Journal of Practice Learning and Educational Development https://digitalpress. gaes-edu. com/index. php/jpled E-ISSN: 2809-1205 Vol 3. No. DOI: 10. 58737/jpled. Submitted: 18-04-2023 Revised: 29-04-2023 Accepted: 28-05-2023 Persepsi Guru Tentang Efektifitas Peran Komite Sekolah Tiara Hanifia Afmansyah 1. Yulianto Santoso 2 Departemen Administrasi Pendidikan. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Padang 1 2 *E-mail: tiarahanifiaafmansyah@gmail. Abstract Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru tentang efektifitas peran komite sekolah dari aspek: memberikan pertimbangan dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan, pemberian dukungan finansial, pemikiran, dan tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan, melakukan evaluasi dan pengawasan pelayanan pendidikan, menindaklanjuti keluhan, saran, kritik, dan aspirasi. Populasi penelitian adalah guru MTSN Se-Kota Payakumbuh yang berjumlah 139 orang. Diambil sampel sebanyak 59 orang dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket atau kuesioner dalam bentuk skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan SPSS versi 23. Selanjutnya data diolah dengan menggunakan skor rata-rata . Hasil penelitian didapatkan bahwa persepsi guru tentang efektifitas peran komite sekolah di MTSN Se-Kota Payakumbuh pada . aspek memberikan pertimbangan dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan berada pada kriteria efektif dengan mendapatkan skor capaian 4,44, . pemberian dukungan finansial, pemikiran, dan tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan berada pada kriteria efektif dengan mendapatkan skor capaian 4,40, . melakukan evaluasi dan pengawasan pelayanan pendidikan berada pada kriteria efektif dengan mendapatkan skor capaian 4,37, . menindaklanjuti keluhan, saran,kritik dan aspirasi berada pada kriteria efektif dengan mendapatkan skor capaian 3,98. Secara keseluruhan, rata-rata skor 4,29 dengan kriteria efektif. Berdasarkan hasil tersebut penulis menyarankan agar komite sekolah meningkatkan lagi terutama pada aspek-aspek yang digunakan dalam penelitian ini, agar meningkatkan mutu pendidikan. Keywords: Efektifitas. Peran Komite Sekolah Pendahuluan Dalam menghadapi era globalisasi, pendidikan memegang peranan penting. Sumber daya manusia (SDM) diharapkan mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga dengan adanya pendidikan dapat meningkatkan dan mengembangkan kualitas SDM. Oleh karena itu, perencanaan yang efektif yang melibatkan berbagai pihak sangat diperlukan untuk pembangunan Orang tua, masyarakat, dan pemerintah semua berbagi tanggung jawab untuk mendidik anak-anak mereka. Komite sekolah merupakan wadah dimana masyarakat dapat bekerja sama untuk fokus, mendukung dan meningkatkan pendidikan. Melalui individu, kelompok, keluarga, organisasi profesi, pengusaha dan organisasi masyarakat, masyarakat dapat memainkan berbagai peran dalam penyelenggaraan layanan pendidikan dan kontrol kualitas. Komite Sekolah terbentuk sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 044/U/2002 di dalam Salinan Lampiran II tanggal 2 April 2002 yang mengatakan bahwa Komite Sekolah adalah badan mandiri yang mewadahi peran serta masyarakat dalam rangka meningkatkan mutu, pemerataan, dan efisiensi pengelolaan pendidikan di satuan pendidikan, baik pada pendidikan pra sekolah, jalur pendidikan sekolah maupun jalur pendidikan luar sekolah (Pendidikan, 2. Adapun tujuan dibentuknya Komite Sekolah sesuai SK Mendiknas Nomor 044/U/2002, . Mewadahi dan menyalurkan aspirasi dan prakarsa masyarakat dalam melahirkan kebijakan operasional dan program pendidikan di satuan pendidikan, . Meningkatkan tanggung jawab dan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan. Menciptakan suasana dan kondisi transparan, akuntabel. dan demokratis dalam penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan yang bermutu di satuan pendidikan (Pendidikan, 