P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. PENINGKATAN KAPASITAS KWT SERUNI MELALUI PARTICIPATORY ACTION RESEARCH DALAM URBAN FARMING DAN HIDROPONIK Kusmayanti Solecha1*. Duwi Cahya Putri Buani2. Furi Indriyani3. Meutia Raissa Emiliana1. Resti Dhea Putri Apriliani1 1* Teknologi Informasi. Fakultas Teknik dan Informatika. Universitas Bina Sarana Informatika 3*Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Bina Sarana Informatika Jl. Kramat Raya No. Jakarta Pusat. Indonesia Kusmayanti. ksc@bsi. id*, furi. fin@bsi. id, 17230432@bsi. id, 17230471@bsi. 2Informatika. Fakultas Teknokogi Informasi. Univesitas Nusa Mandiri Jl. Margonda No. Depok. Indonesia dcp@nusamandiri. (*) Corresponding Author Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional. Abstract This community service program aims to enhance the capacity and self-reliance of the Seruni Women Farmer Group (KWT Serun. in supporting food security through training on urban farming and hydroponic cultivation, implemented using a Participatory Action Research (PAR) approach. The program engaged lecturers, students, and group members in stages of socialization, training, technology implementation, mentoring, and sustainability planning. Evaluation results indicated a 12% improvement in participantsAo understanding based on pre-test and post-test scores, demonstrating the programAos effectiveness in strengthening technical competence. Technological implementation, including the construction of a seed house and the use of pH and TDS meters, resulted in 1,500 high-quality seedlings and a hydroponic pakcoy harvest of 4 kg. Participants successfully applied practical skills independently, particularly in nutrient management and the cultivation of economically valuable crops. The program also fostered an internal training system for new members and generated socio-economic benefits, such as increased household income and strengthened womenAos roles in agriculture. Overall, this activity aligns with SDGs 1, 2, 5, and 12. Keywords: food security. urban farming. women's empowerment. Abstrak Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kemandirian Kelompok Wanita Tani (KWT) Seruni dalam mendukung ketahanan pangan melalui pelatihan urban farming dan budidaya hidroponik berbasis pendekatan Participatory Action Research (PAR). Kegiatan melibatkan dosen, mahasiswa, dan anggota KWT dalam tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan perencanaan keberlanjutan. Evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 12%, menandakan efektivitas pelatihan dalam peningkatan kompetensi teknis. Implementasi teknologi melalui pembangunan rumah bibit serta pemanfaatan pH Meter dan TDS Meter 500 bibit unggul dan panen pakcoy hidroponik sebanyak 18,4 kg. Peserta mampu menerapkan keterampilan secara mandiri, termasuk pengelolaan nutrisi dan pembibitan tanaman bernilai Program ini juga mendorong terbentuknya sistem pelatihan internal bagi anggota baru serta memberikan dampak sosial-ekonomi berupa peningkatan pendapatan rumah tangga dan penguatan peran perempuan dalam sektor pertanian. Kegiatan ini sejalan dengan SDGs 1, 2, 5, dan 12. Kata kunci: ketahanan pangan. pertanian perkotaan. pemberdayaan perempuan. Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. PENDAHULUAN Pembangunan Berkelanjutan Sustainable Development Goals (SDG. merupakan agenda global yang diinisiasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) . dan disepakati pada tahun 2015 . Agenda ini bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan sosial . , pertumbuhan ekonomi, serta pelestarian lingkungan secara berkelanjutan . Salah satu tujuan utama dalam SDGs, yaitu Goal 2: Zero Hunger, menitikberatkan pada upaya penghapusan kelaparan, peningkatan ketahanan pangan, serta penerapan praktik pertanian yang berkelanjutan . Pada tingkat nasional. UndangUndang Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan mendefinisikan ketahanan pangan sebagai kondisi terpenuhinya kebutuhan pangan rumah tangga secara cukup, aman, bermutu, dan mudah diakses . , baik dari segi kuantitas maupun kualitas . Pemerintah Kabupaten Cibinong melalui Dinas Pertanian membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk mendorong peran perempuan dalam peningkatan produktivitas pertanian . serta memperkuat ketahanan pangan keluarga . , yang tercermin dari ketersediaan pangan yang cukup dan beragam . Salah satu kelompok yang aktif adalah KWT Seruni, berlokasi di Kelurahan Pakansari. Kecamatan Cibinong. Kelompok ini terdiri atas 17 anggota yang memanfaatkan lahan pekarangan seluas 1. 