Kombinasi Acupressure pada Acupoint Hegu L14 dan Aromatherapy Lavender Merubah Persepsi Nyeri Pada Ibu Bersalin Kala I Intan Andin Kartika Kurniawan1*. Yusniarita2. Ni Ketut Mendri3 Jurusan Keperawatan/Poltekkes kemenkes Yogyakarta. Jalan Tatabumi No. Bayuraden. Gamping Sleman. Yogyakarta Jurusan Keperawatan/Poltekkes kemenkes Yogyakarta. Jalan Tatabumi No. Bayuraden. Gamping Sleman. Yogyakarta Jurusan Keperawatan/Poltekkes kemenkes Yogyakarta. Jalan Tatabumi No. Bayuraden. Gamping Sleman. Yogyakarta *Email penulis: yusniarita@poltekkesjogja. Abstract Labor pain is primarily caused by uterine muscle contractions, cervical dilation, and stretching of the lower uterine segment. The use of non-pharmacological methods, such as acupressure at the Hegu (L. point and lavender aromatherapy, can reduce pain perception by providing relaxation and distraction effects. This study aims to determine whether the combination of acupressure at the Hegu (L. point and lavender aromatherapy reduces pain perception in firststage labor mothers at RSUD Panembahan Senopati Bantul. The research design used was a quasi-experimental two-group pre-post test with purposive sampling technique. The research sample consisted of 60 primiparous mothers with a gestational age of 37-40 weeks. The intervention group received acupressure therapy at the Hegu (L. point and lavender aromatherapy using a diffuser. Pain intensity data used a numerical rating scale (NRS). Analysis used paired sample t-test to compare changes in pain within one group and independent sample t-test to compare differences in pain between the two groups. The results showed that the intervention group experienced an average pain reduction of 9. points on the NRS scale, which was greater than the control group, which only experienced a decrease of 1. 17 points. This difference was statistically significant . < 0. These findings indicate that the combination of acupressure therapy at the Hegu (L. point and lavender aromatherapy significantly reduces the intensity of pain experienced by first-stage labor mothers. Keywords: Acupressure Acupoint hegu L14. Aromatherapy Lavender. Pain Perception. First-Stage Labor Mothers. Abstrak Nyeri persalinan terutama disebabkan oleh kontraksi otot uterus, peregangan serviks, dan peregangan segmen bawah rahim. Penggunaan metode non-farmakologis akupresur pada titik Hegu (L. dan aromaterapi lavender dapat mengurangi persepsi nyeri dengan memberikan efek relaksasi dan distraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi akupresur pada titik Hegu (L. dan aromaterapi lavender menurunkan persepsi nyeri pada ibu bersalin kala I di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasy Experiment twogroup pre-post test dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Sampel penelitian ibu primipara dengan usia gestasi 37-40 minggu berjumlah 60 responden. Kelompok intervensi Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 6 Nomor 2. Nov 2024 ISSN: . 2656-6222, . 2657-1595 DOI 10. 