2. Sumber daya pendidikan dalam masyarakat dapat digunakan oleh komite sekolah dalam pelaksanaan rencana sekolah, seluruh pelaksanaan rencana sekolah tidak dapat dilepaskan dan rencana anggaran pendapatan belanja sekolah, karena apapun yang hendak diprogramkan dan dikerjakan oleh sekolah secara keseluruhan pengurus komite sekolah dan orang tua diharapkan bersama sama memikirkan dan memutuskan demi kepentingan peserta didik. Rencana anggaran pendapatan belanja sekolah dipengaruhi oleh misi dan faktor lingkungan pendidikan . Lingkungan pendidikan dapat digolongkan menjadi lingkungan internal dan lingkungan eksternal. Tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, kelengkapan fasilitas, dan biaya yang tersedia di setiap sekolah inilah yang disebut sebagai lingkungan internal sekolah (Fattah, 2. Melalui peran dan dukungan komite sekolah diharapkan melahirkan sekolah yang bermutu. Pengembangan mutu dalam sektor pendidikan, sesungguhnya mengadopsi dari berbagai konsep. Mutu dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang memuaskan dan melampaui keinginan dan kebutuhan pelanggan (Sallis, 2. Sesuatu yang bermutu merupakan bagian dari standar yang sangat tinggi dan tidak dapat diungguli. Mutu mengandung makna derajat keunggulan suatu produk atau hasil kerja, baik berupa barang maupun jasa Barang dan jasa pendidikan itu bermakna dapat dilihat dan tidak dapat dilihat, tetapi dapat dirasakan (Danim, 2. Kehadiran sekolah jangan menjadi menara air yang melebur menjadi satu dengan masyarakat tanpa memberikan identitas apa-apa, juga jangan menjadi menara gading yang menutup diri terhadap masyarakat sekitarnya melainkan jadilah menara penerang yang memberikan penerangan kepada masyarakat sekitarnya (Made, 2. Tujuan hubungan sekolah dan masyarakat: . Mengenalkan pentingnya sekolah bagi masyarakat, . Mendapatkan dukungan dan bantuan moral maupun finansial yang diperlukan bagi pengembangan sekolah, . Memberikan informasi kepada masyarakat tentang isi dan pelaksanaan program sekolah, . Memperkaya atau memperluas program sekolah sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat, . Mengembangkan kerja sama yang lebih erat antara keluarga dan sekolah dalam mendidik anak-anak (Mukhtar & Iskandar, 2. Komite sekolah bertugas untuk:. Memberikan pertimbangan dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan terkait : . kebijakan dan program sekolah, . rencana anggaran pendapatan dan belanja sekolah/ rencana kerja dan anggaran sekolah (RAPBS /RKAS), . kriteria kinerja sekolah, . kriteria fasilitas sekolah, . kriteria kerja sama sekolah dengan pihak lain, . Menggalang dana dan sumber daya pendidikan lainnya dari masyarakat baik perorangan/organisasi/dunia usaha/dunia industri maupun pemangku kepentingan lainnya melalui upaya kreatif dan inovatif, . Mengawasi pelayanan pendidikan di sekolah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, . Menindaklanjuti keluhan, saran, kritik, dan aspirasi dari peserta didik, orangtua/wali, dan masyarakat serta hasil pengamatan komite sekolah atas kinerja sekolah (Permendikbud, 2. Komite madrasah berfungsi sebagai:. Pemberian pertimbangan dalam: . penyusunan kebijakan dan program Madrasah, . penyusunan rencana kerja dan anggaran Madrasah, . penetapan kriteria kinerja Madrasah, . pengembangan sarana dan prasara pendidikan di Madrasah, . Pemberian dukungan finansial, pemikiran, dan/atau tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan di Madrasah, . Pengembangan kerja sama Madrasah, . Pengawasan terhadap penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan, . Penerimaan dan tindak lanjut keluhan, saran, kritik, dan aspirasi dari peserta didik, orang tua/wali, dan masyarakat (Kementerian Agama Republik Indonesia, 2. Berdasarkan pengamatan yang penulis dengan melakukan observasi pada tanggal 10 September 2022 s/d 17 September 2022 di MTSN Se-Kota Payakumbuh untuk melihat apakah peran komite sekolah