ABADIMAS ADI BUANA VOL. NO. JULI 2018 e-ISSN : 2622 Ae 5719. P Ae ISSN : 2622 - 5700 KETERLIBATAN ORANGTUA DALAM PENANGANAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Khairunisa Rani, . Ana Rafikayati dan . Muhammad Nurrohman Jauhari Mahasiswa. Dosen Pogram Studi Pendidikan Khusus FKIP Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Email: khoirun. nisa313354@gmail. com1 ana@unipasby. Muhammadnurrohmajuhari@gmail. , . ABSTRAK Agar berhasil dalam intervensi dini dan mengingat anak pada usia yang masih muda, tentu peran orang tua sangatlah penting. Ini karena orang tua adalah anak terdekat dan orang yang selalu bersama anak. Keterlibatan orang tua sangat penting untuk mewujudkan pembelajaran yang optimal di masa keemasan anak-anak. Hal ini diperkuat oleh pendapat Wu dan Brown yang menyatakan bahwa partisipasi orang tua merupakan salah satu faktor penting yang menentukan perkembangan anak-anak dengan kebutuhan khusus. Namun, dalam prakteknya banyak orang tua masih kurang memahami anak-anak mereka. Banyak orangtua mengalami kesulitan membesarkan anak-anak mereka. Orangtua tidak tahu apa yang bisa mereka lakukan untuk mengoptimalkan perkembangan anak mereka. Mengingat topik anak berkebutuhan khusus juga sangat terbatas dibicarakan secara umum, para orang tua, ini semakin sulit bagi orang tua untuk mendapatkan informasi tentang bagaimana menangani anak-anak mereka. Berdasarkan masalah ini, orang tua dari anak-anak dengan kebutuhan khusus perlu dilatih untuk dapat mendidik anak-anak mereka dengan benar dan anak-anak dapat berkembang secara optimal. Kata kunci: Orangtua Anak dengan Kebutuhan Khusus. Pendidikan. Keterlibatan ABSTRACT To succeed in early intervention and remember the age of young children, of course the role of parents is important. This is because the parent is the closest child and the person who is always with the child. Parental involvement is very important to realize optimal learning in the golden age of children. It's strengthened by the opinion of Wu and Brown that states that parent participation is one important factor that determines the development of children with special However, in practice many parents still lack understanding of their children. Many parents have difficulty raising their children. Parents do not know what they can do to optimize their child's development. Given the topic of children with special needs is also very limited discussed in general, parents, it is increasingly difficult for parents to get information about how to deal with their children. Based on these problems, the parents of children with special needs need trained to able educate their children properly and children can develop optimally. Keyword: Parents Children with Special Needs. Education. Involvement menampung berbagai jenis kelainan, . SDLB. SMPLB dan SMALB), dan . sekolah terpadu yakni sekolah reguler . onSLB) yang menerima peserta didik berkebutuhan khusus. Dari pendidikan tersebut, layanan dimana anak berkebutuhan khusus dapat belajar bersama dengan siswa regular . on-ABK) adalah sekolah terpadu. Meskipun begitu, pada settingpendidikan ini, peserta didik khusus yang harus menyesuaikan dengan sistem PENDAHULUAN Isu diskriminasi terhadap pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) telah lama bergulir di Indonesia. Selama ini pendidikan yang tersedia bagi mereka