JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024. Hal 179 Ae 190. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. FAKTOR-FAKTOR PENENTU PARTISIPASI DALAM PROGRAM PROLANIS: STUDI KASUS DI PUSKESMAS KOTA CILEGON FACTORS DETERMINING PARTICIPATION IN THE PROLANIS PROGRAM: A CASE STUDY IN CILEGON CITY COMMUNITY HEALTH CENTER Mardiyah*, & M. Subuh Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Indonesia Maju. Gedung HZ Jl. Harapan No. 50 Lenteng Agung Jakarta Selatan 12610 *dyahasyari@gmail. hatan Masyarakat. Departemen disubmit: 6 Mei 2024, direvisi: 12 September 2024, diterima: 20 September 2024 ABSTRAK Rasio Peserta Prolanis Terkendali (RPPT) di Puskesmas se-Kota Cilegon pada tahun 2023 hanya mencapai 0,68%, jauh di bawah target. Hal ini menunjukkan rendahnya pemanfaatan layanan Prolanis oleh peserta. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan crosectional bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pemanfaatan Prolanis di Kota Cilegon pada tahun 2024 dengan desain potong lintang . ross-sectiona. Sampel terdiri dari 90 peserta Prolanis, dan data dianalisis menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pemanfaatan Prolanis sebesar 61,1%. Analisis chi-square menunjukkan hubungan signifikan . < 0,. antara pemanfaatan Prolanis dengan jenis kelamin . = 0,. , pendidikan . = 0,. , pengetahuan . = 0,. , dukungan keluarga . = 0,. , dan peran petugas . = 0,. Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan dengan usia . = 0,. dan pekerjaan . = 1,. Analisis regresi logistik mengidentifikasi dukungan keluarga sebagai faktor yang paling berpengaruh, dengan nilai = 3,98, p = 0,000, dan OR = 53,5. Hasil ini menekankan pentingnya meningkatkan upaya Komunikasi. Informasi, dan Edukasi (KIE) untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya partisipasi rutin dalam kegiatan Prolanis. Selain itu, pembentukan kelompok atau paguyuban peserta dan keluarga Prolanis di setiap Puskesmas se-Kota Cilegon direkomendasikan untuk mendukung keberhasilan program ini. Kata Kunci: Dukungan Keluarga. Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan. Prolanis. ABSTRACT The Controlled Prolanis Participant Ratio (RPPT) in Health Centers throughout Cilegon City in 2023 only 68%, far below the target. The ratio indicates participants' low utilization of Prolanis services. This study used an analytical observational method with a cross-sectional approach aimed at analyzing factors that influence the utilization of Prolanis in Cilegon City in 2024 with a cross-sectional design. The sample consisted of 90 Prolanis participants, and the data were analyzed using logistic regression. The results showed a Prolanis utilization rate of 61. Chi-square analysis showed a significant relationship . < 0. between Prolanis utilization and gender . = 0. , education . = 0. , knowledge . = . , family support . = 0. , and the role of officers . = 0. However, no significant relationship was found with age . = 0. and occupation . = 1. Logistic regression analysis identified family support as the most influential factor, with a value of = 3. 98, p = 0. 000, and OR = 53. These results Mardiyah & M. Subuh . JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah, 08. , page 165 Ae 176. https://doi. org/10. 56945/jkpd. The Author. Published by Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 International License. JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024. Hal 179 Ae 190. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. emphasize the importance of increasing Communication. Information, and Education (KIE) efforts to instill awareness of the importance of regular participation in Prolanis activities. In addition, the formation of groups or associations of Prolanis participants and families in every Health Center throughout Cilegon City is recommended to support the success of this program. Keywords: Family Support. Health Service Utilization. Comprehensive Geriatric Care. PENDAHULUAN Setiap (FKTP), seperti puskesmas, klinik, dan Indonesia memiliki hak untuk memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas, terjangkau, dan dapat diakses sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan dan derajat kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Selain itu, setiap individu diwajibkan untuk kesehatan, yang merupakan bagian integral dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) (UU-Nomor-17, 2. SJSN dirancang sebagai mekanisme perlindungan sosial yang bersifat wajib. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004. Program ini bertujuan memberikan jaminan kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia melalui sistem asuransi yang memenuhi kebutuhan dasar kesehatan secara layak. Salah satu implementasi utama dari kebijakan ini adalah Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang BPJS Kesehatan mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang memadai (Kemenkes-RI, 2. Dalam pelaksanaannya. JKN bermitra dengan berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama praktik dokter umum, hingga Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL), seperti rumah sakit. Semua fasilitas ini diwajibkan untuk menyediakan layanan yang komprehensif guna mendukung keberhasilan program JKN (Kemenkes-RI. Salah satu prioritas utama JKN adalah pengelolaan penyakit degeneratif, seperti hipertensi dan diabetes melitus (DM), yang memiliki potensi komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik. Untuk itu, pemerintah BPJS Kesehatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolani. , sebuah inisiatif proaktif dan terintegrasi yang bertujuan Program ini difokuskan pada peserta JKN dengan hipertensi dan DM tipe 2, untuk meningkatkan kualitas hidup mereka sekaligus mengurangi risiko komplikasi yang dapat memperberat beban ekonomi (BPJSKesehatan, 2. Prolanis merupakan inisiatif khusus yang ditujukan bagi peserta BPJS Kesehatan dengan hipertensi dan DM tipe 2. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup penderita sekaligus mengurangi beban biaya JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024. Hal 179 Ae 190. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. pengobatan akibat komplikasi serius, seperti Dalam pelaksanaannya. JKN bermitra stroke atau gagal jantung pada hipertensi, dengan berbagai fasilitas kesehatan, mulai serta luka kronis atau kerusakan saraf pada dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama DM. (FKTP), seperti puskesmas, klinik, dan peningkatan prevalensi kedua penyakit ini praktik dokter umum, hingga Fasilitas Kesehatan Tanpa Rujukan Tingkat Lanjut pemerintah, terutama dalam implementasi (FKRTL), seperti rumah sakit. Semua program JKN (BPJS-Kesehatan, 2. fasilitas ini diwajibkan untuk menyediakan Setiap Indonesia layanan yang komprehensif guna mendukung memiliki hak untuk memperoleh layanan keberhasilan program JKN (Kemenkes-RI, kesehatan yang berkualitas, terjangkau, dan dapat diakses sebagai bagian dari upaya Salah satu prioritas utama JKN adalah meningkatkan kesejahteraan dan derajat pengelolaan penyakit degeneratif, seperti kesehatan masyarakat secara keseluruhan. hipertensi dan diabetes melitus (DM), yang Selain itu, setiap individu diwajibkan untuk memiliki potensi komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik. Untuk itu, pemerintah kesehatan, yang merupakan bagian integral dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Penyakit Kronis (Prolani. , sebuah inisiatif Nomor 17 Tahun 2023. proaktif dan terintegrasi yang bertujuan SJSN dirancang sebagai mekanisme BPJS Kesehatan Program Pengelolaan