37 Vol. No. January 2022, pp. In house trainning (IHT) sistem daring untuk meningkatkan kemampuan guru dalam pembelajaran smart school Sriningsih a,1,* SMK Muhammadiyah 1 Wates. Kulon Progo. Daerah Istimewa Yogyakarta 55611. Indonesia. sriningsihkhoirudin@gmail. * corresponding author ARTICLE INFO ABSTRAK Kata Kunci In House Trainning Kemampuan Guru Pembelajaran Smart School Standar pendidik & tenaga pendidikan menduduki 2 nilai terendah. Peningkatan penerapan pembelajaran smart school dibutuhkan untuk mewujudkan SMK Muhiwa Smart School . ekolah pinta. Siswa sangat membutuhkan prosys pembiasaan, prosys penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis IT. Untuk membangun smart school memerlukan beberapa tahap persiapan yang perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk: mendeskripsikan penerapan pembelajaran Smart School melalui in House Trainning (IHT) untuk mewujudkan SMK Muhiwa Sekolah Pintar dan peningkatan kemampuan guru. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah (School Action Researc. Subjek dalam penelitian ini adalah Guru yang berjumlah 32 orang. Objek dalam penelitian ini adalah penerapan pembelajaran Smart School melalui in House Trainning (IHT) dan peningkatan kemampuan guru dalam penerapan pembelajaran Smart School melalui in House Trainning (IHT). Teknik pengumpulan data dengan kuesioner, pedoman observasi/pengamatan, dokumentasi, tes. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil Penelitian Siklus 1 menunjukkan: terdapat kenaikan Kemampuan Guru dalam Pembelajaran Smart School sebesar 16,09 atau 19,49 %. Sedangkan pada Siklus 2: terdapat kenaikan Kemampuan Guru dalam Pembelajaran Smart School 31,56 atau 37,54 This is an open access article under the CCAeBY-SA license. Pendahuluan Paradigma baru Profil Guru profesional Indonesia di Abad 21 adalah memiliki kepribadian yang matang dan berkembang, penguasaan ilmu yang kuat, keterampilan untuk membangkitkan peserta didik kepada sains dan teknologi, dan pengembangan profesi secara berkesinambungan (Suib, 2. Pada era digital, pendidik atau guru dituntut memiliki kreatifitas dan inovasi dalam pengembangan media belajar (Sagita & Nisa, 2. Tujuannya agar siswa tidak merasa bosan dengan metode pembelajaran yang sama setiap saatnya. Perubahan global serta disrupsi teknologi berdampak pada seluruh sektor, termasuk pendidikan, menuntut adanya adaptasi atau penyesuaian terhadap sistem pendidikan (Rahmawati, 2. Sistem pendidikan mulai dari prasekolah, dasar, menengah, vokasi, hingga pendidikan tinggi harus mampu menjawab kebutuhan dari perubahan besar yang ada saat ini. Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas melalui telekonferensi, membahas peta jalan pendidikan tahun 2020-2035 (Jayanti et al. , 2. Kepala Negara mengatakan bahwa Indonesia harus dapat mengantisipasi perubahan-perubahan besar yang terjadi. AuKita harus mengantisipasi perubahanperubahan besar yang terjadi di dunia ini mulai dari disrupsi teknologi yang berdampak pada semua sektor baik penerapan otomatisasi, artificial intelligence, big data, internet of things, dan lain-lain. Kita harus mengantisipasi perubahan demografi profil sosio-ekonomi dari populasi perubahan dalam 47736/tajdidukasi. https://tajdidukasi. tajdidukasi@gmail. Tajdidukasi: Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol. No. January 2022, pp. ISSN - 2614-1361 pasar tenaga kerja yang lebih fleksibel, perubahan lingkungan, hingga perubahan struktural yang sangat cepat akibat pandemi Covid. Banyak negara telah mengadaptasi sistem pendidikan untuk dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. AuCara bekerja pada masa depan akan jauh lebih berbeda dengan yang kita alami hari ini, maka pembentukan SDM yang unggul di masa depan tidak bisa lagi berdasarkan perkembangan ilmu yang dibentuk berdasarkan tren masa lalu, tapi . tren masa depan (Kominfo, 2. Di abad 21, orang tidak bisa hidup tanpa IT. Perlu dipersiapkan