ini, perusahaan dituntut agar mampu bersaing dan bertahan dengan perusahaan pesaingnya agar bisa mengambil kebijakan dan tindakan yang pengelolaan keuangan organisasi atau perusahaan tentang bagaimana cara tepat dalam deluruh kegiatannya secara efisien dan efektif. Tingkat kecukupan modal sangat penting dalam bisnis perbankan, tingkat kecukupan modal yang baik merupakan indikator yang menunjukkan bahwa bank berkondisi sehat. Arifin . menyatakan bahwa AuTingkat kecukupan modal bank dinyatakan dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) atau rasio kecukupan modalAy. AuSecara konsep Capital Adequacy Ratio bank adalah 8% maka P-ISSN 0215 Ae 1030 E-ISSN 2715 - 1719 Jurnal Ekonomi dan Bisnis GROWTH Vol. 21,No. Mei 2023 : 224-238 posisi bank tersebut adalah aman atau sehatAy (Fahmi, 015:. Kesimpulannya nilai CAR yang bertambah besar maka akan mempengaruhi nilai ROA menjadi positif atau semakin besar. Menurut Auliya AuBertambah rendahnya nilai BOPO maka bertambah efisien bank tersebut beroperasiAy. Huda Nasution . AuRasio BOPO yang bernilai mendekati 100% dan melebihi 90%, maka perbankan tersebut tidak efisien, akan tetapi disebut efisien bila rasio BOPO kurang dari 90%Ay. Rasio BOPO yang turun menandakan bahwa perbankan operasionalnya dan dapat memaksimalkan Bank keuangan yang berfungsi memberikan kredit pada nasabah. Risiko kredit atau diasumsikan dengan Non Performing Financing (NPF). AuNPF merupakan indikator kesehatan bank, bertambah tingginya nilai NPF maka semakin tidak sehat bank tersebut dalam beroperasiAy (Wangsawidjaja, 2012:. Apabila rasio NPF mengalami peningkatan maka laba yang akan diterima oleh bank akan turun secara otomatis dan menyebabkan rasio ROA juga semakin kecil. Likuiditas suatu bank bisa diukur mempergunakan Financing to Deposit Ratio (FDR). Mengacu pada pemaparan dari Wangsawidjaja . AuFinancing to Deposit Ratio (FDR) yakni suatu rasio terkait dengan pembiayaan serta dana pihak ketiga, rasio penyaluran dan penghimpun dana bank syariahAy. Penggunaan dari indikator FDR ini adalah guna melihat kesehatan likuiditas suatu Semakin besar jumlah pembiayaan yang disalurkan oleh bank maka keuntungan yang diperoleh juga naik apabila bank menyalurkan pembiayaannya secara optimal. Profitabilitas dalam suatu bank merupakan alat ukur untuk menilai kemampuan dalam mendapatkan laba dengan cara yang efektif dan efisien. Return on Assets (ROA) sendiri ialah untuk mengukur tingkat AuReturn on Assets (ROA) yakni indikator guna mengukur laba perusahaan dibandingkan dengan total keseluruhan aset perusahaanAy (Prabawa, 2011:. Menurut Margaretha . AuReturn on Assets merupakan manajemen bank untuk menghasilkan profit secara keseluruhanAy. Bertambah rasio ROA dalam bank, maka bertambah besar juga tingkat keuntungan yang dicapai sehingga dari sisi penggunaan asset berdampak pada posisi bank yang semakin baik. Kondisi industri perbankan inilah yang menarik untuk dilakukan penelitian. Pelaksanaan penelitian pada perbankan syariah yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan periode 2015-2019. Bank syariah merupakan salah satu perusahaan pada sektor keuangan yang terdaftar OJK dan memiliki prinsip syariah dalam kegiatan operasionalnya. Alasan peneliti memilih perbankan syariah yang terdaftar di OJK sebagai objek dalam penelitian karena perbankan syariah memiliki fasilitas dalam pemberian kredit atau pembiayaan tanpa membebani nasabah mulai awal pembayaran kewajiban hingga akhir dengan pembayaran yang tetap. Ismail . mengemukakan bahwa P-ISSN 0215 Ae 1030 E-ISSN 2715 - 1719 Jurnal Ekonomi dan Bisnis GROWTH Vol. 21,No. Mei 2023 : 224-238 AuBank Syariah dalam pembiayaan kerja sama usahanya tidak membebankan Bungan pada nasabah, namun terlibat dalam investasiAy. Sistem perbankan syariah juga tidak ada penyekat antara dunia usaha dengan pemilik dana keberhasilan dalam dunia usaha langsung didistribusikan pada pemilik dana, sehingga menciptakan keharmonisan Menurut Handayani . AuPada bank syariah, bank