Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra P-ISSN: 1978-8800. E-ISSN: 2614-3127 http://journal. um-surabaya. id/index. php/Stilistika/index Vol. 18 No. Januari 2025, hal 1-16 KESALAHAN BERBAHASA TATARAN SINTAKSIS PADA TUGAS KETERAMPILAN MENYIMAK PEMELAJAR BIPA PROGRAM KNB DI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA LANGUAGE ERRORS AT THE SYNTACTIC LEVEL IN LISTENING SKILL TASKS FOR BIPA LEARNERS IN THE KNB PROGRAM AT THE STATE UNIVERSITY OF SURABAYA Anggoro Abiyyu Ristio Cahyo1*. Syamsul Sodiq2. Fafi Inayatillah3 Pendidikan Bahasa Indonesia. Universitas Negeri Surabaya. Indonesia 1,2,3 23002@mhs. id 1, syamsulsodiq@unesa. fafiinayatillah@unesa. *penulis korespondensi Info Artikel ABSTRAK Sejarah artikel: Diterima: 13 Juni 2024 Direvisi: 03 Juli 2024 Disetujui: 31 Desember 2024 Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan berbahasa dalam tataran sintaksis pada tugas pemelajar BIPA program KNB mata kuliah Keterampilan Menyimak di Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan gabungan kualitatif dan kuantitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah simak dan catat. Teknik analisis data pada penelitian ini berdasarkan enam prosedur kesalahan berbahasa, yaitu pengumpulan data, identifikasi data, klasifikasi data, penentuan frekuensi penyebaran kesalahan, idenfikasi wilayah kesalahan, dan perbaikan kesalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan sintaksis pada tugas pemelajar lebih dominan terjadi pada konstruksi kalimat dibandingkan dengan konstruksi frasa. Kesalahan pada konstruksi kalimat tercatat sebanyak 76. 92%, konstruksi frasa hanya Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa pemelajar cenderung menghadapi lebih banyak kesulitan dalam menyusun kalimat dibandingkan frasa. Temuan ini memberikan wawasan penting untuk pengembangan materi pembelajaran BIPA, khususnya dalam meningkatkan kemampuan menyusun frasa dan kalimat secara efektif. Kata kunci: BIPA, konstruksi frasa, konstruksi kalimat Article Info ABSTRACT Article history: Received: 13 June 2024 Revised: 03 July 2024 Accepted: 31 December 2024 This study aims to describe the types of language errors at the syntactic level in the tasks of BIPA learners in the KNB program in the Listening Skills course at the State University of Surabaya. This research used a combined qualitative and quantitative approach with descriptive methods. The data collection techniques are listening and note-taking techniques. The data analysis technique in this study is based on six language error procedures, namely data collection, data identification, data classification, determination of the frequency of error distribution, identification of error areas, and error The results show that syntactic errors in the learners' tasks are more dominant in sentence construction compared to phrase construction. Errors in sentence construction were recorded at 76. 92%, much higher than phrase construction which only reached 23. The comparison shows that learners tend to have more difficulties in constructing sentences than This finding provides important insights for the development of BIPA learning materials, especially in improving the ability to build phrases and sentences effectively. Copyright A 2025. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra DOI: http://dx. org/10. 30651/st. Keyword: BIPA, phrase construction, sentence construction Cahyo. Sodiq. Inayatillah/Kesalahan Berbahasa TataranA Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 18 No. Januari 2025 Hal 1-16 PENDAHULUAN Bahasa adalah alat komunikasi yang esensial dalam kehidupan Sebagai terstruktur, bahasa memungkinkan gagasan, berbagi informasi, dan menjalin hubungan sosial (Elnaggar et , 2022. Ganiyevna & Kizi, 2024. Gea & Malelak, 2. Dalam konteks pembelajaran, bahasa memainkan peran penting sebagai sarana untuk memahami berbagai konsep dan Salah keterampilan yang mendukung proses keterampilan menyimak. Keterampilan menyimak adalah menafsirkan pesan yang disampaikan secara lisan. Dalam konteks ini, tindak tutur tidak hanya menyampaikan merepresentasikan tindakan dan emosi yang memberikan makna tambahan dalam komunikasi (Cahyo et al. , 2. Dalam konteks pembelajaran bahasa, menyimak menjadi fondasi penting mendengarkan secara aktif, memahami makna, dan merespons dengan