siswa yang harus mampu hidup dengan baik sesuai perkembangan zaman. Siswa sangat membutuhkan prosys pembiasaan, prosys penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis IT. Sehingga setiap perubahan yang terjadi, anak-anak bisa menyesuaikan. Smart school adalah salah satu sistem layanan IT di sekolah yang didesain untuk mempersiapkan siswa mampu hidup dengan baik sesuai perkembangan zaman. Untuk membangun Smart school memerlukan beberapa tahap persiapan yang perlu dilakukan meliputi pemasangan infra struktur jaringan komputer, memindahkan syrver dari VPS di luar negeri ke syrver milik sendiri di dalam sekolah, pelatihan terhadap semua guru, sosialisasi penggunaan aplikasi kepada seluruh siswa, dan layanan instalasi di tiap laptop siswa yang dibantu olyh guru-guru komputer dan siswa-siswi TKJ. Semua pihak mulai guru, orang tua, dan murid mau tidak mau, suka atau tidak suka, harus siap menjalani kehidupan baru . ew norma. lewat pendekatan belajar menggunakan teknologi informasi dan media elektronik agar proses pengajaran dapat berlangsung dengan baik (Fanny, 2. Pada konteks yang lain, semua pihak diharapkan tetap bisa optimal menjalankan peran barunya dalam proses belajar-mengajar di masa pandemic ini. Keberadaan virus corona atau covid-19 tak hanya jadi problema di dunia kesehatan. Dunia pendidikan pun terkena imbasnya. Peningkatan jumlah kasus positif di Indonesia akibat Covid-19 membuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbu. merekomendasikan pembelajaran daring sebagai upaya menurunkan angka penyebaran virus (Pratama & Mulyati, 2. Meski terdapat beberapa universitas ternama di Indonesia yang sudah siap melakukannya, hadirnya Covid-19 menunjukkan ketidaksiapan jauh lebih banyak institusi pendidikan di Indonesia dalam menerapkan sistem pembelajaran daring. Misalnya, pemanfaatan teknologi pembelajaran daring masih didominasi oleh universitas di kota besar karena kapasitas finansial dan ketersediaan sistem pembelajaran digital yang lebih baik dibandingkan kampus kecil di daerah rural. Salah satu yang tengah dihadapi satuan pendidikan adalah sistem belajar secara Skema yang disarankan oleh pemerintah ini rupanya tak berjalan mulus. Ada kendala yang dihadapi para guru. Pandemi virus covid 19 memaksa banyak sekolah meliburkan para siswanya. Siswa dianjurkan belajar di bawah pengawasan orang tua di rumah masing-masing. Musibah ini telah membuat semua orang untuk selalu berada di rumah bersama keluarga, baik dalam melakukan pekerjaan ataupun melakukan pembelajaran bersama anak-anak yang sedang menempuh pendidikan mulai dari tingkat rendah sampai tingkat tinggi. Seorang guru yang ingin memberikan mata pelajaran setiap hari kepada siswa wajib memiliki telepon pintar. Begitu pula sebaliknya. Wali murid juga wajib memiliki perangkat telekomunikasi ini. Jika salah satu tak punya, sistem belajar daring mustahil Kegiatan belajar mengajar merupakan inti dan proses pendidikan dan guru merupakan pelaksana dan pengembang utama kurikulum di sekolah. Kepala sekolah yang menunjukkan komitmen tinggi dan fokus terhadap pengembangan kurikulum dan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Kepala Sekolah akan sangat memperhatikan tingkat kompetensi yang dimiliki guru, sekaligus juga akan senantiasa berusaha memfasilitasi dan mendorong agar para guru dapat secara terus-menerus meningkatkan kompetensi, sehingga kegiatan belajar-mengajar dapat berjalan efektif dan efisien. Peningkatan Standar Pendidik dan Tenaga Pendidikan diupayakan salah satunya dengan program peningkatan kemampuan guru dalam pembelajaran Smart School melalui in House Trainning (IHT) dibutuhkan untuk penghematan paper sheet (Paperles. dan kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan di mana saja terdapat akses internet. Peningkatan penerapan pembelajaran Smart School dibutuhkan untuk mewujudkan SMK Muhiwa Smart School (Sekolah Pinta. Berdasarkan kajian pustaka, kerangka berpikir