hanya terbatas di setting pendidikan segregasi . Terdapat 3 layanan segregasi yang diselenggarakan oleh pendidikan Indonesia yaitu, . sekolah khusus yang hanya melayani peserta didik dengan jenis kelainan yang sama, . eperti: SLB/A. SLB/B. SLB/C ds. , . sekolah khusus yang ABADIMAS ADI BUANA VOL. NO. JULI 2018 e-ISSN : 2622 Ae 5719. P Ae ISSN : 2622 - 5700 sekolah baik kurikulum, guru, sarana prasarana pembelajaran, dan kegiatan belajar Oleh karena itu banyak siswa berkebutuhan khusus yang gagal dalam belajar di sekolah regular misalnya tidak naik kelas, tidak lulus Ujian Nasional atau bahkan dikeluarkan karena tertinggal. Berdasarkan isu-isu dunia tentang pendidikan untuk semua, selanjutnya di Indonesia mulai dikembangkan sistem pendidikan yang ditengarai lebih ramah dan Pendidikan memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam lingkungan pendidikan di sekolah reguler bersama-sama dengan peserta didik regular, mulai dari jenjang pendidikan usia dini (PAUD) hingga jenjang SMA atau SMK. Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu lembaga yang memberikan layanan pengasuhan, pendidikan dan pengembangan bagi anak lahir sampai enam tahun dan atau samapai dengan delapan Dengan maraknya isu pendidikan inklusif, sekarang ini mulai dikembangkan PAUD inklusif. Hal ini dilakukan mengingat pentingnya identifikasi dan intervensi dini bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Untuk mensukseskan intervensi dini dan mengingat usia anak yang masih kecil, tentu peran orang tua adalah yang terpenting. Hal ini dikarenakan orangtua adalah orang terdekat anak dan orang yang selalu bersama Keterlibatan orangtua adalah sangat penting untuk mewujudkan pembelajaran yang optimal dimasa usia emas anak. Hal ini dikuatkan oleh pendapat Wu dan Brown yang menyatakan bahwa partisipasi orangtua adalah salah satu faktor penting yang berkebutuhan khusus. Meskipun pelaksanaannya banyak orangtua yang masih kurang memahami anak mereka. Banyak orangtua yang mengalami kesulitan dalam membesarkan anak mereka. Orang kurang tahu apa yang bisa dilakukan untuk Mengingat topik tentang anak berkebutuhan khusus juga sangat terbatas diperbincangkan secara umum. Berdasarkan wawancara kepada Kepala Dinas Pendidikan Cabang Sumenep pada 20 Februari 2018, diperoleh data bahwasanya di Kabupaten Sumenep baru sedikit orang tua anak berkebutuhan khusus yang terlibat terhadap pendidikan anak Padahal keterlibatan orangtua terhadap pendidikan sangat penting. menyerahkan anak ke pihak sekolah, orangtua juga perlu diajarkan cara menangani anak mereka dirumah untuk membantu perkembangan anak secara optimal. Untuk dapat memiliki kompetensi tersebut, perlu dilakukan pembelajaran atau pelatihan kepada orangtua. Pelaksanaan pendidikan merupakan salah satu guna mengoptimalkan perkembangan anak. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka tim pelaksana melakukan pengabdian kepada masyarakat tentang keterlibatan berkebutuhan khusus kepada orangtua anak berkebutuhan khusus di KabupatenSumenep. diharapkan dengan adanya pengabdian kepada masyarakat berupa workshop tentang keterlibatan orangtua terhadap penanganan anak berkebutuhan khusus ini, orangtua dapat menambah wawasan mereka sehingga orangtua dapat menangani anak mereka dengan tepat dan anak dapat berkembang secara optimal. METODE PELAKSANAAN Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di