tepat (Amalia & Arifin, 2. Tugas-tugas keterampilan menyimak mencakup mendengarkan rekaman percakapan, ceramah, dan menjawab pertanyaan terkait isi yang didengar. Keterampilan memperkaya pemahaman terhadap struktur kalimat, intonasi, dan ekspresi yang digunakan dalam komunikasi Kemampuan menyimak yang baik adalah kunci bagi pemelajar dalam Indonesia (Sitaresmi & Ginting, 2. Hal itu juga berlaku bagi pemelajar program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Selain itu, lingkungan juga menjadi esensial dalam membentuk pengalaman dan narasi (Cahyo et al. Lingkungan yang mendukung dapat memperkaya pengalaman belajar dan membantu pemelajar memahami konteks budaya dan sosial bahasa yang Melalui program BIPA, pemelajar diajak untuk belajar di lingkungan akademis dan terlibat langsung dengan masyarakat (Cahyo et , 2. Tugas-tugas keterampilan menyimak yang diberikan kepada pemelajar BIPA menjadi indikator Namun, dalam praktiknya ditemukan banyak kesalahan dalam tugas-tugas Kesalahan tersebut menunjukkan aspek yang perlu pembelajaran bahasa. Selain keterampilan menyimak, keterampilan menulis juga merupakan aspek penting dalam pembelajaran Menulis membantu pemelajar memahami teks secara mendalam menyampaikan gagasan secara efektif (Nurharini, 2. Hal tersebut menunjukkan bahwa menulis berfungsi sebagai sarana untuk mengasah kemampuan analisis dan pemahaman yang terstruktur. Kemampuan mencerminkan pemahaman pemelajar terhadap materi pembelajaran, serta kemampuan untuk menggunakan dan merefleksikan isi materi secara kritis (Inayatillah et al. , 2019. Yasa & Adiyanti. Hal menegaskan bahwa menulis tidak hanya mencakup kemampuan teknis, tetapi juga proses berpikir kritis dan refleksi mendalam. Keterampilan digunakan untuk menghasilkan karya Cahyo. Sodiq. Inayatillah/Kesalahan Berbahasa TataranA Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 18 No. Januari 2025 Hal 1-16 akademik, seperti makalah dan laporan kemahiran dalam struktur bahasa agar pesan dapat disampaikan secara jelas dan logis (Satriawati et al. , 2. Hal itu menunjukkan bahwa keterampilan keberhasilan akademik dan indikator Dalam BIPA keterampilan menulis berhubungan erat dengan pemahaman sintaksis yang mencakup kemampuan menyusun kalimat secara logis dan sesuai kaidah Keterampilan mencerminkan kecakapan pemelajar dalam memilih dan menggunakan struktur bahasa yang tepat untuk menyampaikan gagasan secara efektif (Kusmiarti et al. , 2. Pemahaman sintaksis yang baik memungkinkan pemelajar menghasilkan tulisan yang lebih terstruktur dan mudah dipahami. Sintaksis mempelajari hubungan antarkata dalam sebuah kalimat untuk membentuk makna yang jelas. Kesalahan dalam sintaksis dapat menurunkan kualitas tulisan dan Fenomena kesalahan berbahasa sering ditemukan dalam tugas pemelajar, terutama pada tataran struktur frasa, klausa, dan kalimat (Nurcaya et al. , 2. Hal pemahaman terhadap sintaksis menjadi elemen penting dalam pembelajaran bahasa yang menuntut keakuratan dikelompokkan ke dalam empat aspek utama, yaitu fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik (Sari, 2. Penelitian ini secara khusus berfokus pada aspek sintaksis karena elemen ini membangun kalimat yang efektif. Sintaksis tidak hanya memengaruhi kejelasan pesan yang disampaikan, tetapi juga menjadi tolok ukur Penelitian ini akan fokus pada analisis kesalahan berbahasa dalam keterampilan menyimak pemelajar BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asin. program KNB. Dengan mengidentifikasi jenis-jenis kesalahan yang terjadi, penelitian ini bertujuan untuk memberikan masukan bagi pengajar dalam menyusun materi pembelajaran yang lebih relevan dan Penelitian kesalahan berbahasa terhadap tataran sintaksis pernah Meskipun demikian, penelitian terkait masih memerlukan kajian lebih lanjut untuk menjangkau konteks yang lebih Beberapa penelitian relevan ditemukan dalam lima jurnal nasional yang menjadi rujukan utama dalam studi ini. Penelitian pertama dilakukan oleh Nur Endah Permatasari. Ika Maiatun Khasanah, dan Nur Alifiah Martia Putri . berjudul AyKesalahan Berbahasa dalam Majalah Pandawa IAIN Surakarta Edisi 2018 pada Tataran Ejaan dan SintaksisAy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai kesalahan berbahasa dalam majalah tersebut, baik pada tataran ejaan maupun sintaksis. Kesalahan ejaan mencakup