Misterius : Publikasi Ilmu Seni dan Desain Komunikasi Visual Volume. Nomor. 2 Juni 2025 e-ISSN: 3032-1654. p-ISSN: 3032-2057. Hal 146-157 DOI : https://doi. org/10. 62383/misterius. Available online at: https://journal. id/index. php/Misterius Metode Pembelajaran Learning By Doing pada Pembelajaran Seni Musik (Studi Deskriptif pada Pembelajaran Seni Musik Kelas VI SLB-A Pembina Tingkat Nasiona. Purwaningrum Rahayu 1*. Marja 2. Murni Winarsih 3 Pendidikan Khusus. Universitas Negeri Jakarta. Indonesia Jl. Rawamangun Muka. RT. 11/RW. Rawamangun. Pulo Gadung. Jakarta Korespondensi penulis: purwaningrumrhy@gmail. Abstract. This study aims to obtain data on the music learning process using the Learning By Doing method with the melodica as a musical instrument for visually impaired sixth-grade students at SLB-A Pembina Tingkat Nasional (Special School for the Blin. Learning By Doing emphasizes the active involvement of students in the learning process. This is particularly relevant for visually impaired students, as they rely more heavily on their sense of hearing and touch to receive information. To gain a clear understanding of the stages of music learning using this method, the researcher employed a descriptive approach. Several data collection techniques were used, including interviews, observation of learning activities, document analysis, and field notes. The study was conducted over the course of one semester. The results of the research show that the implementation of the Learning By Doing method in music education involves three main stages: the planning stage . esson plans and syllabu. , the implementation stage . nteractive learning and hands-on practic. , and the evaluation stage. The application of Learning By Doing increased student engagement and understanding of basic musical tone concepts, and also supported their musical skills, auditory abilities, and experience in recognizing expression through sound. Thus, the Learning By Doing method is effective in teaching music to visually impaired students because it provides a concrete and meaningful learning experience. Keywords: Music Education. Learning By Doing Method. Students With Visual Impairments. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data mengenai proses pembelajaran seni musik menggunakan metode pembelajaran Learning By Doing dengan alat musik pianika pada peserta didik dengan hambatan penglihatan kelas VI SLB-A Pembina Tingkat Nasional. Learning By Doing menekankan pada keterlibatan aktif peserta didik dalam proses belajar berlangsung. Hal ini menjadi relevan dalam pembelajaran bagi peserta didik dengan hambatan penglihatan karena mereka mengedepankan indera pendengaran dan peraba dalam menerima suatu informasi. Untuk mendapatkan gambaran jelas mengenai tahapan pembelajaran seni musik menggunakan metode tersebut, peneliti menggunakan pendekatan deskriptif. Beberapa teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan wawancara, observasi kegiatan pembelajaran, analisis dokumen dan catatan Penelitian ini dilakukan selama satu semester. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan metode Learning By Doing dalam pembelajaran seni musik dilakukan melalui tiga tahapan utama yaitu tahap perencanaan (RPP dan Silabu. , tahap pelaksanaan . embelajaran interaktif dan praktik langsun. , dan tahapan evaluasi. Penerapan Learning By Doing meningkatkan keterlibatan dan pemahaman peserta didik terhadap konsep nada dasar serta mendukung keterampilan musikal, kemampuan auditori mereka, dan pengalaman dalam mengenal ekspresi melalui nada. Dengan demikian metode Learning By Doing efektif dalam pembelajaran seni musik bagi peserta didik dengan hambatan penglihatan karena memberikan pengalaman belajar yang konkret dan bermakna. Kata kunci: Pembelajaran Seni Musik. Metode Pembelajaran Learning By Doing. Peserta Didik Hambatan Penglihatan. LATAR