1234/jkr. Available online: https://jurnal. poltekkes-kemenkes-bengkulu. id/index. php/jkr 66 | Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 6 Nomor 2. Nov 2024 diberikan terapi akupresur pada titik Hegu (L. dan aromaterapi lavender menggunakan diffuser. Data intensitas nyeri menggunakan skala numerik (NRS). Analisis menggunakan uji paired sample t-test untuk membandingkan perubahan nyeri dalam satu kelompok serta uji independent sample t-test untuk membandingkan perbedaan nyeri antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan kelompok intervensi mengalami penurunan rata-rata nyeri sebesar 9,1 poin pada skala NRS, lebih besar dibandingkan kelompok kontrol yang hanya mengalami penurunan 1,17 poin. Perbedaan ini signifikan secara statistik . < 0,. Temuan ini mengindikasikan bahwa kombinasi terapi akupresur pada titik Hegu (L. dan aromaterapi lavender secara signifikan mengurangi intensitas nyeri yang dirasakan oleh ibu bersalin pada kala Kata kunci: Acupressure Acupoint hegu L14. Aromatherapy Lavender. Nyeri Bersalin Kala I. Persepsi Nyeri PENDAHULUAN Persalinan dengan Nyeri antara 85 Ae 90% persen dan hanya 10 Ae 15% persen persalinan yang berlangsung tanpa rasa Nyeri persalinan yang tidak diatasi dengan manajemen nyeri yang benar akan menimbulkan masalah lainnya. Salah satunya timbulnya kecemasan, keletihan serta stress perasaan khawatiran. Akibat dari faktor stress ini dapat terjadi ketegangan pada otot polos dan vasikontriksi pembuluh darah. Nyeri meningkatkannya katekolamin sebesar 2040%. Peningkatan respons simpatik akhirnya dapat meningkatkan resistensi perifer, peningkatan curah jantung dan meningkatkan tekanan darah serta menaikkan konsumsi oksigen ibu pada saat Hiperventilasi pada gilirannya akan menyebabkan alkalosis pernapasan, kadar adrenalin meningkat dan penurunan aliran darah uterus. Ibu bersalin mulai merasakan nyeri persalinan pada kala I fase laten, di mana serviks sudah membuka 4 cm. Ketika memasuki fase aktif, pembukaan serviks bertambah dari 5 cm hingga 10 cm. Selama fase aktif, kontraksi uterus semakin kuat dan sering, sehingga nyeri persalinan pun Jika nyeri persalinan tidak dikelola dengan baik, ibu bersalin dapat Kondisi emosional yang tidak stabil ini dapat memicu pelepasan hormon adrenalin dan ketegangan pada tubuh, otot, dan bahkan sel-sel tubuh. Nyeri yang tak tertahankan juga dapat mendorong ibu untuk mengejan terlalu dini sebelum serviks membuka pembengkakan serviks. Kondisi ini berpotensi menimbulkan trauma psikologis pada ibu bersalin dan meningkatkan risiko terjadinya postpartum blues (Apriani et al. Berbagai cara yang dapat dilakukan agar ibu melahirkan dengan nyaman salah satunya dilakukan dengan cara farmakologis yaitu dengan pemberian obat-obatan analgesik dan Selain itu, ada pula cara Pengendalian Intan Andin dkk. Kombinasi Acupressure pada Acupoint | 67 Nyeri persalinan yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan aktivitas uterus tidak terkoordinasi yang akan mengakibatkan partus lama. Saat ini dikembangkan, karena sedikit efek samping Salah nonfarmakologis yang efektif untuk mengurangi nyeri dan kecemasan pada ibu kala I persalinan yaitu distraksi, relaksasi, stimulasi kulit, latihan pernapasan dalam, aromaterapi, acupressure dan masase juga sangat efektif. Metode-metode ini dapat membantu mengurangi rasa nyeri, membuat ibu bersalin lebih nyaman, dan bahkan mengurangi kebutuhan akan obatobatan. Akupresur pada titik tertentu dapat menimbulkan rasa nyaman pada ibu Aromaterapi juga dapat digunakan untuk mengurangi persepsi nyeri persalinan saat persalinan, sebab aromaterapi mampu memberikan sensasi yang menenangkan diri dan otak, serta stress yang dirasakan. Menurut Anita . ibu bersalin yang dilakukan pemijatan didaerah punggung sampai ke pinggang selama 20 menit setiap satu jam akan lebih bebas dari rasa sakit yang ditimbulkan akibat persalinan. Aromaterapi terapeutik yang mengandung minyak esensial untuk mengatasi keluhan fisik dan psikologis ibu bersalin. Secara fisik baik digunakan untuk mengurangi rasa nyeri, sedangkan