PK-PLK Cinta Ananda Kabupaten Sumenep dilaksanakan dengan memberikan materi tentang: Peran orang tua dalam pendidikan anak berkebutuhan khusus, dijelaskan apakah orang tua memiliki peran penting terhadap perndidikan anak berkebutuhan khusus, atau hanya semata tanggung jawab guru di sekolah. ABADIMAS ADI BUANA VOL. NO. JULI 2018 e-ISSN : 2622 Ae 5719. P Ae ISSN : 2622 - 5700 Keterlibatan Orang Tua dalam Kegiatan Pemberian Layanan Pendidikan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus. Dijelaskan bahwa orang tua merupakan agen pertama dalam pemberian pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Guru hanya sebagai pelengkap saja, bukan jadi yang utama. Pengertian Tunanetra Barraga didasarkan pada pendidikan bahwa anak tunanetra adalah gangguan atau kerusakan penglihatan yang berakibat pada aktivitas belajarnya. Pembelajaran yang diberikan perlu melihat karakteristik dan kelemahan dari anak, model-model maupun bahan ajarnya juga perlu disesuaikan . alam Wardani, dkk. , 2009: 4. Sedangkan Efendi . seseorang yang menderita kelainan penglihatan atau adalah mereka yang mengalami kelainan atau gangguan pada organ mata dalam proses fisiologis dimana bayangan benda yang ditangkap oleh mata tidak dapat diteruskan oleh kornea, lensa mata, retina dan ke saraf karena suatu sebab. Berdasarkan pengertian di atas mengenai definisi tunatera, penulis menarik kesimpulan bahwa tunanetra adalah anak yang mengalami kebutuhan khusus dalam penglihatannya baik secara ringan maupun berat, dan membutuhkan pelayanan khusus terkait dengan kebutuhannya tersebut. Karakteristik Tunanetra Muhammad mengemukakan ciriciri penglihatan yaitu: Aspek fisik, meliputi: mata selalu bergerak dan bola mata berputar-putar. merespon dan kurang sensitif terhadap cahaya. pupil terlihat keruh dan ada bintik-bintik mata berair dan bagian tepinya berwarna merah. Aspek tingkah laku, meliputi: sering membaca maupun Pemberian disampaikan oleh Ana Rafikayati Pd. ,M. Pd dan Muhammad Nurrohman Jauhari S. Pd. ,M. Pd pada tanggal 30 Maret 2018. Kegiatan dilaksanakan dengan menyampaikan paparan materi kemudian dilakukan tanya jawab dan diskusi dengan orang tua anak berkebutuhan khusus. Di akhir kegiatan dilakukan pengambilan kesimpulan dari paparan materi tersebut oleh pemateri dan juga oleh peserta. HASIL DAN PEMBAHASAN Anak Berkebutuhan Khusus Pengertian Anak Berkebutuhan Khusus Efendi . menjelaskan bahwa . AuAnak-anak luar biasa didefinisikan sebagai anak-anak yang berbeda dari anak-anak biasa dalam hal ciri-ciri kemampuan komunikasi, tingkah laku sosial, ataupun ciri-ciri fisikAy . Sedangkan Wardani, dkk . mendefinisikan bahwa AuAnak luar biasa adalah anak yang mempunyai sesuatu yang luar biasa membedakannya dengan anak-anak seusia pada umumnyaAy . Klasifikasi Anak Berkebutuhan Khusus Anak berkebutuhan khusus terdiri dari berbagai macam jenis, antara Tunanetra. Tunarungu. Tunagrahita. Tunadaksa Tunalaras. Berikut dijelaskan satu persatu mengenai masing-masing berkebutuhan khusus di atas. Tunanetra ABADIMAS ADI BUANA VOL. NO. JULI 2018 e-ISSN : 2622 Ae 5719. P Ae ISSN : 2622 - 5700 melihat sesuatu dengan jarak yang terlalu dekat. memicingkan dan menutup sebelah mata . Aspek keluhan, meliputi: penglihatan kabur terutama setelah melakukan pekerjaan dengan konsentrasi tinggi dan . Tunarungu . Pengertian Tunarungu Tunarungu