ARTIKEL PENGABDIAN - SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN 2022 AuSukseskan Transformasi Kesehatan melalui Inovasi dan Implementasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) 2030Ay Ae Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ae 13 Oktober 2022. E-ISSN: 2807-9183 Pemanfaatan Tanaman Pekarangan Sebagai Antiseptik Ramah Lingkungan Masyarakat Kahuripan di Masa Pandemi Covid-19 Nur Aji*. Eva Dania Kosasih Jurus Farmasi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Ciloloha No. 35 Kota Tasikmalaya. Tlp. e-mail co Author: * nuraji09068@gmail. ABSTRAK Kahuripan merupakan kelurahan di Kota Tasikmalaya dengan angka kejadian Covid-19 tertinggi. Tingginya harga antiseptik untuk menjaga protokol kesehatan menjadi tambagan biaya yang wajib selama pandemi. Beberapa tanaman pekarangan yang dapat dimanfaatkan sebagai antiseptik diketahui ampuh membunuh mikroorganisme antara lain sirih, serai, cengkeh dan kemangi . Tujuan dari Program pengabdian masyarakat ini memaksimalkan fungsi tanaman pekarangan sebagai antiseptik guna meningkatkan sanitasi dan higiene dalam pencegahan Covid-19 dengan membuat spray antiseptik dari tanaman pekarangan. Pelaksanaan program ini terdiri atas tiga tahap, pertama analisis situasi yang menjadikan dasar terselenggaranya kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan penyuluhan dan demonstrasi merupakan tahap kedua . pelaksanaan pengabdian masyarakat, dan yang ketiga adalah evaluasi. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa peserta dapat mengikuti dan memahami materi yang diberikan tentang pentingnya sanitasi dan higiene. Peserta juga memahami jenis tanaman pekarangan dan cara pembutan infusa spray antiseptik. Tingkat pemahaman dan keterampilan dibuktikan dengan nilai pre dan post-test yang mengalami kenaikan yang signifikan . -hitung > t- tabe. yaitu dari nilai rata- rata 51,57 menjadi 89,47. Sedangkan keterampilan ditunjukkan dengan keahlian pembuatan spray sesuai kaidah. Dapat disimpulkan bahwa peserta dapat memahami pentingnya menjaga kebersihan dan terampil dalam membuat spray antiseptik tanaman pekarangan. Kata Kunci : Antiseptik. Covid 19. Kahuripan ,Tanaman pekarangan PENDAHULUAN World Health Organization (WHO) telah menetapkan virus Corona atau Corona Virus Disease (Covid-. sebagai pandemi karena telah menyebar ke lebih dari 100 negara di dunia (Handayani et al. , 2. WHO sendiri mendefinisikan pandemi sebagai situasi ketika populasi seluruh dunia ada kemungkinan akan terkena infeksi Covid-19 dan berpotensi sebagian dari mereka jatuh sakit. Meluasnya penyebaran ARTIKEL PENGABDIAN - SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN 2022 AuSukseskan Transformasi Kesehatan melalui Inovasi dan Implementasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) 2030Ay Ae Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ae 13 Oktober 2022. E-ISSN: 2807-9183 virus COVID-19 mendorong bertambahnya jumlah masyarakat Indonesia terkena virus tersebut. Menurut data DISKOMINFO di Kota Tasikmalaya hingga tanggal 21 Juli 2021 terkonfirmasi 11. 107 orang teridentifikasi Covid-19 baik Simptomatik maupun asimptomatik, selain itu kelurahan Kahuripan merupakan penyumbang terbesar penderita Covid-19 di Kota Tasikmalaya yaitu sebanyak 115 orang (Nurwihastuti & Mujisusatyo, 2021. Ardian & Ramdani, 2021. DISKOMINFO Kota Tasikmalaya, 2. Banyak yang dirancang dan dilakukan untuk melakukan pencegahan penyebaran virus COVID-19. Langkah awal pencegahan penyebaran virus COVID-19 dimulai dari kesadaran masyarakat agar tetap menjaga kebersihan masing-masing. Masyarakat perlu mengetahui dengan jelas mengenai bahaya dari virus COVID-19. Dengan akan bahaya COVID-19 dapat membuat masyarakat lebih sadar untuk selalu menjaga kebersihan. Seperti