Putri. & Nuraya. Penerapan Keputusan Hedging A EISSN: 3032-4289 PENERAPAN KEPUTUSAN HEDGING PADA SUATU PERUSAHAAN (STUDI KASUS SUB SEKTOR TAMBANG MINERAL BATUBARA YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2019 Ae 2. Nur Intannia Putri STIE Indonesia Banking School Nur. 20191111048@ibs. Ahmad Setiawan Nuraya* STIE Indonesia Banking School nuraya@ibs. Abstract This research was conducted to determine the influence of independent variables such as leverage, company size, cash flow volatility and liquidity on hedging decisions in coal mineral mining sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2018 - 2022. This research uses secondary data taken from the company's official website in the research. This research uses coal mineral mining sub-sector companies as a population for a period of 5 years. This research uses purposive sampling with the criteria that have been found and a total of 17 companies. The research uses the logistic regression analysis method and uses the IBM SPSS Statistics 26 application. The results of the test show that the independent variable leverage has a positive effect on hedging decisions, while the independent variables company size, cash flow volatility do not have a positive effect on hedging decisions, and the free variable liquidity does not have a negative effect on hedging Keywords: leverage. company size. cash flow volatility. Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pada variabel bebas seperti leverage, firm size, cash flow volatility, dan liquidity terhadap keputusan hedging pada perusahaan sub sektor tambang mineral batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018 Ae 2022. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diambil dari situs resmi perusahaan pada sampel penelitian. Penelitian ini menggunakan perusahaan sub sektor tambang mineral batubara sebagai populasi dengan periode selama 5 tahun. Penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan kriteria yang telah di tentukan dan berjumlah 17 perusahaan. Penelitian menggunakan metode analisis regresi logistik dan menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics 26. Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa variabel bebas leverage berpengaruh positif terhadap keputusan hedging, sedangan variabel bebas firm size, cash flow volatility tidak berpengaruh positif terhadap keputusan hedging, serta variabel bebas liquidity tidak berpengaruh negatif terhadap keputusan hedging. Kata Kunci: leverage. firm size. cash flow volatility. *) Corresponding Author Journal of Accounting. Management, and Islamic Economics. Vol. No. Juni 2024: 305-318 PENDAHULUAN Perkembangan yang terjadi pada globalisasi saat ini memiliki pengaruh terhadap perdagangan Perdagangan internasional adalah suatu bentuk kerjasama yang dilakukan berdasarkan kesepakatan antarnegara untuk memperjual belikan produk dan jasa yang dimiliki. Perdagangan internasional memiliki faktor yang mendorong negara untuk melakukan perdagangan internasional seperti kebutuhan barang dan jasa dalam negeri yang terpenuhi, mendapatkan keuntungan hingga peningkatan pendapatan, membuka kerja sama dan dukungan dari negara lain serta perbedaan budaya, tenaga kerja hingga sumber daya alam yang menjadi faktor yang berbeda untuk hasil produksi. Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah. Sumber daya alam memiliki sifat yang berbeda salah satunya sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui atau tidak dapat didaur ulang seperti gas alam, minyak bumi, tembaga, batubara dan lain-lain. Pertambangan di Indonesia merupakan salah satu sektor ekonomi yang penting dan memiliki peran strategis dalam pembangunan negara. Berdasarkan data yang bersumber dari BP Statiscal Review of World 2020 yang dipublikasikan oleh Badan Geologi (KESDM). Indonesia berada pada urutan keenam terbesar di dunia sehingga Indonesia memiliki peranan penting pada industri pertambangan batubara di dunia. Indonesia memiliki sekitar 37. 606 juta ton. Negara yang memiliki urutan tertinggi adalah Amerika Serikat dengan jumlah cadangan yaitu sebesar 250. 219 juta ton. Berdasarkan International Energy Agency (IEA), yang dipublikasikan oleh badan geologi KESDM pada tahun 2022. Indonesia melakukan ekspor batu bara hingga 1,35 miliar ton. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya melakukan ekspor hingga 1,33 miliar ton, tahun 2022 mengalami kenaikan sebesar 1,35%. Rata-rata indeks bulanan penyusun HBA seperti Indonesia Coal Index (ICI). Newcastle Export Index (NEX). Globalcoal Newcastle Index (GCNC) dan PlattAos mengalami peningkatan akibat banyaknya permintaan batubara di beberapa negara. Saat pandemi global selama tahun 2020 terjadi. HBA menguat pada bulan Maret 2020 dengan angka sebesar 67,08 USD/ton. Ekspor dan impor dapat memberikan risiko pada perusahaan yang melakukan transaksi antarnegara dengan menggunakan penerapan nilai tukar mata uang asing. Perubahan nilai tukar mata uang asing ini dapat memberikan risiko bagi laba, harga jual, dan asset yang dimiliki oleh perusahaan (Nanda et al. , 2. Dalam transaksi yang dilakukan selama ekspor dan impor, terdapat mata uang yang digunakan dalam menyelesaikan transksi tersebut. Mata uang global . eserve currenc. yang digunakan merupakan uang dolar Amerika Serikat. Hal tersebut terjadi akibat perjanjian Bretton Woods yang mempertahankan nilai tukar tetap dengan dolar Amerika Serikat. ttps://w. com/). Kurs valuta asing merupakan suatu perbandingan terhadap nilai tukar pada mata uang asing oleh suatu negara dengan negara lainnya dimana kurs valuta asing terbagi atas kurs jual dan kurs beli. Dengan pesatnya kemajuan teknologi informasi dan sistem pembayaran internasional, pertumbuhan pasar valuta asing didorong oleh globalisasi ekonomi global (Suhatmi & Sulistyowati, 2. Penggunaan valuta asing untuk proses transaksi eskpor dan impor pada aktivitas perdagangan internasional memiliki dampak dari eksposur valuta asing sehingga dapat mempengaruhi kegiatan ekspor pada suatu perusahaan (Saraswati & Suryantini, 2. Eksposur pada valuta asing ini dapat terlihat perubahannya dari laporan keuangan yang mengalami kerugian yang ditanggung oleh pihak Fluktuasi yang terjadi dapat berkurang dengan cara menggunakan manajemen risiko pada teknik hedging . indung nila. Teknik hedging dapat mengurangi risiko kerugian, dapat menganalisa dan mengamati adanya risiko pada investasi yang dimiliki oleh investor agar dapat memiliki antisipasi pada kondisi yang tidak dapat diduga (Rosalin et al. , 2. Perusahaan yang melakukan transaksi ekspor dan impor dengan menggunakan mata uang asing memiliki tingkat risiko yang tinggi akibat perbedaan kurs mata uang. Untuk mengurangi atau meminimalisir tingkat risiko yang dihadapi, penggunaan manajemen strategi akan membantu para investor maupun pemilik perusahaan untuk Putri. & Nuraya. Penerapan Keputusan Hedging A EISSN: 3032-4289 mengurangi tingkat risiko yang akan terjadi di masa mendatang dengan menerapkan teknik hedging. KAJIAN LITERATUR Manajemen Risiko Manajemen risiko merupakan ilmu mengenai bagaimana suatu organisasi dapat menggunakan berbagai strategi untuk mengukur berbagai masalah yang ada. Manajemen risiko mengacu pada semua risiko yang terjadi di masyarakat. Manajemen risiko digunakan untuk mengelola, memantau atau mengendalikan organisasi terhadap risiko dengan menggunakan manajemen risiko (Satriawan. Berdasarkan buku yang ditulis oleh Satriawan . , manajemen risiko memiliki tujuan untuk melindungi perusahaan dari risiko dalam berbisnis. Risiko yang terjadi akan terdeteksi apabila perusahaan menggunakan manajemen risiko sehingga tingkat risiko akan minim terjadi. Hedging Hedging atau lindung nilai merupakan usaha untuk melindungi perusahaan dari perubahan nilai Penggunaan hedging biasanya dilakukan oleh perusahaan yang aktif melakukan perdagangan internasional, hedging memungkinkan investor untuk mengamati atau menganalisa kemungkinan adanya risiko investasi, yang memungkinkan mereka untuk membuat rencana untuk mengantisipasi situasi yang tidak terduga (Rosalin et al. , 2. Instrumen yang dapat digunakan saat melakukan hedging yaitu instrumen derivatif. Instrumen derivatif adalah sebuah perjanjian dalam bentuk kontrak antara kedua pihak untuk membeli dan menjual barang dengan harga yang telah disepakati oleh kedua pihak di masa yang akan datang (Sofia & Hedismarlina Yuneline, 2. Penggunaan instrumen derivatif pada keputusan