secara psikologis dapat memberikan ketenangan. Aromaterapi lavender mengandung linalool dan linalyl acetate, yang ketika dihirup akan masuk ke hidung dan merangsang bulbus Sinyal kemudian diteruskan melalui traktus olfaktorius ke berbagai area di otak, termasuk amigdala, girus seminularis, dan girus ambiens yang merupakan bagian dari sistem limbik. Lavender memiliki sifat menenangkan dan anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi kecemasan dan ketegangan, serta mengurangi persepsi nyeri. Kombinasi akupresur pada titik Hegu (LI. dan aromaterapi lavender merupakan salah satu pendekatan nonfarmakologis yang menjanjikan untuk mengelola nyeri persalinan secara efektif. Tekanan melingkar yang diberikan pada titik antara tulang metakarpal pertama dan kedua di tangan untuk merangsang produksi endorfin. Penelitian yang dilakukan oleh Lathifah et al. , . juga dibuktikan bahwa terapi acupressure pada acupoint hegu L14 pada ibu bersalin kala I dapat meningkatkan hormon yang dapat menyebabkan ibu merasa lebih tenang dan Berdasarkan studi pendahuluan pada November 2023 terhadap 10 ibu bersalin, ditemukan tingkat nyeri yang beragam: 30% mengalami nyeri ringan, 40% nyeri sedang, 20% nyeri berat namun terkontrol, dan 10% mengalami nyeri berat yang tidak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi terapi akupresur pada titik Hegu (LI. menurunkan persepsi nyeri ibu bersalin kala I di RSUD Panembahan Senopati Bantul. METODE Penelitian ini merupakan penelitian Quasieksperimen experiment pre-post-test dengan dua Populasi penelitian adalah 68 | Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 6 Nomor 2. Nov 2024 seluruh ibu bersalin kala I sebanyak 490 orang di RSUD Panembahan Senopati Bantul tahun 2023 Teknik pengambilan sampel dengan rumus lemeshow sebagai jumlah sampel sebanyak 60 responden. Teknik sampel purposive sampling. Sampel dibagi menjadi dua kelompok, kelompok kontrol dan kelompok intervensi, masing-masing berjumlah 30 orang. Kriteria inklusi sebagai berikut Usia kehamilan 37-42 minggu. Ibu bersalin kala I fase aktif dengan pembukaan 5 cm sampai lengkap: Ibu bersedia menjadi responden dalam penelitian. Ibu tidak ada alergi dengan aromatherapy lavender Penelitian ini dilaksanakan pada Maret hingga April 2024 di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Variabel utama dalam penelitian ini adalah persepsi Kuesioner persepsi nyeri dengan 20 Jumlah skor pada kuesioner persepsi nyeri dalam rentang 10-50. Semakin tinggi jumlah skor maka pengaruh intervensi yang diberikan pada dua kelompok yang berbeda terhadap persepsi nyeri semakin baik. Untuk mengukur persepsi nyeri, digunakan skala pengukuran Numeric Rating Scale (NRS). Prosedur tindakan melakukan akupresur Hegu (L. dengan menentukan titik Hegu atau LI4 terletak di punggung tangan, tepat di antara pangkal ibu jari dan jari telunjuk. Untuk menemukan titik ini, langkahlangkah berikut: Bentuklah huruf V dengan ibu jari dan jari telunjuk . Tekan ke arah atas pada bagian yang membentuk sudut V Anda akan merasakan sedikit Titik Hegu berada di sekitar cekungan itu. Setelah menemukan titik Hegu, peneliti melakukan penekanan dengan menggunakan ibu jari atau jari telunjuk tangan yang lain. Berikut adalah teknik penekanan yang umum digunakan. Tekanan lurus: Tekan secara lurus pada titik Hegu dengan kekuatan yang cukup, namun tetap nyaman. Tekanan melingkar: Lakukan gerakan memutar pada titik Hegu dengan tekanan yang konsisten. atau bisa menggabungkan kedua Teknik gerakan Tekanan melingkar akupresur pada