BELAKANG Pembelajaran pada hakikatnya merupakan proses komunikasi transaksional yang bersifat timbal balik, baik antara guru dengan peserta didik, maupun peserta didik dengan peserta didik untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Komunikasi transaksional yang dimaksud adalah bentuk komunikasi yang dapat diterima, dipahami, dan disepakati oleh pihak-pihak yang terkait dalam proses pembelajaran. Kegiatan pembelajaran Received: April 30, 2025 Revised: May 30, 2025 Accepted: June 28, 2025 Published: June 30, 2025 Metode Pembelajaran Learning By Doing pada Pembelajaran Seni Musik (Studi Deskriptif pada Pembelajaran Seni Musik Kelas VI SLB-A Pembina Tingkat Nasiona. dilakukan tidak hanya untuk peserta didik reguler yang tidak memiliki hambatan melainkan juga untuk peserta didik dengan hambatan atau berkebutuhan khusus. Kegiatan pembelajaran bagi peserta didik yang memiliki hambatan disebut layanan khusus yang di dalamnya memperhatikan kebutuhan-kebutuhan pembelajaran yang bersifat individu. Dalam perealisasiannya, di SLB-A Pembina Tingkat Nasional memberikan pembelajaran yang khusus bagi peserta didik tunanetra, salah satunya adalah pembelajaran seni Pembelajaran musik mengedepankan pengoptimalan indera lain selain penglihatan seperti perabaan dan pendengaran juga keterampilan yang lainnya untuk mendukung peserta didik dalam bermusik. Pembelajaran musik sendiri diartikan sebagai kegiatan yang membantu peserta didik dalam memainkan alat musik dan mengeksplorasi konsep-konsep musik dengan tujuan untuk membentuk karya musik dengan memperhatikan keindahan dan keselarasan. Pada pembelajaran seni musik di SLB-A Pembina Tingkat Nasional disesuaikan dengan tahapan perkembangan peserta didik. Situasi ini terlihat pada guru yang memiliki silabus pembelajaran sesuai dengan usia mental peserta didik dengan pedoman kurikulum merdeka. Metode pembelajaran ini dinilai tepat digunakan pada pembelajaran seni musik karena peserta didik tunanetra memiliki keterbatasan pada penglihatannya yang mempengaruhi dalam memproses informasi secara visual dan diharuskan untuk meraba sesuatu untuk mendapatkan informasi yang lebih konkret. Pada kegiatannya, dibutuhkan langkah-langkah pembelajaran dengan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Pendekatan ini sangat diharapkan untuk lebih menekankan pembelajaran aktif dan interaktif untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik dan pemahamannya terhadap musik. Pembelajaran aktif dan interaktif ini secara langsung melibatkan peserta didik dalam mengeksplorasi sehingga peserta didik memiliki pemahaman tentang konsep-konsep yang kompleks jika dibandingkan dengan hanya menerima informasi secara pasif. Metode pembelajaran ini memberikan pengalaman menyeluruh kepada peserta didik, kemudian setelah diberikan waktu yang cukup untuk mengeksplorasi peserta didik diberikan penguatan teori mengenai pembelajaran. Disamping itu, pemilihan alat musik yang digunakan dalam pembelajaran juga memiliki pertimbangan terhadap kemampuan peserta didik dan materi yang akan dipelajari. Di dalam pembelajaran seni musik di kelas VI SLB-A Pembina Tingkat Nasional sedang mempelajari materi pembelajaran tangga nada sederhana yang berbunyi Audo re mi fa sol la si doAy. Tangga nada ini termuat dalam keyboard dan pianika. Pianika dipilih karena memiliki replika yang persis seperti keyboard namun dengan ukuran yang lebih kecil. Namun untuk penempatan tuts hitam dan tuts putih persis dengan tuts pada MISTERIUS - VOLUME 2. NOMOR. 