hedging dikarenakan instrumen derivatif merupakan sebuah alat yang dapat merubah atau meningkatkan eksposur yang dimiliki oleh Instrumen derivatif yang paling umum digunakan diantaranya adalah kontrak forward, kontrak opsi, kontrak swap dan kontrak berjangka (Lestari & Pratiwi, 2. Leverage Perusahaan memiliki banyak sumber dana untuk mendukung usahanya, salah satunya adalah modal dalam bentuk modal sendiri atau pinjaman. Perusahaan memiliki keputusan untuk menggunakan modal sendiri atau pinjaman yang telah diputuskan dan digunakan setelah perhitungan yang matang. Rasio leverage yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa banyak utang yang digunakan perusahaan untuk membiayai operasinya dibandingkan dengan modal yang dimiliki oleh perusahaan sendiri (Kasmir, 2. Rasio leverage digunakan untuk menghitung jumlah dana pada neraca dan melakukan perbandingan terhadap dana yang diberikan oleh pemilik . dengan dana dalam bentuk dipinjam atau hutang (Saraswati & Suryantini. Debt to equity ratio (DER) adalah rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas. Rasio ini ditemukan dengan membandingkan seluruh utang, termasuk utang lancar, dengan seluruh Rasio ini membantu mengetahui seberapa banyak dana yang disediakan oleh peminjam kepada pemilik perusahaan. Rasio ini menunjukkan seberapa banyak modal sendiri yang digunakan untuk jaminan utang (Kasmir, 2. Firm Size Firm size atau ukuran perusahan adalah ukuran dari seberapa besar suatu perusahaan telah berkembang yang dilihat dari nilai total aktiva, ekuitas dan penjualan (Saraswati & Suryantini, 2. Ukuran perusahaan akan mempengaruhi kemudahan suatu perusahaan untuk mendapatkan pendanaan, baik secara eksternal maupun secara internal. Sehingga, semakin besar ukuran perusahaan maka akan semakin besar risiko yang diterima oleh suatu perusahaan (Andardini. Cash Flow Volatility Cash flow volatility atau volatilitas arus kas berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Andardini . merupakan pergerakan yang dimiliki oleh arus kas dalam periode ke periode selanjutnya dengan bentuk yang bervariasi. Sedangkan menurut Ardiansyah et al . , volatilitas arus kas Journal of Accounting. Management, and Islamic Economics. Vol. No. Juni 2024: 305-318 merupakan ketidakpastian yang tinggi tentang ketersediaan kas yang ada di masa depan. Pendapatan usaha yang jumlahnya masih tidak menentu merupakan sebuah bentuk ketidakpastian pada kas milik suatu perusahaan. Volatilitas arus kas yang tidak stabil dapat menujukkan pendapatan suatu perusahaan yang tidak pasti dan memiliki potensi pada risiko keuangan seperti kebangrukatan suatu perusahaan (Mediana & Muharam, 2. Liquidity Liquidity atau likuiditas merupakan rasio yang dapat memberikan gambaran terhadap kemampuan yang dimiliki oleh suatu perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Rasio likuiditas disebut sebagai rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa likuid suatu perusahaan tersebut (Kasmir, 2. Current ratio atau rasio lancar adalah rasio yang digunakan dalam mengukur kemampuan yang dimiliki oleh perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang (Kasmir, 2. Kerangka Pemikiran dan Hipotesis H1: Leverage berpengaruh positif terhadap keputusan hedging H2: Firm size berpengaruh positif terhadap keputusan hedging H3: Cash flow volatility berpengaruh positif terhadap keputusan hedging H4: Liquidity berpengaruh negatif terhadap keputusan hedging METODE PENELITIAN Objek yang akan digunakan dalam penelitian ini merupakan perusahaan sub sektor pertambangan batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018-2022. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh rasio leverage, firm size, dan cash flow volatility, liquidity terhadap keputusan hedging. Penelitian ini menggunakan data dalam bentuk laporan keuangan tahun pada perusahaan yang terkait dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan teknik atau metode kuantitatif untuk mengetahui dan memberikan informasi mengenai pengaruh antara variabel independen yaitu leverage, firm size, dan cash flow volatility, liquidity terhadap variabel dependen yaitu keputusan hedging. Penelitian ini, peneliti menggunakan data sekunder yang berupa laporan keuangan tahunan pada perusahaan sub sektor pertambangan Data keuangan pada perusahaan diperoleh melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu w. Penelitian ini menggunakan uji statistik dengan teknik analisis regresi Analisis regresi logistik merupakan metode yang menggunakan model secara matematis dalam menganalisis hubungan variabel dependen dengan variabel independen. Pengaplikasian yang akan digunakan dalam penelitian ini akan menggunakan aplikasi IBM SPSS. Berikut merupakan daftar tabel operasional pada variabel dependen serta variabel independen Putri. & Nuraya. Penerapan Keputusan Hedging A EISSN: 3032-4289 Tabel 1 Operasional Variabel Variabel Dependen: Keputusan Hedging Independen: Leverage (Debt to Equity Ratio / DER) Firm Size Cash Flow Volatility Liquidity Konsep Variabel Merupakan salah satu strategi yang digunakan oleh perusahaan agar dapat mengurangi adanya risiko bisnis tidak terduga, sehingga perusahaan memiliki kemungkinan untuk tetap memperoleh investasinya (Andardini, 2. Rasio leverage atau rasio solvabilitas yaitu rasio yang digunakan oleh perusahaan dalam mengukur aktiva pada perusahaan sehingga perusahaan mengetahui berapa banyak aktiva yang dibiyai menggunakan utang (Kasmir, 2. Debt to Equity Ratio (DER) digunakan agar perusahaan dapat menilai utang dengan ekuitas (Kasmir, 2. Firm size atau ukuran perusahaan merupakan kelompok perusahaan yang dapat diketahui besar ataupun kecilnya perusahaan dengan berbagai cara. Perusahaan yang memiliki ukuran besar akan memiliki risiko yang semakin tinggi (Karina & Rahyuda, 2. Cash flow volatility atau volatilitas arus kas merupakan ketidakpastian yang tinggi tentang ketersediaan kas yang ada di masa depan. Pendapatan usaha yang jumlahnya masih tidak menentu merupakan sebuah bentuk ketidakpastian pada kas milik suatu perusahaan (Mediana & Muharam, 2. Liquidity atau likuiditas merupakan rasio yang dapat memberikan gambaran terhadap kemampuan yang dimiliki oleh suatu perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek yang dimiliki oleh perusahaan tersebut (Kasmir, 2. Indikator Skala Menggunakan hedging = 1 Tidak menggunakan hedging = 0 Nominal yayaycI ycNycuycycayco ycOycycaycuyci . (Kasmir, 2. yaycnycyco ycIycnycyce = yaycu. cNycuycycayco yaycycycey. (Guniarti, 2. ycNycuycycayco yaycyceyc (Andardini, 2. yayaycO = yaycI yaycycycyceycuyc yaycycyceyc yaycycycyceycuyc yaycnycaycaycnycoycnycycnyceyc (Kasmir, 2. Rasio Rasio Rasio Rasio HASIL DAN PEMBAHASAN Objek Penelitian Objek pada penelitian ini merupakan perusahaan pertambangan dengan sub sektor tambang mineral batubara serta terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan menggunakan pertimbangan kriteria yang sudah ditetapkan. Tabel 2 Kriteria Sampel Kriteria Perusahaan sub sektor pertambangan batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018 Ae 2022 Perusahaan sub sektor pertambangan batubara yang tidak memiliki annual report lengkap periode 2018 Ae 2022 Perusahaan sub sektor pertambangan batubara yang tidak memiliki informasi terkait hedging pada laporan keuangan periode 2018 - 2022 Jumlah perusahaan yang memenuhi kriteria Jumlah . Journal of Accounting. Management, and Islamic Economics. Vol. No. Juni 2024: 305-318 Bahwa Perusahaan sub sektor pertambangan batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018 Ae 2022 berjumlah 27 perusahaan. Namun, perusahaan yang tidak memenuhi kriteria pemilihan sampel berjumlah 10 perusahaan. Sehingga, jumlah perusahaan yang dijadikan sampel penelitian berjumlah 17 perusahaan. Tabel 3 Sampel Perusahaan No. Nama Perusahaan Adaro Energy Indonesia Tbk Atlas Resources Tbk Alfa Energi Investama Tbk Borneo Olah Sarana Sukses Tbk Bukit Asam Tbk Bumi Resources Tbk Exploitasi Energi Indonesia Tbk Darma Henwa Tbk Delta Dunia Makmur Tbk Dian Swastatika Sentosa Tbk Golden Eagle Energy Tbk Golden Energy Mines Tbk Indika Energy Tbk Indo Tambangraya Megah Tbk Mitrabara Adiperdana Tbk Resource Alam Indonesia Tbk TBS Energi Utama Tbk Kode ADRO ARII FIRE BOSS PTBA BUMI CNKO DEWA DOID DSSA SMMT GEMS INDY ITMG MBAP KKGI TOBA Hasil Penelitian Analisis Statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif merupakan gambaran terhadap data yang dapat dilihat melalui