Oscar Ari Wiryansyah. Risti Nur Janah PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MEDIA E-BOOKLET TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA CEDERA OLAHRAGA TERHADAP TINGKATPENGETAHUAN REMAJA Oscar Ari Wiryansyah 1. Risti Nur Janah 2 Program Studi S1 Keperawatan STIKES Mitra Adiguna Palembang. Komplek Kenten Permai Blok J No 9-12 Bukit Sangkal Palembang 30114 Email : oscarariwiryansyah@gmail. com1, njristy@gmail. ABSTRAK Cedera olahraga adalah rasa sakit yang di sebabkan oleh olahraga yang dapat menyebabkan cacat, luka, atau kerusakan pada otot atau sendi serta bagian lain dari tubuh. Jika tidak di tangani dengan cepat dan benar,cedera olahraga juga dapat menyebabkan kesulitan dalam melakukan berbagai aktivitas sehari-hari maupun olahraga yang bersangkutan. dengan adanya pendidikan kesehatan media e-booklet ini penting bagi siswa untuk mencegah agar tidak semakin parah apabila mengalami cedera olahraga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahuiAypengaruh pendidikan kesehatan Media E-booklet tentang Pertolongan Pertama Cedera Olahraga terhadap Tingkat Pengetahuan RemajaAy. Metode penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimen dengan rancangan one grup pre post test Populasi yang di gunakan dalam penelitian ini seluruh siswa-siswi SMK Telenika Palembang yang berjumlah 51 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrument yang digunakan dalam penelitian adalah lembar kuesioner. analisa data yang digunakan adalah univariat dan Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan rata-rata pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan sekitar 25,05%. Berdasarkan analisis statistik, perubahan ini memiliki p-value sebesar 0,000 yang menunjukkan perubahan yang signifikan. Oleh karena itu, e-booklet terbukti berpengaruh untuk meningkatan pengetahuan remaja tentang pertolongan pertama cedera olahraga. Kata Kunci:Pendidikan Kesehatan e-booklet,Cedera Olahraga,Pengetahuan ABSTRACT Sports injuries are pain caused by sports that can lead to disability, injury or damage to muscles, joints and other parts of the body. If sports injuries are not treated quickly and properly, they can also lead to difficulties in performing various daily activities or the sport in question. With the existence of this Media Health Education E-Booklet, it is important for students to prevent aggravation when they suffer a sports The purpose of this study was to determine AuThe Impact of the Media Health Education E-Booklet on First Aid for Sports Injuries on Adolescents' Knowledge LevelAy. This research method is quantitative. This study uses a pre-experimental design with a one-group before and after test design. The population used in this study was all students of SMK Telenika Palembang, a total of 51 respondents who met the inclusion and exclusion criteria. The instrument used in the study was a questionnaire. The data analysis used was univariate and bivariate. The results showed that the average knowledge of adolescents increased by about 25. 05% before and after health education. Based on the statistical analysis, this change has a pvalue of 0. 000, indicating a significant change. Therefore, e-booklets have been proven to be effective in increasing adolescents' knowledge of first aid for sports injuries. Keywords: Health education e-booklet. Sports injury. Knowledge Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2025 Oscar Ari Wiryansyah. Risti Nur Janah PENDAHULUAN Cedera merupakan kerusakan jaringan teknis,benturan,atau aktivitas fisik yang melebihi batas beban latihan sehingga otot dan tulang tidak lagi berfungsi sesuai de ngan bentuknya semula (Siane&Erna,2. Olahraga adalah jenis aktivitas fisik yang melibatkan gerakan tubuh berulangulang yang dilakukan secara sistematis dengan tujuan untuk meningkatakan atau mempertahankan satu atau lebih aspek kebugaran tubuh (Fauziyyah et al. Akan tetapi kesalahan yang terjadi saat kegiatan olahraga dapat menyebabkan cedera. Cedera yang di sebabkan oleh olahraga disebut cedera olahraga. Ini dapat terjadi pada system integument,otot,dan rangka karena olahraga. dan terdapat beberapa penyebab cedera ini termasuk kesalahan latihan,kelainan structural,kelemahan otot,dan penopang sendi (Puspitasari, 2. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, 2022 sekitar 1,71 miliar orang di seluruh dunia mengalami cedera muskuloskeletal punggung,nyeri leher,cedera bagian tubuh lainnya, patah tula ng,osteoarthritis, dan rheumatoid arthritis pada tahun 2022 (Pribadi et al. , 2. (WHO, Data tentang jenis cedera di indonesia di peroleh dari kementerian kesehatan 2018,pravelensi cedera di Indonesia sebesar 9,2%,meningkat 1% dari 8,2% ini sehari-hari tertunda(Sucipto et al. ,2. Di Provinsi Sumatera Selatan,ada 37,22% cedera bagian anggota gerak atas (Nakmofa & Ambarika. Berdasarkan studi pendahuluan ke SMK Telenika Palembang pada tanggal 12 oktober 2024 peneliti melakukan wawancara singkat dengan kepala sekolah terkait jumlah siswa dan kegiatan olahraganya serta menanyakan angka kejadian terkait cedera pada saat olahgara. Dan didapatkan hasil jumlah siswa di SMK tersebut berjumlah 106 Siswa mayortas laki-laki menyukai olahraga dan kegiatan olahraga yang ada di sekolah tersebut antara lain futsal, bola voli, tenis meja, basket. Cedera akibat olahraga kepala sekolah mengatakan kurang lebih sekitar 5-10 orang setiap kegiatan olahraga. Cedera yang dimaksud adalah terkilir, memar, lecet atau luka robek dan pingsan. Peneliti melakukan survey awal ke 10 orang siswa didapatkan sekitar 80% mereka tidak mengetahui bagaimana cara pertolongan pertama cedera dan 70% mereka mengatakan bahwa tidak pernah di berikan informasi mengenai pertolongan pertama cedera olahraga dari tim UKS dan dengan adanya pendidikan kesehatan ini penting bagi siswa untuk mencegah tidak semakin parah apabila mengalami cedera olahraga. Cedera olahraga masih sangat tinggi angka kejadiannya dan sangat berbahaya jika tidak ditanganai secara cepat dan tepat, pengetahun tentang pertolongan pertama cedera olahraga sangat diperlukan untuk meminimalisisr terjadinya cedera yang lebih berbahaya yang dapat mengakibatkan kecatatan bahkan kematian. Jika penelitian ini tidak dilakukan, risiko pengetahuan remaja tentang pertolongan pertama cedera olahraga akan rendah dan dapat berdampak negatif bahkan menyebabkan komplikasi jangka panjang jika penanganan yang di lakukan tidak tepat prosedur. Dengan adanya pendidikan kesehatan mengenai pertolongan pertama cedera olahraga remaja dapat mengatasi cedera dengan cepat dan efektif. Berdasarkan latar belakang di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terkaitAyPengaruh Pendidikan Kesehatan Media E-Booklet tentang Pertolongan Pertama Cedera Olahraga TingkatPengetahuan RemajaAy METODE PENELITIAN Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2025 Oscar Ari Wiryansyah. Risti Nur Janah Berisi jenis penelitian, waktu dan tempat penelitian, target/sasaran, subjek penelitian, prosedur, instrumen dan teknik analisis data serta hal-hal lain yang berkait dengan cara penelitiannya. Target / sasaran, subjek penelitian, prosedur, data dan instrumen, dan teknik pengum-pulan data, serta teknik analisis data serta hal-hal lain yang berkait dengan cara penelitiannya dapat ditulis dalam sub-subbab, dengan subsubheading. Sub-subjudul tidak perlu diberi notasi, namun ditulis dengan huruf kecil berawalkan huruf kapital. TNR-12 bold, rata Sebagai contoh dapat dilihat berikut. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan desain preeksperimen dengan rancangan one grup pre post test design. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan pada tanggal 9 Januari 2025- 10 Februari 2025 dan Penelitian ini dilakukan di sekolah SMK Telenika Populasi-Sampel Penelitian Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMK Telenika berjumlah 106 siswa. Dalam penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus slovin, jumlah sampel dari penelitian ini adalah 51 siswa Data. Intrumen. Pengumpulan Data Teknik Dalam penelitian menggunakan 2 data yaitu data primer dan data sekunder,data primer yang dikumpulkan secara langsung dari responden melalui alat kuesioner digunakan dalam penelitian ini. Sedangkan data sekunder yang diperoleh melalui penelitian perpustakaan,jurnal-jurnal, dan internet yang terkait dengan topik penelitian ini. Yang di gunakan dalam instrument penelitian