titik Hegu LI14 dilakukan selama 5-10 menit setiap kontraksi, penekanan di jeda 5-10 Akupresur dilakukan sampai pembukaan 8 cm. Sedangkan aromatherapy lavender diberikan menggunakan diffuser aromaterapi, air 500 cc ditambah 3 cc enssential oil lavender. Aromaterapi terus dinyalakan untuk di hirup aromanya bersamaan dengan tindakan akupresur. Gambar 1. Titik Hegu (L. Pengumpulan data dilakukan dengan kelompok: kelompok intervensi yang diberikan perlakuan dan kelompok kontrol yang diberikan perlakuan standar relaksasi napas dalam. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, pemeriksaan fisik, dan pengisian kuesioner NRS sebelum dan sesudah pemberian intervensi . re-test dan post-tes. Data pretes diberikan setelah Intan Andin dkk. Kombinasi Acupressure pada Acupoint | 69 dilakukan informed consent dan data postes dilakukan setelah pembukaan 8 cm dan pasien sudah relaksasi dan beradaptasi dengan nyeri bersalin. Setiap responden telah memahami prosedur penelitian dan risiko yang mungkin terjadi. Data yang diperoleh kemudian diolah melalui beberapa tahap, yaitu editing, scoring, coding, entry, cleaning, dan tabulasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik paired sample t-test untuk membandingkan perubahan tingkat nyeri . elompok intervens. dan independent sample t-test untuk membandingkan perbedaan tingkat nyeri antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Bekerja Paritas Primigravida Multigravida 12 . Berdasarkan tabel 1, bahwa Sebagian besar berpendidikan SMA, dan memiliki Distribusi pekerjaan seimbang antara kedua Chart Title Penelitian ini telah memperoleh persetujuan dari komite etik dari Komite Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) Poltekkes Kemenkes Yogyakarta No. DP. 03/eKEPK. 2/326/2024 tanggal 27 Februari 2024. HASIL Analisis Univariat Analisa berikut ini menjelaskan mengenai data karakteristik responden seperti table di bawah ini. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Kelompok Intervensi dan Kontrol Pada Ibu Bersalin Kala I Fase Aktif Tahun 2024 Karakteristik Usia >20 tahun 21-35 tahun >35 tahun Pendidikan SMA Perguruan Tinggi Pekerjaan Bekerja Tidak Kelompok Intervesi Kelompok Kontrol 1 . 1 6 11 16 21 26 31 36 41 46 51 56 61 66 71 76 Nyeri sebelum Nyeri setelah Gambar 2. Diagram Skala Nyeri Berdasarkan diagram tersebut terdapat perubahan skala nyeri. Terdapat penurunan rata-rata skala nyeri sebesar 2,4 poin pada kelompok intervensi . ari 5,2 menjadi 2,. , sedangkan pada kelompok kontrol penurunannya sebesar 1,5 poin . ari 6,8 menjadi 5,. Selanjutnya akan di jelaskan menggunakan kuesioner, seperti pada tabel 2 berikut. Tabel 2. Persepsi Nyeri Ibu Bersalin Kala Kelompok Intervensi Persepsi Mean Std. Devi Pvalue Sebelum Sesudah 70 | Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 6 Nomor 2. Nov 2024 Kelompok Kontrol Persepsi Mean N Std. Devi Pvalue Sebelum Sesudah Nilai rata-rata persepsi nyeri pada kelompok intervensi sebelum diberikan terapi akupresur pada titik Hegu (LI. dan aromaterapi lavender adalah 38. Setelah diberikan intervensi, nilai rata-rata meningkat menjadi 47. 63, dengan selisih Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik . = 0. Hasil ini menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan Rata-rata persepsi nyeri pada kelompok kontrol sebelum diberikan relaksasi napas dalam adalah 36. sedangkan setelah diberikan terapi, nilai rata-rata meningkat menjadi 37. 83 dengan Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik . = 0. 