nilai minimum, maksimum, mean . ata Ae rat. serta standar deviasi yang dimiliki oleh masing Ae masing variabel (Imam Ghozali, 2. Tabel 4 Analisis Statistik Deskrptif DER SIZE CFV Valid N . Minimum Maximum Mean Std. Deviation Variabel DER memiliki nilai minimum sebesar -18,75 yang berasal dari PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) pada tahun 2018 Ae 2020. PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS) pada tahun 2021 Ae 2022, dan PT Eksploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) pada tahun 2018 Ae 2022. Nilai maksimum yang dimiliki oleh variabel DER sebesar 34,06 yang berasal dari PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Nilai yang dihasilkan oleh mean atau rata Ae rata sebesar 1,8306 dengan standar deviasi yang dihasilkan yaitu 5,52770. Berdasarkan website katadata. , nilai DER yang memiliki angka negatif merupakan total ekuitas yang dimiliki oleh suatu perusahaan sehingga perusahaan dapat mengalami kerugian yang melebihi jumlah ekuitasnya. Variabel SIZE memiliki nilai minimum sebesar 17,00 yang berasal PT Bukit Asam Tbk (PTBA) pada Selanjutnya, nilai maksimum yang dimiliki SIZE 32,24 yang berasal PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada tahun 2022. Nilai mean atau rata Ae rata yang dihasilkan variabel SIZE sebesar 26,7252 serta nilai standar deviasi sebesar 4,26589. Variabel CFV memiliki nilai minimum sebesar -0,20 yang berasal dari PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada tahun 2018 Ae 2022. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) pada tahun 2019. PT Borneo Olah Sarana Putri. & Nuraya. Penerapan Keputusan Hedging A EISSN: 3032-4289 Sukses Tbk (BOSS) pada tahun 2019, 2021 Ae 2022. PT Eksploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) pada tahun 2019 dan 2021, serta PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) pada tahun 2018 dan 2022. Nilai maksimum pada variabel CFV sebesar 0,66 yang berasal dari PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) pada tahun 2022. Nilai mean atau rata Ae rata variabel ini sebesar 0. 1288 serta standar deviasi Variabel CR memiliki nilai minimum 0,20 yang berasal dari PT Atlas Resources Tbk (ARII) pada tahun Nilai maksimum pada variabel CR sebesar 5,36 yang berasal dari PT Harum Energy Tbk (HRUM) pada tahun 2020. Nilai rata Ae rata atau mean yang dimiliki sebesar 1,5205 serta nilai standar deviasi yang dihasilkan sebesar 0. Analisis Regresi Logistik Analisis regresi logistik merupakan model uji yang dilakukan untuk menganalisis serta membuktikan hubungan variabel independen yaitu leverage, firm size, cash flow volatility, dan liquidity terhadap variabel dependen yaitu keputusan hedging. Model umum regresi logistik dalam mencari probabilitas hedging dapat dinyatakan dengan, ycEycycuyca yayceyccyciyce ) = yu0 yu1 yayaycI yu2 ycoycuycIyaycsya yu3 yayaycO yu4 yaycI yce 1 Oe ycEycycuyca yayceyccyciyce ycEycycuyca yayceyccyciyce 0,623 )= ( 1 Oe ycEycycuyca yayceyccyciyce 1 Oe 0,623 ln = ( 0,623 0,377 ln = . Probabilitas Hedging = 0,501 Nilai 0,623 didapatkan dari total perusahaan yang menggunakan hedging yang dibagikan dengan jumlah observasi. Probabilitas hedging digunakan untuk mengganti angka 1 pada saat mengolah data menggunakan aplikasi IBM SPSS. Sehingga didapatkan hasil probabilitas yaitu 0,501. Tabel 5 Dependent Variabel Encoding Original Value Tidak Menggunakan Hedging Internal Value Menggunakan Hedging Tabel 5 merupakan tabel dependent variable encoding, dimana variabel dependen menggunakan dummy variabel. Perusahaan yang melakukan hedging akan diberi nilai 1, dan perusahaan yang tidak melakukan hedging akan diberi nilai 0. Tabel 6 Case Processing Summary Unweighted Casesa Selected Cases Unselected Cases Total Included in Analysis Missing Cases Total Percent Tabel 6 terdapat tabel case processing summary yang merupakan data yang akan digunakan pada penelitian ini. Dapat dilihat bahwa total nilai (N) sebesar 85 dan tidak mengalami Journal of Accounting. Management, and Islamic Economics. Vol. No. Juni 2024: 305-318 missing cases sehingga nilai (N) sesuai dan valid dengan data. Uji Kelayakan Regresi (Hosmer and LemeshowAos Godness of Fit Tes. Penelitian ini menggunakan Hosmer