Vol. No. November 2024, hal, 156-163 https://doi. org/10. 54214/efada. Vol1. Iss2. Pendampingan Pembekalan Makhroj dan Sifat Huruf Al-Quran Bagi PraPembina Tpq Al-Muttaqin. Kelurahan Mertelu. Kapanewon Gedangsari Renaldi Oktofiandaru. Ahmad Miftahul Munir. Fadlan Fahamsyah. 1,2,. Sekolah Tinggi Agama Islam Ali bin Abi Thalib Surabaya. Indonesia Info Artikel Kata kunci : Al-QurAoan Literacy ABCD Email Koresponden : renaldifiandaru27@gmail. ahmadmiftah070399@gmail. Fadlanfahamsyah@gmail. ABSTRAK Pendidikan Al-Quran memegang peranan penting dalam membentuk karakter dan moralitas individu Muslim. Khususnya, bagi para pra pembina Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ), pemahaman yang kuat tentang Al-Quran menjadi landasan yang tak tergantikan untuk memandu pengajaran dan pembinaan generasi muda. Artikel ini bertujuan untuk menyoroti pentingnya pendidikan AlQuran bagi para pra pembina TPQ. Oleh karena itu disinilah pentingnya seorang guru untuk mendampingi kegiatan pembelajaran yang berkaitan dengan Al-QurAoan ini. Di TPQ Al Muttaqiin ini sangat minim litarasi pembelajaran atau pengetahuan yang berkaitan dengan AlqurAoan karena tidak adanya guru yang kompeten untuk mengajar. Disinilah kami akhirnya mengusungkan pembelajaran yang cocok bagi mereka yaitu dengan pembelajaran makhroj dan sifat huruf Al-Quran dengan Pendekatan ABCD (Asset Based Community Developmen. digunakan untuk memanfaatkan potensi masyarakat dalam melaksanakan program tersebut. Melalui langkah-langkah ini, diharapkan keberadaan pembina di dusun tersebut dapat ditingkatkan pemahaman, memperluas wawasan, dan memberikan dampak positif pada aktivitas keagamaan setempat. PENDAHULUAN Islam adalah agama yang menaruh perhatian besar terhadap pendidikan, sedemikian besarnya sehingga begitu banyak ayat-ayat didalam al-qurAoan maupun hadist rasul yang berbicara tentang pendidikan,bahkan surat pertama yang diturunkan Allah Swt kepada Nabi kita Muhammad Saw adalah ayat yang syarat dengan muatan pendidikan (QS : 96 ayat 1 Ae . Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan Negara. Al-Quran, sebagai kitab suci umat Islam, tidak hanya menjadi sumber ajaran agama, tetapi juga menjadi landasan utama dalam membentuk identitas, moralitas, dan karakter individu Muslim. Pendidikan Al-Quran menjadi sebuah keniscayaan dalam upaya menjaga dan menyebarkan ajaran Islam kepada generasi muda, serta memastikan kesinambungan keberlangsungan nilai-nilai keislaman dalam masyarakat. Dalam hal ini, peran pendidikan formal dan informal, termasuk Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ), memiliki peran yang sangat penting. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Pendampingan Pembekalan Makhroj dan Sifat Huruf Al-QuranA Di tengah tantangan zaman yang terus berkembang, di mana akses informasi semakin mudah diakses namun sekaligus membawa implikasi negatif terhadap pemahaman agama. TPQ menjadi sebuah oase intelektual dan spiritual bagi anak-anak dan remaja Muslim. TPQ bukan hanya tempat belajar mengaji, tetapi juga tempat untuk menanamkan nilai-nilai keislaman yang kokoh, mengasah akhlak mulia, serta memperkuat koneksi spiritual dengan Allah SWT. Dalam konteks ini. TPQ Al Muttaqiin di Kelurahan Mertelu. Kapanewon Gedangsari, tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi wahana penting dalam membangun pondasi iman dan akhlak bagi anak-anak dan remaja di lingkungannya. Namun, seperti halnya banyak TPQ di berbagai wilayah. TPQ Al Muttaqiin juga menghadapi tantangan dalam hal kualitas pembelajaran Al-Quran. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah minimnya latar belakang literasi Al-Quran dan kurangnya pemahaman mendalam terkait makhroj dan sifat huruf Al-Quran. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan jumlah guru yang memiliki kompetensi dan pengetahuan yang memadai dalam mengajar materi tersebut. Dalam kaitannya dengan hal ini, pembina TPQ Al Muttaqiin merasa perlunya pendampingan pembelajaran yang lebih terstruktur dan efektif. Secara mayoritas umat islam telah belajar membaca Al-QurAoan, baik melalui seolah dasar (SD), taman pendidikan Al-QurAoan (TPA), madrasah diniyah awiah (MDA), dan bahkan sampai perguruan tinggi. Akan tetapi tidak semua orang mampu mmbaca Al-QurAoan dengan baik dan benar, begitupun di TPQ Al-Muttaqin Dusun Krinjing di Desa Mertelu. TPQ tersebut merupakan salah satu TPQ unggulan di desa, menurut hasil wawancara dengan pak Selamet atau yang biasa di kenal dengan Mas Bangkring selaku pembina atau penasihat di lembaga tersebut, bahwasanya metode pengajaran yang berlangsung selama ini di TPQ Al-Muttaqin adalah dengan metode pengajar turun-temurun, dan sekarang total santri TPQ kurang lebih berkisar 40 santri dengan 12 pembina di dalamnya. Dikarenakan tidak adanya pengajar tetap dan metode mengajar yang turun-temurun selain ilmu yang di turunkan, kesalahan-kesalahan pada pendahulu juga ikut di wariskan pada generasi mendatang, di karnakan demikian penulis kerap mendapati banyaknya kesalahan para santri TPQ dalam membaca Al-Quran, seperti kesalahan pada hukum-hukum tajwid, panjang pendeknya harokat, dan terutama makhroj dan sifat huruf pada Al-Quran, oleh karena itu penulis beserta teman-teman mahasiswa KKN Al-Munawwir dari STAI Ali bin Abi Thalib program-program pembinaan, dan salah satunya adalah untuk memperkenalkan materi tentang Makhroj dan sifat huruf Al-Quran. Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Renaldi Oktofiandaru. Ahmad Miftahul Munir. Fadlan Fahamsyah METODE PENGABDIAN Pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan ABCD (Asset Bassed Community Developmen. yaitu adalah sebuah metode yang dilakukan dalam pengabdian untuk mengetahui dan melihat aset dan potensi yang dimiliki oleh masyarakat sehingga kedepannya dapat dikembangkan demi terwujudnya masyarakat yang berkemajuan. Samsuri dan Vadhilla menjeaskan. Aset dan potensi yang dimiliki oleh masyarakat merupakan modal besar yang dapat dikembangkan, sehingga program pengabdian masyarakat hanyalah pemicu dalam proses pengembangan tersebut, yang Selanjutnya pihak sekolah dan stakeholder dapat melanjutkan dan mewujudkan program-program lain untuk mencapai apapun yang mereka impikan. (Samsuri & Vadhila, 2. Dalam pelaksanaannya, pendekatan ABCD terdiri dari lima tahapan yang meliputi tahap Inkulturasi. Discovery. Design. Define, dan yang terakhir adalah Refleksi. Pada tahap Inkulturasi penulis berusaha untuk memunculkan kepercayaan dari TPQ terhadap mahasiswa KKN dengan melakukan kegiatan pendampingan pembelajaran Al-QurAoan bersama anak-anak, lalu dilanjutkan dengan tahap Discovery dimana penulis mengidentifikasi aset dan potensi santri TPQ terutama dalam hal kemampuan mengumandangkan azan melalui interview dengan guru-guru pengajar dan beberapa orang santri TPQ. Kemudian pada tahap Design, setelah penulis berhasil mengidentifikasi aset dan potensi santri TPQ dalam hal mengumandangkan azan, selanjutnya penulis merencanakan program kerja yang tepat untuk diterapkan dalam pengembangan aset dan potensi, selanjutnya memasuki tahap Define dimana program kerja tersebut dilaksanakan dengan difasilitasi oleh mahasiswa dalam pelaksanaannya. Pada tahap terakhir dilakukanlah tahap refleksi untuk mengetahui sejauh mana program berjalan dan membawa dampak perubahan dengan melakukan monitoring dan membuat laporan kelompok. HASIL DAN PEMBAHASAN Metode ABCD (Asset Based Community Developmen. telah digunakan sebagai kerangka kerja untuk mengimplementasikan pendampingan pembelajaran makhroj dan sifat huruf Al-Quran bagi para pra-pembina TPQ Al Muttaqiin. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi masyarakat setempat dan melibatkan partisipasi aktif mereka dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Quran. Mengidentifikasi Potensi Lokal: Melalui pendekatan ABCD, kami melakukan identifikasi terhadap potensi-potensi yang ada di Kelurahan Mertelu. Potensi-potensi tersebut mencakup sumber daya manusia, seperti para tokoh agama lokal yang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Pendampingan Pembekalan Makhroj dan Sifat Huruf Al-QuranA memahami Al-Quran, serta sumber daya materi seperti buku-buku dan materi pembelajaran yang tersedia di masyarakat. Kolaborasi dengan Pihak Terkait: Kami melakukan kolaborasi dengan pengurus TPQ Al Muttaqiin, tokoh agama lokal, serta orang tua murid untuk mengidentifikasi kebutuhan dan tantangan dalam pembelajaran Al-Quran. Melalui diskusi dan pertemuan bersama, kami dapat mengumpulkan masukan dan ide-ide yang berharga untuk merancang pendampingan pembelajaran yang efektif. Pelatihan dan Penguatan Kapasitas: Berdasarkan hasil identifikasi dan kolaborasi, kami menyelenggarakan pelatihan dan workshop bagi para pra-pembina TPQ Al Muttaqiin. Pelatihan ini meliputi pemahaman tentang makhroj dan sifat huruf Al-Quran, metode pengajaran yang inovatif, serta teknik pendampingan yang efektif. Melalui pelatihan ini, para pra-pembina dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam mengajar Al-Quran. Penerapan Praktik Pembelajaran: Setelah pelatihan, para pra-pembina TPQ Al Muttaqiin menerapkan praktik pembelajaran yang telah dipelajari dalam sesi-sesi pengajaran mereka. Mereka menggunakan pendekatan yang interaktif dan kreatif dalam mengajar makhroj dan sifat huruf AlQuran, memanfaatkan materi pembelajaran lokal yang relevan dan memperhatikan kebutuhan individu setiap murid. Evaluasi dan Perbaikan Berkelanjutan: Kami melakukan evaluasi terhadap proses pembelajaran secara berkala, melibatkan feedback dari para pra-pembina, murid, dan orang tua. Dari evaluasi tersebut, kami mengidentifikasi area-area yang perlu ditingkatkan dan melakukan perbaikan yang sesuai. Selain itu, kami juga terus membuka diri untuk menerima saran dan masukan dari masyarakat setempat untuk meningkatkan efektivitas pendampingan pembelajaran. Melalui penerapan metode ABCD, pendampingan pembelajaran makhroj dan sifat huruf AlQuran bagi para pra-pembina TPQ Al Muttaqiin dapat dilakukan secara partisipatif dan berkelanjutan. Melibatkan potensi masyarakat setempat dalam proses pembelajaran tidak hanya meningkatkan kualitas pengajaran Al-Quran, tetapi juga memperkuat hubungan antara TPQ dan masyarakat, serta mendorong terciptanya lingkungan belajar yang inklusif dan berkelanjutan. Dampak Perubahan Setelah melakukan penelitian dan menerapkan pendampingan pembelajaran makhroj dan sifat huruf Al-Quran menggunakan metode ABCD, terjadi sejumlah dampak yang signifikan dalam konteks TPQ Al Muttaqiin di Kelurahan Mertelu. Kapanewon Gedangsari. Peningkatan Kualitas Pembelajaran: Salah satu dampak yang paling terlihat adalah peningkatan kualitas pembelajaran Al-Quran di TPQ Al Muttaqiin. Para pra-pembina telah mampu mengintegrasikan metode pengajaran yang lebih inovatif dan interaktif dalam sesi-sesi pembelajaran Mereka tidak hanya fokus pada pengajaran murni, tetapi juga memperhatikan aspek-aspek Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Renaldi Oktofiandaru. Ahmad Miftahul Munir. Fadlan Fahamsyah praktis dan relevan dari makhroj dan sifat huruf Al-Quran, sehingga memudahkan pemahaman para Keterlibatan Aktif Masyarakat: Melalui pendekatan ABCD, masyarakat setempat terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Orang tua murid, tokoh agama, dan anggota masyarakat lainnya turut berpartisipasi dalam mendukung dan memfasilitasi kegiatan pembelajaran di TPQ. Dengan demikian, tercipta sinergi yang positif antara TPQ dan masyarakat sekitar, yang berdampak pada peningkatan efektivitas pembelajaran. Pemberdayaan Pra-pembina: Penelitian ini juga memberikan dampak positif dalam hal pemberdayaan para pra-pembina TPQ Al Muttaqiin. Mereka tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam mengajar Al-Quran, tetapi juga merasa lebih percaya diri dan termotivasi untuk terus mengembangkan diri. Hal ini tercermin dalam semangat dan dedikasi mereka dalam melaksanakan tugas-tugas pembelajaran dengan lebih baik. Perubahan Budaya Pembelajaran: Metode ABCD tidak hanya membawa perubahan dalam praktik pembelajaran, tetapi juga dalam budaya pembelajaran di TPQ Al Muttaqiin. Budaya partisipatif, inklusif, dan berbasis pada potensi lokal menjadi ciri khas baru dalam lingkungan pembelajaran TPQ. Hal ini menciptakan atmosfer yang lebih dinamis dan menyenangkan bagi para murid, sehingga meningkatkan motivasi belajar mereka. Peningkatan Minat dan Kecintaan terhadap Al-Quran: Salah satu dampak paling berharga dari perubahan ini adalah peningkatan minat dan kecintaan para murid terhadap Al-Quran. Melalui pembelajaran yang lebih menarik dan relevan, para murid menjadi lebih antusias dalam mempelajari Al-Quran dan lebih terbuka terhadap nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Hal ini memberikan harapan akan terciptanya generasi muda Muslim yang lebih kuat iman dan berakhlak mulia di Kelurahan Mertelu. Secara keseluruhan, penelitian ini telah membawa dampak yang positif dan