adalah lembar kuesioner,cara menghitung hasil jawaban kuesioner adalah menggunakan Skala guttman dan Teknik pengumpulan data dalam penelitian berupa lembar kuesioner. Teknik Analisis Data Teknik analisa data adalah cara mengubah data menjadi informasi, mengubah data menjadi karakter, membuatnya lebih mudah dipahami dan diolah untuk memecahkan masalah penelitian(Arioen et al. ,2. Analisa univariat Analisa bivariat adalah analisis yang di gunakan pada satu variabel dengan tujuan untuk mengetahui dan variabel tersebut. karena hanya 1 variabel yang di analisis,hasil dari analisis univariat tidak dapat di buat atu tidak boleh di simpulkan dengan melibatkan variabel lain (Yuvalianda, 2. Analisis bivariat Analisa bivariat merupakan salah satu jenis analisis yang paling umum digunakan dalam statistik karena kita sering kali ingin memahami hubungan antara dua variabel (Anderson, 2. Berdasarkan hasil uji normalitas data, tabel 4. 6 menunjukkan bahwa nilai p = 0,001 sebelum tes pengetahuan dan nilai p = 0,002 setelah tes pengetahuan terdistribusi tidak normal. Oleh karena itu, untuk menganalisis bivariat, uji wilcoxon digunakan, dengan batas kemaknaan = 0,05 . nterval kepercayaan 95%). HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di SMK Telenika pada 9 Januari 2025-10 februari 2025 Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh melalui pengisian kuisioner. Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2025 Oscar Ari Wiryansyah. Risti Nur Janah Setelah diolah, data ini diproses untuk melakukan analisis univariat dan bivariate. Univariat Tabel 4. 1 Karakteristik jenis kelamin Jenis Laki-laki Total Kram otot Pingsan Luka tusuk Luka lecet Memar Patah Luka robek Tekilir Menurut tabel 4. 1 di ketahui 51 responden Menurut tabel 4. 4 di ketahui 51 termasuk dalam kategori jenis kelamin responden termasuk dalam kategori riwayat perempuan, yaitu 29 responden. ,9%) dan cedera dengan nilai tertinggi yaitu cedera untuk jenis kelamin laki-laki yaitu 22 memar 13 responden . ,5%) di karenakan responden . ,1%). mereka kebanyakan menyukai olahraga Tabel 4. 2 Karakteristik jenjang usia futsal sedangkan nilai terendah yaitu cedera Umur Frekuensi Persentase luka tusuk 1 responden . ,0%) di karenakan mereka pada saat olahraga jarang menggunakan benda tajam. Tabel 4. 5 Olahraga yang di sukai Olahraga yang di Frekuensi persentase Menurut tabel 4. 2 di ketahui 51 responden termasuk dalam kategori jenjang usia responden paling sedikit di ikuti oleh siswa yang berusia 18 tahun yaitu 2 responden . ,9%). Tabel 4. 3 Tingkat kelas respoden Kelas Frekuensi persentase Jumlah Menurut tabel 4. 3 di ketahui 51 responden termasuk dalam kategori tingkat kelas responden paling sedikit di ikuti oleh siswasiswi kelas 10 terdapat 19 responden. ,3%). Tabel 4. 4 Riwayat cedera responden Riwayat Frekue Jumlah Futsal Badminton Berenang Bola voli Bulutangkis Silat Lari Menurut tabel 4. 4 di ketahui 51 responden termasuk dalam kategori olahraga yang paling banyak di sukai dengan responden 51 yaitu olahraga futsal 19 responden . ,3%) di karenakan dalam penelitian ini kebanyakan di ikuti oleh siswasiswi yang berjenis kelamin laki-laki. Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2025 Oscar Ari Wiryansyah. Risti Nur Janah Tabel 4. 6 Tingkat pengetahuan responden Variabel Jumlah Baik Cukup Kurang Variabel Jumlah Baik Cukup Kurang Pre-test Frekuensi persentase Pre-test Frekuensi persentase Menurut tabel 4. 6 di ketahui 51 responden termasuk dalam kategori Nilai pre-test dalam kategori baik hanya berjumlah 6 responden . ,8%). Nilai setelah dilakukan post-test pengetahuan responden yang memiliki pengetahuan kurang terdapat 1 responden . ,0%). Pengetahuan pre-test dan post-test dalam kategori baik mengalami peningkatan 54,8%,nilai mengalami penurunan sebanyak 67,6% dan nilai kategori kurang mengalami penurunan sebanyak 90,74%. Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan media e-booklet "Pertolongan pertama cedera olahraga" memiliki dampak terhadap siswa-siswi SMK Telenika. Jadi meningkatkan pengetahuan. PEMBAHASAN Penelitian ini melibatkan seluruh siswa SMK TELENIKA, dengan sampel terdiri dari 51 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi selama penelitian, dalam penelitian peneliti melakukan dua kali pengamatan terhadap pengetahuan responden melalui kuesioner. Observasi pertama dilakukan sebelum e-booklet "Pengaruh Pendidikan Kesehatan media ebooklet tentang pertolongan pertama cedera olahraga terhadap tingkat pengetahuan Peneliti mengedarkan kuesioner terlebih dahulu, dan setelah menganalisis hasilnya, ditemukan bahwa sebagian besar populasi sampel masih banyak siswa yang tidak mengetahui pertolongan pertama cedera olahraga. oleh sebab itu, peneliti menggunakan e-booklet sebagai media pendidikan kesehatan untuk meningkatkan Setelah intervensi dilakukan, peneliti melanjutkan dengan memberikan kuesioner setelah pendidikan kesehatan yang diberikan melalui e-booklet tentang pertolongan pertama cedera olahraga terhadap tingkat pengetahuan remaja. Dengan diberikan media e-booklet untuk pertolongan pertama cedera olahraga, pengetahuan remaja meningkat sebanyak 54,8%. Pengetahuan adalah hasil dari konsep Pengetahuan juga memiliki tingkatan, seperti sikap. Ada enam tingkatan menganalisis,menyintesis,mengevaluasi. Tin gkat pengetahuan mencakup pemahaman tentang sakit dan penyakit, teknik pemeliharaan kesehatan, dan kesehatan lingkungan(Dewi & Putri, 2. Maka dari iru penting untuk memberikan pengetahuan. Pengetahuan berasal dari penginderaan sebagian besar pengetahuan yang dimiliki manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Pendidikan juga terkait dengan pengetahuan karena pengetahuan diperoleh melalui pendidikan formal dan informal. Pendidikan kesehatan adalah proses pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, perilaku, dan penerapan masyarakat tentang Jurnal kesehatan dan pembangunan. Vol. No. Juli 2025 Oscar Ari Wiryansyah. Risti Nur Janah cara menjaga kesehatan tubuh sendiri (Wiryansyah & Musdiana, 2. meningkatkan pengetahuan di butuhkan pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan adalah upaya yang dapat mempengaruhi orang lain, baik individu, kelompok, atau masyarakat, sehingga dapat melakukan apa yang diharapkan dari orang yang telah kesehatan(Wulandari, 2. Pendidikan kesehatan adalah proses perubahan perilaku hidup sehat yang didasarkan pada kesadaran diri untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan seseorang,kelompok. Pelajaran olahraga dan kesehatan adalah salah satu sumber perubahan perilaku siswa di sekolah. (Hasanah et al. , 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan Hibatullah,Asmawati,. menyebutkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan setelah pemberian booklet sebesar 18,73. Dari hasil tersebut di simpulkan bahwa Ada pengaruh pemberian booklet pertolongan pertama cedera terhadap pengetahuan . Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang di lakukan (Rhozana, 2. berdasarkan analisisis statistik didapatkan nilai p =0,001 maka lebih kecil atau tidak lebih dari a=0,05 artinya ada pengaruh yang signifikan antara pendidikan kesehatan pertolongan pertama cedera olahraga terhadap pengetahuan siswa. Hasil penelitian yang di lakukan oleh Nugroho & Ahmad, . menunjukkan bahwa terdapat Pengaruh pendidikan kesehatan dengan media booklet terhadap pengetahuan pertolongan pertama. KESIMPULAN Tingkat pengetahuan sebelum pemberian pendidikan kesehatan melalui pemberian e-booklet Aypengaruh kesehatan media e-booklet tentang pertolongan pertama cedera cedera olahraga terhadap tingkat pengetahuan remajaAy dalam kategori cukup Tingkat pengetahuan setelah pemberian pendidikan kesehatan melalui pemberian e-booklet Aypengaruh kesehatan media e-booklet tentang pertolongan pertama cedera cedera olahraga terhadap tingkat pengetahuan remajaAydalam kategori baik Ada pengaruh pendidikan kesehatan media e-booklet tentang pertolongan pertama cedera olahraga terhadap tingkat pengetahuan remaja dan hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa p value 0,000 sama dengan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan sekitar 25,05%. Berdasarkan analisis statistik, perubahan ini memiliki p-value sebesar 0,000 yang menunjukkan perubahan yang Oleh karena itu,e-booklet terbukti berpengaruh untuk meningkatan pengetahuan remaja tentang pertolongan pertama cedera olahraga. SARAN