bertindak sebagai pemegang amanat . , wakil, atau manajer investasi dari pemilik dana atas investasi di sector rillAy. TINJAUAN PUSTAKA Manajemen Keuangan Manajemen keuangan dalam perusahaan termasuk aspek yang krusial untuk diperhatikan. James dalam Kasmir AuManajemen keuangan yaitu serangkaian pengelolaan, pendanaan, serta perolehan aktiva dengan tujuan yang kompleksAy. Rafsandjani dan Firdian . AuManajemen keuangan adalah proses yang menyangkut usaha memperoleh dana dan menekan pembiayan serta keuangan dalam perusahaanAy. Tingkat Kecukupan Modal Bank dengan rasio Tingkat kecukupan modal yang baik akan mengindikasikan bahwa bank tersebut dalam kondisi yang prima. Arifin . menyatakan bahwa AuRaio Tingkat kecukupan modal suatu bank dinyatakan menggunakan suatu indikator yang dinamakan Capital Adequacy Ratio (CAR)Ay. CAR adalah rasio yang dimanfaatkan sebagai pengukur Tingkat Kecukupan modal pada dunia perbankan yang fungsinya menampung aktiva yang dapat menghasilkan risiko seperti pemberian kredit yang kepada para AuKonsepnya, bila Capital Adequacy Ratio bank adalah 8%, maka ini mengindikasikan bahwa posisi bank tersebut aman atau sehatAy (Fahmi, 2015:. Efisiensi Operasional Efisiensi operasional atau biasa disebut dengan rasio Beban Operasional atas Pendapatan Operasional (BOPO) yakni ukuran bagaimana manajemen bank mengontrol beban operasional terkait dengan pendapatan operasional yang diterima oleh bank. Biaya dan pendapatan sangat berkaitan antara satu dengan lainnya dan berhubungan dengan Profitabilitas perbankan. Menurut Auliya . AyNilai BOPO yang semakin menurun, maka bank tersebut berioperasi dengan efisienAy. Huda dan Nasution . Aurasio BOPO yang bernilai mendekati 100% atau tersebut tidak efisien, akan tetapi efisien bila rasio BOPO tersebut bernilai kurang dari 90%Ay. AuPengukuran BOPO dengan memperbandingkan beban operasional terhadap pendapatan operasional dalam melakukan kegiatan operasinyaAy (Leon dan Ericson, 2008:. Risiko kredit Risiko kredit atau pembiayaan bermasalah dapat diasumsikan dengan Non Performing Financing (NPF). AuNPF P-ISSN 0215 Ae 1030 E-ISSN 2715 - 1719 Jurnal Ekonomi dan Bisnis GROWTH Vol. 21,No. Mei 2023 : 224-238 merupakan indikator kesehatan bank, bertambah tingginya nilai NPF maka semakin tidak sehat bank tersebut dalam beroperasiAy (Wangsawidjaja, 2012:. Apabila NPF peningkatan, maka laba yang akan diterima oleh bank akan menurun dan menyebabkan rasio ROA juga semakin Risiko kredit atau pembiayaan yang tidak lancar dapat diukur dengan menggunakan rasio NPF. Bank syariah NPF mempublikasikan kondisi kinerjanya. Bank dengan NPF yang tinggi akan mengurangi keuntungan yang akan Likuiditas Likuiditas menyediakan dana dalam jumlah yang serta tepat waktu untuk memenuhi kewajiban dalam kegiatan Penilaian likuiditas pada perbankan dilakukan untuk menjaga tingkat likuiditas yang memadai serta berkecukupan dalam manajemen risiko Pengukuran Financing to Deposit Ratio (FDR). Mengacu Wangsawidjaja . AuFinancing to Deposit Ratio (FDR) ialah rasio rasio terkait dengan pembiayaan serta dana pihak ketiga, rasio penyaluran serta penghimpun dana bank syariahAy. Profitabilitas Profitabilitas bank ialah alat ukur untuk menilai kemampuan dalam memperoleh laba dengan cara yang efektif dan efisien. Hery . Rasio Profitabilitas dapat memperlihatkan seberapa berhasilnya perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. AuBertambah tinggi rasio Profitabilitas, maka bertambah baik pengelolaan dan dapat meningkatkan reputasi nama perusahaan investorAy (Zulfikar, 2016:. Rasio sebagai penilai tingkat Profitabilitas mempergunakan Return on Assets (ROA). AuReturn on Assets (ROA) yakni indikator dibandingkan dengan total keseluruhan aset perusahaanAy (Prabawa, 2011:. Hipotesis Dahruji . mengemukakan bahwa AuHipotesis merupakan pernyataan terkait parameter populasi yang perlu diuji atau kesimpulan sementara yang perlu dibandingkan untuk menemukan kebenaran keputusanAy. Dalam penelitian yang dapat diambil