2 JUNI 2025 e-ISSN: 3032-1654. p-ISSN: 3032-2057. Hal 146-157 Setelah diberikan pembelajaran nada dasar menggunakan metode pembelajaran Learning By Doing pada pelaksanaan pembelajaran seni musik di kelas VI, peserta didik mampu mengenal nada dasar dan sudah memiliki pengalaman tampil di publik menggunakan alat musik angklung yang memiliki nada dasar yang sama seperti nada dasar yang dipelajari di dalam kelas menggunakan alat musik pianika. Hal ini membuktikan bahwasannya metode pembelajaran Learning By Doing efektif untuk diterapkan pada pembelajaran musik khususnya pembelajaran seni musik bagi peserta didik hambatan penglihatan. Dengan merinci latar belakang masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang mendalam tentang kegiatan pembelajaran seni musik di kelas VI di SLB-A Pembina Tingkat Nasional (PTN). Dengan pemahaman yang lebih mendalam mengenai langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan menggunakan metode pembelajaran Learning By Doing peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuMetode Pembelajaran Learning By Doing pada Pembelajaran Seni Musik di SLB-A Pembina Tingkat NasionalAy. KAJIAN TEORITIS Pembelajaran merupakan bentuk interaksi, integrasi dan interkoneksi antara pendidik dan peserta didik yang dalam pelaksanaannya mengacu pada instrumen yang telah ditetapkan oleh sebuah kurikulum. Pembelajaran dilaksanakan agar terjadinya perubahan perilaku dan tingkah laku yang tidak diharapkan menjadi sesuai dengan harapan dengan adanya perubahan secara psikologis yang ditunjukan oleh perubahan pada perilaku peserta didik dan dapat diamati oleh orang lain melalui alat indera. Dalam kegiatan pembelajaran, dibutuhkan suatu metode pembelajaran agar kegiatan pembelajaran dapat mencapai tujuannya. Metode pembelajaran didefinisikan sebagai cara atau upaya yang dilakukan untuk menyampikan materi pembelajaran yang sesuai dengan rencana pembelajaran yang tertera dalam kurikkulum yang Pembelajaran seni musik merupakan bagian dari kegiatan pendidikan baik sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah akhir dalam rangka membentuk pribadi peserta didik yang memiliki pengetahuan, kemampuan, dan krativitas yang tinggi dalam bermusik. Pembelajaran seni musik adalah proses yang kegiatannya bertujuan untuk mengembangkan kemampuan, pengetahuan, keterampilan dan apresiasi peserta didik terhadap seni musik. Dalam kegiatan pembelajaran ini, peserta didik diajarkan untuk memahami unsurunsur seni musik serta menguasai alat musik atau kemampuan vokal Pembelajaran seni musik tidak hanya semata meningkatkan kemampuan teknis peserta didik, melainkan berkontribusi Metode Pembelajaran Learning By Doing pada Pembelajaran Seni Musik (Studi Deskriptif pada Pembelajaran Seni Musik Kelas VI SLB-A Pembina Tingkat Nasiona. dalam pengembangan emosional, sosial dan intelektual yang didalamnya termasuk meningkatkan kreativitas, empati, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Pembelajaran seni musik membutuhkan suatu metode pembelajaran yang tepat agar tujuan pembelajaran dapat tersampaikan dan dimengerti oleh peserta didik. Hamzah B. Uno mengemukakan pendapat bahwasannya metode pembelajaran adalah suatu cara untuk mencapai tujuan pembelajaran yang berisikan tahapan-tahapan atau prosedur Kemudian menurut Fred Percival dan Henry Elington, metode pembelajaran adalah cara yang umum untuk menyampaikan pelajaran kepada peserta didik atau mempraktikan teori yang telah dipelajari dalam rangka mencapai tujuan belajar. Salah satu jenis metode pembelajaran adalah Learning By Doing yang merupakan metode pembelajaran yang menekankan pada peserta didik harus mengalami sendiri apa yang mereka pelajari atau harus melakukan tindakan atau kegiatan dalam materi pembelajaran untuk dibawa pada situasi metode pembelajaran yang menekankan pada peserta didik harus mengalami sendiri apa yang mereka pelajari atau harus melakukan tindakan atau kegiatan dalam materi pembelajaran untuk dibawa pada situasi aslinya. Hal ini sejalan dengan pengertian metode pembelajaran menurut Herniati, 2017 yang lebih menekankan pada peranan aktif peserta didik agar dapat mengalami sendiri informasi tentang materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru sehingga peserta didik dapat mengalami langsung