dan beberapa fakta diatas, maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian, yaitu Ha0 adalah Program in House Trainning (IHT) tidak dapat meningkatkan kemampuan guru dalam pembelajaran Smart School. Ha1 merupakan Program in House Trainning (IHT) dapat meningkatkan kemampuan guru dalam pembelajaran Smart School. Sriningsih (In house trainning (IHT) sistem daringA) ISSN - 2614-1361 Tajdidukasi: Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol. No. January 2022, pp. Metode Penelitian Tindakan Sekolah ini dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 1 Wates Yogyakarta, yang beralamatkan di Dusun Gadingan. Desa Wates. Kecamatan Wates. Kabupaten Kulon Progo. Yogyakarta. Subjek dalam penelitian ini adalah 32 Guru. Objek dalam penelitian ini adalah penerapan pembelajaran Smart School melalui In House Trainning (IHT) dan peningkatan kemampuan guru dalam penerapan pembelajaran Smart School melalui In House Trainning (IHT). Secara umum penelitian ini dikategorikan deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Penelitian deskriptif kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan pembelajaran Smart School melalui In House Trainning (IHT) untuk mewujudkan SMK Muhiwa Smart School (Sekolah Pinta. Sedangkan penelitian deskriptif kuantitatif untuk mendeskripsikan apakah penerapan pembelajaran Smart School melalui In House Trainning (IHT) dapat meningkatkan kemampuan guru di SMK Muhammadiyah 1 Wates Kulon Progo Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanakan dalam siklus tindakan, yang mana pada siklus tersebut siklus terdiri dari dari empat langkah (Suharsimi Arikunto, 2. ini dapat terlihat pada Gambar 1. Perencanaan Refleksi Siklus I Pelaksanaan Pengamatan Perencanaan Refleksi Siklus II Pelaksanaan Pengamatan Gambar 1. Alur Pelaksanaan Tindakan dalam Penelitian Tindakan Kelas (Suharsimi Arikunto, 2. Metode pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data dalam penelitiannya (Arikunto, 2. Pada penelitian tindakan sekolah ini, proses pengumpulan data menggunakan beberapa cara yaitu dengan kuesioner, pedoman observasi/pengamatan, dokumentasi, tes. Apabila pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan, maka instrumennya adalah pengamat itu sendiri, dengan alat bantu berupa pedoman observasi, tes dan Instrumen dalam penelitian ini digunakan untuk mengukur keseluruhan aspek berkenaan dengan tujuan penelitian yaitu aktivitas pembelajaran, aktivitas dan hasil belajar siswa tentang model pembelajaran yang digunakan. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terlihat pada Tabel 1. Instrumen observasi pada guru adalah lembar observasi terhadap keterampilan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran Smart School. Instrumen observasi pada siswa adalah lembar observasi terhadap keseluruhan aktivitas siswa di kelas dalam mengikuti proses pembelajaran Smart School. Instrumen observasi pada kelas adalah lembar observasi terhadap aktivitas keadaan di kelas dalam proses pembelajaran Smart School. Dokumentasi digunakan untuk mendapatkan data tentang pembelajaran Smart School, dokumentasi pembelajaran berupa foto yang menggambarkan berlangsungnya in House Trainning dan proses pembelajaran Smart School. Analisis Deskriptif Kualitatif dilakukan untuk menganalisis dan mendeskripsikan proses pembelajaran dengan menerapkan pembelajaran Smart School School dengan Aplikasi Edmodo & Aplikasi Google Classroom yang terhubung dengan Web sekolah. Sriningsih (In house trainning (IHT) sistem daringA) Tajdidukasi: Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol. No. January 2022, pp. ISSN - 2614-1361 Tabel 1. Kisi-Kisi Kuesioner Penerapan Pembelajaran Smart School dengan Aplikasi Google Classroom yang terhubung dengan Web Sekolah Variabel Indikator Penerapan pembelajaran Smart School dengan Aplikasi Google Classroom yang terhubung dengan Web sekolah Produk Sebuah Pembelajaran Smart School dengan Aplikasi Google