and LemeshoAos Goodness of Fit Test sebagai uji kelayakan Apabila nilai statistik pada uji Hosmer and LemeshowAos Goodness if Fit Test lebih besar dari 0,05 . %), maka data pada penelitian telah sesuai dan mampu untuk menilai observasinya. Hipotesis pada uji kelayakan regresi adalah sebagai berikut: Ho: Model cocok dengan data Ha: Model tidak cocok dengan data Tabel 7 Hosmer and LemeshowAos Goodness of Fit Test Step Chi-square Sig. Hosmer and LemeshowAos Goodness of Fit Test pada 7 memiliki nilai Chi-square sebesar 5,498 dan nilai signifikansi sebesar 0,599 atau lebih besar dari 0,05 . %). Dapat disimpulkan bawah nilai signifikansi 0,599 > 0,05 sehingga hipotesis nol tidak dapat ditolak atau nilai cocok dengan data. Uji Penilaian Keseluruhan (Overall Model Fi. Pengukuran ini dilakukan dengan membandingkan nilai -2Log L pada awal . lock number = . dimana model memasukkan konstanta yang memiliki nilai -2Log L setelah model memasukkan variabel bebas . lock number = . Tabel 8 Overall Fit Model -2LogL Block Number = 0 Block Number = 1 Nilai 112,595 97,238 Nilai yang dihasilkan pada uji Overall Model Fit pada table 8 menunjukkan bahwa sebelum variabel bebas dimasukkan, nilai pada (Block Number = . sebesar 112,595. Dan nilai sesudah variabel dimasukkan pada (Block Number = . menjadi 97,238. Terjadi penurunan nilai pada saat variabel bebas sudah dimasukkan sehingga, nilai pada -2LogL Block Number = 0 lebih besar jika dibandingkan dengan dengan nilai - 2LogL Block Number = 1 . ,595 > 97,. sehingga model regresi baik atau tidak dapat ditolak. Uji Koefisien Determinasi (NagelkerkeAos R Squar. Tabel 9 NagelkerkeAos R Square Step -2 Log likelihood Cox & Snell R Square Nagelkerke R Square Hasil uji koefisien determinasi yang menggunakan NagelkerkeAos R Square pada uji regresi logistik memperoleh nilai sebesar 0,225. Nilai tersebut dapat menunjukkan bahwa variasi pada variabel independen seperti leverage, firm size, cash flow volatility dan liquidity mampu menjelaskan variasi pada variabel dependen yaitu keputusan hedging sebesar 22. Sedangkan 77,5% dijealskan oleh variabel lain yang berada di luar hipotesis penelitian ini. Sehingga, variabel penelitian ini hanya memiliki pengaruh sebesar 22,5% terhadap variabel terikat. Putri. & Nuraya. Penerapan Keputusan Hedging A EISSN: 3032-4289 Classification Table Tabel 10 Classification Table Predicted HEDGE Observed Step 1 Percentage Tidak Melakukan Correct Melakukan Hedging Hedging Tidak Melakukan Hedging HEDGE Melakukan Hedging Overall Percentage Terdapat classification table yang dapat menunjukkan bahwa terdapat prediksi terhadap keempat variabel independen diantaranya yaitu leverage, firm size, cash flow volatility dan liquidity terhadap variabel dependen yaitu keputusan hedging sebesar 72,9%. Omnibus Test of Model Coefficient Tabel 11 Omnibus Test of Model Coefficient Step 1 Step Block Model Chi-square Sig. Tabel 11 menunjukkan adanya nilai pada Chi-square atau signifikansi dengan nilai sebesar 0,004. Nilai yang dihasilkan tersebut dapat dikatakan lebih kecil dari 0,05 . ,004 < 0,. Sehingga, keempat variabel independen yang diantara yaitu leverage, firm size, cash flow volatility dan liquidity tersebut memiliki pengaruh yang signifikan secara simultan terhadap keputusan hedging. Uji Parsial (T Tes. Tabel 12 Koefisien Regresi Logistik Pada tabel 12 terdapat persamaan dari model koefisien regresi logistik yaitu: ycyeeyeayeE ycyeIyeIyeOyeI yauya ( ) = Oeya, yiycye ya, ycyayaycycyc ya, yaycyyesyeaycycyeAyc ya, yiyeyeycycyc ya, ycyayiycyc ya Oe ycyeeyeayeE ycyeIyeIyeOyeI Hasil yang ditunjukkan pada koefisien regresi pada tabel 12 menyimpulkan bahwa variabel leverage dengan proksi DER memiliki hasil pada koefisien sebesar 0,312 dengan nilai signifikansi yaitu sebesar 0,020. Hasil yang dimiliki oleh variabel DER pada uji regresi logistik tersebut memiliki tanda koefisien regresi yang positif. Nilai signifikansi yang dimiliki oleh DER lebih kecil dari 0,05 . %) yaitu 0,020 < 0,05. Variabel firm size yang menggunakan proksi SIZE terhadap keputusan hedging Journal of Accounting. Management, and Islamic Economics. Vol. No. Juni 2024: 305-318 memiliki hasil pada koefisien regresi logistik sebesar 0,039 dengan nilai