selama proses pembelajaran. Metode pembelajaran Learning By Doing dinilai tepat digunakan pada pembelajaran seni musik pada peserta didik dengan hambatan Noviyanti berpendapat bahwa tujuan pembelajaran seni musik di sekolah dasar adalah untuk membentuk dan membina kepribadian peserta didik. Hal ini berarti bahwa pada fase sekolah dasar, peserta didik tidak hanya diberikan mengenai ilmu tentang seni musik tetapi juga membentuk karakter di dalam pembelajaran seni musik tersebut. Pembelajaran seni musik di sekolah dasar memiliki fungsi sebagai media kreativitas yang memungkinkan peserta didik untuk bereksplorasi dan menciptakan sesuatu yang baru melalui seni musik. Misalnya peserta didik dapat mengimprovisasi melodi-melodi yang lama menjadi sesuatu yang baru. Dalam penelitian yang berjudul AuManfaat Seni Musik dalam Perkembangan Belajar Siswa Sekolah DasarAy Suci mengatakan bahwa seni musik dapat membantu menyeimbangkan kinerja otak kanan dan kiri dan juga membantu peserta didik memiliki pemikiran logis, kritis, cerdas, dan kreatif. Hambatan penglihatan merujuk pada kondisi dimana seseorang mengalami hambatan dalam penglihatannya baik seluruh maupun sebagian. Indera penglihatan merupakan salah satu sumber informasi sensori yang penting dalam kehidupan manusia karena sebagian besar MISTERIUS - VOLUME 2. NOMOR. 2 JUNI 2025 e-ISSN: 3032-1654. p-ISSN: 3032-2057. Hal 146-157 informasi diperoleh melalui visual atau indera penglihatan. Menurut Utama hambatan penglihatan adalah seseorang yang pindera penglihatannya memiliki kelainan sehingga fungsi penglihatannya mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Apabila seseorang mengalami hambatan pada indera penglihatannya maka hal tersebut akan berdampak kepada sisi kehidupannya. Dampak dari hambatan penglihatan ini meliputi keterbatasan segi kognitif, orientasi mobilitas dan interaksi sosial. Menurut Mambela, kehilangan penglihatan dapat memiliki dampak langsung dan tidak langsung seperti berikut : Dampak langsung yaitu adanya kehilangan fungsi atau terganggu dari organ penglihatan itu sendiri. Individu yang memiliki gangguan atau hambatan atau tidak berfungsinya organ penglihatan maka akan menghambat aktivitas yang berhubungan dengan penglihatan karena yang berkelainan itu merupakan instrumen untuk melakukan kegiatan-kegiatan seperti mobilitas, menangkap sinar atau cahaya atau melihat apa saja yang ada di sekitarnya. Hambatan dan keterbatasan yang dimiliki individu memiliki keterbatasan dalam melakukan aktivitas yang mengakibatkan pada timbulnya reaksi-rekasi emosional. Reaksi emosional yang terjadi sebagai dampak hambatan penglihatan dalam melakukan aktivitas atau kegiatan akan semakin tinggi intensitasnya sehingga pada akhirnya akan menumpuk dan menjadi suatu reaksi emosional yang menetap. Berkelanjutan dari hal tersebut, reaksi emosional yang menetap akan membentuk kepribadian individu dengan hambatan penglihatan sehingga pada akhirnya akan menunjukan kepribadian atau perilaku yang negatif seperti adanya rasa minder, rendah diri atau bahkan tidak percaya diri, menarik diri dari pergailan dan gejala kepribadian negarif lainnya. METODE PENELITIAN Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Menurut Saryono kualitatif dideskripsikan sebagai cara yang digunakan untuk menyelidiki, menemukan, menggambarkan, dan menjelaskan kualitas atau keistimewaan dari pengaruh Tujuannya adalah untuk mendeskripsikan atau menggambarkan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai tahapan pembelajaran seni musik menggunakan metode pembelajaran Learning By Doing yang dilakukan di kelas VI SLB-A Pembina Tingkat Nasional. Metode Pembelajaran Learning By Doing pada Pembelajaran Seni Musik (Studi Deskriptif pada Pembelajaran Seni Musik Kelas VI SLB-A Pembina Tingkat Nasiona. HASIL DAN PEMBAHASAN Tahapan Kegiatan Pembelajaran Seni Musik Menggunakan Metode Pembelajaran Learning