penggunaan huruf kapital, kata yang dicetak miring, tanda baca, dan ejaan kata. Kesalahan sintaksis meliputi kesalahan pada frasa dan Penelitian kedua dilakukan oleh Afrinar Pramitasari . berjudul Cahyo. Sodiq. Inayatillah/Kesalahan Berbahasa TataranA Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 18 No. Januari 2025 Hal 1-16 AyKesalahan Berbahasa Bidang Sintaksis pada Karya Ilmiah (Skrips. Mahasiswa Universitas PekalonganAy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesalahan konstruksi sintaksis pada skripsi pemelajar, termasuk kesalahan pada tataran frasa dan Kesalahan tataran frasa terjadi karena makna yang redundansi, lebih disebabkan oleh kesalahan gramatikal. Penelitian ketiga dilakukan oleh Utami Maulida . berjudul AyKesalahan Berbahasa Tataran Ejaan. Morfologi, dan Sintaksis Skripsi Mahasiswa Program Studi PGMI BinamadaniAy. Hasil menunjukkan bahwa skripsi pemelajar mengandung kesalahan berbahasa di tataran ejaan, morfologi, dan sintaksis. Kesalahan ini meliputi penulisan partikel, pemakaian huruf kapital, penggunaan kata baku dan non-baku, serta struktur kalimat yang tidak efektif. Penelitian keempat dilakukan oleh Muhammad Selamet RifaAoi dan Septina Sulistyaningrum AyKesalahan Berbahasa Tataran Sintaksis pada Karangan Cerita Pendek Siswa Kelas XI SMAAy. Hasil penelitian kesalahan berbahasa tataran sintaksis dalam bidang frasa dan kalimat pada karangan cerita pendek siswa kelas XI SMA. Bidang frasa teridentifikasi 39 data kesalahan yang terdiri dari enam Bidang kalimat terdapat 78 data kesalahan yang meliputi sebelas aspek. Penelitian kelima dilakukan oleh Deasy Supartini. Siti Solihah, dan Heri Isnaini . berjudul AyProblematika Kesalahan Bahasa Indonesia dalam Tataran SintaksisAy. Hasil penelitian berbahasa dalam bahasa Indonesia sering terjadi pada tataran sintaksis, meliputi kesalahan dalam pembentukan frasa, klausa, dan kalimat. Penelitian menjadi rujukan memiliki perbedaan mendasar dengan penelitian ini dari segi sumber data dan fokus analisis. Penelitian ini menggunakan tugas pemelajar BIPA program KNB mata kuliah Keterampilan Menyimak di Universitas Negeri Surabaya sebagai sumber data utama. Pendekatan ini menawarkan perspektif baru yang belum banyak dibahas dalam penelitian Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis tugas pemelajar BIPA program KNB dari mata kuliah Keterampilan Menyimak di Universitas Negeri Surabaya. Mata kuliah tersebut dirancang untuk membantu pemelajar memahami bahasa Indonesia, baik secara tulis maupun lisan. Fokus pada pemahaman bahasa tulis dan lisan menjadikan penelitian ini relevan untuk mengukur integrasi kedua aspek tersebut dalam proses pembelajaran. Penelitian ini mengacu pada pentingnya sintaksis, dan relevansi analisis kesalahan dalam pembelajaran Kajian tersebut memberikan dasar teoretis untuk memahami kesalahan sintaksis yang sering terjadi pada tugas menyimak pemelajar BIPA. Kesalahan berbahasa dapat terjadi dalam berbagai situasi komunikasi. Hal tersebut disebabkan oleh berbagai faktor seperti kurangnya pemahaman terhadap struktur bahasa, kekurangan referensi yang tepat, atau pengaruh dari bahasa daerah yang kuat. Kesalahan berbahasa muncul dalam penggunaan kata yang salah tempat (Amalia et al. Kesalahan tersebut ditemukan pada kata dalam kalimat atau penggunaan bentuk kata yang tidak Cahyo. Sodiq. Inayatillah/Kesalahan Berbahasa TataranA Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 18 No. Januari 2025 Hal 1-16 sesuai dengan kaidah yang berlaku. Ambiguitas akibat kesalahan ini dapat memengaruhi pemahaman pembaca atau pendengar dan menciptakan ketidakjelasan dalam penyampaian Hal tersebut menunjukkan pentingnya penguasaan kaidah bahasa yang baik dalam pembelajaran. Sintaksis pengembangan keterampilan berbahasa (Supartini et al. , 2. Pemahaman sintaksis memungkinkan pemelajar merangkai kata menjadi kalimat yang koheren dan efektif. Hal tersebut dapat keefektifan kalimat. Pengetahuan tentang sintaksis membantu pemelajar menyusun kalimat yang benar secara gramatikal dan menarik. Sintaksis juga menjadi fondasi penting dalam Sintaksis berperan dalam membantu pemelajar memahami struktur bahasa secara logis dan terorganisasi. Dalam analisis kesalahan sintaksis, langkah pertama yang dilakukan adalah mengidentifikasi serta mengategorikan jenis-jenis kesalahan yang sering