signifikansi yaitu sebesar 0,508. Hasil yang dimiliki oleh variabel SIZE pada uji regresi logistik tersebut memiliki tanda koefisien regresi yang positif. Nilai signifikansi yang dimiliki oleh SIZE lebih besar dari 0,05 . %) yaitu 0,508 > 0,05. Variabel cash flow volatility yang menggunakan proksi CFV terhadap keputusan hedging memiliki hasil pada koefisien regresi logistik sebesar 1,755 dengan nilai signifikansi yaitu sebesar 0,345. Hasil yang dimiliki oleh variabel CFV pada uji regresi logistik tersebut memiliki tanda koefisien regresi yang positif. Nilai signifikansi yang dimiliki oleh CFV lebih besar dari 0,05 . %) yaitu 0,345 > 0,05. Variabel liquidity yang menggunakan proksi CR memiliki hasil pada koefisien regresi logistik sebesar 0,306 dengan nilai signifikansi yaitu sebesar 1,357. Hasil yang dimiliki oleh variabel CR pada uji regresi logistik tersebut memiliki tanda koefisien regresi yang positif. Nilai signifikansi yang dimiliki oleh CR lebih besar dari 0,05 . %) yaitu 1,357 > 0,05. Pembahasan Pengaruh Leverage Terhadap Keputusan Hedging Nilai leverage yang tinggi dapat menunjukkan bahwa perusahaan memiliki banyak hutang dari pada modal dalam menjalani operasinya. Jika perusahaan memiliki pendapatan yang menggunakan mata uang lokal dan memiliki utang dengan denominasi mata uang asing, maka perusahaan dapat menghadapi eksposur valuta asing yang tinggi sehingga perusahaan harus mengeluarkan mata uang lokal yang lebih banyak akibat apresiasi dari valuta asing (Nengah et al. , 2. Fluktuasi yang terjadi akibat tingkat inflasi dapat memberikan risiko bagi perusahaan. Hal ini dapat mengakibatkan nilai pada mata uang yang tidak stabil. Apabila tingkat inflasi menjadi tinggi, mata uang akan melemah dan menyebabkan perusahaan memiliki risiko pada pendanaannya. Untuk melindungi perusahaan dari risiko yang dihadapi akibat fluktuasi yang diakibatkan oleh inflasi, perusahaan dapat menggunakan aktivitas hedging (Lestari & Pratiwi, 2. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Mahasari & Rahyuda . Saraswati & Suryatini . Kinasih & Mahardika . , dan Karlinda & Manunggal . yang menyatakan variabel leverage yang menggunakan proksi Debt to Equity Ratio (DER) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan hedging. Pengaruh Firm Size Terhadap Keputusan Hedging Apabila ukuran pada perusahaan semakin meningkat dapat mengindikasikan suatu perusahaan untuk menggunakan aktivitas hedging (Guniarti, 2. Ukuran perusahaan yang memiliki jumlah aset yang tinggi memiliki risiko yang lebih tinggi. Sehingga, aktivitas hedging diperlukan sebagai manajemen risiko pada suatu perusahaan. Namun, pengaruh ukuran perusahaan terhadap aktivitas hedging tidak hanya dipengaruhi oleh besarnya ukuran perusahaan saja karena terdapat faktor lain yang mampu mempengaruhi penggunaan keputusan hedging. sehingga keputusan untuk menggunakan hedging perlu dipertimbangkan oleh perusahaan. Variabel independen yaitu firm size yang menggunakan proksi SIZE tidak berpengaruh terhadap keputusan hedging. Hasil pada penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ainun et al . yang menyatakan bahwa variabel firm size tidak memiliki pengaruh terhadap keputusan hedging. Pengaruh Cash Flow Volatility Terhadap Keputusan Hedging Cash flow volatility pada perusahaan dapat dipengaruhi oleh nilai tukar pada kegiatan operasional Jika perusahaan memiliki arus kas yang volatile dan semakin tinggi maka perusahaan memiliki risiko yang lebih tinggi, sehingga perusahaan membutuhkan aktivitas hedging agar terhindar serta aman dari risiko bisnis (Mahardini et al. , 2. Variabel independen yaitu cash flow volatility yang menggunakan proksi CFV tidak berpengaruh terhadap keputusan hedging. Perusahaan yang memiliki nilai CFV yang naik maupun turun tidak mempengaruhi keputusan hedging sebagai penentuan pada kebijakan perusahaan (Andardini, 2. Penelitian ini juga dapat menandakan bahwa perusahaan yang memiliki arus kas yang volatile akibat kegiatan operasional, tidak membuat perusahaan untuk melakukan pertimbangan dalam menerapkan hedging. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Andardini . dan Mahardini et al . yang menyatakan bahwa variabel independen cash flow volatility tidak memiliki perngaruh terhadap keputusan hedging. Pengaruh Liquidity Terhadap Keputusan Hedging Nilai yang dimiliki oleh liquidity yang semakin tinggi dan meningkat dapat mengindikasi probabilitas terhadap aktivitas hedging sehingga hed transaksi dapat menurun. Sebaliknya, jika Putri. & Nuraya. Penerapan Keputusan Hedging A EISSN: 3032-4289 perusahaan memiliki liquidity yang semakin rendah dapat mengindikasi probabilitas aktivitas hedging yang dilakukan perusahaan dengan eksposur transaksi yang semakin meningkat (Guniarti. Variabel independen yaitu liquidity yang menggunakan proksi CR berpengaruh secara positif terhadap keputusan hedging namun secara statistik penelitian ini tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan hedging. Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan tetap dapat membayar utang jatuh tempo dengan atau tidak menggunakan aktivitas hedging (Sudiarta & Setyawan, 2. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa penggunaan aktivitas hedging terhadap tinggi ataupun rendahnya tingkat liuidity yang dimiliki oleh perusahaan merupakan pertimbangan dari perusahaan tersebut. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sudiarta & Setyawan . yang menyatakan bahwa variabel independen liquidity tidak berpengaruh negatif terhadap keputusan hedging. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil analisis pada penelitian yang menguji pengaruh leverage, firm size, cash flow volatility, dan liquidity terhadap keputusan hedging pada perusahaan sub sektor tambang mineral batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2018 Ae 2022 yang menggunakan analisis regresi logistik pada aplikasi IBM SPSS Statistik 26, maka dapat disimpulkan sebagai Variabel leverage yang menggunakan proksi Debt to Equity Ratio (DER) memiliki hasil penelitian yang berpengaruh positif terhadap keputusan hedging. Melalui penelitian ini, variabel leverage menandakan bahwa dengan adanya peningkatan maupun penurunan pada variabel leverage akan memberikan pengaruh terhadap keputusan hedging pada Variabel firm size yang menggunakan proksi SIZE dan diukur melalui logaritma natural . dengan total aset perusahaan memiliki hasil penelitian yang tidak berpengaruh positif terhadap keputusan hedging. Melalui penelitian ini, variabel firm size menandakan bahwa dengan adanya peningkatan maupun penurunan pada variabel firm size tidak akan memberikan pengaruh terhadap keputusan hedging pada perusahaan. Cash flow volatility yang menggunakan proksi CFV memiliki hasil penelitian yang tidak berpengaruh positif terhadap keputusan hedging. Melalui penelitian ini, variabel cash flow volatility menandakan bahwa dengan adanya peningkatan maupun penurunan pada variabel cash flow volatility tidak akan memberikan pengaruh terhadap keputusan hedging pada Liquidity yang menggunakan proksi CR memiliki hasil penelitian yang tidak berpengaruh negatif terhadap keputusan hedging. Melalui penelitian ini, variabel liquidity menandakan bahwa dengan adanya peningkatan maupun penurunan pada variabel liquidity tidak akan memberikan pengaruh terhadap keputusan hedging pada perusahaan. Dengan adanya kesimpulan pada penelitian ini, adapaun saran yang dapat diberikan untuk peneliti selanjutnya guna untuk menyempurnakan penelitian sebelumnya yaitu: Pada penelitian ini, hasil uji koefisien determinasi (NagelkerkeAos R Squar. sebesar 22,5%. Sebanyak 77,5% dijealskan oleh variabel lain yang berada di luar hipotesis penelitian ini. Hal ini menunjukkan bahwa variabel independen lain dapat diteliti oleh peneliti selanjutnya seperti variabel financial distress dan market to book value. Dalam penelitian ini, sampel yang digunakan merupakan perusahaan pertambangan mineral batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian selanjutnya diharapkan mampu menggunakan sektor lain agar penelitian yang dilakukan menjadi lebih baik misalnya perusahaan industri otomotif atau industri healthcare pada perusahaan farmasi. Periode pada penelitian ini yaitu 5 tahun yang dimulai pada tahun 2017 Ae 2022, hendaknya peneliti selanjutnya dapat memperbaharui atau menambah periode penelitian. Journal of Accounting. Management, and Islamic Economics. Vol. No. Juni 2024: 305-318 DAFTAR PUSTAKA