Classroom yang terhubung dengan Web sekolah dapat dibuat pengembangan TIK secara professional Afektif Karakter: Rapi. Disiplin. Tanggung Jawab. Sabar. Teliti. Kreatif. Komunikatif Keterampilan Sosial : Bertanya, menyumbang ide/berpendapat, berkomunikasi secara tertulis melalui Aplikasi Google Classroom yang terhubung dengan Web sekolah Proses Melaksanakan Praktik Pembelajaran Smart School dengan Aplikasi Google Classroom yang terhubung dengan Web sekolah Pembelajaran Smart School dengan Aplikasi Google Classroom yang terhubung dengan Web sekolah dapat dibuat dengan benar dan Psikomotor : Guru mampu menerapkan Pembelajaran Smart School dengan Aplikasi Google Classroom yang terhubung dengan Web sekolah terlaksana secara efektif sesuai dengan etika pengembangan TIK secara professional No. Pernyataan Positif No. Pernyataan Negatif Tes berupa soal praktik materi tentang pembelajaran Smart School dengan Aplikasi Google Classroom yang terhubung dengan Web sekolah dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Kisi-kisi Soal Pre-Test dan Post Test Kemampuan Pembelajaran Smart School dengan Aplikasi Google Classroom yang terhubung dengan Web sekolah Aspek Penilaian Menjelaskan tentang cara membuat akun dalam Aplikasi Google Classroom yang terhubung dengan web sekolah Menjelaskan tentang cara membuat kelas dalam Aplikasi Google Classroom yang terhubung dengan web sekolah Menjelaskan tentang cara mengisi materi dalam Aplikasi Google Classroom yang terhubung dengan web sekolah Menjelaskan tentang cara membuat quiz untuk penilaian harian dalam Aplikasi Google Classroom yang terhubung dengan web Item Soal Skor Maksimal Analisis deskriptif kuantitatif dilakukan untuk mengetahui ketercapaian penerapan pembelajaran Smart School. Data yang diperoleh dari kuesioner, tes, observasi dan dokumentasi akan dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Data yang dideskripsikan adalah data kuesioner. Sriningsih (In house trainning (IHT) sistem daringA) ISSN - 2614-1361 Tajdidukasi: Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol. No. January 2022, pp. tes, observasi dan dokumentasi. Pada setiap siklus dilakukan 1 kali tes evaluasi. Skor maksimal yang diperoleh guru setiap mengikuti tes adalah 100. Analisis komparatif digunakan untuk membandingkan skor nilai kemampuan guru dalam pembelajaran Smart School antara pre-test dan post-test. Tujuan yang ingin dicapai dengan analisis ini adalah untuk mengetahui apakah terjadi peningkatan kemampuan guru dalam pembelajaran Smart School. Tabel 3 adalah format analisis komparatif hasil pre-test dan post-test. Tabel 3. Analisis Komparatif Hasil Pre-Test dan Post Test Nama Pre-Test Post-Test Persentase Peningkatan KKM Ket. Untuk mendeskripsikan Kemampuan Guru dalam Pembelajaran Smart School, dilakukan penilaian berdasarkan kuesioner disertai analisa deskripsi Penerapan Pembelajaran Guru. Kriteria hasil penerapan Pembelajaran Guru menggunakan grade sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, sangat rendah, lihat Tabel 4. Tabel 4. Kemampuan Guru dalam Pembelajaran Smart School Sebelum dan Sesudah IHT Skala Kemampuan Guru Kriteria Kemampuan Sebelum IHT Sesudah IHT Perubahan 69 - 80 60 - 68 54 - 59 49 - 53 20 - 48 Total Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Keberhasilan penelitian tindakan sekolah ini ditandai dengan adanya perubahan ke arah perbaikan. Keberhasilan penerapan pembelajaran Smart School tercapai apabila guru dalam penerapan pembelajaran Smart School sudah memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan. KKM guru peserta IHT menerapkan dalam pembelajaran Smart School adalah 75. Tindakan ini dinyatakan berhasil sekurang-kurangnya diperoleh rata-rata persentase kemampuan guru dalam pembelajaran Smart School adalah 75%. Peningkatan kemampuan guru dalam pembelajaran Smart School sebelum dan sesudah in House Trainning (IHT) dihitung dengan mempersentasekan skor pembelajaran Smart School. Hasil