PERAN DINAS KEPEMUDAAN. OLAHRAGA DAN PARIWISATA DALAM MENGEMBANGKAN WISATA RACAH MAMPULANG DI DESA BALIDA KABUPATEN BALANGAN Rini Oktavia1. Arsyad2. Moh. Fajar Noorahman3 Program Studi Administrasi Publik Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Amuntai e-mail: iyenrin@gmail. ABSTRAK Penelitian ini terdapat ada beberapa masalah dilapangan seperti. Minimnya Fasilitas yang dibutuhan oleh tempat wisata. Kurangnya motivasi dari Dinas Kepemudaan. Olahraga dan Pariwisata di Kabupaten Balangan terhadap perannya di dalam mempromosikan atau Mengembangkan tempat wisata racah mampulang. Kurangnya Kerjasama dari Dinas Kepemudan. Olahraga dan Pariwisata dan tempat wisata racah mampulang dalam hal Mengembangakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Dinas Kepemudaan. Olahraga dan Pariwisata dalam Mengembangkan Wisata Racah Mampulang dan Faktor-faktor yang mempengaruhi. Penelitian ini menggunakan tipe deskriptif-kualitatif. Sumber data menggunakan teknik purposive sampling, teknik pengumpulan data digunakan dengan cara wawancara, observasi dan Teknik analisis data menggunakan reduksi data (Data Reductio. Penyajian data (Data displa. dan kesimpulan (Conclusion Verificatio. Data yang telah di dapat diuji kredibilitas data melalui perpanjangan pengamatan,peningkatan ketekunan, triangulasi, analisis kasus negative, menggunakan bahan referensi, dan member check. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Peran Dinas Kepemudaan. Olahraga dan Pariwisata dalam Mengembangkan Wisata Racah Mampulang di Desa Balida Kabupaten Balangan kurang baik. Indikator pertama pemberian Motivasi kurang baik. Pemberian Nasehat/arahan kurang baik. Pembinaan kurang baik. Fasilitas Sarana dan Prasarana kurang baik. Menjalin kerja sama pemerintah, swasta dan masyarakat cukup baik dari segi Fasilitas . Fasilitas pelatihan kurang baik. Sinergi pemerintah, swasta dan masyarakat cukup baik. Kata Kunci : Peran ABSTRACT In this research, there are several problems in the field, such as, the lack of facilities needed by tourist attractions, the lack of motivation from the Youth. Sports and Tourism Department in Balangan Regency regarding its role in promoting or developing the Racahmpulang tourist attraction, the lack of cooperation from the Youth. Sports and Tourism Department and the Racah Muplang tourist attraction in terms of development. This research aims to determine the role of the Youth. Sports and Tourism Department in the development of Racah Mampulang tourism and the influencing factors. This research uses descriptivequalitative type. The data source used a purposive sampling, data collection techniques were used by means of interviews, observation and documentation. Data analysis techniques use data reduction (Data Reductio. , data presentation (Data displa. and conclusions (Conclusion Verificatio. Data that has been tested can be tested for data credibility through extended observations, increased persistence, triangulation, negative case analysis, using reference materials, and member checking. The results of this research show that the role of the Youth. Sports and Tourism Department in developing Racah Mampulang Tourism in Balida Village. Balangan Regency is not good. The first indicator of poor motivation. Giving advice/direction is not good. Coaching is not good. Facilities and infrastructure are not good. Establishing cooperation between the government, private sector and society is quite good in terms of facilities. Training facilities are not good. The synergy between government, private sector and society is quite good