200 mA untuk kegiatan urban Area lahan yang dikelola oleh KWT Seruni ditunjukkan pada Gambar 1. Komoditas utama yang dibudidayakan meliputi kangkung, bayam, kacang panjang, jagung, dan cabai. dirancang untuk meningkatkan kapasitas anggota KWT melalui pelatihan urban farming dan budidaya hidroponik . , pembangunan rumah bibit . , serta penyediaan alat pertanian. Program ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan . , meningkatkan pendapatan . , serta . pengelolaan pertanian berkelanjutan . METODE PENGABDIAN MASYARAKAT Kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), yang menekankan partisipasi aktif dan kolaboratif antara tim pelaksana dan anggota KWT Seruni dalam setiap tahap kegiatan. Pendekatan ini melibatkan 15 anggota KWT Seruni yang berpartisipasi secara langsung dalam seluruh rangkaian kegiatan, lama waktu tahapan kurang lebih 30 hari. Melalui pendekatan ini, masyarakat tidak hanya menjadi objek penerima manfaat, tetapi juga berperan sebagai mitra yang berkontribusi dalam proses identifikasi masalah, perencanaan solusi, serta evaluasi hasil kegiatan secara reflektif Tahapan ditunjukkan pada Gambar 2. Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 2. Tahapan Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat Adapun penjelasan pada tiap tahapan adalah sebagai berikut : Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 1. Area Lahan KWT Seruni Meskipun memiliki potensi yang cukup besar. KWT Seruni masih menghadapi berbagai keterbatasan sarana dan prasarana pertanian, antara lain belum tersedianya rumah bibit, minimnya instalasi hidroponik, serta kurangnya peralatan pendukung produksi. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya produktivitas dan efisiensi kegiatan usaha tani. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini Sosialisasi Tahap sosialisasi merupakan kegiatan awal yang bertujuan membangun pemahaman bersama antara tim pelaksana dan mitra. Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa sebagai tim pelaksana PkM bersama anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Seruni serta penyuluh pertanian setempat, yang dilaksanakan pada 28 Juni 2025 di lahan pertanian KWT Seruni. Kp. Cikempong RW 11. Kelurahan Pakansari. Kecamatan Cibinong. Pada tahap ini, tim pelaksana memaparkan tujuan, manfaat, dan tahapan program PkM, serta menjelaskan pentingnya penerapan konsep urban farming dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan pendapatan rumah tangga. Melalui Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. metode presentasi interaktif, diskusi kelompok terarah (FGD), dan tanya jawab terbuka yang bersifat partisipatif sesuai pendekatan Participatory Action Research (PAR), kegiatan ini juga digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan, potensi, serta kendala yang dihadapi anggota KWT Seruni. Indikator meningkatnya pemahaman anggota KWT terhadap tujuan dan manfaat program serta kesediaan mereka untuk berpartisipasi aktif pada tahap Pelatihan Terdiri dari dua jenis pelatihan, yaitu Pelatihan Urban Farming dan Pelatihan Hidroponik. Pelatihan Urban Farming disampaikan oleh Nisa Ulkhurriyyah berfokus pada pemahaman konsep dasar pertanian perkotaan dan praktik langsung penggunaan alat ukur pH Meter untuk mengetahui tingkat keasaman tanah guna menentukan kesuburan dan kesesuaian jenis tanaman. Sementara itu. Pelatihan Hidroponik oleh Desri Mulyati Widaningsih mencakup materi dan praktik tentang teknik budidaya tanaman hidroponik, pemberian serta pembuatan nutrisi AB Mix yaitu larutan pupuk khusus yang digunakan dalam sistem hidroponik untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman tanpa menggunakan tanah dan penggunakan pH Meter alat untuk mengukur tingkat keasaman atau kebasaan larutan nutrisi pada tanaman Hidroponik. Metode pelatihan yang digunakan meliputi ceramah, demonstrasi, praktik langsung, dan simulasi agar peserta dapat keterampilan teknis. Keberhasilan tahap ini diukur melalui pemberian soal pre-test dan post-test untuk keterampilan peserta