adalah sebagai berikut: H1 : Diduga Tingkat kecukupan modal (CAR). Efisiensi operasional (BOPO). Risiko kredit (NPF) dan Likuiditas (FDR) berpengaruh secara parsial terhadap variabel Profitabilitas (ROA) pada bank syariah yang terdaftar di OJK tahun 2015-2019. H2 : Diduga Tingkat kecukupan modal (CAR). Efisiensi operasional (BOPO). Risiko kredit (NPF) dan Likuiditas (FDR) terhadap variabel Profitabilitas (ROA) pada bank syariah yang terdaftar di OJK tahun 2015-2019. H3 : Diduga variabel Efisiensi operasional (BOPO) berpengaruh P-ISSN 0215 Ae 1030 E-ISSN 2715 - 1719 Jurnal Ekonomi dan Bisnis GROWTH Vol. 21,No. Mei 2023 : 224-238 Profitabilitas (ROA) pada bank syariah yang terdaftar di OJK tahun 2015-2019. METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Pelaksanaan perbankan syariah yang terdaftar di OJK tahun 2015-2019. Waktu penelitian dilaksanakan selama tiga bulan pada bulan Maret sampai Mei 2021. Populasi dan Sampel Sugiyono . AuPopulasi yaitu rambatan wilayah yang mencakup subjek atau objek dengan suatu karakteristik serta kualitas yang peneliti tentukan untuk dipelajari sehingga dapat menemui kesimpulan yang validAy. Populasi penelitian ini yaitu perbankan syariah yang terdaftar di OJK tahun 2015-2019 yang berjumlah 14 AuSampel termasuk dari karakteristik dan anggota yang ada pada populasiAy (Sugiyono, 2016:. Semua perbankan syariah yang terdaftar di OJK yang secara rutin perusahaan dijadikan sebagai sampel penelitian ini. Metode pengambilan mempergunakan purposive sampling. Sugiyono . menyatakan bahwa AuPurposive sampling merupakan suatu cara dalam pengambilan sampel dengan suatu keputusanAy. Jumlah perbankan syariah yang memenuhi kriteria untuk dijadikan sampel penelitian adalah sejumlah 9 bank. Identifikasi Variabel AuDefinisi dari variabel yakni nilai, atribut, atau jenis dari aktivitas, objek, atau seseorang yang menunjukkan perubahan yang spesifik yang sudah peneliti tetapkan untuk dikaji serta disimpulkanAy (Sugiyono, 2016:. Variabel yang digunakan pada penelitian ini yaitu: Variabel Bebas (X) Variabel bebas penelitian ini X1 : Tingkat kecukupan modal X2 : Efisiensi operasional X3 : Risiko kredit X4 : Likuiditas Variabel Terikat (Y) Variabel terikat penelitian ini, yaitu: Y : Profitabilitas Definisi Operasional Variabel X1 Tingkat kecukupan modal Variabel X1 adalah Tingkat kecukupan modal yaitu terkait dengan peraturan perbankan dalam mengatur bagaimana bank dan kustodian harus mengelola Pengukuran tingkat kecukupan modal dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) yang yaitu perbandingan total modal bank dengan ATMR dikalikan 100%. CAR pada penelitian ini didapat melalui penutupan laporan rasio keuangan triwulan I. II, i dan IV yang dijumlahkan kemudian dibagi empat dengan kata lain yang digunakan adalah hasil rata-rata dari masing-masing tahun 2015 hingga 2019. Data CAR penelitian ini berfokus pada Bank Umum Syariah yang terdaftar di OJK melalui website w. X2 : Efisiensi Operasional Variabel X2 adalah Efisiensi operasional P-ISSN 0215 Ae 1030 E-ISSN 2715 - 1719 Jurnal Ekonomi dan Bisnis GROWTH Vol. 21,No. Mei 2023 : 224-238 pengeolaan biaya operasional yang menghasilkan profit yang maksimal. Efisiensi operasional dapat diukur dengan BOPO (Biaya Operasional Pendapatan Operasiona. perbandingan antara beban operasional bank dengan pendapatan operasional yang diterima oleh bank dikalikan 100%. BOPO pada penelitian ini didapat melalui penutupan laporan rasio keuangan triwulan I. II, i dan IV yang dijumlahkan kemudian dibagi empat dengan kata lain yang digunakan adalah hasil rata-rata dari masing-masing tahun 2015 hingga 2019. Data BOPO penelitian ini berfokus pada Bank Umum Syariah yang terdapat di OJK melalui website w. X3 Risiko kredit Variabel X3 yakni Risiko kredit merupakan risiko yang terjadi akibat nasabah atau pihak lainnya gagal perbankan sesuai akan persetujuan Risiko kredit dapat diukur dengan Non Performing Financing (NPF) yakni perbandingan antara pembiayaan bermasalah