Keywords : Role PENDAHULUAN Pariwisata merupakan bagian dari suatu negara dalam pembangunan ekonomi. Dimana peran wilayah dalam meningkatkan potensi pariwisata tertentu dalam mengoptimalkan daya tarik wisata sekaligus meningkatkan pendapatan suatu negara. Saat ini terdapat cara kerja yang menginginkan Rini Oktavia. Arsyad. Moh. Fajar Noorahman | Peran Dinas Kepemudaan A| 17 agar kekuasaan dan wewenang antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, pengaturan pengolahanan dalam mengelola kekayaan Alam. Perkembangan dunia pariwisata telah mengalami berbagai perubahan, sehingga pariwisata ini sangat berperan penting dalam pembangunan Indonesia. khususnya sebagai penghasil devisa negara disamping sektor migas Selain itu, itu pariwisata terbukti telah mengangkat kehidupan masyarakat, karena sektor ini mampu menggerakkan roda perekonomian disegala lapisan masyarakat dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus mampu mendorong pertumbuhan pembangunan pariwisata dan Mengembangakan wilayah. Pariwisata merupakan salah satu bidang potensi dan sumber pendapatan yang dapat dikembangkan daerah. Pengelolaan pariwisata merupakan suatu rangkaian upaya untuk mewujudkan keterpaduan dalam penggunaan berbagai sumber daya pariwisata mengintegrasikan segala bentuk aspek di luar pariwisata yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung akan kelangsungan Mengembangakan pariwisata. Provinsi Kalimantan selatan merupakan provinsi yang terdapat beranekaragam objek wisata, baik wisata budaya maupun wisata alam. Salah satu wilayah di Kalimantan selatan yaitu Kabupaten Balangan, dimana Kabupaten Balangan ini memiliki luas wilayah 1. 819,75 kmA yang terdiri dari 8 Kecamatan, 154 Desa dan 3 Kelurahan. Kecamatan dengan wilayah terluas adalah kecamatan halong dengan luas 659,84 Km2, terdiri dari 179. 269 ha dataran. Luas area perairan terdiri dari Rawa 026 ha dan sungai 5. 537 ha. Temperature udara di daerah ini rata-rata 26o C. Selain itu. Kabupaten ini juga memiliki jumlah objek wisata yang cukup banyak dan sangat menarik perhatian wisatawan, terutama wisatawan local adapun target kunjungan wisatawan Setiap Tahun adalah 110,000 wisatawan, sedangkan wisatawan yang berkunjung pata tahun 2022 sebanyak 40,147 wisatawan, dan di tahun 2023 sebanyak 19,186 wisatawan terhitung dari bulan Januari-September. Berdasarkan data dari Dinas Kepemudaan. Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Balangan pada tahun 2023 ada 11 objek wisata yang terdata Dengan Keterangan dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwi. yang dibina oleh DISPORAPER, 4 Wisata yang dikelola oleh PEMDES, 1 Wisata yang dikelola Swasta, 1 wisata yang dikelola oleh Dinas PERKIMTAN Jadi Jumlah Wisata yang ada di Kabupaten Balangan 17 wisata dengan jumlah kunjungan sebanyak 19. wisatawan dari data kunjungan wisatawan dari bulan Januari-September 2023. Dari 17 jenis objek wisata di Kabupaten Balangan tersebut, maka ada objek wisata yang baru dibentuk dan adapula objek wisata yang sudah lama terbentuk. Salah satu objek wisata yang baru dibentuk adalah objek wisata Racah mampulang yang berada di Desa Balida Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan. Objek wisata racah mampulang ini baru dibentuk pada tahun 2020 lalu dan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. Balida. Namun saat objek wisata ini terkenal, maka dibentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwi. oleh pemerintah dan mendapat perhatian dari pemerintah yang dalam hal ini adalah Dinas Kepemudaan. Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Balangan. Keterkaitan antara Bumdes. Pokdarwis dan Dinas Kepemudaan. Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Balangan adalah sebagai mitra kerja yang saling bekerjasama untuk mengembangkan wisata Racah mampulang. Kerjasama ini terjadi karena status kepemilikan lahan wisata racah mampulang adalah milik desa sehingga dikelola olah desa, sedangkan Pokdarwis dan Dinas Kepemudaan. Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Balangan yang bertugas untuk pembinaan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan wisata racah mampulang. Hal ini terbukti dari adanya Pokdarwis yang dibentuk oleh Dinas Kepemudaan. Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Balangan sebagai cara untuk memberdayakan masyarakat setempat, kemudian Pokdarwis ini juga diberi pembinaan mengenai objek wisata ini, seperti dibina mengenai penataan ruang. Dinas membantu Rini Oktavia. Arsyad. Moh. Fajar Noorahman | Peran Dinas Kepemudaan A| 18 untuk menyediakan saran dan prasarana yang belum ada, membina masyarakat untuk mengelola keamanan, serta sampai saat ini masyarakat desa masih diperbolehkan mengelola objek Wisata Racah Mampulang. Pada hal ini Dinas Kepemudaan. Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Balangan berperan untuk mengawasi dan mengarahkan. Pokdarwis berperan untuk mengelola di lapangan. Fenomena Minimnya Fasilitas Dinas Kepemudaan. Olahraga dan Pariwisata di Kabupaten Balangan dalam kebutuhan wisatawan di objek-objek wisata Seperti tidak adanya tempat khusus bermain anak-anak, tempat duduk yang sedikit, lahan parkir yang tidak terlalu luas, sport foto sedikit, toilet yang hanya tersedia satu, tempat pembuangan sampah juga sedikit, dan kurang terawatnya tempat pariwisata. Kurangnya motivasi dari Dinas Kepemudaan. Olahraga dan Pariwisata di Kabupaten Balangan terhadap perannya di dalam mempromosikan atau Mengembangkan tempat wisata racah mampulang terlihat dari kujungan wisatawan yang menurun, dimana pada tahun 2021 sebanyak 10,139 kunjungan wisatawan, di tahun 2022 sebanyak 9,770 kunjungan wisatawan, dan pada tahun 2023 sebanyak 5,508 kunjungan wisatawan, dapat dilihat dari kunjungan tersebut adanya penurunan kunjungan wisatawan di tahun 2022 dan ditahun 2023. Kurangnya Kerjasama dari Dinas Kepemudan. Olahraga dan Pariwisata dan tempat wisata racah mampulang dalam hal Mengembangakan Wisata Racah Mampulang sebab dari Dinas Kepemudaan Olahraga Dan Pariwisata belum memahami penuh tentang apa yang dibutuhkan oleh tempat pariwisata ini, seperti fasilitas sarana dan prasarana, menambah sport foto, cara untuk menarik daya tarik pengunjung agar lebih banyak, kebutuhan itu belum bisa dilakukan oleh Dinas Kepemudaan. Olahraga Dan Pariwisata dengan baik untuk Mengembangakan Wisata Racah Mampulang. Menurut Pitana dan Gayatri ( 2019:107-. mengemukakan pemerintah daerah memiliki peran untuk mengembangkan potensi pariwisata daerah sebagai: Motivator, dalam Mengembangakan pariwisata, peran pemerintah daerah sebagai motivator diperlukan agar giat usaha pariwisata terus berjalan. Investor masyarakat, serta pengusaha di bidang pariwisata merupakan sasaran utama yang perlu untuk terus diberikan motivasi agar perkembangan pariwisata dapat berjalan dengan baik. Fasilitator, sebagai fasilitator Mengembangakan potensi pariwisata peran pemerintah adalah menyediakan segala fasilitas yang mendukung segala program yang diadakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Adapun pada prakteknya pemerintah bisa mengadakan kerjasama dengan berbagai pihak, baik itu swasta maupun masyarakat. Dinamisator, dalam pilar good governance, agar dapat