yang kita ketahui bahwa salah satu pencegahan awal yang dapat dilakukan adalah dengan mencuci tangan dengan menggunakan sabun dengan baik dan benar atau menggunakan hand sanitizer (Nurwihastuti & Mujisusatyo, 2021. Ardian & Ramdani, 2. Meskipun Covid-19 saat ini (Oktober 2. sudah berkurang dan memasuki era new normal, namun masyarakat dimbau untuk tetap waspada dan melaksanakan protokol kesehatan dan menjaga sanitasi serta higiene. Penggunaan bahan antiseptik sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid 19 telah banyak dilakukan. Antiseptik adalah senyawa kimia yang digunakan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada jaringan yang hidup seperti permukaan kulit dan membran mukosa (Kurniawati & Nastiti, 2. Antiseptik berbeda dengan antibiotika dan desinfektan yaitu antibiotika digunakan untuk membunuh mikroorganisme di dalam tubuh sedangkan disinfekstan digunakan untuk membunuh mikroorganisme pada benda mati seperti meja, wastafel, dll. Namun antiseptik yang kuat dapat dialihfungsikan menjadi desinfekstan, contoh fenol yang dapat digunakan baik sebagai antiseptik maupun Penggunaan antiseptik sangat direkomendasikan ketika terjadi epidemi penyakit, bahkan seperti saat ini terjadi pandemi Corona Virus Disease (Covid-. , karena dapat memperlambat penyebaran penyakit atau dapat memutus mata rantai penyebaran penyakit (Kurniawati et al. , 2. Respon yang positif terhadap penggunaan antiseptik tangan berkaitan dengan paradigma bersih itu sehat, serta pemakaiannya yang praktis. Bahan antiseptik yang digunakan dalam formula sediaan adalah dari golongan alkohol . tanol, propanol, isopropano. dengan konsentrasi 50% sampai 70% dan jenis disinfektan yang lain seperti klorheksidin (Zulkarnain, 2. Alkohol banyak digunakan sebagai antiseptik/desinfektan untuk disinfeksi permukaan dan kulit yang bersih, tetapi tidak untuk luka. Alkohol sebagai disinfektan mempunyai aktivitas bakterisidal, bekerja terhadap berbagai jenis bakteri. Akan tetapi karena merupakan pelarut organik maka alkohol dapat melarutkan lapisan lipid pada kulit, dimana lapisan ARTIKEL PENGABDIAN - SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN 2022 AuSukseskan Transformasi Kesehatan melalui Inovasi dan Implementasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) 2030Ay Ae Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ae 13 Oktober 2022. E-ISSN: 2807-9183 tersebut berfungsi sebagai pelindung terhadap infeksi mikroorganisme. Disamping itu alkohol mudah terbakar dan pada pemakaian berulang menyebabkan kekeringan dan iritasi pada kulit (R. Sari & Isadiartuti, 2. Meningkatnya keinginan masyarakat untuk menggunakan bahan alam atau Auback to natureAy, ditanggapi dengan banyaknya produk-produk topikal berbahan aktif tanaman untuk perawatan kesehatan, kosmetik dan pencegahan penyakit (R. Sari & Isadiartuti, 2. Selain itu, penggunaan bahan alam dinilai memiliki efek samping lebih kecil dibandingkan dengan obat yang berasal dari bahan kimia dan harganya lebih terjangkau (Nurwihastuti & Mujisusatyo, 2. Beberapa tanaman pekarangan yang dapat dimanfaatkan sebagai antiseptik sepeti: daun sirih (Soni et al. , 2. bunga cengkeh (Hussain et al. , 2. , kulit buah jeruk (Chhikara et al. , 2. , serai (Haque et al. , 2. , kayumanis (Hosseini et al. , 2. diketahui terbukti ampuh membunuh mikroorganisme. Dengan dimanfaatkannya tanaman pekarangan yang diolah sebagai bahan antiseptik diharapkan masyarakat kahuripan dapat senantiasa menjaga sanitas dan personal higiene. METODE Pengabdian kepada masyarakat dilakukan terhadap kader ibu PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarg. Pelaksanaan meliputi tiga tahap yaitu analsis situasi, penyuluhan/ demonstrasi dan evaluasi. Analisis situasi analisis deskriptif