setelah mengikuti pelatihan. Penerapan Teknologi Tahap penerapan teknologi pada KWT Seruni dengan fokus pada peningkatan produktivitas pertanian melalui pembangunan rumah bibit sebagai sarana penyediaan bibit unggul serta lingkungan tanam. Teknologi yang diterapkan mencakup penggunaan alat pH Meter untuk mengukur tingkat keasaman tanah dan air, serta TDS Meter untuk memantau kadar zat terlarut pada sistem hidroponik, guna memastikan kondisi optimal bagi pertumbuhan tanaman. Seluruh sarana dan alat penunjang kegiatan ini didukung melalui pendanaan dari Direktorat Riset. Teknologi, dan Pengabdian Masyarakat (DRTPM), Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi Tahun 2025. Indikator keberhasilan Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. tahap ini ditunjukkan dengan kemampuan anggota KWT Seruni dalam mengoperasikan dan memanfaatkan seluruh teknologi yang diterapkan secara mandiri dan berkelanjutan. Pendampingan dan Evaluasi Tahap pendampingan dan evaluasi dilakukan untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas penerapan teknologi serta peningkatan kapasitas anggota KWT Seruni. Evaluasi dilaksanakan melalui metode observasi dan wawancara selama proses produksi untuk menilai sejauh mana teknik urban farming dan hidroponik diterapkan dengan benar. Dalam tahap ini, dosen berperan sebagai pembimbing dalam membantu anggota KWT mengatasi kendala teknis dan operasional, sementara mahasiswa berperan aktif dalam melakukan pendampingan lapangan, pencatatan data pertumbuhan tanaman, serta dokumentasi hasil kegiatan. Indikator keberhasilan tahap pendampingan ditunjukkan melalui peningkatan hasil panen serta kemampuan anggota KWT dalam menerapkan praktik pertanian berkelanjutan secara mandiri. Keberlanjutan Program Tahap keberlanjutan program difokuskan pada penguatan kapasitas dan kemandirian KWT Seruni melalui pelatihan berkelanjutan bagi anggota baru agar transfer pengetahuan dan keterampilan dapat terus berlangsung. Kegiatan ini bertujuan membangun sistem produksi yang memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia, seperti rumah bibit dan instalasi hidroponik. Melalui pendekatan pelatihan internal dan pendampingan berkala, diharapkan KWT Seruni mampu produktivitas pertanian secara mandiri, sekaligus memperluas dampak program terhadap ketahanan pangan dan pemberdayaan perempuan di lingkungan sekitar. HASIL DAN PEMBAHASAN Sosialisasi Program Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Seruni Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada hari Sabtu, 28 Juni 2025, di lahan pertanian KWT Seruni. Pertemuan ini dihadiri oleh 15 anggota KWT Seruni serta tim pelaksana PkM, dengan tujuan memperkenalkan program pemberdayaan yang akan dilaksanakan. Pada kegiatan ini dipaparkan secara komprehensif tujuan, manfaat, serta tahapan pelaksanaan program, termasuk urgensi penerapan urban farming berbasis hidroponik sebagai strategi P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. pendapatan keluarga. Pendekatan sosialisasi yang dilakukan sejalan dengan temuan beberapa studi sebelumnya, seperti penelitian oleh Mulyawati, dkk. yang menunjukkan bahwa Sosialisasi merupakan proses penanaman nilai, kebiasaan, dan aturan kepada masyarakat yang berperan dalam membentuk kepribadian individu melalui contoh dan peran yang ditransfer dari lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai tahap informasi, tetapi juga sebagai fondasi penting dalam membangun kesadaran dan komitmen anggota KWT untuk berpartisipasi aktif dalam penerapan teknologi hidroponik secara berkelanjutan, memperkuat kontribusi program perempuan di tingkat komunitas. 2025 dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota KWT Seruni dalam pengelolaan pertanian modern. Sumber : (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 3. Pelatihan Teknik Urban Farming Pada Gambar 4 pada saat pelatihan urban farming yang disampaikan oleh Nisa Ulkhurriyyah, peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep dasar pertanian perkotaan serta melakukan praktik penggunaan alat ukur pH Meter untuk mengidentifikasi tingkat keasaman tanah. Sumber: (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 2. Sosialisasi Program Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Seruni Gambar 3 menunjukkan keterlibatan aktif anggota