sudah berjalan efektif. Maka ditemukannya fenomena-fenomena sebagai berikut: Pertama, komite sekolah kurang aktif. Di buktikan dari seringnya pengurus komite sekolah tidak mengikuti rapat di sekolah sehingga pengurus komite sekolah tidak ikut serta dalam memberikan masukan, pertimbangan dan rekomendasi kepada sekolah tersebut. Kedua, kurangnya dorongan dari komite sekolah pada orang tua siswa dan masyarakat. Rendahnya minat orang tua siswa dan masyarakat berpartisipasi di sekolah dikarenakan pengurus komite sekolah tidak bisa meyakinkan orang tua dan masyarakat bahwa keikutsertaan orang tua dan masyarakat di sekolah itu sangat penting. Ketiga, rendahnya mutu pendidikan disebabkan komite sekolah kurang melakukan evaluasi dan pengawasan di sekolah, pengurus komite sekolah jarang untuk memantau kondisi di sekolah, selain itu pengurus komite sekolah juga kurang memberi penilaian terhadap kebijakan yang telah dilaksanakan sekolah. Berdasarkan fenomena diatas, maka penelitian ini membahas tentang efektifitas peran komite sekolah dari aspek: memberikan pertimbangan dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan, pemberian dukungan finansial, pemikiran, dan tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan, melakukan evaluasi dan pengawasan pelayanan pendidikan, menindaklanjuti keluhan, saran, kritik, dan aspirasi. Metode Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif yaitu ditujukan untuk mendeskripsikan suatu keadaan atau fenomena-fenomena apa adanya. Penelitian ini dilakukan di MTSN Se-Kota Payakumbuh dengan jumlah populasi sebanyak 139 orang guru. Untuk menentukan jumlah sampel digunakan teknik Simple Random Sampling dan untuk menentukan ukuran sampel penulis menggunakan rumus Slovin didasarkan atas kesalahan 10% dan kepercayaan 90% terhadap populasi dan didapatkan sampel sebanyak 59 orang guru. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket skala Likert dengan lima alternatif jawaban yaitu Selalu (SL) dengan skor 5. Sering (SR) dengan skor 4. Kadang-kadang (KD) dengan skor 3. Jarang (JR) dengan skor 2, dan Tidak Pernah (TP) dengan skor 1. Untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen ini penulis melakukan uji coba ke 10 orang guru di luar sampel. Untuk mengetahui validitas dan reliabilitas instrumen ini menggunakan SPSS 23 dan berdasarkan hasil yang didapatkan terdapat 5 item yang tidak valid dan angket penelitian sudah reliabel. Teknik analisis data dengan melakukan beberapa prosedur yaitu verifikasi data, klasifikasi dan tabulasi data, menghitung skor rata-rata jawaban setiap item pertanyaan dan membuat kategori guna melihat data hasil penelitian untuk masing-masing indikator penelitian dengan menggunakan klasifikasi Hasil dan Pembahasan Hasil Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan untuk apakah peran komite sekolah di MTSN Se-Kota Payakumbuh berjalan secara efektif berdasarkan persepsi guru dijelaskan sebagai Table 1. Rekapitulasi Skor Rata-Rata Persepsi Guru Tentang Efektifitas Peran Komite Sekolah Di MTSN Se-Kota Payakumbuh No. Indikator Memberikan pertimbangan dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan Rata-Rata Kategori 4,44 Efektif Pemberian Dukungan Finansial. Pemikiran. Dan Tenaga Dalam Penyelenggaraan Pendidikan Melakukan evaluasi dan pengawasan pelayanan pendidikan Menindaklanjuti keluhan, saran, kritik, dan 4,40 Efektif 4,37 Efektif 3,98 Efektif Aspek memberikan pertimbangan dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan diperoleh skor rata-rata berada pada kriteria efektif dengan mendapatkan skor capaian 4,44. Item yang mendapatkan skor tertinggi yaitu komite sekolah mengadakan rapat secara berkala dengan orang tua siswa dan masyarakat berada pada kriteria sangat efektif dengan skor capaian 4,83. Sedangkan item yang mendapatkan skor terendah yaitu komite sekolah memberikan pertimbangan mengenai penetapan kriteria kinerja sekolah berada pada kriteria efektif