Jurnal Agrotek UMMAT p-ISSN 2356-2234 | e-ISSN 2614-6541 | SINTA accredited Volume 13, issue 1, 2026 Pengaruh skarifikasi dan lama perendaman Pupuk Organik Cair (POC) Jamur Keberuntungan Abadi (JAKABA) terhadap perkecambahan biji sirsak (Annona Muricata L. The effect of scarification and soaking duration of liquid organic fertilizer (POC) of eternal lucky mushroom (JAKABA) on soursop (Annona Muricata L. ) seed germination Muhammad Zikri Pratama1*. Sri Ritawati2. Nur Iman Muztahidin3. Imas Rohmawati4 Program Studi Agroekoteknologi. Fakultan Pertanian. Uniersitas Sultan Ageng Tiratyasa. Indonesia *corresponding author: muhammadzikripratama6@gmail. Received: 06th February, 2026 | accepted: 03rd March, 2026 ABSTRAK Proses perkecambahan biji sirsak dapat terjadi jika kulit biji permeabel terhadap air dan tersedia cukup air dengan tekanan osmosis tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jakaba pada perkecambahan biji tanaman sirsak (Annona muricata L). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor yaitu skarifikasi (S) sebagai faktor pertama yang terdiri dari 3 taraf S1=pengguntingan S2=pengguntingan S3=pengelupasan setengah kulit benih. Faktor kedua yaitu lama perendaman POC jakaba (P) yang terdiri dari 4 taraf meliputi P1=6 jam. P2=12 jam. P3=18 jam, dan P4=24 Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pengelupasan setengah kulit biji dan perendaman POC Jakaba selama 6 jam (P1S. adalah perlakuan terbaik dapat meningkatkan daya kecambah hingga 86,67%. Secara mandiri, pengelupasan kulit efektif memicu daya tumbuh, sementara pengguntingan biji menghasilkan tunas terpanjang . ,21 c. Untuk perendaman, durasi 12-24 jam paling efektif dalam mempercepat waktu kecambah dan mendukung pertumbuhan tunas yang kuat. Kata kunci: dormansi. POC Jakaba. ABSTRACT The process of germination of soursop seeds can occur if the seed coat is permeable to water and sufficient water is available with a certain osmotic pressure. This study aims to determine the effect of jakaba on the germination of soursop seeds (Annona How to cite: Pratama M. Ritawati. Muztahidin. Rohmawati. Pengaruh skarifikasi dan lama perendaman Pupuk Organik Cair (POC) Jamur Keberuntungan Abadi (JAKABA) terhadap perkecambahan biji sirsak (Annona Muricata L. Jurnal Agrotek Ummat, 13. , 33-41 Copyright A Fathoni. Romansyah. Kayanik. Suhairin. Wahyuni. Suriadi, & Molo . muricata L). This study used a factorial randomized block design (RAK) with 2 factors, namely scarification (S) as the first factor consisting of 3 levels including S1 = cutting half of the seed. S2 = cutting and S3 = peeling half of the seed coat. The second factor is the duration of soaking jakaba POC (P) which consists of 4 levels including P1 = 6 hours. P2 = 12 hours. P3 = 18 hours, and P4 = 24 hours. The results of this study are the combination of peeling half of the seed coat and soaking Jakaba POC for 6 hours (P1S. is the best treatment that increases germination power up to 86. On its own, peeling effectively stimulates germination, while cutting the seeds produces the longest shoots . 21 c. For soaking, a soaking time of 12Ae24 hours is most effective in accelerating germination time and supporting strong shoot growth. Keywords: POC Jakaba. PENDAHULUAN Tanaman sirsak (Annona muricata L. merupakan komoditas hortikultura yang memiliki potensi besar sebagai bahan pangan maupun obat tradisional, namun produktivitasnya di Indonesia masih menunjukkan fluktuasi yang Data Badan Pusat Statistik . mencatat fluktuasi produksi yang tajam di Provinsi Banten selama periode 2022Ae2024, dimana terjadi peningkatan signifikan sebesar 184% pada tahun terakhir meskipun masih dibayangi kendala teknis. Hambatan utama dalam pengembangan budidaya sirsak secara luas