dengan total pembiayaan dikalikan seratus 100%. NPF yang dipergunakan pada penelitian ini ialah NPF net dari penutupan laporan rasio keuangan triwulan I. II, i dan IV yang dijumlahkan kemudian dibagi empat dengan kata lain yang digunakan adalah hasil rata-rata dari masing-masing tahun 2015 hingga 2019. Data NPF pada penelitian ini berfokus pada Bank Umum Syariah yang terdapat di OJK melalui website w. X4 : Likuiditas Variabel X4 adalah Likuiditas yaitu kemampuan bank dalam memenuhi kembali penarikan dana yang deposan lakukan dengan menjadikan pembiayaan yang diberikan sebagai sumber likuiditas sebagai andalannya. Pengukuran likuiditas dengan Financing to Deposit Ratio (FDR) pembiayaan dengan total dana pihak ketiga dikalikan 100%. FDR pada penelitian ini didapat melalui penutupan laporan rasio keuangan triwulan I. II, i dan IV yang dijumlahkan kemudian dibagi empat dengan kata lain yang digunakan adalah hasil rata-rata dari masing-masing tahun 2015 hingga 2019. Data FDR penelitian ini berfokus pada Bank Umum Syariah yang terdapat di OJK melalui website w. Y : Profitabilitas Variabel terikat Y adalah Profitabilitas merupakan upaya perusahaan dalam memperhatikan modal yang dipakai. Profitabilitas dapat diukur dengan Return on Assets (ROA) yakni perbandingan laba sebelum pajak dengan total aset perusahaan dikalikan 100%. ROA pada penelitian ini didapat melalui penutupan laporan rasio keuangan triwulan I. II, i dan IV yang dijumlahkan kemudian dibagi empat dengan kata lain yang digunakan adalah hasil rata-rata dari masing-masing tahun 2015 hingga 2019. Data ROA penelitian ini berfokus pada Bank Umum Syariah yang terdapat di OJK melalui website w. Jenis dan Sumber data Data Sekunder Data sekunder adalah data tidak langsung yang berwujud dokumentasi atau laporan yang telah tersedia. P-ISSN 0215 Ae 1030 E-ISSN 2715 - 1719 Jurnal Ekonomi dan Bisnis GROWTH Vol. 21,No. Mei 2023 : 224-238 Penelitian ini mempergunakan data sekunder yang berasal dari berbagai buku yang menyangkut penelitian dan laporan rasio keuangan Bank Umum Syariah melalui website resmi Otoritas Jasa Keuangan w. Metode Pengumpulan Data Observasi Studi Kepustakaan Dokumentasi Metode Analisis data Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Dasar Ghozali . Jika data terdistribusi sepanjang garis diagonal dan mengikuti arah diagonal, maka data dikatakan normal serta memenuhi asumsi klasik yaitu normalitas. Bila data tidak terdistribusi mendekati garis diagonal dan tidak mengikuti arah diagonal, maka data tidak normal serta tidak memenuhi asumsi klasik yaitu normalitas. Uji One Sample Kolmogorov Smirnov dipergunakan dalam pengujian menghasilkan nilai sig . -taile. dan test statistic melebihi tingkat signifikansi yang telah ditentukan yaitu 0,05 ( = 0,. maka model regresi residual memiliki distribusi secara normal. Uji Multikolinearitas Dasar pengujian multikolinearitas dengan mengacu nilai tolerance dan VIF. model regresi linear berganda yang baik apabila tidak terjadi multikolinearitas dengan syarat nilai VIF O 10 dan Ou 0,10. Uji Heteroskedastisitas Model regresi yang baik tidak Uji heteroskedastisitas bisa dilihat melalui grafik plot yang titik nya harus menyebar serta tidak saling bertumpuk dan bisa dilihat melalui nilai sig . pada unstandardized residual harus melebihi 0,05. Uji Autokorelasi Autokorelasi dapat dilihat dari hasil uji Durbin-Watson yang dipetakan pada Statistik Durbin-Watson d selain menggunakan uj run test pada nilai nilai Asymp. Sig. - taile. yang harus melebihi taraf signifikan yaitu 0,05 maka autokorelasi tidak ditemukan. Analisis Regresi Linear Berganda Penggunaan dari analisis regresi linear berganda adalah guna melihat dengan variabel tergantung yakni CAR. BOPO. NPF dan FDR terhadap ROA. Persamaan dari analisis regresi adalah : Y = b1X1 b2X2 b3X3 b4X4 e Keterangan: Y : ROA. X1 : CAR. X2 : BOPO. X3 : NPF. X4 : FDR : Intercept : Nilai residu/kemungkinan kesalahan Uji Parsial (Uji . Pelaksanaan dari uji t guna melihat