By Doing Dalam pembahasan ini, peneliti alan menguraikan berdasarkan indikator yang terdapat dalam kisi-kisi intrumen yaitu perencanaan kegiatan pembelajaran dan pelaksanaan kegiatan Analisis deksripsi diatas adalah sebagai berikut : Perencanaan Kegiatan Pembelajaran Perencanaan kegiatan pembelajaran seni musik kelas VI SLB-A Pembina Tingkat Nasional direncanakan berdasarkan pengalaman guru dalam belajar bermusik. Hal ini diketahui berdasarkan hasil wawancara yang menyebutkan bahwasannya guru mempunyai acuan tersendiri dalam memberikan materi kepada peserta didik. Metode pembelajaran juga dipilih dan diterapkan berdasarkan pengalaman dan pengamatan selama beberapa tahun mengajar di bidang tersebut. Guru membuat rancangan atau perencanaan pembelajaran (RPP) setelah kegiatan pembelajaran berakhir. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan keefektifitasan waktu dalam membuat RPP dikarenakan sering kali terjadi bahwa rancangan yang dibuat sebelum pembelajaran dilakukan tidak mampu diikuti oleh peserta didik atau di dalam kelas memiliki kondisi yang lain misalnya terdapat peserta didik yang tidak dapat dikondisikan untuk belajar . antrum atau kondisi lainny. Guru pengajar baru membuat rancangan pembelajaran setelah kegiatan pembelajaran berakhir agar dapat dijadikan sebuah laporan atau catatan belajar peserta Pemilihan media pembelajaran tidak luput dari perhatian guru sebelum mengajar. Guru memilih media pembelajaran yaitu alat musik pianika yang dapat mendukung peserta didik dalam mengenal konsep nada dasar dan penempatan kunci-kunci dasar dalam bermusik. Guru tidak memilih menggunakan alat musik lain misalnya seruling dikarenakan seruling memiliki tingkat kesukaran yang tinggi untuk dibunyikan jika dibandingkan dengan alat musik pianika. Selain itu, guru juga tidak memilih alat musik angklung dikarenakan alat musiknya tidak mendukung untuk mengenalkan konsep nada setengah dalam nada dasar. Walaupun tidak tertulis dengan sistematis, namun perencanaan pembelajaran seni musik ini direncanakan dengan baik dalam Silabus Pembelajaran hingga pelaksanaan evaluasi. Pembelajaran seni musik kelas VI SLB-A Pembina Tingkat Nasional mengadakan ujian baik tertulis dan praktik guna mengevaluasi kemajuan akademis dan praktik peserta didik dan menentukan kelulusan peserta didik. MISTERIUS - VOLUME 2. NOMOR. 2 JUNI 2025 e-ISSN: 3032-1654. p-ISSN: 3032-2057. Hal 146-157 Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran Pada pelaksanaan kegiatan pembelajaran seni musik di kelas VI SLB-A Pembina Tingkat Nasional memiliki 3 bagian kegiatan yaitu kegiatan pembuka, inti, dan penutup. dalam kegiatan pembuka, guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan mengkondisikan peserta didik. Hal ini dilakukan agar peserta didik menyiapkan diri untuk belajar setelah melakukan kegiatan upacara bendera di Senin pagi. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan membaca doa bersama yang dipimpin oleh salah satu perwakilan peserta didik yang setiap minggunya mendapat giliran untuk memimpin doa lalu memberi salam kepada guru. Selain itu, guru juga mengawali kegiatan pembelajaran seni musik dengan sedikit menyinggung agenda kelas mereka kedepannya seperti agenda Pendalaman Materi dan juga agenda ujian baik ujian tertulis yang dilaksanakan pada minggu kedua di bulan Maret dan ujian praktik di bulan setelahnya. Setelah berdiskusi terkait agenda pembelajaran kelas mereka kedepannya, kegiatan pembelajaran pun siap dimulai. Masih dengan kegiatan pembuka dengan guru mengingatkan kembali mengenai konsep E Mayor dengan susunan tangga nada yang sesuai. Hal ini dapat dilakukan karena peserta didik sudah memiliki pengetahuan mengenai nada dasar sederhana yaitu Do = C lalu dilanjutkan dengan D. B dan juga konsep tangga nada mutlak dengan solmisasi do re mi fa sol la si do. Peserta didik juga telah mengenal formula tangga nada