terjadi (Debora et al. , 2. Kesalahan tersebut tidak hanya melibatkan penggunaan kata yang salah, tetapi juga struktur frasa dan klausa yang tidak sesuai dengan kaidah. Fenomena ini menunjukkan perlunya pendekatan mendalam dalam menganalisis pola kesalahan untuk merancang strategi pengajaran yang lebih efektif. METODE Penelitian pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif bertujuan untuk memahami fenomena secara mendalam melalui analisis data non-numerik (Yusuf & Rahman. Metode digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode deskriptif dirancang untuk menggambarkan fenomena sebagaimana adanya (Cahyo & Andriana, 2. Selain pendekatan kualitatif, hasil penelitian ini juga diolah secara Data kesalahan yang ditemukan diklasifikasikan menjadi dua kategori utama, yaitu kesalahan konstruksi frasa dan kesalahan Frekuensi kesalahan dalam setiap kategori dihitung, kemudian dibandingkan Persentase dihitung dengan rumus: ycEya = ( yayaya ) ycu 100% ycNya Catatan: PK : Persentase Kesalahan JKK : Jumlah Kesalahan pada Kategori TK : Total Kesalahan Hasil ini kemudian disajikan dalam bentuk diagram untuk memberikan gambaran visual tentang distribusi kesalahan sintaksis yang ditemukan pada tugas pemelajar BIPA program KNB. Dengan pendekatan ini, penelitian menggabungkan analisis kualitatif dan kuantitatif untuk kesalahan secara lebih proporsional. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tugas pemelajar BIPA program KNB mata kuliah Keterampilan Menyimak di Universitas Negeri Surabaya. Pemilihan analisis tugas pemelajar BIPA KNB menawarkan durasi studi yang lebih Hal tersebut memungkinkan mahasiswa fokus pada pengembangan Data berupa kesalahan konstruksi frasa dan kesalahan konstruksi kalimat dalam tugas Cahyo. Sodiq. Inayatillah/Kesalahan Berbahasa TataranA Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 18 No. Januari 2025 Hal 1-16 pemelajar BIPA program KNB mata kuliah keterampilan menyimak di Universitas Negeri Surabaya. Teknik pengumpulan data pada penelitian adalah simak dan catat. Teknik simak digunakan untuk Keterampilan Menyimak pemelajar BIPA program KNB di Univeristas Negeri Surabaya. Penyimakan melibatkan observasi mendalam dan bahasa (Cahyo et al. , 2024. Jannah. Teknik catat digunakan untuk mencatat data yang menunjukkan kesalahan berbahasa pada tataran Pencatatan berdasarkan aspek relevan dengan keperluan penelitian (Cahyo, 2. Dalam penelitian ini, data kesalahan ditandai dengan kode Kode data ditulis dalam format D. x/YY, di mana D. menunjukkan nomor data, dan YY adalah inisial nama mahasiswa yang menjadi subjek dalam penelitian. Teknik penelitian ini menggunakan prosedur kesalahan berbahasa. Menurut Tarigan H & Tarigan D . , analisis kesalahan memiliki enam prosedur, yaitu pengumpulan data, identifikasi data, klasifikasi data, penentuan frekuensi dan penyebaran kesalahan, identifikasi wilayah kesalahan, dan perbaikan kesalahan. HASIL DAN PEMBAHASAN Kesalahan sintaksis adalah suatu bentuk kesalahan berbahasa yang terbagi menjadi beberapa bidang, yaitu frasa dan kalimat (Arista & Subandi, 2. Kesalahan berbahasa pada tataran sintaksis dalam tugas mata kuliah Keterampilan Menyimak pemelajar BIPA program KNB di Universitas Negeri Surabaya mengungkapkan berbagai jenis kesalahan sintaksis yang Hasil analisis menunjukkan bahwa kesalahan yang paling umum ditemukan adalah pada konstruksi kalimat dibandingkan frasa. Berdasarkan analisis, kesalahan pada bidang frasa ditemukan sebanyak 3 data, sementara kesalahan pada bidang kalimat sebanyak 10 data. Dengan demikian, total keseluruhan kesalahan adalah sebagai berikut. Total Kesalahan = 3 (F) 10 (K) = 13 Persentase Kesalahan Frasa = ) ycu 100% = 23. Persentase Kesalahan Kalimat = ) ycu 100% = 76. Dengan demikian, kesalahan pada bidang frasa sekitar 23. 