secara independen pengaruh setiap variabel bebas terhadap variabel tergantung. AuDasar dari pengujian ini memperlihatkan P-ISSN 0215 Ae 1030 E-ISSN 2715 - 1719 Jurnal Ekonomi dan Bisnis GROWTH Vol. 21,No. Mei 2023 : 224-238 sejauh mana pengaruh variabel bebas terhadap variasi variabel terikat yang dijelaskan secara terpisahAy (Ghozali, 2018:. Uji t memiliki rumus berikut ini (Sugiyono, 2016:. Keterangan : t : Nilai uji t. r : Nilai koefisien n : Jumlah sampel. Kriteria Pengujian: H0 : b1 = b2 = b3 = b4 = 0, menunjukkan bahwa parsial variabel bebas (X1. X2. X3. terhadap variabel terikat (Y) tidak berpengaruh positif dan Ha : b1 O b2 O b3 O b4 O 0, menunjukkan bahwa secara parsial variabel (X1. X2 . X3. terhadap variabel terikat (Y) berpengaruh positif dan signifikan. Uji F Uji F dilakukan untuk melihat bagaimana variabel X mempengaruhi variabel Y secara bersamaan. Rumus uji F adalah sebagai berikut (Sugiyono, 2016:. Keterangan : Fh : Nilai Fhitung R2 : Koefisien determinasi n : Jumlah sampel k : Banyaknya variabel bebas dan variabel terikat Kriteria pengujian sebagai berikut: H0 : b1, b2, b3, b4 = 0, simultan variabel bebas (X1. X2. X3. terhadap variabel terikat (Y) tidak memberi pengaruh. Ha : minimal salah satu dari dari bi O 0, menunjukkan bahwa secara simultan variabel (X1, X2. X3. terhadap variabel terikat (Y) memiliki pengaruh. Dasar Pengambilan Keputusan: Ghozali . mengemukakan bahwa AuKeputusan diambil dengan mengacu dasar berikut ini: Jika Fhitung > Ftabel dan nilai Sig < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima, memiliki arti secara bersamaan variabel bebas terhadap variabel terikat memiliki pengaruh yang signifikan. Jika Fhitung < Ftabel dan nilai Sig > 0,05, maka H0 diterima dan Ha ditolak, ini memiliki arti secara bersamaan variabel bebas terhadap variabel terikat tidak memiliki pengaruh signifikan. Uji Dominan Uji dominan berguna dalam melihat manakah variabel bebas yang pengaruhnya besar terhadap variabel tergantung dibandingkan dengan variabel bebas lainnya. Nilai t hitung yang paling besar menunjukkan bahwa variabel tersebut berpengaruh dominan di antara variabel bebas lainnya. Uji Koefisien Determinasi (R ) Koefisien merupakan metode untuk mencari akurasi terbaik dalam analisis regresi, yang diwakili oleh nilai koefisien dari 0 . hingga 1 . Koefisien determinasi 0 , yang berarti variabel bebas sama P-ISSN 0215 Ae 1030 E-ISSN 2715 - 1719 Jurnal Ekonomi dan Bisnis GROWTH Vol. 21,No. Mei 2023 : 224-238 sekali tidak berpengaruh terhadap variabel terikat. Koefisien determinasi yang semakin mendekati 1 . , menunjukkan bahwa variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat. Persamaan untuk koefisien determinasi adalah sebagai berikut (Sugiyono, 2016:. Kd = r2 x 100% Keterangan : : Nilai Koefisien determinasi. : Nilai koefisien korelasi. Dimana apabila: = 0, artinya pengaruh variabel X terhadap variabel Y, lemah. = 1, artinya pengaruh variabel X terhadap variabel Y. Dalam menjelaskan tinggi digunakan pedoman: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Analisa Hasil Penelitian Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji normalitas dengan P-P Plot Gambar 1. Grafik Normal P-P Plot Sumber: Data Lampiran 3. Tahun 2021 Gambar 1 menunjukkan grafik normal plot terlihat titik-titik yang sebarannya ada di sekitar garis menunjukkan data memiliki distribusi normal sehingga memenuhi asumsi Selain itu dalam normalitas dapat dilakukan dengan melihat gambar histogram. Hasil uji melihat gambar histogram di bawah ini: Gambar 2. Histogram Sumber: Data Lampiran 3. Tahun 2021 Uji normalitas dengan histogram pada penelitian ini memiliki lengkungan garis curve yang normal dengan kata lain tidak melenceng condong ke arah kanan atau kiri, sehingga data pada penelitian ini berdistribusi normal. P-ISSN 0215 Ae 1030 E-ISSN 2715 - 1719 Jurnal Ekonomi dan Bisnis GROWTH Vol. 21,No. Mei 2023 : 224-238 Mengacu pada data tersebut, didapatkan asymp. -taile. senilai 0,016 . ilai berada dibawah 