secara umum dikenal masyarakat dengan orang tuli atau tidak dapat mendengar dengan Secara lebih jelas akan dipaparkan mengenai pengertian tunarungu dari beberapa pendapat, antara lain adalah Pendapat dari Direktorat Pendidikan Luar Biasa ( 2. yang menjelaskan bahwa Tunarungu adalah Auanak yang kehilangan seluruh atau sebagian daya pendengarannya sehingga tidak atau kurang mampu berkomunikasi secara verbal dan pertolongan dengan alat bantu dengar masih tetap memerlukan pelayanan pendidikan khususAy. Pendapat Hallahan dan Kauffman yang menyatakan bahwa tunarungu . earing impairmen. merupakan mendengar dari yang ringan sampai yang berat sekali yang digolongkan kepada tuli . dan kurang dengar . hard of . alam Wardani, 2009:5. Berdasarkan pendapat di atas dapat penulis tarik kesimpulan bahwa tunarungu adalah anak yang memiliki kebutuhan khusus atau kelainan dalam pancaindranya berupa telinga yang membutuhkan pelayanan khusus sesuai dengan kebutuhannya. Karakteristik Tunarungu Menurut Direktorat Pendidikan Luar Biasa . karakteristik siswa tunarungu adalah sebagai . Secara nyata tidak mampu . Terlambat . Sering menggunakan isyarat dalam berkomunikasi, . Kurang/ tidak tanggap bila diajak berbicara, . Ucapan kata tidak jelas, . Kualitas suara aneh/ monoton, . Sering memiringkan kepala dalam usaha mendengar, . Banyak perhatian terhadap . Keluar cairan nanah dari kedua . Tunagrahita . Pengertian Tunagrahita Anak tungarahita biasanya bahkan anak gila oleh beberapa masyarakat umum yang awam dengan dunia pendidikan luar biasa. Untuk lebih mengetahui pengertian anak tunagrahita, berikut ada beberapa pendapat tentang pengertian anak tunagrahita antara lain. Sedangkan Direktorat Pendidikan Luar Biasa . etardasi menta. adalah Auanak yang secara nyata mengalami hambatan intelektual jauh di bawah rata-rata sedemikian rupa kesulitan dalam tugas-tugas ABADIMAS ADI BUANA VOL. NO. JULI 2018 e-ISSN : 2622 Ae 5719. P Ae ISSN : 2622 - 5700 layanan pendidikan khususAy . Karakteristik Tunagrahita Ada beberapa cirri/cirri atau karakteristik untuk dapat mengenali anak tungrahita antara lain adalah dengan melihat beberapa hal yang khas pada anak tungarahita. Karaketristik Menurut Direktorat Pendidikan Luar Biasa . sebagai berikut . Penampilan fisik tidak seimbang, misalnya kepala terlalu kecil/ besar, . Tidak dapat mengurus diri sendiri sesuai usia, . Perkembangan bicara/bahasa terlambat, . Tidak ada/ kurang sekali . Koordinasi gerakan kurang . Sering keluar ludah . Tunadaksa Pengertian Tunadaksa Efendi mengenai seseorang yang dikatakan sebagai tunadaksa yaitu sebagai berikut: Secara etiologis gambaran diidentifikasikan mengalami seseorang yang mengalami fungsi anggota tubuh sebagai akibat dari luka, penyakit, pertumbuhan yang salah melakukan gerakan-gerakan tubuh tertentu mengalami Secara definitif pengertian kelainan fungsi anggota tubuh . melaksanakan fungsi secara normal A akibat luka, penyakit, atau pertumbuhan yang tidak (Suroyo, 1. sehingga layanan secara khusus . Selanjunya tunadaksa menurut Wardani, . AuTunadaksa adalah penyandang bentuk kelainan atau kecacatan pada sistem otot, tulang dan persendian yang dapat mengakibatkan mobilitas, dan gangguan pribadiAy . Karakteristik Tunadaksa Menurut Wardani, dkk karakteristik anak tunadaksa ditinjau dari beberapa segi, antara lain: Karakteristik akademis anak tunadaksa meliputi