dan Pembahasan Analisa Deskripsi Hasil Penelitian Siklus 1 . Penerapan Pembelajaran Smart School melalui In House Trainning (IHT) (Siklus . Tim IT SMK Muhammadiyah 1 Wates pada siklus 1 memilih menggunakan Aplikasi Edmodo, dengan alasan sebagai bertikut. layanan online Edmodo memudahkan guru untuk berkomunikasi dengan siswa dan orang tua, guru dapat membagikan konten, teks, video, pekerjaan rumah dan tugas kepada muridnya secara online, guru berada di dalam maupun di luar kelas, aplikasi Edmodo dirancang dengan fokus kepada guru, karena siswa dan orang tua hanya bisa login dengan Edmodo jika mendapat undangan dari guru, aplikasi Edmodo mudah digunakan siswa, guru, dan orang tua . ukup mengenal facebook & emai. , aplikasi Edmodo dapat diakses secara online, tanpa memerlukan server yang harus disiapkan sekolah, aplikasi Edmodo dapat digunakan secara gratis dan dapat diakses melalui HP, aplikasi Edmodo dapat digunakan untuk pembelajaran dengan siswa, kolaborasi guru dalam satu sekolah, maupun antar guru mata pelajaran (MGMP) dalam satu kota/kabupaten, aplikasi Edmodo selalu di-update oleh pengembang, aplikasi Edmodo dapat digunakan untuk diskusi seperti pada jejaring sosial, menyajikan materi pembelajaran seperti sebuah perpustakaan, dan menyediakan fitur- fitur untuk evaluasi, aplikasi Edmodo dapat digunakan dalam pembelajaran berbasis projek, dan student-centered learning dengan banyak komunikasi dan diskusi antar siswa, fungsi notifikasi aplikasi Edmodo terintegrasi dengan email sehingga mengingatkan tentang posting baru dan juga tugas, aplikasi Edmodo memiliki fitur badge/lencana yang diberikan kepada siswa sesuai prestasi siswa dalam kelas virtual, aplikasi Edmodo membantu guru membangun kelas virtual berdasarkan pembagian kelas nyata di sekolah. Aplikasi Edmodo bisa digunakan sebagai proses pembelajaran. Guru menjelaskan materi yang diajarkan melalui video pembelajaran dan atau ringkasan materi. Sriningsih (In house trainning (IHT) sistem daringA) Tajdidukasi: Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol. No. January 2022, pp. ISSN - 2614-1361 Peserta didik menyimak materi dan bertanya melalui kolom komentar. Guru memberikan penugasan dan siswa mengirim jawaban melalui Aplikasi Edmodo. Peningkatan Kemampuan Guru dalam Pembelajaran Smart School (Siklus . Komparasi kemampuan guru dalam Pembelajaran Smart School sebelum dan sesudah PTS dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. Hasil Komparasi Kemampuan Guru dalam Pembelajaran Smart School Sebelum dan Sesudah PTS (Siklus . No. Responden Sebelum Penelitian Sesudah Penelitian Rata-rata Peningkatan Kemampuan SS Tabel 5. Merupakan hasil komparasi peningkatan kemampuan guru dalam pembelajaran smart school dengan menggunakan kuesioner. Dari data tersebut seluruh guru mengalami peningkatan Rerata sebelum PTS mencapai 65. 52 sementara rerata sesudah PTS menjadi 82. Ratarata peningkatan kemampuan guru adalah 16. 09 %, lihat Gambar 2. Sebelum Penelitian Sesudah Penelitian Peningkatan Rata-Rata Gambar 2. Grafik Hasil Komparasi Kemampuan Guru dalam Pembelajaran Smart School Sebelum dan Sesudah PTS (Siklus . Sriningsih (In house trainning (IHT) sistem daringA) ISSN - 2614-1361 Tajdidukasi: Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol. No. January 2022, pp. Tabel 6 adalah rekap hasil komparasi motivasi belajar guru sebelum dan sesudah penelitian: Tabel 6. Kemampuan Guru dalam Pembelajaran Smart School Sebelum dan Sesudah PTS (Siklus . Skala Kemampuan Guru Kriteria Kemampuan Sebelum Penelitian Sesudah Penelitian Perubahan 69 Ae 80 60 Ae 68 54 Ae 59 49 Ae 53 20 Ae 48 Total Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah 21,21 24,24 24,24 21,21 9,09 27,27 6,06 3,03 Ada peningkatan sebesar 39,39 % Ada peningkatan sebesar 3. Ada penurunan sebesar 24,24% Ada penurunan sebesar 15,15% Ada penurunan sebesar 6,06 % Tabel 6 menampilkan analisis kemampuan guru sebelum penelitian dan sesudah