0,. dengan demikian data tersebut dikatakan tidak berdistribusi normal. Sebaliknya jika nilai test statistic sebesar 0,147 berada pada posisi di atas 0,05 . %) berdistribusi normal sehingga uji normalitas dapat terpenuhi. Berdasarkan Gambar 3, terlihat titik- titik menyebar secara acak serta tersebar baik di atas maupun di bawah angka 0 . pada sumbu Y. Maka penelitian ini menunjukkan tidak terjadi pelanggaran heteroskedastisitas, untuk lebih memastikan dapat dilihat pada angka statistik dari uji heteroskedastisitas sebagai berikut: Tabel 7 Uji Heteroskedastisitas Correlations Uji Multikolinearitas Tabel 6 Uji Multikolinearitas Coefficientsa Sumber: Data Lampiran 5. Tahun 2021 Berdasarkan Tabel 6 atau tabel coefficients dapat disimpulkan tidak multikolinearitas sebab VIF bernilai di bawah 10 serta tolerance bernilai melebihi 0,10. Berdasarkan Tabel 7 nilai sig. pada baris unstandardized residual menunjukkan semua nilai berada diatas 0,05 . ut-of. Data pada penelitian ini Uji Autokorelasi Uji Heteroskedastisitas Nilai Durbin Watson pada data tersebut yaitu 1,460. Hasil nilai tabel DW diketahui yaitu dL = 1,3357 P-ISSN 0215 Ae 1030 E-ISSN 2715 - 1719 Jurnal Ekonomi dan Bisnis GROWTH Vol. 21,No. Mei 2023 : 224-238 dan dU = 1,7200. Maka untuk adanya pelanggaran autokorelasi atau tidak pada penelitian dapat dilihat pada gambar berikut: Y = 21,756 0,011 X1 - 0,349 X2 0,507X3 0,117 X4 e Keterangan : Berdasarkan Gambar 4 dapat disimpulkan bahwa tidak ada keputusan pelanggaran asumsi autokorelasi. Selain itu untuk mengetahui apakah penelitian tidak dapat dilihat melalui uji run test, sebagai berikut: Berdasarkan Tabel 10 atau dalam uji run test diketahui nilai asymp. Sig. - taile. sebesar 0,071 > dari 0,05 maka tidak terjadi gejala Analisis Regresi Linear Berganda Berdasarkan data penelitian yang dikumpulkan untuk variabel bebas (X1. X2. X3. dan variabel terikat (Y) yang diolah oleh program SPSS 24 for Windows 10, perhitungan regresi linier berganda yaitu: Uji Parsial . Uji t merupakan pengujian untuk melihat sejauh mana pengaruh variabel bebas yaitu CAR. BOPO. NPF dan FDR terhadap variabel terikat yaitu ROA secara individu. Variabel CAR (X. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa thitung 0,406 < ttabel 2,021 dan memiliki tingkat signifikan 0,687 > 0,05, sehingga H0 diterima dan Ha ditolak. Artinya variabel CAR (X. secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel ROA (Y). Variabel BOPO (X. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa thitung -13,451 < -ttabel -2,021 dan memiliki tingkat signifikan 0,000 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan Ha Artinya variabel BOPO (X. secara parsial berpengaruh negatif signifikan terhadap variabel ROA (Y). Variabel NPF (X. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa thitung 3,159 > ttabel 2,021 dan memiliki tingkat signifikan 0,003 < 0,05. P-ISSN 0215 Ae 1030 E-ISSN 2715 - 1719 Jurnal Ekonomi dan Bisnis GROWTH Vol. 21,No. Mei 2023 : 224-238 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya variabel NPF (X. secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap variabel ROA (Y). Variabel FDR (X. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa thitung 5,993 > ttabel 2,021 dan memiliki tingkat signifikan 0,000 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya variabel FDR (X. secara parsial berpengaruh positif terhadap variabel ROA (Y). Uji Simultan . ji F) Uji menguji pengaruh variabel bebas Berdasarkan pengujian statistik dengan menggunakan uji F diperoleh bahwa Fhitung 81,726 > Ftabel 2,61 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak atau Ha diterima artinya variabel CAR. BOPO. NPF dan FDR mempunyai pengaruh secara bersamaan terhadap variabel ROA. Uji Dominan Uji pengaruh dominan dapat dilihat dari tabel coefficients dari harsit uji parsial . , nilai t hitung yang paling besar mengidentifikasikan bahwa variabel bebas berpengaruh paling kuat terhadap variabel terikat (Y). Nilai thitung untuk