KWT Seruni dalam tahapan sosialisasi Keterlibatan ini memiliki relevansi ilmiah yaitu membangun kapasitas dan kemandirian kelompok melalui proses reflektif dan kolaboratif. Diskusi yang berlangsung memungkinkan anggota mengungkapkan kondisi faktual terkait sumber daya lahan, keterbatasan alat, serta kendala teknis yang dihadapi dalam praktik pertanian. Sehingga kegiatan pelatihan dan pendampingan dapat dirancang secara adaptif dan berbasis kebutuhan Antusiasme dan partisipasi aktif peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran kritis berkelanjutan, sekaligus memperkuat relevansi program dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi perempuan di tingkat Pelatihan Teknik Urban Farming. Pemanfaatan Green House dan Hidroponik. Kegiatan pelatihan teknik urban farming dan hidroponik dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus Sumber : (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 5. Tingkat Pemahaman Peserta Pada Pelatihan Urban Farming Hasil evaluasi pada Gambar 5 menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti pelatihan Urban Farming. Pada tahap pre-test, sebesar 76% peserta berada pada kategori tinggi, sedangkan post-test meningkat menjadi 88%, atau terjadi kenaikan sebesar 12%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan berjalan efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kemampuan peserta terhadap materi Urban Farming. Selain itu, tidak adanya peserta pada kategori rendah setelah pelatihan menandakan bahwa transfer pengetahuan berjalan dengan baik. Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. mengaplikasikan materi yang diberikan. pemahaman peserta terhadap konsep dan praktik budidaya tanaman tanpa tanah. Hal ini menandakan bahwa metode pembelajaran yang diterapkan mampu membantu peserta memahami teknik hidroponik secara lebih mendalam dan aplikatif. Penerapan Teknologi Pertanian sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas KWT Seruni Pada Tahap 3, kegiatan difokuskan pada keberlanjutan program urban farming di KWT Seruni. Kegiatan utama yang telah dilaksanakan meliputi pembangunan rumah bibit sebagai fasilitas pembibitan untuk menghasilkan bibit unggul secara Sumber : (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 4. Pelatihan Pemanfaatan Lahan Dengan Hidroponik Sementara itu, pelatihan hidroponik ditunjukkan pada Gambar 6 dimana proses pelatihan dipandu oleh Desri Mulyati Widaningsih mencakup memberikan pemahaman terhadap teknologi hidroponik, praktik pembuatan dan pemberian nutrisi AB Mix serta penggunaan pH Meter untuk air. Sumber : (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 8. Rumah Bibit dan Naungan Hidroponik Rumah bibit yang ada pada Gambar 8 dirancang dengan struktur sederhana namun fungsional, yang mampu melindungi bibit dari cuaca ekstrem dan hama. Sumber : (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 7. Tingkat Pemahaman Peserta Pada Pelatihan Hidroponik Hasil evaluasi pada Gambar 7 menunjukkan peningkatan pemahaman anggota KWT Seruni setelah mengikuti pelatihan Hidroponik. Pada tahap pre-test, sebanyak 82% peserta berada pada kategori tinggi, 6% pada kategori sedang, dan 12% pada kategori rendah. Setelah pelatihan . ost-tes. , jumlah peserta dengan pemahaman tinggi meningkat menjadi 94%, sedangkan kategori sedang menurun menjadi 0% dan kategori rendah menjadi 6%. Peningkatan dari 82% menjadi 94% . enaikan 12%) menunjukkan bahwa pelatihan Hidroponik Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. Sumber : (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 9. Penggunaan Instalasi Hidroponik P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. Pada Gambar 9 terlihat proses penggunaan instalasi hidroponik untuk meningkatkan kontrol kualitas tanaman, anggota KWT menggunakan alat pH Meter dan TDS Meter dalam kegiatan sehari-hari untuk memantau kualitas air dan nutrisi secara Hasil dari penerapan teknologi ini menunjukkan bahwa anggota KWT telah mampu mengelola instalasi hidroponik, ketersediaan bibit unggul meningkat. Penerapan teknologi ini menjadi langkah penting dalam mendukung peningkatan produksi pertanian dan kemandirian pangan lokal berbasis masyarakat. program dalam mendorong efisiensi produksi, penerapan teknologi tepat guna, serta penguatan ekonomi lokal berbasis pertanian berkelanjutan. Pendampingan dan Evaluasi Urban Farming untuk Meningkatkan Proktivitas KWT Seruni Hasil pertanian pada KWT Seruni berjalan efektif dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan keterampilan anggota. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, anggota KWT mampu menerapkan teknik urban farming dan hidroponik secara mandiri dengan tingkat kesalahan yang semakin berkurang pada setiap siklus produksi. Sumber : (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 11. Hasil Kegiatan Pendampingan Hidroponik Sumber : (Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 10. Hasil Kegiatan Pendampingan Urban Farming Terlihat pada Gambar 10 merupakan hasil kegiatan pendampingan urban farming dan penerapan teknologi rumah bibit di KWT Seruni menunjukkan peningkatan signifikan dalam kapasitas produksi dan kemandirian kelompok. Melalui pemanfaatan rumah bibit yang dibangun pada tahap penerapan teknologi. KWT Seruni berhasil memproduksi sebanyak 1. 500 bibit unggul berbagai jenis tanaman sayuran. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1. 000 bibit telah berhasil dipasarkan dengan harga Rp2. 000 per bibit, yang memberikan tambahan pendapatan bagi anggota Capaian ini mencerminkan keberhasilan Pada Gambar 11 merupakan hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan signifikan dalam peningkatan produktivitas dan penerapan teknologi pertanian modern di KWT Seruni. Melalui pendampingan intensif dalam pengelolaan sistem nutrisi dan perawatan tanaman. KWT Seruni berhasil memperoleh hasil panen pakcoy hidroponik sebanyak 18,4 kg dengan harga jual Rp20. 000 per kilogram. Pencapaian ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan transfer pengetahuan dan keterampilan dalam teknik hidroponik, tetapi juga menunjukkan potensi ekonomi yang menjanjikan bagi anggota KWT dalam mendukung kesejahteraan berbasis pertanian berkelanjutan. Penerapan Sistem Berkelanjutan dalam Pemberdayaan Urban Farming KWT Seruni Hasil kegiatan pada tahap keberlanjutan program menunjukkan bahwa KWT Seruni mulai mampu menjalankan kegiatan produksi secara mandiri dengan memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun, seperti rumah bibit dan instalasi Anggota KWT yang telah mengikuti pelatihan sebelumnya berperan aktif sebagai mentor bagi anggota baru dalam proses pembibitan Lisensi CC Atribusi-NonKomersial 4. 0 Internasional https://doi. org/10. 33480/abdimas. P-ISSN: 2774-5007 | E-ISSN: 2774-499X Vol. 7 No. 2 Oktober 2025 | Hal. dan budidaya tanaman, sehingga transfer Kegiatan pelatihan internal yang dilakukan secara mandiri menandakan terbangunnya kapasitas kelembagaan KWT Seruni dalam mengelola sumber daya dan meningkatkan produktivitas tanpa ketergantungan pada pihak Hasil ini menunjukkan bahwa program pemberdayaan masyarakat berbasis partisipasi dan kolaborasi yang efektif dalam mendukung ketahanan pangan serta memperkuat peran perempuan di sektor pertanian berkelanjutan. yang tinggi turut disampaikan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Seruni atas kerja sama dan partisipasinya dalam setiap tahapan program kegiatan, serta kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung keberhasilan program ini. DAFTAR PUSTAKA KESIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di KWT Seruni menunjukkan hasil yang signifikan dalam peningkatan kapasitas dan kemandirian anggota melalui pelatihan urban farming dan Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, terjadi peningkatan pemahaman peserta sebesar 12% pada kedua pelatihan, yang menunjukkan pengetahuan dan keterampilan teknis. Selain peningkatan pemahaman, keberhsasilan transfer keterampilan juga terlihat dari kemampuan anggota KWT dalam menerapkan praktik pertanian modern, seperti penggunaan alat ukur pH Meter, pengelolaan nutrisi hidroponik, serta produksi bibit unggul dan panen pakcoy secara mandiri. Program ini memiliki dampak keberlanjutan dengan terbentuknya sistem pelatihan internal bagi anggota baru, sehingga pengetahuan dan keterampilan dapat terus diwariskan. Secara sosial dan ekonomi, kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan rumah tangga, penguatan peran perempuan dalam sektor pertanian, serta mendukung ketahanan pangan lokal yang sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. UCAPAN TERIMAKASIH