ciri khas kognisi, persepsi dan simbolisasi mengalami kelainan karena terganggunya sistem cerebral sehingga mengalami hambatan dalam belajar, dan mengurus Anak tunadaksa karena kelainan pada sistem otot dan rangka tidak terganggu sehingga ABADIMAS ADI BUANA VOL. NO. JULI 2018 e-ISSN : 2622 Ae 5719. P Ae ISSN : 2622 - 5700 dapat belajar seperti anak . Karakteristik sosial/emosional anak tunadaksa menunjukkan bahwa konsep diri dan respon serta sikap masyarakat yang negatif terhadap anak tunadaksa mengakibatkan anak tunadaksa merasa tidak mampu, tidak berguna, dan menjadi rendah Akibatnya, kepercayaan dirinya hilang dan akhirnya tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya. Mereka juga menunjukkan sikap mudah tersinggung, mudah marah, lekas putus asa, rendah diri, kurang dapat bergaul, malu dan suka menyendiri, serta frustasi berat. Karakteristik fisik/kesehatan anak tunadaksa biasanya selain mengalami cacat tubuh, juga seperti sakit gigi, berkurangnya daya pendengaran, penglihatan, gangguan bicara, dan gangguan motorik . Tunalaras . Pengertian Tunalaras Tunalaras banyak disebut dengan istilah anak nakal pada Tetapi pada dasrny, masyarakat awam tidak memahami dengan baik pengertian mengenai Seecara lebih jelaa, akan dipaparkan pengertian mengenai tunalaras agar menambah wawasan Selanjutnya UndangUndang Pokok Pendidikan Nomor 12 Tahun 1952, anak tunalaras adalah individu yang mempunyai tingkah laku menyimpang/berkelainan, tidak pelanggaran terhadap peraturan dan norma-norma sosial dengan frekuensi yang cukup besar, tidak/kurang mempunyai toleransi terhadap kelompok dan orang lain, serta mudah terpengaruh oleh suasana, sehingga membuat kesulitan bagi diri sendiri maupun orang lain . alam Efendi, 2006:. Sedangkan Council for Children with Behaviour Disorders, suatu kelompok yang terdiri dari perwakilan beberapa organisasi profesional mendefinisikan tunalaras dengan emosional/gangguan perilaku . motional/behavioral disorde. , yaitu ketidakmampuan mengendalikan emosi dan perilaku dalam program pembelajaran dan akan berdampak buruk terhadap kemampuan akademis, sosial, keterampilan, dan kepribadian . alam Smith, 2006: . Karakteristik Tunalaras Efendi . beberapa ciri yang tampak menonjol pada kepribadian anak tunalaras adalah: Kurang percaya diri . Menunjukkan sikap curiga pada orang lain . Selalu dihinggapi perasaan rendah diri atau sebaliknya . Selalu permusuhan dengan orang lain . Suka mengisolasi diri . Kecemasan/ketakutan . Tidak memiliki ketenangan jiwa . Beberapa hiperaktif . Sering melakukan bentrokan atau perkelahian . Anak kesulitan belajar Abdurrahman . 9: . batasan kesulitan belajar menurut The Board of The Association for Children and Adult with Learning Disabilities (ACALD) adalah sebagai berikut: AuKesulitan belajar khusus adalah suatu kondisi mengganggu perkembangan, integrasi, kemampuan verbal dan/atau non verbal. Kesulitan belajar khusus tampil sebagai suatu kondisi ketidakmampuan yang nyata pada orang-orang yang memiliki sistem sensori yang cukup dan kesempatan untuk belajar yang cukup ABADIMAS ADI BUANA VOL. NO. JULI 2018 e-ISSN : 2622 Ae 5719. P Ae ISSN : 2622 - 5700 Berbagai bervariasi dalam perwujudan dan Kondisi tersebut dapat berpengaruh terhadap harga diri, pendidikan, pekerjaan, sosialisasi, dan atau aktivitas kehidupan sehari-hari sepanjang kehidupan. Ay MenurutMunawir