penelitian kemudian dilihat perubahannya. Dari data tersebut tampak bahwa kemampuan guru pada tingkat kemampuan dengan kriteria sangat tinggi yaitu mengalami peningkatan sebesar 39,9%. Persentase guru yang memiliki kemampuan dengan kriteria tinggi mengalami peningkatan sebesar 3,03 % sesudah in House Trainning (IHT) Pembelajaran Smart School. Persentase guru yang memiliki kemampuan belajar dengan kriteria sedang mengalami penurunan sebesar 24,4 %. Persentase guru yang memiliki kemampuan dengan kriteria rendah mengalami penurunan sebesar 15,15 %, sedangkan persentase guru yang memiliki motivasi belajar dengan kriteria sangat rendah mengalami penurunan sebesar 6,06%, lihat Gambar 3. Dengan In House Trainning (IHT) pembelajaran Smart School pada materi Aplikasi Edmodo pada siklus 1 ini sebagian besar guru memiliki kemampuan dalam kategori sangat tinggi, sebagian kecil guru memiliki kemampuan dalam kategori tinggi dan tidak ada guru memiliki kemampuan dalam kategori sedang, dan sebagian kecil guru memiliki kemampuan rendah dan sangat rendah. Pada siklus 1 ini mengalami peningkatan. Hasil penelitian dalam siklus 1 ini menunjukkan hasil yang sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Darwin Sianturi. 155 Ae . Jurnal Pembangunan Masyarakat Vol. 6 No. Sebelum PTS (%) Sesudah PTS (%) Sangat Tinggi Sedang Rendah Sangat Gambar 3. Kemampuan Guru dalam Pembelajaran Smart School Sebelum dan Sesudah PTS (Siklus . Analisa Deskripsi Hasil Penelitian Siklus 2 . Penerapan Pembelajaran Smart School melalui In House Trainning (IHT) (Siklus . Pada siklus 2 ini, tim IT memutuskan beralih menggunakan Google Clasroom karena dianalisis lebih sedikit dalam menyerap paket data dan lebih mudah dioperasikan. Google Classroom adalah layanan web gratis, yang dikembangkan oleh Google untuk sekolah, yang bertujuan untuk menyederhanakan membuat, mendistribusikan, dan menilai tugas tanpa harus bertatap muka. Tujuan utama Google Classroom adalah untuk merampingkan proses berbagi file antara guru dan siswa. Peningkatan Kemampuan Guru dalam Pembelajaran Smart School (Siklus . Komparasi kemampuan guru dalam Pembelajaran Smart School sebelum dan sesudah PTS terlihat pada Tabel 7. Sriningsih (In house trainning (IHT) sistem daringA) Tajdidukasi: Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol. No. January 2022, pp. ISSN - 2614-1361 Tabel 7. Hasil Komparasi Kemampuan Guru dalam Pembelajaran Smart School Sebelum dan Sesudah PTS (Siklus . No. Responden Sebelum Penelitian Sesudah Penelitian Rata-rata 52,50 Peningkatan Kemampuan SS Tabel 7. menunjukkan hasil komparasi peningkatan kemampuan guru tentang pembelajaran smart school dengan menggunakan kuesioner. Dari data tersebut diketahui bahwa seluruh guru mengalami Rerata sebelum PTS mencapai 52,50 % sementara rerata sesudah PTS menjadi 84,06 %. Rata-rata peningkatan kemampuan guru adalah 31,56 %, lihat Gambar 4. Sebelum Penelitian Sesudah Penelitian Peningkatan Kemampuan Guru Gambar 4. Grafik Hasil Komparasi Kemampuan Guru dalam Pembelajaran Smart School Sebelum dan Sesudah PTS (Siklus . Sriningsih (In house trainning (IHT) sistem daringA) ISSN - 2614-1361 Tajdidukasi: Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol. No. January 2022, pp. Tabel 8 adalah rekap hasil komparasi peningkatan kemampuan pembelajaran guru sebelum dan sesudah penelitian. Tabel 8. Kemampuan Guru dalam Pembelajaran Smart School Sebelum dan Sesudah PTS (Siklus . Skala Kemampuan Guru Kriteria Kemampuan Sebelum Penelitian Sesudah Penelitian Perubahan 69 Ae 80 60 Ae 68 54 Ae 59 49 Ae 53 20 Ae 48 Total Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah 28,13 18,75 18,75 31,25 53,12 34,38 12,50 Ada peningkatan sebesar 53,12% Ada peningkatan sebesar 3. Ada penurunan sebesar 24,24% Ada penurunan sebesar 15,15% Ada penurunan sebesar 6,06 % Tabel 8. Menampilkan analisis kemampuan guru pada saat sebelum dan sesudah penelitian kemudian dilihat perubahannya. Dari data tersebut