perlindungan sosial yang bersifat wajib. Program ini difokuskan pada Undang-Undang peserta JKN dengan hipertensi dan DM tipe Nomor 40 Tahun 2004. Program ini 2, untuk meningkatkan kualitas hidup mereka bertujuan memberikan jaminan kesehatan sekaligus mengurangi risiko komplikasi yang kepada seluruh masyarakat Indonesia melalui dapat memperberat beban ekonomi (BPJS- sistem asuransi yang memenuhi kebutuhan Kesehatan, 2. dasar kesehatan secara layak. Salah satu Prolanis dirancang untuk membantu implementasi utama dari kebijakan ini adalah peserta mengelola kondisi kesehatan mereka Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang secara lebih efektif, mencegah komplikasi seperti stroke, gagal jantung, luka kronis, atau kerusakan saraf yang sering terjadi pada mendapatkan akses pelayanan kesehatan penderita penyakit kronis. Pengelolaan yang yang memadai (Kemenkes-RI, 2. BPJS Kesehatan Prolanis JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024. Hal 179 Ae 190. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. berkontribusi pada peningkatan kualitas Kondisi ini menggambarkan rendahnya tingkat pemanfaatan Prolanis oleh peserta di wilayah Puskesmas Kota Cilegon. Dengan kesehatan yang terus meningkat. Dengan demikian, masih banyak peserta yang belum pelaksanaan yang tepat. Prolanis diharapkan sepenuhnya menggunakan fasilitas yang menjadi salah satu solusi strategis dalam Untuk itu, penelitian ini dilakukan dengan fokus pada menganalisis berbagai JKN meningkatkan kesehatan masyarakat secara Prolanis di Puskesmas se-Kota Cilegon, guna Partisipasi Prolanis terbukti meningkatkan kualitas hidup pasien memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih efektif. dengan diabetes dan hipertensi (Wicaksono Penelitian Prolanis & Fajriyah, 2. Berdasarkan penelitian sebelumnya, pasien dengan penyakit kronis meningkatkan kualitas hidup pasien dengan yang menerima edukasi dan konseling penyakit kronis, didukung oleh faktor-faktor menunjukkan kontrol yang baik terhadap seperti edukasi, dukungan keluarga, dan kadar gula plasma puasa dan gula plasma peran petugas kesehatan. Namun, tingkat postprandial (Nugraheni. , & T. Selain itu, peserta partisipasi di Kota Cilegon masih jauh di yang aktif bawah target nasional, dengan Rasio Peserta mengikuti Prolanis juga terbukti mengalami Prolanis Terkendali (RPPT) hanya 0,68%, penurunan kadar gula darah (Patima & Nurul, mencerminkan kesenjangan antara potensi program dan implementasi nyata. Namun, meskipun manfaat program ini Penelitian sebelumnya juga kurang telah terbukti, data dari BPJS Kesehatan memperhatikan konteks sosial-budaya lokal. Cabang Cilegon mengindikasikan bahwa tingkat partisipasi dalam Prolanis di sembilan teknologi dalam mendukung partisipasi. Oleh Puskesmas Kota Cilegon selama periode karena itu, penelitian ini bertujuan untuk Januari hingga Desember 2023 masih jauh dari target. Rasio Peserta Prolanis Terkendali memengaruhi pemanfaatan Prolanis di Kota (RPPT) yang ditetapkan dalam Peraturan Cilegon secara lebih mendalam, guna BPJS Nomor 1 Tahun 2019 sebesar minimal memberikan rekomendasi kebijakan yang 5% hanya tercapai sebesar 0,68% (Profil- komprehensif dan berbasis bukti. faktor-faktor Dinkes, 2. JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024. Hal 179 Ae 190. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. METODE PENELITIAN membantu menentukan faktor-faktor yang Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Tahap pengumpulan data pada satu waktu tertentu multivariat, yang dilakukan dengan metode untuk mengidentifikasi hubungan antara regresi logistik sederhana dan berganda. variabel independen dan dependen. Desain Metode mengidentifikasi variabel independen yang Pada Regresi Prolanis. dipilih karena efektif dalam menganalisis pemanfaatan program Prolanis, sedangkan hubungan antara variabel kategori dan variabel independen mencakup faktor usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, tingkat faktor-faktor pengetahuan, dukungan keluarga, dan peran memengaruhi pemanfaatan layanan Prolanis. petugas kesehatan. Dengan Populasi penelitian terdiri dari 504 diharapkan dapat memberikan gambaran peserta Prolanis di Puskesmas se-Kota Cilegon yang terdiagnosis hipertensi atau pemanfaatan Prolanis di Kota Cilegon. diabetes melitus. Untuk memperoleh hasil Keunggulan metode regresi logistik yang representatif, diambil sampel sebanyak adalah kemampuannya untuk mengolah data 90 responden yang dipilih berdasarkan tanpa memerlukan pengujian normalitas atau kriteria inklusi dan eksklusi. Pendekatan asumsi klasik pada variabel bebas. Hasil dari regresi logistik berupa model prediktif yang penelitian, yaitu menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pemanfaatan Prolanis. Untuk penelitian ini, model Analisis data dilakukan dalam dua analisis multivariat. Pada analisis bivariat, uji sebagai berikut: hubungan antara masing-masing variabel independen dengan variabel dependen pada 0,05. Analisis regresi logistik yang melibatkan variabel tahap utama, yaitu analisis bivariat dan chi-square digunakan untuk mengevaluasi ycya, ycya, dan ycycdirumuskan Odd. = exp . b1X1 b2X2 b3X. Persamaan ini memberikan gambaran Prolanis JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024. Hal 179 Ae 190. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. Model ini diharapkan dapat darah, sehingga mendukung upaya mencapai kesehatan yang optimal. menjadi dasar dalam menyusun rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan partisipasi HASIL DAN PEMBAHASAN dalam program Prolanis di wilayah Kota Hubungan antara jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan, dukungan keluarga, dan peran petugas dengan pemanfaatan Prolanis Cilegon. Namun, hubungan antara usia dan penggunaan layanan kesehatan cenderung tidak linier. Variasi hubungan ini seringkali Meskipun meningkat dengan bertambahnya usia, pada konteks tertentu, seperti Prolanis, faktor lain keluarga, atau peran tenaga kesehatan mungkin lebih dominan dalam menentukan tingkat partisipasi dibandingkan dengan usia Chi-square disajikan dalam Tabel 1 untuk menggambarkan hubungan antara variabel independen, seperti usia, jenis kelamin, dukungan keluarga, dan peran petugas Prolanis sebagai variabel dependen. Analisis ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor Prolanis di Puskesmas Kota Cilegon. Data dalam tabel Dengan menegaskan bahwa usia bukanlah faktor Hasil analisis bivariat menggunakan uji yang memengaruhi mencakup nilai p dan Odds Ratio (OR) yang menunjukkan kekuatan hubungan antar Prolanis, tetapi mungkin berperan secara tidak langsung melalui interaksi dengan Usia faktor lain yang lebih signifikan (Priyoto. Penelitian ini menunjukkan bahwa usia Berdasarkan analisis di lapangan, tidak memiliki hubungan signifikan dengan Prolanis Prolanis, merata di berbagai kelompok usia. Hasil dengan nilai p sebesar 0,729 . > 0,. Temuan ini sejalan dengan penelitian di Prolanis menunjukkan bahwa individu berusia 45Ae59 Puskesmas tahun . ra-lansi. dan Ou 60 tahun . cenderung memanfaatkan program ini untuk memengaruhi pemanfaatan Prolanis secara mengontrol tekanan darah dan kadar gula signifikan . = 0,. (Ameliana. Silvi, & Kedai Durian. Sari, 2. Secara teoritis, usia dianggap JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024. Hal 179 Ae 190. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. Tabel 1 Hasil Analisis Bivariat (Uji Chi-squar. Kriteria Usia 45 s/d 59 Tahun Ou 60 Tahun Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Pendidikan Rendah Tinggi Pekerjaan Tidak Bekerja Bekerja Pengetahuan Kurang Baik Dukungan Klg Kurang Baik Peran Petugas Kurang Baik Pemanfaatan Prolanis Tidak Total Value n=90 0,034 3,46 0,009 3,74 0,006 3,47 0,000 7,70 0,000 5,46 Sumber: Hasil analisis data primer sebagai salah satu faktor predisposisi yang Prolanis dapat memengaruhi motivasi individu untuk mencegah penyakit menjadi lebih serius memanfaatkan layanan kesehatan. (Yuliaristi & Viona, 2. Jenis kelamin, menurut Anderson. Jenis Kelamin Penelitian ini menemukan hubungan . dalam layanan kesehatan, di mana perbedaan biologis antara laki-laki pemanfaatan Prolanis, dengan nilai p sebesar dan perempuan dapat memengaruhi pola 0,034 . < 0,. Temuan ini sejalan dengan Wanita menunjukkan bahwa faktor jenis kelamin Prolanis karena memiliki kewaspadaan lebih berpengaruh terhadap pemanfaatan program tinggi terhadap penyakit yang dialami Prolanis. Kelompok perempuan cenderung (Khairatunnisa, 2. Data lapangan juga memiliki kesadaran lebih tinggi terhadap menunjukkan mayoritas peserta Prolanis di kondisi kesehatannya, sehingga lebih cepat Puskesmas adalah perempuan. Hal ini JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024. Hal 179 Ae 190. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. disebabkan oleh perhatian yang lebih besar Sipin. Kota Jambi, yang juga menunjukkan pemanfaatan Prolanis pada pasien diabetes ketersediaan waktu yang lebih fleksibel melitus . = 0,. (Noar, 2. Hasil ini dibandingkan pria. menunjukkan bahwa aktivitas atau jenis pekerjaan peserta tidak menjadi faktor utama Pendidikan Penelitian ini menemukan hubungan signifikan antara tingkat pendidikan dan pemanfaatan Prolanis, dengan nilai p sebesar 0,009 (<0,. Temuan ini konsisten dengan penelitian di Puskesmas Getasan . = 0,. dan Puskesmas Sario. Kota Manado . = 0,. (Syarifain. Rumayar, & Mandagi, 2. , yang menunjukkan bahwa individu Pendidikan, menurut KBBI, adalah proses pembentukan pola pikir dan perilaku melalui pengajaran dan pelatihan. Individu dengan pendidikan lebih tinggi cenderung lebih sadar akan pentingnya kesehatan, sehingga lebih aktif memanfaatkan program seperti Prolanis. Tingkat pendidikan yang dalam menentukan partisipasi mereka dalam program kesehatan ini. Kesibukan dalam pekerjaan dapat memengaruhi partisipasi dalam program Prolanis, karena aktivitas kerja seringkali mengurangi waktu yang tersedia untuk mengikuti program tersebut (Yuliaristi & Viona, 2. Namun, hasil analisis di lapangan menunjukkan bahwa pekerjaan bukan faktor utama yang menentukan Prolanis. Berdasarkan wawancara, peserta Prolanis, baik yang bekerja maupun tidak, umumnya tetap mengikuti program jika ada jadwal kegiatan, dengan tujuan menjaga kesehatan mereka. Pengetahuan Penelitian ini menemukan hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan terhadap informasi medis dan mendukung pemanfaatan Prolanis . = 0,. Temuan keberhasilan program kesehatan masyarakat. ini konsisten dengan penelitian di Puskesmas Pekerjaan Penelitian ini menunjukkan bahwa Kedai Durian . = 0,000 < 0,. (Ameliana. Silvi, & Sari, 2. Penelitian di Puskesmas Mandala Medan pekerjaan tidak berhubungan signifikan peningkatan pengetahuan secara signifikan dengan pemanfaatan Prolanis, dengan nilai p dapat mendorong pemanfaatan program sebesar 1,00 (>0,. Temuan ini sejalan dengan penelitian di Puskesmas Simpang IV JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024. Hal 179 Ae 190. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. pengelolaan penyakit kronis (Yuliaristi & menunjukkan bahwa kurangnya dukungan Viona, 2. keluarga menjadi salah satu penyebab Hasil analisis menunjukkan bahwa responden tidak memanfaatkan kegiatan Prolanis di Puskesmas. Hal ini terlihat dari memiliki peluang 3,47 kali lebih besar untuk minimnya keterlibatan anggota keluarga, tidak memanfaatkan Prolanis. Hal ini seperti tidak menemani atau mengantar peserta ke lokasi pelaksanaan Prolanis. pengetahuan dan pemanfaatan Prolanis, di meningkatkan kesadaran akan pentingnya partisipasi dalam program. Oleh karena itu, kesehatan menjadi salah satu keberhasilan program Prolanis. Peran Petugas Penelitian ini menunjukkan hubungan signifikan antara peran petugas kesehatan dan pemanfaatan Prolanis . = 0,. Temuan ini konsisten dengan penelitian sebelumnya, yang menyebutkan bahwa dukungan petugas kesehatan meningkatkan partisipasi peserta BPJS dalam Prolanis . = 0,000. OR = 27,. Responden tanpa Dukungan Keluarga dukungan petugas memiliki risiko 27,500 Penelitian ini menunjukkan hubungan kali lebih besar untuk tidak memanfaatkan signifikan antara dukungan keluarga dan Prolanis pemanfaatan Prolanis . = 0,. Temuan didukung (Agustika. Syari, & Chotimah, ini sejalan dengan penelitian di Puskesmas Simpang IV Sipin. Kota Jambi . = 0,. Petugas yang menunjukkan peran penting dukungan memberikan motivasi melalui penyampaian keluarga dalam meningkatkan pemanfaatan informasi penting tentang penyakit kronis Prolanis pada pasien diabetes melitus (Noar, dan mendukung peserta dalam mengelola kesehatannya untuk mencapai kondisi yang Dukungan berpengaruh terhadap perilaku individu dalam memanfaatkan layanan kesehatan, menunjukkan bahwa peran petugas yang baik mendorong pemanfaatan Prolanis hingga memengaruhi keputusan individu. Hasil 76,4%, terutama melalui sikap positif yang Dukungan ini dapat berupa dorongan, saran, atau anjuran untuk memanfaatkan Prolanis (Rahmi. Hidayat. Pujiyanto, & Puskesmas. Priyanti. Analisis JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024. Hal 179 Ae 190. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. Tabel 2. Hasil Analisis Multivariat (Uji Regresi Logisti. Variabel P Value 95% CI Jenis Kelamin 2,67 0,007 14,48 2,04-102,5 Pendidikan 2,42 0,005 11,33 2,07-61,9 Pengetahuan 3,15 0,001 3,75-146,5 Dukungan Keluarga 3,98 0,000 7,90-363,2 Sumber: Analisis data primer Faktor Paling Berpengaruh Terhadap Pemanfaatan Prolanis Analisis meningkatkan partisipasi peserta dalam Prolanis program secara keseluruhan. menunjukkan bahwa jenis kelamin . = 0,. , pendidikan . = 0,. , pengetahuan . = 0,. , dan dukungan keluarga . = SIMPULAN DAN REKOMENDASI Simpulan pemanfaatan Prolanis. Dukungan keluarga Terdapat hubungan signifikan antara memiliki pengaruh terbesar (OR = 53,. , di jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan, mana responden dengan dukungan keluarga dukungan keluarga, dan peran petugas dengan pemanfaatan Prolanis . < 0,. memanfaatkan Prolanis dibandingkan yang Dukungan keluarga menjadi faktor paling kurang didukung. dominan dengan p-value 0,000 dan Odds Hasil ini menegaskan bahwa dukungan Ratio (OR) 53,5. Hasil keluarga merupakan faktor kunci dalam menggarisbawahi pentingnya meningkatkan mendorong pemanfaatan Prolanis. Peserta komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) yang mendapatkan dukungan dari keluarga cenderung lebih aktif mengikuti program kelompok atau paguyuban peserta dan karena adanya bantuan seperti pengingat keluarga Prolanis di setiap Puskesmas juga jadwal kegiatan, pendampingan selama pelaksanaan program, dan dukungan untuk partisipasi dan efektivitas program. Prolanis. Pembentukan mengatasi hambatan yang dihadapi. Peran keluarga ini menjadi elemen penting dalam JURNAL KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Pembangunan Daerah Vol. 8 No. Desember 2024. Hal 179 Ae 190. p-ISSN: 2597-4971, e-ISSN: 2685-0079. DOI: 10. 56945/jkpd. Rekomendasi Berdasarkan hasil penelitian direkomendasikan sebagai berikut: Perlu Komunikasi. Informasi, dan Edukasi (KIE) terkait manfaat Prolanis kepada peserta sasaran Meningkatkan partisipasi dan efektivitas program melalui pembentukan kelompok atau paguyuban peserta dan keluarga Prolanis di setiap Puskesmas DAFTAR PUSTAKA