089 > 0. antara nilai rata-rata sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok kontrol. Tabel 3. Perbandingan Nilai Nyeri pada Ibu Bersalin Kala I dengan Menggunakan Skala Nyeri Numerik (NRS) Sebelum dan Sesudah Intervensi Kelompok Intervensi Kontrol Rerata Mean Setelah P value 2,78 3,79 0,001 0,067 Tabel diatas dapat dijelaskan bahwa Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik . < 0,. antara kedua kelompok. Kelompok yang diberikan intervensi akupresur pada titik Hegu (L. dan penurunan sensasi nyeri yang lebih signifikan dibandingkan dengan kelompok Hal ini mengindikasikan bahwa kombinasi kedua terapi tersebut efektif dalam mengurangi intensitas nyeri persalinan kala I. PEMBAHASAN Berdasarkan Tabel 1 dan 2, mayoritas responden merupakan ibu bersalin berusia 21-35 tahun. Temuan ini konsisten dengan penelitian Anjani et al. yang menunjukkan bahwa rentang usia tersebut umumnya dikaitkan dengan kesiapan fisik dan mental untuk menjalani proses kehamilan dan persalinan. Sejalan dengan pendapat Nursahidah et al. kematangan dan kemampuan berpikir yang lebih baik pada usia produktif dapat mempengaruhi cara seseorang merespons nyeri, termasuk nyeri persalinan. Selain usia, faktor lain seperti daya tahan tubuh, penerimaan terhadap rasa sakit, dan kondisi fisik juga turut mempengaruhi toleransi nyeri persalinan Penelitian ini menunjukkan pendidikan ibu bersalin yang menjadi responden sebagian besar berpendidikan menengah atau SMA. Menurut Heriani . tingkat pendidikan yang lebih tinggi akan mudah menerima Tingkat pendidikan berpengaruh terhadap nyeri dikarenakan seorang ibu bersalin yang mengetahui nyeri dan proses persalinandapat mengendalikan nyeri yang dialami. Penelitian ini sebagian besar ibu bersalin yang menjadi Intan Andin dkk. Kombinasi Acupressure pada Acupoint | 71 responden kelompok intervensi ibu bekerja. Menurut Hurlock . , jenis pekerjaan sehari-hari memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kondisi fisik dan psikologis ibu seperti banyaknya kegiatan dengan kondisi ibu terlalu lamaduduk, berdiri, dan mengangkat benda-benda berat menjadi faktor terjadinya masalah nyeri. Prananingrum . menemukan bahwa sebagian besar ibu hamil trimester 3 yang mengalami nyeri punggung bawah adalah mereka yang banyak melakukan aktivitas duduk, baik sebagai pekerja kantoran maupun ibu rumah tangga. Penelitian ini sebagian besar ibu bersalin yang menjadi responden kelompokkontrol menjadi ibu tidak Saat bergerak atau beraktivitas akan memberikan tekanan persyarafan yang membantu tubuh mengeluarkan oksitosinsecara alami, sehingga merangsang kontraksi uterus. Hal ini berhubungan dengan aktivitas ibu bersalin yang banyak melakukan aktivitas akan melatih otot-otot yang berperan dalam persalinan dan memberikan tekanan pada ganglion servikalis dari pleksus frankenhauser yang akan membangkitkan kontraksi uterus (Aprillia, 2. Hampir seluruh responden dalam penelitian ini merupakan ibu multigravida, yaitu ibu yang pernah melahirkan lebih dari satu kali. Temuan ini sejalan dengan penelitian Nurdiantini et al. yang menunjukkan bahwa ibu primipara . aru melahirkan sekal. cenderung mengalami nyeri persalinan yang lebih intens dibandingkan dengan ibu multipara. Pengalaman melahirkan sebelumnya memungkinkan ibu untuk mengembangkan strategi koping yang lebih efektif dalam mengelola nyeri Selain pengalaman melahirkan, faktor lain yang dapat mempengaruhi persepsi nyeri persalinanseperti usia, tingkat pendidikan, dan dukungan sosial. Pengalaman memungkinkan ibu multipara untuk mengembangkan strategi koping yang