variabel CAR (X. sebesar 0,406, nilai thitung untuk variabel BOPO (X. sebesar -13,451, nilai thitung untuk variabel NPF (X. sebesar 3,159 dan nilai thitung untuk variabel FDR (X. sebesar 5,993. Variabel yang paling berpengaruh dominan pada penelitian ini yaitu variabel BOPO (X. terhadap ROA (Y). Hipotesis ketiga pada bab 2 . diterima, variabel BOPO berpengaruh dominan terhadap ROA pada Bank Umum Syariah yang terdaftar di OJK. Koefisien Determinasi Berdasarkan hasil nilai R-square (R ) menghasilkan nilai 0,891 artinya seluruh variabel bebas (CAR. BOPO. NPF dan FDR) mempunyai kontribusi sebesar 89,1% terhadap variabel terikat (ROA), dengan kategori Aupengaruh sangat kuatAy sisanya 10,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengaruh Variabel X1 (CAR) Terhadap (ROA) Uji sebesar 0,406 0,687 >0,05. Hasil uji parsial menunjukkan CAR tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap ROA, artinya H0 diterima atau Ha ditolak karena nilai thitung 0,406 < ttabel 2,021. Kesimpulan yang diperoleh adalah CAR secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Syariah yang terdaftar di OJK periode 2015 sampai dengan 2019. Tidak berpengaruhnya CAR terhadap ROA bertentangan dengan teori, bahwa semakin tinggi nilai CAR maka nilai ROA akan semakin tinggi yang disebabkan bank mampu membiayai aktiva yang mengandung risiko. Data yang diperoleh kondisi permodalan Bank Umum Syariah pada periode 2015 sampai dengan 2019 sangat baik yang ditunjukkan dengan nilai rata-rata CAR yakni sebesar 20,65% berada di atas standar minimum CAR yaitu sebesar 8% P-ISSN 0215 Ae 1030 E-ISSN 2715 - 1719 Jurnal Ekonomi dan Bisnis GROWTH Vol. 21,No. Mei 2023 : 224-238 hal tersebut mengindikasikan bahwa bank tersebut sangat sehat. Kondisi tersebut disebabkan bahwa bank tidak mampu dalam memanfaatkan modal yang dimiliki dengan maksimal, karena kurang efektif dalam menyalurkan dana. Bank yang memiliki permodalan yang cukup besar namun tidak memanfaatkan tersebut tidak akan berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan ROA. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Ulfatuzahroh . yang menyatakan CAR secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA pada PT Bank Muamalat Indonesia periode 2012-2020. Pengaruh Variabel X2 (BOPO) Terhadap (ROA) Uji regresi linear menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar -13,451 tingkat signifikan 0,000 > 0,05. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa BOPO memiliki pengaruh signifikan negatif terhadap ROA, artinya H0 ditolak atau Ha diterima karena nilai -thitung -13,451 < ttabel -2,021. Kesimpulan yang diperoleh adalah BOPO secara parsial berpengaruh signifikan negatif terhadap ROA pada Bank Umum Syariah yang terdaftar OJK periode 2015 sampai dengan Berpengaruhnya secara negatif BOPO terhadap ROA sejalan dengan teori, bahwa semakin rendah nilai BOPO maka nilai ROA akan semakin tinggi menjalankan aktivitas operasionalnya serta mampu menyalurkan pembiayaan dengan maksimal yang berakibat pada meningkatnya nilai profitabilitas. Efisiensi bank yang baik dalam menjalankan kegiatan operasionalnya akan berdampak pada hasil pendapatan yang diterima. Rasio BOPO dengan rata-rata 88,92% berada di bawah standar minimum BOPO yaitu sebesar 90% mengindikasikan bahwa bank tersebut sehat. BOPO mengindikasikan bahwa manajemen mampu menekan pembiayaan yang dikeluarkan sehingga efisiensi Bank Umum Syariah menjadi peningkatan laba yang ROA. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Fitriyah . pada Bank Umum Syariah Devisa Maret Desember 2015. Marizka . pada Bank Umum Syariah tahun 2013-2005 dan Ulfatuzahroh . pada PT Bank Muamalat Indonesia periode 2012-2020 yang menyatakan variabel BOPO secara parsial berpengaruh signifikan negatif terhadap ROA. Pengaruh Variabel X3 (NPF) Terhadap (ROA) Uji regresi linear berganda menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 3,159 dengan tingkat signifikan 0,003 < 0,05. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa NPF berpengaruh signifikan positif terhadap ROA, artinya H0 ditolak atau Ha diterima karena nilai thitung 3,159 > ttabel 2,021. Kesimpulan yang diperoleh adalah NPF secara parsial berpengaruh signifikan positif terhadap ROA pada Bank Umum Syariah yang terdaftar di OJK periode Berpengaruhnya secara positif NPF terhadap ROA bertentangan dengan teori, bahwa semakin rendah nilai NPF maka nilai ROA akan semakin tinggi. NPF yang berpengaruh positif ROA disebabkan bank terlalu mudah P-ISSN 0215 Ae 1030 E-ISSN 2715 - 1719 Jurnal Ekonomi dan Bisnis GROWTH Vol. 21,No. Mei 2023 : 224-238 memberikan pembiayaan atau melakukan investasi akibat tuntutan memanfaatkan likuiditas yang berlebih, akibat dari proses pembiayaan yang tidak cermat dalam mengantisipasi risiko usaha yang dibiayai pihak perbankan. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Fitriyah . pada Bank Umum Syariah Devisa periode Maret 2011-Desember 2015. Marizka . pada Bank Umum Syariah tahun 2013-2005 yang menyatakan NPF secara parsial berpengaruh signifikan positif terhadap ROA. Pengaruh Variabel X3 (FDR) Terhadap ROA Uji regresi linear berganda menunjukkan bahwa nilai thitung sebesar 5,993 dengan tingkat signifikan 0,000 < 0,05. Hasil uji parsial menunjukkan FDR memiliki pengaruh signifikan positif terhadap ROA, artinya adalah H0 ditolak atau Ha diterima karena nilai thitung 5,993 > ttabel 2,021. Kesimpulan yang diperoleh adalah variabel FDR secara parsial berpengaruh signifikan positif terhadap ROA pada Bank Umum Syariah yang terdaftar di OJK periode 2015 sampai dengan 2019. Bila dilihat berpengaruhnya secara positif FDR terhadap ROA sejalan dengan teori bahwa semakin tinggi nilai FDR maka diikuti dengan nilai ROA yang semakin tinggi. FDR yang berpengaruh positif terhadap ROA disebabkan banyaknya pembiayaan yang disalurkan secara efektif sehingga jumlah pinjaman macetnya kecil yang mengakibatkan profit yang diperoleh semakin tinggi. Persoalan likuiditas perbankan berhubungan dengan loyalitas masyarakat . dan pemerintah terkait pentingnya hubungan likuiditas dan profitabilitas pada suatu bank. Artinya, jika bank dapat mempertahankan posisi cadangan kasnya, hal ini bertujuan agar pencapaian profitabilitasnya berkurang. Sebaliknya, jika ingin meningkatkan profitabilitas, sebagian dari cadangan kas untuk likuiditas dalam kegiatan bisnis perbankan dapat dilakukan dengan metode pembayaran, hal tersebut akan membuat posisi likuiditasnya turun di bawah minimum. Pengendalian likuiditas perbankan dapat dilakukan setiap harinya secara berkala dengan cara melakukan penjagaan terhadap alat-alat likuid yang dapat dikontrol oleh bank seperti tabungan, kas, deposito dan giro yang digunakan untuk melacak munculnya tagihan dari nasabah atau masyarakat setiap harinya. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Marizka . pada Bank Umum Syariah tahun 2013-2005. Dewi . pada BNI Syariah periode 2015-2018. Ulfatuzahroh . pada PT Bank Muamalat Indonesia periode 20122020 yang menyatakan FDR secara parsial berpengaruh signifikan positif terhadap ROA. KESIMPULAN DAN SARAN Hasil penelitian ini diharapkan dapat mahasiswa akademis sebagai desk research dimasa yang akan datang serta memperluas ilmu wawasan. Peneliti lain penelitian ini dengan menguji variabel lain yang dapat mempengaruhi Profitabilitas selain variabel bebas yang digunakan Selain mengembangkan variabel bebas, dapat menambah periode penelitian yang lebih panjang karena penelitian ini hanya meneliti periode selama 5 tahun yaitu P-ISSN 0215 Ae 1030 E-ISSN 2715 - 1719 Jurnal Ekonomi dan Bisnis GROWTH Vol. 21,No. Mei 2023 : 224-238 tahun 2015, 2016, 2017, 2018 dan 2019. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) memiliki pengaruh paling dominan diantara faktor lain. Oleh karena itu diharapkan perusahaan dapat lebih mempertimbangkan rasio tersebut dengan menekankan biaya pendapatan operasional agar perusahaan selalu berdada pada tingkat efisiensi dalam menghasilkan profit yang DAFTAR PUSTAKA