Yusuf. Sunardi. MulyonoAbdurrahaman . Kesulitanbelajarakademikterdiridari: Gangguanmotorik dan persepsi atau difraksia . Kesulitan meliputi kesulitan dalam fungsi persepsi, pikiran, simboloisasi, . Gangguan berkomunikasi verbal. Kesulitan dalam penyesuaian perilaku sosial sehingga perilaku . Kesulitanbelajarakademik Kesulitanbelajarmembaca Menurut Bryan dan Bryan Mulyono menjelaskan definisi kesulitan belajar membaca . kesulitan dalam mempelajari komponen-komponen kata dan komponen-komponen kata dan . Kesulitanbelajarmenulis . Menurut Jordon Mulyono . kesulitan belajar menulis . ketidakmampuan mengingat cara membuat huruf atau simbol-simbol matematika. Kesulitanbelajarberhitung . Kesulitan kesulitan yang dialami anak dalam berhitung. Berhitung disini erat kaitannya dengan mata pelajaran matematika. Autis . Pengertian Menurut Handojo . 8: 12-. Autis adalah suatu kelainan hambatan perkembangan perilaku anak yang terjadi sebelum usia 3 tahun. Autis ditandai dengan gangguan sosialisasi, komunikasi adanya perilaku autistik, dan kesulitan pengendalian emosi. Definisi autisme berdasarkan pada Individuals withDisability Educatiob (IDEA) dalam Rahardja dan Sujarwanto . menyatakanbahwa autisme adalah kelainan perkembangan yang secara signifikan berpengaruh terhadap komunikasi verbal dan non verbal serta interaksi sosial, umumnya terjadi pada usia sebelum usia tiga tahun, yang memiliki pengaruh jelek terhadap kinerja pendidikan anak. Karakteristik lain yang sering menyertai autisme seperti melakukan kegiatan yang berulang-ulang dan gerakan stereotip, penolakan terhadap perubahan lingkungan atau perubahan dalam rutinitas sehari-hari dan memberikan respon yang tidak semestinya terhadap pengalaman . Karakteristik Fauziyah . karakteristik atau ciri-ciri anak autis perkembangannya antara lain: Komunikasi . Perkembangan lambat atau sama sekali tidak ada . Anak tampak seperti tuli, sulit bicara atau pernah . Kadang kata-kata yang digunakan tidak sesuai ABADIMAS ADI BUANA VOL. NO. JULI 2018 e-ISSN : 2622 Ae 5719. P Ae ISSN : 2622 - 5700 . Interaksi sosial . Penyandang autis lebih suka . Tidak ada atau sedikit kontak mata, menghindar untuk . Tidak tertarik untuk bermain bersama teman . Gangguan sensoris . Sangat sensitif terhadap sentuhan, seperti tidak suka dipeluk . Bila mendengar suara keras langsung menutup . Senang mencium-cium, menjilat mainan atau benda-benda . Pola bermain . Tidak teman-teman . Tidak suka bermain dengan teman-teman sebayanya . Tidak . Perilaku . Dapat berperilaku berlebihan . atau kekuarangan . Memperlihatkan bergoyang-goyang, mengepakan tangan seperti burung, berputar, dll . Tidak suka pada perubahan . Emosi . Sering marah-marah tanpa alasan yang jelas, tertawatawa, menangis tanpa alasan . Temper tantrum . engamuk tak terkendal. jika dilarang . Kadang suka menyerang dan KeterlibatanOrangtuadalamPenanga nanAnakBerkebutuhanKhusus Menurut tata bahasa, orang tua adalah ayah, ibu kandung, orang yang dianggap tua, atau orang yang dihormati atau Markum dalam Ritzer . ,Lingkungan yang pertama dikenal oleh individu . adalah orang tua yang terdiri dari ayah dan ibu. Maka dengan sendirinya pertumbuhan dan perkembangan kepribadian seseorang anak. Gerungan dalam Rohidi . Orang tua merupakan kelompok sosial yang pertama dalam kehidupan manusia, tempat ia belajar dan menyatakan diri sebagai makhluk sosial