lebih efektif, seperti teknik relaksasi, pernapasan dalam, atau visualisasi, sehingga membantu mereka dalam mengelola nyeri persalinan. Responden pada penelitian ini hampir seluruh pada trimester i yang berusia 39 minggu. Hal ini sejalan dengan penelitian Muslihatun, . Usia kehamilan yang berbeda berdampak pada kondisi psikologis ibu Semakin mendekati persalinan, ibu kecemasan yang dipengaruhi oleh faktorfaktor seperti perubahan fisik, antisipasi rasa sakit, dan ketidakpastian akan proses Menurut peneliti semakin mendekati hari perkiraan lahir, ibu hamil kecemasan yang berkaitan dengan perubahan fisik, peran baru sebagai ibu, dan kekhawatiran akan kesehatan bayi. Ibu bersalin cenderung lebih memperhatikan usia kandungannya serta rutin kandungannya pada trimester akhir. Hasil uji Paired Sample t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan . < 0,. antara nilai pre-test dan post-test persepsi nyeri pada kelompok yang diberikan terapi akupresur titik Hegu L14 dan aromaterapi lavender. Hasil penelitian ini konsisten dengan temuan Andini et al. aromaterapi lavender efektif dalam mengurangi persepsi nyeri persalinan. Nilai signifikan uji Mann Whitney . = 0,. mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi akupresur dan aromaterapi lavender dapat membantu ibu bersalin mengatasi kecemasan dan ketakutan, 72 | Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 6 Nomor 2. Nov 2024 sehingga meningkatkan toleransi terhadap nyeri persalinan. Mekanisme yang mungkin terjadi adalah aromaterapi lavender mampu merelaksasi tubuh, mengurangi ketegangan otot, serta meningkatkan produksi endorfin dan epinefrin yang berperan sebagai analgesik alami. Aromaterapi lavender terbukti efektif dalam memberikan manfaat baik saat dihirup maupun diaplikasikan pada kulit. Hal ini dikarenakan indra penciuman memiliki hubungan erat dengan emosi Ketika aroma lavender dihirup, tubuh merespons dengan menimbulkan efek relaksasi. Efek relaksasi ini terutama disebabkan oleh kandungan utama dalam minyak lavender, yaitu linalyl asetat dan Di antara keduanya, linalool dianggap paling efektif dalam memberikan efek menenangkan. Oleh karena itu, minyak lavender dengan kandungan linalool tinggi banyak digunakan dalam berbagai metode aromaterapi, seperti inhalasi, kompres, berendam, dan pijat (Novita et al. , 2022 Hal ini sejalan dengan temuan Lathifah dan Octaviani . yang menunjukkan bahwa terapi akupresur pada titik L14 efektif Hasil uji t-test yang signifikan . < 0,. menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok yang diberikan terapi akupresur dengan Sehingga, mendistraksi atau memberikan pengalihan saat Titik akupresur Hegu (L. terletak di antara tulang metakarpal pertama dan kedua pada bagian distal telapak Meridian usus besar yang melalui titik ini dimulai dari ujung jari telunjuk, melewati sisi luar lengan, bahu, dan leher, hingga mencapai kepala. Cabang meridian ini juga menuju paru-paru dan usus besar. Dengan memberikan tekanan pada titik Hegu, diharapkan dapat memperkuat kontraksi otot rahim dan membantu bayi bergerak turun menuju jalan lahir. Terapi akupresur pada titik Hegu (L. dapat merangsang pelepasan oksitosin, hormon yang berperan dalam kontraksi Hal ini dapat mempercepat proses persalinan dan mengurangi nyeri. Selain itu, akupresur pada titik Hegu juga memicu penghilang rasa sakit yang memberikan efek relaksasi pada tubuh. Kala I persalinan ditandai dengan kontraksi menyebabkan nyeri yang intens. Nyeri persalinan seringkali dianggap sebagai salah satu pengalaman nyeri