mayor dan minor. Peserta didik diinstruksikan untuk membunyikan nada atau notasi dari apa yang disebutkan sebelumnya (E Mayo. Hal ini memberikan peserta didik untuk melatih kemahiran jari-jari mereka dalam membunyikan alat musik tersebut. Memasuki kegiatan inti pembelajaran, guru menginstruksikan peserta didik untuk membunyikan sebuah lagu dengan menaikan nada dasar Do menjadi setengah dari nada awal lagu tersebut. Hal ini memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk melatih ketepatan dalam menekan tuts pianika, kecepatan mengikuti tempo lagu, dan juga menghafal notasi lagu Tidak lupa guru menyisipkan motivasi-motivasi kepada peserta didik kelas VI SLBA Pembina Tingkat Nasional. Motivasi tersebut berupa menyinggung kepercayaan diri peserta didik dan jangan takut salah dalam mengerjakan sesuatu, hal ini diberikan karena salah satu peserta didik saat diberi pertanyaan oleh guru menjawab dengan kata Aue. Ay sebelum mencoba Motivasi diberikan dengan contoh yang ada di lingkungan peserta didik dan sedikit diberi candaan agar peserta didik merasa nyaman saat belajar. Kegiatan penutup di dalamnya berisikan mengenai kesempatan kepada peserta didik untuk menanyakan materi yang belum dimengerti setelah kegiatan pembelajaran berlangsung. Dalam perealisasiannya, di dalam pembelajaran seni musik kelas VI tidak memiliki waktu yang Metode Pembelajaran Learning By Doing pada Pembelajaran Seni Musik (Studi Deskriptif pada Pembelajaran Seni Musik Kelas VI SLB-A Pembina Tingkat Nasiona. cukup untuk berdiskusi mengenai pertanyaan-pertanyaan oleh peserta didik secara langsung. Hal tersebut disikapi oleh guru dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menjawab pertanyaan secara online dengan menggunakan aplikasi whatsapp. Dalam kegiatan ini guru juga memperdengarkan perbedaan tangga nada mayor dan minor menggunakan lisan agar peserta didik mampu membedakan perbedaan dari tangga nada tersebut. Pembelajaran Seni Musik Menggunakan Metode Pembelajaran Learning By Doing dalam Memberikan Pengalaman Bagi Peserta Didik dengan Hambatan Penglihatan Mengenal Ekspresi Diri. Musik memiliki manfaat yang amat luas mencakup aspek mental, fisik, emosi dan Manfaat musik menurut Sheppard yaitu musik dapat mengubah bentuk otak, musik dapat meningkatkan kemampuan berbahasa, musik dapat mengembangkan fungsi mental, musik dapat menstimulasi gerakan dan mengembangkan kemampuan pengendalian koordinasi fisik, musik dapat mengembangkan daya ingat dan penyimpanan informasi, musik dapat membantu memahami matematika dan ilmu pengetahuan, musik dapat mengembangkan kemampuan komunikasi dan mengekspresikan diri, musik dapat membantu anak bekerja sama, musik dapat membantu kesehatan mental dan fisik, dan musik dapat meningkatkan kreativitas. Tangga nada mayor sendiri adalah susunan nada-nada yang mempunyai jarak 1 semitone pada nada ke 3-4, dan ke 7-1 . dan jarak nada lainnya adalah 1 tone. Tangga nada mayor natural adalah tangga nada mayor yang seluruh nadanya belum mengalami Susunan tangga nada mayor yang belum mengalami perubahan atau natural merupakan nada-nada papan . putih pada keyboard atau pianika. Sedangkan nada minor adalah tangga nada yang tersusun atas delapan not. Tangga nada minor dianggap memupnyai bunyi yang cenderung lebih sedih dibandingkan dengan mayor. Dalam tujuan mengenalkan peserta didik mengenal ekspresi diri terutama senang dan sedih melalui nada mayor dan minor dalam sebuah kegiatan pembelajaran dibutuhkan metode pembelajaran yang tepat. Pemilihan metode yang tepat dapat membantu peserta didik dalam memahami pembelajaran langkah demi langkah juga membantu peserta didik untuk memudahkan pembelajaran. Metode pembelajaran yang dipilih berfungsi sebagai pedoman langkah-langkah dalam mengenal nada dasar dan nada mayor minor. Pembelajaran Seni Musik Musik Menggunakan Metode Pembelajaran Learning By Doing dalam Meningkatkan Kemampuan Auditori Peserta Didik dengan Hambatan Penglihatan. Keterampilan auditori sendiri merujuk pada keterampilan untuk mendengar, mengidentifikasi dan memahami suara yang mengandung sebuah informasi di dalamnya yang MISTERIUS - VOLUME 2. NOMOR. 