berlangsung pembangunan yang ideal, maka Pemerintah. Swasta dan Masyarakat harus dapat bersinergi dengan baik. Pemerintah daerah sebagai salah satu stakeholder pembangunan pariwisata memiliki peran untuk mensinergiskan ketiga pihak tersebut, agar diantaranya tercipta suatu perkembangan pariwisata. simbiosis mutualisme demi perkembangan pariwisata. Soekanto dan Budi . Peranan pariwisata merupakan sektor yang bisa menunjang kemajuan suatu daerah, terutama dengan adanya peraturan mengenai otonomi daerah. Kebijakan ini diberlakukan atas dasar masyarakat daerah memiliki modal yang dapat diandalkan untuk kemajuan daerahnya, salah satunya dengan kegiatan pariwisata. Misalnya wisata budaya, wisata sejarah , wisata alam atau buatan yang menarik, wista belanja, wisata keagamaan. Menurut Butler . alam Amerta 2019:14-. , ada enam tahap Mengembangakan pariwisata yang membawa implikasi serta dampak yang berbeda, secara teoretis, yaitu seperti di bawah ini. Tahap eksplorasi, pertumbuhan spontan dan penjajakan . Pada tahap ini jumlah wisatawan petualang relatif kecil. Mereka cenderung dihadapkan pada keindahan alam dan budaya yang masih alami di daerah tujuan wisata. Fasilitas pariwisata dan kemudahan yang didapat wisatawan juga kurang baik. Atraksi di daerah wisata belum berubah Rini Oktavia. Arsyad. Moh. Fajar Noorahman | Peran Dinas Kepemudaan A| 19 b. oleh pariwisata dan kontak dengan masyarakat lokal relatif tinggi. Tahap keterlibatan . Pada tahap ini mulai adanya inisiatif masyarakat lokal menyediakan fasilitas wisata, kemudian promosi daerah wisata dimulai dengan dibantu oleh keterlibatan pemerintah. Hasilnya terjadinya peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Tahap Mengembangakan dan pembangunan . Pada tahap ini jumlah wisatawan yang datang meningkat tajam. Pada musim puncak wisatawan biasanya menyamai, bahkan melebihi jumlah penduduk lokal. Investor luar berdatangan memperbarui fasilitas. Sejalan dengan meningkatnya jumlah dan popularitas daerah pariwisata, masalah-masalah rusaknya fasilitas mulai terjadi. Perencanaan dan kontrol secara nasional dan regional menjadi dibutuhkan, bukan hanya untuk pemecahan masalah yang terjadi, melainkan juga untuk pemasaran internasional. Tahap konsolidasi . Pada tahap ini tingkat pertumbuhan sudah mulai menurun walaupun total jumlah wisatawan masih relatif meningkat. Daerah pariwisata belum berpengalaman mengatasi massalah dan kecenderungan terjadinya monopoli yang sangat kuat. Tahap kestabilan . Pada tahap ini jumlah wisatawan yang datang berada pada puncaknya. Artinya, wisatawan tidak mampu lagi dilayani oleh daerah tujuan wisata. Ini disadari bahwa kunjungan ulangan wisatawan dan pemanfaatan bisnis dan komponen- komponen lain pendukungnya dibutuhkan untuk mempertahankan jumlah wisatawan yang berkunjung. Daerah tujuan wisata mungkin mengalami massalah-massalah lingkungan, sosial, dan ekonomi. Tahap penurunan kualitas . dan kelahiran baru . Pada tahap decline, pengunjung kehilangan daerah tujuan wisata yang diketahui semula dan menjadi 'resort" baru. 'Resort' menjadi bergantung pada sebuah daerah tangkapan secara geografi lebih kecil untuk perjalanan harian dan kunjungan berakhir pekan. Kepemilikan berpeluang kuat untuk berubah dan fasilitas-fasilitas pariwisata, seperti akomodasi akan berubah pemanfaatannya. Akhirnya, pengambilan kebijakan mengakui tingkatan ini dan memutuskan untuk dikembangkan sebagai 'kelahiran baru'. Selanjutnya terjadi kebijaksanaan baru dalam berbagai bidang, seperti pemanfaatan, pemasaran, saluran distribusi, dan meninjau kembali posisi daerah tujuan wisata