paling hebat. Ketakutan dan kecemasan yang tinggi pada ibu bersalin dapat memperparah nyeri karena menyebabkan ketegangan otot, terutama pada rahim. Kondisi ini dapat menghambat proses persalinan alami, memperpanjang durasi persalinan, dan meningkatkan intensitas nyeri (Sunarto et , 2. Terapi akupresur pada titik Hegu (L. dapat mengurangi nyeri persalinan melalui beberapa mekanisme. Pertama, akupresur merangsang produksi endorfin, hormon penahan rasa sakit alami tubuh. Kedua, akupresur juga dapat mengaktifkan "gerbang kontrol nyeri" . ate control theor. , yaitu mekanisme tubuh yang Dengan merangsang serabut saraf besar, akupresur dapat menutup "gerbang nyeri" sehingga mengurangi persepsi nyeri. Selain itu, mempercepat proses persalinan (Reeder et , 2. Intan Andin dkk. Kombinasi Acupressure pada Acupoint | 73 Selain meredakan nyeri, terapi akupresur juga memiliki manfaat tambahan seperti kecemasan, dan membantu ibu bersalin dalam mengelola emosi. Terapi ini umumnya diberikan saat puncak kontraksi pada fase aktif persalinan (Sunarto et al. Analisis menggunakan uji t-test independen menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan . < 0,. antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol pada tingkat nyeri. Kelompok intervensi yang menerima terapi akupresur memiliki nilai rata-rata nyeri yang lebih rendah . dibandingkan dengan kelompok kontrol . Hasil ini menunjukkan bahwa terapi akupresur efektif dalam mengurangi intensitas nyeri pada kelompok intervensi Metode kombinasi terapi acupressure pada acupoint hegu L14 dan aromatherapylavender lebih berpengaruh pada persepsi nyeri karena merupakan metode yang mampu untuk mengendalikan nyeri persalinan secara Terapi akupresur pada titik Hegu (L. dilakukan dengan cara terapis menggenggam ibu jari pasien dan memberikan tekanan berputar pada titik yang terletak di antara pangkal ibu jari dan jari telunjuk. Tekanan pada titik Hegu merangsang produksi endorfin, hormon alami yang dapat mengurangi nyeri dan meningkatkan relaksasi. Hal ini membantu ibu bersalin merasa lebih nyaman dan mampu mengatasi rasa sakit selama persalinan (Ayu & Elin, 2. Tekanan yang diberikan harus cukup kuat untuk terasa namun tidak menyebabkan nyeri, pentingnya melakukan terapi akupresur oleh tenaga kesehatan yang terlatih untuk menghindari risiko cedera. Terapis harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang titik-titik akupresur, terutama titik Hegu (L. , jalur meridian, dan teknik penekanan yang benar. Terapis harus menjaga kebersihan diri dan peralatan yang digunakan untuk menghindari infeksi. Terapis perlu menciptakan suasana yang tenang dan nyaman bagi pasien, serta memiliki kesabaran dalam melakukan terapi (Sunarto et al. , 2. Terapi akupresur pada titik Hegu (L. bekerja dengan cara merangsang tubuh untuk menghasilkan endorfin, hormon alami yang dapat mengurangi rasa sakit. Selain itu, terapi ini juga dapat merangsang pelepasan oksitosin, hormon yang berperan dalam kontraksi rahim dan mempercepat proses persalinan. Dengan merangsang titik Hegu, energi tubuh diharapkan dapat membantu bayi bergerak turun melalui jalan lahir. Meskipun umumnya aman, terapi akupresur dapat menyebabkan efek samping ringan seperti memar. Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan sebelum melakukan terapi. Pemberian metode terapi acupressure pada acupoint hegu L14 merupakan tindakan yang efektif dan mudah dilakukan untuk memberikan rasa nyaman dan mengurangi ketakutan serta kecemasan ibu saatmelakukan persalinan (Dabiri & Shahi, 2. Ketika dihirup, molekul linalyl dan linalool dalam minyak esensial lavender akan merangsang reseptor penciuman di hidung. Sinyal aroma kemudian diteruskan ke bulbus olfaktorius dan selanjutnya ke sistem limbik, pusat emosi dan memori di Aroma lavender yang menenangkan dapat mengaktifkan amygdala, memicu perasaan relaksasi, serta menstimulasi hippocampus untuk membentuk memori positif terkait aroma tersebut. (Ali et al. Selain itu, aroma lavender juga dapat 74 | Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 6 Nomor 2. Nov 2024 merangsang pelepasan endorfin, hormon pereda nyeri alami tubuh, di area seperti hipotalamus dan periaqueductal gray (PAG). Endorfin ini berperan dalam meningkatkan perasaan nyaman. Beberapa aromaterapi lavender efektif dalam mengurangi kecemasan dan meningkatkan kualitas tidur (Prabandani, 2. Dengan demikian, kombinasi kedua metode ini dapat secara efektif mengendalikan nyeri persalinan. Akupresur maupun aromaterapi lavender telah terbukti efektif dalam mengurangi berbagai jenis nyeri, termasuk nyeri haid, nyeri kepala, dan nyeri persalinan. Kombinasi keduanya dipercaya dapat meningkatkan efektivitas dalam mengurangi intensitas nyeri. KESIMPULAN Endorfin yang dilepaskan sebagai respons terhadap stimulasi akupresur akan mengaktifkan neuron di nukleus raphe, memicu pelepasan serotonin. Serotonin, sebagai neurotransmitter utama yang mengatur suasana hati, memiliki peran penting dalam mengurangi kecemasan dan meningkatkan perasaan relaksasi. Selain itu, serotonin juga berfungsi sebagai transmisi sinyal nyeri di sumsum tulang Mekanisme ini melibatkan pengikatan serotonin pada reseptor opioid di kornu dorsalis, yang kemudian menghambat pelepasan substansi P, neurotransmitter yang berperan dalam transmisi nyeri. Dengan demikian, impuls nyeri tidak dapat diteruskan ke otak, sehingga mengurangi persepsi nyeri, artinya metode ini mampu mendistraksi atau mengendalikan rasa nyeri dan memberikan pengalihan rasa nyeri saat persalinan (Rohimah & Utami, 2. Kombinasi akupresur pada titik Hegu (L. dan aromaterapi lavender bekerja secara sinergis dengan cara merangsang sistem limbik, pusat emosi dan memori di otak. Stimulasi ini memicu pelepasan endorfin, hormon pereda nyeri alami tubuh, yang kemudian mengikat reseptor opioid di sistem saraf pusat, sehingga mengurangi persepsi nyeri dan memberikan efek Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Terapi kombinasi akupresur pada titik Hegu L14 dan aromaterapi lavender secara signifikan efektif dalam mengurangi nyeri pada kelompok intervensi, sehingga dapat menjadi alternatif penanganan nyeri persalinan yang aman dan efektif. Saran dalam penelitian kombinasi akupresur titik Hegu LI14 dan aromaterapi Metode ini menawarkan alternatif yang aman bagi ibu hamil yang ingin menghindari atau mengurangi penggunaan obat penghilang rasa sakit. Proses aromaterapi dapat meningkatkan interaksi antara ibu dan tenaga kesehatan. Implikasi bagi praktik keperawatan, sebagai seorang Perawat perlu memiliki pengetahuan yang cukup tentang titik-titik akupresur yang efektif untuk mengurangi nyeri persalinan, serta teknik pijatan yang Perlu adanya standar prosedur operasional (SPO) yang jelas mengenai pelaksanaan akupresur dan aromaterapi lavender dalam persalinan Bagi pihak rumah sakit Berikan pelatihan yang memadai kepada petugas di ruang bersalin tentang teknik akupresur dan Intan Andin dkk. Kombinasi Acupressure pada Acupoint | 75 penggunaan aromaterapi. Perawat perlu berkolaborasi dengan bidan, dokter, dan metode ini. DAFTAR PUSTAKA