adalah rendahnya efisiensi pembibitan akibat sifat dormansi alami perkecambahan sangat lama, yakni mencapai 30Ae60 hari (Utami et al. , 2. Kondisi dormansi fisik-kimiawi ini dipicu oleh lapisan kulit benih yang tebal dan keras akibat kandungan lignin serta menghambat proses imbibisi air dan difusi gas yang diperlukan untuk (Agrium et al. , 2. Penelitian menganalisis pengaruh kombinasi teknik perendaman dalam Pupuk Organik Cair (POC) mengoptimalkan pematahan dormansi. Skarifikasi mekanik dengan metode pelukaan atau pengelupasan sebagian kulit benih dilakukan untuk merusak memfasilitasi penetrasi air dan oksigen ke dalam embrio secara lebih efektif (Sari et al. , 2. Penggunaan POC biostimulan karena kaya akan unsur mengandung hormon pertumbuhan alami seperti auksin dan giberelin. Kandungan tersebut berperan penting dalam merangsang sintesis enzim hidrolase yang mempercepat hidrasi embrio dan memacu pertumbuhan radikula melalui jalur biokimia (Arfa et al. Melalui pendekatan eksperimental, penelitian ini menguji hipotesis bahwa pengelupasan setengah kulit biji dan lama perendaman selama 6 jam dalam Copyright A Pratama Ritawati. Muztahidin, & Rohmawati . POC pengaruh nyata terhadap parameter Selain itu, diduga terdapat interaksi positif antara kedua faktor meningkatkan indeks vigor benih dibandingkan dengan kontrol tanpa mencapai tingkat perkecambahan 20Ae Secara keseluruhan, penelitian ini diharapkan mampu merumuskan solusi teknis yang efisien dan berkelanjutan berkualitas, yang secara langsung berimplikasi pada perluasan lahan produktivitas sirsak nasional. S2=pengguntingan S3=pengelupasan setengah kulit benih. Faktor kedua yaitu lama perendaman POC jakaba (P) yang terdiri dari 4 taraf meliputi P1=6 jam. P2=12 jam. P3=18 jam, dan P4=24 jam. Kedua faktor tersebut menghasilkan 12 kombinasi perlakuan dan dilakukan tiga ulangan, sehingga didapatkan 36 Masing-masing satuan percobaan menggunakan 10 biji sirsak, sehingga total benih yang diperlukan adalah 360 biji. Persiapan Media Tanam Media untuk perkecambahan benih sirsak yang digunakan adalah tanah berpasir yang telah diayak dan terbebas dari kotoran. Kemudian, tanah dan pupuk kotoran hewan perbandingan 1:1. Lalu, media tersebut dimasukkan ke dalam bak Adapun kecambah yang digunakan yaitu 36 Proses Skarifikasi Fisik Pada Benih Proses skarifikasi pada benih dengan cara melukai 360 benih sirsak dengan melakukan pengguntingan menggunakan gunting kuku dan pengelupasan setengah kulit benih. Skarifikasi adalah perlakuan fisik yang bertujuan untuk mematahkan dormansi benih dengan cara merusak atau menipiskan kulit benih . sehingga air dan oksigen dapat lebih mudah masuk ke dalam embrio dan mempercepat proses Pembuatan Larutan POC Jakaba METODOLOGI Penelitian Perumahan Banjar Agung Indah. Kecamatan Cipocok Jaya. Kabupaten Serang. Banten. Berdasarkan data Badan Meteorologi. Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Banten selama periode penelitian, yaitu bulan Agustus 2025 hingga Januari 2026. Kondisi menunjukkan suhu udara minimum sebesar 22,2AC dan suhu maksimum mencapai 35,4AC. Curah hujan selama penelitian berkisar antara 0,0 mm hingga 72,2 mm, dengan kelembaban udara minimum sebesar 61% dan maksimum mencapai 93%. (BMKG Provinsi Banten, 2. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor yaitu skarifikasi (S) sebagai faktor pertama yang terdiri dari 3 taraf meliputi S1=pengguntingan setengah benih. Copyright A Pratama Ritawati. Muztahidin, & Rohmawati . Adapun proses pembuatan larutan POC jakaba ini dilakukan dengan menyiapkan air cucian beras pertama atau air leri. Kemudian disiapkan akar bambu yang berasal dari bambu yang umurnya tua dan masih sehat. Untuk pembuatan larutan POC jakaba ini diawali mencampurkan larutan gula merah dan dijadikan satu pada wadah galon plastik. Jika semua bahan sudah dicampurkan, bahan diaduk menjadi satu dan merata. Setelah proses tersebut selesai, wadah ditutup rapat dan disimpan di tempat yang teduh untuk dilakukan fermentasi selama 14-21 hari. Pada saat proses fermentasi, sesekali tutup wadah harus dibuka dan dianalisis dikeluarkan dalam larutan tersebut. Pada POC jakaba yang berhasil akan mengeluarkan aroma seperti tape dan tidak berbau busuk. Menurut Sukesi et al. , . jakaba dimungkinkan dapat menghasilkan potensi aktivitas antioksidan yang lebih tinggi jika digunakan secara Perendaman Benih Aplikasi larutan POC jakaba dengan konsentrasi 90 ml/L air diberikan pada seluruh biji sirsak. Perbedaan perlakuan terletak pada lama waktu perendaman, yang telah ditentukan yaitu selama 6 jam, 12 jam, 18 jam dan 24 jam. Dengan memperoleh konsentrasi larutan yang sama, namun diuji dengan variasi durasi perendaman untuk melihat pengaruhnya terhadap Perendaman biji sirsak mampu mempercepat pelunakan kulit biji sirsak disebabkan air mudah masuk ke dalam biji sehingga mudah berkecambah (Utami et al. , 2. Penanaman Langkah pertama pada proses penanaman yaitu dengan memberi lubang tanam sedalam 2 cm pada media tanam yang telah disiapkan dalam 36 bak perkecambahan. Selanjutnya biji ditanam di lubang tanam yang telah dibuat dan ditutup dengan sisa media tanam Setiap satu bak . atuan percobaa. ditanam sebanyak 10 Pemeliharaan Dan Pengamatan Pemeliharaan dilakukan melalui penyiraman satu kali setiap hari untuk menjaga kelembapan media Pemberian air yang cukup bertujuan memenuhi kebutuhan benih dalam proses penyerapan air selama Selain kecambah secara manual dengan mencabut gulma yang tumbuh. Kegiatan pemeliharaan disesuaikan dengan kondisi penelitian, terutama keberadaan gulma pada media Pengamatan dilakukan mulai 1 HST hingga 30 HST. Menurut Dewi et al. , . Copyright A Pratama Ritawati. Muztahidin, & Rohmawati . tanaman sirsak dapat dengan maksiamal. memudahkan masuknya air dan oksigen untuk memulai proses imbibisi serta aktivitas fisiologis awal. Pengolahan Data Penelitian ini bersifat kuantitatif sehingga seluruh data dianalisis varians (ANOVA). Jika terdapat perlakuan yang berbeda nyata atau signifikan maka dilakukan analisis lanjutan menggunakan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Perlakuan lama perendaman POC jakaba juga berpengaruh nyata terhadap waktu berkecambah. Perendaman selama 12 jam dinilai paling efisien karena menghasilkan waktu berkecambah yang tidak perendaman 24 jam . ,89 hari vs 21,33 har. POC Jakaba berperan menyediakan senyawa bioaktif pembelahan sel (Simamora & Barimbing, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Waktu Berkecambah . Berdasarkan hasil pengamatan (Tabel . , skarifikasi fisik secara Perlakuan . engguntingan setengah beni. memberikan hasil tercepat yaitu 20,33 hari, disusul oleh S3 . engelupasan setengah kuli. sebesar 20,42 hari. Hal ini selaras dengan Biji et al. , . yang menyatakan bahwa pelukaan kulit biji mengubah sifat impermeabel Menurut Waruwu dan Lase . , keseimbangan antara penyerapan air yang cukup dan ketersediaan oksigen yang optimal. Sebaliknya, waktu perendaman yang terlalu singkat menghambat reaksi fisiologis Apriani Hia, . sementara perendaman terlalu lama berisiko menyebabkan kekurangan oksigen yang memicu pembusukan sel Tabel 1. Rata-rata waktu berkecambah benih sirsak pada perlakuan skarifikasi dan lama perendaman POC serta JAKABA . MST). Lama Perendaman (Ja. Skarifikasi Rata-rata (Har. Hari Rata-rata 20,00 21,33 19,33 20,67 20,33 21,00 21,67 19,33 22,33 21,08 20,67 19,67 20,33 21,00 20,42 20,56 ab 20,89 a 19,67 b 21,33 a Copyright A Pratama Ritawati. Muztahidin, & Rohmawati . Daya Berkecambah (%) . ,33%). Hal ini diduga