2 JUNI 2025 e-ISSN: 3032-1654. p-ISSN: 3032-2057. Hal 146-157 disampaikan melalui indera pendengaran. Hal ini melibatkan berbagai macam kegiatan pembelajaran yang memungkinkan seseorang untuk memproses suara baik itu dalam bentuk percakapan, musik ataupun suara-suara yang ada di lingkungan sekitar. Kemampuan auditori mencakup beberapa aspek seperti pengenalan suara yang digunakan untuk membedakan berbagai jenis suara seperti suara manusia, musik, atau suara benda. pemahaman lisan untuk memahami kata-kata dan makna dari percakapan yang di dengar. memori auditori untuk mengingat suara atau informasi yang di dengan seperti intruksi verbal. dan pengekalan detail suara untuk memfokuskan perhatian pada suara tertentu di tengahh kebisingan atau distraksi Bagi peserta didik dengan hambatan penglihatan, pendengaran merupakan indera penting untuk memperoleh informasi. Dalam proses pembelajaran, keterampilan auditori menjadi kunci untuk memproses informasi yang disampaikan secara lisan. Salah satu pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan auditori peserta didik dengan hambatan penglihatan yaitu pembelajaran seni musik. Musik adalah alat yang efektif untuk melatih dan mengembangkan keterampilan auditori peserta didik dengan hambatan penglihatan. Salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam meningkatkan keterampilan auditori peserta didik dengan hambatan penglihatan adalah metode pembelajaran learning by doing. Metode pembelajaran ini menekankan pada pengalaman langsung dimana peserta didik terlibat dalam proses pembelajaran bukan hanya menerima informasi secara pasif. Dalam konteks pembelajaran seni musik, metode pembelajaran ini dapat diterapkan dengan cara mengintegrasikan aktivitas praktis yang mendorong peserta didik dengan hambatan penglihatan untuk belajar melalui pengalaman musikal langsung seperti bermain alat musik, mendengarkan berbagai bunyi nada, dan lainnya. KESIMPULAN DAN SARAN Pada tahapan pengimplementasian metode pembelajaran Learning By Doing di pembelajaran seni musik dengan alat musik pianika di kelas VI SLB-A Pembina Tingkat Nasional guru memberikan pembelajaran dengan melakukan beberapa pendekatan atau langkah khusus yaitu dengan memberikan trik atau cara memainkan alat musik pianika sesuai dengan tempo, memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mencoba membunyikan alat musik pianika itu sendiri guna memberikan pengalaman langsung dan pemahaman yang konkret, memberikan masukan positif yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik, juga memberikan pengalaman untuk membedakan nada dasar yang dihasilkan dari nada dasar Mayor dan Minor. Metode Pembelajaran Learning By Doing pada Pembelajaran Seni Musik (Studi Deskriptif pada Pembelajaran Seni Musik Kelas VI SLB-A Pembina Tingkat Nasiona. Melalui Learning By Doing, peserta didik memperoleh kesempatan untuk mengenal ekspresi diri melalui musik. Mereka tidak hanya diajak memahami teori musik secara abstrak tetapi juga diajak untuk merasakan, memainkan, dan mengeksplorasi nada serta irama sebagai bentuk komunikasi emosional. Selain itu peserta didik juga dilatih untuk mendengarkan secara cermat, membedakan tinggi rendahnya nada, mengenali tempo dan ritme dan mengembangkan sensitivitas terhadap harmonisasi. Proses ini memperkuat kemampuan peserta didik dalam memahami dan mengolah informasi melalui pendengaran. Dengan demikian, penerapan metode Learning By Doing dalam pembelajaran seni musik tidak hanya memberikan pengalaman yang konkret, tetapi juga membantu peserta didik dengan hambatan penglihatan dalam membangun ekspresi diri dan meningkatkan kemampuan UCAPAN TERIMA KASIH