berkelanjutan dalam pembelajaran Al-Quran di TPQ Al Muttaqiin. Dengan terus memperkuat kolaborasi antara TPQ, masyarakat, dan para stakeholder terkait, diharapkan perubahan yang telah dicapai dapat dipertahankan dan diperluas ke wilayah-wilayah lain, sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi pembangunan pendidikan agama di Indonesia. Dukungan Dari Masyarakat Dari setiap kendala-kendala yang kami dapatkan dalam pendampinga pembelajaran ini bukan berarti pelaksanaan pendampingan pembelajaran ini tidak dapat kami laksanakan, hanya saja untuk melaksanakan program ini kami harus menemukan solusi agar mampu menyelesaikan atau meminimalisir kendala-kendala yang ada, baik itu kendala yang berupa waktu, sarana dan prasarana untuk pelaksanaan kegiatan pendampingan pembelajaran ini, perbedaan tingkat dalam memahami Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Pendampingan Pembekalan Makhroj dan Sifat Huruf Al-QuranA materi dan dalam menangkap materi yang disampaikan maupun minat atau niat yang dimiliki oleh anak-anak untuk meninhgkatkan kemampuan mereka dalam membaca Al-QurAoan. Dari setiap Perbedaan tingkat kemampuan dalam pemahaman materi yang dimiliki oelh anakanak ini dapat kami atasi dengan berbagai cara, diantaranya kami terlebih dahulu memberikan acuan materi yang akan diberikan, kami melakukan pengulangan terhadap keterangan yang telah disampaikan, kami memberi kesempatan kepada anak- anak untuk bertanya, mempraktekan setiap materi yang telah disampaikan. dalam hal ini kami melakukan pendampingan yang sangat ketat, karena kami hanya memiliki waktu sebentar, yang mana pembelajaran ilmu tajwid membutuhkan banyak waktu agar anak-anak benar-benar mampu menerapkan ailmu tajwid yang telah diajarkan oleh para Pengajar. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Penelitian ini menggambarkan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Quran di TPQ Al Muttaqiin. Kelurahan Mertelu. Kapanewon Gedangsari, melalui pendampingan pembelajaran makhroj dan sifat huruf Al-Quran dengan menggunakan pendekatan ABCD (Asset Based Community Developmen. Melalui kolaborasi antara TPQ, masyarakat setempat, dan para stakeholder terkait, telah tercipta sebuah lingkungan pembelajaran yang inklusif, berbasis pada potensi lokal, dan berkelanjutan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan ABCD sangat efektif dalam memanfaatkan potensi masyarakat setempat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Quran. Dukungan yang diberikan oleh masyarakat setempat, baik dalam bentuk partisipasi aktif maupun penyediaan sumber daya, telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam kesuksesan program pendampingan pembelajaran ini. Perubahan yang terjadi setelah penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan dalam pemahaman dan kecintaan terhadap Al-Quran di kalangan para pra-pembina TPQ, murid, dan masyarakat sekitar. Hal ini memberikan harapan akan terwujudnya generasi muda Muslim yang kuat iman, berakhlak mulia, dan mampu menjadikan Al-Quran sebagai pedoman utama dalam kehidupan Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan agama di tingkat lokal, tetapi juga memberikan inspirasi bagi upaya serupa di berbagai Kami berharap bahwa hasil penelitian ini dapat menjadi landasan untuk pembangunan pendidikan agama yang lebih baik dan berkelanjutan di masa yang akan datang. Terima kasih kepada semua pihak yang telah turut mendukung dan berpartisipasi dalam penelitian ini. Semoga Allah Subhanahu wa taAoaala senantiasa memberikan keberkahan dan kesuksesan bagi usaha kita dalam Efada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAI ALI BIN ABI THALIB SURABAYA Renaldi Oktofiandaru. Ahmad Miftahul Munir. Fadlan Fahamsyah menjalankan tugas keagamaan. Amin. , program ini berhasil menemukan solusi yang meminimalisir dampak kendala-kendala tersebut. Dukungan yang signifikan dari masyarakat menjadi faktor kunci dalam mengatasi berbagai Kegiatan ini dijalankan dengan penuh semangat dan kekompakan antara penulis, mahasiswa, pembina, dan santri, sehingga memberikan hasil yang sangat memuaskan. Program ini bukan hanya memberikan manfaat bagi kemampuan membaca Al-Qur'an santri, tetapi juga memupuk hubungan yang erat antara peserta program, memberikan dampak positif dalam komunitas TPQ Al-Muttaqin. DAFTAR PUSTAKA