karena semua durasi perendaman yang diuji sudah cukup memenuhi kebutuhan minimal imbibisi benih. Menurut (Juhairiah, 2. variasi tumbuh daripada jumlah total benih yang berkecambah. Hasil (Tabel menunjukkan bahwa perlakuan skarifikasi fisik berpengaruh nyata Pengguntingan ujung benih (S. memberikan hasil tertinggi sebesar 74,17%. Metode meningkatkan permeabilitas kulit benih terhadap air dan oksigen tanpa merusak jaringan embrio energi pertumbuhan (Gianinetti. Interaksi terbaik ditemukan pada kombinasi perendaman 6 jam dan skarifikasi setengah kulit benih (P1S. 86,67%. Hasil membuktikan bahwa sinergi antara skarifikasi dan stimulasi biokimia dari POC jakaba efektif mematahkan viabilitas benih sirsak (Anggorowati et al. , 2. Sementara itu, lama perendaman POC jakaba secara tunggal tidak (P. Tabel 2. Rata-rata daya berkecambah benih sirsak pada perlakuan skarifikasi dan lama perendaman POC serta JAKABA . MST). Lama Perendaman Skarifikasi Rata-rata Daya kecambah 66,67 b 63,33 b 70,00 b 66,67 b 66,67 b 66,67 b 66,67 b 63,33 b 70,00 b 66,67 b 86,67 a 76,67 ab 66,67 b 66,67 b 74,17 a Rata-rata 73,33 68,89 66,67 67,78 Panjang Plumula . Hasil pengamatan pada umur 4Ae7 MST (Tabel . menunjukkan bahwa interaksi antara skarifikasi dan lama POC panjang plumula. Secara mandiri, . engguntingan setengah beni. memberikan hasil terbaik dengan panjang plumula mencapai 10,21 cm pada 7 MST. Sementara itu, perlakuan lama perendaman terbaik bergeser dari durasi 18 jam (P. pada fase awal menjadi 12 jam (P. pada 6Ae7 MST. Interaksi paling optimal secara konsisten ditunjukkan oleh kombinasi pengguntingan ujung benih dan perendaman 18 jam (S2P. , yang menghasilkan plumula sepanjang 11,94 cm pada 7 MST. Sinergi ini meningkatkan permeabilitas kulit benih terhadap air dan oksigen. POC Copyright A Pratama Ritawati. Muztahidin, & Rohmawati . (Argaricha et al. , 2. Benih berkecambah lebih awal memiliki periode pertumbuhan vegetatif yang lebih panjang, sehingga menghasilkan plumula yang lebih tinggi dibandingkan benih yang kecambah (Samudin et al. , 2. Keunggulan interaksi ini didukung oleh pendapat Wijayanti . bahwa kombinasi perlakuan fisik kesiapan fisiologis benih secara Tabel 3. Rata-rata panjang plumula benih sirsak pada perlakuan skarifikasi dan lama perendaman POC serta JAKABA . -7 MST). Skarifikasi Lama Perendaman Rata-rata Panjang plumula benih sirsak . 4 MST 5,71 cd 5,96 bc 5,34 cd 6,91 b 4,71 de 4,17 e 8,51 a 4,73 de 6,21 bc 2,99 f Rata-rata 5,05 ab 5,44 a 5,62 a 2,68 f 4,82 b 7,20 cd 7,48 c 6,93 cde 8,75 b 7,59 a 6,00 def 5,28 f 10,09 a 5,81 ef 6,79 b 6,00 def 6,40 ab 7,93 bc 3,91 g 3,52 g 5,34 c 6,90 a 6,98 a 6,03 b 8,63 c 8,84 bc 7,97 cd 10,02 ab 8,86 a 6,93 de 6,22 e 11,20 a 6,51 e 7,72 b 7,01 de 9,08 bc 4,65 f 4,00 f 6,19 c 7,52 ab 8,05 a 7,94 a 6,84 b 9,80 cd 10,14 bc 9,25 cd 11,64 ab 10,21 a 8,17 de 7,09 e 11,94 a 7,21 e 8,60 b 8,27 de 10,50 abc 5,26 f 4,70 f 7,18 c 8,74 ab 9,24 a 8,82 ab 7,85 b 4,86d e 5,98 a 5,56 a 4,15 b 5 MST Rata-rata 6 MST Rata-rata 7 MST Rata-rata SIMPULAN Perlakuan perendaman 24 jam (P. memberikan waktu perkecambahan tercepat dengan durasi 21,33 hari. Perlakuan pengelupasan setengah kulit benih (S. meningkatkan daya berkecambah 74,17%. Pengguntingan setengah benih (S. secara konsisten menghasilkan panjang plumula terbaik Copyright A Pratama Ritawati. Muztahidin, & Rohmawati . hingga mencapai 10,21 cm pada 7 MST. Interaksi paling optimal ditemukan perendaman 6 jam dengan skarifikasi setengah biji (P1S. yang mampu menghasilkan daya berkecambah maksimal sebesar 86,67%. Terdapat interaksi antara perlakuan (P3S. pertumbuhan panjang plumula pada umur 4Ae7 MST, dengan panjang plumula 8,51 cm pada 4 MSPT, 10,09 pada 5 MSPT, 11,20 cm pada 6 MSPT, dan 11,94 cm pada 7 MSPT. DAFTAR PUSTAKA