08% dari total kesalahan, sementara kesalahan pada bidang kalimat sekitar 76. Analisis digambarkan sebagai berikut. Kesalahan Berbahasa Bidang Frasa Bidang Kalimat Diagram 1. Analisis Kesalahan Berbahasa Cahyo. Sodiq. Inayatillah/Kesalahan Berbahasa TataranA Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 18 No. Januari 2025 Hal 1-16 Kesalahan Konstruksi Frasa 1/AI:AuMereka melakukan memasak, bermain foto, dan bermain Ay Data D. 1/AI menggambarkan penggunaan frasa yang kurang tepat. Hal tersebut menyebabkan kalimat menjadi kurang terstruktur dalam bahasa Indonesia. Penggunaan frasa yang kurang tepat dapat menimbulkan tafsiran ambiguitas bagi pembaca. Frasa Aumelakukan memasakAy tidak lazim dalam bahasa Indonesia. Kata AumelakukanAy biasanya diikuti dengan kata benda yang merujuk pada suatu tindakan. Frasa yang lebih tepat adalah AumemasakAy karena kata tersebut sudah mencerminkan tindakan. Penggunaan frasa Aubermain fotoAy juga kurang tepat. Aktivitas yang berkaitan dengan foto biasanya menggunakan kata kerja seperti Aumengambil fotoAy atau AuberfotoAy. Untuk membuat data D. 1/AI menjadi lebih tepat, hal itu dapat direvisi menjadi AuMereka memasak, mengambil foto, dan bermain gitar. Ay Revisi menghilangkan kata AumelakukanAy yang tidak diperlukan. Selain itu, revisi ini menggantikan frasa dengan pilihan kata yang lebih sesuai dalam konteks bahasa Indonesia. 2/RN:AuSaya pikir mereka punya waktu bagus. Ay Data D. 2/RN menggambarkan penggunaan frasa yang kurang tepat. Hal tersebut menyebabkan kalimat terdengar tidak alami dalam bahasa Indonesia. Frasa Aupunya waktu bagusAy kemungkinan merupakan terjemahan langsung dari ungkapan bahasa Inggris Auhave a good timeAy, yang dalam bahasa Indonesia memiliki makna Aumenikmati waktunyaAy atau Aubersenang-senang. Ay Frasa Aupunya waktu bagusAy tidak lazim digunakan dalam bahasa Indonesia. Kata AupunyaAy biasanya kepemilikan suatu objek, bukan untuk menggambarkan aktivitas. Dalam konteks ini, frasa yang lebih tepat adalah Aumenikmati waktunyaAy atau Aubersenang-senangAy. Hal tersebut lebih alami dan sesuai dengan makna yang dimaksud. Untuk membuat data D. 2/RN menjadi lebih tepat, kalimat tersebut dapat direvisi menjadi AuSaya pikir mereka menikmati waktunya. Ay Revisi tersebut memperbaiki nuansa bahasa agar lebih sesuai dengan konteks dan penggunaan yang lazim dalam bahasa Indonesia. Selain itu, revisi ini membuat kalimat lebih natural dan mudah dipahami oleh pembaca. 3/AI: AuDeni dengan temannya bertemu di Hotel CintaAy Data D. 3/AI terdapat penggunaan preposisi yang kurang tepat. Data 3/AI menunjukkan penggunaan preposisi AudenganAy yang kurang tepat Hal ini menyebabkan kalimat terdengar kurang alami dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks tersebut, lebih umum menggunakan kata AudanAy atau mengubah struktur kalimat untuk menunjukkan hubungan kebersamaan. Penggunaan preposisi AudenganAy menunjukkan partisipasi bersama dalam suatu aktivitas, seperti AuDeni bertemu dengan temannya. Ay Namun, menunjukkan hubungan kedua pihak Cahyo. Sodiq. Inayatillah/Kesalahan Berbahasa TataranA Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 18 No. Januari 2025 Hal 1-16 secara setara, kata AudanAy lebih disarankan, seperti pada AuDeni dan temannya bertemu di Hotel Cinta. Ay Revisi tersebut memperbaiki penggunaan preposisi dan kata hubung sehingga kalimat menjadi lebih lancar dan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Pilihan revisi tersebut juga pertemuan tersebut. Kesalahan Konstruksi Kalimat 1/RN: AuMereka mengobrol dan sambil makan. Ay Data D. 1/RN menggambarkan penggunaan struktur sintaksisnya. Kesalahan tersebut membuat kalimat data D. 1/RN kurang tepat secara gramatikal dalam bahasa Indonesia. Penggunaan Audan sambilAy dalam kalimat tersebut terdapat redundansi dan tidak perlu. Kata AusambilAy sudah dinilai cukup untuk menghubungkan dua kegiatan yang terjadi secara bersamaan, yaitu mengobrol dan Perbaikan kalimat pada data 1/RN bisa diganti dengan Aumereka mengobrol sambil makan. Ay. tersebut dinilai sederhana dan benar. Kata AusambilAy menghubungkan dua kegiatan yang dilakukan secara 2/RN: AuMelelahkan Ay Data 2/RN Kalimat AuMelelahkan tapi dia, senangAy memiliki beberapa masalah struktural yang membuat kurang jelas dan tidak gramatikal. Pemakaian tanda koma setelah Autapi diaAy kurang tepat dan ambigu. Tanda digunakan di tempat sebelum kata AusenangAy. Hal tersebut karena memisahkan subjek AudiaAy dari kata sifat AusenangAy secara tidak perlu. Urutan kata dalam kalimat data 2/RN tidak mengikuti struktur kalimat bahasa Indonesia. Frasa AuMelelahkan tapi diaAy juga tidak memiliki subjek yang jelas, sebelum kata AumelelahkanAy yang menyebabkan kalimat kehilangan konteks. Perbaikan data D. 2/RN yang tepat agar kalimat lebih jelas dapat dilakukan, seperti AuDia lelah, tetapi senangAy. Perbaikan tersebut