dengan skor capaian 3,92. Aspek pemberian dukungan finansial, pemikiran, dan tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan diperoleh skor rata-rata berada pada kriteria efektif dengan mendapatkan skor capaian 4,40. Item yang mendapatkan skor tertinggi yaitu komite sekolah membantu sekolah dalam menciptakan hubungan dan kerjasama antara sekolah dan orang tua siswa dan masyarakat berada pada kriteria sangat efektif dengan skor capaian 4,80. Sedangkan item yang mendapatkan skor terendah yaitu komite sekolah membuat proposal kegiatan dalam melakukan penggalangan dana berada pada kriteria efektif dengan skor capaian 3,97. Aspek melakukan evaluasi dan pengawasan pelayanan pendidikan diperoleh skor ratarata berada pada kriteria efektif dengan mendapatkan skor capaian 4,37. Item yang mendapatkan skor tertinggi yaitu komite sekolah mengawasi pelaksanaan kegiatan sekolah berada pada kriteria sangat efektif dengan skor capaian 4,58. Sedangkan item yang mendapatkan skor terendah yaitu komite sekolah meminta penjelasan kepada sekolah tentang hasil belajar siswa berada pada kriteria efektif dengan skor capaian 3,93. Aspek menindaklanjuti keluhan, saran,kritik dan aspirasi diperoleh skor rata-rata berada pada kriteria efektif dengan mendapatkan skor capaian 3,98. Item yang mendapatkan skor tertinggi yaitu komite sekolah memiliki sifat demokratis dalam pengambilan keputusan pada setiap masalah berada pada kriteria sangat efektif dengan skor capaian 4,42. Sedangkan item yang mendapatkan skor terendah yaitu komite sekolah menyebarkan angket untuk memperoleh masukan, saran dan ide kreatif dari orang tua dan masyarakat berada pada kriteria efektif dengan skor capaian 3,05. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan persepsi guru tentang efektifitas peran komite sekolah di MTSN Se-Kota Payakumbuh dari aspek pemberian dukungan finansial, pemikiran, dan tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan berada pada kriteria efektif dengan mendapatkan skor capaian 4,40. Artinya Persepsi Guru Tentang Efektifitas Peran Komite Sekolah di MTSN Se-Kota Payakumbuh dalam pemberian dukungan finansial, pemikiran, dan tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan dikatakan efektif. Pada aspek ini skor tertinggi yaitu Aukomite sekolah membantu sekolah dalam menciptakan hubungan dan kerjasama antara sekolah dan orang tua siswa dan masyarakatAy berada pada kriteria sangat efektif dengan skor capaian 4,80. Sedangkan skor terendah yaitu Aukomite sekolah membuat proposal kegiatan dalam melakukan penggalangan danaAy berada pada kriteria efektif dengan skor capaian 3,97. Pengelolaan keuangan mempertanggungjawabkan keuangan sekolah kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Perlunya pengelolaan keuangan disebabkan oleh terbatasnya sumber-sumber pembiayaan keuangan yang bisa diperoleh sekolah dalam suatu jangka waktu tertentu. Sehingga sekolah harus meyakinkan pihak-pihak yang dapat atau berpotensi dapat memberikan dana kepada sekolah mengenai pentingnya program yang akan dibiayai. Pengelolaan keuangan sekolah perlu memperhatikan 2 hal yaitu, mendapatkan dana dan menggunakan dana untuk kepentingan sekolah (Nasional, 2. Hasil penelitian menunjukkan persepsi guru tentang efektifitas peran komite sekolah di MTSN Se-Kota Payakumbuh dari aspek melakukan evaluasi dan pengawasan pelayanan pendidikan berada pada kriteria efektif dengan mendapatkan skor capaian 4,37. Artinya Persepsi Guru Tentang Efektifitas Peran Komite Sekolah di MTSN Se-Kota Payakumbuh dalam melakukan evaluasi dan pengawasan pelayanan pendidikan dikatakan efektif. Pada aspek ini skor tertinggi yaitu Aukomite sekolah mengawasi pelaksanaan kegiatan sekolahAy berada pada kriteria sangat efektif dengan skor capaian 4,58. Hal ini menunjukan bahwa pengawasan yang di lakukan komite sekolah sudah berjalan dengan efektif. Pengawasan komite sekolah ditinjau pada dukungan atas kebutuhan proses