eksploratif, melalui tinjauan literatur dan wawancara kepada masyarakat. Data hasil analisis situasi melalui tinjauan pustaka dan wawancara kemudian dipetakan dalam analisis SWOT (Strength. Weakness. Opportunities, dan Threat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada bulan MaretOktober 2022 yang bertempat di kelurahan kahuripan dan Laboratorium Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Kecamatan Tawang Kota tasikmalaya. Metode penyampaian materi yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat adalah ceramah, diskusi dan demonstrasi. Ceramah dan diskusi dilakukan pada saat penyuluhan tentang pentingnya protokol kesehatan, sanitasi dan higiene. Demonstrasi dilakukan untuk mengenalkan tanaman pekarangan yang dapat dijadikan antiseptik dan cara pengolahannya Demonatrasi pembuatan spray hand sanitizer menggunakan metode infusa, sejumlah tanaman segar seperti tercantum pada Tabel 2 ditimbang dan dimasukan ke dalam air panas . oC) selama 15 menit. Infusa kemudian disaring dan dimasukan ke dalam botol. Tahap evaluasi dilakukan kegiatan pre-test dan post-test terhadap peserta, indikator tingkat kepahaman peserta yaitu terjadi peningkatan secara signifikan nilai antara pre-test dan post-test, selain penilaian pemahaman terhadap teori peserta juga harus dapat membuat produk setelah dilakukan demonstrasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis situasi merupakan langkah awal yang mendasari terlaksananya program pengabdian kepada masyarakat. Analisis situasi tidak dapat dilakukan hanya ARTIKEL PENGABDIAN - SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN 2022 AuSukseskan Transformasi Kesehatan melalui Inovasi dan Implementasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) 2030Ay Ae Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ae 13 Oktober 2022. E-ISSN: 2807-9183 dengan melihat dari permukaan atau hanya berdasarkan penafsiran, atau dugaan tanpa melakukan studi pendahuluan atau grand tour terhadap mitra yang diajak kerja sama (Indrayuda, 2. Hasil analisis situasi melalui proses tinjauan pustaka dan wawancara terhadap mitra diuraikan pada Tabel 1. Banyak masyarakat mengabaikan prokes demi terpenuhi target kebutuhan pokok . andang, pangan dan papa. dimasa pandemi ini yang cukup sulit. Sehingga dalam hal pemenuhan kebutuhan kesehata seperti membeli masker, hand sanitizer dan sabun cuci tangan menjadi sebuah pilihan yang terkadang tidak bisa dipilih. Dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat memanfaatkan dan mengolah tanaman pekarangan sebagai alternatif untuk menjaga sanitasi dan higiene di masa pandemi Covid-19. Dari hasil pemetaan masalah maka disusun analisis SWOT yang dapat dilihat pada Gambar 1 (Fatimah, 2. Tabel 1. Hasil Analsis Situasi No. Hasil Analisis Situasi Metode Kelurahan kahuripan kasus terbanyak Telaah Pustaka (DISKOMINFO Covid-19 di Kota Tasikmalaya. Kota Tasikmalaya, 2. Banyak masyarakat mengabaikan Wawancara kebutuhan pokok. Dalam hal pemenuhan kebutuhan Wawancara kesehata seperti membeli masker, hand sanitizer dan sabun cuci tangan tambahan pada masa pandemi Covid19. Ketidaktahuan masyarakat tentang Wawancara jenis tumbuhan dan cara pengolahan Tinjauan ulang keamana golongan Telaah Pustaka (R. Sari & alkohol sebagai antiseptik, dan Isadiartuti, 2. mahalnya bahan alkohol di masa pandemi Covid-19. Penggunaan bahan alam dinilai Telaah Pustaka (Nurwihastuti & memiliki efek samping lebih kecil Mujisusatyo, 2. dibandingkan dengan obat yang berasal dari bahan kimia dan harganya lebih terjangkau ARTIKEL PENGABDIAN - SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN 2022 AuSukseskan Transformasi Kesehatan melalui Inovasi dan Implementasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) 2030Ay