tersebut. METODE Penelitian ini menggunakan tipe deskriptif-kualitatif artinya penelitian berusaha mendeskripsikan suatu gejala atau peristiwa yang terjadi sekarang atau masalah actual yang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau apa adanya. Penulis menggunakan deskriptif-kualitatif dimana penggalian data dapat melalui wawancara, observasi maupun dokumentasi. Teknik pengumpulan data digunakan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian dilakukan di Jln. Yani Km. 4 Komplek. Perkantoran Kelurahan. Batu Piring. Kecamatan Paringin Selatan Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan Selatan. Sumber data adalah mereka yang disebut narasumber, informan, partisipan, teman dan guru dalam penelitian Sumber data menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 11 orang informan, strategi menentukan informan yang paling umum di dalam penelitian kualitatif, yaitu teknik pengambilan data dengan pertimbangan tertentu, misalnya orang tersebut dianggap paling tahu tentang apa yang apa yang kita harapkan. Teknik analisis data menggunakan reduksi data (Data Reductio. , data Rini Oktavia. Arsyad. Moh. Fajar Noorahman | Peran Dinas Kepemudaan A| 20 yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak, untuk itu maka perlu dicatat secara teliti dan rinci. Semakin lama peneliti ke lapangan, maka jumlah data akan semakin banyak, kompleks dan rumit. Untuk itu perlu segera dilakukan analisis data melalui reduksi data. Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok dan memfokuskan pada hal-hal yang penting. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan. Penyajian data (Data displa. Penyajian data merupakan suatu kegiatan yang mengatur sekumpulan data secara sistematis dan mudah dipahami, sehingga memberikan kemungkinan untuk menarik kesimpulan. dan kesimpulan (Conclusion Verificatio. merupakan tahapan akhir dari teknik analisis data kualitatif. Tahapan ini bertujuan untuk memberi makna dari data yang dikumpulkan dengan mencari hubungan. Data yang telah di dapat diuji kredibilitas data melalui perpanjangan pengamatan,peningkatan ketekunan, triangulasi, analisis kasus negative, menggunakan bahan referensi, dan member check. Uji Kredibilitas Data Perpanjangan Pengamatan, pada tahap awal peneliti memasuki lapangan, peneliti masih dianggap orang asing, masih dicurigai, sehingga informasi yang diberikan belum lengkap, tidak mendalam, dan mungkin masih banyak yang dirahasiakan. Dengan perpanjangan pengamatan ini, peneliti mengecek kembali apakah data yang telah diberikan selama ini merupakan data yang sudah benar atau tidak. Peningkatan ketekunan, meningkatkan ketekunan berarti melakukan pengamatan secara lebih cermat. Triangulasi, dalam pengujian kredibilitas. Analisis kasus negatif, diartikan sebagai kasus yang tidak sesuai atau berbeda dengan hasil penelitian hingga pada saat tertentu. Menggunakan bahan referensi, yaitu adanya pendukung untuk membuktikan data yang telah ditemukan oleh peneliti. Sebagai contoh, data hasil wawancara perlu didukung dengan adanya rekaman wawancara. Member Check, tujuannya adalah untuk mengetahui seberapa jauh data diperoleh sesuai dengan apa yang diberikan oleh pemberi data. PEMBAHASAN Penelitian ini menggunakan teori Menurut Pitana dan Gayatri ( 2019:107-. mengemukakan pemerintah daerah memiliki peran untuk mengembangkan potensi pariwisata daerah sebagai: motivator, fasilitator. Dinamisator dan mempunyai enam indikator yaitu: Indikator pertama pemberian Motivasi dapat di simpulkan bahwa Peran Dinas Kepemudaan. Olahraga dan Pariwisata dalam Mengembangkan Wisata