di dalam hubungan interaksinya dengan Sementara Soekanto . menyatakan bahwa orang tua adalah lembaga kesatuan sosial terkecil yang secara kodrati berkewajiban mendidik anaknya. Orang tua mendidik anak secara tradisional dan turun Selain itu Kartono dalam Ritzer . menyatakan bahwa orang tua merupakan unit sosial terkecil yang perkembangan anak. Dalam keluarga orang tua sangat berperan sebab dalam kehidupan anak waktunya sebagian besar dihabiskan dalam lingkungan keluarga apalagi anak masih di bawah pengasuhan atau anak usia sekolah dasar yaitu antara usia . Aa12 tahu. , terutama peran seorang ibu. Orang tualah yang bertugas mendidik. Dalam hal ini . ecara umu. baik potensi psikomotor, kognitif maupun potensi afektif, disamping itu orang tua juga harus memelihara jasmaniah mulai dari memberi makan dan penghidupan yang Kretschmer . ,Ling . dan Ross . dalam Estabrooks . 4 : . tunarungu lebih mudah belajar bahasa jika dalam aktivitas yang dekat dengan orang tua dan pengasuh. Merupakan tugas orang tua untuk memberikan kekayaan interaksi bahasa lisan pada anak karena orang tua berada di samping anak dari bangun tidur sampai tidur Sebagai pemain kunci, mereka perlu ABADIMAS ADI BUANA VOL. NO. JULI 2018 e-ISSN : 2622 Ae 5719. P Ae ISSN : 2622 - 5700 tahapan meliputi tahapan mendengarkan, berbicara, bahasa, dan kognisi. Jadi keberhasilan anak tergantung peran serta orang tua agar aktif dalam menangani anak. Sunardi dan Sunaryo . menyatakan bahwa orang tua adalah lingkungan terdekat dengan anak, paling mengetahui kebutuhan khususnya, paling berpengaruh, dan paling bertanggung jawab terhadap anaknya, sedangkan fungsi tenaga ahli lebih sebagai konsultan atau salah satu Ausocial supportAy Bronfrenbrenner dalam Sunardi dan Sunaryo . 7 : . menambahkanbahwa keluarga merupakan altar pertama bagi anak. Kalau anak mendapatkan start yang baik dalam keluarga, maka akan dapat dengan mudah masuk dalam kehidupan berikutnya yang lebih luas. Keluarga adalah Aucritical systemAy tempat anak belajar bagaimana memuaskan kehidupanya dan bagaimana menghadapi dunia. Setiap anak mulai belajar melalui lingkungan terdekatnya, terutama melalui kontak dengan ibunya. Selanjutnya melalui kontak dengan ayahnya serta anggota keluarga lainya, dan baru kemudian secara bertahap belajar melalui lingkungan yang lebih luas. Jika keluarga sebagai start awal sebagai tempat pertama belajar anak sudah tidak mendukung, dikhawatirkan pada tahap berikutnya yang lebih luas anak akan mengalami hambatan. Dan hal tersebut dapat perkembangan anak baik potensi maupun psikologis anak. Hal ini ditegaskan oleh Sunardi dan Sunaryo . 7 : . yang menyatakan bahwa Orang tua yang kurang menjalankan fungsi, peran dan tanggung jawabnya sebagai peletak dasar bagi perkembangan optimal anak, yang juga seing berdampak pada krisis psikologis dan sosial yang berlarut-larut yang pada akhirnya bermuara pada terhambatnya respon positif dan konstruksi terhadap kekurangan yang dialami anak. tentu peran orang tua adalah yang terpenting. Hal ini dikarenakan orangtua adalah orang terdekat anak dan orang yang selalu bersama Keterlibatan orangtua adalah sangat penting untuk mewujudkan pembelajaran yang optimal. Adalah peran orangtua untuk kognitif maupun potensi afektif, disamping itu orangtua juga harus memelihara jasmaniah mulai dari memberi makan dan penghidupan yang layak. REFERENSI