Ae Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ae 13 Oktober 2022. E-ISSN: 2807-9183 Gambar 1. Hasil Analisis SWOT Berdasarkan hasil analisis situasi dan SWOT, kelurahan kahuripan memiliki permasalahan dalam pemenuhan kebutuhan dalam menjaga prokes dan sanitasi/higiene. Sabun cuci tangan dan hand sanitizer merupakan keperluan tambahan yang menjadi beban anggaran keluarga. Pengguanaan bahan tanaman pekarangan sebagai antiseptik menjadi alternatif, namun pengetahuan terkait jenis dan cara pengolahan menjadi masalah tambahan. Melalui program pengabdian kepada masyarakat menjadi salah satu peluang masyarakat untuk mendapatkan informasi tentang jenis dan cara pengolahan tanaman menjadi produk antiseptik. Salah satu bentuk sediaan adalah spray antiseptik, formula spray dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Bahan Spray Infusa Antiseptik No. Nama Bahan Formula 1 Formula 2 Sumber Rujukan Daun sirih segar (Hamzah et al. , 2. Daun serai dapur (Liani, 2. Air 100 mL 100 mL Sebelum dilakukan demonstrasi peserta mendapatkan paparan materi tentang pentingnya sanitasi dan higiene dan dilanjutkan jenis tanaman dan cara pengolahan pembuatan spray antiseptik. Pembuatan sediaan spray dimulai dengan pembuatan infusa sejumlah bahan seperti yang tertera pada Tabel 2 disiapkan dan dilakukan infundasi menggunakan suhu 90oC selama 15 menit (Sari. , 2. Infusa kemudian disaring dan dimasukan ke dalam botol spray. Proses pengerjaan dapat dilihat pada Gambar 2. Gambar 2. Pemaparanmateri oleh narasumber. Pembuatan spray infusa, . Foto bersama produk spary infusa antiseptik . Diseminasi hasil pengabdian kepada masyarakat oleh ibu PKK Evaluasi dilakukan menggunakan metode pre dan post-test. Hasil nilai test kemudian dilakukan uji banding menggunakan t-test. Nilai luaran dari t-test berupa t-hitung dan dibandingkan dengan t-tabel. Hasil evaluasi dapat dilihat pada Gambar 3 dan Tabel 3. ARTIKEL PENGABDIAN - SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN 2022 AuSukseskan Transformasi Kesehatan melalui Inovasi dan Implementasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) 2030Ay Ae Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ae 13 Oktober 2022. E-ISSN: 2807-9183 Gambar 3. Nilai Pre-test dan Post-test Tabel 3. Hasil t-test dengan varibel nilai Pre-test dan Post-test Parameter Mean Variance Observations t Stat P(T<=. one-tail t Critical one-tail P(T<=. two-tail t Critical two-tail Pre-test 51,58 102,92 Post-test 89,47 194,16 8,82 2,98 1,73 5,96 2,10 Keterangan t-hitung t-tabel Hipotesa H0 = pre-test dan post-test tidak berbeda jika t hitung O t tabel H1 = pre-test dan post-test berbeda jika t hitung > t tabel Hasil analisis statistik t-test menunjukkan nilai pre dan post-test mengalami kenaikan yang signifikan hal tersebut ditunjukan oleh nilai t-test dimana t-hitung lebih besar dari pada t-tabel. Hasil pemaparan materi menyebabkan kenaikan nilai, yang artinya peserta dapat menangkap dan memahami materi dengan baik dengan rata-rata nilai post-test 89,47. Evaluasi keterampilan dinyatakan dengan kemampuan dapat membuat infusa dengan baik dan benar. Parameter pembuatan yang baik meliputi waktu dan suhu yang tepat dalam pengerjaan. KESIMPULAN Penggunaan bahan tanaman pekarangan seperti sirih dan serai dapat dijadikan alternatif sebagai bahan antiseptik yang ramah lingkungan. Hasil pemaparan dan demonstrasi menunjukkan peserta dapat mengikuti dengan baik dengan peningkatan pengetahuan yang signifikan yang di tunjukkan dengan nilai hasil pre dan post-test. Serta peserta dapat membuat sendiri antiseptik dari bahan alam dengan baik dan benar. SARAN Stabilitas infusa hanya bertahan 24 jam, maka perlu dibuat sediaan lain seperti sabun atau gel handsanitiser untuk meningkatkan stabilitas dan efektivitasnya. DAFTAR PUSTAKA