pembelajaran, tertuang dalam tahap pelaksanaan pembelajaran dengan keterlibatan komite sekolah mendukung berjalanan dan pengembangan sarana prasarana belajar. Sedangkan yang mendapatkan skor terendah yaitu Aukomite sekolah meminta penjelasan kepada sekolah tentang hasil belajar siswaAy berada pada kriteria efektif dengan skor capaian 3,93. Hal ini disebabkan karena selama ini komite sekolah diundang ke sekolah hanya saat pengambilan rapor atau kelulusan. Sehingga dalam pertemuan tersebut sekaligus merupakan pertemuan penjelasan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan persepsi guru tentang efektifitas peran komite Sekolah di MTSN Se-Kota Payakumbuh dari aspek menindaklanjuti keluhan, saran, kritik dan aspirasi berada pada kriteria efektif dengan mendapatkan skor capaian 3,98. Artinya Persepsi Guru Tentang Efektifitas Peran Komite Sekolah di MTSN Se-Kota Payakumbuh dalam menindaklanjuti keluhan, saran, kritik dan aspirasi dikatakan efektif. Pada aspek ini skor tertinggi yaitu Aukomite sekolah memiliki sifat demokratis dalam pengambilan keputusan pada setiap masalahAy berada pada kriteria sangat efektif dengan skor capaian 4,42. Sedangkan skor terendah yaitu Aukomite sekolah menyebarkan angket untuk memperoleh masukan, saran dan ide kreatif dari orang tua dan masyarakatAy berada pada kriteria efektif dengan skor capaian 3,05. Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 044/U/2002, tentang Pembentukan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah disebutkan bahwa salah satu peran komite sekolah yaitu mediator, peran sebagai mediator antara sekolah, pemerintah dan masyarakat. Peran ini mengandung kewajiban bahwa komite sekolah seharusnya dapat menjadi jembatan antara kepentingan pemerintah sebagai eksekutif dan masyarakat sebagai stakeholder pendidikan. Wujudnya adalah melakukan kerja sama antara sekolah dengan masyarakat. Bentuk aktivitas operasional komite sekolah adalah: . menyebarkan angket untuk memperoleh saran, masukan, dan ide kreatif dari orang tua dan masyarakat, dan . menyampaikan laporan kepada sekolah secara tertulis tentang hasil pengamatannya terhadap sekolah (Winoto, 2. Kesimpulan Berdasarkan olahan data dan pembahasan pada penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa persepsi guru tentang efektifitas peran komite sekolah di MTSN Se-Kota Payakumbuh pada . aspek memberikan pertimbangan dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan berada pada kriteria efektif dengan mendapatkan skor rata-rata 4,44, . pemberian dukungan finansial, pemikiran, dan tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan berada pada kriteria efektif dengan mendapatkan skor rata-rata 4,40, . melakukan evaluasi dan pengawasan pelayanan pendidikan berada pada kriteria efektif dengan mendapatkan skor rata-rata 4,37, . menindaklanjuti keluhan, saran, kritik dan aspirasi berada pada kriteria efektif dengan mendapatkan skor rata-rata 3,98. Daftar Rujukan Danim. Visi baru manajemen sekolah: dari unit birokrasi ke lembaga akademik. Fattah. Ekonomi dan pembiayaan pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya, 78. Kementerian Agama Republik Indonesia. Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia tentang Komite Madrasah. , 1Ae12. Made. Landasan Kependidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Mukhtar. , & Iskandar. Orientasi Baru Supervisi Pendidikan. Jakarta: Gaung Persada. Nasional. Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Direktorat Pembinaan Sekolah. Pendidikan. Lampiran II Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 044/U/2002 Tanggal 2 April 2002 Tentang Dewan Pendidikan Dan Komite Sekolah. Jakarta. Permendikbud. 75 T. Tentang Dewan pendidikan Dan Komite Sekolah. Journal of Chemical Information and Modeling, 53. , 1Ae11. Sallis. Manajemen mutu terpadu pendidikan. Jogjakarta: IRCisD. Winoto. Komite Sekolah/Madrasah dan Manajemen Mutu Pendidikan. In Bildung (Vol.