S I P A R S TIKA Volume 05 Nomor 01, 2025 https://ojs-untikaluwuk. id/index. php/siparstika https://doi. org/10. 55114/siparstika. p-ISSN : 2809-0969 e-ISSN : 2809-0977 POTENSI EKSTRAK KUNYIT SEBAGAI INHIBITOR KOROSI RAMAH LINGKUNGAN UNTUK BAJA KARBON RENDAH POTENTIAL OF TURMERIC EXTRACT AS AN ENVIRONMENTALLY FRIENDLY CORROSION INHIBITOR FOR LOW CARBON STEEL Muhammad Hardiman Nur Ramadhan 1*. Teknik Mesin. Fakultas Teknik. Universitas Pamulang email: Hardiman. 1522040009@gmail. Abstrak Tulisan ini meninjau potensi ekstrak kunyit (Curcuma long. sebagai inhibitor korosi ramah lingkungan pada baja karbon rendah. Ringkasan penelitian terdahulu menunjukkan bahwa ekstrak kunyitAimelalui kurkuminoid dengan gugus fenolik dan AcdiketonAimampu menurunkan laju korosi pada media asam maupun klorida, dengan efisiensi inhibisi puncak hingga 88,9% di HCl 0,5 M dan 86% di NaCl 3,5% pada dosis optimum. Mekanisme dominan adalah adsorpsi yang membentuk film protektif dan umumnya sesuai dengan isoterm Langmuir. inhibitor cenderung bertipe campuran. Naskah ini mengompilasi konsentrasi efektif, ketergantungan suhu, dan parameter elektrokimia (Rct. Cd. sekaligus menyoroti aspek keberlanjutan serta prospek aplikasi lapangan. Kata kunci: ekstrak kunyit. baja karbon rendah. inhibitor hijau Abstract This article review potential extract turmeric (Curcuma long. as a corrosion inhibitor friendly environment on carbon steel low . Summary study previously show that extract turmeric Ai via curcuminoids with group phenolics and Ac diketones Ai capable lower rate corrosion in acidic media and chloride , with efficiency inhibition peak up to 88. 9% in 0. 5 M HCl and 86% in 3. 5% NaCl at the optimum dose . The mechanism dominant is adsorption that forms a protective film and is generally in accordance with Langmuir isotherm . inhibitor properties tend to type mixed . Script This compile concentration effective , dependable temperature , and electrochemical parameters ( Rct . Cdl ) at the same time highlight aspect sustainability as well as prospects application field. Keywords: corrosion . extract turmeric . carbon steel low . green inhibitor PENDAHULUAN Korosi baja karbon rendah dalam lingkungan asam . HCl untuk pengaweta. dan media yang mengandung klorida . isalnya, 3,5% NaCl . , . menyebabkan kerugian ekonomi dan dampak lingkungan yang signifikan. Inhibitor berbasis alami dianggap menjanjikan karena ketersediaannya, biodegradabilitas, dan potensi toksisitas yang lebih rendah dibandingkan dengan inhibitor konvensional. Dalam konteks ini, ekstrak kunyitAi kaya akan kurkumin . , . oid seperti kurkumin . , . dan demetoksikurkumin . , . Aitelah dilaporkan secara efektif melindungi baja melalui pembentukan film adsorpsi pada antarmuka logam/larutan. Beberapa penelitian telah menunjukkan peningkatan ketahanan korosi dalam 0,5Ae1 M HCl dan 3,5% NaCl . , . dengan efisiensi penghambatan dalam kisaran 80Ae90% dalam kondisi optimal. METODE PENELITIAN Pendekatan Tinjauan Kajian ini merupakan narrative review dengan ekstraksi data kuantitatif . fisiensi inhibisi, konsentrasi, suhu, media uji, dan indikator elektrokimi. dari artikel terindeks 2014Ae2025. Kriteria inklusi: . substrat baja karbon rendah/mild steel, . inhibitor berbasis kunyit/kurkumin/nanoAckurkumin atau derivatnya, . pelaporan hasil kuantitatif (IE%. Rct. Cdl, atau parameter termodinamika/kinetik. Ringkasan Protokol Eksperimental . ujukan terdahul. Metode lazim