Racah Mampulang di Desa Balida Kabupaten Balangan di kategorikan kurang baik karena tidak pernah melakukan motivasi kepada masyarakat atau pengelola objek wisata. Pemberian Nasehat/arahan dapat di simpulkan bahwa Peran Dinas Kepemudaan. Olahraga dan Pariwisata dalam Mengembangkan Wisata Racah Mampulang di Desa Balida Kabupaten Balangan di kategorikan kurang baik karena juga tidak pernah memberikan arahan kepada pengelola tempat wisata. Pembinaan dapat di simpulkan bahwa Peran Dinas Kepemudaan. Olahraga dan Pariwisata dalam Mengembangkan Wisata Racah Mampulang di Desa Balida Kabupaten Balangan di kategorikan kurang baik karena belum pernah melakukan pembinaan ke wisata tersebut. Fasilitas Sarana dan Prasarana dapat di simpulkan bahwa Peran Dinas Kepemudaan. Olahraga dan Pariwisata dalam Mengembangkan Wisata Racah Mampulang di Desa Balida Kabupaten Balangan di kategorikan kurang baik karena masih banyak fasilitas yang rusak dan fasilitas yang dibutuhkan belum bisa di berikan oleh pemerintahan. Menjalin kerja sama pemerintah, swasta dan masyarakat dapat di simpulkan bahwa Peran Dinas Kepemudaan. Olahraga dan Pariwisata dalam Mengembangkan Wisata Racah Mampulang di Rini Oktavia. Arsyad. Moh. Fajar Noorahman | Peran Dinas Kepemudaan A| 21 Desa Balida Kabupaten Balangan di kategorikan cukup baik dari segi Fasilitas. Fasilitas pelatihan dapat di simpulkan bahwa Peran Dinas Kepemudaan. Olahraga dan Pariwisata dalam Mengembangkan Wisata Racah Mampulang di Desa Balida Kabupaten Balangan di kategorikan kurang baik karena tidak ada fasilitas pelatihan yang diberikan. Sinergi pemerintah, swasta dan masyarakat dapat di simpulkan bahwa Peran Dinas Kepemudaan. Olahraga dan Pariwisata dalam Mengembangkan Wisata Racah Mampulang di Desa Balida Kabupaten Balangan di kategorikan cukup baik dari segi promosi memperkenalkan Wisata Racah Mampulang. Faktor yang mempengaruhi antara lain. Dana anggaran, aksesibilitas dan lahan tanah milik warga. Faktor Pendukung. Adanya kerja sama antara pihak pemerintahan, swasta dan masyarakat. Adanya sinergi yang dilakukan oleh pemerintah,swasta dan masyarakat. Peran Dinas Kepemudaan. Olahraga Dan Pariwisata Dalam Mengembangkan Wisata Racah Mampulang Di Desa Balida Kabupaten Balangan Meliputi : Faktor yang menghambat Peran Dinas Kepemudaan,Olahraga dan Pariwisata dalam Mengembangkan wisata Racah Mampulang di Desa Balida Kabupaten Balangan Kurangnya Dana Anggaran karena memang di tahun 2024 baru di anggarkan untuk wisata racah mampulang. Aksesibilitas Jalan juga salah satu penghambat, untuk roda empat tidak bisa masuk hanya bisa parkir di luar di depan rumah masyarakat setempat karena belum tersedianya lahan parkir khusus wisatawan dan Lahan tanah milik warga menjadi salah satu yang mempengaruhi karena sebagian masyarakat masih belum setuju untuk tanah mereka di jadikan tempat pariwisata. Faktor pendukung Peran Dinas Kepemudaan,Olahraga dan Pariwisata dalam Mengembangkan wisata Racah Mampulang di Desa Balida Kabupaten Balangan Adanya kerja sama antara pihak pemerintahan, swasta dan masyarakat Pemerintahan Kabupaten Balangan Dinas Kepemudaan,Olahraga dan Pariwisata menjalin kerja sama dengan PT. adaro terhadap Mengembangkan wisata Racah Mampulang dalam segi sarana dan prasarana yang ada di wisata Racah mampulang seperti pembuatan gazebo, jembatan disekitar tempat wisata Racah Mampulang untuk menarik wisatawan yang Adanya sinergi yang dilakukan oleh pemerintah,swasta dan masyarakat Dinas Kepemudaan. Olahraga dan pariwisata selalu mendukung dengan Mengembangkan wisata Racah Mampulang sama halnya dengan pihak swasta