dapat memperbaiki struktur gramatikal dan memberikan kejelasan antara dua bagian kalimat yang menunjukkan 3/RN: AuAcara reuni dengan teman SMA. Ay Data D. 3/RN menyajikan kalimat "Acara reuni dengan teman SMA" yang menciptakan ambiguitas karena kurangnya informasi mengenai pelaku atau subjek dari aktivitas tersebut. Secara struktural kalimat tersebut tidak lengkap karena tidak memiliki predikat yang jelas. Struktur kalimat yang lengkap dalam bahasa Indonesia umumnya ada subjek dan predikat. Data. 3/RN tidak memiliki verba yang berfungsi sebagai predikat untuk menjelaskan lebih lanjut tentang apa yang terjadi pada acara reuni tersebut. Penambahan mengubah data D. 3/RN menjadi kalimat yang lebih lengkap dan Perbaikan kalimat tersebut, seperti AuMereka mengadakan acara reuni dengan teman SMA. Ay atau Cahyo. Sodiq. Inayatillah/Kesalahan Berbahasa TataranA Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 18 No. Januari 2025 Hal 1-16 AuAcara reuni dengan teman SMA telah diselenggarakan. Ay. Perubahan opsi tersebut menjadikan kalimat lebih lengkap dengan subjek dan predikat. Hal tersebut memberikan informasi yang lebih jelas tentang yang terjadi dalam konteks acara reuni tersebut. 4/YS: AuDi situ mereka makan, mengobrol, dan perasannya sangat senangAy Data D. 4/YS kalimat AuDi situ mereka makan, mengobrol, dan perasannya sangat senangAy memiliki struktur gramatikal yang kurang dalam bahasa Indonesia. Frasa Auperasannya senangAy penggunaan kata yang salah. Hal tersebut kemungkinan yang dimaksud AuperasaannyaAy AuperasannyaAy. Bagian awal kalimat menunjukkan AumakanAy AumengobrolAy, sedangkan bagian akhir Auperasannya senangAy. Struktur penulisan tersebut membuat kalimat tidak konsisten. Hal tersebut karena terdapat peralihan dari daftar aksi ke deskripsi emosional tanpa menggunakan transisi yang jelas. Perbaikan kalimat yang tepat untuk data D. 4/YS, yaitu AuDi situ mereka makan dan mengobrol, mereka merasa sangat senang. Ay. penggunaan bahasa Indonesia lebih Hal tersebut dilakukan berdasarkan hasil pemisahan kegiatan dan perasaan secara lebih jelas. 5/YS: AuSetelah itu di mereka ada banyak acara seperti memasak, berfoto bersama, dan bermain gitar, dan banyak kegiatan lain. Ay Data D5/YS menggambarkan serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh sebuah kelompok. Akan tetapi, data D1/YS tidak memiliki predikat jelas untuk mendeskripsikan tindakan utama yang dilakukan oleh subjek. Kalimat "Setelah itu di mereka ada banyak acara seperti memasak berfoto bersama dan bermain gitar dan banyak kegiatan lain" terdapat masalah yang membuat struktur dan gramatikalnya kurang jelas. Frasa Audi merekaAy tidak tepat. Secara umum preposisi AudiAy digunakan untuk menunjukkan lokasi. Akan tetapi, dalam konteks data D. 5/YS yang dimaksud adalah Aupada merekaAy. Struktur kalimat tersebut sebaiknya diubah untuk menghindari ambiguitas. Kalimat data D. 5/YS memiliki pengulangan konjungsi AudanAy yang tidak perlu dan membuat kalimat dinilai Sebaiknya, kalimat tersebut menggunakan satu AudanAy saja sebelum elemen terakhir daftar. Ungkapan Aubanyak kegiatan lainAy dinilai adanya ketidakjelasan dan Hal tersebut karena beberapa kegiatan spesifik. Perbaikan kalimat pada data 5/YS dapat diganti, seperti AuSetelah itu, mereka mengadakan banyak acara, seperti memasak, berfoto bersama, bermain gitar, dan kegiatan lainnya. Ay. Perbaikan tersebut membuat kalimat lebih jelas dan menghindari penggunaan preposisi atau konjungsi yang berlebihan. Selain itu, keefektifan dalam menyampaikan 6/YS: AuIbunya memasak makan saat Astri Cahyo. Sodiq. Inayatillah/Kesalahan Berbahasa TataranA Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 18 No. Januari 2025 Hal 1-16 membersihkan rumah setelah ituAy Data D. 6/YS memuat dua aktivitas yang dilakukan oleh ibu dan Astri dalam satu kalimat yang panjang dan Kalimat "Ibunya memasak makan saat ibunya memasak Astri membersihkan rumah setelah itu" memiliki masalah yang membuat strukturnya menjadi tidak jelas dan sulit Data 6/YS redundansi dengan dua kali menyebut "ibunya memasak. Selain itu juga terdapat ambiguitas dalam struktur pada bagian "Astri membersihkan rumah" berhubungan dengan aktivitas Frasa "memasak "memasak makanan,". Akan tetapi, penggunaannya dalam kalimat tidak lengkap dan tidak jelas. Penggunaan "setelah itu" di akhir