pada studi primer: kehilangan berat dan polarisasi Tafel di HCl 0,5Ae1 M. EIS untuk memperoleh Rct dan Cdl. SEM/EDX/AFM untuk karakterisasi permukaan. formulasi nanoAckurkumin pada NaCl 3,5% untuk mengkaji pengaruh suhu . Ae328 K) dan model adsorpsi . soterm Langmui. Persamaan yang Digunakan Efisiensi inhibisi: Model isoterm Langmuir: C adalah konsentrasi inhibitor, derajat penutupan permukaan, dan K_ads konstanta adsorpsi. HASIL DAN PEMBAHASAN Efektivitas Ekstrak Kunyit pada Berbagai Media Pada HCl 0,5 M, peningkatan dosis TRE menaikkan Rct dan menurunkan Cdl, konsisten dengan pembentukan film adsorpsi. Efisiensi maksimum 88,9% tercapai pada 8 g/100 mL . AC), dan data sesuai dengan isoterm Langmuir. Di HCl 1 M, ekstrak kunyit berperilaku sebagai inhibitor bertipe campuran. IE% meningkat seiring konsentrasi . Ae 300 pp. Pada NaCl 3,5%, nanoAckurkumin menunjukkan IE puncak 86% pada 298 K pada konsentrasi optimum (OO2,7y10a M) namun menurun pada suhu lebih tinggi. Gambar 1. Efisiensi inhibisi (IE%) vs dosis TRE di HCl 0,5 M . AC). Gambar 2. Resistansi transfer muatan (Rc. vs dosis TRE di HCl 0,5 M. Gambar 3. Kapasitansi lapisan ganda (Cd. vs dosis TRE di HCl 0,5 M. Gambar 4. IE% vs konsentrasi ekstrak kunyit di HCl 1 M . AC). Gambar 5. IE% vs konsentrasi nanoAckurkumin di NaCl 3,5% . K). Gambar 6. IE% vs suhu pada konsentrasi optimum nanoAckurkumin (NaCl 3,5%). Tabel 1. Ringkasan kinerja ekstrak kunyit/kurkumin pada baja karbon rendah IE% puncak Media Formulasi Rentang dosis Suhu Rujukan & catatan 88,9% @ 8 TRE . kstrak HCl 0,5 M 2Ae8 g/100 mL 25Ae40 AC g/100 mL. Langmuir HCl 1 M Ekstrak kunyit 50Ae300 ppm 25 AC NaCl 3,5% NanoAckurkumin 7y10ae 1y10a M 298Ae328 K MixedActype. dengan dosis 86,2% @ 7y10a M . K). saat T naik . Mekanisme Inhibisi dan Isoterm Adsorpsi Gugus fenolik (AeOH), metoksi (AeOCH. , dan motif Acdiketon pada kurkuminoid memfasilitasi adsorpsi pada permukaan Fe via interaksi elektrostatik dan donorAeakseptor, membentuk lapisan yang menurunkan i_corr dan membatasi difusi ClOe/H . Banyak sistem mengikuti isoterm Langmuir . onolapis, situs aktif ekuivale. Perilaku mixedActype terlihat dari perubahan kemiringan anodikAckatodik pada polarisasi. Pengaruh Konsentrasi. Suhu, dan Waktu Rendam Konsentrasi inhibitor adalah pengendali utama efektivitas. Kenaikan suhu mempercepat desorpsi/degradasi sehingga IE% berkurang. Durasi perendaman yang memadai meningkatkan kerapatan film (Rct naik. Cdl turu. namun paparan terlalu lama pada suhu tinggi dapat menurunkan stabilitas. Aspek Keberlanjutan dan Keamanan Ekstrak kunyit menawarkan jejak lingkungan lebih ringan dibanding inhibitor sintetik. Tantangan praktisnya adalah standardisasi komposisi fitokimia dan konsistensi proses ekstraksi pada skala industri. Perbandingan dengan Inhibitor Nabati Lain Kinerja ekstrak kunyit berada pada kisaran yang sama dengan sejumlah ekstrak tumbuhan lain . isalnya Cuminum cyminu. yang juga menunjukkan IE 80Ae90% di media asam dan mengikuti Langmuir. Ketersediaan lokal menjadi nilai tambah ekonomis. KESIMPULAN Ekstrak kunyit merupakan kandidat kuat sebagai inhibitor korosi ramah lingkungan untuk baja karbon rendah dengan IE tinggi di media asam dan NaCl 3,5% pada dosis optimum. Mekanisme didominasi adsorpsi (Langmui. , berperilaku mixedActype, dan sensitif terhadap Riset lanjutan perlu menekankan standardisasi ekstrak, optimasi formulasi . ano/kopolimer hija. , serta uji skala lapangan. DAFTAR PUSTAKA