yaitu PT. Adaro juga sangat bersinergi untuk mendukung wisata racah mampulang agar lebih maju dan berkembang, dikenal masyarakat luas dan ,masyarakat juga ikut serta dalam Mengembangkan wisata Racah Mampulang. Dari ketiga belah pihak pemerintahan, swasta maupun masyarakat untuk sinergi pastinya selalu bersinergi dan dapat dikatakan sangat baik, sinergi mereka dilakukan dengan cara berkoordinasi dengan satu sama lain untuk mengembangkan wisata Racah Mampulang. SIMPULAN Peran Dinas Kepemudaan. Olahraga dan Pariwisata dalam Mengembangkan Wisata Racah Mampulang di Desa Balida Kabupaten Balangan kurang baik hal ini dapat dilihat dari indikatorindikator berikut : Motivator: Indikator Pemberian Motivasi Dinas Kepemudaan. Olahraga dan Pariwisata dalam memberikan motivasi kepada pengelola objek wisata Racah Mampulang belum pernah dilakukan. Indikator Pemberian arahan/nasehat Dinas Kepemudaan. Olahraga dan Pariwisata Belum pernah memberikan arahan/nasehat kepada masyarakat maupun pengelola objek wisata Rini Oktavia. Arsyad. Moh. Fajar Noorahman | Peran Dinas Kepemudaan A| 22 Racah Mampulang. Indikator pemberian Pembinaan. Dinas Kepemudaan,Olahraga dan Pariwisata juga belum pernah melakukan pembinaan kepada masyarakat maupun pengelola objek wisata Racah Mampulang. Fasilitator : Indikator Fasilitas sarana dan prasarana di objek wisata Racah Mampulang masih bnyak kekurangannya karena masih banyak fasilitas yang rusak, perlunya adanya pembenahan oleh pemerintah maupun swasta. Fasilitas yang diperlukan oleh wisata Racah Mampulang seperti tempat sampah, petugas penjaga tidak ada, wc, kursi duduk yang kurang, tempatan menuju sport foto sudah rapuh serta tempat parkir khusus wisatawan yang belum ada. Indikator Menjalin kerja sama antara pihak swasta dan masyarakat. Dinas Kepemudaan,Olahraga dan Pariwisata sudah ada menjalin kerja sama dengan pihak swasta yaitu dari perusahaan PT. Adaro dan masyarakat juga mendukung ikut terlibat dalam mengembangkan tempat wisata Racah Mampulang yang ada di desa Balida Kabupaten Balangan. Indikator Fasilitas pelatihan untuk pengelola objek wisata Racah Mampulang kepada masyarakat. Dinas Kepemudaan. Olahraga dan Pariwisata belum pernah memberikan pelatihan dikarenakan Kurangnya dana anggaran. Dinamisator : Sinergi yang dilakukan oleh Pemerintahan. Swasta dan masyarakat, adanya dukungan dari ketika pihak pemerintah sudah bekerja sama dengan PT. adaro untuk Mengembangkan wisata Racah Mampulang agar lebih maju dan masyarakat pun juga mendukung penuh terhadap Mengembangkan wisata Racah Mampulang. Faktor yang mempengaruhi Peran Dinas Kepemudaan,Olahraga dan Pariwisata dalam Mengembangkan Wisata Racah Mampulang di Desa Balida Kabupaten Balangan yang mana terdiri dari faktor penghambat yaitu : Kurang nya anggaran yang tersedia untuk Wisata Racah Mampulang. Dinas Kepemudaan. Olahraga dan Pariwisata Kurang Memotivasi pengelola Objek wisata Racah Mampulang dan Dinas Kepemudaan. Olahraga dan Pariwisata kurang memfasilitasi atau infrastruktur belum memadai untuk wisata di Racah Mampulang desa Balida Kabupaten Balangan, kepimilikan tanah masyarakat di sekitar tempat pariwisata dan juga aksesibilitas yang sulit di jangkau pengguna mobil. Adapun faktor pendukung yaitu adanya kerja sama antara pihak swasta dan masyarakat dalam Mengembangkan wisata Racah Mampulang seperti dalam hal pembuatan Gazebo oleh pihak swasta dan adanya sinergi pemerintahan, swasta dan masyarakat dalam Mengembangkan wisata Racah Mampulang ke tiga belah pihak saling mendukung untuk kemajuan wisata Racah Mampulang yang ada di Kabupaten Balangan. DAFTAR PUSTAKA