tampak bahwa kemampuan guru pada tingkat kemampuan dengan kriteria sangat tinggi yaitu mengalami peningkatan sebesar 53,12 %. Persentase guru yang memiliki kemampuan dengan kriteria tinggi mengalami peningkatan sebesar 6,25 % sesudah In House Trainning (IHT) Pembelajaran Smart School. Persentase guru yang memiliki kemampuan belajar dengan kriteria sedang mengalami peningkatan sebesar 6,25 %. Persentase guru yang memiliki kemampuan dengan kriteria rendah mengalami penurunan sebesar 18,75 %, sedangkan persentase guru yang memiliki motivasi belajar dengan kriteria sangat rendah mengalami penurunan sebesar 31,25 %, lihat Gambar 5. Sebelum PTS Sesudah PTS Peningkatan/Penurunan Sangat Tinggi Sedang Sangat Rendah Gambar 5. Kemampuan Guru dalam Pembelajaran Smart School Sebelum dan Sesudah PTS (Siklus . Dengan in House Trainning (IHT) pembelajaran Smart School pada materi Aplikasi Google Classroom pada siklus 2 ini sebagian besar guru memiliki kemampuan dalam kategori sangat tinggi, sebagian kecil guru memiliki kemampuan dalam kategori tinggi dan sedang. Tidak ada guru yang memiliki kemampuan dalam kategori rendah dan sangat rendah. Pada siklus 2 ini mengalami Hasil penelitian dalam siklus 2 ini menunjukkan hasil yang sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Hartati Wirda. 1: 26 Ae . Jurnal Inovasi Pendidikan. Vol. No. Selama Pandemi Covid 19. KBM dilaksanakan dgn Daring &/ sistem campuran/ Blended Learning. Platform Utama Pembelajaran di SMK Muhiwa menggunakan Google Classroom secara bertahap: sosialisasi, pelatihan, komunikasi jika ada hambatan dalam proses penerapan, peluncuran dan penerapan. Inovasi pengembangan model pembelajaran inovatif yang efektif, efisien, dan interaktif yang dilakukan secara online sebagai solusi dari keterbatasan waktu dan jarak dalam melaksanakan pembelajaran. Model pembelajaran online menggunakan aplikasi smart school dapat memudahkan interaksi antara guru dan siswa dalam proses belajar mengajar secara virtual sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Dalam penerapan pembelajaran Smart School dengan Aplikasi GC, guru dapat mengupload powerpoint, video, tugas, ringkasan materi maupun tugas/soal Aplikasi GC termasuk aplikasi terbaik yang disajikan seperti pembelajaran di kelas offline, meskipun dalam google classroom pembelajaran kelas online tidak dapat bertatap muka secara Sriningsih (In house trainning (IHT) sistem daringA) Tajdidukasi: Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol. No. January 2022, pp. ISSN - 2614-1361 Kesimpulan Rerata kemampuan guru sebelum PTS mencapai 52,5 sementara rerata sesudah PTS menjadi 84,06 Rata-rata peningkatan kemampuan guru di sekolah adalah 31,56 atau 37,54%. Dapat disimpulkan bahwa terdapat kenaikan kemampuan guru sebelum dan sesudah diterapkan In House Trainning (IHT) pembelajaran Smart School pada aplikasi Google Classroom. In House Trainning (IHT) pembelajaran Smart School pada materi Aplikasi Google Classroom dinyatakan berhasil karena rata-rata persentase kemampuan guru dalam pembelajaran Smart School adalah 84,06 % atau di atas 75%. Dari hasil penelitian di atas Peneliti merekomendasikan penerapan pembelajaran Smart School pada tahap awal dengan aplikasi Google Classroom untuk digunakan oleh guru pada saat PJJ. Aplikasi Google Classroom terbukti sebagai aplikasi favorit, paling mudah dan paling hemat paket data. Dengan menggunakan aplikasi ini harapannya prestasi belajar siswa akan meningkat. Selanjutnya peneliti merekomendasikan penerapan pembelajaran Smart School pada tahap lanjut dengan aplikasi Smart School yang terintegrasi dan mengadakan pelatihan lanjutan pengenalan Aplikasi Smart School dengan mengadakan observasi terkait dengan kurikulum yang diterapkan pada pembelajaran di Sekolah merencanakan untuk mengadakan kerjasama dengan SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo untuk bersama-sama mengembangkan dan menerapkan Smart School Referensi