kalimat juga tidak memiliki klausa yang jelas untuk dihubungkan. Hal tersebut dapat menambah kebingungan pada struktur kalimat. Perbaikan kalimat pada data 6/YS agar menjadi lebih jelas dan gramatikal dapat menyusunnya, seperti "Saat ibunya memasak. Astri membersihkan rumah. Setelah itu, mereka makan bersama. " Perbaikan data D. 6/YS menjadikan kalimat lebih Hal tersebut menghilangkan redundansi dan memberikan struktur yang logis antaraktivitas yang 7/YS:AuDia perasannya melelahkanAy Data D. 7/YS memiliki struktur kalimat yang ambigu. Kalimat AuDia perasannya melelahkanAy memiliki beberapa kekurangan dalam hal kejelasan dan struktur yang membuat sulit dipahami. Penggunaan kata "perasannya" dinilai tidak tepat. Kata yang benar adalah "perasaannya," jika maksud dari kalimat tersebut adalah untuk menyatakan perasaannya melelahkan. Kalimat data D. 7/YS tidak jelas karena kurangnya konteks dan penggunaan kata yang tidak tepat. "Perasaannya melelahkan" dapat diartikan sebagai emosi orang tersebut dinilai melelahkan bagi dirinya sendiri atau bagi orang lain. Akan tetapi, hal tersebut dinilai tidak jelas hanya dari satu kalimat. Perbaikan kalimat yang tepat untuk data D. 7/YS, yaitu "Perasaannya Selain itu, jika konteksnya adalah tentang cara mempersepsikan sesuatu, bisa ditulis seperti "Cara dia merasa tentang situasi itu melelahkan. Pilihan perbaikan tersebut bergantung pada konteks yang lebih luas dari narasi yang terjadi sebelum atau sesudah kalimat. Kalimat yang direvisi tersebut dinilai lebih jelas dan menggunakan kata yang lebih tepat untuk menggambarkan situasi yang dimaksud. 8/AI: AuMereka membuat tenda, dia berkemah juga. Ay Data D. 3/AI meninggalkan kesan kurang efisien dan jelas. Kalimat 8/AI memiliki dua subjek yang berbeda, yaitu "Mereka" dan "dia". Akan tetapi, dua subjek tersebut disatukan dalam satu kalimat dan tidak terdapat penghubung yang tepat. Hal tersebut yang membuat kalimat terasa terputus-putus dan kurang koheren. Apabila penggunaan "dia" adalah bagian dari "mereka,". Hal tersebut menyatakan bahwa "dia berkemah juga" menjadi redundansi karena Cahyo. Sodiq. Inayatillah/Kesalahan Berbahasa TataranA Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 18 No. Januari 2025 Hal 1-16 implisit bahwa dia melakukan apa yang dilakukan kelompok. Jika "dia" adalah orang yang berbeda, maka kalimat penggunaan konjungsi yang lebih tepat. Kalimat data D. 8/AI bisa lebih disederhanakan dan dibuat lebih jelas kegiatan yang berkaitan dengan berkemah menjadi satu kalimat yang lebih koheren. Perbaikan kalimat tersebut, seperti "Mereka membuat tenda dan berkemah. Ay. Hal tersebut menunjukkan bahwa semua kegiatan dilakukan oleh kelompok yang sama. Perbaikan tersebut membuat kalimat lebih jelas dan koheren. Kalimat tersebut juga menghindari redundansi dan ambiguitas. 9/AI: AuDia senang sekali, di akhir minggu lalu. Ay Data D. 9/AI pada kalimat "Dia senang sekali, di akhir minggu lalu. memiliki struktur yang kurang optimal. Selain itu, kalimat tersebut terdapat penggunaan tanda baca yang kurang Tanda koma yang digunakan setelah "senang sekali" membuat bagian "di akhir minggu lalu" terisolasi dan terkesan sebagai informasi tambahan. Hal tersebut dinilai tidak terintegrasi dengan baik ke dalam kalimat. Informasi waktu "di akhir minggu lalu" idealnya juga harus terintegrasi lebih terstruktur ke dalam kalimat. Perbaikan data D. 9/AI agar kalimat lebih mengalir dengan baik dapat ditulis, seperti "Dia senang sekali di akhir minggu lalu. Perbaikan kalimat tersebut lebih jelas dan logis. Hal tersebut dengan menghilangkan pemisahan yang tidak perlu oleh tanda koma dan mengintegrasikan informasi waktu secara lebih efektif ke dalam 10/AI: AuSemua mereka senang. Ay Data D. 4/AI kalimat "Semua mereka senang. " memiliki kesalahan dalam hal struktur dan pemilihan kata yang ambiguitas. Frasa "Semua mereka" tidak umum dalam tata Frasa disederhanakan untuk meningkatkan Selain itu, frasa yang lebih tepat untuk menyatakan bahwa setiap orang dalam sebuah kelompok merasa senang adalah menggunakan kata "semua" sebagai kata sifat, bukan sebagai kata ganti. Perbaikan kalimat data D. 10/AI yang tepat, yaitu "Mereka semua Perbaikan kesalahan dalam struktur kalimat. Hal tersebut membuat lebih mudah dipahami dan lebih sesuai dengan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik determinasi bahwa analisis kesalahan berbahasa pada tataran sintaksis dalam penelitian ini meliputi kesalahan konstruksi frasa dan kalimat. Kesalahan konstruksi frasa, meliputi penggunaan kata yang kurang tepat, ungkapan terjemahan dari bahasa Inggris, dan penggunaan preposisi yang kurang tepat. Kesalahan konstruksi kalimat, meliputi penempatan struktur kalimat yang kurang tepat, kalimat ambiguitas, struktur tidak berpredikat, dan pengunaan dua subjek yang Temuan kesalahan konstruksi frasa, seperti penggunaan kata yang kurang tepat. Hal ini juga ditemukan dalam Cahyo. Sodiq. Inayatillah/Kesalahan Berbahasa TataranA Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 18 No. Januari 2025 Hal 1-16 penelitian Permatasari dkk . yaitu ditemukan kesalahan konstruksi frasa, meliputi penggunaan kata yang kurang Namun, penelitian ini memiliki kompleksitas yang lebih tinggi karena tidak hanya mengidentifikasi kesalahan konstruksi frasa, tetapi juga kesalahan konstruksi kalimat. Penelitian ini mencakup berbagai jenis kesalahan yang lebih beragam dan mendalam, termasuk penggunaan kata yang tidak sesuai serta struktur kalimat yang Hasil penelitian ini lebih kompleks karena tidak hanya mengidentifikasi kesalahan konstruksi frasa, tetapi juga kesalahan konstruksi kalimat. Hal tersebut mencakup berbagai jenis kesalahan, seperti penggunaan kata yang kurang tepat dan struktur kalimat yang ambigu. Analisis lebih rinci dan terperinci karena mengandung contoh konkret dan perbaikan untuk setiap kesalahan yang ditemukan. Penelitian ini mencakup jumlah kesalahan yang lebih banyak dan mempertimbangkan aspek sintaksis yang lebih rumit. PENUTUP Kesalahan penulisan dalam tugas mata kuliah Keterampilan Menyimak yang diberikan kepada pemelajar BIPA program KNB terdapat pada bidang konstruksi kalimat dan Kesalahan yang paling umum pada konstruksi kalimat, meliputi penempatan struktur kalimat yang kurang tepat, kalimat ambigu, struktur tidak berpredikat, dan penggunaan dua subjek yang berbeda. Kesalahan tersebut dapat mengurangi kejelasan dan keefektifan kalimat. Adapun kesalahan konstruksi frasa, sebanyak 08% dari total kesalahan, meliputi penggunaan kata yang kurang tepat, terdapat ungkapan terjemahan dari bahasa Inggris, dan penggunaan preposisi yang kurang tepat. Kesalahan konstruksi kalimat yang mencapai 92% menjadi indikator utama perlunya penguatan pembelajaran sintaksis dalam program BIPA. Keterkaitan pemahaman bahasa dapat memengaruhi penulisan yang kurang tepat terhadap tataran sintaksis. Kesalahan pada tataran sintaksis terhadap aturan-aturan bahasa yang membantu dalam menyusun kalimat yang kohesif dan Persentase kesalahan yang dominan pada kalimat menunjukkan pelatihan intensif dalam memahami struktur kalimat yang efektif. Penelitian ini memiliki signifikansi penting dalam dunia pendidikan bahasa Indonesia, khususnya bagi pemelajar BIPA. Pertama, hasil penelitian ini membantu mengidentifikasi jenis-jenis kesalahan sintaksis yang sering dilakukan oleh pemelajar. Kedua, temuan ini memberikan wawasan bagi pengajar dalam merancang materi pembelajaran yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan pemelajar. Ketiga, penelitian ini menyoroti pentingnya keterampilan menyimak sebagai dasar bagi penguasaan bahasa tulis yang baik. Dengan memahami kesalahan sintaksis yang umum terjadi, program BIPA dapat mengembangkan kesalahan yang lebih terfokus, seperti penggunaan latihan perbaikan sintaksis dan simulasi menyimak terintegrasi. Upaya perbaikan yang dilakukan melalui pendidikan dan latihan harus diarahkan pada pengenalan kesalahankesalahan Melalui pendekatan sistematis dan terstruktur, pemelajar dapat secara bertahap meningkatkan kemampuan menulis. Hal tersebut Cahyo. Sodiq. Inayatillah/Kesalahan Berbahasa TataranA Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 18 No. Januari 2025 Hal 1-16 dilakukan sebagai upaya perbaikan sehingga mampu menghasilkan kalimat yang jelas dan mudah dipahami. Selain itu, penelitian ini memberikan dasar untuk pengembangan alat evaluasi berbasis kesalahan, seperti modul perbaikan frasa dan kalimat, yang dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum BIPA. Dengan demikian, hasil penelitian ini tidak hanya memberikan memberikan panduan praktis untuk meningkatkan kemampuan bahasa pemelajar secara menyeluruh. DAFTAR PUSTAKA